mahasiswa baru Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/mahasiswa-baru/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 02 Nov 2024 01:56:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/ https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/#respond Wed, 30 Oct 2024 01:39:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72292 Sebanyak 1.814 mahasiswa baru program pascasarjana dikenalkan tentang nilai-nilai UGM dalam Kuliah Umum Pionir Gadjah Mada bertemakan “Kolaborasi Keilmuan: Sinergi Keilmuan”, Selasa(29/10), di Grha Sabha Pramana. Pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an ini agar mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memiliki sikap religius, amanah,  dan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga […]

Artikel Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.814 mahasiswa baru program pascasarjana dikenalkan tentang nilai-nilai UGM dalam Kuliah Umum Pionir Gadjah Mada bertemakan “Kolaborasi Keilmuan: Sinergi Keilmuan”, Selasa(29/10), di Grha Sabha Pramana. Pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an ini agar mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memiliki sikap religius, amanah,  dan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diharapkan selalu mengutamakan sikap jujur, memiliki nasionalisme dan  kebangsaan yang kuat, selalu aktif berpikir  kritis, memiliki intelektualitas yang memadai, serta menjaga persaudaraan dan disiplin diri.

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan UGM memiliki 5 jatidiri Universitas, yakni sebagai Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Pusat Kebudayaan. Kelima jati diri tersebut diwujudkan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Masih terkait dengan jati diri UGM, Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menambahkan bahwa UGM dinamai sebagai Universitas Gadjah Mada oleh para pendiri karena para pendiri UGM menginginkan supaya para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus ini dapat menaikkan derajat kampusnya seperti patih Gajah Mada di era kejayaan kerajaan Majapahit. “Kalau Anda punya keluhuran budi, ketajaman visi, keluasan pandangan, kebaktian, dan nilai-nilai luhur lainnya maka Anda akan lebih tinggi pamornya dibandingkan seorang Raja,” Jelas Andi.

Sementara Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana menekankan pentingnya sinergi serta kolaborasi. Hal ini dikarenakan para mahasiswa dan akademisi dapat berbagi pengetahuan agar para akademisi dapat menciptakan sebuah inovasi yang dapat bermanfaat untuk masyarakat di Indonesia maupun global. “Sinergi dan Kolaborasi, itu penting sekali. bisa bayangkan ya, kalau saya tidak kolaborasi maka saya tidak bisa masuk dan paham soal medis, atau sebaliknya temen-temen medis tidak bisa membuat alat. Sehingga nanti dikombinasi terjadilah suatu produk yang bisa kita kembangkan,” jelas Kuwat.

Guru Besar FEB UGM Prof. Nurul Indarti menyampaikan bahwa Sinergi dan kolaborasi dapat menghasilkan berbagai manfaat, baik untuk civitas akademika, maupun individu dari mahasiswa itu sendiri. “Manfaat Kolaborasi efektivitas solusi yang lebih tinggi, bisa mempercepat inovasi, persiapan lulusan untuk dunia kerja yang lebih kompleks. Ini tampaknya menjadi domain perguruan tinggi dalam menyiapkan pemimpin,” pungkasnya.

Penulis : Hanif

Editor   : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/feed/ 0
Tanpa Persiapan dan Latihan, 10.678 Mahasiswa Baru UGM Bentuk Selebrasi Formasi Unik https://ugm.ac.id/id/berita/tanpa-persiapan-dan-latihan-10-678-mahasiswa-ugm-bentuk-selebrasi-formasi-unik/ https://ugm.ac.id/id/berita/tanpa-persiapan-dan-latihan-10-678-mahasiswa-ugm-bentuk-selebrasi-formasi-unik/#respond Sun, 04 Aug 2024 13:13:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68689 Sebanyak 10.678 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada membentuk berbagai selebrasi formasi dalam penutupan PIONIR Gadjah Mada 2024, Sabtu (3/8), di lapangan Pancasila. Menggunakan empat kertas warna berbeda yang diletakkan di atas kepala, para mahasiswa membalikan kertas warna tersebut sehingga membentuk formasi beragam seperti gambar tulisan derap langkah, gambar gerbang ugm, gerbang masjid kampus hingga tulisan […]

Artikel Tanpa Persiapan dan Latihan, 10.678 Mahasiswa Baru UGM Bentuk Selebrasi Formasi Unik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 10.678 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada membentuk berbagai selebrasi formasi dalam penutupan PIONIR Gadjah Mada 2024, Sabtu (3/8), di lapangan Pancasila. Menggunakan empat kertas warna berbeda yang diletakkan di atas kepala, para mahasiswa membalikan kertas warna tersebut sehingga membentuk formasi beragam seperti gambar tulisan derap langkah, gambar gerbang ugm, gerbang masjid kampus hingga tulisan kolaborasi generasi unggul Indonesia.

Formasi yang dibentuk tersebut menyampaikan pesan tentang derap langkah dan tonggak awal para Gamada, sebutan untuk mahasiswa baru UGM, untuk menggapai nilai luhur bangsa, menjadi inisiator persatuan dan membuka cakrawala pengetahuan. Melalui kerja inspiratif para Gamada, diharapkan mampu membangun peradaban gemilang melalui UGM sebagai pintu gerbang kejayaan nusantara dalam rangka membangun kolaborasi generasi unggul Indonesia.

