kompetisi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kompetisi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 08:14:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/#respond Thu, 16 Jan 2025 08:14:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74769 Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung 16 Desember 2024 di Jakarta, mereka bersaing dengan 113 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani menerangkan dalam kompetisi tersebut mereka bersaing dengan 113 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dan seluruh tim diminta untuk mengirimkan berkas penyelesaian studi kasus dalam bentuk proposal. Selanjutnya, panitia memilih 10 tim terbaik untuk maju dan merepresentasikan proposalnya di babak semi final yang digelar secara daring. Dari tahapan seleksi ini terpilih tiga tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang diselenggarakan secara luring. “Tentunya sangat bersyukur dan senang bisa sampai titik ini,” ujar Alifa, Kamis (16/1).

Alifah mensyukuri atas raihan ini setelah brainstorming yang cukup panjang dan kerja keras yang memerlukan waktu tidak sedikit bersama teman-teman tim. Ia bersama tim sungguh bersyukur atas keberhasilan ini, terlebih karena kompetisi ini merupakan business case yang cukup prestisius di tingkat nasional yang diikuti oleh 114 tim hebat yang memiliki ide-ide luar biasa.

Dalam kompetisi ini, kata Alifah, tim diminta merancang strategi yang dapat memperkuat posisi Jiniso sebagai merek jeans unisex terkemuka di Indonesia. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi di berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, serta meningkatkan brand awareness terhadap transformasi Jiniso sebagai merek unisex. Selain itu, tim juga diminta merancang kampanye branding kreatif yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing Jiniso di pasar fashion lokal. “Pendekatan omnichannel yang diusulkan harus mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan memberikan kemudahan dalam mengakses produk, informasi, serta layanan, dimanapun dan kapanpun,” terangnya.

Rokhima Rostiani, S.E., M.Mgt. selaku dosen pendamping menambahkan perjalanan tim menuju final tidaklah mudah. Disamping harus menghasilkan solusi inovatif yang relevan, tim Kaphibara juga dihadapkan pada tantangan waktu yang bertabrakan dengan jadwal UAS. “Bersyukur tim berhasil melewati hambatan tersebut dan memperoleh hasil yang membanggakan. Prestasi ini juga tidak lepas dari peran fakultas, yang memberikan fasilitas pendukung untuk presentasi final secara luring serta mentoring dari dosen,” katanya.

Rohkima berharap Tim Kaphibara FEB UGM terus bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif dalam menciptakan solusi kreatif dan inovatif bagi industri di Indonesia, baik dalam kompetisi maupun di luar kompetisi. Prestasi inipun diharapkan menjadi pintu gerbang bagi berbagai peluang baru dan membawa ke prestasi-prestasi lain yang lebih baik.

Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/#respond Fri, 03 Jan 2025 07:06:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74324 Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat bimbingan dari Eddy Junarsin, Ph.D., CFP selaku dosen pendamping berhasil menyisihkan 34 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi diselenggarakan secara daring oleh Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Jambi.

Ali Alexander menjelaskan dalam tahap awal perjalanan tim Pairgrowth dalam mengikuti kompetisi ini adalah membuat paper equity research. Seluruh tim dalam tahap ini melakukan analisis komprehensif mulai aspek makro ekonomi, industri, profil bisnis, proses bisnis, keuangan, valuasi, hingga risiko berkaitan dengan perusahaan yang dianalisis. “Kita dan hampir semua tim yang mengikuti kompetisi masing-masing diminta melakukan analisis terhadap PT. Bank Mandiri yang mengalami gejolak makroekonomi sehingga susah untuk bertumbuh, dan diberi tambahan permasalahan banyaknya masyarakat yang skeptis terhadap saham BMRI”, katanya di Kampus UGM, Jum’at (3/1).

Ali mengungkapkan PT. Bank Mandiri yang bergerak di industri perbankan berbeda dengan perusahaan non-finansial yang memiliki template khusus keuangan. Kondisi ini menjadi hambatan sekaligus kesulitan dalam membuat valuasi. “Namun, karena saya sudah terbiasa menghitung valuasi perbankan maka dapat menyelesaikannya dengan cepat dan akurat,” ungkapnya.

