KAGAMA Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/kagama/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 29 Nov 2024 09:42:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 AI Telah Menjadi Kebutuhan Dasar Masyarakat https://ugm.ac.id/id/berita/ai-telah-menjadi-kebutuhan-dasar-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/ai-telah-menjadi-kebutuhan-dasar-masyarakat/#respond Fri, 29 Nov 2024 09:39:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73367 Saat ini, artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karenanya pemahaman mendalam tentang teknologi ini menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat. Mengingat pentingnya AI menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Artificial Intelligence (KAGAMA AI) menyelenggarakan seminar dan peluncuran buku bertajuk “Memahami AI, Sebuah Panduan Etis” di Financial Hall, Sudirman Jakarta, Kamis […]

Artikel AI Telah Menjadi Kebutuhan Dasar Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Saat ini, artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karenanya pemahaman mendalam tentang teknologi ini menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat. Mengingat pentingnya AI menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Artificial Intelligence (KAGAMA AI) menyelenggarakan seminar dan peluncuran buku bertajuk “Memahami AI, Sebuah Panduan Etis” di Financial Hall, Sudirman Jakarta, Kamis (28/11).

Seminar dan peluncuran buku inipun dihadiri sejumlah pejabat penting diantaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Pengamat politik Rocky Gerung, Budayawan Suwijo Tejo, dan Direktur TVRI Imam Brotoseno, serta sejumlah pemimpin redaksi dari berbagai media nasional baik cetak, online dan televisi. Buku “Memahami AI, Sebuah Panduan Etis” setebal 197 halaman ditulis oleh Dr. Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI. Buku ini hadir sebagai panduan komprehensif bagi publik dalam memahami dan memanfaatkan AI secara bijak dan etis.

Agus Sudibyo menyatakan euforia terhadap AI seharusnya dibarengi dengan sikap waspada terhadap dampak, anomali, kontradiksi serta residu yang ditimbulkannya. Melalui buku ini ia berharap menjadi kontribusi positif terhadap gerakan literasi AI di Indonesia dan memberikan masukan berharga untuk para pengambil kebijakan. Teknologi AI generative memang telah mengguncang dunia, seperti mukjizat yang turun dari langit, mahasiswa, dosen, penulis, peneliti, wartawan hingga konten kreator sangat dimudahkan dalam pekerjaannya. Ketika Chat GPT telah menjadi populer di masyarakat, sejumlah kalangan mulai mencemaskan dampak negatifnya.

Dalam sesi seminar bertema “Bagaimana AI Mengakselerasi Transformasi Digital untuk Indonesia Emas 2045″ hadir tiga pembicara, yaitu Nezar Patria Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Budiman Sudjatmiko Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI, dan Imam Brotoseno Direktur Utama TVRI. Nezar Patria selaku Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI mengatakan kemunculan Artificial Intelligent saat ini mirip kayak perlombaan menciptakan senjata nuklir pada waktu cold war. Karena hampir setiap negara di dunia mengembangkan kecerdasan buatan (AI). “Mirip dengan perlombaan pembuatan senjata nuklir saat perang dingin atau cold warCold war sendiri adalah periode ketegangan politik dan militer yang terjadi antara dunia barat dan dunia komunis setelah Perang Dunia II”, katanya.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko menyampaikan materi tentang “Perspektif Sejarah, Geopolitik & Teknologi untuk Memperkuat Agenda Indonesia Emas 2045”. Dalam paparannya, ia memberikan matriks sumber kemiskinan baru dan kesejahteraan baru yang terdiri dari rekayasa fisik, informasi dan rekayasa biologi yang masing-masing memiliki dampak sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Imam Brotoseno menyatakan teknologi AI sangat berguna bagi TVRI dalam membuat tayangan dokumenter tentang sejarah perjalanan TVRI untuk menggambarkan awal sejarah perjalanan TVRI era 60-an yang tidak ada dokumentasinya. “Saya ingin menampilkan Bung Karno yang waktu itu sedang sakit di Wina, memberikan perintah mengirim telegram ke Menteri Penerangan Maladi di Jakarta untuk membangun TVRI karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games, karena kita tidak memiliki dokumentasinya, maka kita membuat dokumenternya dengan AI,” ujarnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Kagama.id

Artikel AI Telah Menjadi Kebutuhan Dasar Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ai-telah-menjadi-kebutuhan-dasar-masyarakat/feed/ 0
Munas XIV KAGAMA Resmi Dibuka, Dihadiri Lebih Dari 1.000 Peserta https://ugm.ac.id/id/berita/munas-xiv-kagama-resmi-dibuka-dihadiri-lebih-dari-1-000-peserta/ https://ugm.ac.id/id/berita/munas-xiv-kagama-resmi-dibuka-dihadiri-lebih-dari-1-000-peserta/#respond Fri, 15 Nov 2024 23:24:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72917 Gelaran Musyawarah Nasional Keluarga Alumni Gadjah Mada (Munas KAGAMA) ke-14 yang berlangsung 14-17 November resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAGAMA, Ganjar Pranowo, pada Jumat (15/11) di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Mengangkat tema ‘KAGAMA Bakti untuk Ibu Pertiwi’, kegiatan ini dihadiri oleh 1.050 alumni UGM yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. […]

