kkn Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kkn/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 08 Aug 2024 10:32:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Puspar UGM Temukan 126 Objek Wisata di Kabupaten Sikka Potensial Dikembangkan https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-temukan-126-objek-wisata-di-kabupaten-sikka-potensial-dikembangkan/ https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-temukan-126-objek-wisata-di-kabupaten-sikka-potensial-dikembangkan/#respond Thu, 08 Aug 2024 10:32:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69114 Pariwisata menjadi salah satu sektor potensial untuk menambah pendapatan masyarakat serta meningkatkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Agar maju dan setara dengan kabupaten lainnya maka salah satu strategi yang harus ditempuh Kabupaten Sikka adalah membangun sektor pariwisata. Hal itu mengemuka dalam Ekspos Akhir Penyusunan Dokumen Reviu Rencana Induk Pembangunan […]

Artikel Puspar UGM Temukan 126 Objek Wisata di Kabupaten Sikka Potensial Dikembangkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pariwisata menjadi salah satu sektor potensial untuk menambah pendapatan masyarakat serta meningkatkan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Agar maju dan setara dengan kabupaten lainnya maka salah satu strategi yang harus ditempuh Kabupaten Sikka adalah membangun sektor pariwisata. Hal itu mengemuka dalam Ekspos Akhir Penyusunan Dokumen Reviu Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sikka yang merupakan hasil kerja sama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sikka dengan Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Selasa (6/8) di Aula Bapperida Pemkab Sikka.

Hadir dalam ekspos penyusunan dokumen rencana induk pembangunan pariwisata tersebut diantaranya Pj. Sekda Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, UPTD-KPH Wilayah Kabupaten Sikka, Akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Kota Maumere, Asosiasi Pariwisata Sikka PHRI, ASITA, HPI, AKUSIKA, Perwakilan dari Sanggar Budaya Lepo Lorun, Bliran Sina, dan Doka Tawa Tana, serta perwakilan Kepala Desa. Sementara perwakilan tim Ahli Puspar UGM yakni Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos, M.Si., Wijaya, S. Hut., M.Sc., dan Ika Racmadhani Kurniawan, A.Md.

Pj. Sekda Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, S.T., M.Eng mengatakan Kabupaten Sikka memiliki destinasi wisata sangat beragam sehingga apabila dikelola dan dibangun dengan baik diharapkan akan merangsang pertumbuhan sektor terkait lainnya, seperti infrastruktur, pertanian dan pangan, ekraf, transportasi, dan jasa lainnya.“Dengan berbagai aktivitas pariwisata tentunya akan banyak menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat lokal”, ujarnya mewakili Pj Bupati Sikka.

Dalam kesempatan ini, Sekda sangat berharap dukungan dari UGM agar bisa mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan pengabdian Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Sikka. Dengan kegiatan KKN UGM, kata dia,  dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Sikka. “Kami berharap melalui kegiatan kerja sama ini akan terjadi transfer ilmu dari UGM kepada universitas lokal yang ada di Kabupaten Sikka. Perlu didorong adanya kerja sama antar perguruan tinggi, yaitu UGM dengan kampus-kampus yang ada di Sikka, dan dengan kolaborasi ini tentunya akan ada riset-riset yang bisa dilakukan bersama”, ungkapnya.

Anggota tim ahli Puspar UGM, Destha Titi Raharjana, mengatakan Kabupaten Sikka mempunyai kekuatan untuk menahan lama tinggal wisatawan karena memiliki pesona budaya dan alam yang beragam dan masih natural. “Sayangnya masih menghadapi sejumlah kendala dalam pemasarannya,” ujarnya.

Berbagai permasalahan yang dihadapi antara lain, pertama ketersediaan moda transportasi udara masih terbatas. Jadwal penerbagangan menuju dan dari Sikka belum mendapat kepastian di setiap harinya. “Sampai saat ini penerbangan masih tergantung dari Labuan Bajo-Manggarai Barat”, terangnya.

Permasalahan Kedua yang dihadapi adalah jarak tempuh perjalanan menuju ke Sikka memerlukan waktu tempuh lebih lama. Ketiga, dari sisi promosi, khususnya lewat pendekatan POSE (Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorse) masih belum serius dan mendapat dukungan fasilitas yang memadai. Belum lagi SDM yang inovatif, dan terbatasnya anggaran untuk ini. “Keempat, pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran meski sudah dijalankan namun demikian up-dating dan pengemasan promosi lainnya belum banyak dilakukan”, imbuh Desta.

Peneliti lain, Wijaya menyampaikan hasil analisis yang dilakukan Puspar UGM terkait daya tarik wisata mencatat sebanyak 126 objek tersebar di 21 kecamatan. Kecamatan Waigete memiliki jumlah objek daya tarik wisata terbanyak, yaitu 12 objek, diikuti Kecamatan Palue, Alok Timur, dan Kecamatan Magepanda masing-masing 10 objek. Kecamatan dengan jumlah DTW paling sedikit, yaitu Kecamatan Mapitara dan Kecamatan Koting sebanyak 1 objek. Daya tarik wisata alam menempati urutan terbanyak, yaitu 73 objek, disusul wisata budaya 47 objek, dan saya tarik wisata buatan sebanyak 6 objek. “Dari 126 daya tarik wisata terdapat 10 daya tarik wisata unggulan berdasarkan Kriteria Penilaian daya tarik wisata,” katanya.

