KKN PPM UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kkn-ppm-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 06 Feb 2025 02:31:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa KKN UGM Gelar Festival Budaya Riuk Raya Moa di Maluku Barat Daya https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-gelar-festival-budaya-riuk-raya-moa-di-maluku-barat-daya/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-gelar-festival-budaya-riuk-raya-moa-di-maluku-barat-daya/#respond Thu, 06 Feb 2025 02:25:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75558 Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja pelestarian budaya daerah di  Desa Klis, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pelaksanaan program kerja diwujudkan dalam bentuk Festival Seni Budaya Riuk Raya Moa yang diselenggarakan pada Sabtu (25/1) lalu di Pantai Gerdarsi. Festival budaya ini menjadi puncak dari rangkaian acara apresiasi budaya dalam upaya menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan kesenian […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Gelar Festival Budaya Riuk Raya Moa di Maluku Barat Daya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja pelestarian budaya daerah di  Desa Klis, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pelaksanaan program kerja diwujudkan dalam bentuk Festival Seni Budaya Riuk Raya Moa yang diselenggarakan pada Sabtu (25/1) lalu di Pantai Gerdarsi. Festival budaya ini menjadi puncak dari rangkaian acara apresiasi budaya dalam upaya menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan kesenian di daerah.

Koordinator KKN-PPM UGM, Azzan Nasrullah menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya, adat istiadat yang ada di Pulau Moa, terkhusus Desa Klis dan Desa Persiapan Nyama. Selain melestarikan budaya, festival budaya tersebut turut berperan untuk mengenalkan Pulau Moa ke khalayak luas dan meningkatkan minat wisatawan. Melalui Festival Budaya Riuk Raya Moa dapat menjadi sarana promosi untuk memperkenalkan Moa bagi Indonesia dan juga mancanegara.“Ini pesta kita bersama, festival ini bukan milik mahasiswa KKN saja. Festival budaya ini milik masyarakat Klis dan Nyama. Kami merasa bangga dan gembira bisa menjadi bagian dari sejarah perhelatan akbar ini”, ungkap Nasrullah dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (6/2).

Ia mengatakan, Pulau Moa terkhusus Desa Klis dan Nyama memiliki potensi yang besar. Mulai dari makanan, adat, budaya tegur sapa, setiap jengkal kehidupan masyarakat memiliki daya jual. Kegiatan ini memiliki berbagai hal yang dilakukan seperti penampilan tarian adat dari orang tua maupun anak sekolah, pameran UMKM, membaca puisi, mendongeng, pujian lagu hingga kontes menggambar.“Semua program yang sudah kami lakukan ini menjadi pengalaman berharga bukan hanya bagi peserta KKN UGM tapi juga bagi masyarakat pulau Moa. Tatanan adat istiadat dan budaya yang unik dan khas ini harus dan wajib dilestarikan sampai kapanpun itu,” harapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM MA008, Fadli Kasim, S.T., M.Sc, turut merasa bangga atas terselenggaranya festival ini. Ia mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari penduduk Pulau Moa hingga Pemda, yang terlibat mengoptimalkan dan menyukseskan Festival Riuk Raya Moa. Sebagai puncak acara, Riuk Raya Moa menjadi akumulasi jerih payah, rasa bangga, dan suka cita atas partisipasi dan penyelenggaraan yang terbilang sukses. “Mereka (mahasiswa KKN) sudah terlibat langsung secara emosional dengan masyarakat, mereka memberikan perhatian yang serius kepada kebaikan dan kearifan lokal. Alhamdulillah,” katanya.

Wakil Bupati MBD, Drs, Agustinus L. Kilikily, M.Si  mengapresiasi peran mahasiswa membantu menjaga kelestarian seni dan budaya yang ada di Kabupaten Maluku Barat daya, MBD serta upaya peningkatan sumber daya masyarakat. Selain menjadi bagian dari program kerja KKN, Festival Riuk Raya Moa dapat menjadi media menggali dan mengenalkan nilai-nilai budaya yang sarat kearifan lokal. “Negara Indonesia memiliki berbagai macam budaya, peninggalan nenek moyang yang diwariskan kepada kita namun saat ini generasi muda kita yang kurang peduli sehingga perlu dilakukan sosialisasi pentingnya melestarikan budaya kita,” ungkap Kilikily.

Ia berharap, festival ini dapat memberikan semangat bagi semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama merawat dan melestarikan budaya yang ada di Maluku Barat Daya juga menjadi agenda resmi dan berkelanjutan dari tahun ke tahun. “Perlu ditindaklanjuti secara serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai fasilitator dalam melestarikan budaya, adat istiadat agar tidak punah melalui kegiatan festival,” imbuhnya.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Gelar Festival Budaya Riuk Raya Moa di Maluku Barat Daya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-gelar-festival-budaya-riuk-raya-moa-di-maluku-barat-daya/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Wisata Masyarakat Pulau Tidung lewat Festival Reggae https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-wisata-masyarakat-pulau-tidung-lewat-festival-reggae/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-wisata-masyarakat-pulau-tidung-lewat-festival-reggae/#respond Wed, 08 Jan 2025 06:00:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74499 Festival Reggae menjadi tradisi masyarakat Pulau Tidung, Kepulauan Seribu dalam merayakan penghujung tahun 2024. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat, Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) bersama masyarakat menggelar Festival Reggae pada perayaan puncak malam tahun baru 2025 lalu, Selasa (31/12). Acara ini sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa dengan masyarakat dalam program […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Wisata Masyarakat Pulau Tidung lewat Festival Reggae pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Festival Reggae menjadi tradisi masyarakat Pulau Tidung, Kepulauan Seribu dalam merayakan penghujung tahun 2024. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat, Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) bersama masyarakat menggelar Festival Reggae pada perayaan puncak malam tahun baru 2025 lalu, Selasa (31/12). Acara ini sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa dengan masyarakat dalam program pengabdian KKN-PPM UGM.

