lingkungan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/lingkungan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 29 Feb 2024 22:22:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/#respond Thu, 29 Feb 2024 22:22:09 +0000 https://ugm.ac.id/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/ Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, Ph.D memimpin kunjungan ke kawasan IKN di Kalimantan Timur. Kunjungan yang dilakukan selama dua hari, 19-20 Februari 2024 mengajak 15 dosen dari berbagai departemen di Fakultas Teknik UGM. Dalam kunjungan tersebut, mereka melihat secara langsung progres pengembangan IKN sekaligus […]

Artikel Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, Ph.D memimpin kunjungan ke kawasan IKN di Kalimantan Timur. Kunjungan yang dilakukan selama dua hari, 19-20 Februari 2024 mengajak 15 dosen dari berbagai departemen di Fakultas Teknik UGM.

Dalam kunjungan tersebut, mereka melihat secara langsung progres pengembangan IKN sekaligus melihat berbagai peluang dukungan yang dapat diberikan oleh dosen, peneliti dan juga mahasiswa FT UGM.

Sebelum ke lokasi IKN, tim Fakultas Teknik UGM disambut Cakra Nagara, S.T., M.E selaku Ditjen Cipta Karya beserta sejumlah pejabat di PUPR untuk berdiskusi terkait berbagai aspek pengembangan IKN. “Ini tentunya menjadi kesempatan kita untuk menunjukkan kepada masyarakat luas terkait perkembangan infrastruktur IKN,” ungkap Cakra Nagara.

Ali Awaludin menyampaikan jika dosen-dosen yang berkesempatan berkunjung ke IKN merupakan dosen-dosen yang melakukan risetnya berkaitan dengan sustainable building and infrastructure, green energy, smart and green transportation, juga hazard risk mitigation. “Kami sangat ingin mendapatkan gambaran makro untuk mendapatkan hal positif untuk dapat didiskusikan dengan kawan-kawan di kampus,” ucap Ali.

Selaras dengan berbagai riset yang dilakukan para dosen Fakultas Teknik UGM, dalam pertemuan tesebut dilakukan pemaparan terkait gambaran besar pembangunan IKN oleh Kementerian PUPR. Gambaran berbagai konsep smart and green yang mendukung, di antaranya nusantara green and smart road systemsgreen and smart infrastructuregreen and smart dalam pengelolaan sumber daya air.

Prof. Alva Edy Tontowi, salah satu anggota Tim Riset FT UGM menyampaikan beberapa kontribusi perguruan tinggi yang dapat diberikan untuk pembangunan IKN. Berbagai kontribusi yang bisa diberikan baik dari sisi pengembangan algoritma program untuk mendukung aspek smart maupun peralatan, serta pembangunan yang menekankan pada aspek reliability dan maintenance peralatan yang diperlukan.

Tim FT UGM pun berkesempatan mengunjungi berbagai titik pembangunan IKN. Pada kunjungan ini, Ketua Satgas Pembangunan IKN Dr. Danis Sumadilaga turut mendampingi.

Pada tiap titik kunjungan, tim FT UGM memperoleh berbagai penjelasan soal pembangunan mulai dari area pembangunan tol, instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), kawasan pembangkit listrik tenaga surya, jalan sumbu kebangsaan, seputar istana negara dan perumahan menteri, serta bendungan Sepaku Semoi.

Ali Awaludin pun menyampaikan apresiasi dan ingin belajar banyak dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan IKN. Menurutnya ada banyak hal menarik yang dapat dijadikan topik kerja sama penelitian.

“Kami sebagai dosen bidang engineering perlu membantu dan men-support, agar problem terkait pelaksanaan dan teknologi dapat bersama diselesaikan,” terangnya.

Penulis : Tim FT

Editor: Agung Nugroho

Artikel Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/feed/ 0
Donoharjo Desa Energi Berdikari Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/berita/donoharjo-desa-energi-berdikari-universitas-gadjah-mada/ https://ugm.ac.id/id/berita/donoharjo-desa-energi-berdikari-universitas-gadjah-mada/#respond Mon, 26 Feb 2024 06:57:12 +0000 https://ugm.ac.id/donoharjo-desa-energi-berdikari-universitas-gadjah-mada/ Desa Donoharjo di Kapanewon, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program DEB Sobat Bumi UGM bertema Pemberdayaan Masyarakat Desa Donoharjo, Yogyakarta, Indonesia sebagai Perwujudan Desa Energi Berdikari (DEB) Mandiri dan Berkelanjutan dengan Fokus Sektor Energi, Ekonomi, […]

Artikel Donoharjo Desa Energi Berdikari Universitas Gadjah Mada pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Desa Donoharjo di Kapanewon, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program DEB Sobat Bumi UGM bertema Pemberdayaan Masyarakat Desa Donoharjo, Yogyakarta, Indonesia sebagai Perwujudan Desa Energi Berdikari (DEB) Mandiri dan Berkelanjutan dengan Fokus Sektor Energi, Ekonomi, dan Edukasi.

Dengan menggunakan pendekatan ekonomi, energi, dan edukasi, maka program ini ditujukan untuk mendukung Desa Donoharjo menjadi desa mandiri dalam rangka menurunkan taraf kemiskinan masyarakat dengan mengadopsi energi terbarukan di tingkat desa secara berkelanjutan serta mengimplementasikan target komitmen global dalam pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs), terutama di poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau dan poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim.

