kolaborasi riset Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kolaborasi-riset/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 07 Feb 2025 05:13:08 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/ https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/#respond Fri, 07 Feb 2025 05:13:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75676 Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika […]

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Umumnya robot dibuat dari berbagai dari berbagai bahan seperti baja, aluminium karet, plastik atau kardus. Selanjutnya dipadu dengan berbagai komponen mikrokontroler dan sensor. Berbeda dengan yang satu ini, tim fakultas Biologi UGM dan universitas Edinburgh membuat robot dengan rangka asli seekor biawak. Kolaborasi ini menghasilkan necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana sebagai bahan pembelajaran di bidang sistematika hewan. Teknologi ini memadukan antara ilmu sains dan engineering, melalui kerja sama antar kedua universitas.

Penelitian ini digagas oleh Dosen Fakultas Biologi Dr. Eko Agus Suyono dengan Dosen Edinburgh University, Dr. Parvez Alam pada September tahun lalu. Ide tersebut bermula saat Parves Alam mengajak dua mahasiswanya yang tengah menempuh pendidikan master degree School of Engineering di University of Edinburgh yakni Leo Foulds dan Nadia Ditta untuk datang dan bekerja di Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM guna mempelajari kerangka reptil terutama biawak dan ular. “Saat itu dosen Biologi, Donan Satria Yudha,  memberikan informasi terkait cara bergerak reptil, taksonomi, dan anatomi reptil yang ada di Indonesia,” kata Eko dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (7/2).

Selama 2 minggu pertama, kata Eko, kedua tim berbagi tugas  dari mempelajari pergerakan biawak dengan merekam biawak dewasa hidup saat berjalan yang dilakukan oleh Dr. Pervez Alam. Selanjutnya, kedua tim mempelajari mekanika tulang biawak dan melakukan CT Scan rangka biawak untuk membuat cetakan rangkanya. “Selanjutnya rangka ini akan dipasang mesin robot saat kembali ke Edinburgh,” katanya

Pada pertengahan Januari 2025, Parvez menghubungi Eko Agus Suyono beserta Donan untuk menunjukkan video yang berisi rekaman cetakan rangka biawak yang dapat berjalan setelah dipasang mesin necrorobot. Pada akhir Januari 2025, Parvez kembali lagi ke Fakultas Biologi UGM untuk merangkai mesin robot tersebut di kerangka biawak asli. “Selama merangkai mesin robot pada rangka biawak asli, dibantu oleh Donan Satria Yudha, ia juga dibantu oleh Frans dari staf Museum Biologi serta beberapa mahasiswa,”katanya.

Saat merangkai mesin robot ke rangka biawak tersebut melibatkan Donan Satria Yudha, M.Sc. yang merupakan dosen Laboratorium Sistematika Hewan Beliau bersama FX Sugiyo Pranoto, S.Si. atau dari Museum Biologi UGM, dan beberapa mahasiswa seperti Rashif Naufal Andika, S.Si., Ananto Puradi Nainggolan, S.Si., Maula Haqul Dafa, S.Pd., Arkanniti Dibyawedha Adisajjana dan Afif Fatah Rizki.

Merangkai robot pada kerangka biawak asli menurut Eko tidaklah mudah. Parvez berhasil menyelesaikan dalam tiga hari hingga akhirnya berhasil menyusun necrorobot biawak yang dapat bergerak sederhana. Hasil ini sangat melegakan, mengingat perbedaan bahan, komposisi serta struktur antara cetakan dengan tulang aslinya. Necrorobot biawak tersebut selanjutnya dihibahkan oleh Parvez ke Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM, agar dapat menjadi pembelajaran baru bagi dosen dan para mahasiswa umumnya. “Bagi Fakultas Biologi kegiatan mempelajari dan merangkai necrorobot dari rangka biawak ini merupakan pengetahuan yang baru,” pungkasnya.