Keberhasilan tim Pairgrowth merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, dan kekompakan tim mulai dari tahap persiapan hingga kompetisi. Dalam proses mengikuti kompetisi ini, Ali dan rekan timnya menghadapi sejumlah tantangan seperti manajemen waktu. Ali mengaku saat proses mengikuti kompetisi saat itu sedang menjalani magang di PT Nestlé Indonesia. Iapun harus pandai-pandai mengatur waktu antara magang dan lomba. Sementara Elsa sebagai partner dalam tim sedang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri sehingga harus beradaptasi dengan perbedaan zona waktu. “Meski banyak tantangan akhirnya kami bisa meraih juara dan membawa nama baik FEB dan UGM di kancah nasional,” pungkasnya.

Reportase  : Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.      : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/feed/ 0
Dosen UGM Naila Zulfa Raih Best Paper di MAG Scholar Conference https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-naila-zulfa-raih-best-paper-di-mag-scholar-conference/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-naila-zulfa-raih-best-paper-di-mag-scholar-conference/#respond Wed, 04 Dec 2024 07:22:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73511 Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Naila Zulfa, M.A., M.S., PGDip., Ph.D., FHEA., menorehkan prestasi internasional. Prestasi tersebut, ia raih melalui penghargaan Best Paper dalam The 2024 MAG Scholar Conference on Business, Marketing, and Tourism yang digelar di Makau, China, 12-14 November 2024 lalu. Dalam konferensi tersebut, Naila mempresentasikan penelitian berjudul “Luxury Literacy: […]

Artikel Dosen UGM Naila Zulfa Raih Best Paper di MAG Scholar Conference pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Naila Zulfa, M.A., M.S., PGDip., Ph.D., FHEA., menorehkan prestasi internasional. Prestasi tersebut, ia raih melalui penghargaan Best Paper dalam The 2024 MAG Scholar Conference on Business, Marketing, and Tourism yang digelar di Makau, China, 12-14 November 2024 lalu. Dalam konferensi tersebut, Naila mempresentasikan penelitian berjudul “Luxury Literacy: The Role of Luxury Brand Knowledge on Luxury Consumption and Communication”. Penelitian ini membahas bagaimana literasi jenama (merek)mewah memediasi hubungan antara identitas global dan perilaku konsumsi merek mewah. “Idenya berangkat dari rasa penasaran saya terhadap temuan penelitian sebelumnya,” jelasnya di FEB UGM, Rabu (4/12).

Temuan penelitian Naila menunjukkan bahwa individu dengan identitas global yang tinggi cenderung membeli merek mewah jika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang jenama mewah. Literasi merek ini tidak hanya memengaruhi keputusan untuk membeli tetapi juga keinginan untuk berbagi cerita tentang pengalaman konsumsi jenama mewah tersebut. Kendati mampu mempersembahkan penelitian karya sendiri, Naila tidak menutup mata bila penelitiannya mendapat dukungan Departemen Manajemen dan FEB UGM. Melalui bantuan pendanaan Hibah Penelitian Mandiri ia melakukan penelitian ini.

Naila dalam penelitian inipun menghadapi isu responden yang tidak memenuhi kriteria sample. Karena dari lebih dari 600 responden, hanya 285 responden yang memenuhi kriteria pernah membeli merek mewah dalam setahun terakhir.

Berpartisipasi dalam konferensi ini tentu memberikan pengalaman yang berharga. Selain mendapatkan penghargaan, iapun mendapatkan tawaran untuk mempublikasikan penelitiannya di jurnal yang terafiliasi dengan Emerald Publishing. “Serunya malah ketika bertemu dengan peneliti dari berbagai negara, juga editor dari sejumlah jurnal. Saya juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan Prof. Zhilin Yang dari City University of Hong Kong mengenai potensi kolaborasi penelitian di masa mendatang,” terangnya.

Dengan mendapatkan penghargaan sebagai best paper dalam konferensi memberi makna mendalam bagi Naila. Terutama penghargaan ini memotivasi dirinya untuk terus melakukan penelitian dan menulis. “Saya sebetulnya tidak punya ekspektasi apa-apa di konferensi ini. Fokus saya hanya pada presentasi yang baik. Jadi, ketika diumumkan sebagai pemenang, saya terkejut juga,” ucapnya sambil tersenyum.