Guna mewujudkan kegiatan tersebut, Tim DEB UGM telah melaksanakan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Fixed Dome Biogas selama bulan Desember 2023 hingga Januari 2024. Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dilakukan di Omah Joglo Tanjung, Padukuhan Banteran yang mana tempat ini digunakan sebagai tempat berkumpul bersama warga secara berkala untuk kegiatan kesenian masyarakat dan desa wisata.

Omah Joglo Tanjung sendiri sudah berdiri lebih dari 200 tahun dan sudah menjadi cagar budaya wisata. Dari penginstalan PLTS ini, energi listrik untuk lampu dan pompa air sumur di Omah Joglo dapat digantikan dengan sumber energi solar panel PLTS.

Selain itu, keberhasilan instalasi ini dapat membantu pengurangan emisi CO2 sebesar 1.550 kg CO2/tahun dan melakukan penghematan biaya listrik sebesar Rp1.828.575/tahun.

Shoim Mardiyah, S.Fil., M.Sc selaku mentor Desa Energi Berdikari (DEB) UGM menyatakan pembangunan fixed dome biogas juga menjadi fokus utama dalam menghasilkan sumber energi baru terbarukan oleh Tim DEB UGM di Desa Donoharjo. Pembangunan Fixed Dome Biogas dipilih karena banyaknya jumlah kelompok ternak yang dimiliki sehingga sangat berpotensi untuk dilakukan pengolahan kembali yang lebih bermanfaat untuk kotoran ternak yang ada.

Pembangunan fixed dome ini didesain dapat menampung volume kotoran sebanyak 10 m3 dengan kebutuhan kotoran sapi diprakirakan sekitar 60 – 80 kg/hari atau setara 4 – 6 ekor sapi dewasa. Dengan kebutuhan tersebut, fixed dome yang dibangun dapat menghasilkan sekitar 3 kg LPG equivalent per hari.

“Selain itu, fixed dome ini mampu mengurangi kotoran ternak hingga 27 ton per tahun dengan jumlah CO2 dapat dikurangi dalam satu tahun sebesar 140 kg CO2/tahun,” katanya.

Tidak cukup hanya dengan kegiatan penginstalan dan pembangunan namun diperlukan keberlanjutan. Keberlanjutan yang dilakukan Tim DEB UGM berupa sosialisasi dengan masyarakat secara luas di Desa Donoharjo, khususnya di Padukuhan Banteran.

Tim DEB UGM telah melaksanakan Sosialisasi Program DEB UGM pada hari Senin, (29/1) dengan tujuan untuk memberikan informasi dasar terhadap warga Desa Donoharjo mengenai manfaat, cara kerja, hingga cara perawatan kedua instalasi energi baru terbarukan. Juga berbagi informasi, utamanya terjalinnya bentuk komunikasi dua arah, antara perwakilan tim DEB UGM sebagai presenter dan warga Desa Donoharjo sebagai audiens.

Tidak berhenti pada kegiatan yang sudah-sudah saja, pada Sabtu (3/2) lalu, Tim DEB UGM telah berhasil menyelenggarakan acara Bancakan Donoharjo sebagai bentuk Peresmian Desa Energi Berdikari Universitas Gadjah Mada. Bertema Langkah Kecil Energi Menuju Donoharjo Berdikari, peresmian Desa Energi Berdikari UGM berlangsung di Omah Joglo Tanjung, Desa Donoharjo. Acara inipun dihadiri pihak-pihak yang selama peduli diantaranya Pertamina Foundation, Universitas Gadjah Mada, perangkat Desa Donoharjo, dan segenap warga Donoharjo.

Acara Bancaan Donoharjo dibuka dengan Senam Bersama Warga yang diikuti 80 orang lebih. Pertunjukan Gamelan Donoharjo dan dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi. Setelah acara pembukaan, dilanjutkan pertunjukkan budaya berupa Tari Pekbung dari Kelompok Seni Padukuhan Banteran, dan dalam rangka pengedukasian kepada masyarakat secara luas, dan kegiatan pun dilanjutkan dengan Talkshow Desa Energi Berdikari dengan tema Transisi Energi Berbasis Komunitas yang disampaikan oleh Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos., M.Si dan dipandu oleh Felix Arion selaku Ketua Tim DEB UGM sekaligus moderator talkshow.

Sebagai rangkaian kegiatan Tim DEB UGM mengajak Pertamina Foundation, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat  Universitas Gadjah Mada, Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Universitas Gadjah Mada, BEM KM Universitas Gadjah Mada, dan Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Gadjah Mada untuk imelihat secara langsung kegiatan Jelajah PLTS dan Fixed Dome Biogas yang telah dibangun. Mereka mendapat penjelasan secara langsung terkait dua bentuk sumber energi baru terbarukan yang telah terpasang beserta mekanisme kerjanya.

Ditunjuknya Desa Donoharjo sebagai lokasi pelaksanaan Program Desa Energi Berdikari (DEB) karena dalam proses pembangunannya menghadapi sejumlah hambatan, utamanya berupa isu kemiskinan. Hal ini dibuktikan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menunjukkan bahwa sekitar 7.4 persen penduduk atau sekitar 967 jiwa hidup dalam kondisi miskin dan 25,2 persen atau sekitar 3.271 jiwa tergolong rentan miskin.

Potret kemiskinan lainnya ditunjukkan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, peternakan, maupun perkebunan yang belum diberdayakan secara optimal akibat rendahnya dukungan yang diberikan. Ditinjau dari segi infrastruktur, masih terdapat kantor-kantor pemerintahan yang belum memadai, jalanan desa yang rusak, dan pengelolaan limbah rumah tangga yang tergolong buruk.