Artikel Munas XIV KAGAMA Resmi Dibuka, Dihadiri Lebih Dari 1.000 Peserta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Gelaran Musyawarah Nasional Keluarga Alumni Gadjah Mada (Munas KAGAMA) ke-14 yang berlangsung 14-17 November resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAGAMA, Ganjar Pranowo, pada Jumat (15/11) di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Mengangkat tema ‘KAGAMA Bakti untuk Ibu Pertiwi’, kegiatan ini dihadiri oleh 1.050 alumni UGM yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Bahkan, peserta tahun ini tercatat sebagai jumlah terbanyak sepanjang sejarah Munas KAGAMA pernah digelar.

Ketua Panitia Munas XIV KAGAMA, Dr. A.A.G.N Ari Dwipayana, M.Si bercerita bahwa penyelenggaraan Munas telah dimulai sejak 1 Juli 2024 dengan merencanakan tahapan Munas serta launching logo dan jingle di rumah KAGAMA. KAGAMA juga telah menyelenggarakan 13 Seminar Pra Munas di berbagai kota, yang mengulas beragam topik untuk menyiapkan negara ini menuju Indonesia Emas 2045. “KAGAMA adalah sebuah organisasi yang memiliki ciri khas, karena nama yang digunakan bukan perhimpunan, ikatan, atau persatuan, tetapi keluarga. Itulah sebabnya keluarga dari seluruh nusantara bahkan seluruh dunia kembali ke Rumah KAGAMA saat ini,” jelas Ari.

Ia melanjutkan, selain sebagai rumah, KAGAMA juga menjadi tempat bagi semua alumni untuk memberikan manfaat, inspirasi, dan kontribusi nyata bagi UGM, masyarakat sekitar, serta bangsa dan negara. Ketua, pimpinan, dan pengurus boleh berganti tetapi komitmen untuk ibu pertiwi tidak pernah tergantikan. Hal inilah yang menjadi alasan utama terkait pemilihan tema Munas tahun ini karena KAGAMA harus selalu siap berkontribusi mengatasi problematika untuk memajukan Indonesia. “Tak lupa, kami juga berterima kasih atas ide, inisiatif, dan gagasan yang telah berkembang selama proses persiapan Munas yang dilakukan oleh teman-teman alumni, terutama Badan Pekerja PP (Pengurus Pusat) KAGAMA yang menyiapkan seluruh substansi yang akan kita perbincangkan sepanjang Munas ini,” tutupnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. dr. Ova Emilia, Sp.OG., mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik bersama para alumni. Ova menjelaskan sudah banyak program-program yang berjalan akibat adanya kolaborasi yang solid antara Universitas dan KAGAMA, sebagai contoh Program KKN yang telah berjalan sejak tahun 1951 dan tersebar di 36 Propinsi di seluruh Indonesia. “Ada juga program-program lain, seperti UGM Menyapa Alumni untuk menjalin hubungan yang erat dengan alumni di daerah. Lalu program Praktisi Mengajar yang menghubungkan dunia akademik dengan pengalaman praktis di lapangan,” terangnya.

Ova juga menyinggung Program Hilirisasi dalam berbagai bentuk, serta Program Afirmasi untuk seleksi mahasiswa dari berbagai tempat khususnya di daerah-daerah terpencil. Tidak ketinggalan, program Pembekalan Calon Wisudawan UGM untuk mempersiapkan para calon lulusan, dan yang paling membantu adalah Program Beasiswa yang diberikan oleh KAGAMA. “Dengan program beasiswa ini, kami jadi berani mengatakan, sekali calon mahasiswa masuk ke UGM tidak akan ada yang keluar atau DO karena kekurangan biaya,” ujar Ova.

Ia menuturkan, akan banyak peluang-peluang yang dapat diraih bersama apabila sinergi antara UGM dan KAGAMA dapat terjalin dengan baik mulai dari hulu sampai dengan hilir. Hulu yang dimaksud adalah universitas, sedangkan KAGAMA sebagai wadah yang menaungi alumni sebagai hilirnya. “Kita dapat bekerja bersama-sama untuk mengakselerasi guyub, rukun, lan migunani,” tuturnya. Rektor berharap bahwa seluruh agenda di Munas KAGAMA dapat berjalan dengan lancar demi UGM yang luar biasa

Ganjar Pranowo selaku Ketua Umum PP KAGAMA dalam dua periode terakhir, mengungkapkan sangat menyukai momen pertemuan dengan sesama alumni UGM karena akan menyajikan rasa hangat yang membawa kembali sejenak ke tempat di mana mimpi-mimpi selama mahasiswa dibangun. “Meskipun waktu berlalu dan kehidupan membawa kita ke jalur-jalur yang berbeda, namun rasa, suasana di antara kita tetap utuh dan tidak pernah hilang, jadi pertahankanlah guyon yang lucu tur wagu karena hal itu yang menunjukkan kita benar-benar keluarga,” ucapnya penuh haru.

