kolaborasi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kolaborasi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 13 Sep 2024 08:40:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kolaborasi Sekolah Vokasi dan Industri Persempit Gap Kompetensi SDM https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-sekolah-vokasi-dan-industri-persempit-gap-kompetensi-sdm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-sekolah-vokasi-dan-industri-persempit-gap-kompetensi-sdm/#respond Fri, 13 Sep 2024 08:40:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70586 Kesenjangan antara sistem pendidikan dan industri masih sangat tinggi. Pasalnya, kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh industri masih belum dapat dipenuhi oleh sistem pembelajaran di Indonesia. Di titik inilah sekolah-sekolah vokasi dibentuk untuk mendekatkan gap tersebut. Disamping itu, pelaku industri juga masuk ke dunia pendidikan vokasi untuk mendukung pembangunan kompetensi sumber daya manusia yang siap kerja. […]

Artikel Kolaborasi Sekolah Vokasi dan Industri Persempit Gap Kompetensi SDM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kesenjangan antara sistem pendidikan dan industri masih sangat tinggi. Pasalnya, kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh industri masih belum dapat dipenuhi oleh sistem pembelajaran di Indonesia. Di titik inilah sekolah-sekolah vokasi dibentuk untuk mendekatkan gap tersebut. Disamping itu, pelaku industri juga masuk ke dunia pendidikan vokasi untuk mendukung pembangunan kompetensi sumber daya manusia yang siap kerja. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik dan Partnership Gathering INOVOKASIA yang bertajuk “Vokasi untuk Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Hotel Tentrem Yogyakarta, Kamis (12/9).

Diskusi publik yang diselenggarakan Sekolah Vokasi UGM dan UNY menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Garin Nugroho selaku sutradara dan Direktur Artistik Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Adi Nuryanto, S.T., M.T., selaku Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek RI dan Timothius Apriyanto selaku Sekretaris Kamar Dagang Indonesia (KADIN) DIY.

Garin memberikan pandangannya soal pendidikan vokasi dan industri dari sudut pandang seorang seniman dan budayawan. Menurutnya, masih banyak pekerjaan di Indonesia yang bersifat low skill sehingga sulit bersaing dengan karya-karya seni dari negara lain. Ia juga menyinggung bagaimana Amerika Serikat membuat pelatihan keterampilan besar-besaran mulai dari jenjang SD sampai SMA. “Agar kita bisa mencapai titik high skill, dasarnya adalah karakter, pendidikan, dan pelatihan,” ujar Garin.

Adi Nuryanto mengungkapkan saat ini terdapat gap antara sistem pendidikan dan industri yang disebabkan kompetensi SDM yang dibutuhkan oleh industri masih belum dapat dipenuhi oleh sistem pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia. “Di titik inilah sekolah-sekolah vokasi dibentuk untuk mendekatkan gap tersebut,” katanya.

Sementara Timothius menilai pendidikan vokasi juga memperhatikan perubahan transformasi industri digital karena perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) berpotensi menyebabkan 14 juta orang kehilangan pekerjaannya dan diprediksi akan semakin banyak pekerja yang terdampak. “Dibutuhkan transformasi dari industri yang bersifat low cost menjadi industri yang berbasis kreativitas,” paparnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., dalam sambutannya mengatakan pendidikan vokasi berperan penting dalam mendorong kemajuan industri di tanah air. Wening mengapresiasi komitmen mitra industri selama ini berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi UGM dalam mendukung kompetensi lulusan SDM yang betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri. “Kolaborasi antara vokasi dan industri ini menjadi fondasi kuat terciptanya Indonesia Emas 2045,” ucap Wening.

Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, turut hadir dalam acara ini memberikan keynote speech terkait pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam transformasi industri 4.0 menuju industri 5.0. Menurutnya, untuk menghadapi tantangan revolusi menuju era pasca industri, sekolah-sekolah vokasi di DIY harus melakukan integrasi dan penguatan kemitraan. “Pelaku industri juga harus turut berpartisipasi karena peningkatan pekerja yang berkualitas juga akan berpengaruh pada industri itu sendiri,” ujar Beny.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kolaborasi Sekolah Vokasi dan Industri Persempit Gap Kompetensi SDM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kolaborasi-sekolah-vokasi-dan-industri-persempit-gap-kompetensi-sdm/feed/ 0
UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/#respond Mon, 02 Sep 2024 14:36:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70216 Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nasional Singapura (NUS) sepakat berkolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian yang inovatif dalam rangka mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan teknologi di kedua negara. Selain itu, kedua universitas sepakat menyukseskan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dengan mendorong konsep pembangunan kota berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh […]

