kesetaraan gender Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kesetaraan-gender/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 27 Sep 2024 04:03:41 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Kaum Perempuan Masih Mengalami Diskriminasi dan Kesenjangan Karir di Lingkungan Kerja https://ugm.ac.id/id/berita/kaum-perempuan-masih-mengalami-diskriminasi-dan-kesenjangan-karir-di-lingkungan-kerja/ https://ugm.ac.id/id/berita/kaum-perempuan-masih-mengalami-diskriminasi-dan-kesenjangan-karir-di-lingkungan-kerja/#respond Fri, 27 Sep 2024 04:03:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70943 Kaum perempuan masih mengalami diskriminasi dan kesenjangan gaji dan karir di lingkungan kerja. Belum lagi mereka rawan kena pelecehan dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan perempuan, mengikutsertakan perempuan dalam pengambilan keputusan serta memperkuat kesetaraan gender. Hal itu mengemuka dalam The 12th Gadjah Mada International Conference of Economics and Business (GAMAICEB), kamis (26/9), […]

Artikel Kaum Perempuan Masih Mengalami Diskriminasi dan Kesenjangan Karir di Lingkungan Kerja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Kaum perempuan masih mengalami diskriminasi dan kesenjangan gaji dan karir di lingkungan kerja. Belum lagi mereka rawan kena pelecehan dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan perempuan, mengikutsertakan perempuan dalam pengambilan keputusan serta memperkuat kesetaraan gender.

Hal itu mengemuka dalam The 12th Gadjah Mada International Conference of Economics and Business (GAMAICEB), kamis (26/9), di Hotel Alana Palagan, Yogyakarta. Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh FEB UGM ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang isu-isu ekonomi dan bisnis terkini.

Mengusung tema ‘Inclusivity and Diversity in Economics, Business, and Accounting: Beyond Borders’, konferensi ini menghadirkan tiga pembicara yakni Prof. Poppy Ismalina dari UN Women Indonesia, Prof. Renato Pereira dari ISCTE Business School Portugal, dan Assoc. Prof. Jengfang Chen dari Macquarie University Australia.

Poppy Ismalina dalam pemaparannya mengatakan masih terdapat kesenjangan dan diskriminasi yang dialami oleh perempuan di lingkungan kerja, termasuk kesenjangan gaji, minimnya partisipasi perempuan di tingkat eksekutif perusahaan, hingga pelecehan seksual. “Masalah-masalah ini berakar dari pelemahan, kekerasan, beban ganda, serta diskriminasi terhadap perempuan,” kata Ekonom FEB UGM ini.

Untuk mengubah hal ini, kata Poppy, perlu dilakukan pemberdayaan perempuan mulai dari sektor pasar hingga masyarakat. Pemberdayaan perempuan bisa dimulai dari memberikan kesempatan bagi perempuan untuk memimpin, menjamin kesehatan dan kesejahteraan seluruh karyawan, hingga mengikutsertakan perempuan dalam pengambilan keputusan. “Memperkuat kesetaraan gender bukan berarti diskriminasi terhadap salah satunya,” ujar Poppy.

Senada dengan Poppy, Jengfang Chen memaparkan penelitiannya tentang ketidaksetaraan gender di perusahaan akuntan dan audit. Ketimpangan gender ini meliputi gaji yang tidak adil, ketidakhadiran perempuan di posisi eksekutif, dan kesenjangan gender dalam porsi kerja. Bahkan tingginya kesenjangan gender di industri akuntan dan audit cukup mengkhawatirkan. “Perempuan lebih cenderung untuk tidak dipromosikan di industri akuntan,” ujarnya.