Naila berharap dapat segera terus melakukan penelitian dengan tema-tema terbaru. Kepada early-career researcher, ia mengajak untuk terus mencari celah penelitian dan fokus pada penelitian dengan model yang sederhana tetapi memberikan temuan baru, unik dan relevan.

Reporter  : Shofi Hawa Anjani&Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Dosen UGM Naila Zulfa Raih Best Paper di MAG Scholar Conference pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-naila-zulfa-raih-best-paper-di-mag-scholar-conference/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/#respond Wed, 04 Dec 2024 00:35:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73469 Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper. Tim Hyena Jogja […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih dua penghargaan di ajang SxC Grand Impact Business Case Competition 2024 berlangsung secara online pada 23 November 2024 lalu. Disamping berhasil meraih prestasi 2nd Runner-Up, tim mahasiswa FEB UGM yang tergabung dalam tim Hyena Jogja juga mendapatkan penghargaan Best Paper.

Tim Hyena Jogja terdiri dari Ivan Hiumawan (Manajemen 2023) dan Anne Grace Pardosi (Akuntansi 2023). Ivan Hiumawan menjelaskan dua penghargaan yang berhasil diraih Tim Hyena Jogja setelah beradu dengan puluhan tim lain dari berbagai universitas di Indonesia. Sebelumnya Tim Hyena Jogja harus melalui babak preliminary dan final presentation. Pada tahap preliminary, seluruh peserta diminta menyusun paper yang mencakup analisis kondisi perusahaan, company profile, solusi yang diusulkan, serta kesimpulan. Analisis dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek internal, eksternal, dan mitigasi risiko. “Pada kompetisi ini, peserta diminta menyelesaikan kasus nyata terkait masalah cash flow pada sebuah perusahaan. Diibaratkan kasus perusahaan mengalami kesenjangan pembayaran antara pelanggan dan kewajiban kepada supplier”, ujar Ivan di FEB UGM, Rabu (4/12).

Adanya kesenjangan pembayaran ini, kata Ivan, mengakibatkan aliran kas tidak sehat, sehingga tim peserta harus mencari solusi strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Tim Hyena Jogja menyajikan solusi inovatif dengan pendekatan yang mempertimbangkan efisiensi pembayaran pelanggan serta pengelolaan utang secara lebih optimal.

Pada tahap final berupa presentasi online, Ivan mengaku menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Hyena Jogja. Meski begitu mereka sangat terkesan dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman pertama mereka. “Ini pengalaman pertama kami presentasi di ajang sebesar ini. Jujur sempat gugup dan bahkan nge-blank saat menjawab pertanyaan juri. Bayangkan presentasi hanya berdurasi 10 menit, tim dituntut menyampaikan ide secara singkat, padat, dan jelas”, terangnya.

Meski menghadapi tekanan, Anne Grace merasa bersyukur karena Tim Hyena Jogja berhasil tampil maksimal dan mendapat apresiasi tinggi dari para juri. Tidak hanya mengalami kendala dalam aspek teknis, Tim Hyena Jogja juga mengalami kondisi kesehatan yang sempat menurun selama proses kompetisi.“Kondisi ini menjadi tantangan besar saat menyusun paper. Meskipun sulit, kami tetap saling mendukung hingga akhirnya bisa mencapai hasil yang memuaskan,” tambah Anne.

Anne menjelaskan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) memiliki peran besar dalam keberhasilan mereka. Tim mendapatkan mentoring yang difasilitasi oleh Career and Student Development Unit (CSDU) dengan dosen pembimbing Prof. Dr., Mamduh M. Hanafi, M.B.A. “Bersyukur kami didampingi selama proses kompetisi. Pak Mamduh memberikan masukan berharga, khususnya dalam menyusun analisis dan solusi yang terintegrasi,” kata Anne.

