KKN PPM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kkn-ppm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 20 Dec 2024 05:00:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/#respond Mon, 02 Dec 2024 09:32:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73413 Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan THT. Dilaksanakan pula pelatihan pertolongan pertama (First Aid), senam massal, pertandingan bola voli putri, dan bazaar UMKM.

Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., selaku Dosen Pendamping lapangan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim KKN UGM. Apresiasi diberikan karena selama lebih dari 1,5 bulan pelaksanaan KKN, telah berupaya secara maksimal menjalankan program-program yang bersentuhan dan diperlukan secara langsung kepada masyarakat. “Semoga dalam waktu relatif singkat ini, dapat memberikan makna yang lebih bagi diri-sendiri maupun masyarakat”, ujarnya.

Tak ketinggalan apresiasi juga diberikan kepada seluruh masyarakat Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat Terbah, dinilainya telah berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan KKN, dan memberikan pembelajaran kehidupan kepada para mahasiswa UGM.

Areta Adzroo Imtiyaznabilla dan Barnice Silva sebagai mahasiswa yang mengikuti KKN di Terbah turut berbagi pengalaman. Sebagai panitia dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah, mereka menyatakan meski pelaksanaan pengabdian singkat, tim KKN UGM berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Puskesmas dan Kader Kesehatan Desa untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan dan senam Bersama serta pertandingan voli, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat,” ucap Areta.

Keduanya merasa bersyukur karena antusiasme warga masyarakat mengikuti berbagai kegiatan KKN sangat tinggi. Hal tersebut, disebutnya menjadi motivasi bagi tim KKN untuk terus berinovasi. “Kami berharap melalui program KKN ini, masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang dan terus mengaplikasikan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari”, imbuh Barnice.

Muhammad Reza Hendriansah selaku koordinator Mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk sekaligus supervisor kegiatan turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah. Ia berpandangan meski tantangan yang dihadapi cukup besar, para mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Terbah telah berhasil menjalankan program-program yang berfokus langsung pada kebutuhan masyarakat, seperti pemeriksaan kesehatan, pelatihan pertolongan pertama (First Aid) dan senam bersama.”Sebagai supervisor, saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat dan dedikasi teman-teman KKN Subunit Terbah dalam menyukseskan program ini. Semoga memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat di Kalurahan Terbah, sekaligus berharap kegiatan ini menjadi model bagi KKN berikutnya dan terus berfokus pada pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Giyanto selaku Lurah Desa Terbah menyampaikan terima kasihnya kepada Tim mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk karena telah bersedia memfasilitasi kegiatan terkait kesehatan untuk masyarakat. Disebutnya Gerakan Mayarakat Hidup Sehat secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya bersama para mahasiswa KKN PPM UGM.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat bukan hanya soal kesehatan fisik, namun juga kesehatan lingkungan dan gizi. Berkaitan dengan peningkatan program gizi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa melakukan itu melalui program pendukung yang mampu memajukan perekonomian masyarakat Kalurahan Terbah. “Pada kegiatan GERMAS kali ini juga diadakan bazaar UMKM. Saya sangat mendukung kegiatan ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi cukup lengkap sehingga bisa mengetahui berbagai faktor risiko kesehatan untuk masing-masing, dan telah 3 tahun kerjasama ini kita jalin dengan KKN PPM UGM”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/#respond Thu, 22 Aug 2024 09:17:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69748 Kecamatan Sambelia terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, meliputi pesisir pantai yang indah, pegunungan, dan hutan yang masih asri. Sambelia juga merupakan pintu gerbang menuju Gili Kondo, salah satu destinasi wisata favorit di Lombok Timur yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ditengah potensi keindahan wisatanya, mayoritas warga […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kecamatan Sambelia terletak di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, meliputi pesisir pantai yang indah, pegunungan, dan hutan yang masih asri. Sambelia juga merupakan pintu gerbang menuju Gili Kondo, salah satu destinasi wisata favorit di Lombok Timur yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ditengah potensi keindahan wisatanya, mayoritas warga yang bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, dan pengrajin ini masih  keterbatasan infrastruktur dan pelayanan kesehatan.

Mengetahui hal ini, Tim KKN-PPM UGM berinisiatif untuk membantu masyarakat sekitar untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat dengan menghadirkan program kerja yang efektif, efisien serta solutif. Program kerja yang mereka lakukan adalah membuka Sekolah Pantai. Program ini dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa-siswi daerah pesisir, terutama usia di banga Sekolah Dasar, SMP hingga jenjang SMA di Desa Labuhan Pandan. “Kita melibatkan lima belas mahasiswa dari berbagai program studi yang bertujuan untuk mengajarkan dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi berbagai ilmu multidisipliner dari pertengahan Juli hingga awal pekan Agustus,” kata Virnanda Kartika Putri dalam keterangan kepada wartawan, kamis (22/8)

Kepala Sekolah MTS Riadussolihin NDW Veteran, Dhuha, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa yang menginisiasi kegiatan sekolah pantai. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa makin motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Kami harap kegiatan program kerja yang diajarkan dapat diterapkan kembali ke siswa-siswi kedepannya “Senang sekali bisa menerima mahasiswa KKN UGM pada tahun ini, pengajaran yang diberikan kepada anak-anak sangat membantu sekali,” katanya.

Selain di bidang pengajaran, mahasiswa juga melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk biofertilizer untuk masyarakat sekitar di Sambelia. Danya pupuk organik diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah sehingga penyerapan oleh tanaman menjadi lebih efisien.

Salah satu petani cabai, Pak Madhan, di Dusun Sugian, mengatakan tanaman cabainya sering terserang penyakit yang dapat menyebabkan gagalnya panen. “Sejak menggunakan biofertilizer, tanaman saya menjadi lebih sehat dan hasil panennya pun meningkat,” katanya.