Ia menjelaskan perihal migunani atau kebermanfaatan yang selalu menjadi cita-cita di manapun KAGAMA berada. Kebermanfaatan ini sangat dirasakan ketika Indonesia tengah menjalani masa-masa krisis, seperti pandemi global di mana KAGAMA di seluruh dunia berkontribusi dengan segala daya dan upaya yang diberikan. Belum lagi bencana alam, KAGAMA akan bergerak dengan segala kekuatannya untuk memberikan bantuan berupa jejaring, material, bahkan tenaga, dan solusi lain untuk mengentaskan masalah tersebut. “Kita menjadi garda terdepan ketika pemerintah membutuhkan solusi untuk pembangunan negeri terkait sosial ekonomi, energi, ataupun budaya” ucapnya.

Ia menceritakan perkembangan KAGAMA dalam 10 tahun terakhir, ditilik dari penambahan jumlah kepengurusan, yaitu Pengurus Derah (Pengda) bertambah dari 24 menjadi 34, Pengurus Cabang (Pengcab) juga mengalami peningkatan signifikan dari 61 menjadi 212, Pengurus Cabang Luar Negeri dari 3 menjadi 12, Pengurus Alumni Fakultas menjadi 18 dari yang awalnya hanya berjumlah 14, dan terbanyak adalah KAGAMA Komunitas yang mengalami lonjakan hingga 110 dari jumlah semula yang hanya 7 komunitas saja. “Di manapun kaki kita menginjak, disitulah langit kita junjung untuk kita berkontribusi bagi siapapun,” pungkas Ganjar.

Turut hadir dalam acara pembukaan Munas XIV KAGAMA, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Teguh Setyabudi Pj Gubernur DKI Jakarta, serta Basuki Hadimuljono yang dipercaya menjabat Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara di kabinet merah putih. Pembukaan Munas secara resmi dilakukan dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo. Selanjutnya, pelantikan Ketua Umum PP KAGAMA akan dilaksanakan Sabtu (16/11) malam, setelah semua sidang pleno berhasil dituntaskan.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Munas XIV KAGAMA Resmi Dibuka, Dihadiri Lebih Dari 1.000 Peserta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/munas-xiv-kagama-resmi-dibuka-dihadiri-lebih-dari-1-000-peserta/feed/ 0
UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/#respond Sun, 27 Oct 2024 01:52:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72134 Universitas Gadjah Mada dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sepakat memperkuat sinergi dan menghasilkan ide-ide inovatif dan program berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan nasional. Pasalnya, peran alumni menjadi salah satu cara guna memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu untuk mendorong kerja sama dengan jejaring Kagama di daerah untuk mampu melahirkan […]

Artikel UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sepakat memperkuat sinergi dan menghasilkan ide-ide inovatif dan program berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan nasional. Pasalnya, peran alumni menjadi salah satu cara guna memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perlu untuk mendorong kerja sama dengan jejaring Kagama di daerah untuk mampu melahirkan inisiasi dan menjangkau masyarakat khususnya daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D menyebutkan, sinergi Kagama dan UGM memberikan banyak manfaat bagi satu sama lain. Berbagai program yang telah dicanangkan melalui kolaborasi berhasil meningkatkan inklusivitas pendidikan. “Alumni merupakan tulang punggung universitas. Kalau kita melihat program KKN sampai di 35 provinsi, tentunya itu ada karena jejaring dengan Kagama,” tutur Ova workshop Sinergi UGM dan Kagama bertajuk “ Pemetaan dan Penguatan Kolaborasi Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi”,Sabtu (26/10), di ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.

Ova menegaskan UGM secara konsisten terus memperluas jaringan untuk menjangkau masyarakat di daerah, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Di bidang pengabdian, lewat program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM setiap tahunnya mengirimkan ribuan mahasiswa tidak hanya untuk belajar, namun juga memperkuat sinergi dengan Kagama di daerah. Keberadaan alumni di daerah memiliki informasi dan pengetahuan lebih mengenai kebutuhan masyarakat sekitar. “Saya kira muncul di situ peran riil Kagama dalam menyelesaikan masalah masalah lokal. Jadi model dan sistem lokasi KKN dengan Kagama ini perlu kita kuatkan,” tambah Ova.