Reportase   : Orie Priscylla & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.       : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Raih Dua Penghargaan di Grand Impact Business Case Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-raih-dua-penghargaan-di-grand-impact-business-case-competition/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/#respond Thu, 21 Nov 2024 05:01:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73099 Tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim Bulaksumur Consulting sukses menjadi juara 1 ajang Social Logistics Challenge yang diselenggarakan Global Business School Network (GBSN) secara online pada 6 Oktober – 5 November 2024. Tim Mahasiswa yang beranggotakan Najwa Waq’iah, Gustav Susanto, Nikita Dinda Azizah, Risang Mar’atun Sholihah (Manajemen 2022), dan Magnesia Putri Azalia (Teknik Industri […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa UGM yang tergabung dalam tim Bulaksumur Consulting sukses menjadi juara 1 ajang Social Logistics Challenge yang diselenggarakan Global Business School Network (GBSN) secara online pada 6 Oktober – 5 November 2024. Tim Mahasiswa yang beranggotakan Najwa Waq’iah, Gustav Susanto, Nikita Dinda Azizah, Risang Mar’atun Sholihah (Manajemen 2022), dan Magnesia Putri Azalia (Teknik Industri 2022) berhasil menyisihkan 103 tim dari 21 negara dari berbagai belahan dunia. “Kami merasa bangga dan bahagia karena menjadi tim pertama dari Indonesia yang memenangkan kompetisi ini,” ungkapnya Najwa Waq’iah di FEB UGM, Kamis (21/11).

Najwa menjelaskan dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa harus menyelesaikan studi kasus Social Logistics Challenge. Saat berlangsung kompetisi, Tim Mahasiswa UGM dihadapkan persoalan adanya ketimpangan distribusi sumber daya kesehatan di daerah terpencil.

Banyak komunitas di daerah pedesaan atau terpencil menghadapi kesulitan besar dalam mengakses kebutuhan medis penting, termasuk obat-obatan, peralatan medis, dan layanan kesehatan dasar. Kesulitan dalam akses, sebut Najwa memperburuk disparitas kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan serta menghambat kemajuan dalam mencapai kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Infrastruktur transportasi yang tidak memadai dan kurangnya data real-time mengenai kebutuhan kesehatan lokal dinilai sering kali menjadi hambatan logistik di daerah. Akibatnya distribusi sumber daya menjadi tidak efektif dan seringkali terlambat. “Karenanya dalam lomba kami mengajukan gagasan pembuatan sistem rantai pasokan berbasis komunitas yang terintegrasi secara digital untuk mengatasi persoalan tersebut,” terangnya.

Najwa menjelaskan sistem rantai pasok dikembangkan Tim Mahasiswa UGM adalah dengan memanfaatkan teknologi seluler dan analitik data. Sistem ini dapat digunakan untuk menilai dan memprediksi kebutuhan medis di setiap wilayah dengan lebih akurat.

Dengan data yang selalu diperbarui baik terkait kebutuhan kesehatan dan kerja sama antara tenaga kesehatan lokal, mitra logistik regional, dan penyedia teknologi, kata Najwa, dapat memastikan distribusi yang cepat dan tepat sasaran ke area yang paling membutuhkan. “Pemerintah daerah, organisasi kesehatan, dan anggota masyarakat memainkan peran penting dalam proses ini, memberikan wawasan penting tentang tantangan dan kebutuhan di lapangan”, urainya.

Najwa menambahkan gagasan yang diusung oleh tim mahasiswa FEB UGM ini menekankan peningkatan hasil kesehatan, pengembangan infrastruktur inklusif dan tangguh, serta promosi praktik berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan. Dengan mengatasi kesenjangan logistik melalui teknologi dan kolaborasi lintas sektor, solusi ini dipandang tidak hanya meningkatkan akses kesehatan di daerah terpencil tetapi juga menjadi model penerapan prinsip logistik sosial untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di tingkat komunitas.

