Kerja Sama Industri Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kerja-sama-industri/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 23 Dec 2024 02:47:34 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Raih Penghargaan Anugerah Diktisaintek untuk Bidang Kerja Sama  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-anugerah-diktisaintek-untuk-bidang-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-anugerah-diktisaintek-untuk-bidang-kerja-sama/#respond Mon, 23 Dec 2024 02:38:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74145 Kompleksitas tantangan perkembangan ekosistem nasional maupun global menuntut Universitas Gadjah Mada untuk bersikap adaptif dan inovatif, dengan didukung oleh kepemimpinan yang berkarakter, tangkas, serta berkelanjutan. Sebagai Universitas Nasional, semangat kebangsaan dan keadaban dalam membangun karakter generasi masa depan juga menjadi bagian dari mandat UGM dalam mengembangkan program pendidikan dan pembelajaran. Untuk mendukung kualitas dan kompetensi […]

Artikel UGM Raih Penghargaan Anugerah Diktisaintek untuk Bidang Kerja Sama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kompleksitas tantangan perkembangan ekosistem nasional maupun global menuntut Universitas Gadjah Mada untuk bersikap adaptif dan inovatif, dengan didukung oleh kepemimpinan yang berkarakter, tangkas, serta berkelanjutan. Sebagai Universitas Nasional, semangat kebangsaan dan keadaban dalam membangun karakter generasi masa depan juga menjadi bagian dari mandat UGM dalam mengembangkan program pendidikan dan pembelajaran.

Untuk mendukung kualitas dan kompetensi lulus serta meningkatkan kontribusi UGM dalam pembangunan nasional dan global. UGM melakukan kerja sama dengan Pemerintah Pusat, Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, Industri, Yayasan hingga lembaga swadaya masyarakat. Atas hasil capaian dalam menjalin kerja sama baik mitra nasional maupun internasional, UGM medapat penghargaan gold winner untuk kategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Pemerintah atau LSM Terbaik dan penghargaan silver winner untuk kategori Perguruan tinggi dengan kerja sama internasional terbaik. Penghargaan ini diberikan pada malam penghargaan Anugerah Kementerian Diktisaintek yang diselenggarakan pada Jumat (13/12) di Jakarta.

Atas penghargaan tersebut, Direktur Direktorat Kemitraan  dan Relasi Global (DKRG), Prof Dr. Puji Astuti, mengaku bersyukur bahwa pemerintah mengapresiasi atas capaian kerja sama yang sudah dilakukan oleh UGM dalam menjalin relasi baik tingkat nasional maupun internasional. Menurut Puji, berbagai kerja sama yang dilakukan UGM, dimaksudkan untuk mendukung program mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen hingga kerja sama publikasi internasional bersama. Bahkan untuk kerja sama dengan pemerintah pusat, pemda, industri, yayasan hingga lembaga swadaya masyarakat, diharpakan makin meningkatkan reputasi dan kontribusi UGM dalam meyumbangkan hasil pemikiran, hilirisasi inovasi riset hingga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Selain mendorong intensifikasi mobilitas mahasiswa, UGM juga memfasilitasi mobilitas dosen melalui 59 kegiatan internasional yang difasilitasi Direktorat Kemitraan dan Relasi Global. Untuk mendorong partisipasi unit kerja dalam kegiatan internasional, kata Puji, Direktorat Kemitraan  dan relasi Global (DKRG) menyalurkan Hibah Summer Course, Hibah International Team Teaching, dan Hibah International Joint Supervision. “Sepanjang tahun 2024, UGM memberikan 5 Hibah Summer Course yang total melibatkan 50 dosen asing dan 200 mahasiswa asing. Tema-tema Summer Course merupakan tema-tema yang berorientasi pada penguatan flagship UGM dan pencapaian Sustainable Development Goals,” katanya, Senin (23/12), di Kampus UGM.

Salah satu upaya UGM memfasilitasi kemitraan internasional untuk memperkuat ekosistem inovasi, UGM berpartisipasi aktif dalam 14 konsorsium internasional. Tidak hanya menjadi anggota aktif dalam konsorsium-konsorsium tersebut, imbuhnya, tetapi juga menjadi koordinator dalam penyusunan concept note dan pelaksanaan kerjasamanya. “Dalam proses pembentukan konsorsium InuCOST, melibatkan 3 universitas di Belanda dan 5 universitas di Indonesia, UGM berperan aktif sebagai interface yang memfasilitasi komunikasi antara universitas di Belanda, universitas di Indonesia, dan DRPTM Dikti selaku penyalur dana LPDP yang didedikasikan untuk konsorsium ini sebesar 400,000 euro per tahun,” katanya.

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Dalam Negeri, DKRG UGM, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., melalui penghargaan ini makin memotivasi pihaknya untuk dapat memperkuat sinergi dan terus mempererat jalin kerja sama. Baginya, penganugerahan ini tidak lepas dari dukungan internal UGM serta kerja sama pihak eksternal, terutama pemerintah dan LSM yang telah memberikan dukungan.  “Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang baik dengan mitra yang sudah terjalin. Ke depannya, kami berharap kerja sama itu bisa makin meningkat, tidak hanya angka, tetapi juga dampak yang makin luas ke masyarakat,” ujar Johan.

Menurut Johan, mitra kerja sama tidak hanya berperan sebagai penyedia dana penelitian, tetapi juga penyumbang topik dan isu penelitian. Ia mencontohkan, mitra pemerintah dapat menginisiasi riset kolaboratif dan kajian tentang suatu masalah yang sedang terjadi. Melalui kerja sama di bidang penelitian, UGM dapat menghasilkan output berupa paten, buku, modul, hingga publikasi. Output tersebutlah yang dapat mendorong reputasi dan nama UGM di berbagai pemeringkatan nasional dan internasional.