Selanjutnya, Renato memaparkan tentang inklusivitas melalui kewirausahaan yang berdampak. Konsep wirausaha berdampak merupakan usaha yang menghasilkan perubahan positif baik bagi wirausahawan maupun bagi lingkungan tempat mereka beroperasi, meningkatkan inklusivitas, keberagaman, dan pembangunan ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan. “Perusahaan seharusnya membuat peraturan yang tepat dan adil bagi karyawan-karyawannya,” tutur Renato.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok.FEB

Artikel Kaum Perempuan Masih Mengalami Diskriminasi dan Kesenjangan Karir di Lingkungan Kerja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kaum-perempuan-masih-mengalami-diskriminasi-dan-kesenjangan-karir-di-lingkungan-kerja/feed/ 0
Likha Sari Anggreni, Penerima Beasiswa Doktoral dari Fisipol UGM Lulus Cumlaude   https://ugm.ac.id/id/berita/likha-sari-anggreni-penerima-beasiswa-doktoral-dari-fisipol-ugm-lulus-cumlaude/ https://ugm.ac.id/id/berita/likha-sari-anggreni-penerima-beasiswa-doktoral-dari-fisipol-ugm-lulus-cumlaude/#respond Thu, 25 Jul 2024 04:43:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67712 Likha Sari Anggreni (38) dari prodi doktor Ilmu Komunikasi Fisipol merupakan salah satu dari 991 lulusan program pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diwisuda, di Graha Sabha Pramana, Rabu (24/7). Likha demikian ia akrab disapa, merupakan salah satu penerima beasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan pertama untuk jenjang doktor. Selain itu, Likha juga […]

Artikel Likha Sari Anggreni, Penerima Beasiswa Doktoral dari Fisipol UGM Lulus Cumlaude   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Likha Sari Anggreni (38) dari prodi doktor Ilmu Komunikasi Fisipol merupakan salah satu dari 991 lulusan program pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diwisuda, di Graha Sabha Pramana, Rabu (24/7). Likha demikian ia akrab disapa, merupakan salah satu penerima beasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan pertama untuk jenjang doktor. Selain itu, Likha juga merupakan salah satu dari 27 wisudawan dari program doktor yang lulus dengan predikat cumlaude.

Saat dihubungi oleh wartawan, Likha mengaku bersyukur menyelesaikan pendidikan doktornya di UGM. “Saya bersyukur, saya menjadi angkatan pertama awardee dari prodi S3 Ilmu Komunikasi yang diwisuda,” katanya.

Pendidikan doktor yang ditempuh oleh Likha menurutnya sebagai salah satu tuntutan dari pekerjaannya sebagai pengajar di dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret. Ia berharap ilmu yang ia dapat bisa mendukung pendidikan dan pengajaran di kampusnya kelak. “Studi S3 ini saya tempuh karena tuntutan sebagai dosen yang ke depan akan diwajibkan seluruh dosen minimal strata pendidikan doktor,” jelasnya.

Likha berhasil meraih cumlaude dengan IPK 3,8, dan menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 4 bulan dengan topik disertasi yang dipilihnya, yaitu Communication Identity of Womenpreneur.

Untuk menyelesaikan pendidikan doktor, menurut Likha, tidaklah mudah sebab saat awal pertama kali masuk kuliah di saat masa pandemi melanda sehingga pembelajaran selama satu tahun pertama dilaksanakan secara daring. “Baru bisa ketemu dengan teman-teman dan dosen secara offline di tahun kedua,” katanya.

Selama menjalani masa perkuliahan, Likha mengaku dosen-dosen dan juga para staff administrasi di program studi Ilmu Komunikasi sangatlah membantu dan mendukung proses perkuliahannya dari awal hingga saat ini.

Usai menyelesaikan pendidikan doktornya di UGM, Likha mengatakan dirinya akan aktif kembali mengajar di kampus UNS. Saat ini, tidak ada kata yang mampu mengungkapkan perasaannya selain mengucap rasa syukur atas kelulusannya. “Selesai sudah hutangku kepada bangsa, mama, papa, dan suami. Selesai sudah pendidikan formal jenjang tertinggi,” ucapnya.