Reportase  : Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas UGM
Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Global Social Logistics Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-juara-1-kompetisi-global-social-logistics-challenge/feed/ 0
Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/#respond Wed, 23 Oct 2024 04:16:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71895 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 […]

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam lomba Agritech Innovations Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya pada 20 Oktober lalu. Tim mahasiswa Fapet UGM terdiri dari Bangkit Setiyoko sebagai Ketua Tim, dan Anjeli Astriani serta Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai anggota ini  berhasil menyabet gelar juara 1 dalam cabang lomba Esai. Selain mendapat juara 1, tim yang mendapat bimbingan Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng ini juga berhasil menyabet gelar sebagai Best Presentation dan Best Paper

Dalam lomba tersebut, tim UGM mengangkat esai yang berkaitan dengan tema lomba, yakni Innovating the Future: Pioneering Sustainable Agricultural Technology for a Resilient Future. Adapun sub tema yang dilombakan antara lain Inovasi Pangan Lokal, Ketahanan Pangan, Inovasi Bioteknologi Pangan, Sistem Pertanian Berkelanjutan, Peran loT dalam Pertanian Cerdas dan Inovasi Teknik Irigasi Pertanian.

Bangkit Setiyoko, mengatakan tema dipilih untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas serta inovasi mahasiswa seluruh Indonesia di bidang teknologi pertanian sebagai wadah mengeksplorasi dan mempresentasikan ide-ide inovatif. Dengan tema tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada perkembangan teknologi pertanian, serta untuk memajukan pengetahuan dan aplikasi teknologi pertanian di Indonesia.

Adapun tim UGM menawarkan ide tentang inovasi solusi revolusioner untuk menjaga kesegaran dan kualitas hasil produksi pascapanen secara optimal. Produk ini menggabungkan teknologi nano dalam bentuk edible coating (bagian yang dapat dimakan) dengan sistem Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning untuk memberikan pemantauan langsung dan real-time terhadap kondisi buah dan sayuran,”jelasnya.

Sistem AI dan Machine Learning, kata Bangkit, mampu memantau perubahan kondisi buah-buahan secara langsung, mengenali pola perubahan seiring waktu, dan memberikan informasi real-time melalui aplikasi seluler terhubung. Produsen maupun konsumen dapat dengan mudah memantau umur simpan, kandungan nutrisi, tingkat kematangan, dan perubahan yang mengindikasikan kerusakan buah dan sayur. “Produk pertanian adalah produk yang mudah rusak . Jika tidak ditangani dengan baik, produk pertanian akan cepat mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Maka dari itu kami mengembangkan SmarSeal sebagai solusi atas permasalahan ini,” terangnya.

Ia menambahkan inovasi SmarSeal dilengkapi dengan teknologi AI dan Machine Learning  yang dapat diakses melalui Android maupun iOS. Melalui pengembangan teknologi yang berkembang saat ini, petani tidak perlu khawatir akan penurunan kuantitas dan kualitas dari produk pascapanen mereka. “SmartSeal menciptakan lapisan pelindung yang efektif dalam memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk pertanian. SmartSeal tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs,” paparnya.

Reportase  : Satria/Humas Fapet

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 1 Agritech Innovations Competition 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-1-agritech-innovations-competition-2024/feed/ 0
Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/#respond Tue, 08 Oct 2024 05:50:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71353 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi juara 3 Kompetisi Esai se-Jawa pada ajang ECA Festival 2024. Ketiga mahasiswa tersebut terdiri atas Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai ketua tim, Bangkit Setiyoko dan Anjeli Astriani sebagai anggota. Dalam kompetisi ECA Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas […]

Artikel Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi juara 3 Kompetisi Esai se-Jawa pada ajang ECA Festival 2024. Ketiga mahasiswa tersebut terdiri atas Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai ketua tim, Bangkit Setiyoko dan Anjeli Astriani sebagai anggota.

Dalam kompetisi ECA Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Tim mahasiswa Fakultas Peternakan UGM mendapat bimbingan dari Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM. Kompetisi berlangsung pada Agustus 2024, dan pemberian penghargaan baru dilakukan di hari Sabtu, 28 September 2024.

Dini Aruni menjelaskan kompetisi tersebut mengambil tema Optimalisasi Peran Sektor Peternakan Menuju Indonesia Emas 2045. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya praktik peternakan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi modern.

”ECA Festival 2024 menyelenggarakan beberapa cabang lomba, termasuk esai dan poster dengan tujuan menyediakan platform bagi mahasiswa peternakan untuk mengembangkan ide-ide inovatif. Peserta didorong untuk mengeksplorasi berbagai aspek peternakan berkelanjutan, mulai dari nutrisi dan pakan ternak, teknologi produksi ternak, sosial ekonomi peternakan, hingga inovasi teknologi,”kata Dini, Selasa (8/10).

