mahasiswa Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/mahasiswa/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 05 Feb 2025 07:56:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/#respond Wed, 05 Feb 2025 07:48:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75394 Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo […]

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo (@portophoto.id) merupakan layanan self photo studio dan photobooth untuk menyediakan layanan foto berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. “Porto Studio ini memiliki studio offline di Pogung, dari sini nampaknya membuka jalan saya yang berkeinginan membuka usaha di bidang makana  dan minuman”, ujar Amanda di FEB UGM, Selasa (4/2) dalam sebuah percakapan.

Bukan sekedar keinginan, iapun lantas merambah pada bisnis kuliner dengan mendirikan Cherries Bites (@cheeries.bites) yang menawarkan brownies, chiffon cake, dan creamy sago secara online. Menyusul kemudian membuka usaha Paspa (@paspa.yk) yang menjual Pasta dan Zuppa di toko offline yang berlokasi di daerah Condongcatur. Masih di lokasi yang sama, iapun kemudian membuka Mentaikudimsum (@mentaikudimsum) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dimsum mentai.

Hal yang menggembirakannya, ia mendapatkan hibah EB Café. Ia memperoleh kepercayaan untuk mengelola Milkymoo sebuah usaha menjual produk susu, es krim, dan egg waffle. “Untuk yang ini rencananya akan segera beroperasi di Kantin EB. Usaha ini hampir bersamaan dengan bisnis Pisang Saji, yang sudah kami luncurkan di depan GOR UNY pada akhir Januari 2025 lalu”, terangnya.

Berhasil membuka enam bisnis di usia muda, Amanda menuturkan ceritanya. Motivasinya berwirausaha muncul dari pengalamannya saat masa kecil. Ia terbiasa melihat orang tuanya mengelola usaha FnB.

Amanda sejak belajar di Sekolah Dasar (SD) memang sudah sering mencoba berjualan. Ia sudah memberanikan berjualan alat tulis, slime, hingga frozen food. “Berawal dari coba-coba, lama-kelamaan terbiasa. Saya pun merasa nyaman dengan ini, dapat mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu yang menghasilkan”, tuturnya.

Dari proses menjalankan bisnis, Amanda mendapatkan beberapa kunci yang menyokong keberhasilannya. Bekerjasama dengan teman dan kecocokan dalam tim mendorong keberhasilan usahanya. “Dari rekan yang tepat, kita dapat belajar banyak hal. Jika dulu saya tidak bertemu dengan mereka, mungkin saya tidak sampai di titik ini,” paparnya.

Amanda mensyukuri talenta yang ia miliki hingga bisa menjalani kuliah sekaligus berbisnis di usia muda. Di kalangan temannya, ia dikenal gigih dan pantang menyerah. Amanda dikenal sebagai pribadi yang selalu mencoba dan terus mencoba dengan terus melakukan yang terbaik dan mau belajar.

Seperti kesuksesan mahasiswa lainnya, Amanda pun mengaku mengatur waktu antara kesibukan kuliah dan menjalankan usaha menjadi kunci. Ia menggunakan metode to do list untuk bisa mengatasi tantangan itu. “Saya berusaha membuat to do list secara detail dan melakukan semuanya berdasarkan skala prioritas”, terangnya.

Amanda bersyukur karena dalam menjalankan usahanya ia mendapatkan dukungan besar dari keluarga, teman dekat, dan lingkungan perkuliahan di FEB UGM. Bahkan teman-temannya di FEB UGM menilai Amanda sangat suportif dan memiliki etos kerja tinggi.

Pada akhirnya, banyak faktor yang mendorong dan menyemangati Amanda untuk berani mencoba. Beberapa mata kuliah yang yang ia dapatkan turut membantu keberhasilan usahanya. “Terutama dalam hal pemasaran dan operasional usaha. Dahulu, saya kira wirausaha itu hanya buat produk dan dijual begitu saja, tetapi setelah belajar di FEB UGM, saya jadi tahu kalau banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, mulai dari manajemen manusianya, keuangan, hingga aspek pemasaran agar brand kita bisa dikenal di masyarakat,” paparnya.