Meski begitu, tidak dipungkiri bila Desa Donoharjo di Kapanewon Ngaglik Sleman juga memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat. Potensi ini dapat terlihat dengan adanya 16 kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan 1.412 orang bekerja di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Dari aspek aset, Desa Donoharjo memiliki Tanah Kas Desa, Embung Jetis Suruh, dan Desa Wisata. Tidak hanya itu, dilihat dari aspek sosial budaya pun Desa Donoharjo memiliki banyak kegiatan kebudayaan khas seperti Jatilan, Calung, pembuatan batik, dan Nyadran. Hal-hal tersebut mungkin yang menjadi pertimbangan Desa Donoharjo ditunjuk Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Program Desa Energi Berdikari (DEB).

Penulis : Agung Nugroho

Foto : JADESTA

 

MBKM

IKU  2 Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

IKU 3 Dosen Berkegiatan di Luar Kampus

IKU 5 Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat

Artikel Donoharjo Desa Energi Berdikari Universitas Gadjah Mada pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/donoharjo-desa-energi-berdikari-universitas-gadjah-mada/feed/ 0
Penguatan Distribusi Logistik Pangan Perlu Dikelola Secara Holistik https://ugm.ac.id/id/berita/penguatan-distribusi-logistik-pangan-perlu-dikelola-secara-holistik/ https://ugm.ac.id/id/berita/penguatan-distribusi-logistik-pangan-perlu-dikelola-secara-holistik/#respond Thu, 22 Feb 2024 08:59:06 +0000 https://ugm.ac.id/penguatan-distribusi-logistik-pangan-perlu-dikelola-secara-holistik/ Sistem ketahanan pangan berkelanjutan tidak hanya mencakup terpenuhinya pasokan pangan, namun juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Distribusi logistik pangan memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Terkait aspek penawaran maka tantangan ketahanan pangan meliputi persaingan dalam penggunaan sumber daya alam, dampak perubahan iklim global, dan dominasi usaha tani […]

Artikel Penguatan Distribusi Logistik Pangan Perlu Dikelola Secara Holistik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sistem ketahanan pangan berkelanjutan tidak hanya mencakup terpenuhinya pasokan pangan, namun juga menyangkut aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Distribusi logistik pangan memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.

Terkait aspek penawaran maka tantangan ketahanan pangan meliputi persaingan dalam penggunaan sumber daya alam, dampak perubahan iklim global, dan dominasi usaha tani skala kecil. Sedangkan dari sisi permintaan maka tantangan melibatkan pertumbuhan populasi yang tinggi, perubahan selera konsumen, dan persaingan permintaan komoditas pangan untuk konsumsi manusia, pakan, dan bahan baku energi.

Kepala Pustral UGM, Ir. Ikaputra, M.Eng., P.hD., menyatakan permasalahan terkait distribusi logisik dan ketahanan pangan ini melibatkan faktor ekonomi, sosial, lingkungan, dan kebijakan. Beberapa permasalahan utama yang perlu diatasi yaitu efisiensi distribusi, aksesibilitas dan ketersediaan pangan.

Juga menyangkut persoalan diversifikasi dan desentralisasi, manajemen stok dan cadangan, pengembangan infrastruktur, penggunaan teknologi,  pemberdayaan petani dan pelaku usaha kecil, dan keamanan pangan.

“Saya berharap webinar ini dapat menjadi media diskusi para stakeholders mengenai bagaimana mengatasi permasalahan tersebut,” ujarnya di Pustral UGM, Rabu (21/2) saat membuka webinar berjudul Peran Distribusi Logistik Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia.

Menurut Ikaputra semua elemen saling terkait dan perlu dikelola secara holistik untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Peningkatan kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dapat memperkuat sistem distribusi logistik pangan demi mencapai tujuan tersebut.

Webinar Peran Distribusi Logistik Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia diselenggarakan Pustral UGM secara daring melalui aplikasi zoom dan kanal Youtube streaming Pustral UGM. Webinar yang dipandu moderator Ir. Joewono Soemardjito, S.T., M.Si dari Pustral UGM diikuti peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, praktisi, akademisi, dan masyarakat umum.

Ir. Pujo Saroyo, M.Eng.Sc, selaku Tim Ahli Pustral UGM dan Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM  dan Joko Prasetyo Afrizal, S.E., selaku Manager Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kanwil Yogyakarta menyampaikan materi dengan tema peran distribusi logistik pangan terhadap ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Di awal ia menyampaikan berbagai permasalahan pangan di Indonesia yang terkait dengan ketidakseimbangan antara Demand dan Supply.

Produksi/pengadaan pangan nasional dipengaruhi oleh banyak hal. Pertama terkait lahan produksi, data dari BPS tahun 2019 menyebutkan bahwa luas lahan baku sawah nasional yang semula sebesar 8,07 juta ha pada 2009, menyusut menjadi sebesar 7,46 juta ha pada 2019 atau berkurang 7,6 persen dalam 10 tahun. Kedua terkait dengan musim tanam dan sarana irigasi, data dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa 100.000 ha sawah mengalami kekeringan dan 10 persen diantaranya mengalami gagal panen.

“Hal ini menunjukkan bahwa musim tanam dan sarana irigasi merupakan aspek yang penting untuk produksi pangan,” katanya.

Faktor ketiga, produksi dipengaruhi oleh sumber daya seperti pupuk, peralatan produksi, serta sumber daya manusia. Terkait sumber daya menusia, data BPS menyebutkan bahwa 38,7 juta penduduk yang bekerja di sektor pertanian, namun di sisi lain saat ini bidang pertanian tak lagi menarik minat anak muda. Tercatat hanya 6 dari 100 generasi Z berusia 15-26 tahun yang ingin bekerja di bidang pertanian.

