keberlanjutan lingkungan Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/keberlanjutan-lingkungan/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 20 Aug 2024 08:00:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Video Rehabilitasi Mangrove Mahasiswa KKN PPM UGM di Serang mendapatkan HAKI https://ugm.ac.id/id/berita/video-rehabilitasi-mangrove-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-di-serang-mendapatkan-haki/ https://ugm.ac.id/id/berita/video-rehabilitasi-mangrove-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-di-serang-mendapatkan-haki/#respond Tue, 20 Aug 2024 08:00:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69606 Video sinematografi berjudul Planting the Future Mangrove Rehabilitation karya  mahasiswa KKN-PPM UGM Serang Banten memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual bernomor EC00202485523.  Proses mendapatkan HAKI merupakan proses perjalanan panjang yang dilakukan para mahasiswa KKN-PPM UGM di Serang Banten selama beberapa periode. Dr. Sudaryatno, M.Si selaku Dosen Pendamping Lapangan yang setia membimbing mahasiswa KKN di Serang selama […]

Artikel Video Rehabilitasi Mangrove Mahasiswa KKN PPM UGM di Serang mendapatkan HAKI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Video sinematografi berjudul Planting the Future Mangrove Rehabilitation karya  mahasiswa KKN-PPM UGM Serang Banten memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual bernomor EC00202485523.  Proses mendapatkan HAKI merupakan proses perjalanan panjang yang dilakukan para mahasiswa KKN-PPM UGM di Serang Banten selama beberapa periode.

Dr. Sudaryatno, M.Si selaku Dosen Pendamping Lapangan yang setia membimbing mahasiswa KKN di Serang selama lima periode mengatakan Video sinematografi berjudul Planting the Future Mangrove Rehabilitation karya  mahasiswa KKN-PPM UGM berisi mengenai pengelolaan ekosistem Mangrove di Kabupaten Serang. Dengan melihat video ini akan menghantarkan banyak orang pada perjalanan 15 tahun menelusuri lika-liku pengelolaan ekosistem Mangrove di Kabupaten Serang.

“Di video ini akan tersaji gambaran Mangrove di Serang dari tahun 2009 hingga 2024. Kita akan melihat sekilas bagaimana kondisi mangrove di tahun-tahun 2009 yang diwarnai dengan degradasi dan deforestasi akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi berlebihan”, ujar Sudaryatno, di Fakultas Geografi UGM, Selasa (20/8) menanggapi atas diterimanya HAKI untuk video penyelamatan Mangrove karya mahasiswa UGM.

Melihat kondisi Mangrove yang memprihatinkan pada saat itu maka para pemangku kepentingan menyelami dan melakukan upaya-upaya pemulihan dan pelestarian Mangrove. Selama beberapa kurun waktu penerjunan KKN UGM di Serang Banten selalu dapat disaksikan program penanaman kembali hutan Mangrove.“Tidak hanya itu, kita pun mendorong adanya penerapan kebijakan regulasi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengelolaan hutan Mangrove”, terangnya.

Sudaryatno menjelaskan puncak penerimaan HAKI memang pada kegiatan KKN-PPM UGM di Serang Banten periode IV yang berlangsung Desember 2023 hingga Februari 2024. Selain membuat laporan kegiatan berjudul Laporan Program KKN-PPM Periode IV Tahun 2023 berjudul Pemetaan Stok Karbon Atas Permukaan Mangrove di Kawasan Pontang, Tirtayasa dan Tanara, para mahasiswa UGM juga membuat video sinematografi Planting the Future Mangrove Rehabilitation.

Hutan Mangrove di Serang dapat ditemukan di Pantai Utara Serang tepatnya di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara. Keberadaan hutan mangrove ini sangat berdampak secara ekonomi, ekologi, dan sosial budaya, terlebih bagi pemetaan stok karbon atas permukaan Mangrove sebagai salah satu dasar untuk monitoring dan konservasi yang berkelanjutan. “Pentingnya pemetaan stok karbon atas permukaan mangrove ini juga dikarenakan kondisi iklim bumi yang semakin memburuk sehingga menyebabkan degradasi dan sulitnya hutan Mangrove untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang fluktuatif,” ungkapnya.

Ia menceritakan penanaman secara masif pun dimulai dari tahun 1989 hingga puncaknya pada tahun 2024. Penanaman Mangrove ini dilakukan oleh siapapun setiap hari jika ada bibit. Menurut Sudaryatno Mangrove yang berada di timur Pontirta merupakan area terdampak abrasi dibatasi oleh tambak.

Bagaimanapun penanaman Mangrove memberi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat untuk menahan laju erosi. Buffer Mangrove dari garis pantai di Desa Lontar hanya 25 meter, padahal idealnya adalah 100 meter untuk menahan laju abrasi yang lebih tinggi lagi. “Karenanya diperlukan adanya penambahan lahan Mangrove”, paparnya.