Selain program kerja di bidang soshum dan saintek, Tim KKN-PPM UGM Sambelia juga melaksanakan program kerja di bidang Medika untuk pengurangan angka stunting. Program ini dilaksanakan akibat masih tingginya angka stunting di daerah tersebut. “Tidak hanya disebabkan oleh malnutrisi, tetapi juga oleh kondisi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu yang kurang optimal,” jelas Aloysia Diandra Narasari.

Menurut Aloysia, kegiatan yang dikemas tumpas stunting ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran para ibu mengenai pentingnya mencegah stunting. Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan dengan bahan-bahan lokal sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Sekretaris Desa Labuhan Pandan, Pak Mustiadi menilai berbagai inovasi yang ditawarkan mahasiswa untuk diterapkan di Sambelia karena meskipun sudah banyak program yang dilakukan untuk mengurangi angka stunting, namun hasilnya belum maksimal.  “Adanya program yang dibawakan oleh tim KKN UGM selama 50 hari ini, diharapkan angka stunting di wilayah Labuhan Pandan bisa menurun,” tegasnya.

Siti Nur Annisa, anggota mahasiswa KKN PPM menuturkan berbagai program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM diharapkan bisa memberikan sumbangsih yang berarti bagi masyarakat. “Harapan kita semoga program-program ini nantinya dapat terus  berjalan dan memberikan bermanfaat pada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Bikin Sekolah Pantai hingga Kampanye Tumpas Stunting di Sambelia Lombok Timur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-bikin-sekolah-pantai-hingga-kampanye-tumpas-stunting-di-sambelia-lombok-timur/feed/ 0
Dukung Pengembangan Energi Terbarukan, Mahasiswa KKN UGM Pasang Panel Surya di Desa Tani Baru Kaltim  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembagan-energi-terbarukan-mahasiswa-kkn-ugm-pasang-panel-surya-di-desa-tani-baru-kaltim/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembagan-energi-terbarukan-mahasiswa-kkn-ugm-pasang-panel-surya-di-desa-tani-baru-kaltim/#respond Mon, 19 Aug 2024 01:29:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69536 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil memasang panel surya di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk membantu masyarakat desa mendapatkan akses listrik yang lebih baik dengan memanfaatkan salah satu energi terbarukan yaitu energi matahari. Selama […]

Artikel Dukung Pengembangan Energi Terbarukan, Mahasiswa KKN UGM Pasang Panel Surya di Desa Tani Baru Kaltim  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil memasang panel surya di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk membantu masyarakat desa mendapatkan akses listrik yang lebih baik dengan memanfaatkan salah satu energi terbarukan yaitu energi matahari.

Selama bertahun-tahun, Desa Tani Baru mengalami keterbatasan akses listrik. Listrik hanya tersedia dari pukul 18.00 hingga pukul 06.00 WITA setiap harinya. Di luar jam tersebut, desa tidak memiliki sumber listrik, yang mengakibatkan berbagai kegiatan produktif pada siang hari, seperti kegiatan usaha, penyimpanan hasil perikanan, hingga pendidikan, menjadi terganggu. Situasi ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan hidup tanpa listrik di siang hari, kecuali mereka menggunakan panel surya sebagai sumber daya alternatif.

Melihat kebutuhan akan akses listrik yang lebih stabil, tim KKN-PPM UGM Petualangan Mahakam menawarkan solusi jangka panjang dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi matahari. “Panel surya menjadi pilihan tepat karena potensi sinar matahari di wilayah ini sangat besar. Panel surya memungkinkan desa mendapatkan listrik sepanjang hari, baik siang maupun malam,” kata Mahasiswa KKN PPM, Allisya Maharani Adinda Wibowo, dalam keterangan kepada wartawan, Senin (19/8).

Sebagai langkah awal, kata Allisya, panel surya dipasang di kantor Desa Tani Baru. Kantor desa dipilih karena merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Alasannya di kantor desa ini, berbagai kegiatan administratif, pertemuan warga, serta pelayanan publik berlangsung. Adanya listrik sepanjang waktu, pelayanan masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan optimal. “Panel surya yang dipasang mampu menghasilkan dan menyimpan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di kantor desa selama 24 jam,” jelasnya.

Proses pemasangan panel surya tidak hanya dilakukan oleh tim KKN-PPM UGM, tetapi juga dibantu oleh warga setempat. Partisipasi warga sangat penting dalam memastikan kelancaran proyek ini. Kepala Desa Tani Baru, H. Ilyas, berharap warga dapat mencontoh semangat tim KKN-PPM UGM dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di desa dan turut serta dalam mengembangkan Desa Tani Baru ke arah yang lebih baik. “Apa yang dilakukan mahasiswa ini bisa ditiru dalam mendukung energi terbarukan,” paparnya.

Selain pemasangan panel surya, tim KKN-PPM UGM juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan dan perawatan teknologi ini. Edukasi ini penting agar masyarakat dapat memanfaatkan panel surya dengan baik dan menjaga fungsinya dalam jangka panjang. Pelatihan yang diberikan meliputi pemahaman dasar mengenai cara kerja panel surya, langkah-langkah pemasangan, serta cara merawatnya agar tetap efisien. “Dengan pengetahuan ini, diharapkan masyarakat desa bisa lebih mandiri dalam menggunakan dan merawat teknologi energi terbarukan tersebut,” kata Allisya.

Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim, Fauzul Idhi, mengatakan proyek pemasangan panel surya di Desa Tani Baru diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap akses listrik di desa tersebut. Dengan listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan, masyarakat dapat menjalankan kegiatan mereka tanpa terhambat oleh keterbatasan waktu seperti sebelumnya. “Kehadiran panel surya juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan,” kata Idhi.

