kuliah umum Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kuliah-umum/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sat, 02 Nov 2024 01:56:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/ https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/#respond Wed, 30 Oct 2024 01:39:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72292 Sebanyak 1.814 mahasiswa baru program pascasarjana dikenalkan tentang nilai-nilai UGM dalam Kuliah Umum Pionir Gadjah Mada bertemakan “Kolaborasi Keilmuan: Sinergi Keilmuan”, Selasa(29/10), di Grha Sabha Pramana. Pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an ini agar mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memiliki sikap religius, amanah,  dan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga […]

Artikel Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.814 mahasiswa baru program pascasarjana dikenalkan tentang nilai-nilai UGM dalam Kuliah Umum Pionir Gadjah Mada bertemakan “Kolaborasi Keilmuan: Sinergi Keilmuan”, Selasa(29/10), di Grha Sabha Pramana. Pengenalan nilai-nilai ke-UGM-an ini agar mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memiliki sikap religius, amanah,  dan memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga diharapkan selalu mengutamakan sikap jujur, memiliki nasionalisme dan  kebangsaan yang kuat, selalu aktif berpikir  kritis, memiliki intelektualitas yang memadai, serta menjaga persaudaraan dan disiplin diri.

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan UGM memiliki 5 jatidiri Universitas, yakni sebagai Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Pusat Kebudayaan. Kelima jati diri tersebut diwujudkan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Masih terkait dengan jati diri UGM, Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menambahkan bahwa UGM dinamai sebagai Universitas Gadjah Mada oleh para pendiri karena para pendiri UGM menginginkan supaya para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus ini dapat menaikkan derajat kampusnya seperti patih Gajah Mada di era kejayaan kerajaan Majapahit. “Kalau Anda punya keluhuran budi, ketajaman visi, keluasan pandangan, kebaktian, dan nilai-nilai luhur lainnya maka Anda akan lebih tinggi pamornya dibandingkan seorang Raja,” Jelas Andi.

Sementara Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana menekankan pentingnya sinergi serta kolaborasi. Hal ini dikarenakan para mahasiswa dan akademisi dapat berbagi pengetahuan agar para akademisi dapat menciptakan sebuah inovasi yang dapat bermanfaat untuk masyarakat di Indonesia maupun global. “Sinergi dan Kolaborasi, itu penting sekali. bisa bayangkan ya, kalau saya tidak kolaborasi maka saya tidak bisa masuk dan paham soal medis, atau sebaliknya temen-temen medis tidak bisa membuat alat. Sehingga nanti dikombinasi terjadilah suatu produk yang bisa kita kembangkan,” jelas Kuwat.

Guru Besar FEB UGM Prof. Nurul Indarti menyampaikan bahwa Sinergi dan kolaborasi dapat menghasilkan berbagai manfaat, baik untuk civitas akademika, maupun individu dari mahasiswa itu sendiri. “Manfaat Kolaborasi efektivitas solusi yang lebih tinggi, bisa mempercepat inovasi, persiapan lulusan untuk dunia kerja yang lebih kompleks. Ini tampaknya menjadi domain perguruan tinggi dalam menyiapkan pemimpin,” pungkasnya.

Penulis : Hanif

Editor   : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Ribuan Mahasiswa Baru Pascasarjana Mendapat Wejangan Soal Nilai-nilai Ke-UGM-an pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ribuan-mahasiswa-baru-pascasarjana-mendapat-wejangan-soal-nilai-nilai-ke-ugm-an/feed/ 0
Menko Polhukam: Pembangunan SDM dan Infrastruktur harus Berjalan Beriringan https://ugm.ac.id/id/berita/menko-polhukam-pembangunan-sdm-dan-infrastruktur-harus-berjalan-beriringan/ https://ugm.ac.id/id/berita/menko-polhukam-pembangunan-sdm-dan-infrastruktur-harus-berjalan-beriringan/#respond Thu, 26 Sep 2024 06:09:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70896 Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., Hadi Tjahjanto menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara yang sangat majemuk dari segi etnis, budaya, agama, dan bahasa. Ia menjelaskan bahwa keberagaman ini merupakan kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan bijaksana. Sebab, untuk mencapai […]

Artikel Menko Polhukam: Pembangunan SDM dan Infrastruktur harus Berjalan Beriringan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., Hadi Tjahjanto menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara yang sangat majemuk dari segi etnis, budaya, agama, dan bahasa. Ia menjelaskan bahwa keberagaman ini merupakan kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan bijaksana. Sebab, untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, Hadi menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah kemajemukan tersebut. Apalagi di tengah tantangan global yang semakin kompleks, termasuk era disrupsi teknologi, persatuan dan integritas bangsa menjadi faktor penentu dalam menghadapi berbagai dinamika sosial dan ekonomi.