Aliran musik reggae menjadi salah satu genre favorit masyarakat Pulau Tidung. Festival Reggae pun digelar dengan mengundang sejumlah pemain musik dan seniman reggae seperti Sejedewe, Dhyo Haw, Rafi Gimbal, D’Blow, OWL Jam, dan lain-lain. Tahun ini, bintang utama dalam Festival Reggae adalah Rasta Ressy, sebuah grup musik reggae yang mulai merintis sejak tahun 2022. Keunikan dan nuansa otentik dalam Festival Reggae menjadikan acara yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat setiap tahunnya.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Pulau Tidung yang hadir di tengah-tengah masyarakat turut membantu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Tidung. Bagas, anggota tim KKN sekaligus penanggung jawab mahasiswa dalam Festival Reggae mengaku senang ketika dilibatkan dalam proses pembuatan gapura untuk festival. “Pembuatan gapura ini memakan waktu 3 hari. Kami merancang desain gapuranya, kemudian untuk pembuatannya dibantu oleh teman-teman KKN yang lain dan berkolaborasi dengan Pokdarwis,” ucap Bagas dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (8/1).

Selain Bagas, Sarwindah yang juga anggota tim diberikan kepercayaan untuk menjadi pembawa acara Festival Reggae. Kesempatan tersebut tentunya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Sarwindah. “Sangat menyenangkan, saya bisa melihat budaya lokal di sini yang berpadu dengan suasana pulau. Antusias masyarakat juga sangat tinggi,” pungkasnya.

Tak hanya disuguhkan lokalitas tradisi dan budaya masyarakat Pulau Tidung, tim KKN UGM ikut merasakan kedekatan dan kehangatan selama berbaur dengan masyarakat setempat. Setelah persiapan selesai, Festival Reggae pun dibuka pada malam Selasa (31/12) dengan sejumlah penampilan. Uniknya, meskipun festival ini mengusung konsep satu genre musik, masyarakat tetap menghadirkan tradisi lokal lain. Salah satunya adalah pertunjukkan lenong yang dibawakan oleh Lenong Ki Jambul Wulung dan Lenong Bohay KB. Selain itu iringan dan pertunjukkan musik dangdut juga ikut tampil menjelang malam puncak tahun baru dengan pertunjukkan kembang api.

Pokdarwis Pulau Tidung yang baru saja terbentuk pada Februari 2024 lalu mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap potensi pariwisata. Pokdarwis secara aktif mengembangkan wisata Pulau Tidung, seperti pengelolaan, perawatan, dan penambahan lokasi wisata itu sendiri. “Kalau bicara soal wisata, yang pasti kita ingin mensejahterakan masyarakat. Harapannya dengan Pokdarwis kami bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan,” ucap Saiful selaku Ketua Pokdarwis.

Unsur representasi budaya tradisional dan genre musik unik favorit masyarakat Pulau Tidung yang direfleksikan dalam Festival Reggae, ajang ini menjadi salah satu cara untuk menarik wisatawan. Momen tahun baru menciptakan peluang ekonomi dalam festival ini, khususnya bagi masyarakat sekitar yang turut menjajakan dagangannya sepanjang festival.

Gatra, salah satu pedagang yang sudah berjualan di area tersebut selama kurang lebih 11 tahun menyatakan bahwa acara ini sangat membantu dari segi ekonomi. Tidak hanya wisatawan, warga lokal juga ikut membeli dagangannya bersama semarak festival. Ia berharap acara seperti ini lebih sering diselenggarakan untuk mencuri daya tarik wisatawan. “Saya juga ikut terhibur kalau ada acara seperti ini jadi bisa berdagang sambil mendengarkan musik,” kata Gatra.

Festival Reggae menjadi permulaan yang baik bagi kinerja Pokdarwis Pulau Tidung. Mereka berharap dengan kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM, pemerintah turut mendukung program-program masyarakat demi memaksimalkan potensi wisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto   : Tiket.com

Artikel Mahasiswa KKN UGM Angkat Potensi Wisata Masyarakat Pulau Tidung lewat Festival Reggae pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-angkat-potensi-wisata-masyarakat-pulau-tidung-lewat-festival-reggae/feed/ 0
1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/ https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/#respond Fri, 20 Dec 2024 03:50:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74116 Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, […]

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Sebanyak 1.026 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata  Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) diterjunkan ke seluruh pelosok Indonesia untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat. Ribuan mahasiswa ini terbagi dalam 42 unit yang tersebar 17 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian hingga 50 hari ke depan. Ketujuh Belas provinsi tersebut diantaranya DIY, Bali, Jawa Barat Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kaltim, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan Bengkulu.

Penerjunan mahasiswa KKN dilaksanakan simbolis dengan penyematan topi dan atribut KKN yang dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria M.Sc. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., Kamis (19/12), di aula joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Arie Sujito dalam laporannya menyampaikan jumlah mahasiswa peserta KKN-PPM UGM Periode 4 ini sebanyak 1.026 mahasiswa, terdiri atas 42 unit yang tersebar 17 provinsi, 36 kabupaten, 42 kecamatan, dan 84 desa/kelurahan di Indonesia. “Termasuk menjangkau daerah 3T seperti di Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Arie memberikan wejangan ke mahasiswa agar selalu belajar dari masyarakat dan mengutamakan keselamatan diri dan tim. Tidak hanya keselamatan fisik, Arie juga berpesan untuk menjaga satu sama lain dari pelecehan seksual. “Lindungi teman-teman kalian, lindungi nama baik almamater UGM,” kata Arie.