Fauzul Idhi mengharapkan inisiatif pemasangan panel surya ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Tani Baru dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara dan wilayah Indonesia lainnya yang menghadapi permasalahan serupa terkait keterbatasan akses listrik. “Proyek ini juga dapat menjadi model pembangunan desa berbasis energi terbarukan yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah terpencil di Indonesia,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Dukung Pengembangan Energi Terbarukan, Mahasiswa KKN UGM Pasang Panel Surya di Desa Tani Baru Kaltim  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pengembagan-energi-terbarukan-mahasiswa-kkn-ugm-pasang-panel-surya-di-desa-tani-baru-kaltim/feed/ 0
Kisah dari Pulau Liki, Mahasiswa KKN UGM Bantu Persalinan Seorang Ibu di Atas Kapal https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dari-pulau-liki-mahasiswa-kkn-ugm-bantu-persalinan-seorang-ibu-di-atas-kapal/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dari-pulau-liki-mahasiswa-kkn-ugm-bantu-persalinan-seorang-ibu-di-atas-kapal/#respond Fri, 16 Aug 2024 07:50:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69500 Ombak lautan yang terus menderu tidak mengganggu konsentrasi Muhammad Ivan Pratista, Mahasiswa KKN-PPM UGM unit Sarmi dalam membantu seorang ibu bernama Nice Isabel Kondi dalam proses persalinan di tengah lautan lepas Pulau Liki, Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu (10/8). Beruntung Ivan yang merupakan mahasiswa program studi Profesi Kedokteran ini berhasil membantu persalinan dengan selamat. Padahal niat […]

Artikel Kisah dari Pulau Liki, Mahasiswa KKN UGM Bantu Persalinan Seorang Ibu di Atas Kapal pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ombak lautan yang terus menderu tidak mengganggu konsentrasi Muhammad Ivan Pratista, Mahasiswa KKN-PPM UGM unit Sarmi dalam membantu seorang ibu bernama Nice Isabel Kondi dalam proses persalinan di tengah lautan lepas Pulau Liki, Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu (10/8). Beruntung Ivan yang merupakan mahasiswa program studi Profesi Kedokteran ini berhasil membantu persalinan dengan selamat. Padahal niat awalnya ia hanya ingin mengantar si ibu menuju fasilitas kesehatan terdekat dikarenakan tenaga kesehatan tidak berada di tempat.

Kisah ini bermula, saat Ivan dan anggota tim KKN-PPM UGM yang lain sedang melaksanakan program KKN seperti biasa. Namun, kondisi ini segera berubah ketika mereka dikejutkan dengan teriakan seorang ibu kader posyandu yang tidak berada jauh dari mereka.  “Anak Ivan, tolong ada Mama Nice mau melahirkan!” seru ibu tersebut.

Sebagai mahasiswa dari Program Studi Profesi Kedokteran dan satu-satunya anggota tim dari bidang kesehatan, Ivan bergegas memeriksa kondisi Mama Nice yang sedang dalam posisi pembukaan tiga. Sebenarnya pelayanan persalinan di wilayah Sarmi biasanya dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut. Namun, saat itu petugas kesehatan sedang tidak berada di tempat dan Mama Nice tidak punya pilihan lain. Semua setuju bahwa Mama Nice harus segera dibawa ke Rumah Sakit di pulau utama untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Namun, untuk menjangkau rumah sakit yang ada di pulau utama, mereka harus menyeberangi lautan luas menggunakan kapal speedboat.

Beberapa saat sebelum menuju dermaga penyeberangan, Ivan terlebih dahulu mengambil peralatan untuk dibawa, dan benar saja alat yang tersedia terbatas. Dengan alat yang tersedia hanya untuk perawatan luka dan infus, Ivan segera berlari menuju ke pelabuhan penyeberangan sejauh kurang lebih 2 km dari pustu. Setibanya Ivan di kapal cepat, Mama Nice sudah ditemani oleh beberapa ibu kader posyandu. Mama Nice sudah dalam kondisi kontraksi dan lemas, tidak lama mereka pun berangkat menuju pulau lepas. Ivan menjadi satu-satunya mahasiswa KKN-PPM UGM yang ikut mengantar Mama Nice melahirkan ke pulau utama.

Tiga puluh menit perjalanan dan posisi kapal di tengah lautan lepas, Mama Nice mulai mengalami kontraksi yang hebat, pembukaan pun semakin besar dan harus segera dibantu bersalin. Dengan ombak yang menderu dan tidak ada penampakan daratan, Ivan mempersiapkan dirinya untuk membantu Mama Nice. Dilihatnya peralatan seadanya yang ia bawa dari Pustu, Ivan berusaha percaya diri dan bertekad membantu Mama Nice. Dengan segala keyakinan atas kemampuan yang ia miliki, Ivan mengambil alih situasi dan memutuskan untuk menghentikan kapal di laut lepas dan memulai persalinan di atas speedboat.

“Bersyukur, persalinan dapat berjalan dengan lancar, kira-kira pukul dua siang lahir bayi laki-laki dengan sehat dan ibunya pun sehat,” ucap Ivan dengan lega.

Menurutnya, pengalamannya menolong seorang ibu melahirkan bukanlah pengalaman yang ia duga akan didapatkan selama KKN di Pulau Liki.

Saat Speedboat kembali ke pulau, semua tampak bahagia menyambut kelahiran anak Mama Nice. Kebahagiaan semakin bertambah saat Mama Nice mengumumkan nama anak laki-laki yang ia lahirkan tersebut. Saat perjalanan kembali ke pulau, Mama Nice memutuskan untuk memberi nama bayi laki-lakinya yang baru lahir itu dengan nama Ivan Maureets Teno, sesuai dengan nama Ivan yang telah menolong ibu dari bayi tersebut. “Saya beri nama Ivan,” kata Mama Nice dengan berkaca- kaca.

Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ivan yang telah menolongnya. “Saya berterima kasih dan bersyukur kepada orang-orang telah menyelamatkan jiwa saya dan anak saya,” ujar Mama Nice tersenyum dengan menggendong bayinya.