Wijaya menyebutkan beberapa lokasi objek daya tarik wisata yang potensial dikembnagkan diantranya Pulau Koja Doi, Pantai Mini, Bukit Purba, dan Jembatan Batu, Pulau Pangabatang, Pantai Koka, Sanggar Budaya Bliran Sina, Sanggar Budaya Lepo Lorun, Tanjung Kajuwulu, Wisata Alam Egon, Pulau Babi,  Sanggar Budaya Doka Tana Tawa, dan Pantai Paga.

Sementara Ika Racmadhani Kurniawan, asisten peneliti Puspar UGM menambahkan dari analisis kewilayahan pariwisata yang dilakukan Pusat Studi Pariwisata UGM mengusulkan empat Destinasi Pariwisata Kabupaten (DPK), tiga Kawasan Pengembangan Pariwisata Kabupaten (KPPK), dan tujuh Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK). Adapun tujuh KSPK Sikka, yaitu KSPK 1 Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere dan sekitarnya, KSPK 2 Kajuwulu-Magepanda dan sekitarnya, KSPK 3 Kota Maumere dan sekitarnya, KSPK 4 Egon-Blidit dan sekitarnya, KSPK 5 Nita-Nelle dan sekitarnya, KSPK 6 Kojowair-Umauta dan sekitarnya, dan KSPK 7 Koka-Paga dan sekitarnya.

Dominggus sebagai pelaku wisata lokal mengakui beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Sikka tampaknya belum mampu bersaing dengan destinasi lainnya. Menurutnya sulit bagi Sikka untuk bersaing dengan Labuan Bajo karena statusnya sebagai destinasi super premium yang mendapat sokongan anggaran besar dari pemerintah.“Pembangunan pariwisata Labuan Bajo berskala besar berbasis infrastruktur telah meminggirkan budaya lokal disana. Karenanya kita berusaha agar Sikka harus menjadi antitesis dari Labuan Bajo dan menempatkan budaya sebagai kekuatan yang tidak dimiliki kabupaten sekitarnya”, harapnya.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Sikka Fransiskus Suryanto Nara Bata, ST., M.Sc menyampaikan bahwa pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Sikka menjadi prioritas dalam dua tahun terakhir. Hal ini tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Dukungan pemkab di sektor pariwisata mulai terlihat, seperti kegiatan event pariwisata dan budaya berskala besar mulai diperbanyak, diantaranya Festival Jelajah Maumere yang direncanakan pada 12-14 September mendatang. “Salah satu kegiatan yang sangat menarik di festival tersebut adalah Sikka Fashion Karnaval (SFK) dengan menonjolkan tenun ikat sebagai satu kekuatan Sikka dari aspek budaya”, papar Fransiskus Suryanto.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Superlive.id

Artikel Puspar UGM Temukan 126 Objek Wisata di Kabupaten Sikka Potensial Dikembangkan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-temukan-126-objek-wisata-di-kabupaten-sikka-potensial-dikembangkan/feed/ 0
Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/#respond Wed, 07 Aug 2024 12:12:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68976 Tim mahasiswa KKN PPM UGM membuat alat paving block ramah lingkungan bekerja sama dengan kelompok pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Bulukerto, Nurrizky Ajihan mengatakan pembuatan alat ini wujud pengabdian mahasiswa yang dilatarbelakangi adanya permasalahan banyaknya jumlah sampah plastik […]

Artikel Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa KKN PPM UGM membuat alat paving block ramah lingkungan bekerja sama dengan kelompok pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Bulukerto, Nurrizky Ajihan mengatakan pembuatan alat ini wujud pengabdian mahasiswa yang dilatarbelakangi adanya permasalahan banyaknya jumlah sampah plastik di daerah ini. “Sekaligus adanya dukungan kelompok pemberdayaan masyarakat BSB yang memiliki program mengelola sampah plastik menjadi paving block yang sempat terhenti karena sejumlah kendala yang perlu terselesaikan”, ujar Ajihan, Rabu (7/8)

Alat paving block ramah lingkungan ini sudah dilakukan uji coba dan diserahkan ke pihak BSB Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dalam acara launching program baru Bank Sampah Berseri (BSB).

Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan merupakan kelompok pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada permasalahan lingkungan terutama sampah organik maupun anorganik. Kelompok BSB ini memiliki program salah satunya mengelola sampah plastik menjadi bernilai, diantaranya dibuat kerajinan tangan berupa e-pavingku.

Nurrizky Ajihan menjelaskan alat paving block ramah lingkungan ini dirancang memiliki 2 bagian utama yakni reaktor untuk pembakar sampah dan kondensor untuk pengolahan asap. Sistem kerja alat ini yaitu membakar sampah plastik yang sudah dimasukan ke dalam tangki reaktor dengan tambahan oli sebagai anti lengket plastik. Selama pembakaran dihasilkan asap, asap ini diolah ke tangki kondensor untuk mengubah asap pembakaran menjadi asap cair yang dapat digunakan bahan bakar sementara. “Berdasarkan 3 kali uji coba alat paving block, dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk menghasilkan 2 paving block dan seperempat liter bahan bakar. Proses pembakaran sampah ini membutuhkan 5 kg sampah plastik bersih”, jelasnya.