Artikel UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nasional Singapura (NUS) sepakat berkolaborasi di bidang pendidikan dan penelitian yang inovatif dalam rangka mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, dan teknologi di kedua negara. Selain itu, kedua universitas sepakat menyukseskan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dengan mendorong konsep pembangunan kota berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., kepada wartawan di Balai Senat UGM, Senin (02/09) usai menerima kunjungan President NUS. Ova menuturkan bahwa kolaborasi antara UGM dan NUS telah mencapai tahap diskusi ahli dan penyusunan proposal dari kedua pihak.

Ova mengatakan  UGM dan NUS bersama-sama terlah berhasil mempertemukan para pakar dan akademisi antardisiplin dari kedua universitas terkemuka untuk membahas dan merumuskan agenda penelitian dan akademik untuk mengembangkan kota yang modern dan berkelanjutan. “Dengan berfokus pada keberlanjutan pembangunan dan pengelolaan IKN, kita ingin mensinergikan kebijakan pemerintah dengan inovasi akademis dan solusi praktis, guna memastikan kelancaran pembangunan IKN yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan inklusivitas,” kata Rektor.

Kolaborasi ini menurut Rektor diharapkan bisa berkontribusi dalam mengatasi tantangan akuisisi pengetahuan dan kebijakan dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan, khususnya menuju keseimbangan antara pembangunan dan konservasi. Pasalnya, pembangunan IKN perlu mencakup program pemulihan keanekaragaman hayati sebagai landasan penting untuk membangun regulasi iklim.

Beberapa riset kolaborasi yang akan dilakukan meliputi mengatasi dampak pembangunan di masa depan dengan meningkatkan kualitas udara, pengelolaan air, dan perbaikan iklim mikro di Ibu Kota Nusantara. Peningkatan kualitas lingkungan akan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meliputi kesehatan dan pendidikan, dan mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih kuat. “Hal ini, pada gilirannya, akan berkontribusi dalam mengembangkan kota yang berkelanjutan di masa depan, termasuk ketahanan panas di antara masyarakat,” terangnya.

Selain memberi masukan pada pengembangan IKN, UGM dan NUS juga sepakat memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara para ahli dari universitas dan pejabat pemerintah. Disamping mendorong inovasi dan penelitian terkait dengan pembangunan dan pengelolaan kota baru dengan memanfaatkan sumber daya akademis dan teknologi.

Menurutnya kolaborasi ini akan lebih mengedepankan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan isu lingkungan. Ova mengatakan bahwa UGM mengusung konsep restorasi dan reforestasi lingkungan di kawasan IKN. “Setelah itu sudah berjalan, kita akan lanjut ke tahap riset selanjutnya,” tutur Ova.

Presiden NUS, Prof. Tan Eng Chye, mengaku senang dapat bekerja sama dengan UGM. Menurutnya, salah satu topik yang menjadi penelitian antara UGM dan NUS adalah topik tentang penanganan perubahan iklim dan solusinya. Terlebih lagi, Tan merasa terhormat bahwa NUS dilibatkan dalam proses penelitian untuk pembangunan IKN. “Kami berharap bisa berkolaborasi dengan UGM untuk mengetahui bagaimana dua perspektif dapat membantu mempertegas apa yang sudah kita semua usahakan,” ucap Tan.