Selain itu, diseminasi riset dan proyek-proyek pemberdayaan masyarakat juga terus digalakkan untuk meningkatkan peran kampus bagi masyarakat. Apalagi program KKN-PPM UGM sendiri memiliki fokus utama menyelesaikan masalah masyarakat berbasis lokal dan kultur setempat. Diakui Ova, ada dua tema besar utama yang dibawa dalam KKN-PPM UGM adalah penguatan ketahanan pangan dan perubahan iklim. “Diperlukan inisiasi KAGAMA dan UGM untuk memahami lebih jauh tentang basis masalah di daerah tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Umum I Kagama, Dr. (H.C.) Budi Karya Sumadi turut mendukung penguatan kolaborasi UGM, Kagama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, universitas harus aktif dalam mengembangkan pendidikan dan pengabdian masyarakat, mulai dari riset hingga publikasi. Publik, kata Budi, harus lebih mengenal UGM sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berkualitas, namun juga membuka akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat seluas-luasnya. “Kedalaman kolaborasi ini harus dipikirkan. Pengembangan, diskusi, dan peningkatan reputasi. Hal ini memang perlu eskalasi. Banyak pemikiran yang belum terpikirkan dan itu bisa dikembangkan,” terang Budi.

Ia juga menyebut bagaimana kolaborasi dengan Kagama banyak membantu kesempatan dan keberlanjutan pembelajaran bagi mahasiswa, seperti program beasiswa Kagama, Gadjah Mada Peduli, dan program orang tua asuh UGM yang telah berhasil meluluskan ratusan alumni.

Untuk membuka akses pada pengetahuan yang dihasilkan oleh para dosen UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., selaku Direktur Pusat Kajian dan Inovasi Akademik UGM, mengatakan UGM telah meluncurkan platform pembelajaran daring ugmonline.id berisi konten pembelajaran yang telah dikemas oleh dosen UGM untuk masyarakat. “Tidak hanya untuk mahasiswa, namun UGM juga ingin membuka akses pendidikan bagi masyarakat. Kita meluncurkan Program UGM Online. Artinya kita tidak di zamannya lagi mereka yang bisa akses UGM itu mereka yang berafiliasi dengan UGM. Harapannya para alumni juga bisa bergabung dalam platform ini,” ucap Hatma.

Hatma menyebutkan terdapat 117 course yang dipublikasikan. Ia mengajak para alumni UGM yang sudah berpengalaman dan profesional di bidangnya masing-masing dapat bergabung untuk mengembangkan konten pembelajaran secara praktik dan profesional.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Tom Blero/Kagama.id

Artikel UGM dan Kagama Perkuat Pengabdian Melalui Riset dan KKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kagama-perkuat-pengabdian-melalui-riset-dan-kkn/feed/ 0
Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/#respond Mon, 09 Sep 2024 03:37:05 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70362 Peran dan kontribusi alumni dalam kehidupan di masyarakat, di pemerintahan dan dunia industri mampu membangun  reputasi universitas. Pasalnya, apapun peran dan kontribusi alumni di lingkungan kerja dan kehidupannya di tengah masyarakat dengan sendirinya akan membangun reputasi dan rekognisi almamaternya semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun global. Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., selaku Kepala […]

Artikel Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peran dan kontribusi alumni dalam kehidupan di masyarakat, di pemerintahan dan dunia industri mampu membangun  reputasi universitas. Pasalnya, apapun peran dan kontribusi alumni di lingkungan kerja dan kehidupannya di tengah masyarakat dengan sendirinya akan membangun reputasi dan rekognisi almamaternya semakin dikenal baik di tingkat nasional maupun global.

Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas SPMRU) UGM menjelaskan bahwa alumni berperan hingga 50% dalam kriteria reputasi universitas. Peran alumni ditunjukkan dalam keterlibatan tridharma, employment rate, survei akademik, dan kontribusi alumni di masyarakat. Peran alumni ini tidak lepas dari sifat kekeluargaan yang melekat pada KAGAMA sehingga kontribusi mereka sampai ke daerah-daerah. “Reputasi universitas sangat bergantung pada keterlibatan alumni. Kita harus terus meningkatkan dampak alumni di masyarakat,” tutur Prof. Indra dalam Workshop Sinergi UGM dan KAGAMA, Sabtu (7/9), di Ruang Multimedia 1, Lantai 3 Gedung Pusat UGM.

Seperti diketahui, selama tujuh tahun terakhir, UGM dan PP KAGAMA telah menyelenggarakan berbagai program kegiatan, termasuk pembekalan calon wisudawan, program beasiswa, dan podcast KAGAMA Berbicara. Oleh kareba itu, UGM dan KAGAMA berkomitmen untuk menjaga sinergi agar hubungan alumni dengan almamater tetap erat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara UGM dan KAGAMA di beberapa agenda besar yang dikerjakan oleh UGM. Arie Sujito menghargai inisiatif KAGAMA yang selalu memperkuat kerja sama dengan UGM untuk meningkatkan kualitas demi tercapainya capaian strategis. “Upaya membangun sinergi harus dikonkretkan dari program yang ada sehingga nyetrum dengan peran strategis yang dikerjakan. Workshop bisa menghasilkan inovasi kerja sama, terobosan, sehingga sebaran alumni punya manfaat untuk kita semua,” pesan Arie.

