kelautan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kelautan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 06 Mar 2024 12:24:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/ https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/#respond Wed, 06 Mar 2024 12:24:49 +0000 https://ugm.ac.id/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/ Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan Kementerian KKP akan mengembangkan lima komoditas budi daya perikanan laut untuk mendorong kesejahteraan 140 juta penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Lima komoditas perikanan yang dipilih untuk budi daya yakni udang, rumput laut, nila salin, kepiting, lobster. “Pangsa pasarnya cukup besar sekitar  400 miliar […]

Artikel Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan Kementerian KKP akan mengembangkan lima komoditas budi daya perikanan laut untuk mendorong kesejahteraan 140 juta penduduk yang tinggal di wilayah pesisir. Lima komoditas perikanan yang dipilih untuk budi daya yakni udang, rumput laut, nila salin, kepiting, lobster. “Pangsa pasarnya cukup besar sekitar  400 miliar dollar Amerika Serikat untuk satu tahun,” kata Menteri dalam kuliah umum yang bertajuk “Kebijakan Ekonomi Baru dan Peran Informasi Geospasial Tematik Ekosistem Karbon Biru pada Kawasan konservasi, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”, Rabu (6/3), di Ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Untuk mewujudkan usaha budi daya perikanan tersebut dimulai dengan pembangunan kampung nelayan modern  yang merupakan bagian dari transformasi ruang hidup dan ruang sosial nelayan agar menjadi lebih produktif dan mandiri dengan dibangunnya fasilitas pabrik es, bale pelatihan, gudang beku, bengkel nelayan, kios persediaan, jalan akses, dermaga, dan pedestrian. Untuk saat ini, kampung nelayan modern yang dibuat sebagai percontohan oleh pemerintah berada di Desa Samber, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Pembangunan kampung nelayan modern ini diakui Menteri dalam rangka meningkatkan potensi kemampuan kita agar bisa unggul dalam sektor budi daya perikanan. Ia menyebutkan, untuk budi daya salmon saja banyak negara belajar dari Norwegia. “Untuk budi daya salmon itu belajar dari Norwegia. Misalnya Australia bikin budi daya salmon mendatangkan orang Norwegia,” jelasnya.

Apabila tidak dilakukan usaha budi daya perikanan semacam ini menurut Menteri maka akan sulit untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Sebab indeks rata-rata nilai tukar nelayan RI saat ini hanya berkisar di angka 104  seharusnya untuk bisa sejahtera harus di angka 130. “Jika nilai tukar masih 104 maka para nelayan seumur hidupnya tidak akan pernah sejahtera,” imbuhnya.

Soal potensi ekonomi dari serapan karbon biru yang berasal dari wilayah kelautan, wilayah konservasi dan pulau terpencil menurut Menteri dapat memberikan kontribusi ekonomi. Oleh karena itu diperlukan sumber data yang komplit melalui pengembangan sistem infrastruktur ocean big data. “Kita sudah melakukan peluncuran satelit nano, mendatangkan kapal yang bisa memonitor, underwater drone, dan seluruh wilayah konservasi dipasang sensor untuk mengetahui kondisi perubahan wilayah konservasi dan pulau terpencil yang termonitor selama 24 jam,” katanya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SP.OG (K)., Ph.D., mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi dari daerah pesisir dan sektor kelautan  untuk menunjang kesejahteraan nelayan dan berkontribusi untuk menurunkan dampak pada perubahan iklim. “Laut kita banyak menyimpan karbon biru lebih besar dibanding karbon hijau namun tantangan kita terkait ketersediaan data akan sumber daya laut termasuk potensi karbon biru,” paparnya.

