kecerdasan buatan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kecerdasan-buatan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 12 Dec 2024 01:22:40 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Komdigi Gandeng UGM Ajak Generasi Muda Memanfaatkan AI https://ugm.ac.id/id/berita/komdigi-gandeng-ugm-ajak-generasi-muda-memanfaatkan-ai/ https://ugm.ac.id/id/berita/komdigi-gandeng-ugm-ajak-generasi-muda-memanfaatkan-ai/#respond Thu, 12 Dec 2024 01:22:40 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73751 Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) merupakan teknologi terbaru yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan dewasa ini. Saat ini, peneliti berlomba-lomba untuk menciptakan kecerdasan buatan yang dapat membantu manusia di segala bidang. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) menggandeng UGM untuk mengajak masyarakat mengenal teknologi kecerdasan buatan dan meningkatkan kemampuan literasi digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) […]

Artikel Komdigi Gandeng UGM Ajak Generasi Muda Memanfaatkan AI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) merupakan teknologi terbaru yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan dewasa ini. Saat ini, peneliti berlomba-lomba untuk menciptakan kecerdasan buatan yang dapat membantu manusia di segala bidang. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) menggandeng UGM untuk mengajak masyarakat mengenal teknologi kecerdasan buatan dan meningkatkan kemampuan literasi digital.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Meutya Hafid, menuturkan pihaknya menggandeng kampus seperti UGM untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menahkodai teknologi kecerdasan buatan. Menurutnya, kampus merupakan perpanjangan tangan yang tepat antara Kementerian Komdigi dengan masyarakat dalam hal peningkatan literasi digital di tanah air. “Untuk menyongsong kemajuan teknologi, utamanya AI, Indonesia masih butuh 9 juta digital talent sampai tahun 2030,” katanya kepada wartawan di sela kunjungannya meninjau kegiatan yang bertajuk “Komdigi Menjangkau: Campus, We’re Coming!”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komdigi, Universitas Gadjah Mada dan Microsoft di Auditorium Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (11/12). Selain diskusi juga dilaksanakan bersamaan dengan job fair dari berbagai perusahaan digital Indonesia, di antaranya adalah OVO dan Digitalent.

Meutya menegaskan perusahaan-perusahaan teknologi digital juga telah berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi digital. “Kita dorong perusahaan teknologi besar global untuk terlibat sehingga Indonesia tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga melahirkan SDM yang kompeten juga,” ujar Meutya.

Meskipun AI digadang-gadang dapat menjadi pendamping atau asisten manusia, tetapi masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa penggunaan AI belum sepenuhnya optimal, sehingga masih sering terjadi kelalaian dan error. Salah satunya adalah munculnya teknologi AI yang di-training untuk menjadi bias dan diskriminatif terhadap ras dan agama tertentu. Selain itu, lemahnya privasi keamanan dan minimnya pengawasan menjadi masalah yang harus segera ditangani.

Menurutnya penggunaan AI harus memiliki prinsip tata kelola yang bisa dipercaya dan aman dari segala risiko. Oleh karena itu, keamanan, inklusi, dan tanggung jawab merupakan hal yang harus dijunjung tinggi. Ia juga berpesan bahwa meskipun penggunaan AI sudah dan akan terus makin marak, etika berteknologi harus tetap dijunjung tinggi. “Kuasailah AI, jangan sampai AI yang menguasai kita,” ujar Nezar.

Senada dengan Nezar, Panji Wasmana selaku Direktur National Technology Officer Microsoft Indonesia menuturkan bahwa penggunaan AI harus diiringi dengan kemampuan berpikir kritis. Sering kali, masyarakat menelan mentah-mentah informasi yang disediakan oleh AI tanpa mengecek kembali kebenarannya. Diperlukan penguatan etika dan nilai-nilai dasar siswa agar manusia tidak disetir oleh AI. “Kita harus menjadi pilotnya, biarkan AI menjadi copilotnya,” pungkasnya.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Komdigi Gandeng UGM Ajak Generasi Muda Memanfaatkan AI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/komdigi-gandeng-ugm-ajak-generasi-muda-memanfaatkan-ai/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Pertolongan Pertama Psikologis terhadap Masalah Kesepian https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-pertolongan-pertama-psikologis-terhadap-masalah-kesepian/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-pertolongan-pertama-psikologis-terhadap-masalah-kesepian/#respond Thu, 26 Oct 2023 08:16:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=60985 Kesehatan mental dan teknologi modern adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Meskipun maraknya perkembangan teknologi seringkali menimbulkan pro dan kontra, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi telah mengubah wajah masyarakat modern. Dari media sosial hingga aplikasi pintar, teknologi telah merasuki setiap aspek kehidupan kita.  Menyadari potensi teknologi untuk membantu mengatasi masalah […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Pertolongan Pertama Psikologis terhadap Masalah Kesepian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kesehatan mental dan teknologi modern adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Meskipun maraknya perkembangan teknologi seringkali menimbulkan pro dan kontra, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi telah mengubah wajah masyarakat modern. Dari media sosial hingga aplikasi pintar, teknologi telah merasuki setiap aspek kehidupan kita. 