Hadir dalam acara ini, Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M dari Ketua IV PP KAGAMA menekankan pentingnya peran KAGAMA dalam setiap program yang dilakukan oleh universitas. Menurutnya, KAGAMA memiliki peran luar biasa dalam mendukung kegiatan UGM di seluruh Indonesia dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan. “Kultur kerukunan dan persatuan untuk mencapai tujuan tridharma UGM tentu adalah hal yang harus dipertahankan,” kata Paripurna.

Sulastama Raharja, Wakil Sekretaris Jenderal  VI dalam paparannya menyoroti pentingnya sinergi antara KAGAMA dan agenda besar di UGM. Pelaksanaan berbagai program, termasuk beasiswa rutin dan pengabdian masyarakat seperti KKN serta penanggulangan bencana. Selain itu, KAGAMA juga mendukung penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur Ujian Mandiri dengan memfasilitasi lokasi ujian di daerah masing-masing.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., kemudian menjelaskan bahwa KAGAMA memiliki respon luar biasa setiap kali UGM mengadakan program KKN. Bahkan KAGAMA bersedia menyisihkan dana untuk berkolaborasi melakukan penelitian bersama mahasiswa KKN. “Penyambutan mahasiswa dari KAGAMA luar biasa, dan KAGAMA mengantarkan mahasiswa dari daerah. Kita sama-sama melangkah, saling mengoreksi, dan memberikan penguatan,” ungkap Dr. Rustamaji.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Membangun Reputasi Universitas lewat Peran Alumni di Masyarakat  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-reputasi-universitas-lewat-peran-alumni-di-masyarakat/feed/ 0
UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/#respond Wed, 24 Jul 2024 10:14:02 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67660 Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk […]

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Gadjah Mada mewisuda 991 lulusan Program Magister, Spesialis, Subspesialis, dan Doktor dalam upacara Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2023/2024. Sebanyak 991 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 834 lulusan Program Magister (S2), termasuk 10 wisudawan Warga Negara Asing, 80 lulusan Program Spesialis, 5 lulusan Program Subspesialis, 72 lulusan Program Doktor (S3), termasuk 2 orang wisudawan berasal dari Warga Negara Asing.

Dalam wisuda kali ini, tampak hadir Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, dan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran. Kehadiran Gubernur Kalimantan Tengah karena sang istri sebagai salah satu lulusan yang diwisuda.

Dalam kesempatan ini, Ganjar Pranowo selain menyematkan pin KAGAMA kepada dua lulusan, ia berkesempatan menyampaikan sambutan. Dalam sambutan, ia menyatakan bila Indonesia saat ini sedang mengalami darurat kesehatan mental.

Kesehatan mental, disebutnya menjadi tema menarik untuk diangkat karena ketertarikan dan kepedulian terhadap persoalan ini akan menjadikan bangsa Indonesia kuat, lebih baik dan memiliki tingkat kesehatan yang bagus.

”Diangkatnya tema ini karena tingginya angka bunuh diri dikalangan generasi muda dalam beberapa waktu terakhir. Problem kejiwaan ini ternyata banyak diidap secara sembunyi oleh banyak orang di Indonesia,” katanya di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Rabu (24/7).

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi sebagai penghasil ilmu pengetahuan memiliki pekerjaan rumah besar pada persoalan ini. Demikian pula kehadiran negara untuk memberikan fasilitas untuk menyelesaikan persoalan ini.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengatakan  teknologi kecerdasan buatan (AI) akan mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam dekade-dekade mendatang. Teknologi ini bisa membantu banyak pihak, pemerintah maupun industri dalam pengambilan keputusan.

Meski begitu, kehadiran teknologi inipun beresiko dan berdampak negatif terhadap pelanggaran hak cipta, juga kekayaan intelektual serta kebocoran data pribadi. Tidak hanya sampai disitu, di era disrupsi revolusi industri 4.0 banyak profesi yang hilang, namun juga bermunculan jenis profesi baru.

Mengutip laporan dari Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute diprediksi di tahun 2030 ada sekitar 75 hingga 375 juta pekerjaan hilang. Sehingga akan terjadi job loss sekaligus job gain. Tentunya setiap lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kompetensi yang memiliki peluang untuk berkarya dan bekerja sesuai bidang keilmuan yang ditekuninya.

”Namun sebaiknya kita tidak bergantung dengan satu keterampilan yang dimiliki. Apapun gelar dan bidang ilmu yang memang semakin dibutuhkan, akan tetapi dengan memiliki technical skill dan social skill, soft skill dari lintas disiplin ilmu akan menjadikan saudara para lulusan semuanya lebih unggul dan berdaya tawar tinggi,” ungkap Rektor.