Rektor menegaskan pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan KKP dalam rangka mendorong penyediaan data ekosistem karbon biru secara terintegrasi. “Kami siap berkolaborasi dengan KKP. Kami sudah menjalin kerja sama sebelumnya lewat kegiatan pemetaan ekosistem karbon biru padang lamun di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Menteri KKP Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Modern dan Penyediaan Data Karbon Biru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kkp-dorong-pengembangan-kampung-nelayan-modern-dan-penyediaan-data-karbon-biru/feed/ 0
Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/#respond Thu, 27 Jul 2023 01:24:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=57821 Ratusan pimpinan dari 60 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia berkumpul di Fakultas Pertanian UGM mengikuti pertemuan  Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (PF2TKI). Dalam kegiatan PF2TKI ke-2 yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22-23 Juli 2023 ini dihadiri  kurang lebih 180 peserta. Mereka terdiri dari dekan, direktur, ketua departemen, […]

Artikel Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ratusan pimpinan dari 60 perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia berkumpul di Fakultas Pertanian UGM mengikuti pertemuan  Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (PF2TKI).

Dalam kegiatan PF2TKI ke-2 yang diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22-23 Juli 2023 ini dihadiri  kurang lebih 180 peserta. Mereka terdiri dari dekan, direktur, ketua departemen, ketua jurusan, dan ketua program studi dari berbagai perguruan tinggi perikanan dan kelautan di Indonesia.

Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof.Dr.Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., menjelaskan PF2TKI diselenggarakan dua kali setiap tahunnya sebagai wahana komunikasi dan diskusi antar perguruan tinggi penyelenggara pendidikan perikanan dan kelautan. Diskusi yang dilakukan mencakup kurikulum, kerja sama, dan tridarma perguruan tinggi dalam rangka memajukan sistem pendidikan dan menghasilkan sumber daya unggul pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia.

Pertemuan FP2TPKI dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Ia menyampaikan pentingnya forum komunikasi pimpinan perguruan tinggi dalam pengembangan sistem pendidikan tinggi Indonesia. Sementara dalam sambutannya, Ketua FP2TPKI, Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si., menyampaikan data jumlah anggota yang terus meningkat dan semangat pengembangan organisasi yang perlu untuk terus dipertahankan.

Pertemuan FP2TPKI ke-2 di UGM ini diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama berupa talkshow lalu di hari kedua dilakukan diskusi panel terkait pembentukan dan evaluasi lembaga akreditasi mandiri, penetapan forum komunikasi program studi, dan internal dan pengembangan organisasi.

Kegiatan talkshow yang membahas sejarah pendirian dan perkembangan awal FP2TPK menghadirkan narasumber Prof.Dr. Indra Jaya, M.Sc (FPIK Intitut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Yohannes Hutabarat, M.Sc (FPIK Universitas Diponegoro) dan Dr. Ir. Triyanto, M.Si (Departemen Perikanan UGM),  selaku para penggagas dan pengurus FP2TPKI periode sebelumnya yang memaparkan sejarah dan tujuan pendirian forum, serta gagasan serta masukan untuk pengembangan organisasi ke depan.

Pertemuan hari ke-2 dimulai dengan diskusi panel yang menghadirkan Ir. Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D. (FIKP Universitas Hassanudin), Dr. Ir. Joko Samiaji, M.Sc (STPK Matauli Tapanuli Tengah), dan Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D (Departemen Perikanan UGM) yang membahas evaluasi perumusan dan operasional LAM sesuai dengan regulasi terbaru. Panel sesi berikutnya membahas tentang launching kepengurusan forum program studi dan pembahasan isu-isu program studi yang dipimpin oleh Dr. Umbu P.L. Dawa, S.Pi., M.Sc (FPIK UKAW Kupang).

Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi tentang UU No 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran, program studi profesi insinyur (PS PPI), pembukaan Badan Kejuruan Baru dan Badan Kejuruan Teknik Kelautan (BKTK-PII), serta sertifikat profesional keinsinyuran. Dalam diskusi ini menghadirkan Sekjen PII Pusat Ir. Bambang Goeritno, M.Sc, MPA, IPU, Ketua BKTK-PII Dr. Ady Candra, dengan moderator Dr. T. Ersti Yulika Sari (FIKP Umrah). Pertemuan diakhiri dengan pengesahan AD/ART organisasi, sosialisasi agenda FP2TPKI, MOU FP2TPKI dengan NGO, presentasi dari Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), Korea, sharing motivasi dan komunikasi oleh motivator Dr. Aqua Dwipayana.