Seperti yang telah dilakukan sejak tahun 2012 silam, momen bentuk selebrasi formasi yang dilakukan mahasiswa baru pada upacara penutupan PIONIR Universitas Gadjah Mada sangatlah ditunggu-tunggu. Bahkan mahasiswa baru yang diajak untuk membentuk formasi tersebut tidak mengetahui formasi apa yang akan mereka buat nantinya. Yang mereka tahu, hanya membalikkan kertas warna di atas kepala mereka masing-masing sesuai instruksi dari panitia.

Rasa haru pun muncul pada benak seluruh panitia saat selebrasi formasi telah dilaksanakan. Tak terkecuali Audy, sebagai salah satu co-fasilitator PIONIR Gadjah Mada 2024 yang selama kegiatan ini selalu mendampingi para mahasiswa baru. “Terharu, bahagia dan merasa bangga terhadap teman-teman gamada yang mampu mengerti mekanisme selebrasi secara cepat dan tepat,” katanya.

Para mahasiswa baru juga turut menyampaikan perasaannya terkait selebrasi formasi yang dilakukannya. “Seneng banget walaupun ada capeknya juga. Waktu liat formasi juga terharu banget,” ujar Quenna, mahasiswa baru Program Studi Biologi.

Afa, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Ekonomi juga menyampaikan bahwa ia merasakan hal yang sama dengan Quenna. “Aku agak gugup karena takut salah waktu formasi. Tetapi waktu selesai dan lihat formasinya lega banget. Kaget karena cantik banget dilihat,” ungkapnya.

Koordinator Acara PIONIR Gadjah Mada 2024, Kemal, mengungkapkan bahwa tema dari selebrasi formasi tahun ini yaitu lembaran pertama dalam buku PIONIR Gadjah Mada sebagai transformasi dari nama PPSMB Universitas Gadjah Mada. Oleh karena itu, tema ini representatif dari visualisasi pertama yang ditampilkan pada selebrasi formasi.  “Harapannya lembaran pertama pada buku tersebut menjadi langkah awal bagi Gamada (Gadjah Mada Muda) dalam menempuh kuliah di Universitas Gadjah Mada,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa untuk menyiapkan ide selebrasi ini memakan waktu kurang lebih lima bulan, yang awalnya dibentuk dengan bantuan formasi Big Data. Ia mengaku sangat gugup dan gelisah saat formasi akan dilakukan sebab pembentukan formasi dilakukan tanpa latihan dan langsung sekali jalan hanya saat penutupan masa orientasi kampus. “Berkat kerjasama dan kegigihan seluruh panitia, formasi bisa dilaksanakan,” ungkap Kemal bangga.

Kemal mewakili seluruh panitia PIONIR Gadjah Mada 2024 berharap untuk para mahasiswa baru agar bisa mendapatkan semua momen berkesan selama mengikuti kegiatan PIONIR. “Semoga teman-teman mahasiswa baru bisa dapat menjalani dunia perkuliahan dengan penuh semangat,” harapnya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Tanpa Persiapan dan Latihan, 10.678 Mahasiswa Baru UGM Bentuk Selebrasi Formasi Unik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tanpa-persiapan-dan-latihan-10-678-mahasiswa-ugm-bentuk-selebrasi-formasi-unik/feed/ 0
Putri Ariani Semarakkan Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/putri-ariani-semarakkan-penutupan-pionir-gadjah-mada-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/putri-ariani-semarakkan-penutupan-pionir-gadjah-mada-2024/#respond Sun, 04 Aug 2024 00:44:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68658 Penyanyi berbakat Putri Ariani sekaligus mahasiswa baru dari Fakultas Hukum UGM ikut menyemarakkan penutupan rangkaian kegiatan PIONIR Gadjah Mada Muda 2024, Sabtu (3/8), di lapangan Pancasila. Putri Ariani menampilkan dua lagunya, Mimpiku dan Who I Am, serta sebuah  persembahan lagu khusus dari panitia PIONIR Gadjah Mada. Tidak hanya itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama […]

Artikel Putri Ariani Semarakkan Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Penyanyi berbakat Putri Ariani sekaligus mahasiswa baru dari Fakultas Hukum UGM ikut menyemarakkan penutupan rangkaian kegiatan PIONIR Gadjah Mada Muda 2024, Sabtu (3/8), di lapangan Pancasila. Putri Ariani menampilkan dua lagunya, Mimpiku dan Who I Am, serta sebuah  persembahan lagu khusus dari panitia PIONIR Gadjah Mada. Tidak hanya itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia bersama Wakil Rekor Prof. Wening Udasmoro dan Kepala Biro Manajemen Strategis, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D, menampilkan senandung kolaborasi lagu UGM Kampusku Tercinta yang diciptakan oleh Agus Wahyudi.

Salah satu ciri khas dari kegiatan penutupan kegiatan masa orientasi kampus UGM dari tahun ke tahun adalah pembentukan formasi. Namun  PIONIR Gadjah Mada kali ini mengusung ide membuat rangkaian formasi selebrasi interaktif menggunakan 4 warna yang berbeda dengan mengusung tema “Kolaborasi Gadjah Mada Generasi Unggul Indonesia”.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., mengungkapkan harapannya  agar para Gamada akan memiliki semangat kolaboratif yang diiringi dengan keinginan yang kuat untuk meningkatkan kualitas diri dan membawa manfaat bagi sesama. “Adanya PIONIR Gadjah Mada ini, dapat memberikan fondasi bagi mahasiswa agar mampu menjadi pelopor dan inisiator dalam lingkungan akademik maupun non akademik, mempunyai jiwa kepedulian, kepekaan, serta empati yang tinggi terhadap sesama civitas akademika dan lingkungannya,” ujarnya.