Faktor keempat, produksi pangan juga dipengaruhi oleh kompetisi dengan produksi kebutuhan non-pangan. Contoh singkong sebagai bahan baku untuk produksi biokerosin dan bioethanol, bahan baku kertas, tepung pati, dan sebagainya. Dengan demikian singkong dimungkinkan akan meningkat produksinya dikarenakan diversifikasi kemanfaatanya yang tidak hanya untuk pangan saja, namun untuk kemanfaatan yang lain.

“Untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia, distribusi logistik pangan dari sentra produksi dan antar lokasi penyimpanan/cadangan pangan ke konsumen sudah seharusnya dikoordinasikan dengan baik melalui sistem informasi yang terpadu di skala nasional dan daerah,” terangnya.

Menyitir data BPJS 2022, Joko pun menyebut sebanyak 26,16 juta jiwa atau 9,54 persen populasi Indonesia berada di bawah garis kemiskinan yang memerlukan harga pangan yang terjangkau. Untuk itu, katanya, peran Bulog salah satunya adalah untuk ikut serta mengurangi angka kemiskinan diantaranya terkait pangan.

Peran ini bisa dilakukan melalui pendekatan 3 pilar yaitu availability, accessibility, dan stability. Availability terkait dengan pangan cukup dan tersedia di manapun dan kapanpun serta memberi semangat produsen untuk tetap berproduksi. Accesbility menyangkut penyediaan pangan yang terjangkau secara fisik maupun ekonomi (harga), dan stability adalah bagaimana memberi rasa yakin pada masyarakat akan pasokan dan harga pangan yang terjangkau di masa mendatang.

Di akhir paparan, Joko menjelaskan Bulog bersama pemerintah menjalankan berbagai strategi dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan berdasar pada prinsip-prisip dalam ketiga pilar yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi. Strategi yang telah dijalankan oleh pemerintah dan Bulog pada level hulu adalah melakukan kegiatan on farm, pendampingan petani, pengadaan dalam negeri, impor pangan, kerja sama dengan mitra pengadaan.

Pada level middle strategi yang dijalankan seperti optimalisasi infrastruktur pengolahan dan gudang. Melakukan kegiatan pergudangan, pengolahan pangan, produk pangan turunan, kontrol kualitas, distribusi makanan, dan kerjasama logistik.

“Sedangkan di level hilir seperti melakukan distribusi ke wilayah secara proporsional. Selain itu Bulog juga menjual sembako bersubsidi dan menjual sembako secara komersial ke jaringan ritel, pasar umum, dan ecommerce,”paparnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : PasarMIKRO

Artikel Penguatan Distribusi Logistik Pangan Perlu Dikelola Secara Holistik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/penguatan-distribusi-logistik-pangan-perlu-dikelola-secara-holistik/feed/ 0
Prof Danoedoro Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Penginderaan Jauh Untuk Ekologi Bentanglahan https://ugm.ac.id/id/berita/prof-danoedoro-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-penginderaan-jauh-untuk-ekologi-bentanglahan/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-danoedoro-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-penginderaan-jauh-untuk-ekologi-bentanglahan/#respond Tue, 13 Feb 2024 08:12:36 +0000 https://ugm.ac.id/prof-danoedoro-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-penginderaan-jauh-untuk-ekologi-bentanglahan/ Prof. Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D, dosen Fakultas Geografi UGM, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Penginderaan Jauh untuk Ekologi Bentanglahan. Menekuni bidang ilmu penginderaan jauh selama 40 tahun, dalam pengukuhannya ia pun menyampaikan orasi berjudul Penginderaan Jauh: Posisi, Paradigma dan Pemodelannya untuk Ekologi Bentanglahan. Ada dua alasan ekologi bentanglahan dalam perspektif penginderaan jauh yang diangkat […]

Artikel Prof Danoedoro Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Penginderaan Jauh Untuk Ekologi Bentanglahan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Drs. Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D, dosen Fakultas Geografi UGM, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Penginderaan Jauh untuk Ekologi Bentanglahan. Menekuni bidang ilmu penginderaan jauh selama 40 tahun, dalam pengukuhannya ia pun menyampaikan orasi berjudul Penginderaan Jauh: Posisi, Paradigma dan Pemodelannya untuk Ekologi Bentanglahan.

Ada dua alasan ekologi bentanglahan dalam perspektif penginderaan jauh yang diangkat sebagai topik pidato pengukuhan. Pertama, kajian ekologi bentanglahan pada dasarnya banyak berimpit dengan kajian geografi dimana interaksi organisme (terutama manusia) dengan lingkungan menjadi fokus utama.

“Pendapat Hadisumarmo dan Bintarto tahun 1979 menegaskan bahwa geografi merupakan ilmu yang berorientasi pada masalah dalam kerangka interaksi manusia dengan lingkungannya. Alasan kedua, penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) saat ini merupakan alat analisis utama dalam kajian bentanglahan secara spasial pada berbagai skala,” ujar Projo Danoedoro di Balai Senat UGM, Selasa (13/2).

Projo Danoedoro menyebut di era modern saat ini banyak aktivitas terkait dengan kajian bentanglahan sehingga sangat memerlukan penginderaan jauh karena kajian tersebut biasanya mencakup area yang luas dan menuntut ketersediaan peta berbagai fenomena lingkungan dalam waktu yang relatif singkat. Seiring dengan perkembangan zaman maka penginderaan jauh terus meningkat kecanggihannya dengan berbagai wahana perolehan, karakteristik sensor, wilayah spektral panjang gelombang, dan juga cara analisisnya.