Untuk wisuda kali ini kembali jumlah lulusan wanita mendominasi dibanding lulusan pria. Jumlah wisudawan pria 445 orang (44,90 persen) dan wisudawan perempuan 546 orang (55,10 persen).

Untuk Program Magister (S2) masa studi rata-rata adalah 2 tahun 2 bulan, dan waktu studi tercepat berhasil diraih Stephanus Bimo Dwi Prasetyo dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 2 bulan 10 hari.

Rerata usia lulusan Program Magister  periode ini adalah 29 tahun 6 bulan 15 hari. Lulusan termuda adalah Frista Chairunnisa dari Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, dengan usia 22 tahun 9 bulan 27 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Magister (S2) periode ini adalah 3,73. Sementara yang berpredikat Pujian pada periode ini sejumlah 382 lulusan (45,80 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 393 orang (47,12 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 59 orang (7,08 persen), dan pada lulusan program Magister (S2) periode ini terdapat 16 lulusan yang memiliki IPK tertinggi 4,00.

Untuk Program Spesialis masa studi rata-rata Program Spesialis periode ini adalah 4 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Iswandi Darwis dari Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 8 bulan 15 hari.

Rerata usia lulusan Program Spesialis  periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Adiguna Putra Walianto dari Program Studi Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, dengan usia 27 tahun 2 bulan 16 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Spesialis adalah 3,74. Lulusan Program Spesialis periode ini yang berpredikat Pujian sejumlah 42 lulusan (52,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sejumlah 29 lulusan (36,25 persen), dan berpredikat Memuaskan sejumlah 7 lulusan (8,75 persen), dan 2 lulusan (2,50 persen) tanpa predikat.

Pada lulusan program Spesialis periode ini terdapat 4 orang yang memiliki IPK tertinggi 4,00 yang keseluruhannya berasal dari Program Studi Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi.

Untuk Program Subspesialis masa studi rata-rata Program Subspesialis adalah 3 tahun, dan waktu studi tercepat diraih Dwita Dyah Adyarini dari Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 10 bulan 8 hari. Iapun juga berhasil meraih IPK tertinggi 3,91 sekaligus berpredikat Pujian.

Rerata usia lulusan Program Subspesialis periode ini adalah 38 tahun 7 bulan 15 hari, dan lulusan termuda diraih Erlangga Prasamya dari Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, yang menyelesaikan studinya dalam usia 33 tahun 11 bulan 5 hari.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan Program Subspesialis adalah 3,77. Lulusan Program Subspesialis periode ini yang berpredikat Pujian sebanyak 1 orang lulusan (20 persen), selebihnya sebanyak 4 orang (80 persen) berpredikat Sangat Memuaskan. 

Untuk Program Doktor masa studi rata-rata Program Doktor adalah 4 tahun 7 bulan, dan waktu studi tercepat diraih Saudari Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri dari Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 12 hari.

Rerata usia lulusan Program Doktor adalah 41 tahun 6 bulan 16 hari, dan lulusan termuda adalah Ravidho Ramadhan dari Program Studi Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, yang menyelesaikan studi Program Doktoralnya pada usia 26 tahun 5 bulan 5 hari.

IPK rata-rata lulusan Program Doktor (S3) periode ini adalah 3,85. Sementara yang berpredikat Pujian sebanyak 27 orang lulusan (37,50 persen), berpredikat Sangat Memuaskan sebanyak 38 orang lulusan (52,78 persen) dan berpredikat Memuaskan sebanyak 7 orang lulusan (9,72 persen). Pada lulusan program Doktor periode ini terdapat 12 wisudawan yang memiliki IPK tertinggi 4,00 sekaligus berpredikat Pujian.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel UGM Mewisuda 991 Lulusan Program Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-mewisuda-991-lulusan-program-pascasarjana/feed/ 0
Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/ https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/#respond Tue, 04 Jun 2024 12:16:01 +0000 https://ugm.ac.id/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/ Sebanyak 1.215 peserta mengikuti Ujian Masuk UGM Computer Based Test (CBT) di Medan pada 31 Mei–1 Juni 2024. Tes yang berlangsung selama 2 hari ini bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan. Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Sc., Ph.D., pelaksanaan UM UGM CBT di […]

Artikel Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 1.215 peserta mengikuti Ujian Masuk UGM Computer Based Test (CBT) di Medan pada 31 Mei–1 Juni 2024. Tes yang berlangsung selama 2 hari ini bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kompleks Kantor Gubernur Sumatera Utara Medan.

Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Sc., Ph.D., pelaksanaan UM UGM CBT di Medan sebagai upaya UGM untuk memberikan kemudahan bagi para calon mahasiswa yang berada di wilayah Sumatera Utara untuk mengikuti Tes UM UGM CBT ini. Dari 1.215, sebanyak 804 peserta mengikuti Tes UM UGM CBT kelompok Saintek dan 411 mengikuti tes kelompok Sosial humaniora.