Tan Eng Chye memaparkan lebih lanjut mengenai kolaborasi antara UGM dan NUS. Terdapat sedikitnya lima pakar dari NUS yang akan bekerja sama dengan Fakultas Geografi UGM untuk mencari solusi terkait perubahan iklim regional dan global. Selain itu, NUS akan memanfaatkan program mereka, NUS Cities, untuk memecahkan masalah urbanisasi yang akan dihadapi oleh IKN. “Kami harap penelitian bersama ini dapat bermanfaat bagi IKN,” ujar Tan.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM dan NUS Siap Kolaborasi Sukseskan Proyek IKN sebagai Kota Modern dan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-nus-siap-kolaborasi-sukseskan-proyek-ikn-sebagai-kota-modern-dan-berkelanjutan/feed/ 0
UGM dan NTU Buka Peluang Kerja Sama Peningkatan Relasi dengan Industri https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ntu-buka-peluang-kerja-sama-peningkatan-relasi-dengan-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ntu-buka-peluang-kerja-sama-peningkatan-relasi-dengan-industri/#respond Wed, 29 May 2024 10:02:19 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-dan-ntu-buka-peluang-kerja-sama-peningkatan-relasi-dengan-industri/ Universitas Gadjah Mada dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura,  membuka peluang kerja sama dalam meningkatkan peran universitas sebagai pusat inovasi dan riset yang berkolaborasi dengan dunia industri. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara  Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, Prof. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak, dengan Wakil Rektor Urusan Industri NTU, Prof. Lam […]

Artikel UGM dan NTU Buka Peluang Kerja Sama Peningkatan Relasi dengan Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Nanyang Technological University (NTU), Singapura,  membuka peluang kerja sama dalam meningkatkan peran universitas sebagai pusat inovasi dan riset yang berkolaborasi dengan dunia industri. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara  Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan UGM, Prof. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak, dengan Wakil Rektor Urusan Industri NTU, Prof. Lam Khin Yong, Rabu (29/5) di ruang pimpinan Gedung Pusat UGM.

Supriyadi mengatakan bahwa UGM dan NTU membuka kerja sama dalam bidang pengembangan teknologi kedokteran terapan dengan antara sekolah Kedokteran NTU dengan FK-KMK UGM dan Sekolah Vokasi UGM. “Kerja sama di bidang kedokteran terapan kita akan melibatkan Sekolah Vokasi dan FK-KMK UGM,” kata Supriyadi.

Melalui kunjungan tersebut, kata Supriyadi, kedua belah pihak juga sepakat untuk kerja sama pertukaran staf dalam rangka pengembangan kompetensi staf dalam mendukung kegiatan riset para peneliti. “NTU dikenal sangat bagus dalam  pengembangan staf dalam mensupport riset. Kita akan melatih tenaga kependidikan sehingga  memiliki kemampuan mendukung dosen yang melakukan riset,” katanya.

Tidak hanya itu, UGM dan NTU juga akan berbagi pengalaman terkait pengembangan kapasitas membangun kerja sama dengan dunia industri. “Mereka punya pengalaman dalam membangun kerja sama dengan industri besar. Kita akan coba bangun kerja bagaimana industri ini bisa mendukung keberadaan GIK UGM,”  paparnya.

Lam Khin Yong menyampaikan keterlibatan NTU dengan mitra industri memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Kerja sama tersebut menurutnya membuka peluang untuk mengkomersialisasikan hasil penelitian. “Melalui kemitraan dengan industri, kami melakukan komersialisasi hasil penelitian, menciptakan manfaat ekonomi, dan dampak sosial di Singapura, serta pengembangan keterampilan, kewirausahaan, dan menciptakan banyak peluang kerja,” paparnya.

Ketua Senat Akademik UGM Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., mengatakan Industri saat ini membutuhkan inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.  Menurutnya kampus memiliki peran untuk menghasilkan produk riset yang dibutuhkan industri.

Anggota Senat Akademik (SA) UGM Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., mengatakan UGM dan NTU sebelumnya memiliki kerja sama program yang dinamakan INSPIRASI yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ruang lingkup program INSPIRASI adalah penelitian terkait renewable energy, circular economy, smart cities, dan eco campus. Menurutnya, lewat kerja sama ini UGM dapat memanfaatkan jaringan dan kapasitasnya untuk mempromosikan penelitian dan inovasi ke tingkat global, membuka lebih banyak peluang kerja sama, serta meningkatkan visibilitas dan pengaruh di kancah internasional.