Wahana perolehan pun telah berkembang dari balon udara ke pesawat udara, kemudian satelit, dan sekarang siapapun bisa menyaksikan penggunaan berbagai jenis dan ukuran unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone yang dipasangi beragam sensor. Tidak hanya itu, teknologi satelit pun telah berkembang dari satelit tunggal multisensory ke konstelasi satelit. Analisis citra pun berkembang dari interpretasi visual ke penggunaan komputer mainframe, komputer mini, desktop, ke jaringan dan kemudian cloud computing.

“Data yang dianalisis tak lagi mengandalkan citra tunggal melainkan citra multisensory dan bahkan diintegrasikan dengan data spasial lain dalam ukuran big data,” katanya.

Dalam kajian bentanglahan, Danoedoro mengakui di balik itu semua penginderaan jauh pada umumnya  menggunakan pendekatan-pendekatan yang sifatnya dikotomis. Setidaknya terdapat empat model dikotomi pendekatan dalam penginderaan jauh yang sampai sekarang masih terus digunakan.

Keempat dikotomi tersebut adalah pendekatan kunci foto versus pendekatan ekologi bentanglahan, pendekatan holistik versus pendekatan reduksionistik, pendekatan per-piksel versus pendekatan berbasis objek, dan pendekatan algoritmik versus pendekatan heuristik. Dalam kajian ekologi bentanglahan tentu saja pendekatan kunci foto kurang dapat diandalkan karena proses analisis dan interprestasi tidak mempertimbangkan konteks berupa lokasi atau situs dan asosiasi dengan objek lain.

“Sesuai namanya, pendekatan ekologi bentanglahan dalam hal ini lebih sesuai,” terang Danoedoro.

Dia menjelaskan pendekatan holistik murni menggunakan penginderaan  jauh dan bertumpu pada interpretasi visual dimana satuan-satuan lahan didefinisikan terlebih dahulu, dan kemudian karakteristik atau atribut bentanglahan diturunkan secara deduktif dari setiap satuan yang telah didefinisikan sebelumnya. Di sisi lain, pendekatan reduksionistik memecah informasi bentanglahan yang kompleks ke dalam peta-peta tematik dan selanjutnya dianalisis melalui tumpangsusun sehingga satuan lahan muncul sebagai konsekuensi logis dari proses tumpangsusun.

“Dengan kata lain, pendekatan holistik lebih bercorak penginderaan jauh, sementara pendekatan reduksionistik lebih diwarnai oleh SIG,” paparnya.

Danoedoro lebih lanjut menyatakan pendekatan per-piksel hingga saat ini masih dapat diandalkan dalam pemodelan biofisik bentanglahan meskipun wujudnya bisa berupa klasifikasi multismultispectralhana, transformasi spectral, maupun klasifikasi berbasis machine learning. Sedangkan pendekatan algoritmik pada penggunaan perangkat lunak pengolahan citra (dan SIG) dewasa ini, diakuinya mulai digeser oleh pendekatan heuristik yang lebih berorientasi pada pemecahan masalah dan penyusunan strategi kompleks dalam kajian ekologi bentanglahan.

Penulis : Agung Nugroho

Fotografer : Donnie

Artikel Prof Danoedoro Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Penginderaan Jauh Untuk Ekologi Bentanglahan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-danoedoro-dikukuhkan-sebagai-guru-besar-penginderaan-jauh-untuk-ekologi-bentanglahan/feed/ 0
UGM dan Bappenas Tanam 100 Pohon di UGM Untuk Dukung Pelestarian Lingkungan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bappenas-tanam-100-pohon-di-ugm-untuk-dukung-pelestarian-lingkungan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bappenas-tanam-100-pohon-di-ugm-untuk-dukung-pelestarian-lingkungan/#respond Mon, 06 Nov 2023 04:50:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=61440 UGM dan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) RI melakukan aksi penanaman 100 pohon tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) di lingkungan UGM. Kegiatan penanaman pohon yang berlangsung Sabtu (5/11) ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap upaya pelestarian lingkumgan. Selain itu, penanaman pohon juga mendorong pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 13 yakni penanganan perubahaniklim dan poin […]

Artikel UGM dan Bappenas Tanam 100 Pohon di UGM Untuk Dukung Pelestarian Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM dan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) RI melakukan aksi penanaman 100 pohon tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) di lingkungan UGM.

Kegiatan penanaman pohon yang berlangsung Sabtu (5/11) ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap upaya pelestarian lingkumgan. Selain itu, penanaman pohon juga mendorong pencapaian target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 13 yakni penanganan perubahaniklim dan poin 15 terkait keberlanjutan ekosistem daratan.

Penanaman bibit pohon ini merupakan dukungan dari Tanoto Foundation yang diserahkan oleh Bappenas RI kepada UGM. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos.,M.Si, secara simbolis menerima tanaman dari Staf Ahli Sosial Penanggulangan Kemiskinan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D di area Gedung Perpustakaan UGM (5/11). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pembukaan SDGs Annual Conference (SAC) 2023 yang bertujuan mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam aksi penanaman pohon dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM bersama sejumlah pimpinan universitas dan jajaran pimpinan Bappenas, melakukan penanaman sepuluh pohon di lahan tanam Perpustakaan UGM. Inisiasi penanaman sepuluh jenis pohon ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanaman pohon dan dampak positifnya terhadap lingkungan yang berkelanjutan serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan cita-cita SDGs. Arie menyampaikan UGM mempunyai komitmen kuat untuk memelihara lingkungan di tengah krisis global. Salah satunya diwujudkan dengan memperkuat jalinan kerja sama dengan Bappenas.