Ivan tersenyum dan ikut haru saat mendengar namanya dijadikan nama anak laki-laki Mama Nice. “Ivan merupakan nama saya, Maureets nama driver speedboat, dan Teno adalah nama marganya,” ujar Ivan.

Kisah heroik Ivan ini menyebar luas dan mulai ramai di media sosial. Kisah Ivan menunjukkan bagaimana seorang mahasiswa muda berani menghadapi situasi sulit dan penuh keterbatasan demi menyelamatkan nyawa ibu dan anak di daerah yang sangat terpencil dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bagi Ivan, yang ia lakukan bukan semata-mata bagian tugas dalam melaksanakan KKN-PPM, tetapi merupakan sebuah panggilan kemanusiaan. Dengan semangat terus mau belajar, memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan, dan senang membantu sesama, itulah prinsip yang mengantarkan Ivan hingga tetap tenang dan dapat membantu Mama Nice dalam menghadapi situasi sulit seperti kisah yang ia alami.

Kisah Ivan ini membuat bangga Ardhya Nareswari, S.T, M.T, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM di Pulau Liki. Keberanian Ivan ini juga mendapat apresiasi dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada, termasuk Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. dr. Rustamaji.,M.Kes yang mengelola KKN-PPM di UGM. “Semoga kisah ini memberikan dampak positif bahwa KKN-PPM UGM yang hampir menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga di wilayah terluar memberikan banyak pengalaman yang menjadi bekal para mahasiswa untuk semakin mencintai Indonesia dan mengabdi untuk negeri,” pesannya.

Seperti diketahui, Pulau Liki merupakan salah satu pulau terluar di timur Indonesia berada di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, memiliki jumlah penduduk kurang lebih hanya 300 orang dengan 92 kepala keluarga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

Reportase     : Halimah/Humas DPkM

Penulis          : Lazuardi

Editor            : Gusti Grehenson

Artikel Kisah dari Pulau Liki, Mahasiswa KKN UGM Bantu Persalinan Seorang Ibu di Atas Kapal pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dari-pulau-liki-mahasiswa-kkn-ugm-bantu-persalinan-seorang-ibu-di-atas-kapal/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Mineral Block ke Peternak di Kabupaten Bangka Selatan https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-kenalkan-mineral-block-ke-peternak-di-kabupaten-bangka-selatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-kenalkan-mineral-block-ke-peternak-di-kabupaten-bangka-selatan/#respond Fri, 16 Aug 2024 04:39:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69478 Sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Di desa ini memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan. Untuk mendorong potensi tersebut, mahasiswa KKN PPM UGM melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos, praktik pembuatan silase dan mineral block.  “Potensi yang […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Mineral Block ke Peternak di Kabupaten Bangka Selatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Di desa ini memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan. Untuk mendorong potensi tersebut, mahasiswa KKN PPM UGM melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos, praktik pembuatan silase dan mineral block.  “Potensi yang belum dimaksimalkan yaitu modifikasi pakan untuk ternak sehingga dapat memaksimalkan hasil pertanian maupun peternakan yang ada,” ujar Ahmad Ammar Jiddan selaku Koordinator Mahasiswa Tingkat Subunit (Kormasit), Jumat (16/8).

Untuk kegiatan pelatihan pembuatan di bidang pertanian dan peternakan ini, tim mahasiswa KKN UGM menggandeng 15 peternak dan juga beberapa perangkat desa seperti kepala dusun serta anggota BPD untuk ikut pelatihan dan praktek pembuatan silase menara block. “Kita ajak mereka ikut buat silase dan mineral block,” katanya

Seperti diketahui mineral block merupakan pakan sumber mineral yang dibutuhkan ternak selama kebuntingan dan menyusui. Dibuat dari bahan garam krosok, semen, air, dan dapat ditambahkan premix mineral agar kandungan mineralnya semakin lengkap. Nutrisi tambahan ini ditengarai dapat mengatasi masalah kelumpuhan akibat ternak kekurangan kalsium saat masa kebuntingan dan dapat meningkatkan produktivitas sapi perah.

Kepala Dusun 4 Sumber Jaya Permai, Ari, menyambut bail kegiatan pelatihan praktek buat pupuk kompos dan pakan ternak secara mandiri yang bisa memberikan wawasan dan keterampilan bagi peternak di daerahnya. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi ketika kami bisa saling bertukar pikiran mengenai keadaan peternakan kami dengan mahasiswa KKN UGM,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM di Bangka Selatan, Ir. Panjono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menambahkan kegiatan sosialisasi pembuatan pakan tambahan berupa mineral block sebagai sumber mineral bagi ternak ruminansia cukup membantu masyarakat agar ternak mereka semakin lebih produktif. “Antusiasme warga terhadap pembuatan mineral block sangat tinggi karena ternak-ternak yang dimiliki hanya diberi pakan berupa hijauan,”kata Panjono.

Reportase : Satria/Humas Peternakan 

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Mineral Block ke Peternak di Kabupaten Bangka Selatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-kenalkan-mineral-block-ke-peternak-di-kabupaten-bangka-selatan/feed/ 0
Tim KKN UGM Desa Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan Hari Jadi Pati https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-desa-slungkep-tanam-701-pohon-untuk-rayakan-hari-jadi-pati/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-desa-slungkep-tanam-701-pohon-untuk-rayakan-hari-jadi-pati/#respond Wed, 14 Aug 2024 01:45:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69342 Tim mahasiswa KKN-PPM UGM yang bertugas di Desa Slungkep mengadakan kegiatan penanaman 701 pohon di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen. Kegiatan penanaman pohon ini dalam rangka merayakan 701 tahun Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan yang diberi tajuk Aksi Slungkep Lestari ini merupakan bagian dari Slungkep Fest, sebuah festival pengabdian dengan semangat kemerdekaan yang diadakan sejak 1 […]

Artikel Tim KKN UGM Desa Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan Hari Jadi Pati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa KKN-PPM UGM yang bertugas di Desa Slungkep mengadakan kegiatan penanaman 701 pohon di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen. Kegiatan penanaman pohon ini dalam rangka merayakan 701 tahun Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan yang diberi tajuk Aksi Slungkep Lestari ini merupakan bagian dari Slungkep Fest, sebuah festival pengabdian dengan semangat kemerdekaan yang diadakan sejak 1 — 19 Agustus 2024. Pada puncaknya, Slungkep Fest akan menghadirkan Panggung Kabudayan.