Tak hanya bergantung dengan mitra yang sudah ada, UGM juga aktif memperluas dan memperdalam kerja sama di masa mendatang “Sebagai fasilitator, kami bantu memfasilitasi universitas untuk memetakan mitra potensial yang bisa disinergikan untuk kerja sama selanjutnya,” pungkas Johan.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel UGM Raih Penghargaan Anugerah Diktisaintek untuk Bidang Kerja Sama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-raih-penghargaan-anugerah-diktisaintek-untuk-bidang-kerja-sama/feed/ 0
Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/#respond Fri, 18 Oct 2024 13:53:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71832 Diseminasi hasil riset ke ranah industri menjadi salah satu agenda penting dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Para peneliti maupun akademisi setiap tahunnya mampu menghasilkan banyak hasil penelitian setiap tahunnya. Sayangnya, untuk menjadi sebuah produk yang dapat dipasarkan, membutuhkan pendampingan khusus dalam melihat kemampuan produksi dan potensi pasar. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM […]

Artikel Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Diseminasi hasil riset ke ranah industri menjadi salah satu agenda penting dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Para peneliti maupun akademisi setiap tahunnya mampu menghasilkan banyak hasil penelitian setiap tahunnya. Sayangnya, untuk menjadi sebuah produk yang dapat dipasarkan, membutuhkan pendampingan khusus dalam melihat kemampuan produksi dan potensi pasar.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM meluncurkan program akselerator untuk hilirisasi inovasi akademik berkolaborasi dengan Volantis Technology dalam mendampingi para akademisi melakukan hilirisasi. Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si., menjelaskan, kerja sama dengan akselerator ini sengaja dibuat agar hambatan implementasi penelitian dapat teratasi. “Kita ketahui bahwa banyak produk inovasi di fakultas yang dananya sampai milyaran tapi ternyata tidak ada jalur mengirimkan produk inovasi ke masyarakat. Ini salah satu upaya kita membangun ekosistem dalam hiliran produk inovasi,” terangnya kepada wartawan di sela kegiatan Jogja Innovator Summit di kampus FMIPA UGM, Jumat (18/10).

Ia menyebutkan  UGM sendiri saat ini memiliki 35 spin-off company dan 30 teknologi yang siap dikembangkan. Kolaborasi dengan industri diharapkan mampu membawa inovasi tersebut dalam inkubasi sehingga menghasilkan output ekonomi baru. “Sinergi volantis dan universitas menjadi entitas yang besar. Hidup matinya universitas ini sangat dipengaruhi oleh industrialisasi melalui jalur startup maupun kerja sama dengan industri,” tambah Kuwat.

Kuwat mengaku bersyukur adanya dukungan dari pihak universitas dalam mendorong hilirisasi program riset akademik di FMIPA melalui keberadaan Science Technopark UGM sebagai wadah pengembangan riset dan pegembangan. Program ini secara khusus dibentuk untuk mempertemukan inovator dan pihak industri yang membutuhkan solusi berbasis teknologi.

Prof. Sang Kompiang Wirawan, selaku Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM menuturkan program akselerator FMIPA UGM potensial memfokuskan riset-riset pada kebutuhan industri. “Inovasi yang dimulai dari universitas harus memiliki arah yang jelas menuju penerapan di industri. Meskipun kita sudah mencapai 30 spin-off company, masih banyak yang bisa kita tingkatkan,” paparnya.

Kompiang mengakui ada berbagai tantangan mengapa hasil riset sulit masuk pasar, salah satunya adalah kurangnya penelitian yang berbasis kebutuhan industri. Banyak riset selama ini dilakukan hanya untuk pengembangan akademik saja, sehingga tidak ada produk yang bisa dipasarkan. “Kalaupun ada, penelitian biasanya meneliti produk dalam jumlah mikro, dan akan menghadapi masalah lain jika diproduksi massal. Maka dari itu, penting bagi akademisi untuk menyesuaikan fokus riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” katanya.

Tantangan selanjutnya menurut Kompiang adalah kurangnya kedekatan perguruan tinggi dengan industri. Sebab, membangun kepercayaan industri terhadap produk riset tidaklah mudah. “Ada peluang yang tinggi, namun resikonya tinggi juga. Sulit membangun kepercayaan industri dalam satu atau dua pertemuan saja. Pendekatan untuk meyakinkan bahwa produk riset ini punya pasar itu sulit, karena berbeda lagi cara berpikirnya,” imbuhnya.

Bachtiar Rifai selaku Founder Volantis turut mengutarakan hal yang sama. Latar belakang Volantis sebagai perusahaan akselerator dan pendampingan teknologi ini adalah untuk mengatasi gap antara akademik dan industri. Ia menyebut Yogyakarta sebagai pusat akademik terbesar di Indonesia, tapi belum ada industri kuat yang berbasis di Yogyakarta. “Ibaratnya seperti ada tambang emas tapi belum digali. Jadi kami hadir sebagai startup untuk menjadi penghubung antara akademik dan industri,” ucap Rifai.

Melalui program akselerator FMIPA UGM bersama Volantis, kata Rifai, rencananya akan dilaksanakan dalam beberapa tahap kerja sama yang diawali dengan innovation activation dimana setiap departemen mengajukan ide bisnis atau inovasi yang siap diinkubasi. Selanjutnya, start-up terpilih akan dipertemukan dengan industri yang relevan. “Target kami dalam satu tahun itu ada 10 startup yang akan lahir. Pada tahap ketiga atau tahap terakhir, kita akan mengadakan demo day dan mengundang investor nasional dan luar negeri,” lanjut Rifai.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/feed/ 0