“Bersama-sama antara UGM dan Bappenas saling berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Arie menjelaskan UGM sangat terbuka melakukan kerja sama ini agar capaian-capaian SDGs mempunyai makna. UGM juga memiliki program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia mengusung tema dan program-program strategis untuk mewujudkan tujuan SDGs.

“Tema saat ini penting untuk mewariskan bumi yang lebih hijau kepada generasi yang akan datang, tentunya ini semua untuk kepentingan rakyat Indonesia dan terlebih untuk global, demi mewujudkan keadilan global dan cita-cita kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara, Staf Ahli Sosial Penanggulan Kemiskinan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D menyampaikan ucapan terima kasih kepada UGM yang telah bersedia menerima amanah untuk merawat seratus pohon yang diserahterimakan atas dukungan dari Tanoto Foundation dan BPDAS Serayu-Opak DIY. Hal ini selaras dengan amanat Menteri Perencanan dan Pembangunan Nasional untuk mencanangkan pohon dengan tema Seeds of Hope: Mewariskan Bumi yang Lebih Hijau untuk Generasi Mendatang.

“Sesuai dengan tema, pohon-pohon yang ditanam ini seperti bibit pengharapan. Karenanya kami harap pohon-pohon ini bisa tumbuh seiring dengan tumbuhnya mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang bisa menjadi peneduh, pelindung, dan memberi kesegaran. Semoga pemimpin masa depan dapat terus melakukan pembangunan yang berkelanjutan mewujudkan pencapaian SDGs,”paparnya.

Kegiatan penanaman pohon ini juga dilaksanakan secara serentak diberbagai universitas dan sekolah di Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi dan menciptakan upaya kolektif serta bentuk aksi nyata wujud kepedulian terhadap lingkungan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

 

 

Penulis: Dn Halimah; Editor: Ika

Foto:Bilqis

 

Artikel UGM dan Bappenas Tanam 100 Pohon di UGM Untuk Dukung Pelestarian Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-bappenas-tanam-100-pohon-di-ugm-untuk-dukung-pelestarian-lingkungan/feed/ 0
Fakultas Biologi UGM dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-dinas-perdagangan-dan-perindustrian-diy-jajaki-kerja-sama-pengelolaan-sampah/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-dinas-perdagangan-dan-perindustrian-diy-jajaki-kerja-sama-pengelolaan-sampah/#respond Mon, 28 Aug 2023 02:23:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58869 Fakultas Biologi UGM kembali menggelar pelatihan pengolahan sampah organik. Dalam kegiatan yang diadakan Jumat (25/8) tersebut diikuti 50 peserta dari Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Fakultas Farmasi dan Rumah Sakit Akademik UGM. Pelatihan dipandu Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes. dan Suharjita. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi […]

Artikel Fakultas Biologi UGM dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi UGM kembali menggelar pelatihan pengolahan sampah organik. Dalam kegiatan yang diadakan Jumat (25/8) tersebut diikuti 50 peserta dari Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Fakultas Farmasi dan Rumah Sakit Akademik UGM. Pelatihan dipandu Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes. dan Suharjita.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, menyampaikan partisipasi dari Disperindag DIY dalam pelatihan ini berkaitan dengan pengelolaan sampah di 29 pasar di DIY selepas penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan beberapa saat yang lalu. Setidaknya setiap hari dihasilkan 9 ton sampah dari keseluruhan pasar yang belum dikelola dengan baik.

“Perlu adanya keselarasan upaya di hulu dan di hilir. Di hulu penting untuk terus edukasi dan praktik memilih dan memilah sampah oleh masyarakat sehingga menjadi budaya, sedangkan di hilir, fakultas dan perguruan tinggi harus terus mengembangkan teknologi tepat guna khususnya untuk pengolahan sampah organik dan residu,”urainya.

Budi menambahkan persoalan sampah dapat terkurangi jika  masyarakat di tingkat rumah tangga sudah disiplin memilah sampah. Pemilihan sampah dilakukan berdasar jenisnya seperti organik dan anorganik.

Penata Layanan Operasional Bidang Pasar Rakyat Disperindag DIY, Susilo, menyebutkan setidaknya terdapat 29 pasar yang terlibat dan berencana bekerja sama dengan Fakultas Biologi dalam pengelolaan sampah. Sampah yang terkumpul di tiap pasar biasanya bukan hanya berasal dari pedagang melainkan juga dari masyarakat sekitar dengan jumlah sampah terbesar terdapat di Pasar Giwangan dan Pasar Beringharjo.

“Upaya yang dapat dilakukan pengelola semenjak penutupan TPA berupa pembatasan jumlah sampah yang masyarakat buang di pasar,”jelasnya.

Fakultas Biologi berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah organik di DIY. Dalam pengelolaan sampah dari pasar DIY, Fakultas Biologi setidaknya dapat menampung 3 ton sampah setiap hari dari pasar-pasar tersebut dan mengolahnya. Dengan teknologi pengelolaan sampah yang diterapkan di Fakultas Biologi diantaranya vermicomposting dan Black Soldier FlyEco Enzim, Bioferlilizer, Eco Lindi dan lainnya, proses degradai sampah dapat berlangsung setidaknya satu minggu saja. Komitmen Fakultas Biologi dalam pengelolaan sampah yang menyasar pada masyarakat dan komunitas di DIY ini menegaskan komitmen sebagai kampus ramah lingkungan dan mendukung sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs).