“Untuk merawat persatuan dalam kemajemukan,  kita harus berpegang teguh pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang mencerminkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu,” kata Hadi Tjahjanto saat memberikan kuliah umum “Merawat Persatuan dalam Kemajemukan Menuju Indonesia Emas 2045” di Ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM, Selasa (24/9).

Dalam konteks mencapai Indonesia Emas 2045, Hadi menekankan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus menjadi fokus bangsa. Pilar-pilar tersebut meliputi pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional serta tata kelola pemerintahan yang baik. “Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi kunci utama dalam membangun generasi Indonesia yang unggul di masa depan,” jelasnya.

Salah satu poin penting yang disampaikan Hadi adalah tentang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Hadi menyoroti bahwa Indonesia selama ini sangat bergantung pada kekayaan sumber daya alam. Namun, ia memperingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan bijak untuk menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang. “Sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, dan perikanan adalah kekayaan kita, tetapi jika tidak dikelola dengan bijak, mereka bisa menjadi bencana bagi generasi mendatang,” ungkap Hadi.

Menurutnya,  sektor ekonomi kreatif berbasis teknologi dan inovasi harus menjadi fokus utama dalam menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri, terutama di daerah-daerah terpencil. Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan oleh pemerintah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Tidak ada gunanya kita membangun jalan dan jembatan di daerah-daerah terpencil jika masyarakatnya tidak siap untuk mengelola potensi ekonomi yang ada di sana. Pembangunan SDM dan infrastruktur harus berjalan beriringan,” ujar Hadi.

Di kuliah umum ini, dialog dengan sivitas akademika Universitas Gadjah Mada dipandu oleh Rona Utami, S.Fil., M.A., Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan menghadirkan dua pakar sebagai pembahas yakni Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. M. Baiquni, MA , dan pakar sosiologi politik UGM, Dr. Kuskridho Ambardi.

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Menko Polhukam: Pembangunan SDM dan Infrastruktur harus Berjalan Beriringan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menko-polhukam-pembangunan-sdm-dan-infrastruktur-harus-berjalan-beriringan/feed/ 0
Mahfud MD: Dinamika Demokrasi dan Hukum akan Selalu Ada  https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-dinamika-demokrasi-dan-hukum-akan-selalu-ada/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-dinamika-demokrasi-dan-hukum-akan-selalu-ada/#respond Wed, 14 Aug 2024 08:36:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69385 Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., menyampaikan kuliah yang bertajuk “Negara Hukum dan Demokrasi: Masih Ada Harapan?” di Aula Gedung B Fakultas Hukum UGM, Rabu (14/8). Kegiatan kuliah umum ini dipandu oleh Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., Dosen Hukum Tata Negara FH UGM,  memperkenalkan Prof. Mahfud kepada […]

Artikel Mahfud MD: Dinamika Demokrasi dan Hukum akan Selalu Ada  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., menyampaikan kuliah yang bertajuk “Negara Hukum dan Demokrasi: Masih Ada Harapan?” di Aula Gedung B Fakultas Hukum UGM, Rabu (14/8).

Kegiatan kuliah umum ini dipandu oleh Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M., Dosen Hukum Tata Negara FH UGM,  memperkenalkan Prof. Mahfud kepada para mahasiswa. “Pak Mahfud orang yang pantas untuk membicarakan topik ini. Beliau tidak hanya berkutat di ranah teoritis, tetapi juga ikut berperan dalam proses penegakan hukum itu sendiri. Cara pandangnya sudah disertai dengan pengalaman praktik,” jelas Zainal.

Prof. Mahfud dalam pemaparannya menyampaikan mengenai kondisi demokrasi dan hukum di Indonesia saat ini “Demokrasi kita hari ini sedang tidak baik-baik saja,” menurut Mahfud.