Amanda berkeinginan untuk terus bisa menjadi wirausaha dan mengembangkan bisnis. Meski sadar akan menjumpai banyak tantangan dan ketidakpastian, ia mengaku merasa nyaman dengan yang ditekuninya saat ini. “Dengan berbisnis saya merasa bisa berkontribusi, bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain”, ujarnya.

Bagi mahasiswa yang ingin seperti dirinya, ia berpesan untuk tidak ragu memulai usaha dan terus mencoba. Langkah terbaik yang dapat dilakukan di awal adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai bisnis yang ingin ditekuni. “Tanamkan prinsip dalam diri bahwa kesempurnaan tidak harus dicapai pada langkah pertama. Seiring berjalannya waktu terus belajar untuk menyempurnakannya. Jangan pikirkan perkataan orang lain. If you wanna go fast go alone, if you wanna go far go together,” tutupnya mengakhiri perbincangan.

Reportase : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/feed/ 0
Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/#respond Thu, 30 Jan 2025 07:52:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75215 Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku […]

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku tokoh lokal Desa Terapung yang dikenal sebagai peneliti dan ahli botani. Kehadirannya sungguh diharapkan mahasiswa dan masyarakat karena akan memberikan dukungan secara langsung, sekaligus memberikan arahan teknis. “Tentu saja kehadiran beliau untuk memberikan panduan bagi kami dalam proses penanaman mangrove agar lebih efektif dan berkelanjutan”, ujar Fauzan Aldi, salah satu anggota tim KKN-PPM UGM dari klaster Agrokompleks.

Fauzan Aldi menjelaskan hasil observasi tim Agrokompleks KKN-PPM UGM menunjukkan kondisi mangrove di pesisir Desa Terapung menghadapi tantangan serius dan berpotensi mengalami degradasi lingkungan. Meski, sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove oleh berbagai pihak tetapi tidak bertahan hidup. “Banyak tanaman tidak bertahan karena metode yang kurang tepat, seperti polybag yang tertinggal di dalam tanaman. Hal ini tentu mengakibatkan banyak tanaman mangrove gagal tumbuh dan mengalami kerusakan”, terangnya.

Untuk kegiatan kali ini, tim mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan penggantian tanaman mangrove yang rusak dan penambahan bibit baru dengan pendekatan yang lebih terencana. Tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir, penanaman mangrove diharapkan dapat juga melindungi dari ancaman abrasi.

Kegiatan inipun diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga, khususnya generasi muda. Anak-anak Desa Terapung yang turut terlibat kegiatan penanaman mangrove  mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan.”Kami memastikan semua bibit ditanam tanpa polybag, dan area tanam disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir setempat,” ucap Fauzan Aldi.

Arman mengapresiasi langkah mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia sekaligus berterima kasih kepada tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton yang turut bersama dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini akan menjadi prasasti. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi rumah bagi berbagai biota laut di Desa Terapung,” ujar Arman.

Dengan penuh optimisme, Arman berharap kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan lingkungan berbasis komunitas di Desa Terapung. Diharapkan pula cara ini menjadi model untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim KKN-PPM UGM Buton

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/#respond Thu, 16 Jan 2025 08:14:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74769 Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung 16 Desember 2024 di Jakarta, mereka bersaing dengan 113 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani menerangkan dalam kompetisi tersebut mereka bersaing dengan 113 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dan seluruh tim diminta untuk mengirimkan berkas penyelesaian studi kasus dalam bentuk proposal. Selanjutnya, panitia memilih 10 tim terbaik untuk maju dan merepresentasikan proposalnya di babak semi final yang digelar secara daring. Dari tahapan seleksi ini terpilih tiga tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang diselenggarakan secara luring. “Tentunya sangat bersyukur dan senang bisa sampai titik ini,” ujar Alifa, Kamis (16/1).