Arie pun menambahkan bahwa sebagai Gamada, diharapkan bahwa mereka dapat terus memperteguh slogan Sang Juara, sebagai kristalisasi dari nilai-nilai Gadjah Mada. Ia pun mengingatkan untuk terus bersifat adaptif agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar di masyarakat kelak.

Sebagai simbolis bahwa PIONIR Gadjah Mada resmi ditutup secara simbolis dengan peletakan miniatur catur oleh Rektor UGM  dan Koordinator Umum PIONIR Gadjah Mada. “Alhamdulillahirobbilalamin PIONIR Gadjah Mada 2024 ditutup, dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim Action Plan dimulai,” tutup Prof. Ova.

Action Plan sebagai bentuk perwujudan aksi nyata para Gamada untuk masyarakat akan dilaksanakan pada tanggal 4–10 Agustus 2024 mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi ruang kreasi, mewujudkan ide nyata dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud implementasi nilai-nilai ke-UGM-an. Kegiatan Action Plan ini juga merupakan bentuk komitmen UGM dalam pengelolaan sampah serta mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Penulis : Leony

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Firsto

Artikel Putri Ariani Semarakkan Penutupan PIONIR Gadjah Mada 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/putri-ariani-semarakkan-penutupan-pionir-gadjah-mada-2024/feed/ 0
Mahasiswa Baru Fapet UGM Diajak Jelajah Kandang dan Laboratorium https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-fapet-ugm-diajak-jelajah-kandang-dan-laboratorium/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-fapet-ugm-diajak-jelajah-kandang-dan-laboratorium/#respond Sat, 03 Aug 2024 03:59:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68654 Ratusan mahasiswa baru Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengikuti jelajah kandang dan laboratorium. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para mahasiswa dikenalkan tentang fasilitas maupun tugas pokok laboratorium dan meninjau lokasi kandang dan lahan hijauan untuk ternak sapi perah dan kambing. “Mahasiswa kita bagi menjadi 8 kelompok dan bergiliran mengunjungi laboratorium dan kandang ternak,”papar Koordinator Gugus […]

Artikel Mahasiswa Baru Fapet UGM Diajak Jelajah Kandang dan Laboratorium pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ratusan mahasiswa baru Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengikuti jelajah kandang dan laboratorium. Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para mahasiswa dikenalkan tentang fasilitas maupun tugas pokok laboratorium dan meninjau lokasi kandang dan lahan hijauan untuk ternak sapi perah dan kambing. “Mahasiswa kita bagi menjadi 8 kelompok dan bergiliran mengunjungi laboratorium dan kandang ternak,”papar Koordinator Gugus Pionir Rancher 2024 Fapet UGM, Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP., Kamis (1/8).

Bagas Ardani, salah satu mahasiswa baru mengaku senang mengikuti jelajah kandang dan laboratorium. Menurutnya kegiatan ini cukup membantunya mengenal berbagai fasilitas yang ada di Fapet UGM. “Menarik acaranya. Jadi, kita antusias mengikuti jelajah kandang,”kata Bagas.

Hal senada juga disampaikan mahasiswa baru lainnya, Kanina Indi, mengikuti jelajah kandang dan laboratorium menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan sehingga tahu fasilitas apa saja yang ia akan jalani saat masa kuliah berlangsung. “Jelas terbantu sebagai mahasiswa baru. Nantinya kita nggak akan kaget juga kalau sudah aktif kuliah,”kata Kanina.

Di hari terakhir Pionir Rancher 2024 mahasiswa baru juga dikenalkan dengan perpustakaan maupun badan semi otonom di Fapet. Pada Pionir Rancher 2024 yang mengambil tema Transformasi Rancher Muda, Asah Potensi Bangun Kolaborasi Rajut Asa Gapai Prestasi tersebut para mahasiswa mulai dikenalkan untuk peduli lingkungan khususnya dalam upaya pengurangan sampah. Untuk wadah makan siang dan snack, para mahasiswa yang tidak lagi menggunakan kemasan sekali pakai.”Untuk mengurangi sampah makanan kita sediakan tempat makan yang bisa dipakai ulang,”papar Kepala Kantor Administrasi Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, S.Pd., MBA.

Reportase : Satria/Humas Fapet

Editor       : Gusti Grehenson

Foto         : Margiyono

 

Artikel Mahasiswa Baru Fapet UGM Diajak Jelajah Kandang dan Laboratorium pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-baru-fapet-ugm-diajak-jelajah-kandang-dan-laboratorium/feed/ 0
Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/#respond Fri, 02 Aug 2024 06:37:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68417 Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, […]

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, salami dan salami serta ber bergaulah dengan masyarakat di Jogja karena disitu para mahasiswa akan mendapatkan experience yang baik, yang nantinya berguna di saat anda akan berkompetisi di nasional maupun internasional”, ujarnya.