Idealnya menurut Mahfud, kondisi hukum dan demokrasi harus sama kuatnya, tidak ada yang boleh lemah satu sama lainnya. karena berhubungan secara interdependen. “Saat kita ingin kondisi hukum baik, maka demokrasi di negara itu juga harus baik. Demokrasi tanpa hukum akan menjadi liar dan anarkis, sedangkan hukum tanpa demokrasi adalah kezaliman,” tambahnya.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2008—2013 ini kemudian menceritakan awal mula hubungan demokrasi dan hukum di Indonesia dan dinamika keduanya hari ini. Ia menyebutkan keputusan para pendiri negara Indonesia saat itu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi. Demokrasi ini kemudian mengalami naik-turun seiring perubahan yang terjadi meliputi kepemimpinan dari Presiden Soekarno menuju Presiden Soeharto hingga hari ini.

Hal ini berujung pada pertanyaan yang diajukan peserta di awal diskusi mengenai adanya harapan untuk kondisi Indonesia hari ini. Prof. Mahfud beranggapan harapan ini masih ada  karena dinamika naik turunnya demokrasi dan hukum akan selalu ada. “Dinamika ini akan selalu terjadi. Perkembangan politik ini bisa bereaksi dengan perkembangan hukum. Kesempatan perubahan inilah yang kemudian harus disambut dengan mempersiapkan gelombang baru kesadaran masyarakat melalui lembaga pendidikan dan lembaga masyarakat,” ujarnya.

Kuliah umum ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum (FH) UGM ini bekerja sama dengan Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan HAM (Pandekha) UGM. Kuliah umum ini adalah acara pembuka dari dua kegiatan kuliah umum yang diselenggarakan untuk menyambut tahun ajaran baru dan memberikan semangat bagi mahasiswa FH UGM untuk menempuh perkuliahan dan karir di bidang hukum.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahfud MD: Dinamika Demokrasi dan Hukum akan Selalu Ada  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-dinamika-demokrasi-dan-hukum-akan-selalu-ada/feed/ 0
Mahfud MD: Penegak Hukum harus Memiliki Kecerdasan Moral https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-penegak-hukum-harus-memiliki-kecerdasan-moral/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-penegak-hukum-harus-memiliki-kecerdasan-moral/#respond Fri, 02 Aug 2024 04:54:11 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68460 Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Rabu (31/7) di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum UGM. Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pionir Justicia ini bertajuk Justicia Muda Katalisator Harmoni Kecerdasan Bangsa, Mahfud menyampaikan lima syarat mencapai harapan bangsa […]

Artikel Mahfud MD: Penegak Hukum harus Memiliki Kecerdasan Moral pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Rabu (31/7) di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum UGM. Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pionir Justicia ini bertajuk Justicia Muda Katalisator Harmoni Kecerdasan Bangsa, Mahfud menyampaikan lima syarat mencapai harapan bangsa untuk menjadi Indonesia Emas 2045. Di antara lima poin tersebut, beliau menekankan pentingnya negara yang berdaulat dan penegakan hukum yang adil. “Masyarakat harus tunduk kepada norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Harapan Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila masyarakat terus melanggar norma hukum,” kata Mahfud.

Selain masyarakat, tambahnya, para penegak hukum juga harus memiliki kecerdasan moral. Oleh karena itu, mahasiswa baru Fakultas Hukum sebagai calon penegak hukum di masa depan, Mahfud MD mengajak untuk senantiasa memiliki kecerdasan moral. Menurutnya, untuk bekerja di bidang hukum, seseorang tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan moral untuk dapat menegakkan keadilan di Indonesia. “Moral tidak boleh ditinggal sedikitpun, hukum tidak bisa dilepaskan dari kecerdasan moral,” ujarnya.

Di sesi kedua dari kuliah umum ini diisi oleh Rahmat Shah, ayahanda selebriti Raline Shah yang merupakan seorang konservasionis. Beliau menyampaikan tentang kiat sukses dan sejahtera yang diharapkan dapat menggerakkan mahasiswa baru untuk terus semangat berjuang. Menurutnya, kunci dari kesuksesan adalah kerja keras, disiplin tinggi, dan fokus pada tujuan. Rahmat juga tak lupa mengingatkan untuk senantiasa memohon hasil yang terbaik kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Dengan usaha dan religi yang seimbang, seseorang dapat menghadapi masalah dan mengejar ketertinggalan dari negara lain,” ungkapnya.