Penulis : Jelita Agustine

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Padukan Sains dan Teknologi, Tim UGM dan Edinburgh Bikin Robot dari Rangka Biawak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/padukan-sains-dan-teknologi-tim-ugm-dan-edinburgh-bikin-robot-dari-rangka-biawak/feed/ 0
FEB UGM dan RMIT Australia Jajaki Kerja Sama Riset dan Publikasi Bersama https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-dan-rmit-australia-jajaki-kerja-sama-riset-dan-publikasi-bersama/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-dan-rmit-australia-jajaki-kerja-sama-riset-dan-publikasi-bersama/#respond Tue, 22 Oct 2024 04:56:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71898 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melakukan penjajakan kerja sama di bidang riset dengan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia. Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat kunjungan RMIT ke FEB UGM,  Selasa (15/10) di Ruang Kertanegara, FEB UGM.  Dalam kunjungan ini, delegasi dari RMIT dipimpin oleh Prof. Yuli Suseno, Deputy Dean, […]

Artikel FEB UGM dan RMIT Australia Jajaki Kerja Sama Riset dan Publikasi Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) melakukan penjajakan kerja sama di bidang riset dengan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia. Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat kunjungan RMIT ke FEB UGM,  Selasa (15/10) di Ruang Kertanegara, FEB UGM. 

Dalam kunjungan ini, delegasi dari RMIT dipimpin oleh Prof. Yuli Suseno, Deputy Dean, Teaching and Learning, School of Management diterima langsung oleh Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D.

Gumilang Aryo Sahadewo, mengatakan kerja sama ini membuka pintu kolaborasi riset dan bidang lainnya di masa mendatang. “Saya berharap kunjungan kali ini dapat menjadi awal dari kerjasama-kerjasama yang lebih luas di masa depan, terutama untuk FEB UGM,” tuturnya, Selasa (15/10).

Gumilang mengatakan bahwa jumlah publikasi di FEB UGM mengalami peningkatan besar mencapai 25 persen dalam satu tahun terakhir. Oleh sebab itu, ia berharap melalui kunjungan RMIT ini menjadi ruang saling berbagi pengetahuan terkait penelitian terbaru dari masing-masing peneliti. “Melalui kunjungan ini harapannya juga dapat menjadi wadah bagi kita untuk saling belajar mengenai penelitian baru dari peneliti-peneliti kita,” ujar Gumilang.

Dalam kunjungan tersebut dilakukan penyampaian agenda dan gambaran penelitian umum dari RMIT, FEB UGM dan Sekolah Vokasi UGM. Ketiga institusi masing-masing menyampaikan gambaran umum penelitian yang mereka lakukan, kolaborasi dengan institusi lain, serta area penelitian yang mungkin bersinggungan. Salah satunya, penelitian dari FEB UGM dan RMIT yang memiliki fokus penelitian serupa, yaitu di bidang teknologi digital dan mata uang kripto. Selain itu, FEB UGM memperkenalkan konsentrasi baru Program Studi MM FEB UGM yaitu Sustainability Management yang baru diluncurkan semester ini.

Selanjutnya, terdapat sesi presentasi penelitian yang dibagi dalam dua panel. Panel pertama presentasi terkait bidang kewirausahaan digital serta manajemen pengetahuan dan manusia. Sementara pada panel kedua berfokus pada bidang pemasaran digital serta transformasi, teknologi, dan ekonomi digital. Setelah sesi presentasi penelitian, terdapat sesi diskusi forum dan tanya jawab seputar penelitian diikuti dengan networking session dan sandwich discussion.