Alifah mensyukuri atas raihan ini setelah brainstorming yang cukup panjang dan kerja keras yang memerlukan waktu tidak sedikit bersama teman-teman tim. Ia bersama tim sungguh bersyukur atas keberhasilan ini, terlebih karena kompetisi ini merupakan business case yang cukup prestisius di tingkat nasional yang diikuti oleh 114 tim hebat yang memiliki ide-ide luar biasa.

Dalam kompetisi ini, kata Alifah, tim diminta merancang strategi yang dapat memperkuat posisi Jiniso sebagai merek jeans unisex terkemuka di Indonesia. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi di berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, serta meningkatkan brand awareness terhadap transformasi Jiniso sebagai merek unisex. Selain itu, tim juga diminta merancang kampanye branding kreatif yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing Jiniso di pasar fashion lokal. “Pendekatan omnichannel yang diusulkan harus mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan memberikan kemudahan dalam mengakses produk, informasi, serta layanan, dimanapun dan kapanpun,” terangnya.

Rokhima Rostiani, S.E., M.Mgt. selaku dosen pendamping menambahkan perjalanan tim menuju final tidaklah mudah. Disamping harus menghasilkan solusi inovatif yang relevan, tim Kaphibara juga dihadapkan pada tantangan waktu yang bertabrakan dengan jadwal UAS. “Bersyukur tim berhasil melewati hambatan tersebut dan memperoleh hasil yang membanggakan. Prestasi ini juga tidak lepas dari peran fakultas, yang memberikan fasilitas pendukung untuk presentasi final secara luring serta mentoring dari dosen,” katanya.

Rohkima berharap Tim Kaphibara FEB UGM terus bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif dalam menciptakan solusi kreatif dan inovatif bagi industri di Indonesia, baik dalam kompetisi maupun di luar kompetisi. Prestasi inipun diharapkan menjadi pintu gerbang bagi berbagai peluang baru dan membawa ke prestasi-prestasi lain yang lebih baik.

Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/feed/ 0
Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/#respond Thu, 16 Jan 2025 03:16:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74759 Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track […]

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track sejak tahun 2023 lalu. Memasuki tahun terakhir berkuliah S1 di Departemen Akuntansi FEB UGM, ia mendapat informasi terkait program Fast Track di FEB UGM. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi keinginannya. “Awalnya tidak terlalu berharap karena waktu pendaftarannya cukup mepet dan mendadak, namun kesempatan seperti ini mungkin tidak datang dua kali. Lagipula kenapa tidak mencoba? nothing to lose, yang penting usaha dulu agar tidak ada penyesalan,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, Winta berjuang mengikuti program fast track. Ia mengaku punya keinginan bisa meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan dalam waktu lebih cepat dibandingkan program regular. “Alasan lainnya tentunya di program fast track ini ada beasiswanya”, paparnya tersenyum.

Bagi Winta, tantangan dan strategi mengatur waktu menjadi kunci dalam menjalani studi di program fast track. Winta pun mengakui tantangan terbesar yang dihadapi dalam programini terkait pengelolaan waktu. “Tantangan terbesar selama menjalani program ini ya mengatur waktu. Rasanya tidak cukup melakukan semua kegiatan dalam 24 jam sehari. Pada akhirnya saya berprinsip selama masih ada hal yang bisa diusahakan, jangan pernah berhenti mencoba,” terangnya.

Menemukan ritme tepat dalam menjalani kuliah program fast track termasuk menjadi hal penting. Meskipun mengalami kesulitan di awal, Winta pun pada akhirnya berhasil beradaptasi dan mampu mengatur waktu dengan baik dengan menyusun perencanaan studi dengan berbagai skala prioritas. Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengulik informasi pendaftaran dan menyiapkan berkas sedini mungkin. “Upayakan berjuang secara maksimal di setiap tahapan seleksi. Pertama dan paling utama memantapkan diri, siapkan tekad dan komitmen, dan persiapkan segalanya dengan baik dan maksimalkan usaha di setiap tahap seleksi”, jelas Winta.