 

Penulis: Humas Biologi UGM;

editor: Ika

 

 

Artikel Fakultas Biologi UGM dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-dan-dinas-perdagangan-dan-perindustrian-diy-jajaki-kerja-sama-pengelolaan-sampah/feed/ 0
UGM Berbagi Pengalaman Kelola Sampah Organik ke Masyarakat  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berbagi-pengalaman-kelola-sampah-organik-ke-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berbagi-pengalaman-kelola-sampah-organik-ke-masyarakat/#respond Fri, 18 Aug 2023 12:16:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58564 Fakultas Biologi UGM membagikan pengalamannya dalam melakukan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik di hadapan puluhan masyarakat di wilayah DIY dan Jawa Tengah melalui kegiatan Tour Pengelolaan Sampah Organik yang berlangsung pada Jumat (18/8) di kampus setempat. Kegiatan Tour Pengelolaan Sampah Organik diikuti tidak kurang dari 30 orang yang berasal dari berbagai wilayah di DIY dan […]

Artikel UGM Berbagi Pengalaman Kelola Sampah Organik ke Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi UGM membagikan pengalamannya dalam melakukan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik di hadapan puluhan masyarakat di wilayah DIY dan Jawa Tengah melalui kegiatan Tour Pengelolaan Sampah Organik yang berlangsung pada Jumat (18/8) di kampus setempat.

Kegiatan Tour Pengelolaan Sampah Organik diikuti tidak kurang dari 30 orang yang berasal dari berbagai wilayah di DIY dan Jawa Tengah yang tergabung dalam grup Sambatan Jogja (SONJO). Selain diikuti oleh warga masyarakat di sekitar kampus, kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sanggar Pawuhan, Komunitas Momong Bumi, PPM Aswaja Nusantara, FBS Yogya, Grup Pengelola Sampah Margodadi Dilangharjo, Dinas Pasar Kota Yogyakarta, TKI DIY, Ponpes Barokah Kalimasada Sardonoharjo, Pusat Pastoral Mahasiswa DIY, RS Sardjito, Paguyuban Bank Sampah DIY, RS Beteshda, BSMM Pogung Kidul, dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut peserta Tour Pengelolaan Sampah Organik diajak berkeliling kampus Biologi UGM untuk melihat berbagai proses pengelolaan sampah yang telah dilakukan sejak tahun 2017 silam. Fakultas Biologi telah menerapkan teknologi sederhana dalam mengelola sampah organik seperti vermicomposting menggunakan cacing dan BSF, pupuk cair organik (poc), eco enzim, pengomposan, serta pemakaian biofertilizer dari urine ternak.

 

Dekan Fakultas biologi UGM, Prof. Budi S. Daryono, mengatakan Fakultas Biologi ditugaskan Rektor UGM untuk mengelola sampah organik di lingkungan UGM serta membantu menyelesaikan masalah sampah di DIY. Hingga saat ini pihaknya telah melaksanakan pelatihan pengolahan sampah organik yang diikuti  lebih dari 25 Rumah Sakit, 17 Pondok Pesantren dan 30 Komunitas Pengelola sampah di DIY.

“Melalui pelatihan tersebut diharapkan permasalahan sampah khususnya sampah organik dapat diselesaikan bersama dengan memanfaatkan beberapa metode dan teknologi pengolahan sampah organik yang ditemukan oleh Fakultas Biologi UGM,” tuturnya saat ditemui usai membuka kegiatan, Jumat (18/8).

Budi mengungkapkan Fakultas Biologi UGM berhasil menemukan Probiotik BIO-2023 untuk mempercepat proses fermentasi dan pengolahan sampah organik menjadi media tanam, kompos, dan pupuk organik cair. Salah satu mahasiswa S1 Program IUP  Fakultas Biologi UGM yaitu Rania Naura juga telah menemukan formulasi pembuatan Eco Lindi yang telah dimanfaatkan untuk menghilangkan bau pada sampah oleh Pemkab Sidoarjo sejak tahun 2021 sampai sekarang. Saat ini Eco Lindi juga telah dimanfaatkan oleh Pemkab Sleman.

Dosen Fakultas Biologi UGM, Soenarwan Heri Poerwanto, S.Si., M.Kes., memapakan salah satu cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk dengan penambahan biofertilizer. Dengan penambahan biofertilizer ini mampu mempercepat proses degradasi sampah berjalan lebih singkat dibanding dengan cara konvensional. Apabila dengan cara biasa degradasi memakan waktu sekitar dua minggu atau lebih, tetapi dengan metode penambahan biofertilizer proses degradasi sampah dapat berlangsung dalam waktu satu minggu saja.

Salah satu peserta tour, Lia (46) asal Magelang, mengatakan sejak tiga tahun terakhir ia mulai melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah dengan melakukan pemilahan sampah anorganik dan organik. Dalam mengolah sampah organik, ia menggunakan metode ember tumpuk dengan penambahan eco enzim. Dengan keikutsertaannya pada kegiatan ini ia berharap bisa mendapat tambahan wawasan terkait upaya pengolahan sampah yang nantinya bisa diterapkan di rumah dan masyarakat sekitar.

Hal senada turut disampaikan Berna (53) warga Rt 12 Pogung Baru, Sleman. Ia mengaku tertarik untuk mengimplementasikan pengolahan sampah dengan penambahan biofertilizer.

“Saya takjub mendengar penjelasan tentang metode pengolahan sampah menggunakan penambahan biofetilizer yang bisa hanya 1 minggu mendegradasi sampah. Ke depan sangat tertarik memakai metode ini,”ucapnya.

Upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan yang dilakukan ini menegaskan komitmen UGM sebagai kampus yang peduli dan ramah terhadap lingkungan dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) dimana pengelolaan sampah berkelanjutan dapat meningkatkan kehidupan yang lebih sehat (SDGs 3), mengurangi pencemaran limbah sampah yang berdampak pada ketersediaan air bersih di lingkungan (SDGs 6), serta penanganan perubahan iklim akibat dampak emisi gas rumah kaca dari timbunan sampah organik (SDGs 13).

 

Penulis&Foto: Ika

Artikel UGM Berbagi Pengalaman Kelola Sampah Organik ke Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-berbagi-pengalaman-kelola-sampah-organik-ke-masyarakat/feed/ 0
UGM dan Pemkab Sleman Kembangkan TPS Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Penghilang Bau https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-sleman-kembangkan-tps-pengelolaan-sampah-dengan-teknologi-penghilang-bau/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-sleman-kembangkan-tps-pengelolaan-sampah-dengan-teknologi-penghilang-bau/#respond Mon, 14 Aug 2023 10:58:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58405 Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Sinduadi meresmikan  TPS Terintegrasi Sinduadi Gumregah Gayeng Regeng di Kelurahan  Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Yogyakarta, Senin (14/8). Pembukaan TPS Terintegrasi mandiri ini ditandai pembukaan selubung papan nama oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Dr. […]

Artikel UGM dan Pemkab Sleman Kembangkan TPS Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Penghilang Bau pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Sinduadi meresmikan  TPS Terintegrasi Sinduadi Gumregah Gayeng Regeng di Kelurahan  Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Yogyakarta, Senin (14/8). Pembukaan TPS Terintegrasi mandiri ini ditandai pembukaan selubung papan nama oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, yang disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, dan Kepala Dinas Lingkungan HiduP Pemda DI, Kuncoro Cahyo Adi.

Kepada wartawan, Bupati Sleman mengatakan TPS Terintegrasi Mandiri ini merupakan hasil kerja sama dengan kampus UGM sebagai percontohan dalam pengelolaan sampah mandiri di kelurahan Sleman. “Kita  ingin sampah bisa dikelola dan diselesaikan di tingkat kelurahan. TPS ini menjadi pilot project di kelurahan Sleman,” ungkapnya.

Bupati sangat mengapresiasi ide dan hasil inovasi dari kerja sama antara pemerintah desa dengan berkolaborasi dengan UGM sehingga menghasilkan teknologi dalam pengelolaan sampah secara mandiri. “Kita harus berani melakukan inovasi dan mendekatkan hal ini dengan adanya dampak peningkatan perekonomian dari badan usaha kelurahan masing-masing,” katanya.

Sementara Ari Sujito menuturkan UGM memberikan perhatian khusus pada persoalan sampah yang menjadi isu yang hanya dalam beberapa minggu terakhir karena sempat ditutupnya TPA Piyungan.

“Sampah menjadi perhatian kita untuk bersama-sama memecahkan masalah itu bahkan bisa memunculkan inovasi yang tumbuh antara kampus dan komunitas,” ujarnya.

Ditutupnya TPA Piyungan menurutnya bisa menjadi momentum bagi pemda dan pemerintah kelurahan untuk bergerak bersama-sama dengan akademisi untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah agar bisa diselesaikan di tingkat desa secara mandiri.

Lurah Sinduadi, Senen, bercerita dibangunnya TPS terintegrasi mandiri di Kelurahan Sinduadi sudah muncul sejak 2019, namun adanya kendala dari sisi pendanaan sehingga akhirnya bisa dibangun pada tahun 2023 dengan bekerja sama dengan akademisi UGM. Meski kapasitas pengelolaan sampah ini hanya seperempat dari target 18 ton sampah yang bisa dikelola setiap hari, namun ia bersyukur TPST ini mulai bisa beroperasi. “Kami merencanakan 18 ton per hari akan bisa tercapai 2-4 bulan mendatang dan kita harapkan Sinduadi bisa zero sampah,” ujarnya.

Dosen Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM, Ir. Wiratni, M.T., Ph.D., mengatakan salah satu teknologi yang dikembangkan dalam pengelolaan sampah mandiri di Sinduadi ini adanya aplikasi teknologi penghilang bau. Menurut Wiratmi munculnya bau menyengat dari sampah disebabkan banyaknya kandungan air dalam sampah yang sudah terkontaminasi bakteri. “Kita buat teknologi untuk memeras cairan dalam sampah yang biasa kandungan airnya bisa mencapai 70 persen,” jelasnya.

Teknologi lain yang dikembangkan dalam adalah cairan sampah yang masuk ke mesin bioreaktor untuk diubah menjadi pupuk cair diolah dengan kondisi tertutup sehingga mampu mengurangi bau. “Keuntungan lainnya volume padat bisa lebih kecil sehingga kita tidak perlu ruangan lebih besar untuk kelola sampah jadi kompos atau maggot. Kita juga memasukkan teknologi aerasi dengan memasukkan oksigen sehingga bisa menghasilkan pupuk cair secara cepat dan baik  dan tidak meninggalkan bau,” pungkasnya.

 

Penulis : Gusti Grehenson

Foto.     : Firsto

 

Artikel UGM dan Pemkab Sleman Kembangkan TPS Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Penghilang Bau pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemkab-sleman-kembangkan-tps-pengelolaan-sampah-dengan-teknologi-penghilang-bau/feed/ 0