”Kami ingin menjangkau calon-calon mahasiswa di seluruh indonesia bisa mengikuti tes seleksi UGM tanpa hambatan jarak. Jadi kami mendekatkan diri, agar tes bisa dijangkau oleh putra-putri daerah di wilayah Medan dan sekitarnya,” ungkapnya.

Gandes menuturkan selain mendekatkan secara geografis, pelaksanaan tes di beberapa daerah juga sebagai wujud keterbukaan UGM untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh penjuru Indonesia. Hasil pantuan data dari 5 Kabupaten dengan peserta terbanyak yang mengikuti UM UGM CBT sebanyak 505 orang berasal dari Kota Medan.

Meski begitu ada pula yang datang dari Kabupaten Deli Serdang (98), Kota Pematang Siantar (58), dan Kabupaten Karo (35), serta Kabupaten Samosir (32) dan sisanya, peserta yang berasal dari kabupaten lainnya di Medan.

Penanggungjawab Lokasi UM UGM CBT Medan, Dr. Medi, M.Kom. menjelaskan Medan menjadi salah satu lokasi tes UM UGM CBT di luar jawa. Daerah lain yang juga  menjadi lokasi tes UM UGM CBT di luar jawa adalah Pekanbaru, Balikpapan, Kupang dan Makassar.

”Pelaksanaan Tes UM UGM CBT di daerah-daerah ini tentunya dengan mengandeng Kagama setempat,” ungkap  Medi.

Aula Raja Inal Siregar dipilih sebagai lokasi tes dikarenakan memiliki kapasitas (daya tampung) yang besar. Sebanyak 500 peserta bisa melakukan tes di lokasi ini, dan lokasi ini sudah menjadi langganan bertahun-tahun untuk pelaksanaan kegiatan UM UGM CBT di Sumatera Utara.

”Di samping bersama Kagama setempat, pelaksanaan tes di aula ini juga melibatkan kerjasama yang terbangun secara apik dengan Pemda Provinsi Sumatera Utara,” imbuhnya.

Para peserta UM UGM CBT mengikuti tes Kemampuan Dasar Umum yang meliputi Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dilanjutkan dengan Tes Kemampuan Dasar Umum Potensi. Sesuai dengan pilihan kelompok ujian, masing-masing juga mengikuti Tes Kemampuan Akademik Matematika IPA, Fisika dan Kimia untuk Kelompok Ujian Saintek, sedangkan Kelompok Ujian Soshum, mengerjakan Tes Kemampuan Akademik, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah.

Medi menambahkan pemantuan atau pengawasan terhadap peserta tes UM UGM CBT dilakukan secara ketat oleh petugas sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Pengamanan pelaksanaan ujian terdiri dari pengamanan Peralatan, Dokumen dan Peserta Ujian.

”Untuk pengamanan peralatan, kami tempatkan di ruang khusus yang disegel dan dijaga oleh Tim Kemanan Kantor Gubernur. Lalu semua Tim Panitia, Pengawas, Teknisi Ruang, Teknisi Jaringan, Koordinator wajib menggunaan kartu pengenal. Pemeriksaan peserta dilakukan dengan screening menggunakan metal detector dan terpantau CCTV,” tambah Medi.

Para peserta pun tidak dijinkan membawa tas, jam tangan, handphone, selain alat tulis yang digunakan untuk tes. Pengerjaan tes dilakukan secara online menggunakan tablet yang disediakan oleh Panitia.

Keisha Simatupang, salah satu peserta UM UGM CBT asal SMA Negeri 1 Medan mengaku terbantu dengan adanya Tes UM UGM CBT di Medan. Baginya tidak perlu jauh-jauh harus ke Jogja.

”Sangat membantu, menurut saya jaringan untuk tes juga sangat bagus, tidak ngelag-ngelag. Pinginnya masuk di Program Studi Hubungan Internasional sebagai pilihan pertama dan Program Studi Ilmui Komuniksi sebagai pilihan kedua. Ya berharap bisa diterima meski harus mengakui soalnya ujian tidak mudah untuk dijawab,” aku Keisha Simatupang.

Ucapan senada disampaikan Frans Vasqualito Purba, peserta UM UGM CBT asal SMA Santo Thomas 2 Medan. Dengan tes di Medan, katanya merasa lebih dekat mengikuti Tes UM UGM CBT. Dia menilai sarana dan prasarana saat tes cukup lancar dan sangat membantu.

”Fasilitas-fasilitas yang disediakan cukup memadai untuk mengerjakan ujian-ujian yang ada,” ungkapnya.

Frans sangat berharap bisa diterima di Program Studi Teknik Sipil sebagai pilihan pertama dan Arsitektur sebagai pilihan kedua. Ia sangat berharap karena mengaku dapat mengerjakan setiap soal.