Reporter: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis  : Agung Nugroho

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/#respond Fri, 03 Jan 2025 07:06:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74324 Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat bimbingan dari Eddy Junarsin, Ph.D., CFP selaku dosen pendamping berhasil menyisihkan 34 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi diselenggarakan secara daring oleh Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Jambi.

Ali Alexander menjelaskan dalam tahap awal perjalanan tim Pairgrowth dalam mengikuti kompetisi ini adalah membuat paper equity research. Seluruh tim dalam tahap ini melakukan analisis komprehensif mulai aspek makro ekonomi, industri, profil bisnis, proses bisnis, keuangan, valuasi, hingga risiko berkaitan dengan perusahaan yang dianalisis. “Kita dan hampir semua tim yang mengikuti kompetisi masing-masing diminta melakukan analisis terhadap PT. Bank Mandiri yang mengalami gejolak makroekonomi sehingga susah untuk bertumbuh, dan diberi tambahan permasalahan banyaknya masyarakat yang skeptis terhadap saham BMRI”, katanya di Kampus UGM, Jum’at (3/1).

Ali mengungkapkan PT. Bank Mandiri yang bergerak di industri perbankan berbeda dengan perusahaan non-finansial yang memiliki template khusus keuangan. Kondisi ini menjadi hambatan sekaligus kesulitan dalam membuat valuasi. “Namun, karena saya sudah terbiasa menghitung valuasi perbankan maka dapat menyelesaikannya dengan cepat dan akurat,” ungkapnya.

Keberhasilan tim Pairgrowth merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, dan kekompakan tim mulai dari tahap persiapan hingga kompetisi. Dalam proses mengikuti kompetisi ini, Ali dan rekan timnya menghadapi sejumlah tantangan seperti manajemen waktu. Ali mengaku saat proses mengikuti kompetisi saat itu sedang menjalani magang di PT Nestlé Indonesia. Iapun harus pandai-pandai mengatur waktu antara magang dan lomba. Sementara Elsa sebagai partner dalam tim sedang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri sehingga harus beradaptasi dengan perbedaan zona waktu. “Meski banyak tantangan akhirnya kami bisa meraih juara dan membawa nama baik FEB dan UGM di kancah nasional,” pungkasnya.

Reportase  : Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.      : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/feed/ 0
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/#respond Wed, 18 Dec 2024 08:02:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74028 Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12). Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada […]

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan dengan menyelenggarakan bersih-bersih pantai di Pantai Baru, Padukuhan Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/12).

Dalam kegiatan bersih-bersih pantai, ini diisi pula dengan kegiatan lomba fotografi dan pemberian apresiasi kepada kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dan menampilkan kreativitas terbaik. Karena itu sebelum pelaksanaan bersih-bersih, sebanyak 50 peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan sejumlah peralatan seperti trashbag, sapu, serok sampah, dan keranjang untuk memudahkan pengumpulan sampah.

Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengatakan kegiatan pengabdian oleh mahasiswa Magister Ilmu Perikanan, dosen dan para tenaga kependidikan menjadi peran nyata dalam pelestarian ekosistem sekaligus penyegaran setelah menjalani ujian akhir semester. “Setelah melewati ujian yang melelahkan, kegiatan bersih pantai ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengalihkan pikiran dan berkontribusi positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan inipun mendapat dukungan keterlibatan dari kelompok wisata Pantai Baru dan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam bersih-bersih pantai. Dengan melibatkan masyarakat dan komunitas setempat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran dan pengaplikasian ilmu yang erat kaitannya dengan ekosistem laut dan pesisir. Sebagai generasi yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan maka menjaga kelestarian ekosistem laut menjadi tanggung jawab bersama. ”Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata,” terangnya.

Secara keseluruhan aktivitas bersih-bersih pantai berjalan lancar dan tertib. Secara detail, mereka memastikan seluruh kawasan pantai terjangkau oleh aksi bersih-bersih ini. Kegiatan inipun dimeriahkan dengan sesi ramah tamah, dan setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menampilkan hiburan seperti lagu, pantun, puisi, dan tebak gaya.