 

Penulis: Ika

Foto: Dok. Departemen Perikanan UGM

Artikel Pimpinan 60 Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan di Indonesia Berkumpul di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pimpinan-60-perguruan-tinggi-perikanan-dan-kelautan-di-indonesia-berkumpul-di-ugm/feed/ 0
Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/ https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/#respond Tue, 25 Jul 2023 03:19:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=57724 Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. rer. nat. Budi Sulistyo, M.Sc., menyampaikan strategi untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan di UGM. Dalam Seminar Nasional Perikanan (SEMNASKAN) XX yang diselenggarakan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22 Juli 2023, Budi Sulistyo memaparkan ada beragam upaya yang […]

Artikel Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. rer. nat. Budi Sulistyo, M.Sc., menyampaikan strategi untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan di UGM.

Dalam Seminar Nasional Perikanan (SEMNASKAN) XX yang diselenggarakan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM pada 22 Juli 2023, Budi Sulistyo memaparkan ada beragam upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya saing hasil kelautan. Salah satunya adalah mengembangkan produk berkualitas tinggi berstandar internasional.

“Penggunaan teknologi pengolahan yang efisien, ramah lingkungan serta menerapkan prinsisp ekonomi biru juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya siang hasil kelautan di tanah air,”ungkapnya.

Langkah lainnya dikatakan Budi Sulistyo dengan mengembangkan sistem logistik yang efektif, efisien, koneksitas, kompetitif, serta menjamin mutu dan keamanan pangan. Lalu, berorientasi pada  biaya rendah untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, pemenuhan bahan baku, dan strategi promosi yang didukung diplomasi perikanan.

Strategi berikutnya yaitu menerapkan teknologi informasi analisis pasar, inovasi produk, kemudahan dan kecepatan, serta adanya komitmen pelaku usaha.

“Hal tersebut merupakan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya saing hasil kelautan dan perikanan yang didukung dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan untuk peningkatan konsumsi domestik dan ekspor,”urainya.

Dalam seminar kali ini turut menghadirkan pembicara dari Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Indun Dewi Puspita, Ph.D. Ia menyampaikan presentasi dengan tema “Strategi Pengendalian Histamin untuk Keamanan dan Ketahanan Pangan”.

Indun menyebutkan bahwa sektor perikanan dan kelautan Indonesia berperan penting dalam pembangunan nasional dan menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs). Tuna merupakan primadona Indonesia, baik sebagai komoditas ekspor maupun konsumsi rumah tangga dalam negeri.  Untuk itu penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan harus terus dilakukan sepanjang rantai pasok, mulai dari penanganan yang tepat di atas kapal, saat pembongkaran, proses pengolahan, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen.

“Tentu saja, hal tersebut akan berhasil jika ada sinergisitas dan kolaborasi antara nelayan, pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan pemerintah,”tuturnya.

Semnaskan diselenggarakan sebagai wadah untuk mendiseminasikan hasil penelitian perikanan dan kelautan. Kegiatan ini diikuti oleh 295 peserta yang mendiseminasikan hasil penelitian meliputi bidang akuakultur, kelautan, biologi perikanan, manajemen sumber daya akuatik, sosial ekonomi perikanan, dan pasca panen. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi, komunikasi maupun sinergi dan kolaborasi antar para peneliti dalam rangka memperkuat basis pengembangan keilmuan dan teknologi perikanan dan kelautan.

Penulis: Ika

Foto: Dok. Departemen Perikanan UGM

Artikel Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Paparkan Strategi Tingkatkan Daya Saing Hasil Kelautan   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dirjen-kementerian-kelautan-dan-perikanan-paparkan-strategi-tingkatkan-daya-saing-hasil-kelautan/feed/ 0