Menyaksikan para mahasiswa baru Fakultas Teknik, Budi Karya mengenang kembali saat dirinya menjadi mahasiswa baru prodi Teknik Arsitektur UGM tahun 1976. Selama kuliah, selain aktif kuliah, ia juga aktif mengikuti berbagai macam kegiatan, termasuk mencari dana sponsor di Jakarta, membuat majalah, hingga ikut membuat rumah untuk para tuna wisma.“Pengalaman-pengalaman Itu sangat membekas, dan jika flashback saya kan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja sesungguhnya,” terangnya.

Ia bercerita bila dirinya adalah Pujakusuma, Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Di tahun-tahun 1976 ia merantau dari Palembang ke Yogyakarta. Perjalanan selama dua hari saat itu, ia berbekal satu ransel dengan moda transportasi naik sepur, naik kapal, dan naik sepur lagi.

Tanpa sungkan, ia pun bercerita bila pada waktu itu fisik badannya kurus. Meski begitu ia begitu bangga memakai jaket almamater UGM, dan dengan fisik seperti itu ia pun ditunjuk sebagai pengerek (pengibar) bendera saat Mapram (ospek). “Dari sini saya tahu orang Jawa itu seneng ngajeni (menghargai orang lain). Itu filosofinya dalam sekali, justru kita menjadi orang baik dan luar biasa. Sekali lagi ini penting, ngajeni itu ilmu Jawa yang saya pelajari, saya bisa menjadi pengerek bendera dari Sumatra, lalu menjadi bangga sekali menjadi mahasiswa UGM”, ucapnya.

Lulus dari Arsitektur UGM tahun 1981, Budi Karya berkarir di banyak tempat. Salah satu yang kemudian membuatnya namanya populer  saat ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, dan di tahun 2016 dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Perhubungan RI.

Menurut Budi Karya, kerjasama dan filosofi ngajeni memberi esensi bermakna dalam menyertai perjalanan karirnya. Kecelakaan transportasi Breksit tahun 2015 menjadikan karirnya semakin cemerlang.

Dengan kedua prinsip tersebut, ia mengaku mampu mengatasi solusi untuk kemacetan massif di Breksit yang berlangsung selama 3 hari. Keberhasilan tersebut karena ada kerjasama dan kolaborasi.“Konsepnya ada kerjasama dan ngajeni tadi. Semua stakeholder kita hargai, semua pemain diajak untuk kerjasama. Misal jika di lapangan Polisi menjadi lead, kita ikuti saja. Oleh karena itu untuk teman-teman mahasiswa baru UGM, konsep filosofi hidup ngajeni itu tolong dipelajari secara baik,” pintanya.

Diakhir orasi, ia pun mengajak para mahasiswa baru FT UGM untuk selalu bersyukur agar dari sisi emosional dan psikis lebih menghargai dari apa yang telah didapatkan. “Tentunya bangga sekali, dan dengan mensyukuri akan tumbuhlah cara-cara bertindak yang lebih baik, out of the box. Lalu bergaulah, pinter penting tetapi akan lebih lengkap kalau kalian memiliki pengalaman yang banyak. Saya yakin kalian bisa menjadi orang-orang terpandang di negeri ini,”katanya.

Pada kesempatan ini, Menteri Budi Karya dan Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng, serta  Ir. H. Onny Henro Adhiaksono, M.H, selaku alumnus Teknik Sipil 1978 membagikan 1803 tumbler untuk para mahasiswa baru FT UGM. Pembagian tumbler ini sebagai upaya Fakultas Teknik UGM peduli lingkungan dengan mengurangi kemasan minuman plastik. “Pembagian tumbler ini merupakan langkah yang dilakukan Fakultas agar tumbler bisa dimanfaatkan para mahasiswa selama berkegiatan di kampus supaya kita bisa mengurangi sampah plastik”, ujar Dekan.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/feed/ 0
694 Mahasiswa Baru FMIPA UGM Ikut Pionir Pascal https://ugm.ac.id/id/berita/694-mahasiswa-baru-fmipa-ugm-ikut-pionir-pascal/ https://ugm.ac.id/id/berita/694-mahasiswa-baru-fmipa-ugm-ikut-pionir-pascal/#respond Thu, 01 Aug 2024 09:15:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68362 Sebanyak 694 mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengikuti rangkaian acara Pionir Pascal yang merupakan agenda pengenalan lingkungan kampus di tingkat fakultas. Dekan dan segenap jajaran beserta seluruh panitia Pionir Pascal menyambut para mahasiswa baru di Auditorium FMIPA Rabu (31/7). Dekan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana memberikan ucapan selamat kepada para […]

Artikel 694 Mahasiswa Baru FMIPA UGM Ikut Pionir Pascal pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 694 mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengikuti rangkaian acara Pionir Pascal yang merupakan agenda pengenalan lingkungan kampus di tingkat fakultas. Dekan dan segenap jajaran beserta seluruh panitia Pionir Pascal menyambut para mahasiswa baru di Auditorium FMIPA Rabu (31/7).

Dekan Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana memberikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru yang diterima di Fakultas MIPA UGM dan berpesan untuk menjadi pribadi yang penuh percaya diri dan aktif. “Mahasiswa baru harus memiliki naluri bukan sebatas hanya menjaga gawang saja yang diam dan bertahan tetapi juga sebagai pemain yang aktif,” pesannya.