Tim KKN UGM terdiri atas Tiyo Ardianto (Filsafat), Anindia Putri Belia (Agronomi), Ariska Meilinda (Arkeologi), Adinda Dwi h (Sistem Informasi Geografi), Trighoni Rorosuli (Survei Pemetaan), Maria Casandra W (Sastra Inggris), dan Zuzud Fachriya (Pengelolaan Hutan).

Tiyo Ardianto, Ketua Tim KKN-PPM UGM Slungkep, mengatakan Aksi Slungkep Lestari bertujuan untuk turut memberi kontribusi fokus pada restorasi hutan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem daratan. “Kami hadir untuk menanam cita-cita tentang desa yang hijau dan lestari, semoga cita-cita itu bisa diwujudkan bersama oleh masyarakat Slungkep setelah pengabdian kami berakhir di sini. Semoga 10 tahun lagi ketika kami datang berkunjung, setiap pohon bisa hidup berumur panjang dan menjadi berkah bagi seluruh kehidupan,” kata Tiyo dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (14/8)

Kepala Desa Slungkep, Agus Susanto mengapresiasi program ini sebagai inisiatif yang mengesankan karena memikirkan keberlangsungan kehidupan manusia dalam jangka panjang. Program ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dengan melibatkan masyarakat. “Keberlanjutan program ini akan dipastikan oleh pemerintah desa dengan melibatkan elemen masyarakat,” katanya

Seperti diketahui dalam aksi penanaman pohon ini didukung oleh warga desa dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat seperti perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, STAI Syekh Jangkung Pati, IPNU-IPPNU Kayen, serta didukung oleh Trees4Trees.

Penulis : Gloria/Humas Filsafat

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Tim KKN UGM Desa Slungkep Tanam 701 Pohon untuk Rayakan Hari Jadi Pati pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ugm-desa-slungkep-tanam-701-pohon-untuk-rayakan-hari-jadi-pati/feed/ 0
Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/#respond Wed, 14 Aug 2024 00:55:15 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69337 Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi. Dalam rangka […]

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau lebih, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memastikan bahwa seluruh pulau tersebut memiliki kemandirian, termasuk kedaulatan pangan untuk mendukung keberlanjutan kehidupan. Pulau Enggano merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang terletak di Provinsi Bengkulu yang ditetapkan Gubernur Bengkulu sebagai lokasi laboratorium lapangan tridharma perguruan tinggi.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan, untuk pertama kalinya, benih padi varietas unggul karya peneliti UGM, Gamagora ditanam di Pulau Enggano sebagai pulau terluar di Indonesia. Penanaman padi Gamagora ini menjadi salah satu dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada bersama Universitas Bengkulu yang bertajuk Pengembangan Ekonomi Kreatif, Kedaulatan Pangan, Pariwisata dan Kebudayaan Lokal di Pulau Enggano.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penelitian UGM, Prof. Dr.  Wening Udasmoro mengungkapkan bahwa penyerahan benih dan penanaman padi Gamagora ini dalam rangka mendukung kedaulatan pangan di pulau terluar di Indonesia. Sebab, varietas padi yang dikembangkan peneliti UGM ini mampu tumbuh baik pada lahan sawah irigasi maupun lahan sawah tadah hujan yang airnya terbatas. “Gamagora menjadi jenis padi baru yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada penanganan perubahan Iklim,” kata Wening dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Rabu (14/8).

Wening juga menjelaskan bahwa padi Gamagora juga telah teruji tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, keunggulan ini menjadi harapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia dan mendukung untuk upaya tujuan untuk menghapus kemiskinan dan mengakhiri kelaparan.

Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan infrastruktur di pulau Enggano sudah cukup berkembang pesat dan maju sehingga bisa menjadi modal yang baik untuk peningkatan produktivitas masyarakat dan melancarkan mobilitas warga dan logistik dalam rangka mendukung kemandirian pangan. Meski begitu, imbuhnya, masih diperlukan kebutuhan infrastruktur pendukung lainnya seperti sarana transportasi untuk akses keluar masuk ke pulau Enggano. “Secara umum saya melihat komitmen pemerintah daerah telah ditunjukkan nyata melalui pembangunan jalan, pelabuhan, bandara hingga jaringan komunikasi,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi, Dr. Hatma Suryatmojo menekankan bahwa melalui KKN Kolaborasi ini mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan mencari solusi permasalahan lapangan melalui berbagai hasil penelitian di perguruan tinggi yang diterapkan di masyarakat.

Ia menyebutkan UGM menyerahkan 20 kilogram benih Gamagora untuk ditanam di persawahan Pulau Enggano yang memiliki keterbatasan sumberdaya air dan kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Produktivitas tinggi dari padi Gamagora yang dapat mencapai 8-10 ton per hektar menjadi harapan baru bagi pertanian di Pulau Enggano.

Menurutnya, pemberian benih padi varietas unggul Gamagora oleh UGM kepada masyarakat Pulau Enggano memiliki nilai strategis yang sangat signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari luar pulau. “Dengan kondisi geografis Pulau Enggano yang terisolasi dan sering terhambat oleh cuaca ekstrem, adanya varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal akan meningkatkan produktivitas pertanian setempat,” katanya.