Senada dengan Arie, Wamen Komdigi, Nezar Patria, berpesan bahwa mahasiswa harus bisa mengontrol diri sendiri dan tim. Program KKN ini merupakan kesempatan untuk membangun tim yang tidak egois dan selalu berempati dengan kawan dan masyarakat. “Anda akan membuktikan kepada masyarakat bahwa apa yang kalian pelajari bisa diterapkan di masyarakat,” pesannya.

Nezar mengenang kisahnya saat melakukan KKN di Purworejo pada tahun 1994. Ia berpesan agar mahasiswa dapat meneruskan perjuangan dan pengabdian yang telah dilakukan UGM sejak dahulu. Mahasiswa harus membuka hati dan telinga ketika mendengarkan masalah di masyarakat. “Dengan demikian kalian akan belajar bahwa untuk menemukan jalan keluar yang tepat bagi masyarakat,” ucap Nezar.

Salah satu mahasiswa KKN yang akan ditempatkan di Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyambut antusias program KKN tahun ini. Catharina dari Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, memilih Raja Ampat sebagai lokasi KKN karena lokasi tersebut memiliki potensi untuk dieksplorasi lebih dalam. Melanjutkan pengabdian di KKN-PPM Periode 2, Tim Sorai Waisai Raja Ampat akan berusaha mengembangkan ekowisata melalui kelestarian hutan dan konservasi laut. “Kami berharap pengabdian ini dapat bermanfaat dan meninggalkan impresi yang berkesan bagi masyarakat sekitar,” pungkas Catharina.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel 1.026 Mahasiswa KKN PPM UGM Diterjunkan di 17 Provinsi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/1-026-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-diterjunkan-di-17-provinsi/feed/ 0
Kisah Mahasiswa UGM Menjalankan KKN di Kampar dan Banggai https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-mahasiswa-ugm-menjalankan-kkn-di-kampar-dan-banggai/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-mahasiswa-ugm-menjalankan-kkn-di-kampar-dan-banggai/#respond Thu, 12 Dec 2024 02:19:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73758 Menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat  (KKN-PPM) selama kurang lebih 50 hari menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi mahasiswa UGM untuk mempraktikkan ilmunya di tengah masyarakat. Disamping menjalankan ide dan gagasan untuk mengembangkan potensi sumber daya dengan ketersediaan SDM yang sudah ada. Hafid Argama Putra, mahasiswa dari FISIPOL yang menjalankan KKN-PPM UGM di Kabupaten Kampar, […]

Artikel Kisah Mahasiswa UGM Menjalankan KKN di Kampar dan Banggai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat  (KKN-PPM) selama kurang lebih 50 hari menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi mahasiswa UGM untuk mempraktikkan ilmunya di tengah masyarakat. Disamping menjalankan ide dan gagasan untuk mengembangkan potensi sumber daya dengan ketersediaan SDM yang sudah ada.

Hafid Argama Putra, mahasiswa dari FISIPOL yang menjalankan KKN-PPM UGM di Kabupaten Kampar, Riau, menceritakan pengalamannya   mengembangkan UMKM dan Pariwisata. Menurutnya hal ini sangatlah penting karena daerah Kampar memiliki berbagai objek wisata yang dapat dikembangkan seperti Candi-candi kuno yang terletak disana.  Salah satu solusi yang ditawarkan oleh tim KKN-PPM UGM pemaketan destinasi wisata, pengembangan usaha homestay dan produk UMKM.

Menurut Hafid, program kerja yang mereka laksanakan ini dilatarbelakangi oleh perbedaan rute lokasi objek wisata, lokasi penginapan dan gerai UMKM yang menjual berbagai jajanan dan snack lokal saja. Selanjutnya, tim mahasiswa menawarkan paket wisata dimana wisatawan dapat menikmati objek wisata dan berbagai produk budaya dan oleh-oleh di satu tempat.  “Kita ingin menambah daya tarik lain selain objek wisatanya sendiri. Semisal ada gerai UMKM, makanan khas Kampar ada di objek wisatanya, jadi pengunjung itu bisa menikmati beberapa daya tarik sekaligus,” Ujar Hafid.

Lebih lanjut Hafid menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya program ini, maka berbagai komponen industri pariwisata akan diuntungkan karena wisatawan yang datang akan menjadi lebih tertarik untuk berbelanja. Pasalnya, dengan dipaketkannya objek destinasi wisata dengan UMKM dan Homestay, para wisatawan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk menikmati berbagai daya tarik yang ditawarkan di daerah Kampar.

Tidak jauh berbeda kondisinya di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, juga terdapat banyak objek destinasi wisata yang menarik. Muhammad Yadaikasalam Hibatulloh yang juga merupakan mahasiswa dari Fisipol turut menjelaskan bahwa di daerah Banggai, Sulawesi juga terdapat kebutuhan untuk perluasan industri pariwisata. Dia menjelaskan bahwa di daerah Banggai terdapat banyak keindahan alam yang kurang mendapatkan eksposur, sehingga kurang diketahui oleh masyarakat umum. Guna menanggulangi hal tersebut, Yadaikasalam, atau biasa dipanggil Yadek, menjelaskan bahwa dia dan tim mengadakan beberapa kegiatan seperti lomba triathlon di sekitar keindahan alam tersebut, serta jambore selam untuk menunjukan keindahan bawah laut daerah Banggai.

“Jadi sebenarnya Jambore Selam ini dimaksudkan untuk, karena di desa Lopaneteng ini begitu banyak spot wisata underwater ya, Jadi bagaimana karangnya di bawah dan biota lautnya sangat banyak, yang itu belum pernah dieksplor oleh banyak orang, bahkan oleh pemerintah bagai kepulauan tersendiri. Maka dari itu kami melakukan Jambore Selam ini dalam rangka untuk mengambil konten ya, foto dan video untuk mempromosikan bagaimana wisata bawah laut bagai kepulauan seperti itu.” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tim KKNnya juga mengadakan sebuah  program peningkatan kualitas rumah setara dengan standar Kemenparekraf, sehingga rumah yang mereka miliki dapat digunakan untuk memulai usaha homestay. “Kami buat homestay sebagai bentuk usaha juga. Kita ingin membuat masyarakat ini berdikari. Jadi dengan sumber daya yang mereka miliki, mereka bisa mendapat penghasilan dari sana,” pungkas Yadek.