Suwandi selaku aktivis dan Ketua Kelompok Wisata Pantai Baru menyatakan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM. Dia mengakui pantai di Kawasan Bantul sering menerima tumpukan sampah, terutama dari muara sungai yang meningkat drastis pada bulan Desember hingga Februari. “Bersih pantai ini tentu sangat membantu kami sebagai pengelola pantai, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir,” ungkapnya.

Sebagai hasilnya, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil membersihkan area pesisir, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif kepada para peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan lestari, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan di masa mendatang. ”Tentunya program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi  menjadi wujud nyata kontribusi kalangan kampus bagi keberlanjutan lingkungan pesisir”, imbuh Suwandi.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan Bersih-Bersih di Pantai Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-program-studi-magister-ilmu-perikanan-bersih-bersih-di-pantai-baru/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/#respond Wed, 04 Dec 2024 00:35:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73469 Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper. Tim Hyena Jogja […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper.

Tim Hyena Jogja terdiri dari Ivan Hiumawan (Manajemen 2023) dan Anne Grace Pardosi (Akuntansi 2023). Ivan Hiumawan menjelaskan dua penghargaan yang berhasil diraih Tim Hyena Jogja setelah beradu dengan puluhan tim lain dari berbagai universitas di Indonesia. Sebelumnya Tim Hyena Jogja harus melalui babak preliminary dan final presentation. Pada tahap preliminary, seluruh peserta diminta menyusun paper yang mencakup analisis kondisi perusahaan, company profile, solusi yang diusulkan, serta kesimpulan. Analisis dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek internal, eksternal, dan mitigasi risiko. “Pada kompetisi ini, peserta diminta menyelesaikan kasus nyata terkait masalah cash flow pada sebuah perusahaan. Diibaratkan kasus perusahaan mengalami kesenjangan pembayaran antara pelanggan dan kewajiban kepada supplier”, ujar Ivan di FEB UGM, Rabu (4/12).

Adanya kesenjangan pembayaran ini, kata Ivan, mengakibatkan aliran kas tidak sehat, sehingga tim peserta harus mencari solusi strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Tim Hyena Jogja menyajikan solusi inovatif dengan pendekatan yang mempertimbangkan efisiensi pembayaran pelanggan serta pengelolaan utang secara lebih optimal.

Pada tahap final berupa presentasi online, Ivan mengaku menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Hyena Jogja. Meski begitu mereka sangat terkesan dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman pertama mereka. “Ini pengalaman pertama kami presentasi di ajang sebesar ini. Jujur sempat gugup dan bahkan nge-blank saat menjawab pertanyaan juri. Bayangkan presentasi hanya berdurasi 10 menit, tim dituntut menyampaikan ide secara singkat, padat, dan jelas”, terangnya.

Meski menghadapi tekanan, Anne Grace merasa bersyukur karena Tim Hyena Jogja berhasil tampil maksimal dan mendapat apresiasi tinggi dari para juri. Tidak hanya mengalami kendala dalam aspek teknis, Tim Hyena Jogja juga mengalami kondisi kesehatan yang sempat menurun selama proses kompetisi.“Kondisi ini menjadi tantangan besar saat menyusun paper. Meskipun sulit, kami tetap saling mendukung hingga akhirnya bisa mencapai hasil yang memuaskan,” tambah Anne.

Anne menjelaskan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) memiliki peran besar dalam keberhasilan mereka. Tim mendapatkan mentoring yang difasilitasi oleh Career and Student Development Unit (CSDU) dengan dosen pembimbing Prof. Dr., Mamduh M. Hanafi, M.B.A. “Bersyukur kami didampingi selama proses kompetisi. Pak Mamduh memberikan masukan berharga, khususnya dalam menyusun analisis dan solusi yang terintegrasi,” kata Anne.