Dalam esai mereka, tim mahasiswa Fapet UGM menyajikan gagasan inovatif tentang pengembangan sistem peternakan berkelanjutan yang mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. Fokus utama mereka adalah penerapan Ai dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak, memantau kesehatan hewan, serta memastikan kesejahteraan ternak dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan.

Sebagai dosen pembimbing, Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM, banyak memberikan arahan tentang pentingnya inovasi dalam sektor peternakan. Ia berharap teknologi digital yang mereka usulkan diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan permintaan produk ternak yang semakin meningkat. ”Prestasi ini juga menegaskan komitmen mereka untuk terus berinovasi dan mengembangkan sistem peternakan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan,”terang Galuh.

Reportase : Satria/Humas Fapet

Penulis.     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/feed/ 0
Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/#respond Wed, 18 Sep 2024 08:05:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70671 Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Bangkit Setiyoko, berhasil meraih penghargaan gold medal dalam kategori lomba esai judul paling kreatif. Penghargaan ini diterimanya saat berlangsung kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia 2024 yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ISMAPETI ke-41 di Universitas Islam Malang, Jawa Timur, 1-5 September lalu. Bangkit berhasil meraih penghargaan itu melalui […]

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Bangkit Setiyoko, berhasil meraih penghargaan gold medal dalam kategori lomba esai judul paling kreatif. Penghargaan ini diterimanya saat berlangsung kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia 2024 yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ISMAPETI ke-41 di Universitas Islam Malang, Jawa Timur, 1-5 September lalu.

Bangkit berhasil meraih penghargaan itu melalui esainya yang berjudul “NutrisionCheck: Inovasi Pemantauan Kualitas Pakan Ternak Secara Instan Berbasis Near-Infrared, Artificial Intelligence, dan IoT untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”. Melalui karyanya, ia memanfaatkan teknologi untuk membawa perubahan positif dalam sektor peternakan, serta menciptakan dampak sosial yang signifikan dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional. “Di esai tersebut, saya menuangkan ide mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengembangan diri guna mencapai visi dan kemajuan industri peternakan yang diharapkan di era Society 5.0,”kata Bangkit, Rabu (18/9).

Ia menjelaskan bagaimana teknologi yang berkembang dapat menjadi tonggak penting dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Esai yang ditulisnya dengan gaya bahasa ringan dan lugas menguraikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk menjadi agen perubahan efektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim khususnya di bidang peternakan. “Keberhasilan saya ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi diri saya sendiri, tetapi juga keluarga dan universitas,” tuturnya.

Bangkit menambahkan Universitas Islam Malang sebagai penyelenggara turut merasa bangga memiliki peserta yang menunjukkan komitmen dan pemikiran mendalam dalam merespons tantangan industri peternakan saat ini. Dengan prestasi ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya untuk berpartisipasi dalam kompetisi serupa dan terus mengembangkan diri.

Dengan pencapaian ini, Bangkit Setiyoko tidak hanya membawa nama baik Fapet UGM, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berinovasi dalam bidang peternakan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara Lomba Esai di Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-lomba-esai-di-temu-ilmiah-mahasiswa-peternakan-indonesia/feed/ 0
CoolNest, Alat Pencegah Heat Stress Ayam Broiler Besutan Mahasiswa UGM https://ugm.ac.id/id/berita/coolnest-alat-pencegah-heat-stress-ayam-broiler-besutan-mahasiswa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/coolnest-alat-pencegah-heat-stress-ayam-broiler-besutan-mahasiswa-ugm/#respond Wed, 18 Sep 2024 05:26:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70665 Permintaan daging ayam yang terus meningkat setiap tahun menjadikan peternakan ayam broiler sebagai salah satu sektor industri potensial di Indonesia. Tingginya konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan didukung dengan pertumbuhan populasi yang stabil membuat industri ini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan bagi para pelaku usaha di bidang peternakan. Meski begitu, industri peternakan ayam di […]

Artikel CoolNest, Alat Pencegah Heat Stress Ayam Broiler Besutan Mahasiswa UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Permintaan daging ayam yang terus meningkat setiap tahun menjadikan peternakan ayam broiler sebagai salah satu sektor industri potensial di Indonesia. Tingginya konsumsi masyarakat terhadap daging ayam dan didukung dengan pertumbuhan populasi yang stabil membuat industri ini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan bagi para pelaku usaha di bidang peternakan.