Sebagai mahasiswa FMIPA, kata Kuwat, tidak hanya berprestasi atau cerdas saja tetapi juga beretika. Oleh karena itu, Kuwat juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses sehingga diperlukan sikap-sikap seperti kreatif, inovatif, dan adaptif.

Selama 2 hari, mahasiswa baru akan merasakan langsung bagaimana suasana kehidupan kampus di FMIPA UGM. Pada hari pertama, mahasiswa baru mengenal lebih dekat dengan program studi dan himpunan mahasiswa di mana mereka akan berdinamika selama menempuh studi. Selanjutnya di hari kedua, mahasiswa baru berkesempatan dalam science project yang akan memberikan ruang kreasi mahasiswa baru dalam mengemukakan ide dan gagasan.

Selama berkegiatan, mahasiswa baru turut diajak untuk sadar terhadap lingkungan dengan arahan membawa botol minum dan diberikan konsumsi dengan wadah ramah lingkungan. “Mahasiswa baru akan diberikan pemahaman sejak awal untuk turut menjaga lingkungan dengan menekan produksi limbah sampah plastik,” kata Koordinator Gugus Pionir Pascal, Dr. Chalis.

Menurut Chalis, Pionir Pascal sebagai bagian dari Pionir Gadjah Mada di tingkat universitas diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengakselerasi proses transformasi status sebagai siswa SMA menjadi mahasiswa. “Kami akan memperkenalkan fasilitas dan aktivitas apa saja yang mereka temui selama kuliah seperti  ruang kuliah, laboratorium, teman seperjuangan, perpustakaan, kantin, dan lainnya,”jelasnya.

Koordinator Umum Pionir Pascal UGM, Nabila Nafizatus, menuturkan para mahasiswa baru yang akrab disapa Gamada ini dapat beradaptasi dengan cepat dan efektif dengan lingkungan kampus, baik secara akademik maupun non-akademik, sehingga mampu mengembangkan karakter yang baik.  “Kita harapkan mereka siap menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi sehingga menjadi individu yang berkompeten dan berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan selama masa studi,” ujarnya.

Penulis : Febriska Noor Fitriana/Humas FMIPA

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Artikel 694 Mahasiswa Baru FMIPA UGM Ikut Pionir Pascal pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/694-mahasiswa-baru-fmipa-ugm-ikut-pionir-pascal/feed/ 0
1.804 Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UGM Ikut Pionir Kesatria   https://ugm.ac.id/id/berita/1-804-mahasiswa-baru-fakultas-teknik-ugm-ikut-pionir-kesatria/ https://ugm.ac.id/id/berita/1-804-mahasiswa-baru-fakultas-teknik-ugm-ikut-pionir-kesatria/#respond Wed, 31 Jul 2024 13:25:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68276 Sebanyak 1.804 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengikuti Pionir Kesatria di tingkat fakultas selama tiga hari kedepan. Para mahasiswa baru ini disambut oleh Dekan dan jajaran pengurus fakultas, serta para panitia Pionir Kesatria 2024 di halaman gedung SGLC FT UGM, Rabu (31/7). Dekan FT UGM Prof. Ir. Selo menyampaikan bahwa para […]

Artikel 1.804 Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UGM Ikut Pionir Kesatria   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.804 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengikuti Pionir Kesatria di tingkat fakultas selama tiga hari kedepan. Para mahasiswa baru ini disambut oleh Dekan dan jajaran pengurus fakultas, serta para panitia Pionir Kesatria 2024 di halaman gedung SGLC FT UGM, Rabu (31/7).

Dekan FT UGM Prof. Ir. Selo menyampaikan bahwa para mahasiswa baru dari Fakultas Teknik adalah para calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, selama menimba ilmu di FT UGM diharapkan memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. “Kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan yang punya tanggung jawab membawa negeri ini pada kemajuan,” kata Prof. Selo.

Setiap mahasiswa tidak hanya dididik untuk belajar pengetahuan dan teknologi namun  belajar meningkatkan keterampilan softskill, karakter dan kepribadian yang baik. “Kebiasaan baik selama kuliah untuk dibawa pada periode berikutnya. Penerapan portal dan lift misalnya, merupakan upaya mendidik semua warga FT UGM tentang budaya antri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dekan Selo juga menyampaikan bahwa FT UGM saat ini merupakan satu-satunya Fakultas di lingkungan UGM yang meraih predikat Zona Integritas (ZI) dari Kemenpan RB. Melalui berbagai skema ZI, FT UGM menjadi tempat untuk pendidikan berintegritas, peduli pada lingkungan.

Pesan-pesan integritas dan kepedulian pada lingkungan, lanjut Dekan, disampaikan pada berbagai tempat. Salah satunya pada jalan masuk yang diberikan pesan-pesan untuk peduli lingkungan dengan meminimalisir sampah.

Sebagai bagian dari upaya untuk menekan timbunan sampah, semua mahasiswa baru masing-masing akan memperoleh 1 tumbler yang dapat dimanfaatkan untuk tempat air minum.

“Kami perlu dukungan agar Fakultas ini selalu menjadi contoh pengelolaan sampah, agar kampus kita selalu green, ramah lingkungan menjadi tempat nyaman bagi kita semua untuk belajar,” pungkasnya.