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kisah Mahasiswa UGM Menjalankan KKN di Kampar dan Banggai pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-mahasiswa-ugm-menjalankan-kkn-di-kampar-dan-banggai/feed/ 0
Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/#respond Mon, 02 Dec 2024 09:32:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73413 Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kalurahan Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Minggu (1/12). Berbagai kegiatan diselenggarakan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-147 terkait Gerakan Masyarakat Hidup sehat antara lain pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, mata dan THT. Dilaksanakan pula pelatihan pertolongan pertama (First Aid), senam massal, pertandingan bola voli putri, dan bazaar UMKM.

Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., selaku Dosen Pendamping lapangan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim KKN UGM. Apresiasi diberikan karena selama lebih dari 1,5 bulan pelaksanaan KKN, telah berupaya secara maksimal menjalankan program-program yang bersentuhan dan diperlukan secara langsung kepada masyarakat. “Semoga dalam waktu relatif singkat ini, dapat memberikan makna yang lebih bagi diri-sendiri maupun masyarakat”, ujarnya.

Tak ketinggalan apresiasi juga diberikan kepada seluruh masyarakat Terbah, Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat Terbah, dinilainya telah berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan KKN, dan memberikan pembelajaran kehidupan kepada para mahasiswa UGM.

Areta Adzroo Imtiyaznabilla dan Barnice Silva sebagai mahasiswa yang mengikuti KKN di Terbah turut berbagi pengalaman. Sebagai panitia dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah, mereka menyatakan meski pelaksanaan pengabdian singkat, tim KKN UGM berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Puskesmas dan Kader Kesehatan Desa untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan dan senam Bersama serta pertandingan voli, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat,” ucap Areta.

Keduanya merasa bersyukur karena antusiasme warga masyarakat mengikuti berbagai kegiatan KKN sangat tinggi. Hal tersebut, disebutnya menjadi motivasi bagi tim KKN untuk terus berinovasi. “Kami berharap melalui program KKN ini, masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang dan terus mengaplikasikan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari”, imbuh Barnice.

Muhammad Reza Hendriansah selaku koordinator Mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk sekaligus supervisor kegiatan turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kalurahan Terbah. Ia berpandangan meski tantangan yang dihadapi cukup besar, para mahasiswa KKN PPM UGM Subunit Terbah telah berhasil menjalankan program-program yang berfokus langsung pada kebutuhan masyarakat, seperti pemeriksaan kesehatan, pelatihan pertolongan pertama (First Aid) dan senam bersama.”Sebagai supervisor, saya sangat bangga melihat antusiasme masyarakat dan dedikasi teman-teman KKN Subunit Terbah dalam menyukseskan program ini. Semoga memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat di Kalurahan Terbah, sekaligus berharap kegiatan ini menjadi model bagi KKN berikutnya dan terus berfokus pada pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Giyanto selaku Lurah Desa Terbah menyampaikan terima kasihnya kepada Tim mahasiswa KKN PPM UGM Unit YO147 Patuk karena telah bersedia memfasilitasi kegiatan terkait kesehatan untuk masyarakat. Disebutnya Gerakan Mayarakat Hidup Sehat secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya bersama para mahasiswa KKN PPM UGM.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran masyarakat bukan hanya soal kesehatan fisik, namun juga kesehatan lingkungan dan gizi. Berkaitan dengan peningkatan program gizi, ia berharap para mahasiswa KKN bisa melakukan itu melalui program pendukung yang mampu memajukan perekonomian masyarakat Kalurahan Terbah. “Pada kegiatan GERMAS kali ini juga diadakan bazaar UMKM. Saya sangat mendukung kegiatan ini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi cukup lengkap sehingga bisa mengetahui berbagai faktor risiko kesehatan untuk masing-masing, dan telah 3 tahun kerjasama ini kita jalin dengan KKN PPM UGM”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Periksa Kesehatan Gratis di Kalurahan Terbah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-periksa-kesehatan-gratis-di-kalurahan-terbah/feed/ 0
Mahasiswa UGM Angkat Potensi Pariwisata Desa Kedisan, Kabupaten Gianyar Melalui Media Digital https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-angkat-potensi-pariwisata-desa-kedisan-kabupaten-gianyar-melalui-media-digital/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-angkat-potensi-pariwisata-desa-kedisan-kabupaten-gianyar-melalui-media-digital/#respond Thu, 22 Aug 2024 03:48:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69720 Kawasan Ubud, Tegallalang, dan Payangan yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, hingga saat ini masih menjadi desa wisata favorit bagi turis lokal maupun mancanegara. Padahal di wilayah Kabupaten Gianyar lainnya terdapat kawasan wisata yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, sebagai contoh Desa Kedisan. Salah satu destinasi wisata di Desa Kedisan adalah Air Terjun Ulu Petanu, […]

Artikel Mahasiswa UGM Angkat Potensi Pariwisata Desa Kedisan, Kabupaten Gianyar Melalui Media Digital pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kawasan Ubud, Tegallalang, dan Payangan yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali, hingga saat ini masih menjadi desa wisata favorit bagi turis lokal maupun mancanegara. Padahal di wilayah Kabupaten Gianyar lainnya terdapat kawasan wisata yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan, sebagai contoh Desa Kedisan. Salah satu destinasi wisata di Desa Kedisan adalah Air Terjun Ulu Petanu, objek ini dikunjungi sekitar 6.000 wisatawan lokal dan mancanegara setiap bulannya. Sayangnya pengelolaan yang dilakukan oleh BUMDes setempat masih belum optimal dikarenakan kurangnya sumber daya manusia serta pola pemasaran yang berbeda di masing-masing pengelola.