Sifa Tsalsabila Hasyifah, selaku koordinator klaster saintek menambahkan pembuatan alat paving block ramah lingkungan merupakan salah satu program kerja tim KKN PPM UGM kluster Saintek berupa perancangan dan pembuatan alat teknologi tepat guna (TTG). Dengan pemberian alat ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah plastik yang dapat diolah menjadi produk bernilai berupa paving block.”Pemberian alat ini juga bertepatan dalam acara peresmian 4 program baru kelompok Bank Sampah Berseri Desa Krandegan, salah satunya program e-pavingku yang akan menggunakan alat paving block pemberian tim KKN PPM UGM”, imbuhnya.

Ketua kelompok Bank Sampah Berseri (BSB), Riyanto, menyambut baik pemberian alat paving block ramah lingkungan sebagai wujud implementasi pengetahuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Dia berharap alat paving block ini nantinya dapat mendukung kegiatan di BSB dalam mengelola sampah plastik menjadi paving ramah lingkungan. “Kita semua berharap dari setiap proses tidak menimbulkan pencemaran udara karena sudah dilengkapi dengan alat pengolahan asap yaitu kondensor tadi,” harap Riyanto.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/#respond Wed, 31 Jul 2024 02:41:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68175 Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM mengadakan edukasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Dusun Cangkring, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Pupuk Organik Cair (POC) merupakan pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari kotoran kambing. Berkoordinasi dengan padukuhan setempat, para mahasiswa KKN-PPM UGM ini mengajak perwakilan warga berjumlah 5 […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM mengadakan edukasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Dusun Cangkring, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Pupuk Organik Cair (POC) merupakan pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari kotoran kambing.

Berkoordinasi dengan padukuhan setempat, para mahasiswa KKN-PPM UGM ini mengajak perwakilan warga berjumlah 5 dari setiap RT dan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai representasi wakil petani dan peternak kambing untuk membuat pupuk bersama. Dengan mengajak para petani dan peternak, POC yang telah jadi diharapkan bisa secara langsung dapat diaplikasikan pada lahan-lahan milik petani.

Titis Putri Dika Amalia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, di Kampus UGM, dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (30/7), mengatakan banyak peternak kambing di Dusun Cangkring yang belum memanfaatkan kotoran kambing menjadi produk potensial seperti pupuk organik cair (POC). Padahal POC ini dinilai sebagai pupuk yang relatif lebih baik karena terhindar dari bahan-bahan kimia atau sintetis.“Pupuk ini aman untuk kesehatan dibandingkan pupuk kimia, menjadikan tanah lebih subur,” paparnya.

Selain itu, kata Titis, POC memiliki keunggulan yaitu mengatasi terjadinya defisiensi unsur hara dan menyuplai hara dengan cepat sehingga dapat meningkatkan nutrisi tanaman.

Aliyya Hastuti, anggota mahasiswa KKN lainnya  menambahkan program kegiatan pengenalan pupuk POC dilakukan lewat kegiatan sosialisasi edukasi seputar pengertian POC, kegunaan POC, dan cara pembuatan POC. Menurutnya, warga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan peternak ini sangat antusias pada pelatihan proses pembuatan pupuk POC ini. “Kita ajak warga warga pun melakukan praktik pupuk secara langsung,” ujarnya. 

Pembuatan POC dengan menggunakan beberapa peralatan dan bahan seperti kotoran kambing, EM4, molase, abu kayu, ember, karung, dan air. Proses pembuatan POC diawali dengan mencampurkan kotoran kambing dan abu kayu, kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diikat. Selanjutnya, larutan garam grosok dimasukkan ke dalam ember, lalu karung berisi kotoran kambing juga dimasukkan.

Setelah itu, campuran tetes tebu dengan air dimasukkan ke dalam ember dan ditambahkan EM4. Proses fermentasi berlangsung secara anaerob selama 1-2 minggu. Apabila POC sudah terfermentasi, maka akan dilakukan pengukuran kepekatan nutrisi dalam POC dengan menggunakan TDS meter dan dapat segera diaplikasikan pada palawija milik warga.

Dengan adanya pelaksanaan program edukasi dan praktik pembuatan POC, warga Dusun Cangkring ini menurut Aliyya diharapkan dapat menyalurkan pengetahuannya secara getok tular kepada warga lainnya. “Kami berharap melalui program kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan petani dan peternak terkait inovasi kotoran kambing milik warga sekitar yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair guna meningkatkan kualitas pertumbuhan dan produktivitas palawija,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor   : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/feed/ 0
UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/#respond Sat, 20 Jul 2024 07:10:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67323 Universitas Gadjah Mada, Kagama NTT dan mahasiswa KKN-PPM UGM Sinergi Kolbano melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Kegiatan bersih-bersih pantai inipun diselingi bakti sosial oleh UGM dan Kagama NTT berupa penyerahan 20 bak sampah kepada masyarakat sekitar pantai.  Kegiatan bakti sosial dan bersih-bersih pantai diikuti Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D, Wakil […]

Artikel UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada, Kagama NTT dan mahasiswa KKN-PPM UGM Sinergi Kolbano melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Kegiatan bersih-bersih pantai inipun diselingi bakti sosial oleh UGM dan Kagama NTT berupa penyerahan 20 bak sampah kepada masyarakat sekitar pantai. 

Kegiatan bakti sosial dan bersih-bersih pantai diikuti Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., dan Ketua Pengda KAGAMA NTT sekaligus Direktur Bank TLM, Robert P Fanggidae. Turut pula dalam kegiatan ini Direktur Pengabdian kepada Masyarakat,  Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., Kepala Kantor Alumni, Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum. dan Kasubdit KKN, Prof. Nanung Agus Fitriyanto, M.Sc., Ph.D.