Penulis      : Purwoko/Humas FT

Editor        : Gusti Grehenson

Artikel 1.804 Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UGM Ikut Pionir Kesatria   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/1-804-mahasiswa-baru-fakultas-teknik-ugm-ikut-pionir-kesatria/feed/ 0
Raline Shah Beri Motivasi Soal Pengembangan Diri ke Mahasiswa Baru UGM https://ugm.ac.id/id/berita/raline-shah-beri-motivasi-soal-pengembangan-diri-ke-mahasiswa-baru-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/raline-shah-beri-motivasi-soal-pengembangan-diri-ke-mahasiswa-baru-ugm/#respond Wed, 31 Jul 2024 07:53:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68264 Aktris Raline Shah memberi wejangan ke ratusan mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian UGM, Rabu (31/7). Ia datang dengan didampingi oleh sang ayah, Rahmat Shah, selama ini banyak membantu pembangunan beberapa fasilitas di Fakultas Pertanian UGM. Raline didaulat menjadi pembicara seminar Motivasi yang bertajuk “Menjadi Pemuda Tangguh, Unggul, dan Kreatif di Era Digital” dalam rangkaian kegiatan […]

Artikel Raline Shah Beri Motivasi Soal Pengembangan Diri ke Mahasiswa Baru UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Aktris Raline Shah memberi wejangan ke ratusan mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian UGM, Rabu (31/7). Ia datang dengan didampingi oleh sang ayah, Rahmat Shah, selama ini banyak membantu pembangunan beberapa fasilitas di Fakultas Pertanian UGM.

Raline didaulat menjadi pembicara seminar Motivasi yang bertajuk “Menjadi Pemuda Tangguh, Unggul, dan Kreatif di Era Digital” dalam rangkaian kegiatan PIONIR Gadjah Mada di tingkat Fakultas. Menurutnya, anak muda seringkali merasa kurang percaya diri dalam menentukan pilihannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan bagi masing-masing diri anak muda agar dapat bersyukur atas apapun yang mereka pilih.

Dalam pemaparannya, Raline membagikan pengalamannya dalam belajar tentang pentingnya menyerap ilmu di berbagai bidang. Ia menyebutkan bahwa ia menemukan passion (minat)-nya setelah mencoba berbagai hal dan menekankan pentingnya melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. “Yang berharga adalah pengalaman kita. Kita yang mengalami dan kita yang bisa merasakan. Kebahagiaan yang kita dapat dari pengalaman itu yang bisa jadi motivasi untuk diri kita berkembang. Tidak perlu memikirkan apa yang orang lain omongin, fokuslah pada diri sendiri,” jelasnya dalam menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswa baru.

Raline juga menyampaikan bagaimana pengalamannya selama mengikuti tim atletis sewaktu SMA. Disitulah ia memulai untuk tidak membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. “Apabila kita harus membandingkan, kita harus membandingkan kita yang semalam dan kita yang hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Raline menekankan pentingnya tujuan yang jelas dan adanya timbal balik dalam mencapai produktivitas. Ia juga menyoroti pentingnya mengedepankan soal people (manusia), profit (keuntungan), planet (bumi) yang diusahakan seimbang sebagai potensi besar untuk dimiliki anak muda di Indonesia.

Saat ini Raline aktif menjadi Duta Save Soil. Save Soil sendiri merupakan gerakan global yang ia ikuti secara sukarela (volunteer). “Saya belajar banyak sekali hal tentang pertanian, lingkungan hidup, bahkan teknologi pertanian. Sehingga saya juga belajar mengenai krisis-krisis yang mungkin akan terjadi di masa depan,” ucap Raline ketika ditanya oleh wartawan.

Raline berharap dengan kedatangannya bisa memotivasi para mahasiswa UGM untuk lebih mengerti kepentingan lingkungan hidup, serta kepentingan pangan di Indonesia.

Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Jaka Widada, M. Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyambut baik kedatangan Raline untuk mengisi seminar motivasi kepada para mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Ia berharap motivasi yang diberikan Raline bisa menginspirasi mahasiswa untuk peduli dalam pembangunan berkelanjutan. “Kita akan belajar bagaimana cara bertanggung jawab, jujur, dan adaptif terhadap teknologi, seperti apa yang telah dilakukan oleh Raline untuk menginspirasi banyak orang,” ujarnya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Raline Shah Beri Motivasi Soal Pengembangan Diri ke Mahasiswa Baru UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/raline-shah-beri-motivasi-soal-pengembangan-diri-ke-mahasiswa-baru-ugm/feed/ 0
Dukung Pengurangan Sampah Plastik, FEB UGM Bagikan 700 Tumbler ke Mahasiswa Baru https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengurangan-sampah-plastik-feb-ugm-bagikan-700-tumbler-ke-mahasiswa-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengurangan-sampah-plastik-feb-ugm-bagikan-700-tumbler-ke-mahasiswa-baru/#respond Wed, 31 Jul 2024 07:25:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68258 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB) UGM membagikan 700 botol isi ulang ramah lingkungan (tumbler) untuk air minum kepada mahasiswa baru program sarjana FEB UGM angkatan 2024. Gerakan pembagian tumbler merupakan salah satu langkah yang dilakukan FEB UGM untuk mendukung program pembangunan lingkungan berkelanjutan. Pembagian tumbler dilakukan secara simbolis oleh Dekan FEB UGM, […]