Mayong, demikian ia akrab disapa menambahkan  penyerahan padi Gamagora ini diharapkan bisa mengurangi resiko kekurangan pangan saat distribusi logistik terganggu, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan di pulau Enggano. “Pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas sosial, ekonomi lokal dan terwujudnya kedaulatan pangan di Pulau Enggano,” paparnya.

Dampak positif yang diharapkan bagi masyarakat Pulau Enggano adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan melalui hasil panen yang lebih tinggi dan lebih stabil. Dengan hasil panen yang lebih baik, masyarakat dapat memenuhi  kebutuhan pangan mereka sendiri dan bahkan mungkin menciptakan surplus yang dapat dijual untuk pendapatan tambahan.

Selain itu, keberadaan varietas padi unggul yang diadaptasi dengan baik juga akan mengurangi tekanan terhadap lahan pertanian dan sumber daya alam lokal, karena produktivitas yang lebih tinggi memungkinkan lahan yang sama menghasilkan lebih banyak pangan tanpa harus memperluas area pertanian secara signifikan. “Kita ingin upaya yang kita sudah lakukan ini juga dapat berdampak positif terhadap konservasi lingkungan di Pulau Enggano,” pungkasnya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Dukung Kedaulatan Pangan, UGM Tanam Padi Gamagora di Pulau Enggano  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-kedaulatan-pangan-ugm-tanam-padi-gamagora-di-pulau-enggano/feed/ 0
Tingkatan Literasi, Mahasiswa KKN PPM UGM Buat Pojok Baca Bagi Siswa SD Alung Banua https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatan-literasi-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-buat-pojok-baca-bagi-siswa-sd-alung-banua/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatan-literasi-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-buat-pojok-baca-bagi-siswa-sd-alung-banua/#respond Tue, 13 Aug 2024 04:51:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69308 Petrus (10) dan Gloria (10) bersama puluhan temannya tersenyum gembira saat diajak ke ruang pojok baca SD GMIM Alung Banua, Sabtu (10/8). Ruang pojok baca ini merupakan perpustakan yang sudah direnovasi oleh kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang berlangsung di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Sekolah SD ini berada persis di […]

Artikel Tingkatan Literasi, Mahasiswa KKN PPM UGM Buat Pojok Baca Bagi Siswa SD Alung Banua pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Petrus (10) dan Gloria (10) bersama puluhan temannya tersenyum gembira saat diajak ke ruang pojok baca SD GMIM Alung Banua, Sabtu (10/8). Ruang pojok baca ini merupakan perpustakan yang sudah direnovasi oleh kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang berlangsung di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Sekolah SD ini berada persis di seberang Gereja. Terdiri dari empat kelas dengan bentuk letter L. Di pojok kiri, terdapat ruangan perpustakaan yang berukuran kecil. Selama ini lama tidak terawat dengan baik karena dinding sudah retak akibat terkena gempa bumi yang melanda Manado bulan Mei lalu. Beberapa rak buku sudah rusak dimakan rayap dan dinding retak serta plafon yang sudah usang. Untuk menuju sekolah ini, setidaknya membutuhkan waktu hampir lebih dari setengah jam dari Dermaga menggunakan kendaraan roda tiga sebagai salah satunya alat transportasi di pulau Bunaken.

Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan program membangun ruang pojok baca sebagai upaya peningkatan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Selain melakukan renovasi ruang baca, mahasiswa juga menambah koleksi buku. “Kita ingin meningkatkan literasi masyarakat di Alung Banua, kita menambah buku baru dan koleksi lainnya. Kami kerja sama dengan Kompas memberi kami koleksi 70 hingga 100 buku,” katanya Pniel Abigail Nathane Saragih.

Abigail menuturkan kondisi perpustakaan sebelumnya dalam kondisi kurang terawat, bahkan banyak buku yang rusak dimakan rayap. Sedangkan untuk rak buku pun sudah usang sehingga mahasiswa memperbaiki rak buku agar layak. “Kita ingin anak- anak bisa membaca dengan nyaman dan menambah pengetahuan mereka,” katanya.

Selain memperbaiki ruang perpustakaan, mahasiswa juga mengajar pelajaran bahasa inggris untuk anak SD GMIM di sela waktunya melaksanakan 123 program kerja KKN PPM.

Austin Anderson, perwakilan kelompok KKN PPM UGM menerangkan, tempat pojok baca yang sebenarnya perpustakaan tersebut selama beberapa bulan kosong dan tidak terawat. “Kosong sekitar 6 bulan, ini dulu sempat kena gempa juga, ada beberapa bagian temboknya juga retak,” katanya.

“Kami renovasi sedikit, kami tata dan tambah buku-buku baru juga,” sambungnya.

Menyoal buku-buku yang disediakan, ia berujar bahwa banyak diantaranya datang dari donasi. Buku yang disediakan juga sangat beragam, mulai dari buku seni dan budaya, ensiklopedia, sejarah dan budaya Indonesia, budi pekerti, hingga buku soal kerajinan dan hobby.

Terkait jumlah buku secara keseluruhan, Austin mengaku tidak cukup yakin secara spesifik. Sebab, banyak juga buku dari pihak sekolah yang masih bagus dan layak dipertahankan. “Total keseluruhan ratusan, banyak juga buku dari SD GMIM yang masih bagus, beberapa sudah koyak itu kami singkirkan,” lontarnya.

Disebutkan, kurang lebih sejak dua minggu pojok baca tersebut diresmikan, antusiasme para siswa sendiri juga cukup tinggi untuk datang dan membaca. “Semoga antusiasme siswa terjaga, bahkan saat kami sudah selesai KKN,” harapnya.

Kepala Sekolah SD GMIM Alung Banua, Yureny Tukunang, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa KKN. Diakuinya, selama ini sekolahnya cukup jarang didatangi oleh mahasiswa KKN dengan durasi yang lama. “Biasanya hanya survei atau program sementara dari kampus di Manado sini, cuma beberapa hari itu biasanya,” terangnya.

