medsos Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/medsos/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 14 Jun 2024 12:37:04 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/#respond Fri, 14 Jun 2024 12:37:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65207 Maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat tidak terkecuali penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga kesehatan bak pisau bermata dua. Jika tidak dilakukan dengan bijak, maka akan berpotensi menimbulkan sengketa medis dan melanggar kaidah-kaidah etik. Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Dr. drg. Julita Hendrartini, M. Kes., AAK., menyebutkan media sosial […]

Artikel Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat tidak terkecuali penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga kesehatan bak pisau bermata dua. Jika tidak dilakukan dengan bijak, maka akan berpotensi menimbulkan sengketa medis dan melanggar kaidah-kaidah etik.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Dr. drg. Julita Hendrartini, M. Kes., AAK., menyebutkan media sosial memiliki manfaat seperti memperluas jaringan pertemanan, tetapi terdapat risiko yang mengarah pada sengketa medis dan juga etika penggunaan media sosial khususnya bagi tenaga kesehatan. “Penting bagi seluruh tenaga kesehatan agar dapat terhindari dari masalah hukum dan tuntutan pasien kedepannya, sehingga perlu bijak dalam menggunakan medsos,” kata Julita dalam webinar yang bertajuk Bijak Bermedia Sosial dalam Pelayanan Kesehatan, Sabtu (8/6) lalu.

Anjar Umarjianto, S.H., S. Kom., MARS, Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), menyebutkan bahwa tenaga kesehatan memegang tanggung jawab dan nilai yang besar di mata masyarakat sebagai profesi yang mulia.   Anjar menyebutkan bahwa terdapat tiga etika yang harus diperhatikan oleh penyedia layanan kesehatan baik rumah sakit maupun petugas kesehatan. Pertama, pemahaman umum, sebagai tenaga kesehatan, disarankan untuk tidak boleh pamer diri, menyinggung SARA, menghujat, dan membagikan sesuatu tanpa sumber yang jelas. Etika kedua adalah etika profesi, di mana setiap profesi memiliki kode etik yang harus dipatuhi. Etika ketiga adalah etika institusi, yang mencakup etika di tempat kerja yang harus menjaga martabat institusi serta mengikuti etika promosi rumah sakit yang berlaku.

Menurut keputusan MKEK 029/PB/K.MKEK/04/2021, terdapat 13 fatwa etik dokter bermedia sosial. Salah satu yang terpenting yaitu penggunaan media sosial untuk membahas hoax atau informasi keliru terkait kesehatan atau kedokteran merupakan tindakan yang mulia selama sesuai kebenaran ilmiah, etika umum, etika profesi, serta peraturan perundangan yang berlaku. “Saat ini, hoax yang beredar di Indonesia menempatkan topik kesehatan pada urutan ketiga terbanyak sehingga dibutuhkan tindakan mulia untuk mengkonfirmasi informasi yang keliru tersebut,” paparnya.

Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, Dr. drg. Hari Pudjo  menyatakan bahwa dokter gigi dan rumah sakit bisa dituntut atas pelanggaran kode etik, disiplin, dan hukum secara bersamaan. Sebagai contoh, dokter gigi yang mengajak publik untuk datang ke praktiknya telah melanggar kode etik. “Jika seorang dokter gigi mengklaim mampu melakukan semua jenis praktik, padahal ia hanya seorang ortodontis, maka ia telah melakukan pelanggaran disiplin,” katanya.

Selain itu, apabila praktik dokter gigi menyebabkan kerugian pada kesehatan atau penampilan gigi pasien, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum seperti apa yang tertuang pada pasal 305 dan 306 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Hari menyebutkan bahwa sanksi atas pelanggaran iklan layanan kesehatan berupa sanksi administrasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan berupa pencabutan izin usaha maupun pencabutan Surat Izin Praktik. “Segala bentuk pelanggaran etik maupun disiplin yang merugikan dapat dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum,” ujarnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Freepik