Meski begitu, industri peternakan ayam di Indonesia tidak lepas dari tantangan, salah satunya adalah kondisi iklim tropis dengan suhu lingkungan yang cenderung tinggi. Suhu yang panas dapat menyebabkan heat stress pada ayam sehingga berdampak negatif pada produktivitas ternak.

“Ayam yang mengalami heat stress seringkali mengalami penurunan nafsu makan, pertumbuhan yang terhambat, bahkan risiko kematian. Hal ini tentu saja mempengaruhi hasil produksi dan mengurangi keuntungan peternak”, ujar Levia Arkananta Sarjono, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Fakultas Peternakan UGM, Rabu (18/9).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, katanya, diperlukan inovasi yang dapat membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ayam meski dalam kondisi suhu tinggi. Salah satu inovasi yang mungkin bisa dikembangkan adalah membuat alat untuk pengaturan suhu dan kelembaban yang lebih baik.

Untuk itu, ia bersama mahasiswa UGM lainnya yang tergabung dalam Tim PKM-PI membuat CoolNest sebagai solusi inovatif. CoolNest dirancang untuk mencegah heat stress dengan menciptakan lingkungan kandang yang lebih optimal, melalui pengaturan suhu dan kelembaban yang lebih baik. “Dengan alat ini maka ayam dapat tumbuh dengan lebih optimal sesuai potensi genetiknya, sekaligus menjaga produktivitas tetap tinggi,” terang Levia.

Tim PKM-PI Universitas Gadjah Mada yang dibimbing oleh Dr. Danang Lelono, S. Si., M. T., dengan ketua tim Widha Rizqika Prasetya (Elektronika dan Instrumentasi) beranggotakan Levia Arkananta Sarjono, Arsyta Notari Lifty Azuhra (Ilmu dan Industri Peternakan), Heva Adlli Wijaya (Elektronika dan Instrumentasi), dan Ilyasa Ihsan Yasin (Teknik Mesin). Mereka berlima berhasil menciptakan inovasi alat yang dinamakan CoolNest: Smart Sprinkle berbasis Internet of Things Pencegah Heat Stress pada Ayam. Dalam perancangannya, kami dari Tim CoolNest telah melakukan kunjungan ke mitra dan studi literatur mengenai komponen alat. Pemrograman pada alat juga dilakukan setelah perancangan alat selesai sehingga dapat terintegrasi dengan Internet of Things (IoT)”, ungkap Rizqika Prasetya, selaku ketua Tim PKM-PI UGM.

Rizqika Prasetya menjelaskan CoolNest terdiri dari 4 komponen utama yaitu slave, master, sprinkle, dan aplikasi mobile. Slave akan mendeteksi kelembaban, suhu, dan kadar ammonia di dalam kandang. Data yang terbaca akan dikirimkan ke database dan dapat diakses melalui aplikasi mobile. “Ketika suhu di dalam kandang tinggi, sprinkle akan menyala sehingga suhu dalam kandang kembali normal. Aplikasi mobile berfungsi untuk memudahkan peternak dalam memantau lingkungan di dalam kandang sehingga manajemen pemeliharaan berjalan maksimal,”katanya.

Arsyta Notari Lifty Azuhra mengungkapkan bila alat CoolNest ini telah diterapkan pada kandang mitra yaitu salah satu peternak di Kebupaten Sleman. Dari praktik yang dilakukan, CoolNest berhasil meningkatkan produktivitas pada kandang mitra. “Data yang terdeteksi pada kandang seperti suhu, kelembaban, dan kadar amonia telah cukup akurat,” ucap Arsyta.

“Dengan adanya CoolNest, peternak dapat mengetahui kondisi kandang secara efisien sehingga peternak mampu meminimalkan hambatan dalam masa pemeliharaan,” sambung Arsyta.