Dewan Pembina INSPIRASI dari Singapura, Zainul Abidin Rasheed, menyebutkan bahwa kerja sama lewat program INSPIRASI ini tidak hanya dapat memelihara visi dari perguruan tinggi masing-masing namun mampu memahami kultur akademik. “INSPIRASI lebih dari membahas tentang teknologi, tetapi tentang memahami budaya manusia satu sama lain,” ujarnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel UGM dan NTU Buka Peluang Kerja Sama Peningkatan Relasi dengan Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-ntu-buka-peluang-kerja-sama-peningkatan-relasi-dengan-industri/feed/ 0
Dosen DTNTF UGM Kunjungi Queen Mary University of London Bahas Kolaborasi Riset https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-dtntf-ugm-kunjungi-queen-mary-university-of-london-bahas-kolaborasi-riset/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-dtntf-ugm-kunjungi-queen-mary-university-of-london-bahas-kolaborasi-riset/#respond Sat, 30 Mar 2024 07:16:31 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-dtntf-ugm-kunjungi-queen-mary-university-of-london-bahas-kolaborasi-riset/ Dua dosen dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) UGM yakni Dr. Ayodya Tenggara dan Dr. Rachmawan Budiarto, melakukan kunjungan kerja ke Queen Mary University of London (QMUL), pada 25 Maret 2024. Kunjungan ini dilakukan untuk menghadiri acara workshop penelitian bertajuk “QMUL AERG – UGM NEEP Research Workshop”, dimana dalam acara tersebut juga dibahas […]

Artikel Dosen DTNTF UGM Kunjungi Queen Mary University of London Bahas Kolaborasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua dosen dari Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) UGM yakni Dr. Ayodya Tenggara dan Dr. Rachmawan Budiarto, melakukan kunjungan kerja ke Queen Mary University of London (QMUL), pada 25 Maret 2024. Kunjungan ini dilakukan untuk menghadiri acara workshop penelitian bertajuk “QMUL AERG – UGM NEEP Research Workshop”, dimana dalam acara tersebut juga dibahas mengenai rencana kolaborasi riset antara UGM dan QMUL di masa mendatang. Acara yang berlangsung di Robin Brook Centre (RBC), QMUL tersebut dihadiri oleh peserta yang berasal dari delegasi UGM serta sejumlah dosen dan PhD student dari QMUL.

Acara workshop dibagi menjadi 4 sesi, dimana di tiap sesi terdapat sejumlah pembicara dengan topik presentasi yang berbeda-beda. Acara dibuka pada pukul 09.10 dengan opening remarks dari Dr. Saejune Park selaku perwakilan dari QMUL serta Dr. Ayodya Tenggara selaku perwakilan dari UGM, sebelum kemudian dilanjutkan dengan presentasi sesi 1. Pada sesi 1 ini, dibuka dengan pemaparan dari Dr. Saejune Park yang mewakili Prof. Akram Alomainy selaku akademisi QMUL dan juga ketua dari AERG (Antennas and Electromagnetics Research Group), dengan topik bertajuk “Antennas & EM Research and Innovation from Body-centric Wearable Technologies to AI-based Microwave and Materials Engineering”. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Rachmawan BudiartDTNFo dengan topik bertajuk “A Comprehensive Approach to Develop the Sustainable Energy System in Indonesia”. Setelah itu, pemaparan disampaikan oleh Ms. Mojan Omidvar, salah satu PhD student dari QMUL, dengan topik bertajuk “Accelerated Discovery of Ferroelectric Materials for Microwave Technologies”. Terakhir, presentasi sesi 1 ditutup oleh pemaparan dari Dr. Ayodya Tenggara dengan topik terkait “The Development of Innovative Approaches for Bio-Sensing by Optical and THz Metamaterials”.

Kemudian pada sesi 2, presentasi dibuka dengan pemaparan dari Dr. Riccardo Degl’Innocenti yang merupakan salah satu akademisi QMUL, dengan topik bertajuk “Graphene Integrated Devices for THz Beam Modulation and Detection”. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Mr. Toshan Wickramanayake, salah satu PhD student dari QMUL, dengan topik bertajuk “Physics-based Battery Models: The Potential and the Challenges”. Presentasi berikutnya yakni dari Dr. Changjae Oh (akademisi QMUL) dengan topik bertajuk “Vision-based Robot Perception and Action”, dilanjutkan oleh Mr. Muhammad Qamar (PhD student QMUL) dengan topik presentasi terkait “Multi-scale EM-based Wireless Capsule Endoscopy”. Terakhir, pemaparan dari Dr. Saejune Park dengan topik bertajuk “Free-space and On-chip THz Metamaterial: Biosensing and Other Applications”.