Artikel Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/feed/ 0
Instagram UGM Paling Populer di Indonesia, Masuk Tiga Besar dalam Jajaran Perguruan Tinggi Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/instagram-ugm-paling-populer-di-indonesia-masuk-tiga-besar-dalam-jajaran-perguruan-tinggi-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/instagram-ugm-paling-populer-di-indonesia-masuk-tiga-besar-dalam-jajaran-perguruan-tinggi-dunia/#respond Mon, 26 Feb 2024 07:37:26 +0000 https://ugm.ac.id/instagram-ugm-paling-populer-di-indonesia-masuk-tiga-besar-dalam-jajaran-perguruan-tinggi-dunia/ Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan capaian yang membanggakan di ranah media sosial. Dalam Instagram University Ranking 2024 yang dirilis UniRank beberapa waktu lalu, UGM masuk dalam peringkat tiga besar perguruan tinggi terpopuler, bersanding dengan Harvard University di peringkat pertama dan University of Oxford di peringkat kedua.  Dengan jumlah pengikut sebanyak 1.305.015 pada saat penilaian, UGM […]

Artikel Instagram UGM Paling Populer di Indonesia, Masuk Tiga Besar dalam Jajaran Perguruan Tinggi Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan capaian yang membanggakan di ranah media sosial. Dalam Instagram University Ranking 2024 yang dirilis UniRank beberapa waktu lalu, UGM masuk dalam peringkat tiga besar perguruan tinggi terpopuler, bersanding dengan Harvard University di peringkat pertama dan University of Oxford di peringkat kedua. 

Dengan jumlah pengikut sebanyak 1.305.015 pada saat penilaian, UGM menjadi satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam jajaran lima besar, dan mempertahankan capaian sebagai yang terpopuler di Indonesia. Saat berita ini ditulis, jumlah pengikut Instagram UGM telah mencapai angka 1.315.670.

“Dua tahun yang lalu kita masih ada di peringkat sepuluh dunia, namun tahun ini kita bisa melejit ke peringkat tiga. Ini merupakan buah dari kerja keras tim pengelola media sosial UGM dengan dukungan dari berbagai pihak, untuk secara konsisten menghadirkan konten-konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sekretaris Universitas, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., Senin (26/2).

Sandi menuturkan, pengelolaan media sosial memang penuh dengan tantangan. Selain harus mempelajari perkembangan pada masing-masing platform dan tren yang terus berubah, pemantauan terhadap isu-isu seputar UGM juga menjadi aspek yang penting untuk dilakukan secara konsisten. Keragaman demografi sasaran audiens di masing-masing platform media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses perancangan dan produksi konten. 

“Tentu tidak mudah mengemas suatu substansi yang berbobot ke dalam kemasan yang menarik dan mudah diterima oleh para audiens. Selalu ada ruang untuk berbenah, dan kami berkomitmen untuk terus bergerak maju,” imbuhnya. 

Selain Instagram, UGM juga menjadi perguruan tinggi terpopuler di Indonesia pada platform Tiktok, seperti yang ditunjukkan oleh hasil riset RevoU pada tahun 2023 lalu. Pada kedua platform tersebut, UGM juga menjadi akun perguruan tinggi pertama yang memperoleh verifikasi atau centang biru. 

Di samping pengembangan akun media sosial utama UGM, penguatan akun media sosial yang dikelola oleh fakultas dan unit kerja lainnya juga terus digencarkan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengaktifkan forum kehumasan sebagai wadah bagi para pengelola media sosial untuk belajar dari para ahli dan juga saling berbagi. Ia berharap, seluruh akun media sosial ini dapat digunakan untuk mempublikasikan keunggulan, kiprah, kontribusi, serta marketing  UGM dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Media sosial menjadi platform yang sangat efektif untuk memberikan layanan informasi sekaligus membangun kedekatan dengan publik. Kami mengapresiasi perhatian dan masukan baik yang datang dari sivitas UGM maupun pihak-pihak lain. Semoga capaian ini memberikan motivasi dan semangat lebih bagi kami untuk terus berkembang,” kata Sandi.