Tidak kurang 28 mahasiswa KKN-PPM, 35 anggota KAGAMA NTT, 17 perwakilan UGM dan 20 staf Bank Tanaoba Lais Manekat meramaikan acara bersih-bersih di Pantai Warna Oesapa Kupang pada hari Sabtu pagi (20/7) hingga siang hari.

Ova Emilia memberikan apresiasi untuk kegiatan bersama bersih-bersih Pantai Warna Oesapa Kupang. Menurutnya pengelolaan sampah telah menjadi konsern semua warga UGM, dan darurat sampah telah terjadi dimana-mana.

“Tidak hanya di Jogja, meski masih ada tempat-tempat kosong yang bisa dijadikan lokasi pembuangan sampah namun semua harus berpikir soal pengelolaan sampah karena membangun kebiasaan bukan hal mudah untuk dilakukan,” katanya.

Rektor mengingatkan jika orang sudah terlanjur membuang sampah sembarangan tentunya akan menjadi beban bagi generasi akan datang. 

Masyarakat harus mulai berpikir soal sustainability (keberlanjutan) demi kehidupan di planet bumi.

Dengan langkah kecil atau usaha kecil yaitu dengan mencoba mengubah cara memperlakukan sampah tentunya akan berdampak kepada lingkungan. Para mahasiswa yang 20 tahun mendatang diharapkan menjadi pemimpin tentunya bisa membawa kebiasaan baru soal pengelolaan sampah ini.

“Harapannya di sini nantinya juga akan ada sistem, dan kota Kupang bisa menjadi percontohan pengembangan pengelolaan sampah. Kita semua, adik-adik mahasiswa KKN-PPM, Kagama dan UGM siap membantu untuk mewujudkan itu,” imbuh Rektor. 

Robert P Fanggidae mengatakan kota Kupang hingga saat ini memang belum memiliki sistem dan tata kelola sampah yang baik. Oleh karena itu, soal pengelolaan sampah ini menjadi pekerjaan rumah Pengda Kagama Kupang dan akan terus dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Kupang.

Dia menyampaikan dengan jumlah penduduk mencapai 444 ribu orang, produksi sampah di Kota Kupang cukup tinggi. Disebutkan kota Kupang menghasilkan 233 ton sampah setiap hari, sementara penanganan bukan dengan pengolahan namun masih dengan penampungan dan pembuangan akhir.

“Tentu saja kita akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang, berharap nantinya ada sistem dan yang terpenting adalah membangun kesadaran soal ini. Hal ini sangat sulit, namun jika semua masyarakat NTT sadar tentu kita bisa maju,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM, KAGAMA NTT, Mahasiswa KKN-PPM Kolbano Bakti Sosial Bersih-Bersih Pantai Warna Oesapa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kagama-ntt-mahasiswa-kkn-ppm-kolbano-bakti-sosial-bersih-bersih-pantai-warna-oesapa/feed/ 0
KKN-PPM UGM Lakukan Penanaman Mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/#respond Sat, 20 Jul 2024 00:43:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67303 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM melakukan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau. Upaya pelestarian lingkungan oleh mahasiswa bersama masyarakat khususnya para generasi muda berlangsung pada hari Rabu (17/7). Kegiatan penanaman mangrove ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos.,M.Si. […]

Artikel KKN-PPM UGM Lakukan Penanaman Mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM melakukan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau. Upaya pelestarian lingkungan oleh mahasiswa bersama masyarakat khususnya para generasi muda berlangsung pada hari Rabu (17/7).

Kegiatan penanaman mangrove ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos.,M.Si. Saat melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan KKN-PPM ini, ia menyampaikan penanaman pohon mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau merupakan bentuk komitmen UGM dalam merawat lingkungan untuk masa depan bumi.

Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan mitigasi perubahan iklim dengan melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau. Inisiatif ini merupakan bagian dari program KKN-PPM UGM, yang bertujuan untuk melibatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Tanam pohon ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kita demi anak cucu agar kemaslahatan manusia terpenuhi. Bumi terjaga tentunya rakyat sejahtera dan negara berdaulat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove ini tidak hanya bertujuan untuk pelestarian lingkungan, namun sekaligus untuk mempromosikan ekowisata di kawasan mangrove. Ia menekankan terkait potensi ekonomi dari ekosistem mangrove yang mungkin bisa diperoleh masyarakat. 

“Dengan memanfaatkan lingkungan mangrove, kita dapat mengembangkan kegiatan ekowisata yang tentunya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ucap Ari.

Kampung Tua Bakau Serip dikenal sebagai kampung yang indah. Sebuah desa tradisional yang kaya akan hutan mangrove dan luas. Kawasan ini telah diidentifikasi sebagai situs potensial untuk pengembangan ekowisata, yang diharapkan dapat menarik pengunjung wisata dan berpotensi menghasilkan pendapatan bagi penduduk setempat. 

Proses penanaman bibit mangrove muda dilakukan mahasiswa dan warga setempat di sepanjang garis pantai. Dengan penanaman ini diharapkan akan membantu mencegah erosi pantai, menyediakan habitat bagi kehidupan laut, dan berkontribusi pada penyerapan karbon. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Rustamaji, M.Kes dan Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum, selaku Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat. Keduanya mengapresiasi upaya mahasiswa KKN-PPM, dan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini sekaligus mendorong agar lebih banyak upaya kolaboratif yang bisa dilakukan universitas dan masyarakat lokal dalam menangani isu lingkungan.