Pada sesi 3, diawali dengan pemaparan dari Dr. Kamyar Mehran dengan topik bertajuk “Research Activities with Real-time Control and Systems Laboratory”. Dilanjutkan oleh Dr. Jin Zhang (akademisi QMUL) dengan topik presentasi yakni “Microwave Enabling Nuclear Fusion for Cleaner Future: Applications of High Power Micro/mm Waves in Nuclear Fusion Power Generation”. Pemaparan berikutnya yakni dari Dr. Young-Ok Cha (QMUL PDRA) dengan topik terkait “Antennas and Electromagnetics Research via Natural Language Processing”. Berikutnya ada Dr. James Kelly (akademisi QMUL)  yang memaparkan terkait “Reconfigurable High Frequency Electronics”. Sesi 3 ditutup dengan pemaparan dari Mr. Abdullah Shawier (PhD student QMUL) dengan topik presentasi bertajuk “A Digital Twin Approach for Loss Minimisation of the Permanent Magnet Synchronous Generators”.

Adapun pada sesi 4 dibuka dengan pemaparan dari Ms. Kexin Li (PhD student QMUL) dengan topik bertajuk “Reconfigurable Impedance Matching Circuit”, dan dilanjutkan oleh Dr. Elif Dogu (QMUL PDRA) yang memaparkan terkait “Smart sensors for a wearable-free and contactless virtual ward at home”. Sebagai penutup acara, pada sesi 4 ini juga terdapat closing remarks dari Dr. Saejune Park serta Dr. Rachmawan Budiarto. Rangkaian acara workshop ini berakhir pada pukul 16.50 sore, dan dilanjutkan dengan agenda makan malam bersama Dr. Saejune Park, Dr. Ayodya Tenggara, Dr. Rachmawan Budiarto, dan dua mahasiswa doktoral, yaitu Mr. Jerry Liu dan Mr. Rashel Kabir.

Sebelumnya, Dr, Saejune Park dari QMUL juga sempat melakukan kunjungan serupa ke UGM pada 13 Maret 2024, untuk mengisi kuliah umum serta workshop di Fakultas Teknik UGM. Dalam kunjungannya tersebut, Dr. Saejune Park menyambut baik rencana kolaborasi yang ditawarkan oleh UGM. Kunjungan balasan yang dilakukan oleh dosen UGM ke QMUL kali ini tidak hanya untuk berbagi pengetahuan dan ide semata, akan tetapi juga sekaligus untuk membangun potensi kerja sama lebih lanjut antara 2 institusi tersebut.

 

Sumber: Direktorat Kemitraan dan Relasi Global

Artikel Dosen DTNTF UGM Kunjungi Queen Mary University of London Bahas Kolaborasi Riset pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-dtntf-ugm-kunjungi-queen-mary-university-of-london-bahas-kolaborasi-riset/feed/ 0
UGM Tambah Deretan Panjang Penghargaan Kehumasan di PRIA 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-deretan-panjang-penghargaan-kehumasan-di-pria-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-deretan-panjang-penghargaan-kehumasan-di-pria-2024/#respond Fri, 08 Mar 2024 05:20:51 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-tambah-deretan-panjang-penghargaan-kehumasan-di-pria-2024/ Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berhasil menambah deretan panjang penghargaan kehumasan di ajang The 9th Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2024 yang dilaksanakan pada Kamis (7/3) di Denpasar, Bali. Tahun ini, UGM sukses membawa pulang Silver Winner dari Sub Kategori Community Based Development (Kategori Program Komunikasi CSR) dengan judul Pemberdayaan Masyarakat dengan Pemanfaatan Komoditas Lokal […]

Artikel UGM Tambah Deretan Panjang Penghargaan Kehumasan di PRIA 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berhasil menambah deretan panjang penghargaan kehumasan di ajang The 9th Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2024 yang dilaksanakan pada Kamis (7/3) di Denpasar, Bali.

Tahun ini, UGM sukses membawa pulang Silver Winner dari Sub Kategori Community Based Development (Kategori Program Komunikasi CSR) dengan judul Pemberdayaan Masyarakat dengan Pemanfaatan Komoditas Lokal (Buah Naga) di Kabupaten Banyuwangi untuk Menangani Stunting. Lalu, penghargaan Bronze Winner diperoleh pada Sub Kategori Media Sosial TikTok (Kategori Kanal Digital).