Artikel Dukung Pengurangan Sampah Plastik, FEB UGM Bagikan 700 Tumbler ke Mahasiswa Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB) UGM membagikan 700 botol isi ulang ramah lingkungan (tumbler) untuk air minum kepada mahasiswa baru program sarjana FEB UGM angkatan 2024. Gerakan pembagian tumbler merupakan salah satu langkah yang dilakukan FEB UGM untuk mendukung program pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Pembagian tumbler dilakukan secara simbolis oleh Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., C.A., kepada tiga mahasiswa Rabu (31/7) saat kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (SIMFONI) di Plaza FEB UGM. Didi menyatakan pembagian tumbler bagi mahasiswa baru ini merupakan upaya FEB UGM untuk mendorong mahasiswa, dosen, dan staf profesionalnya mendukung upaya pengurangan sampah, termasuk botol plastik selama berkegiatan di kampus dan dalam kehidupan sehari-hari. “FEB UGM mengemban misi sustainability dengan berusaha berpartisipasi dan berkontribusi dalam menghindari timbulnya sampah plastik di kampus,” jelasnya. 

Sementara dalam kesempatan terpisah, Wakill Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menambahkan pembagian tumbler kepada mahasiswa sejalan dengan misi FEB UGM untuk menumbuhkembangkan calon pemimpin masa depan dalam bidang ilmu ekonomika dan bisnis yang berwawasan berkelanjutan. Dengan tagline “Tumbler is Better” diharapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan semakin peduli terhadap upaya pengurangan sampah. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan semakin bertanggung jawab untuk kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.  “Pembagian tumbler ini sekaligus upaya untuk mensosialisasikan dan menginternalisasikan misi FEB UGM, khususnya mahasiswa baru sebagai panduan dan kompas dalam bertindak dan berperilaku sebagai warga baru di FEB UGM,” urainya.

Pembagian tumbler mendapatkan sambutan positif dari mahasiswa baru. Nisa Maharani, mahasiswa baru prodi Akuntansi mengaku cukup senang sekaligus bangga mendapatkan tumbler. Menurutnya dengan pemberian tumbler bisa mendorong mahasiswa untuk mendukung misi FEB UGM untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Arvin Prawira, mahasiswa prodi Ilmu Ekonomi. Arvin sangat mengapresiasi upaya FEB UGM dalam menekan produksi sampah plastik di kampus lewat program pembagian tumbler ini. “Pembagian tumbler ini menjadi sebuah langkah yang cukup bagus karena bisa mengurangi sampah plastik dan bisa dipakai dalam jangka panjang,” tuturnya. 

Penulis : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Editor    : Gusti Grehenson

Artikel Dukung Pengurangan Sampah Plastik, FEB UGM Bagikan 700 Tumbler ke Mahasiswa Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengurangan-sampah-plastik-feb-ugm-bagikan-700-tumbler-ke-mahasiswa-baru/feed/ 0
Anak Keluarga Transmigran Diterima Kuliah Gratis di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anak-keluarga-transmigran-diterima-kuliah-gratis-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anak-keluarga-transmigran-diterima-kuliah-gratis-di-ugm/#respond Mon, 22 Jul 2024 01:28:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67387 Mengenakan sepatu bot, I Kadek Somadana (44) membawa galah bambu yang ujungnya sudah dipasang sabit untuk memanen buah sawit dan melepas pelepah sawit yang sudah tua. Sementara istrinya, Ni Luh Ernawati (40) mendorong gerobak angkong untuk membawa buah sawit yang sudah dipanen suaminya. Sesekali ia membereskan pelepah yang jatuh tersebut untuk disusun rapi di pinggir […]

Artikel Anak Keluarga Transmigran Diterima Kuliah Gratis di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mengenakan sepatu bot, I Kadek Somadana (44) membawa galah bambu yang ujungnya sudah dipasang sabit untuk memanen buah sawit dan melepas pelepah sawit yang sudah tua. Sementara istrinya, Ni Luh Ernawati (40) mendorong gerobak angkong untuk membawa buah sawit yang sudah dipanen suaminya. Sesekali ia membereskan pelepah yang jatuh tersebut untuk disusun rapi di pinggir lahan sawit yang nantinya bisa diolah menjadi pupuk kompos.

Lokasi lahan sawit seluas kurang lebih satu hektar ini jaraknya hanya 50 meter dari rumahnya di Desa Tommo 1, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Desa ini berada di area kawasan Transmigrasi yang berada sekitar 84 kilometer dari Kota Mamuju. Di desa ini hampir semua keluarga transmigran bertanam sawit setelah padi tidak lagi cocok untuk ditanam di bekas rawa yang sudah mengering.

Kadek sendiri mengolah lahan sawit milik ayahnya. Selama hampir 15 tahun ini keluarga Kadek menggantungkan penghasilan dari hasil panen kebun sawit. Setiap dua minggu sekali, Kadek bisa panen sekitar 4-5 kuintal buah sawit. Untuk  satu kilogram buah sawit dijual 2000 rupiah ke pengepul. “Rata-rata setiap bulan dapat sekitar 2 juta,” katanya.