Karya inovasi CoolNest dibuat oleh tim mahasiswa ini memiliki sejumlah keunggulan, selain mampu bekerja secara otomatis, data dari CoolNest dapat tersaji secara real time namun juga mampu mengatur kondisi kandang sesuai kebutuhan ayam.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel CoolNest, Alat Pencegah Heat Stress Ayam Broiler Besutan Mahasiswa UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/coolnest-alat-pencegah-heat-stress-ayam-broiler-besutan-mahasiswa-ugm/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/#respond Wed, 07 Aug 2024 02:17:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68783 Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data National Geographic Indonesia tahun 2019 menyebut Indonesia menduduki urutan ke-enam sebagai negara yang mengalami penurunan biodiversitas tertinggi di dunia yang menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah anggrek langka Dendrobium capra J.J.Smith. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered atau terancam punah dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kurangnya perhatian terhadap anggrek ini menyebabkan Dendrobium capra mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan.

Meski mengalami penurunan, disisi yang lain terdapat satu populasi Dendrobium capra yang baru ditemukan berada di wilayah hutan produktif di Gunungkidul. Sebuah wilayah yang rawan terhadap intervensi manusia. Sejumlah mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE)  melakukan penelitian terkait keberadaan Dendrobium capra yang mulai langka ini. “Sekaligus ini new record karena baru ditemukan di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu”, ujar Akmal Bunyamin, di Fakultas Biologi UGM, Rabu (7/8).

Selaku ketua, Akmal menjelaskan bila Tim PKM-RE dalam penelitiannya melakukan  studi populasi anggrek Dendrobium capra sebagai upaya pemantauan eksistensi anggrek ini di habitat aslinya. Tim ini juga melakukan konstruksi DNA barcoding pada spesies ini untuk memudahkan proses identifikasi. “Ini dikarenakan sulitnya membedakan antarspesies Dendrobium hanya dengan pengamatan morfologinya saja, karenanya kita juga menyediakan barcode sebagai identitas Dendrobium capra pada database”, terangnya.

Tim PKM-RE  yang kesemuanya mahasiswa Fakultas Biologi UGM ini menamakan diri mereka Tim PKM-RE D’caprangers. Selain Akmal Bunyamin (angkatan 2021), tim ini beranggotakan Syafira Nurul Aisya (angkatan 2021), Astrid Rayna Afandi (angkatan 2022), Nimas Sukma Puspita (angkatan 2022), dan Dary Saka Fitrady (angkatan 2023).

Tim PKM-RE D’caprangers mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc., dan tim dalam penelitiannya mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek RI.

Akmal Bunyamin mengatakan survei studi populasi anggrek ini dilakukan di hutan kecil yang berlokasi di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul yang berada pada ketinggian 192-211 mdpl yang tergolong sebagai dataran rendah. Pada populasi tersebut, ditemukan sebanyak 103 individu Dendrobium capra yang hidup secara epifit menempel pada pohon mahoni (Swietenia sp.) dan pohon jambu air (Syzygium sp.).

Dengan dilakukannya penelitian ini, kata Akmal, anggrek Dendrobium capra dapat diselamatkan dari ancaman kepunahan dengan memantau kondisi di habitat alaminya. “Data ini juga dapat digunakan untuk menyusun strategi konservasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Akmal menambahkan bila produk barcode dapat disetorkan ke basis data genetik publik seperti The National Center for Biotechnology Information (NCBI) sebagai identitas resmi Dendrobium capra secara molekuler. Hal ini penting dilakukan karena sekuens tersebut belum tersedia dalam database dan diperlukan untuk memudahkan proses identifikasi Dendrobium capra yang semakin langka. “Kita berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya dalam melestarikan biodiversitas Indonesia khususnya anggrek Dendrobium capra sebagai salah satu puspa pesona Indonesia agar tidak mengalami kepunahan”, imbuhnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Trubus

Artikel Tim Mahasiswa UGM Selamatkan Anggrek Langka Dendrobium capra J.J.Smith di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-selamatkan-anggrek-langka-dendrobium-capra-j-j-smith-di-gunungkidul/feed/ 0