Bermula dari keprihatinan tersebut, 30 mahasiswa KKN Kembara Tegallalang yang tersebar di Desa Kenderan dan Desa Kedisan membuat situs web (website) untuk mempromosikan potensi pariwisata dan UMKM. Penggunaan media digital bagi para pelaku usaha dipercaya dapat secara efektif mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. “Keunggulan media digital dapat menekan biaya promosi dan memiliki efektivitas yang lebih tinggi untuk promosi dibandingkan dengan cara konvensional melalui spanduk ataupun baliho,” ungkap Drs. Pande Made Kutanegara, M.Si., Ph.D selaku dosen pembimbing lapangan saat diwawancara, Kamis (22/8).

Pande menambahkan pihak UGM selalu siap untuk mengabdi dan mengembara di seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Apalagi sudah lebih dari 10 tahun, UGM telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Gianyar dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. “UGM berharap mahasiswa KKN bisa selalu diterima dan ditempatkan di sini sehingga program yang sudah berjalan bisa berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Mahasiswa mengembangakan situs web pesonakedisan.com untuk memberikan informasi terkait desa, tujuan wisata, profil UMKM, dan warisan budaya, tetapi juga menyajikan berbagai informasi layaknya perpustakaan digital. Tim Kembara Tegallalang juga menyediakan barcode agar situs web bisa diakses melalui ponsel. Informasi ini tanpa batas akses dan dapat dilakukan kapan saja maupun di mana saja sehingga sangat efektif dalam mempromosikan sektor wisata di Desa Kedisan.

Dewa Ketut Raka, Kepala Desa Kedisan, mengucapkan terima kasih atas program kerja mahasiswa KKN Kembara Tegallalang karena dengan situs web tersebut, Desa Kedisan memiliki kemudahan untuk promosi panorama alam dan budaya melalui media digital. “Kami jadi mudah memvisualisasikan semua potensi yang kami miliki melalui internet sehingga dapat menarik minat calon wisatawan untuk datang ke daerah ini,” ucapnya.

Selain mengembangkan situs web, selama 50 hari mahasiswa KKN Kembara Tegallalang yang terdiri dari empat klaster yakni kesehatan, saintek, agro, dan sosial humaniora melakukan program kerja lain bersama kelompok tani, karang taruna, dan anak-anak sekolah untuk menjadi bagian dari masyarakat desa.

Penulis : Triya Andriyani

Foto    : Googlemap@indahwindiasari

Artikel Mahasiswa UGM Angkat Potensi Pariwisata Desa Kedisan, Kabupaten Gianyar Melalui Media Digital pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-angkat-potensi-pariwisata-desa-kedisan-kabupaten-gianyar-melalui-media-digital/feed/ 0
Mahasiswa KKN Bikin Masterplan Pegelolaan Sampah di Pesantren Milik Gus Baha https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-bikin-masterplan-pegelolaan-sampah-di-pesantren-milik-gus-baha/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-bikin-masterplan-pegelolaan-sampah-di-pesantren-milik-gus-baha/#respond Tue, 20 Aug 2024 03:38:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69597 Peningkatan jumlah penduduk desa maupun santri yang berasal dari Pondok Pesantren Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) milik Gus Baha, secara linier meningkatkan volume timbunan sampah setiap harinya. Penumpukan sampah yang terjadi tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal ini diperparah dengan banyaknya kotoran sapi milik warga yang hanya dibuang dan […]

Artikel Mahasiswa KKN Bikin Masterplan Pegelolaan Sampah di Pesantren Milik Gus Baha pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peningkatan jumlah penduduk desa maupun santri yang berasal dari Pondok Pesantren Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) milik Gus Baha, secara linier meningkatkan volume timbunan sampah setiap harinya. Penumpukan sampah yang terjadi tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal ini diperparah dengan banyaknya kotoran sapi milik warga yang hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Dibutuhkan sistem dan fasilitas pengolahan sampah yang optimal dan terpadu untuk mengatasi masalah tersebut.

Saat ini, pengelolaan sampah masih dilakukan oleh BUMDesa Narukan tetapi hanya terbatas pada pengumpulan dan penimbunan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik desa tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan lebih lanjut. Berangkat dari keprihatinan tersebut, 21 mahasiswa KKN-PPM Renjana Rembang membuat masterplan Tempat Pengelolaan Sampah berbasis prinsip  Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Dengan adanya TPS3R, jumlah beban volume sampah yang diproduksi sebelum dibuang ke TPA dapat dikurangi dengan penggunaan kembali ataupun pembuatan produk olahan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

“Adanya masterplan TPS3R Desa Narukan ini dapat menjadi katalisator dalam perencanaan pengolahan sampah desa yang mandiri, berkelanjutan, berbasis diversifikasi ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan lingkungan,” ungkap Dr. Ir. Radi, S.TP., M.Eng., IPU, ASEAN Eng., selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) Tim KKN Renjana Rembang, saat memberikan keterangan, Selasa (20/8). Ia menambahkan, perencanaan site plan TPS3R berada di tanah kas desa, tepat di utara LP3IA yang sekarang difungsikan sebagai TPA desa. Nantinya jika TPS3R direalisasikan, Radi berharap akan terwujud kerja sama pengolahan sampah antara Ponpes LP3IA Gus Baha dengan BUMDes sehingga dapat meningkatkan produktivitas TPS3R.