Uang dari penghasilan ini, digunakan Kadek untuk menghidupi tiga orang anaknya dan kedua orang tuanya yang tinggal serumah dengannya. Sambil menunggu panen sawit, Kadek juga bekerja serabutan bila ada tetangga yang mengajaknya untuk jadi buruh harian lepas. Ada juga tetangga yang mengajaknya untuk mengangkut hasil panen sawit atau mengolah bibit kebun sawit. Kebetulan Kadek pernah 10 tahun bekerja sebagai mandor di perusahaan sawit Astra mengurusi plasma nutfah.

Meski dari kecil dan besar hidup di wilayah transmigran, Kadek memiliki tekad yang kuat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Anak keduanya, Made Emilia Cahyati (18), diterima kuliah di prodi ilmu dan Industri Peternakan, Fakultas Peternakan UGM lewat Jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Tidak hanya lolos masuk UGM tanpa tes, Emil juga mendapat beasiswa UKT pendidikan Unggul Bersubsidi sebesar 100 persen atau biaya kuliah gratis dari UGM.

Emil sebenarnya juga tidak menyangka akan diterima kuliah di kampus UGM. Sebab menurut cerita para gurunya, belum pernah satupun alumni SMA 1 Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, yang diterima kuliah di kampus UGM.

“Emil, yakin mau ambil UGM?”

“Saya yakin Bu,” kata Emil, meski dalam hatinya penuh rasa tidak percaya diri.

Namun Emil meyakinkan dirinya untuk memilih kuliah di UGM dikarenakan semenjak di bangku sekolah dasar hingga bangku SMP dan SMA ia tidak bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah Favorit. Bahkan jarak sekolah SMA dari rumahnya ditempuh hingga 45 menit menaiki kendaraan roda dua melewati area kebun sawit.“Saya bergantian dengan teman setiap tiga hari sekali gantian bawa motor, patungan bensin,” katanya.

Pernah sesekali ban bocor, Emil dan temannya terpaksa datang terlambat sampai ke sekolah. Jika ban bocor di jalan, ia menunggu teman satu sekolah lainnya yang melintas untuk membantu mendorong atau ia menelpon ayahnya untuk menjemput.

Selama di bangku sekolah, Emil langganan juara kelas masuk rata-rata tiga besar. Ketertarikannya pada pelajaran matematika dan sastra mendorongnya mengikuti berbagai perlombaan dan sering berhasil menjadi juara. Emil pernah mendapat juara 1 bidang matematika pada lomba Olimpiade Sains Nasional Tingkat Mauju pada April 2023 se-Sulawesi Barat.Selain itu, ia juga pernah meraih juara 1 bidang lomba menulis cerpen pada Festival Lomba Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMA tingkat Kabupaten Mamuju Tengah.Di tingkat nasional, Emil juga pernah lolos lomba Utsawa Dharmagita Agama Hindu tahun 2021 yang diselenggarakan Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI untuk kategori remaja. Lalu di tahun 2024 ini ia pun kembali lolos di ajang yang sama yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah.

Meski tinggal di kawasan Transmigran, tidak menyulutkan langkah Emil untuk bisa mengenyam kuliah di kampus UGM. Berbagai cara ia lakukan untuk bisa masuk UGM tanpa tes dengan mengikuti berbagai perlombaan. Menurutnya tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha. “Dari awal memang saya sudah niat mau masuk UGM karena Yogyakarta terkenal dengan pendidikannya. Dulu saja sekolah SMP saya termasuk daerah 3T. Lalu SMA saya tidak masuk daftar ranking 1000 SMA terbaik di Indonesia, paling tidak saya bisa masuk ke kampus favorit,” katanya.

Sang kakek, Made Yarnita (69) nampak sumringah melihat sang cucu melanjutkan kuliah di kampus UGM. Meski ia tak tahu banyak soal pendidikan. Namun Yarnita ingat persis bagaimana tahun 1983 ia mengajak istri dan anaknya baru satu, Kadek umur 3 tahun, berangkat naik kapal dari Buleleng, Bali, merantau ke Mamuju sebagai transmigran bersama ratusan kepala keluarga lainnya.

Mendaftar sebagai transmigran, menjadi satu-satunya pilihan bagi Yarnita untuk mengubah masa depan keluarganya. Di Buleleng, kenangnya, ia tidak punya tanah untuk digarap dan sehari-hari bekerja sebagai buruh tukang kayu.

Sesampainya di Tommo, Yarnita hanya diberi rumah papan seluas  5 x 7 meter. Jalan masih berupa tanah liat, belum ada listrik dan di sekitar pekarangan masih dikelilingi hutan dan rawa. Berangsur-angsur warga transmigran menebang pohon, lalu mengolah lahan untuk menanam padi dan sesekali menjadi tenaga serabutan di desa lain.

Kini, bekas papan rumah tersebut masih tersimpan rapi di depan rumah anaknya.  Yarnita sengaja tidak ingin menjualnya, sebagai kenangan bahwa rumah itulah tanda perjuangannya untuk mengubah nasib supaya para anak dan cucunya tahu bagaimana awal kehidupan para transmigran di masa lalu.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Anak Keluarga Transmigran Diterima Kuliah Gratis di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anak-keluarga-transmigran-diterima-kuliah-gratis-di-ugm/feed/ 0