Menyadari potensi teknologi untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental, terutama pada kalangan remaja, sekelompok mahasiswa UGM melakukan penelitian yang inovatif dengan mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan ilmu psikologi.

Mereka mengembangkan PsyBot, kecerdasan buatan berupa bot WhatsApp yang dikembangkan dengan menggunakan ChatGPT versi-3, yang dapat memberikan respons terhadap pesan penggunanya, dan menjadi pertolongan pertama psikologis untuk kondisi kesepian pada mahasiswa.

“Diiringi dengan tingginya prevalensi masalah kesehatan mental dan gangguan mental pada remaja, menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan oleh tim ini. Penelitian ini merupakan sebuah kontribusi yang diberikan oleh para peneliti untuk mahasiswa sebagai tindakan preventif masalah kesehatan mental,” tutur Annisa Khomsah Salsabila, mahasiswa Fakultas Psikologi.

Annisa menerangkan, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap. Mereka memulai dengan studi pendahuluan yang mencakup wawancara dengan lima psikolog dari Universitas Gadjah Mada serta tinjauan literatur yang komprehensif. Selanjutnya, sebelum melaksanakan eksperimen, mereka melakukan skrining terhadap tingkat kesepian mahasiswa dengan menggunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale. Hasil skrining inilah yang kemudian menjadi dasar untuk melanjutkan eksperimen selanjutnya.

Eksperimen dilakukan pada kelompok partisipan dengan tingkat kesepian sedang, cukup tinggi, dan tinggi. Tempat pelaksanaan eksperimen adalah Laboratorium Psikodiagnostika Psikologi UGM. Menurut Annisa, hasil penelitian ini cukup menjanjikan. 

“Riset ini menemukan bahwa PsyBot efektif menurunkan kerentanan kesepian pada mahasiswa. Pola interaksi yang terjalin mirip dengan interaksi manusia pada proses konseling. PsyBot mampu merespon pengguna dengan teknik keterampilan mikro dalam konseling, seperti validasi emosi,” terangnya.

Dengan kemampuan tersebut, PsyBot dapat memberikan rasa pengertian kepada pengguna yang mungkin sedang menghadapi masalah emosional yang kompleks. Selain memberikan pengertian, PsyBot juga mampu memberikan motivasi, memberikan tips, dan memastikan pengguna terhubung dengan lingkungan sekitarnya. 

Sesuai dengan prinsip pertolongan pertama psikologis, PsyBot dapat memberikan saran kepada penggunanya untuk menghubungi layanan profesional jika gejala yang dialami semakin parah. Hal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas komunikasi virtual, melainkan juga mengarahkan pengguna untuk mencari bantuan yang lebih tepat jika dibutuhkan.

“Lebih lanjut, interaksi dengan PsyBot mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis atau well-being. Tips dan saran yang diberikan juga terbukti mampu menghadirkan perasaan tenang pada penggunanya,” imbuh Annisa.

Pertolongan pertama psikologis adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Karena itu, penelitian ini menjadi sebuah kontribusi yang penting bagi mahasiswa sebagai upaya preventif masalah kesehatan mental, yang membantu mereka dalam menghadapi tekanan psikologis yang dialami. Selain itu, inovasi ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam pemanfaatan teknologi untuk mengatasi masalah kesehatan mental. 

 

Penulis: Tim PKM

Editor: Gloria

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Pertolongan Pertama Psikologis terhadap Masalah Kesepian pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-pertolongan-pertama-psikologis-terhadap-masalah-kesepian/feed/ 0