Sekretaris Universitas, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang berhasil diraih oleh UGM. Menurutnya capaian ini dapat meningkatkan semangat kinerja tim kehumasan Sekretariat Universitas untuk terus menyusun agenda publikasi berbagai kegiatan, prestasi, riset, dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas UGM.

“Kita bersyukur atas penghargaan yang kembali diraih oleh UGM pada bidang kehumasan. Tentu pencapaian ini adalah hasil kerja keras dari semua pihak yang terlibat,”tuturnya, Jumat (8/3).

Sandi mengatakan bahwa saat ini banyak tantangan dan tren yang berkembang dengan cepat di dunia kehumasan. Oleh sebab itu, tim kehumasan UGM diharapkan mampu bekerja cermat dalam menyusun strategi dan dapat mengukur dampak pada setiap agenda yang dijalankan.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan bahwa UGM memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi dan mendorong penerapan tujuan SDGs. Hal tersebut juga diimplementasikan pada setiap program kehumasan yang dijalankan melalui kolaborasi lintas unit kerja serta kerja sama yang baik dengan seluruh sivitas UGM.

“Pada era digitalisasi saat ini, UGM juga terus meningkatkan aktivasi pada berbagai kanal media untuk memperluas jangkauan publikasi di level nasional dan internasional,” terangnya.

PRIA merupakan kompetisi yang diselenggarakan untuk mengapresiasi kinerja kehumasan dari korporasi, BUMN, BUMD, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pada kompetisi tahun ini yang mengangkat tema Komunikasi Yang Menginspirasi Peradaban diikuti sebanyak 219 korporasi dan instansi pemerintah tingkat daerah dan nasional dengan total entri yang masuk berjumlah 629. Proses penjurian dan presentasi pada beberapa sub kategori berlangsung empat hari sejak 23-26 Januari 2024 secara bauran. Penilaian dilakukan oleh 16 juri dari kalangan praktisi kehumasan, jurnalis, dan akademisi. Aspek strategi komunikasi hingga pengukuran program yang telah dijalankan menjadi perhatian utama juri dalam melakukan penilaian terhadap setiap kategori yang dilombakan pada PRIA 2024.

Penulis: Ivanny; Editor: Ika

Artikel UGM Tambah Deretan Panjang Penghargaan Kehumasan di PRIA 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-deretan-panjang-penghargaan-kehumasan-di-pria-2024/feed/ 0
Guru Besar dari 21 PTN-BH di Indonesia Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-bh-di-indonesia-tingkatkan-kapasitas-kepemimpinan-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-bh-di-indonesia-tingkatkan-kapasitas-kepemimpinan-di-ugm/#respond Thu, 29 Feb 2024 08:58:48 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-dari-21-ptn-bh-di-indonesia-tingkatkan-kapasitas-kepemimpinan-di-ugm/ Puluhan guru besar dari 21  perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) di Indonesia berkumpul di UGM. Mereka mengikuti program peningkatan kapasitas kepemimpinan guru besar yang diselenggraakan oleh Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) pada 29 Februari hingga 3 Maret 2024. Tahun ini UGM dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan program The […]

Artikel Guru Besar dari 21 PTN-BH di Indonesia Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Puluhan guru besar dari 21  perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH) di Indonesia berkumpul di UGM. Mereka mengikuti program peningkatan kapasitas kepemimpinan guru besar yang diselenggraakan oleh Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) pada 29 Februari hingga 3 Maret 2024.

Tahun ini UGM dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan program The ALTITUDE (Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment).

Ketua MDGB PTNBH, Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta S.H., M.H., DFM., menjelaskan program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas para guru besar dalam kepemimpinan berbasis pengetahuan dan pengalaman bagi kemajuan dan kemuliaan bangsa. Selain itu juga sebagai wadah dalam mengembangkan model, media, dan modul pelatihan bagi pelatih (guru besar) yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat akademik.

“Model, modul, dan media pelatihan kepemimpinan The ALTITUDE ini akan dikembangkan sesuai karakter dan jati diri serta pola akademik di masing-masing perguruan tinggi MDGB PTNBH,”terangnya.