Ia bertutur, sejak kehadiran para mahasiswa KKN, antusiasme para siswa sangat tinggi untuk berlama-lama di sekolah, salah satunya antusias untuk datang ke pojok baca. “Dampaknya siswa jadi senang, antusias mereka bertemu kakak-kakak KKN ini,” bebernya.

Ke depannya, Yureny berharap bahwa ragam program yang sudah dilakukan saat ini, bisa dilanjutkan oleh kelompok KKN UGM di periode selanjutnya. “Harapannya ada lagi, dan ini jadi program yang dilanjutkan. Mereka banyak bantu kami di sini,” tuturnya.

Disebutnya, hampir semua aspek di wilayah Alung Banua tidak lepas dari program kerja para mahasiswa KKN. Mulai dari siswa-siswi SD, hingga masyarakat umum juga dilibatkan secara aktif. “Selain program sekolah ini, ada juga program filtrasi air hingga sosialisasi UMKM, ini sangat penting dan membantu,” tandasnya

Lurah Alung Banua, Yola Moko, mengaku kehadiran mahasiswa KKN, sangat membantu masyarakat melatih kelompok ibu rumah tangga mengolah selai pisang dan mangga menjadi produk UMKM, memperbaiki pompa air, mengajari les bahasa inggris  hingga memperbaiki ruang perpustakaan sekolah. Yola menyampaikan sebagian besar warganya yang berjumlah ratusan kepala keluarga ini berprofesi sebagai nelayan dan beberapa ada juga yang menjadi petani. Ia mengaku sebagai pimpinan pemerintah desa sangat terbantu sekali dengan berbagai program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UGM. “Torang merasa mahasiswa KKN sangat- sangat membantu di sini,” katanya.

Penulis : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Tingkatan Literasi, Mahasiswa KKN PPM UGM Buat Pojok Baca Bagi Siswa SD Alung Banua pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatan-literasi-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-buat-pojok-baca-bagi-siswa-sd-alung-banua/feed/ 0
Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/#respond Tue, 13 Aug 2024 03:09:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70427 Untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri (dimensi tubuh) bagi balita, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dan Puskesmas Nusa Penida III baru saja melaksanakan pelatihan kader posyandu. Kegiatan ini bertempat di Kantor Kepala Desa Toyapakeh, Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan dihadiri oleh sejumlah 10 kader Posyandu Dauh Jalan dan Dangin Jalan, Toyapakeh, pada […]

Artikel Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri (dimensi tubuh) bagi balita, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dan Puskesmas Nusa Penida III baru saja melaksanakan pelatihan kader posyandu. Kegiatan ini bertempat di Kantor Kepala Desa Toyapakeh, Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan dihadiri oleh sejumlah 10 kader Posyandu Dauh Jalan dan Dangin Jalan, Toyapakeh, pada Rabu (10/7).

Acara dibuka dengan sambutan oleh Diah, selaku perwakilan dari Puskesmas Nusa Penida III. Ia menekankan mengenai pentingnya pengukuran antropometri sebagai alat untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Hal ini tentu berkesinambungan dengan maraknya kejadian stunting dan kekurangan gizi yang terdampak oleh balita. 

Ia juga menjelaskan perbedaan dari berbagai penyakit yang banyak dibahas pada acara pelatihan kader tersebut, yaitu stunting, berat badan yang kurang, serta kekurangan gizi. “Agar tidak salah paham, stunting merupakan tinggi badan kurang akibat gizi buruk atau infeksi berulang, berat badan kurang dilihat dari grafik berat badan menurut usia, sedangkan gizi dapat dilihat dari grafik berat badan menurut tinggi badan,” jelas Diah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dua perwakilan mahasiswa dari KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida yaitu Firsta Tiara (Gizi Kesehatan, 2021) dan Catherine Natasya (Profesi Dokter, 2021). Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar antropometri, teknik pengukuran panjang dan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas.

Para kader diajarkan mengenai bagaimana cara menggunakan alat ukur dengan benar agar dapat memastikan hasil yang akurat. Firsta dan Catherine juga memberikan informasi mengenai cara menginterpretasikan data yang diperoleh, yaitu dengan melakukan pencatatan dan plotting, membaca, dan menganalisis data hasil pengukuran pada grafik Kartu Menuju Sehat (KMS) Buku Kesehatan Ibu dan Anak. 

Firsta, salah satu pemateri mendengar keluhan dari para kader bahwa mereka masih merasa kesulitan untuk membaca hasil pengukuran pada timbangan.  Ia kemudian memberikan strategi dalam menghadapi angka berat badan anak yang terus berubah saat pemeriksaan. “Apabila anak tidak mau diam saat diperiksa, salah satu caranya adalah dengan menekan tombol hold pada timbangan sehingga angka yang muncul tidak berubah,” ujarnya. 

Tak hanya diberikan sebuah teori, kader posyandu juga berkesempatan untuk dapat berlatih menggunakan alat-alat antropometri yang diberikan oleh Kemenkes secara langsung. Mereka berlatih menggunakan infantometer (pengukur panjang badan) dan stadiometer (pengukur tinggi badan), timbangan bayi dan timbangan berdiri, serta mengukur lingkar kepala, dan lingkar lengan atas menggunakan pita ukur.

Sebelum mengakhiri pelatihan, Diah kembali mengingatkan kader untuk selalu berkomunikasi dengan orang tua dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi bagi anak. “Kader adalah garda terdepan dalam kesehatan masyarakat, mari kita tingkatkan peran kita,” ujarnya.

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida berharap kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri, yang pada gilirannya akan mendukung upaya peningkatan kesehatan balita di wilayah tersebut sehingga dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat. 