Tegar Ganjar Gemilang selaku Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) mengungkapkan bahwa Masterplan TPS3R telah diserahkan kepada pihak desa dan BUMDes selaku penggerak pengolahan sampah. Ia menjelaskan program kerja lain yang linear dengan masterplan TPS3R berupa pengolahan pupuk kompos ruminansia dari kotoran sapi, pengolahan sampah organik dengan maggot Black Soldier Fly (BSF), serta pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan bank sampah. “Kami juga memberikan sosialisasi terkait sistem bank sampah. Hal ini berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan persiapan pola pikir warga untuk realisasi TPS3R nantinya,” ungkap Tegar.

Afan Martadi, A.P., M.Si., Kepala BAPPEDA Rembang mengaku terkesan dengan program yang ditinggalkan oleh mahasiswa, mengingat sampah saat ini menjadi kedaruratan yang tidak hanya terjadi di perkotaan tetapi juga di seluruh pelosok nusantara. Visi besar dari pembangunan TPS3R ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih baik terhadap lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu, dengan TPS3R pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan ekowisata dan pengelolaan sampah berbasis industri kreatif akan terjadi.

Selain membuat masterplan TPS3R, Tim KKN-PPM Renjana Rembang juga melakukan inovasi bisnis berdasarkan lokasi dan potensi yang dimiliki desa. Mahasiswa berbagi pengetahuan terkait inovasi produk baru, seperti pembuatan batik jumputan dan kain ecoprint, serta pengolahan buah manga menjadi es krim sorbet dan selai. Menurut Muhammad Indrajat Hardian, salah satu mahasiswa KKN, inovasi produk harus dilakukan sesuai dengan potensi yang ada agar tidak kesulitan bahan baku saat nanti produk yang dihasilkan sudah berhasil dan laku terjual. “Kami juga mengadakan bootcamp digital marketing untuk mengajarkan masyarakat cara memasarkan produk melalui channel WA business dan Facebook Market Place,” tuturnya.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Mahasiswa KKN Bikin Masterplan Pegelolaan Sampah di Pesantren Milik Gus Baha pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-bikin-masterplan-pegelolaan-sampah-di-pesantren-milik-gus-baha/feed/ 0
Tim KKN PPM UGM Bulukerto Perkenalkan Robotika untuk Siswa SD https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bulukerto-perkenalkan-robotika-untuk-siswa-sd/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bulukerto-perkenalkan-robotika-untuk-siswa-sd/#respond Thu, 15 Aug 2024 02:51:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69381 Tim mahasiswa KKN-PPM UGM di Desa Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah, melakukan pengenalan dunia elektronika dan robotika kepada siswa Sekolah Dasar.  Pengenalan dunia elektronika dan robotika dilakukan melalui serangkaian kegiatan praktik yang menyenangkan bagi siswa-siswa agar menyukai hal-hal kreatif dan inovatif. Para siswa juga diajak untuk belajar merangkai rangkaian listrik sederhana, mengenal komponen robotika, serta implementasi […]

Artikel Tim KKN PPM UGM Bulukerto Perkenalkan Robotika untuk Siswa SD pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa KKN-PPM UGM di Desa Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah, melakukan pengenalan dunia elektronika dan robotika kepada siswa Sekolah Dasar.  Pengenalan dunia elektronika dan robotika dilakukan melalui serangkaian kegiatan praktik yang menyenangkan bagi siswa-siswa agar menyukai hal-hal kreatif dan inovatif. Para siswa juga diajak untuk belajar merangkai rangkaian listrik sederhana, mengenal komponen robotika, serta implementasi penggunaan alat peraga dari Plego Indonesia.

Ademas Alam Pangestu selaku koordinator Tim KKN PPM UGM Bulukerto kluster Saintek mengatakan program pengenalan robotika dasar bertujuan untuk membangkitkan minat belajar siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini. “Dengan memberikan pengalaman langsung dalam merancang dan membangun suatu sistem para siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan kreativitas,” ujar Ademas Alam dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (15/8).

Pengenalan materi robotika dasar difokuskan pada Siswa SD Negeri 1 Krandegan, SD Negeri 1 dan 2 Conto dikenalkan robotika dasar dengan alat peraga dari Plego Indonesia. Pada kegiatan ini siswa diajak menjadi seorang inovator muda untuk dapat masuk dalam materi robotika dasar dengan tema innovation class. “Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dimulai,” ujarnya.

Kegiatan pembelajaran robotika dasar sangat beragam dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Diawali dengan pengenalan tokoh penemu lampu listrik, komponen-komponen dasar rangkaian listrik seperti baterai, kabel, lampu, dan saklar, siswa kemudian diajak untuk merangkai rangkaian sederhana lampu listrik. Dengan bantuan alat peraga dari Plego Indonesia, proses perakitan menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Menurut Ademas, setelah menguasai dasar-dasar rangkaian listrik, siswa diperkenalkan dengan komponen-komponen robotika seperti input, output, dan mainboard. Mereka belajar tentang fungsi masing-masing komponen dan bagaimana cara menghubungkannya untuk membentuk sebuah sistem yang lebih kompleks. Sebagai contoh, siswa diajak untuk membuat robot sederhana yang dapat bergerak atau merespon rangsangan dari lingkungan sekitar.

Sementara alat peraga Plego Indonesia, disebutnya, berperan sangat penting dalam keberhasilan program ini. Dengan desain yang menarik dan intuitif, alat peraga ini memudahkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang rumit. Selain itu, alat peraga Plego juga sangat aman digunakan oleh anak-anak, sehingga siswa dapat belajar dengan bebas tanpa khawatir terjadi kecelakaan. “Alat peraga ini juga menjadi inovasi media pembelajaran robotika dasar yang perlu kenalkan oleh guru di sekolah,” imbuhnya.

Guru SD Negeri 1 Krandegan, Tanti Purwaningrum menyambut baik program mahasiswa KKN-PPM UGM mengenai pengenalan robotika dasar dengan Plego pada siswana. Menurutnya kegiatan semacam  ini memberikan dampak yang sangat positif bagi siswa untuk lebih tertarik dengan pelajaran sains, khususnya robotika dan teknologi. “Mereka juga menjadi lebih percaya diri dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif dan mencoba hal-hal baru,” ujarnya.