Selama pelatihan para guru besar berkesempatan untuk berbagi pengalaman terkait kepemimpinan berbasis akademik yang inofatif dan transformatif serta peran para guru besar dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Disamping itu, para guru besar juga melakukan diskusi dalam empat fokus utama yakni Ekosistem Budaya & Sosial, Teknologi & Sumberdaya Alam, Pertanian, Pangan & Kesehatan, dan Pendidikan & Tata Kelola.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa dinamika isu level nasional maupun global turut memberikan warna tersendiri bagi perkembangan PTNBH di Indonesia. Perkembangan teknologi global memungkinkan negara-negara saling berlomba-lomba memproduksi pengetahuan berbasis teknologi yang semakin terspesialisasi dan terdiversifikasi. “Kendati begitu masih ada pekerjaan rumah besar di tanah air yang berada di pundak perguruan tinggi sebagai riset dan develelopment center. Hal ini coba kita sambut bersama dan bergandengan tangan untuk memperbaiki hal itu,”tuturnya.

Ia mencontohkan di bidang ekonomi, indeks Economic Complexity Index (ECI) menunjukkan Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 131 negara terukur. Sedangkan di bidang inovasi, Indonesia menempati peringkat 61 dari 132 negara di Dunia. Rendahnya Indeks ECI ini merepresentasikan rendahnya jumlah inovasi di Indonesia

Melihat berbagai tantangan tersebut, lanjutnya, transformasi perguruan tinggi merupakan sebuah keniscayaan. PTN-BH terus beradaptasi dengan melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas program tridharma. Misalnya, di bidang pendidikan dengan peningkatan penggunaan teknologi (transformasi digital) pembelajaran. Lalu, di bidang penelitian, PTN-BH dituntut dapat mengubah cara berpikir tidak hanya mengembangkan riset dengan luar publikasi dan haki saja. Namun, dapat melakukan hilirisasi melalui kerja sama dengan industri, pemerintah, maupun negara lain. Sementara di bidang pengabdian masyarakat perlu adanya peningkatan capaian pendanaan abdimas maupun rekognisi di level nasional dan internasional.

“Saya menyabut baik kegiatan ini. Sebab, guru besar dalam hal ini memiliki mandat untuk menjaga kredibilitas keilmuan dan menyebarluaskan gagasan keilmuan unttuk mengurai persoalan bangsa sehingga diperlukan karakter kepemimpinan yang transformatif untuk mewujudkannya,”pungkasnya.

Sementara Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., menyampaikan dalam kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dalam pleno sharing session. Mereka adalah Sekretaris DGB UGM, Prof. Dr. M. Baiquni,menyampaikan soal Pengantar ALTITUDE (Kepemimpinan Transformatif), Ketua Senat Akademik, UGM Prof. Dr. Sulistiowati, SH, M.Hum terkait Kepemimpinan Akademik, Ketua DGB UI, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA., tentang Kepemimpinan Berjejaring Menakhodai MDGB PTNBH), Pengarah BNPB, Prof. Ir. Sarwidi MSCE, Ph.D. membahas Kepemimpinan Bangkit Dari Bencana/Tanggap & Tangguh.

Para guru besar juga nantinya berkesempatan untuk melakukan kajian lapangan di Borobudur dan berdiskusi dengan para arkeolog untuk mendapat pemahaman masa silam untuk meneguhkan pemahaman bahwa bangsa Indonesia mampu memimpin peradaban. Kajian lapangan dilaksanakan di Prambanan dan Ratu Boko. Di lokasi tersebut mereka akan melakukan kajian berdasar focus FGD dan merefleksikan untuk mengembangkan kepemimpinan masa kini dan masa depan.

Penulis: Ika

Foto: Firsto

Artikel Guru Besar dari 21 PTN-BH di Indonesia Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-bh-di-indonesia-tingkatkan-kapasitas-kepemimpinan-di-ugm/feed/ 0
Menyingkap Mozaik Kultural Wilayah Terluar Indonesia Lewat KKN Kolaborasi UGM di Pulau Enggano https://ugm.ac.id/id/berita/menyingkap-mozaik-kultural-wilayah-terluar-indonesia-lewat-kkn-kolaborasi-ugm-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/menyingkap-mozaik-kultural-wilayah-terluar-indonesia-lewat-kkn-kolaborasi-ugm-di-pulau-enggano/#respond Thu, 10 Aug 2023 06:55:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58294 UGM menyelenggarakan KKN Kolaborasi di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen UGM untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah yang sejalan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk menghapus kemiskinan. Adapun KKN mengangkat  tema Pemberdayaan Masyarakat Untuk Penguatan Ekonomi Lokal, Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Pelestarian Seni Budaya. KKN Kolaborasi dilaksanakan melalui […]

Artikel Menyingkap Mozaik Kultural Wilayah Terluar Indonesia Lewat KKN Kolaborasi UGM di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM menyelenggarakan KKN Kolaborasi di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen UGM untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah yang sejalan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk menghapus kemiskinan. Adapun KKN mengangkat  tema Pemberdayaan Masyarakat Untuk Penguatan Ekonomi Lokal, Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan dan Pelestarian Seni Budaya.