Reportase   : Orie Priscylla & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.       : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/feed/ 0
50 UKM UGM Mengikuti Audit Mutu Internal 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/50-ukm-ugm-mengikuti-audit-mutu-internal-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/50-ukm-ugm-mengikuti-audit-mutu-internal-2024/#respond Tue, 03 Dec 2024 08:43:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73455 Keberhasilan para alumni dalam berkiprah di pemerintahn, industri maupun di masyarakat tidak semata-mata dari nilai-nilai dan karakter mereka dapatkan selama di kelas. Ada saja pengalaman-pengalaman kepemimpinan  dalam mengelola organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berhasil membawa mereka pada kesuksesan dalam berkarir setelah lulus. Oleh karena itu, UGM berkomitmen untuk melakukan perbaikan terkait pengelolaan organisasi kemahasiswaan agar […]

Artikel 50 UKM UGM Mengikuti Audit Mutu Internal 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keberhasilan para alumni dalam berkiprah di pemerintahn, industri maupun di masyarakat tidak semata-mata dari nilai-nilai dan karakter mereka dapatkan selama di kelas. Ada saja pengalaman-pengalaman kepemimpinan  dalam mengelola organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berhasil membawa mereka pada kesuksesan dalam berkarir setelah lulus. Oleh karena itu, UGM berkomitmen untuk melakukan perbaikan terkait pengelolaan organisasi kemahasiswaan agar tradisi mengelola organisasi yang dilakukan oleh mahasiswa semakin berkualitas sehingga memberi dampak bagi pengembangan kompetensi dan kepemimpinan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si menuturkan kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh bagaimana para pengelola universitas dan fakultas mampu menyediakan fasilitas untuk aktivitas para mahasiswa agar bisa diakses. Dengan begitu para mahasiswa diharapkan bisa nyaman di dalam belajar baik di kelas maupun di luar kelas. “Tentu kegiatan unit kegiatan mahasiswa ini adalah bagian dari upaya kita agar potensi dan kapasitas mahasiswa di bidang seni, di bidang olahraga maupun leadership keorganisasian itu bisa ditempa”, ujarnya di ruang Multimedia 1 UGM, Senin (2/12) saat memberikan pengarahan kegiatan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Unit Kegiatan mahasiswa UGM tahun 2024.

Seiring tuntutan peningkatakan kinerja Unit Kegiatan Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswan UGM melakukan audit kegiatan UGM yang diharapkan mampu membantu agar mahasiswa memiliki ruang dan arena latihan untuk menilai kinerjanya sendiri. “Dalam evalusi dan monitoring yang merupakan cara kita mengaudit seperti sekarang ini bukanlah bersifat terlalu administratif dan membebani, atau mengajari  membuat kuitansi yang jelimet melainkan yang lebih penting soal values apa yang ditempatkan sebagai dasar kita melakukan aktivitas,”terangnya.

Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPRMU) UGM mengatakan kegiatan Audit Mutu Internal pada 50 UKM ini diharapkan agar masing-masing pengelola yang telah menjalankan kegiatan-kegiatannya diharapkan melakukan evaluasi. Hasil dari evaluasi tersebut akan dipakai untuk melakukan perbaikan. Kalaupun sudah tercapai maka hasil tersebut juga akan dipergunakan untuk meningkatkan standar yang lebih tinggi. Sehingga kegiatan Audit Mutu Internal UKM 2024 ini sekaligus untuk memastikan semua temuan-temuan yang terjadi pada siklus tahun sebelumnya bisa ditindaklanjuti, dan jika terdapat  kekurangan-kekurangan bisa ditindaklanjuti. “Kita ingin melihat kesesuaian arah dan pelaksanaan pengelolaan dari ormawah ini. Memetakan kesiapan ormawa dalam menyiapkan strategi dan program atas agenda transformasi ormawah UKM dalam grade 1, 2, atau 3. Semua UKM ini akan kita cermati kemudian kita petakan kemungkinan peluang-peluang peningkatan untuk ormawah. Jadi lingkupnya ada dua yang ingin dicapai dalam kegiatan kali ini terkait data dalam transformasi ormawah, dan soal strategi ormawah dalam mempersiapkan paradigma baru bidang kemahasiswaan”, imbuhnya.