Acara penanaman mangrove ini merupakan bagian dari strategi UGM yang lebih luas untuk melibatkan mahasiswa dalam proyek pelestarian lingkungan di dunia nyata. Dengan berpartisipasi melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa tentunya mendapatkan pengalaman praktis dan pemahaman yang lebih terkait pentingnya pengelolaan lingkungan. 

Apa yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UGM ini tentunya sejalan pula dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 6 yaitu soal: Air Bersih dan Sanitasi Layak. Dengan upaya ini menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. 

Dengan penanaman mangrove ini menunjukkan peran pendidikan tinggi dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di kalangan generasi muda. Gerry, salah satu pengelola ekowisata mangrove di Kampung Tua Bakau Serip menyampaikan kesannya setelah melaksanakan penanaman mangrove bersama mahasiswa KKN-PPM UGM.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran UGM sebagai salah satu universitas besar di Indonesia yang turut serta dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan dengan melakukan penanaman di ekowisata mangrove ini,” ujarnya. 

Acara penanaman mangrove di Kampung Tua Bakau Serip juga menjadi bukti dedikasi UGM terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan semacam ini diharapkan menjadi model bagi universitas dan komunitas lain bahwa upaya kolektif melestarikan lingkungan menghasilkan dampak positif yang signifikan untuk masyarakat.

Penulis/Editor: Dn Halimah – Agung Nugroho

Foto: Tim KKN  Unit  Kota Galang, Batam, Kepulauan Riau

Artikel KKN-PPM UGM Lakukan Penanaman Mangrove di Kampung Tua Bakau Serip, Kota Batam, Kepulauan Riau pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-lakukan-penanaman-mangrove-di-kampung-tua-bakau-serip-kota-batam-kepulauan-riau/feed/ 0
DERU UGM Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa Bumi di Bawean https://ugm.ac.id/id/berita/deru-ugm-salurkan-bantuan-warga-terdampak-gempa-bumi-di-bawean/ https://ugm.ac.id/id/berita/deru-ugm-salurkan-bantuan-warga-terdampak-gempa-bumi-di-bawean/#respond Tue, 02 Apr 2024 01:08:20 +0000 https://ugm.ac.id/deru-ugm-salurkan-bantuan-warga-terdampak-gempa-bumi-di-bawean/ Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) yang mengelola Disaster Response Unit (DERU) mengirimkan tim menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok (sembako) bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kepulauan Bawean, Gresik, Jawa Timur (1/4). Gempa bumi yang terjadi  pada hari Jumat (22/3) lalu berkekuatan 6,5 Magnitudo mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  termasuk wilayah […]

Artikel DERU UGM Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa Bumi di Bawean pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) yang mengelola Disaster Response Unit (DERU) mengirimkan tim menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok (sembako) bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kepulauan Bawean, Gresik, Jawa Timur (1/4).

Gempa bumi yang terjadi  pada hari Jumat (22/3) lalu berkekuatan 6,5 Magnitudo mengguncang Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  termasuk wilayah Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik yang terdampak.  Kepulauan Bawean dan UGM sudah menjalin kerja sama sejak lama, termasuk  kegiatan KKN-PPM UGM dan berbagai kajian dengan Bappeda Kabupaten Gresik.

Sebelum penyerahan bantuan di posko utama penanganan bencana di Bawean, tim dari UGM yang dipimpin langsung oleh Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum., selaku Sekretaris DPkM melakukan audiensi dengan pihak Bappeda Kabupaten Gresik. Audiensi diterima secara langsung oleh Havy Wardana, S.T., selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Gresik. Dalam audiensi tersebut membahas tentang keberlanjutan MoU kerja sama dengan Kabupaten Gresik.

Selepas audiensi, tim UGM dibersamai oleh Bappeda Gresik menuju kantor Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik dan diterima secara langsung oleh Kepala BPBD, Sukardi.

Pada kesempatan itu, BPBD Gresik menyampaikan update pengiriman bantuan kepada warga terdampak gempa di Pulau Bawean termasuk kendalanya. “Sampai saat ini kendala yang terjadi yaitu belum tersedianya armada kapal yang setiap saat bisa berlabuh sehingga beberapa truk pengangkut bantuan kemudian masih memerlukan antri di pelabuhan menunggu jadwal pemberangkatan kapal selanjutnya,” terangnya.

Diperlukan beberapa alternatif solusi untuk mengatasi beberapa kendala yang terjadi agar dapat menyalurkan bantuan bagi para warga yang terdampak. Pada kesempatan yang sama saat audiensi itu juga dibahas mengenai beberapa kemungkinan program pengabdian kepada masyarakat dari UGM yang dapat dilaksanakan di Bawean.

“Melalui DPkM akan mengirimkan mahasiswa KKN-PPM UGM reguler yang akan dilaksanakan pada Bulan Juli-Agustus mendatang dan apabila diperlukan juga akan membuka KKN Peduli Bencana setelah mendapatkan hasil asesmen dari BPBD dilakukan di lokasi, karena hingga saat berita ini diterbitkan masih ada 400-an kali gempa susulan di sekitar Bawean,” pungkasnya.