Mewakili para guru, ia menyatakan dengan program Plego ini mereka merasa sangat terbantu. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. “Program ini juga dapat membantu dan meningkatkan motivasi belajar siswa,” ujarnya.

Kegiatan pengenalan robotika dengan Plego tentunya dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan program serupa. Tim KKN-PPM UGM dan para guru berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari materi pembelajaran sains teknologi.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim KKN PPM UGM Bulukerto Perkenalkan Robotika untuk Siswa SD pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bulukerto-perkenalkan-robotika-untuk-siswa-sd/feed/ 0
Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/#respond Thu, 15 Aug 2024 00:45:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69401 Pulau Enggano yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi hasil pertanian dan Perkebunan yang melimpah selain komoditas perikanan. Kebun pisang yang luas di Enggano menjadikan Enggano terkenal sebagai penghasil pisang yang didistribusikan di Pulau Sumatera, bahkan hingga Pulau Jawa. Potensi tersebut berhasil di potret mahasiswa KKN PPM Kolaborasi UGM dan UNIB menjadi […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pulau Enggano yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, memiliki potensi hasil pertanian dan Perkebunan yang melimpah selain komoditas perikanan. Kebun pisang yang luas di Enggano menjadikan Enggano terkenal sebagai penghasil pisang yang didistribusikan di Pulau Sumatera, bahkan hingga Pulau Jawa. Potensi tersebut berhasil di potret mahasiswa KKN PPM Kolaborasi UGM dan UNIB menjadi salah satu program unggulan untuk mendukung tema besar pengembangan ekonomi kreatif, kedaulatan pangan, pariwisata dan kebudayaan lokal.

Selain buah pisang, Mahasiswa KKN Kolaborasi berhasil menggandeng mitra dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun di Provinsi Bengkulu untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebun buah di seluruh desa di Kecamatan Enggano.

Koordinator mahasiswa kluster Agro KKN PPM UGM, Farrah Eka Putri, mengatakan sebanyak 2.500 bibit buah durian, alpukat, mangga dan jambu citra berhasil didatangkan ke Pulau Enggano dan bersama kelompok tani dilakukan penanaman di areal kebun buah milik desa untuk mendukung pengembangan agrowisata alam di Pulau Enggano yang memiliki banyak spot wisata alam menarik.”Seluruh bibit tanaman buah tersebut merupakan hasil penjaringan aspirasi di masing-masing desa yang memiliki semangat mengembangkan kebun buahnya,” kata mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (15/8).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., yang mengikuti acara penanaman serempak di Desa Banjarsari menyatakan bahwa program mahasiswa KKN Kolaborasi ini sangat strategis untuk mendukung pengembangan produk pertanian dan Perkebunan yang sekaligus bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung obyek wisata alam yang banyak terdapat di Desa Banjarsari. “Programini akan selaras dengan misi seluruh desa di Pulau Enggano yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro menuturkan kegiatan penanaman bibit buah secara serentak ini telah berhasil menyemangati Masyarakat desa dalam pemanfaatan lahan optimal dan produktif. “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan Masyarakat bersama mahasiswa KKN memberikan dampak positif dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi, Dr. Hatma Suryatmojo menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di Pulau Enggano telah diterjemahkan dengan baik oleh mahasiswa melalui penjaringan aspirasi hingga pemetaan lahan desa yang disepakati untuk dikembangkan sebagai kebun buah desa.

Keberadaan bibit tanaman buah telah berhasil menjadi pengungkit semangat untuk peningkatan produktivitas lahan. Sebagai contoh di Desa Banjarsari, kepala desa telah menyetujui 25 hektar lahan desa untuk menjadi kebun buah dan akan digunakan untuk mendukung agrowisata alam menuju Gua Kelelawar. “Ketika kebun buah seluas 25 hektar di Desa Banjarsari sudah produktif, masyarakat akan memperoleh berbagai manfaat yang signifikan,” kata Hatma.

Dari sektor perkebunan, ujar Hatma, kebun buah ini akan menghasilkan berbagai jenis buah-buahan yang dapat dijual dan bernilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun melalui jaringan distribusi yang lebih luas di Bengkulu dan sekitarnya. Hasil penjualan ini akan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan lokal. Sementara dari sektor wisata, kebun buah ini dapat dijadikan daya tarik tambahan untuk mendukung agrowisata Gua Kelelawar di desa tersebut. “Wisatawan yang berkunjung ke gua dapat menikmati keindahan kebun buah, berpartisipasi dalam kegiatan panen, atau membeli buah segar sebagai oleh-oleh, yang semuanya dapat menambah daya tarik wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” katanya.

Terkait dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat menurut Hotma sangatlah signifikan karena dari sisi pengembangan ekonomi kreatif, kebun buah ini dapat memicu munculnya usaha-usaha baru seperti produksi olahan buah berupa selai, jus, keripik, serta pembuatan produk kerajinan tangan dari bahan alami sekitar kebun, hingga pengembangan homestay atau restoran yang menyajikan makanan khas berbahan dasar buah.