Reportase : Najwah Ariella Puteri
Penulis : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Editor : Gusti Grehenson

Artikel FEB UGM dan RMIT Australia Jajaki Kerja Sama Riset dan Publikasi Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-dan-rmit-australia-jajaki-kerja-sama-riset-dan-publikasi-bersama/feed/ 0
UGM dan Doherty Institute Kerja Sama Kolaborasi Riset Genomik Patogen  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-doherty-institute-kerja-sama-kolaborasi-riset-genomik-patogen/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-doherty-institute-kerja-sama-kolaborasi-riset-genomik-patogen/#respond Thu, 15 Aug 2024 06:59:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69449 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada telah memulai langkah strategis dalam upaya pengembangan riset di bidang genomik patogen dengan menjalin kerja sama dengan Doherty Institute, sebuah lembaga riset terkemuka yang berbasis di Melbourne, Australia. Guru Besar bidang Ilmu Farmakologi dan Terapi FKKMK UGM Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm, PhD., menyampaikan […]

Artikel UGM dan Doherty Institute Kerja Sama Kolaborasi Riset Genomik Patogen  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada telah memulai langkah strategis dalam upaya pengembangan riset di bidang genomik patogen dengan menjalin kerja sama dengan Doherty Institute, sebuah lembaga riset terkemuka yang berbasis di Melbourne, Australia.

Guru Besar bidang Ilmu Farmakologi dan Terapi FKKMK UGM Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm, PhD., menyampaikan bahwa kerja sama ini difokuskan pada penelitian genetik dan genomik patogen yang menjadi penyebab berbagai penyakit. Menurutnya, kerja sama ini sangat penting dalam dalam pengadaan dan pengembangan alat diagnostik, obat-obatan, serta vaksin yang didasarkan pada penanda genetik atau genomik yang terdapat pada bakteri, virus, parasit atau jamur. “Dengan pengembangan itu, kita bisa mengetahui variasi dari penyakit patogen itu dan kita bisa memberikan solusinya,” ucap Jarir usai menerima kunjungan tim dari Doherty Institute, Selasa (13/8). Dalam kunjungan ini, diterima langsung oleh Sekretaris Universitas Dr. Andi Sandi dan Dekan FK-KMK Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D.

Jarir menjelaskan  genomik patogen merupakan bidang penelitian yang berfokus pada studi genetik dan genomik dari patogen seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Ia juga menambahkan bahwa tahap awal dari kerja sama ini akan dimulai pada penelitian terhadap empat patogen utama yang menjadi perhatian nasional, yaitu tuberkulosis, malaria, demam berdarah, dan tifoid. “Penelitian ini juga menjadi bagian dari program nasional. Melalui ini, kita juga dapat mengembangkan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi penyakit-penyakit tersebut,” imbuh Jarir.

Doherty institute, yang dikenal dengan Center of Pathogen Genomics, merupakan salah satu lembaga riset terbesar di belahan selatan dunia. Jarir juga menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki pusat genomik patogen yang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

“Mereka adalah institusi terbesar di belahan selatan dengan pusat penelitian yang menjadi rujukan dunia dalam studi patogen genomik. Sehingga mengapa saya mengajak mereka untuk berkolaborasi dengan kita karena kita membutuhkan pengembangan di bidang itu,” jelasnya.

Dr. Andi Sandi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan akan membuka peluang besar bagi UGM dalam mengembangkan teknologi medis yang berbasis pada riset genomik patogen. “Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap program nasional dalam mencegah penyakit,” pungkasnya.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM dan Doherty Institute Kerja Sama Kolaborasi Riset Genomik Patogen  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-doherty-institute-kerja-sama-kolaborasi-riset-genomik-patogen/feed/ 0
Dosen UGM Gandeng IATA Spanyol Riset Peptida Bioaktif dari Kolagen Alami https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-gandeng-iata-spanyol-riset-peptida-bioaktif-dari-kolagen-alami/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-gandeng-iata-spanyol-riset-peptida-bioaktif-dari-kolagen-alami/#respond Tue, 07 May 2024 06:55:45 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-ugm-gandeng-iata-spanyol-riset-peptida-bioaktif-dari-kolagen-alami/ Guru Besar bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM, menggandeng The Institute of Agrochemistry and Food Technology (IATA) Spanyol kerja sama riset dan publikasi untuk pengembangan peptida bioaktif dari protein Kolagen yang diisolasi dari ternak kambing sebagai suplemen kesehatan. Seperti diketahui IATA didirikan pada tahun 1966 dan […]

Artikel Dosen UGM Gandeng IATA Spanyol Riset Peptida Bioaktif dari Kolagen Alami pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM, menggandeng The Institute of Agrochemistry and Food Technology (IATA) Spanyol kerja sama riset dan publikasi untuk pengembangan peptida bioaktif dari protein Kolagen yang diisolasi dari ternak kambing sebagai suplemen kesehatan.