KKN Kolaborasi dilaksanakan melalui kerja sama antara Universitas Bengkulu (UNIB), Pemprov Bengkulu, Pemda Bengkulu Utara dan KAGAMA Pengurus Daerah Bengkulu. KKN kolaborasi diikuti oleh 30 mahasiswa UGM dan 35 mahasiswa UNIB sejak 23 Juni hingga 11 Agustus 2023. Ketigapuluh mahasiswa tersebut diterjunkan di enam desa di Kecamatan Enggano yaitu Desa Kahyapu, Kaana, Malakoni, Apoho, Meok dan Banjarsari.

DPL KKN PPM UGM di Pulau Enggano, Dr. Hatma Suryatmojo, menyatakan bahwa percepatan pembangunan harus dilakukan dengan sinergi dan kolaborasi multi pihak. Kolaborasi yang dijalankan bersama institusi pendidikan, pemerintah daerah, KAGAMA dan masyarakat.

“KKN Kolaborasi ini sebagai pengungkit untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam melestarikan seni budaya, produk-produk UMKM hingga potensi wisata alam yang berlimpah di Pulau Enggano. Dengan begitu nantinya bisa berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”paparnya dalam rilis yang diterima Kamis (10/8).

Hatma menyampaikan kehadiran mahasiswa KKN mendapatkan sambutan positif dari pemerintah provinsi Bengkulu dan masyarakat setempat. Hal tersebut terungkap saat kegaitan penyambutan mahasiswa KKN UGM saat tiba di Bengkulu. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di daerahnya. Lewat KKN kolaborasi di Pulau Enggano diharapkan dapat mempercepat pengembangan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat serta mengangkat potensi lokal.

Upaya untuk mengangkat dan mempromosikan berbagai potensi di Pulau Enggano diwujudkan dengan penyelenggaraan Festival Enggano pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2023. Dalam festival itu ditampilkan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya asli masyarakat Enggano dan produk-produk olahan pangan lokal dari 15 UMKM di Pulau Enggano.

Rektor UNIB, Dr. Retno Agustina Ekaputri, SE, M.Sc., yang hadir pada Festival Enggano mengapresiasi positif kegiatan KKN kolaborasi ini. Sebab, KKN kolaborasi ini menjadi sinergi antar institusi pendidikan tinggi dan sivitas akademikanya untuk semakin berkontribusi bagi pembangunan dan masyarakat.

Sementara Johansen, wakil perkumpulan adat Enggano (Pabuki), yang hadir bersama 5 ketua adat menyatakan kegembiraannya atas pelestarian seni dan budaya yang diangkat kembali oleh mahasiswa KKN kolaborasi.

Camat Enggano, Susanto, juga memiliki harapan yang sama agar Pulau Enggano sebagai wilayah terluar Indonesia lebih dikenal masyarakat dan mengangkat nilai ekonomi produk lokal dan wisata alamnya. Mewakili masyarakat Enggano ia berharap agar KKN Kolaborasi ini kedepan dapat hadir kembali di Pulau Enggano untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang sudah dirintis oleh mahasiswa pada periode ini.

KKN Kolaborasi UGM menjadi salah satu model unggulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa UGM. Kolaborasi, sinergi dan kerja sama multi pihak menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan KKN Kolaborasi.

Penulis: Ika

Foto: Dok tim KKN Pulau Enggano dan UNIB

Artikel Menyingkap Mozaik Kultural Wilayah Terluar Indonesia Lewat KKN Kolaborasi UGM di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menyingkap-mozaik-kultural-wilayah-terluar-indonesia-lewat-kkn-kolaborasi-ugm-di-pulau-enggano/feed/ 0