Sumber: Tim DERU

Editor: Humas UGM

Artikel DERU UGM Salurkan Bantuan Warga Terdampak Gempa Bumi di Bawean pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/deru-ugm-salurkan-bantuan-warga-terdampak-gempa-bumi-di-bawean/feed/ 0
Bantu Atasi Banjir Wilayah Demak Jawa Tengah, DERU UGM Kirim Bantuan ke Lokasi https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-atasi-banjir-wilayah-demak-jawa-tengah-deru-ugm-kirim-bantuan-ke-lokasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-atasi-banjir-wilayah-demak-jawa-tengah-deru-ugm-kirim-bantuan-ke-lokasi/#respond Sat, 23 Mar 2024 02:41:14 +0000 https://ugm.ac.id/bantu-atasi-banjir-wilayah-demak-jawa-tengah-deru-ugm-kirim-bantuan-ke-lokasi/ Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) melalui Disaster Response Unit (DERU) UGM mengirimkan tim untuk menyalurkan bantuan warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa -Rabu (19-20) lalu. . DPKM berkolaborasi dengan KAGAMA Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga terdampak berupa sembako dan kebutuhan pangan. Bantuan yang diberikan diharapkan […]

Artikel Bantu Atasi Banjir Wilayah Demak Jawa Tengah, DERU UGM Kirim Bantuan ke Lokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) melalui Disaster Response Unit (DERU) UGM mengirimkan tim untuk menyalurkan bantuan warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa -Rabu (19-20) lalu. . DPKM berkolaborasi dengan KAGAMA Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Tengah menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga terdampak berupa sembako dan kebutuhan pangan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan  warga selama bulan Ramadan.

Kagama Jateng yang dipimpin oleh Haerudin, S.H., M.H. selaku Sekretaris Pengda Jawa Tengah bersama dengan perwakilan pihak DPkM UGM menyampaikan bantuan ke lokasi pengungsian warga yang berlokasi di Wisma Halim. Sebanyak 60 paket sembako diberikan kepada warga, hal ini merupakan wujud kepedulian UGM terhadap warga yang terdampak banjir.

Agus Riyanto, S.T., M.M., (Direktur Dukungan Pemberdaya Darurat BNPB), Akhmad Sugiharto, S.T., M.T. (Sekretaris Daerah Demak), serta Drs. M. Agus Nugroho LP (Kepala Pelaksana BPBD Demak) menyambut baik kepedulian pihak DPkM UGM bersama Kagama Jateng terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Demak dan sekitarnya. Rangkaian agenda penyaluran bantuan dilanjutkan dengan koordinasi bersama untuk membahas berbagai alternatif solusi penanganan kondisi wilayah yang belum kondusif.  Salah satu bahasan yang diskusikan yaitu program pengabdian kepada masyarakat melalui pengiriman mahasiswa KKN-PPM UGM diharapkan dapat membantu percepatan penanganan bencana. Senada yang disampaikan oleh Agus Riyanto menegaskan BNPB juga menyambut baik KKN-PPM UGM. “Pihak BNPB  menerima dengan tangan terbuka apabila para mahasiswa KKN-PPM UGM dapat turut membantu di lokasi pengungsian, diutamakan bidang medis yang dapat membantu masalah-masalah kesehatan pengungsi,” terangnya.

Sementara itu, Ahmad Sugiharto berharap bisa mendapatkan bantuan pemikiran terkait penyelesaian masalah jebolnya tanggul penyebab banjir, yang dapat dilakukan melalui program KKN-PPM maupun program pengabdian lainnya, pungkasnya.

 

Penulis: Tim DERU dan Humas DPkM

 

 

Artikel Bantu Atasi Banjir Wilayah Demak Jawa Tengah, DERU UGM Kirim Bantuan ke Lokasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bantu-atasi-banjir-wilayah-demak-jawa-tengah-deru-ugm-kirim-bantuan-ke-lokasi/feed/ 0
KKN-PPM UGM Akselerasi Pengembangan Pariwisata di Banda Neira https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-akselerasi-pengembangan-pariwisata-di-banda-neira/ https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-akselerasi-pengembangan-pariwisata-di-banda-neira/#respond Wed, 13 Mar 2024 07:54:31 +0000 https://ugm.ac.id/kkn-ppm-ugm-akselerasi-pengembangan-pariwisata-di-banda-neira/ Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) yang mengelola KKN-PPM, pada 15 Desember 2023 – 5 Februari 2024 telah menerjukan tim KKN-PPM Periode 4 Tahun 2023, salah satunya yaitu berada di unit Kampung Baru, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (MA012). Tim KKN-PPM UGM unit Banda melaksanakan audiensi dengan Bappeda dan Pemerintah […]

Artikel KKN-PPM UGM Akselerasi Pengembangan Pariwisata di Banda Neira pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) yang mengelola KKN-PPM, pada 15 Desember 2023 – 5 Februari 2024 telah menerjukan tim KKN-PPM Periode 4 Tahun 2023, salah satunya yaitu berada di unit Kampung Baru, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (MA012). Tim KKN-PPM UGM unit Banda melaksanakan audiensi dengan Bappeda dan Pemerintah Provinsi Maluku Tengah pada tanggal 3 dan 5 Februari 2024. Audiensi yang dilakukan membahas tentang hasil eksperimentasi penerapan action research model Living Lab dalam KKN-PPM dengan tema “Akselerasi pengembangan pariwisata kawasan Banda Neira”.