Kuliah umum ini kali ini diharapkan dapat menjadi penyemangat Justicia Muda di awal perjalanan mereka sebagai mahasiswa dan calon penerus bangsa. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu Pendidikan Berkualitas.

Penulis : Tiefani

Editor : Gusti Grehenso

Artikel Mahfud MD: Penegak Hukum harus Memiliki Kecerdasan Moral pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahfud-md-penegak-hukum-harus-memiliki-kecerdasan-moral/feed/ 0
Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/#respond Mon, 20 May 2024 09:12:05 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/ Pakar Biomaterial dan Biomimetik dari School of Engineering, University of Edinburgh, United Kingdom, Dr. Parvez Alam memberikan kuliah umum yang bertajuk “Biology-Engineering Interface”, Jumat (17/5), di ruang auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Parves dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saat ini para ilmuwan tengah berusaha meniru keragaman organisme untuk diaplikasikan dalam teknologi rekayasa untuk desain biomimetik. […]

Artikel Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pakar Biomaterial dan Biomimetik dari School of Engineering, University of Edinburgh, United Kingdom, Dr. Parvez Alam memberikan kuliah umum yang bertajuk “Biology-Engineering Interface”, Jumat (17/5), di ruang auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Parves dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saat ini para ilmuwan tengah berusaha meniru keragaman organisme untuk diaplikasikan dalam teknologi rekayasa untuk desain biomimetik.

Ia memberikan contoh mekanisme sayap pesawat yang dirancang untuk menangkap udara dengan stabil, yang selanjutnya dieksplorasi kemungkinan sayap tersebut ditempatkan di depan, tetap stabil namun dengan kecepatan yang dapat dimaksimalkan. “Namun saat ini masih belum berhasil karena, seperti yang saya katakan, biologi melampaui batas,” tambah Dr. Parvez.

Menurutnya, riset biomimetik telah dikembangkan oleh ilmuwan di seluruh dunia, mulai dari tingkat makro hingga molekuler. Termasuk dalam  hal pengembangan struktur bangunan yang terinspirasi dari tulang manusia yang kuat, kokoh, namun ringan. Lalu, ada desain sarung tangan yang mampu menempel pada permukaan kering, terinspirasi dari kemampuan cicak  menempel di dinding.   “Hingga penemuan desain teknologi dengan bentuk mirip jaring laba-laba memiliki kekuatan 350 kali lebih tinggi dibandingkan baja,” tegasnya.

Dr. Parvez menjelaskan desain morfologi dan struktur organisme terbentuk untuk beradaptasi dengan cara bertahan hidup dan lingkungannya. Hal itu pun dilakukan para ilmuwan dalam merancang ulang struktur morfologi ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata di lapangan.  Ia menyebutkan beberapa penelitian biomimetik yang melibatkan cakar hewan arboreal hingga penelitian tentang kekuatan selubung telur laba-laba.

Tidak hanya di kalangan ilmuwan,  imbuhnya, Parvez juga menyampaikan hasil penelitian mahasiswanya yang berusaha merancang struktur sayap berdasarkan prinsip sayap serangga. Penelitian ini menitikberatkan pada efisiensi energi dalam mekanisme terbang, dengan meniru gerakan sayap serangga yang mengurangi penggunaan otot. “Kolaborasi antara biologi dan rekayasa ini diharapkan dapat mendalami lebih jauh tentang pembentukan dan fungsi organisme, serta menerapkannya dalam teknologi saat ini,” katanya.

Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, mengatakan kegiatan kuliah umum ini sebagai bentuk dari hasil kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan University of Edinburgh untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait bidang biomaterial dan biomimetic. “Fakultas Biologi UGM tengah memperkuat hubungan kerja sama pertukaran dosen dan mahasiswa serta komitmen dalam Sustainable Development Goals untuk peningkatan pendidikan inklusif dan perluasan bidang kerja sama,” ujarnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Pakar Biomimetik dari University of Edinburgh Beri Kuliah Umum di Fakultas Biologi UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-biomimetik-dari-university-of-edinburgh-beri-kuliah-umum-di-fakultas-biologi-ugm/feed/ 0