Untuk melakukan penambahan lahan tentunya tidak mudah karena pengelolaan dihadapkan permasalahan lain berupa degradasi lahan Mangrove menjadi built up area terutama untuk industri. Kondisi ini tentunya menyulitkan untuk menambah lahan Mangrove. Belum lagi menyangkut soal permasalahan status lahan.

“Mangrove di Tanara memang banyak tapi banyak juga yang sudah terdegradasi menjadi tambak sehingga ini harus menjadi concern yang sangat serius. Fokus pengelolaan Mangrove pada akhir-akhir ini pada perawatan terutama ancaman dari limbah yang dapat merusak mangrove. Karenanya diperlukan keikutsertaan pemerintah dalam penambahan luasan Mangrove terutama dalam penetapan RT RW Wilayah Pesisir sehingga dapat melestarikan Mangrove di kawasan pontirta,” jelasnya.

Sudaryatno menambahkan video yang mendapat HAKI ini tidak hanya menitikberatkan pada kisah sukses, tetapi juga menghadirkan tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam upaya pengelolaan Mangrove. Dari video ini, semua orang akan melihat bagaimana perubahan iklim, abrasi pantai, dan pencemaran lingkungan menjadi ancaman bagi kelestarian hutan mangrove. “Di akhir video, kita akan diajak merenungkan tentang masa depan Mangrove di Kabupaten Serang. Dengan video ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan edukasi bagi masyarakat, serta memberikan penghargaan kepada para pemangku kepentingan dalam bersinergi dalam menjaga dan mengelola ekosistem mangrove di Kabupaten Serang,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Video Rehabilitasi Mangrove Mahasiswa KKN PPM UGM di Serang mendapatkan HAKI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/video-rehabilitasi-mangrove-mahasiswa-kkn-ppm-ugm-di-serang-mendapatkan-haki/feed/ 0
RSA UGM Selenggarakan Funbike Tur de Van Der Wijck https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-selenggarakan-funbike-tur-de-van-der-wijck/ https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-selenggarakan-funbike-tur-de-van-der-wijck/#respond Wed, 19 Jun 2024 06:39:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65264 Dalam mengembangkan konsep wellness tourism di Yogyakarta, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menggelar acara Funbike Tur de Van Der Wijck.  Funbike Tur de Van Der Wijck mengambil rute menarik dari Waduk Sermo, Kulon Progo menuju Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa. Funbike Tur de Van Der Wijck diselenggarakan pada hari Sabtu (15/6) […]

Artikel RSA UGM Selenggarakan Funbike Tur de Van Der Wijck pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam mengembangkan konsep wellness tourism di Yogyakarta, Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) menggelar acara Funbike Tur de Van Der Wijck.  Funbike Tur de Van Der Wijck mengambil rute menarik dari Waduk Sermo, Kulon Progo menuju Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.

Funbike Tur de Van Der Wijck diselenggarakan pada hari Sabtu (15/6) diawali dengan prosesi pelepasan benih ikan nila seberat 100kg di Waduk Sermo, Kulon Progo. Pelepasan ikan ini sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RSA UGM.

Pelepasan benih ikan dilakukan Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.Onk, bersama Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktur Eksekutif AHS UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An., KNA., KAR, dan Direktur Operasional Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa, Santi Vita Nurrohmah.

Darwito selaku Direktur Utama RSA UGM mengatakan kegiatan Fun Bike diselengarakan sebagai upaya serius RSA UGM dalam mengembangkan konsep wellness tourism di Yogyakarta. Acara ini untuk semakin mempererat kerjasama yang baik antara RSA UGM dan Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.

“Kegiatan ini bertujuan mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersepeda, mendukung wellness tourism Daerah Istimewa Yogyakarta”, ujarnya.

Terkait pelepasan benih ikan, Darwito mengatakan sebagai bentuk komitmen RSA UGM terhadap kelestarian lingkungan. Pelepasan benih ikan nila sejumlah 100 kg, disebutnya sebagai langkah kecil diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi ekosistem di Waduk Sermo.

Funbike mengedepankan konsep wellness ini akan digelar secara rutin per tahun. Untuk kali ini dengan rute menyusuri Selokan Mataram atau Van Der Wijck Yogyakarta, dan berakhir di Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa.

Di garis finish, para peserta disambut dengan fasilitas Medical Check Up serta Modified Relaxation Therapy, sebuah terapi kejiwaan yang dikembangkan oleh RSA UGM.

Santi Vita Nurrohmah, Direktur Operasional Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa mengatakan berkolaborasi dengan RSA UGM dalam acara ini dinilainya sangat luar biasa. Sheraton Mustika Yogyakartta merasa senang dan bangga dapat berperan serta dalam mempromosikan wellness tourism di Yogyakarta.

“Ini tentunya memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi peserta funbike,” katanya.

RSA UGM dan Sheraton Mustika Yogyakarta sekali lagi berharap acara ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan lebih lanjut dari program wellness tourism dan menunjukkan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan lingkungan.