Puskesmas Nusa Penida III juga berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan pengawasan rutin untuk memastika kader tetap terampil dan dapat menerapkan ilmu yang didapat dengan baik. Para kader juga didorong untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di lapangan melalui forum diskusi di tingkat desa. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, diharapkan kualitas layanan posyandu semakin meningkat, sehingga kesehatan dan gizi balita di Desa Toyapakeh dapat lebih terjamin.

Penulis  : Lintang

Editor    : Gusti Grehenson

Artikel Pelatihan Pengukuran Antropometri oleh Tim KKN-PPM UGM di Nusa Penida Bali pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelatihan-pengukuran-antropometri-oleh-tim-kkn-ppm-ugm-di-nusa-penida-bali/feed/ 0
Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/#respond Mon, 12 Aug 2024 09:04:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69280 Kabupaten Magetan memiliki beragam UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner asal pangan lokal, kerajinan, hingga produk fashion. Sayangnya, transformasi serta digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi jangkauan pasar dan kemampuan bersaing, belum banyak dilakukan. Universitas Gadjah Mada menerjunkan 78 mahasiswa KKN asal lintas disiplin ilmu, yang tersebar di Kecamatan Takeran dan dua lokasi yang berbeda di […]

Artikel Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kabupaten Magetan memiliki beragam UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner asal pangan lokal, kerajinan, hingga produk fashion. Sayangnya, transformasi serta digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi jangkauan pasar dan kemampuan bersaing, belum banyak dilakukan. Universitas Gadjah Mada menerjunkan 78 mahasiswa KKN asal lintas disiplin ilmu, yang tersebar di Kecamatan Takeran dan dua lokasi yang berbeda di Kecamatan Plaosan untuk membantu memetakan potensi dan penguatan kelembagaan UMKM melalui pemanfaatan media digital agar memiliki kemampuan daya saing yang tinggi. Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D., mengaku haru dan bangga atas pengabdian yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Magetan. “Sangat haru dan senang melihat kiprah mahasiswa dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan warga. Beruntungnya, di tiap daerah kami memiliki alumni, dan link dengan KAGAMA memudahkan mahasiswa KKN untuk menjalin dan berkolaborasi dalam membuat program kerja,” ujar Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D saat memberikan sambutan di kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) KKN, Jumat (9/8), di Kantor Kecamatan Takeran, Magetan, Jawa Timur. 

Ova menambahkan KKN yang sudah berjalan selama 70 tahun ini dimulai sejak 1951 yang menunjukkan antara teori dan praktek harus saling melengkapi, terutama bagi mahasiswa. Sebab, teori yang didapat di kampus tidak akan memiliki makna jika tidak dipraktikkan di masyarakat. “Jadi ayo kita berikan usulan-usulan terbaik karena saya yakin akan dibantu oleh KAGAMA dan pemerintah setempat untuk diwujudkan, dan program kerja ini akan menjadi calon masterpiece bagi semua mahasiswa KKN,” pesannya.

Sejalan dengan itu, Wisnu Bambang Dwi Hartono selaku Camat Takeran yang juga merupakan alumni UGM, mengungkapkan bahwa merasakan perubahan yang signifikan di desanya setelah kedatangan mahasiswa KKN. “Adik-adik dari UGM ini berbeda, mereka bisa menempatkan diri dengan sangat baik di masyarakat sebagai intelektual muda. Salah satu program yang menarik adalah mereka mengajari kami tentang penjualan melalui platform digital sehingga distribusi sambel pecel kami sudah bisa sampai ke luar Magetan,” ungkapnya.

Wisnu mengucapkan banyak terima kasih kepada UGM dan berharap agar tahun depan desanya masih bisa menerima mahasiswa KKN. Menurutnya, sentuhan mahasiswa terhadap bidang pertanian juga sangat berbeda dengan menginisiasi untuk pertemuan rutin ke semua Kelompok Tani dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk kolaborasi membahas pertanian pangan dan hortikultura. “Ada juga program pembuatan produk-produk inovasi berbasis pangan lokal. Semoga setelah ini desa kami bisa lebih maju dari sebelumnya,” harapnya.

Tiara, salah satu anggota tim mahasiswa KKN di Takeran menjelaskan tentang beberapa program unggulan untuk UMKM baik di tingkat desa maupun dusun. “Untuk tingkat desa karena kami fokus ke UMKM batik, kita membantu promosi, menciptakan inovasi motif baru, kemudian juga ada mesin pengolah limbah batik,” jelasnya.

Sedangkan untuk di Dusun Babadan, pihaknya melakukan pendampingan dan pelatihan inovasi produk seperti kerupuk lele, sabun cuci, sabun mandi. “Karena produk unggulan pertaniannya kacang, kami juga mengajari ibu-ibu untuk cara pembuatan selai, mochi, dan permen kacang untuk memberikan nilai tambah dari kacang sebagai bahan baku,” tambah Tiara.

Selain itu, mahasiswa juga membuat peta sebaran UMKM yang tersebar di tiga kecamatan yang menjadi lokasi KKN UGM dengan harapan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah setempat. Penguatan kelembagaan UMKM juga menjadi program prioritas dengan menjalankan beberapa strategi seperti pendataan dan geotagging UMKM, pendampingan pembuatan konten sosial media untuk pemasaran, sosialisasi pemanfaatan QRIS dan penyuluhan pembukuan, pendampingan penggunaan website, serta penyuluhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bekerja sama dengan Bank Ekadharma. Pada penutupan monev KKN di Kabupaten Magetan kali ini ditutup dengan penyerahan mesin pengolah limbah batik yang dibuat oleh mahasiswa KKN, yang diserahkan oleh Rektor UGM ke Kecamatan Takeran.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Devi

Artikel Tingkatkan Kapasitas UMKM di Era Digital, UGM Kirim Mahasiswa KKN ke Kabupaten Magetan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-kapasitas-umkm-di-era-digital-ugm-kirim-mahasiswa-kkn-ke-kabupaten-magetan/feed/ 0