Penulis: Gloria

Artikel Instagram UGM Paling Populer di Indonesia, Masuk Tiga Besar dalam Jajaran Perguruan Tinggi Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/instagram-ugm-paling-populer-di-indonesia-masuk-tiga-besar-dalam-jajaran-perguruan-tinggi-dunia/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/#respond Wed, 07 Feb 2024 07:55:30 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/ Sejumlah hasil survei publik menunjukkan partai politik sebagai institusi negara yang paling tidak dipercaya oleh masyarakat. Merosotnya kepercayaan publik pada partai politik dapat memicu menguatnya sentimen antipartai. Kondisi tersebut bisa mendorong tumbuhnya sikap masyarakat yang menihilkan fungsi partai politik sebagai saluran dan mesin politik bagi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasinya. Berawal dari kenyataan tersebut, lima mahasiswa […]

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah hasil survei publik menunjukkan partai politik sebagai institusi negara yang paling tidak dipercaya oleh masyarakat. Merosotnya kepercayaan publik pada partai politik dapat memicu menguatnya sentimen antipartai. Kondisi tersebut bisa mendorong tumbuhnya sikap masyarakat yang menihilkan fungsi partai politik sebagai saluran dan mesin politik bagi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasinya.

Berawal dari kenyataan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan sebuah riset untuk menggali suatu bentuk alternatif strategi yang dapat digunakan oleh partai politik dalam melawan sentimen antipartai.  Irvan Fadhil (Fisipol, 2021), Arya Kamajaya (Fisipol, 2021), Agung Krisna (Fisipol, 2021), Firman Al-Khawarismi (Fisipol, 2021), dan Najzwa Hanifah (MIPA, 2021) mengangkat tema spesifik riset tentang strategi komunikasi Partai Gerindra di media sosial X.

“Pemilihan ini dilakukan karena Partai Gerindra memiliki gaya komunikasi di media sosial X yang cenderung lebih santai dan jenaka,” jelas Agung.

Agung memaparkan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode big data melalui crawling data di media sosial X dengan menggunakan kata kunci tertentu. Crawling tersebut dilakukan dalam rentang waktu sekitar delapan bulan, yakni 17 Agustus 2022 hingga 30 April 2023.

“Hasilnya, ditemukan bahwa gaya komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai Gerindra di media sosial X dapat diterima dengan respons yang baik oleh warganet,”ungkapnya.

Dari 2.633 cuitan yang didapatkan selama kurang lebih delapan bulan, terdapat 1.464 atau 54,98% cuitan bersentimen positif, 1.083 atau 40,67% cuitan bersentimen netral, serta 116 atau 4,36% cuitan bersentimen negatif. Temuan tersebut secara tegas membuktikan bahwa media sosial khususnya X terbukti efektif dalam mereduksi sentimen antipartai.

“Dari sini terlihat warganet menyukai gaya komunikasi politik Partai Gerindra di X,”terangnya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan bahwa strategi komunikasi santai dan bersahabat yang digunakan oleh Partai Gerindra di platform X cukup efektif dalam menarik minat para netizen di media sosial X. Selain itu, strategi tersebut juga terbukti mampu memanen sentimen positif dari mayoritas cuitan netizen di platform X terhadap Partai Gerindra.

Sementara Irvan Fadhil menambahkan hasil penelitian menunjukkan mulai hilangnya stigma masyarakat Indonesia terhadap partai politik. Warganet merasa semakin dekat dengan institusi politik.

“Partai politik lain bisa meniru atau mungkin menemukan cara lain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga mampu menghilangkan stigma masyarakat yang merasa jauh dari partai politik,”imbuhnya.

Penelitian ini merupakan hasil dari hibah riset program Afan Gaffar Awards 2023 yang diselenggarakan oleh Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM dengan tema Penguatan Demokrasi di Indonesia. Program tersebut merupakan hasil dari kerja sama Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM dengan alumni yang bertujuan untuk mendorong budaya riset bagi mahasiswa.

Penulis dan Foto: Agung Krinsa

Editor:Ika

MBKM

IKU 2 Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

 

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Gaya Komunikasi Parpol di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kaji-gaya-komunikasi-parpol-di-medsos/feed/ 0