Hasil tersebut mendapatkan respons positif dari Pemerintah Provinsi Maluku Tengah, yang akan menjadi bagian dalam rekomendasi RPJPD Provinsi Maluku 2025-2045, khususnya sektor pengembangan pariwisata. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari seluruh anggota tim yang terlibat dalam menerapkan keilmuan pada saat perkuliahan untuk diimplementasikan pada proses pembelajaran melalui KKN-PPM dalam mengambil peran serta berinovasi pada proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Eksperimentasi pembentukan Living Lab dengan pendekatan action research melalui advocacy coalition framework pada KKN-PPM UGM unit ini merupakan komitmen untuk menghasilkan output berkualitas dalam proses menciptakan lingkungan yang inspiratif dan bermanfaat khususnya bagi mahasiswa serta masyarakat pada umumnya. Beberapa hasil eksperimentasi yang disampaikan kepada pemerintah setempat diantaranya: 1). Konservasi lingkungan 2). Pengembangan infrastruktur 3). Pengembangan ekonomi 4). Kesejahteraan sosial 5). Keterlibatan & peran masyarakat 6). Kolaborasi antar pemerintahan 7). Pengembangan pariwisata 8). Ketahanan pangan: hasil kebun dan bahari.

Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Daerah, Rufaidah, S.T., M.T., mengapresiasi atas pencapaian ini dan berterima kasih kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam proses eksperimentasi. “Pada tanggal 20 Februari 2024, draft rekomendasi tersebut dibahas di Kementerian Dalam Negeri sekaligus akan diadakan penyelarasan dengan Bappenas, serta akan didorong menjadi kebijakan pusat,”terangnya.

Selain itu, pencapaian ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim KKN-PPM UGM Neira Basudara beserta mitra yang tak terlepas dari bimbingan DPL Prof. Drs. Purwo Santoso, MA. Ph. D. “Kami berkomitmen untuk terus belajar lebih baik dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia melalui bidangnya masing-masing di kemudian hari, ” ujar Wiwit Subagio mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis sebagai project leaders.

Upaya pembentukan Living Lab yang saat ini masih dalam tahap eksperimentasi melalui KKN-PPM unit Banda yang dibimbing oleh Prof. Drs. Purwo Santoso, MA. Ph. D sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ke depan berencana memanfaatkan ini untuk menjadi wadah dalam meningkatkan kualitas mahasiswa melalui pendidikan, penelitian, pengabdian serta memperluas kemitraan untuk memaksimalkan hasil yang diharapkan. UGM bisa terus dapat berperan sebagai agen perubahan yang berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di tingkat global serta memberikan kontribusi secara nyata.

 

Penulis Tim KKN-PPM UGM Banda Neira, Humas DPkM: DnH,

foto:Tim KKN Banda

Artikel KKN-PPM UGM Akselerasi Pengembangan Pariwisata di Banda Neira pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kkn-ppm-ugm-akselerasi-pengembangan-pariwisata-di-banda-neira/feed/ 0
Mahasiswa KKN-PPM UGM Manfaatkan Ikan Lokal Menjadi Olahan Bakso Goreng   https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-manfaatkan-ikan-lokal-menjadi-olahan-bakso-goreng/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-manfaatkan-ikan-lokal-menjadi-olahan-bakso-goreng/#respond Thu, 07 Mar 2024 11:48:03 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-manfaatkan-ikan-lokal-menjadi-olahan-bakso-goreng/ Kegiatan KKN merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dan salah satu perguruan tinggi yang mengedepankan kegiatan KKN adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). KKN-PPM UGM pada periode 4 tahun 2023 dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2023 hingga 5 Februari 2024. Pelaksanaan KKN-PPM UGM menyebar ke seluruh Indonesia. Salah satu tim KKN-PPM UGM 2023 Konawe Selatan Unit […]

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Manfaatkan Ikan Lokal Menjadi Olahan Bakso Goreng   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kegiatan KKN merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dan salah satu perguruan tinggi yang mengedepankan kegiatan KKN adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). KKN-PPM UGM pada periode 4 tahun 2023 dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2023 hingga 5 Februari 2024. Pelaksanaan KKN-PPM UGM menyebar ke seluruh Indonesia. Salah satu tim KKN-PPM UGM 2023 Konawe Selatan Unit SG-008 yang dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan, Dra. Eko Tri Sulistyani, berkesempatan untuk melaksanakan KKN di Desa Namu, Kec. Laonti, Kab. Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Salah satu program kerja mahasiswa yang tergabung dalam tim ini adalah Sherly Rayhan Sinta Putri dari Prodi Ilmu dan Industri Peternakan. Ia melakukan pendampingan dan pelatihan kepada Ibu-Ibu di Desa Namu untuk mengkreasikan olahan ikan menjadi bakso goreng (basreng) yang saat ini menjadi camilan dan disukai seluruh kalangan.

Dalam program tersebut, Sherly berharap dapat menjadi salah satu upaya kemandirian dan peningkatan tingkat ekonomi masyarakat di Desa Namu. Berkaitan dengan hal itu di Desa Namu mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menjual langsung ikan segar hasil tangkapan ke pengepul ikan atau hanya untuk konsumsi pribadi.