Seperti diketahui IATA didirikan pada tahun 1966 dan merupakan pusat penelitian dari Spanish National Research Council (CSIC). IATA berlokasi di Valencia, Spanyol, dan fokus pada penelitian di bidang agrokimia dan teknologi pangan yang juga aktif bekerja sama dengan banyak kampus.

Yuny menceritakan awal mula perjalanannya bisa bekerja sama dengan IATA Spanyol dimulai dari program Fakultas Peternakan UGM yang sering mengadakan kuliah tamu secara daring yang mengundang Fidel Toldrá, seorang peneliti di IATA yang saat ini memiliki 552 dokumen dengan h-indeks tertinggi yaitu 74 dan berfokus pada peptida bioaktif. Disanalah ia mencoba untuk mengambil inisiatif untuk mengajak bekerja sama. “Kami kemudian berkomunikasi dengan Fidel mengenai ilmu dan fasilitas penelitian yang ada di sana dan ternyata terdapat kecocokan pada penelitian kami yaitu terkait kolagen,” kata Yuny, Selasa (7/5) di Fakultas Peternakan UGM.

Soal riset yang saat ini ditekuninya, Yuny menjelaskan gelatin merupakan polipeptida yang diperoleh melalui hidrolisis kolagen yang merupakan kandungan terbesar pada kulit, tulang dan jaringan penghubung hewan. Ada pun kerja sama terkait pengembangan peptida bioaktif ini difokuskan pada kulit kambing dan domba yang diambil melalui isolasi gelatin dan kolagen. “Protein pada kulit ini yang nantinya akan menjadi peptida bioaktif atau yang biasa dipasarkan dengan nama oligopeptida,” ujarnya.

Kolagen adalah protein struktural yang penting dalam tubuh, terutama dalam pembentukan jaringan ikat, termasuk kulit. Yuny mengatakan bahwa dengan memanfaatkan sumber kolagen alami seperti kulit kambing dan domba, para peneliti dapat mengidentifikasi dan mengisolasi beberapa oligopeptida bioaktif yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan pada penelitian ini, terkhususnya untuk mengurangi resiko darah tinggi.

Menurut laporan dari Reportlinker Internasional, kata Yuny, produksi gelatin global diperkirakan akan mencapai 696,1 metrik ton pada tahun 2027 sementara ini Indonesia adalah negara pengimpor gelatin dan kolagen. Pada sisi yang lain 1,1 juta ekor pemotongan sapi di Indonesia pada tahun 2019 dan akan terus naik sesuai  Laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar 33.067 ton kulit atau perkiraan 3.300 ton gelatin. “Potensi tersebut cukup untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri,” kata Yuny.

Dari kerja sama riset internasional ini,   Yuny berharap, kerja sama ini dapat membawa UGM bisa diperhitungkan dalam kancah percaturan global dalam hal riset di bidang ketahanan pangan. “Jika kita sudah terbiasa bekerja sama secara internasional, maka tujuan mulia yang kita dapatkan salah satunya yaitu tidak merasa inferior di kancah internasional dan merupakan modal yang kuat bagi kita menuju Indonesia Maju yang kita cita-citakan,” harap Yuny.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Gandeng IATA Spanyol Riset Peptida Bioaktif dari Kolagen Alami pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-gandeng-iata-spanyol-riset-peptida-bioaktif-dari-kolagen-alami/feed/ 0