Sedangkan dari sisi lingkungan, kebun buah ini juga akan memberikan manfaat ekologis dengan meningkatkan tutupan lahan hijau, mengurangi resiko erosi tanah, dan memperbaiki kualitas udara lokal. Hotma mengharapkan pengembangan kebun buah ini akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan, dan diversifikasi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Rintis Pengembangan Kebun Buah di Pulau Enggano pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-rintis-pengembangan-kebun-buah-di-pulau-enggano/feed/ 0
Mahasiswa KKN-PPM UGM Melakukan Revitalisasi Wisata Religi Syekh Nawawi Al Bantani Tanara https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-melakukan-revitalisasi-wisata-religi-syekh-nawawi-al-bantani-tanara/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-melakukan-revitalisasi-wisata-religi-syekh-nawawi-al-bantani-tanara/#respond Wed, 14 Aug 2024 08:53:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69368 Kurang dari 50 hari berada di Kabupaten Serang, tepatnya di Desa Tanara dan Desa Pedaleman Kecamatan Tanara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM unit Tanara Nusantara telah berhasil menjalankan 140 program kerja. Seluruh program kerja tersebut merupakan turunan dari tema besar KKN-PPM UGM Unit Tanara yaitu Penguatan Potensi Wisata untuk Mendukung Revitalisasi Wisata Religi Syekh Nawawi Al […]

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Melakukan Revitalisasi Wisata Religi Syekh Nawawi Al Bantani Tanara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kurang dari 50 hari berada di Kabupaten Serang, tepatnya di Desa Tanara dan Desa Pedaleman Kecamatan Tanara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM unit Tanara Nusantara telah berhasil menjalankan 140 program kerja. Seluruh program kerja tersebut merupakan turunan dari tema besar KKN-PPM UGM Unit Tanara yaitu Penguatan Potensi Wisata untuk Mendukung Revitalisasi Wisata Religi Syekh Nawawi Al Bantani Tanara.

Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM  Unit Tanara, Muhammad Syauqy Noer Yuda menyebutkan beberapa kegiatan dalam rangka memperkuat posisi Tanara sebagai Desa Wisata Religi yang telah dilaksanakan antara lain  pekan UMKM yang melibatkan lebih dari 30 kelompok usaha, meliputi sosialisasi produk sehat, keamanan produk, informasi gizi, sertifikasi halal, pengemasan, hingga pemasaran melalui berbagai saluran. “Kami berterima kasih kepada Pemkab Serang karena senantiasa mendukung penuh dalam menyukseskan seluruh program kerja, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi”, ujar Muhammad Syauqy Noer Yuda selaku Muh Syauqy Selanjutnya, dalam peluncuran homestay di dua desa, yaitu Tanara dan Pedaleman berstandar nasional, Senin (14/8).

Selain itu, mahasiswa KKN juga membuatkan website desa wisata yang di dalamnya tercantum peta desa wisata yang terintegrasi dengan teknologi AR untuk mendapatkan pengalaman wisata yang unik.

Syauqy menjelaskan Desa Tanara adalah tanah kelahiran Syekh Nawawi Al-Bantani. Mayoritas tujuan yang dicari oleh para wisatawan yang berkunjung ke Tanara adalah mendapatkan pengalaman spiritual khususnya bidang budaya religi. Titik wisata yang ada di Tanara di antaranya ada Masjid Agung Tanara, Taman Al-Qur’an, tempat tinggal Syekh Nawawi Al-Bantani saat kecil, Menara Buntung, dan Makam Pangeran Sunyararas.

Desa Tanara ini mampu menghadirkan wisatawan hingga mencapai lebih dari 1000 pengunjung dalam satu hari pada tradisi Haul dalam rangka memperingati Syekh Nawawi Al-Bantani yang selalu dilaksanakan pada bulan Syawal (tahun hijriyah).

Menurut Muh Syauqy, acara ini mampu menarik wisatawan yang berasal dari berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke, bahkan dari manca negara. Tidak hanya itu, Desa Tanara juga tidak jarang disinggahi peziarah dari berbagai daerah pada bulan-bulan hijriyah lainnya yang dianggap utama. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Desa Tanara belum dimaksimalkan potensi ekonominya oleh masyarakat Tanara. “Banyak turis yang memilih menginap di daerah lain karena di Tanara sendiri belum diadakan tempat yang menyediakan penginapan. Oleh karena itu salah satu program KKN-PPM UGM adalah membantu masyarakat membuat dan melaunching homestay,” terangnya.

Meski hampir usai pelaksanaan KKN, Muh Syauqy berharap program kerja yang mereka lakukan menjadi awal dari sebuah perjuangan yang lebih optimal untuk mewujudkan Desa Wisata Religi Tanara yang mendunia. “Kesuksesan tersebut tentu saja membutuhkan kolaborasi secara aktif dari seluruh stakeholders yang ada,” imbuhnya.

Berbicara tentang Banten, Serang, dan Tanara tentunya tidak lepas dari sejarah panjang bumi nusantara terkait manusia dan peradabannya. Hal itu tentunya tidak terpisahkan dari sejarah bangsa,negara dan bumi Indonesia. Karenanya menjadi penting kemudian mengangkat sosok ulama sekaligus intelektual besar dunia, seorang anak bangsa yang terlahir di bumi Tanara, Serang Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani sebagai daya tarik wisatawan dengan motivasi religi terutama yang peduli terhadap karya-karya intelektual Islam yang merupakan ide sekaligus sebagai cita-cita besar.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyampaikan kajian Tim Pemerintah Kabupaten serang dan Tim dari Kementerian Pariwisata tahun 2021 telah menetapkan pengembangan Wisata Religi Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani, Tanara dilakukan melalui pengembangan jejak sejarah warisan budaya. “Perlu saya sampaikan bila dalam rancangan final Rencana Pengembangan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang untuk tahun 2025-2045, Pengembangan Kawasan Wisata Religi Syekh Nawawi Al-Jawi Al-Bantani, Tanara sebagai game changer atau super prioritas. Ini sebagai bentuk upaya kami dalam mewujudkan ide dan cita-cita besar kami”, paparnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Mahasiswa KKN-PPM UGM Melakukan Revitalisasi Wisata Religi Syekh Nawawi Al Bantani Tanara pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-melakukan-revitalisasi-wisata-religi-syekh-nawawi-al-bantani-tanara/feed/ 0