Melihat mayoritas penduduk yang berkerja pada sektor tersebut, Sherly memaparkan untuk meningkatkan perekonomian warga dengan mengolah terlebih dahulu ikan hasil tangkapan untuk meningkatkan nilai jual. Selain itu, Sherly menambahkan bahwa diversifikasi olahan ikan menjadi bakso goreng juga dapat dijadikan sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung ke Desa Namu, mengingat Desa Namu saat ini adalah salah satu desa wisata yang cukup terkenal di Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, diadakanlah program sosialisasi dan pelatihan UMKM berupa pembuatan basreng dari ikan.

Kegiatan ini diawali dengan pembagian leaflet dan pemaparan materi yang berisi tentang operasional dan resep pembuatan olahan ikan menjadi basreng. Pada sesi ini, diberikan juga penjelasan dasar untuk membangun suatu UMKM kepada ibu-ibu di Desa Namu. Tahap selanjutnya diadakan praktik dan pelatihan langsung contoh dari produk UMKM berupa basreng ikan kepada ibu-ibu. Dengan ini, harapannya pengolahan ikan menjadi basreng dapat terus dikembangkan dan lebih diinovasikan dalam pemasarannya agar dapat juga menarik hati wisatawan.

Penulis: Tim KKN Konawe Selatan

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Manfaatkan Ikan Lokal Menjadi Olahan Bakso Goreng   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-manfaatkan-ikan-lokal-menjadi-olahan-bakso-goreng/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-mengajarkan-tarian-tradisional-nusantara-ke-anak-anak-konawe-selatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-mengajarkan-tarian-tradisional-nusantara-ke-anak-anak-konawe-selatan/#respond Thu, 22 Feb 2024 09:05:33 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-kkn-ugm-mengajarkan-tarian-tradisional-nusantara-ke-anak-anak-konawe-selatan/ Gilang Nur Rochman, mahasiswa prodi Fisika FMIPA UGM, memiliki bakat menari sejak kecil. Di sela-sela kegiatannya menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ia mengajarkan tari tradisional nusantara kepada anak-anak sekolah setempat. Berbagai jenis tarian yang ia ajarkan diantaranya seperti tari Saman dari Aceh hingga tari Kecak […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Gilang Nur Rochman, mahasiswa prodi Fisika FMIPA UGM, memiliki bakat menari sejak kecil. Di sela-sela kegiatannya menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ia mengajarkan tari tradisional nusantara kepada anak-anak sekolah setempat.

Berbagai jenis tarian yang ia ajarkan diantaranya seperti tari Saman dari Aceh hingga tari Kecak dari Bali. Selain itu, ia juga mengajarkan tari-tarian yang kaya akan makna budaya, termasuk tari-tarian yang menggunakan lagu-lagu daerah seperti Sik Sik Sibatumanikam, Ampar Ampar Pisang, Cublak Cublak Suweng, dan RasaSayange. “Mereka belajar dengan antusias dan penuh semangat, mencoba menguasai gerakan-gerakan khas dari setiap tarian tersebut. Kita tidak hanya mengajarkan gerakan-gerakan tari, tetapi juga menjelaskan makna dari keempat lagu daerah tersebut,” kata Gilang dalam rilis yang dikirim Kamis (22/2).

Menurut Gilang, usahanya untuk mengajarkan tarian tradisional sejak dini pada anak-anak agar mereka bisa terus mewarisi dan menjaga warisan budaya Indonesia. Melalui program KKN ini, diharapkan semangat cinta terhadap budaya Indonesia tetap terjaga dan terus berkembang di kalangan generasi muda. “Dengan memahami makna lagu-lagu daerah, anak-anak diharapkan akan lebih mencintai budaya Indonesia dan menjaga keberagaman budaya di tanah air. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan oleh mahasiswa KKN lainnya di berbagai daerah, sehingga budaya Indonesia tetap hidup dan lestari,” harapnya.

Gilang menyebutkan anak-anak yang diajarkan tari tradisional ini merupakan siswa SMPN Satu Atap 1, Desa Namu, Konawe Selatan. Setelah satu bulan berlatih, tarian tradisional ini ditampilkan pada acara pelepasan mahasiswa KKN PPM UGM Unit SG008 dalam acara Festival Pesona Konawe Selatan dengan tema “Semarak Wisata Kemilau Budaya”yang dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Rustamaji, M.Kes., Setda Konawe Selatan, Chadidjah, S.Sos., M.Si., beberapa OPD Konawe Selatan, Camat Laonti, Palaki, S.Kom., M.Pd. dan Kades se-Kecamatan Laonti yang dilaksanakan pada 3 Februari lalu.

Gilang menerangkan, Bupati terkesima dengan penampilan anak-anak tersebut dan sangat mengapresiasi sekaligus memberikan pujian yang sangat tinggi. “Beliau bahkan tidak segan-segan mengatakan bahwa penampilan mereka layak untuk ditampilkan di tingkat provinsi. Pujian dari Bupati menjadi semangat tambahan bagi anak-anak ini. Mereka merasa bangga dan senang bisa mendapat apresiasi yang begitu besar dari pemimpin daerah mereka,” ujarnya.

 

Penulis       : Gusti Grehenson

 

MBKM

IKU 2 Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Artikel Mahasiswa KKN UGM Mengajarkan Tarian Tradisional Nusantara ke Anak-anak Konawe Selatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-mengajarkan-tarian-tradisional-nusantara-ke-anak-anak-konawe-selatan/feed/ 0