Penulis: Leony

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Likha Sari Anggreni, Penerima Beasiswa Doktoral dari Fisipol UGM Lulus Cumlaude   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/likha-sari-anggreni-penerima-beasiswa-doktoral-dari-fisipol-ugm-lulus-cumlaude/feed/ 0
Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/pasangan-suami-istri-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pasangan-suami-istri-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm/#respond Tue, 27 Feb 2024 10:42:50 +0000 https://ugm.ac.id/pasangan-suami-istri-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm/ Pasangan suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (27/2), di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Mereka adalah Prof Muslikhin Hidayat (50) and Prof Ria Millati (51). Seperti diketahui, Muslikhin merupakan guru besar dalam bidang Rekayasa Sistem pada Fakultas Teknik. Sedangkan Ria Millati merupakan guru besar dalam Bidang Ilmu Teknologi […]

Artikel Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pasangan suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (27/2), di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Mereka adalah Prof Muslikhin Hidayat (50) and Prof Ria Millati (51). Seperti diketahui, Muslikhin merupakan guru besar dalam bidang Rekayasa Sistem pada Fakultas Teknik. Sedangkan Ria Millati merupakan guru besar dalam Bidang Ilmu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian.

Pasangan yang sudah dikaruniai tiga orang anak ini awalnya adalah teman satu angkatan saat kuliah S1 prodi Teknik Kimia UGM. Setelah lulus, saat ada pembukaan lowongan pekerjaan sebagai dosen di UGM, Muslikhin mendaftar menjadi dosen di Fakultas Teknik. Sedangkan Ria Millati mendaftar di Fakultas Teknologi Pertanian. “Secara kebetulan, kita sama-sama menempuh pendidikan S3 di Swedia. Kita sama-sama kembali kuliah bareng,” kata Ria Millati kepada wartawan.

Muslikhin bercerita prosesi pengukuhan guru besar awalnya tidak direncanakan secara bersamaan sebab pengajuan jabatan guru besar dirinya dilakukan pada akhir 2021. Sedangkan pengajuan guru besar sang istri pada awal tahun 2023. “Kita tidak pernah pasang target, pokoknya mengalir saja, namun Tuhan mentakdirkan SK turunnya di waktu yang hampir bersamaan. Akhirnya kita putuskan pengukuhan bareng. Bersyukur ternyata universitas memfasilitasi,” kata Muslikhin.

Pria kelahiran Jepara ini mengatakan ia dan istrinya merasa bersyukur bisa mendapatkan gelar profesor sekaligus jabatan guru besar di waktu bersamaan. Menurutnya, apa yang mereka capai sekarang ini berkat hasil kerja keras mendedikasikan diri sebagai tenaga pendidik selama hampir 27 tahun. “Prinsipnya, segala sesuatu itu sudah ditetapkan Tuhan. Kita tinggal menjalani, hasilnya Tuhan yang memberikan jalan,” katanya

Hal senada juga diungkapkan oleh Prof Ria yang mengaku memiliki prinsip selalu melakukan sesuatu dengan hati ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dari apa yang sudah dikerjakan. “Selalu lakukan  apa yang ada di depan mata kita, usahakan sebaik-baiknya. Yang penting ikhlas, kita tidak memikirkan apa yang akan didapat dengan yang kita lakukan hari ini,” paparnya.

Dalam pidato pengukuhannya, Ria secara khusus mengucapkan terima kasih kepada sang suami, Muslikhin Hidayat, yang  sudah berjuang bersama-sama dari awal selalu mendampinginya baik suka maupun duka yang dilalui secara bersama-sama. “Saya baru menyadari betapa kita memang ditakdirkan untuk bersama, kuliah bersama, lulus bersama, dan sekarang menjadi guru besar bersama. Sungguh serasa berdiri di  puncak dunia. Seandainya ini mimpi, saya tidak ingin terbangun. Betapa saya sangat bersyukur dan bahagia ini adalah kenyataan,” katanya.

Pada upacara pengukuhan guru besar, Prof Muslikhin Hidayat menyampaikan pidato yang berjudul Peran Process System Engineering dalam Perancangan Proses dan Produk di Industri Kimia. Sedangkan Prof  Ria Millati menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Potensi Biorefinery Limbah Industri dan Pertanian Berbasis Anaerobic Digestion untuk Menghasilkan Energi dan Produk Bahan Kimia.

Penulis       : Gusti dan Ika

Foto           : Firsto

Artikel Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pasangan-suami-istri-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ugm/feed/ 0