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Dr. Hempri Suyatna, S. Sos., M. Si mengakui kegiatan-kegiatan Ormawa selama ini cenderung kurang berorientasi berkelanjutan. Termasuk soal manajemen event yang terkadang malah nombok. Karenanya, ia berkeinginan mendorong UKM-UKM di UGM bisa menjadi lebih mandiri. Apalagi wacana Peraturan Rektor juga mendorong nantinya pengurus tidak hanya menjabat kepengurusan setahun, namun terutama menyangkut ketua bisa dipilih untuk tahun kedua. “Ini yang sebenarnya ingin kita dorong sehingga program-program UKM-UKM bisa berkelanjuta. Kita harapkan kedepan adalah adanya  konteks tata kelolaan organisasi yang inklusif berbudaya, prestasi, reputasi, peduli, kolaborasi, kompetensi, dan mandiri”, paparnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel 50 UKM UGM Mengikuti Audit Mutu Internal 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/50-ukm-ugm-mengikuti-audit-mutu-internal-2024/feed/ 0
Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/#respond Mon, 02 Dec 2024 09:32:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73413 Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan THT. Dilaksanakan pula pelatihan pertolongan pertama (First Aid), senam massal, pertandingan bola voli putri, dan bazaar UMKM.

Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., selaku Dosen Pendamping lapangan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim KKN UGM. Apresiasi diberikan karena selama lebih dari 1,5 bulan pelaksanaan KKN, telah berupaya secara maksimal menjalankan program-program yang bersentuhan dan diperlukan secara langsung kepada masyarakat. “Semoga dalam waktu relatif singkat ini, dapat memberikan makna yang lebih bagi diri-sendiri maupun masyarakat”, ujarnya.

Tak ketinggalan apresiasi juga diberikan kepada seluruh masyarakat Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat Terbah, dinilainya telah berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan KKN, dan memberikan pembelajaran kehidupan kepada para mahasiswa UGM.

Areta Adzroo Imtiyaznabilla dan Barnice Silva sebagai mahasiswa yang mengikuti KKN di Terbah turut berbagi pengalaman. Sebagai panitia dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah, mereka menyatakan meski pelaksanaan pengabdian singkat, tim KKN UGM berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Puskesmas dan Kader Kesehatan Desa untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan dan senam Bersama serta pertandingan voli, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat,” ucap Areta.

Keduanya merasa bersyukur karena antusiasme warga masyarakat mengikuti berbagai kegiatan KKN sangat tinggi. Hal tersebut, disebutnya menjadi motivasi bagi tim KKN untuk terus berinovasi. “Kami berharap melalui program KKN ini, masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang dan terus mengaplikasikan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari”, imbuh Barnice.