Penulis: Agung Nugroho

Sumber: Instalasi Hukum dan Pemasaran RS Akademik UGM

Artikel RSA UGM Selenggarakan Funbike Tur de Van Der Wijck pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rsa-ugm-selenggarakan-funbike-tur-de-van-der-wijck/feed/ 0
UGM Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Pengarustamaan Sekolah Ekonomi Sirkular https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-edukasi-pengelolaan-sampah-lewat-pengarustamaan-sekolah-ekonomi-sirkular/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-edukasi-pengelolaan-sampah-lewat-pengarustamaan-sekolah-ekonomi-sirkular/#respond Thu, 07 Mar 2024 06:29:23 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-edukasi-pengelolaan-sampah-lewat-pengarustamaan-sekolah-ekonomi-sirkular/ Sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tantangan pengelolaan sampah di tanah air menjadi kian berat dengan semakin penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di beberapa daerah. Salah satunya yang terjadi di TPA Regional Piyungan, Bantul yang kondisinya sudah melebihi kapasitas daya tampungnya. Pemerintah Provinsi DIY pun mengeluarkan kebijakan penutupan TPA Piyungan pada 5 Maret […]

Artikel UGM Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Pengarustamaan Sekolah Ekonomi Sirkular pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Tantangan pengelolaan sampah di tanah air menjadi kian berat dengan semakin penuhnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di beberapa daerah.

Salah satunya yang terjadi di TPA Regional Piyungan, Bantul yang kondisinya sudah melebihi kapasitas daya tampungnya. Pemerintah Provinsi DIY pun mengeluarkan kebijakan penutupan TPA Piyungan pada 5 Maret 2024. Ke depan, setiap kabupaten/kota diminta untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.

Peneliti Ekonomi Sirkular UGM, Suci Lestari Yuana, S.IP., MIA., memandang perlunya solusi terpadu dengan melibatkan berbagi pihak untuk mengurai persoalan sampah di tanah air, termasuk Yogyakarta. Masyarakat dalam hal ini memiliki peran penting dalam proses pengelolaan sampah. Karenanya ia dan tim di FISIPOL UGM berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sektor pendidikan dengan memberikan edukasi dan literasi terkait pengelolaan sampah yakni dengan menginisiasi sekolah ekonomi sirkular.

“Implementasi ekonomi sirkular penting dilakukan di level praktik sehari-hari dalam merespons tantangan ini, di mana limbah dianggap sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali dan bisa menjadi sumber penghasilan,” tutur Dosen HI FISIPOL sekaligus peneliti di Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM ini, Kamis (7/3).

Ia menjelaskan dalam riset ini yang dilakukan bersama tim, mereka mengamati bagaimana 68 sekolah di Indonesia yang tergabung dalam sekolah ekonomi sirkular dalam menerapkan prinsip 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Recycle) di lingkungan sekolah. Sekolah ekonomi Sirkular diinisiasi sejak tahun 2021 silam dengan melibatkan sebanyak 68 sekolah yang tersebar di Sumatera Utara, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Utara.

Dalam konteks praktik-praktik 5R, lanjutnya, peran sekolah dan institusi pendidikan menjadi kunci sebagai agen perubahan. Sebab, implementasi praktik-praktik 5R di lingkungan pendidikan tidak hanya memengaruhi pola pikir siswa, tetapi juga membentuk generasi yang tanggap terhadap tanggung jawab lingkungan.

Menurutnya, sekolah memiliki potensi besar untuk membentuk perilaku berkelanjutan dengan mengintegrasikan konsep 5R dalam kurikulum dan kegiatan sekolah sehari-hari. Selain itu, sekolah dapat menjadi pusat penyuluhan bagi siswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang sampah.

Lebih lanjut Suci menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran krusial dalam upaya mendukung implementasi praktik-praktik 5R di sekolah dan institusi pendidikan. Pemerintah dalam hal ini berperan untuk memotivasi dan mendorong transformasi sirkular.

Saat ini, lanjutnya, inisiatif seperti Indonesia Green Principal Awards (IGPA) telah memainkan peran penting dalam mendorong sekolah untuk mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan. Namun, terdapat tantangan dengan sedikitnya partisipasi sekolah di Yogyakarta. Karenanya kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan dengan merancang kebijakan yang memberikan insentif kepada sekolah yang aktif dalam melakukan transformasi sirkular. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan alokasi dana khusus, penghargaan, atau dukungan teknis bagi sekolah yang berhasil mengimplementasikan praktik-praktik 5R secara efektif.

“Kebijakan ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sekolah di Yogyakarta untuk terlibat lebih aktif dalam perubahan menuju praktik berkelanjutan,”pungkasnya.

Penulis: Ika

 

Artikel UGM Edukasi Pengelolaan Sampah Lewat Pengarustamaan Sekolah Ekonomi Sirkular pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-edukasi-pengelolaan-sampah-lewat-pengarustamaan-sekolah-ekonomi-sirkular/feed/ 0