Muhammad Reza Hendriansah selaku koordinator Mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk sekaligus supervisor kegiatan turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah. Ia berpandangan meski tantangan yang dihadapi cukup besar, para mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Terbah telah berhasil menjalankan program-program yang berfokus langsung pada kebutuhan masyarakat, seperti pemeriksaan kesehatan, pelatihan pertolongan pertama (First Aid) dan senam bersama.”Sebagai supervisor, saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat dan dedikasi teman-teman KKN Subunit Terbah dalam menyukseskan program ini. Semoga memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat di Kalurahan Terbah, sekaligus berharap kegiatan ini menjadi model bagi KKN berikutnya dan terus berfokus pada pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Giyanto selaku Lurah Desa Terbah menyampaikan terima kasihnya kepada Tim mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk karena telah bersedia memfasilitasi kegiatan terkait kesehatan untuk masyarakat. Disebutnya Gerakan Mayarakat Hidup Sehat secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya bersama para mahasiswa KKN PPM UGM.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat bukan hanya soal kesehatan fisik, namun juga kesehatan lingkungan dan gizi. Berkaitan dengan peningkatan program gizi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa melakukan itu melalui program pendukung yang mampu memajukan perekonomian masyarakat Kalurahan Terbah. “Pada kegiatan GERMAS kali ini juga diadakan bazaar UMKM. Saya sangat mendukung kegiatan ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi cukup lengkap sehingga bisa mengetahui berbagai faktor risiko kesehatan untuk masing-masing, dan telah 3 tahun kerjasama ini kita jalin dengan KKN PPM UGM”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/#respond Thu, 21 Nov 2024 05:01:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73099 Tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim Bulaksumur Consulting sukses menjadi juara 1 ajang Social Logistics Challenge yang diselenggarakan Global Business School Network (GBSN) secara online pada 6 Oktober – 5 November 2024. Tim Mahasiswa yang beranggotakan Najwa Waq’iah, Gustav Susanto, Nikita Dinda Azizah, Risang Mar’atun Sholihah (Manajemen 2022), dan Magnesia Putri Azalia (Teknik Industri […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim Bulaksumur Consulting sukses menjadi juara 1 ajang Social Logistics Challenge yang diselenggarakan Global Business School Network (GBSN) secara online pada 6 Oktober – 5 November 2024. Tim Mahasiswa yang beranggotakan Najwa Waq’iah, Gustav Susanto, Nikita Dinda Azizah, Risang Mar’atun Sholihah (Manajemen 2022), dan Magnesia Putri Azalia (Teknik Industri 2022) berhasil menyisihkan 103 tim dari 21 negara dari berbagai belahan dunia. “Kami merasa bangga dan bahagia karena menjadi tim pertama dari Indonesia yang memenangkan kompetisi ini,” ungkapnya Najwa Waq’iah di FEB UGM, Kamis (21/11).

Najwa menjelaskan dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa harus menyelesaikan studi kasus Social Logistics Challenge. Saat berlangsung kompetisi, Tim Mahasiswa UGM dihadapkan persoalan adanya ketimpangan distribusi sumber daya kesehatan di daerah terpencil.

Banyak komunitas di daerah pedesaan atau terpencil menghadapi kesulitan besar dalam mengakses kebutuhan medis penting, termasuk obat-obatan, peralatan medis, dan layanan kesehatan dasar. Kesulitan dalam akses, sebut Najwa memperburuk disparitas kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan serta menghambat kemajuan dalam mencapai kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Infrastruktur transportasi yang tidak memadai dan kurangnya data real-time mengenai kebutuhan kesehatan lokal dinilai sering kali menjadi hambatan logistik di daerah. Akibatnya distribusi sumber daya menjadi tidak efektif dan seringkali terlambat. “Karenanya dalam lomba kami mengajukan gagasan pembuatan sistem rantai pasokan berbasis komunitas yang terintegrasi secara digital untuk mengatasi persoalan tersebut,” terangnya.

Najwa menjelaskan sistem rantai pasok dikembangkan Tim Mahasiswa UGM adalah dengan memanfaatkan teknologi seluler dan analitik data. Sistem ini dapat digunakan untuk menilai dan memprediksi kebutuhan medis di setiap wilayah dengan lebih akurat.

Dengan data yang selalu diperbarui baik terkait kebutuhan kesehatan dan kerja sama antara tenaga kesehatan lokal, mitra logistik regional, dan penyedia teknologi, kata Najwa, dapat memastikan distribusi yang cepat dan tepat sasaran ke area yang paling membutuhkan. “Pemerintah daerah, organisasi kesehatan, dan anggota masyarakat memainkan peran penting dalam proses ini, memberikan wawasan penting tentang tantangan dan kebutuhan di lapangan”, urainya.

Najwa menambahkan gagasan yang diusung oleh tim mahasiswa FEB UGM ini menekankan peningkatan hasil kesehatan, pengembangan infrastruktur inklusif dan tangguh, serta promosi praktik berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan. Dengan mengatasi kesenjangan logistik melalui teknologi dan kolaborasi lintas sektor, solusi ini dipandang tidak hanya meningkatkan akses kesehatan di daerah terpencil tetapi juga menjadi model penerapan prinsip logistik sosial untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di tingkat komunitas.

Reportase  : Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas UGM
Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/feed/ 0