”Kalau soalnya masih tergolong bisa dikerjakan, meskipun ada beberapa materi yang mungkin saya belum paham, tapi saya bisa mengerjakan,” ungkapnya.

Penulis: B. Diah Listianingsih

Artikel Sebanyak 1.215 Peserta Mengikuti Tes UM UGM CBT di Medan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sebanyak-1-215-peserta-mengikuti-tes-um-ugm-cbt-di-medan/feed/ 0
UGM Siap Laksanakan UM UGM CBT 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-laksanakan-um-ugm-cbt-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-laksanakan-um-ugm-cbt-2024/#respond Tue, 07 May 2024 09:18:53 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-siap-laksanakan-um-ugm-cbt-2024/ Setelah memperhatikan tingginya peminat calon peserta jalur Ujian Masuk UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) tahun 2024, maka dilakukan perubahan waktu pendaftaran untuk semua lokasi tes kecuali Jakarta. Pendaftaran yang sedianya  ditutup pada tanggal 7 Mei 2024 untuk semua lokasi tes, diubah sebagai berikut: untuk lokasi tes Medan, Pekanbaru, Balikpapan dan Kupang dibuka sampai […]

Artikel UGM Siap Laksanakan UM UGM CBT 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Setelah memperhatikan tingginya peminat calon peserta jalur Ujian Masuk UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) tahun 2024, maka dilakukan perubahan waktu pendaftaran untuk semua lokasi tes kecuali Jakarta. Pendaftaran yang sedianya  ditutup pada tanggal 7 Mei 2024 untuk semua lokasi tes, diubah sebagai berikut: untuk lokasi tes Medan, Pekanbaru, Balikpapan dan Kupang dibuka sampai tanggal 13 Mei 2024, pukul 15.00 WIB, sedangkan untuk lokasi tes Yogyakarta dan Makassar pendaftaran dibuka sampai tanggal 27 Mei 2024 pukul 15.00 WIB. Perubahan waktu pendaftaran ini harapannya mampu memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi calon peserta UM UGM CBT agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih optimal.

Pelaksanaan tes UM UGM CBT tetap akan dilangsungkan sesuai jadwal. Untuk lokasi tes Kupang dan Balikpapan, tes UM UGM CBT dilaksanakan pada tanggal 28-30 Mei 2024. Lalu menyusul untuk Medan dan Pekanbaru akan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei-1 Juni 2024. Lokasi tes Makassar dilaksanakan tanggal 11-13 Juni 2024, dan lokasi tes Jakarta, akan dilaksanakan  tanggal 30 Juni-4 Juli 2024. Lokasi tes  Yogyakarta, UM UGM CBT akan  dilaksanakan pada tanggal 11-14 Juni,  2-4 Juli 2024.

Pelaksanaan UM UGM CBT lokasi luar Yogyakarta dan Jakarta UGM menggandeng Kagama Daerah sebagai panitia lokal. ”Kami bekerja sama dengan Kagama setempat untuk operasional tes UM UGM CBT di masing-masing daerah tersebut. Panitia lokal di masing-masing daerah sudah siap dan sudah melakukan berbagai langkah persiapan untuk kelancaran tes,” ungkap Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.

Prof. Gandes mengimbau para calon mahasiswa yang ingin mengikuti UM UGM CBT sebaiknya segera mendaftar karena terbatasnya kuota pendaftar. ”Saya menekankan kepada para calon mahaiswa yang berminat mendaftar  UM UGM CBT agar segera melakukan pendaftaran karena memang kuotanya yang terbatas,” tegasnya.

Para pendaftar UM UGM CBT dapat memilih program studi Saintek, Soshum, atau Campuran. Khusus Campuran, hanya bisa dipilih untuk lokasi tes di Yogyakarta. Ketiga pilihan kelompok program studi akan mengikuti tes TKDU yang terdiri dari Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Tes Potensi Akademik. Masing-masing pilihan kelompok ujian juga mengujikan materi Tes Kemampuan Akademik . Materi tes TKA kelompok Saintek meliputi Fisika, Kimia, Biologi, Matematika IPA. Sementara untuk kelompok Soshum meliputi Sejarah, Grografi, Ekonomi dan Sosiologi. Sedangkan kelompok Campuran, akan mengerjakan gabungan materi tes TKA  Saintek dan Soshum.

Menurut Prof. Gandes, kuota penerimaan mahasiswa tahun ini, UGM akan menerima sebanyak 10.372 mahasiswa baru  Program Sarjana dan Sarjana Terapan yang terdiri dari program regular sebanyak 9.362 orang dan program internasional 1.010 orang mahasiswa. Untuk program regular, UGM menerima 30 persen atau 2.821 mahasiswa dari jalur SNBP, 30 persen atau 2.821  mahasiswa dari jalur SNBT dan 40 persen atau 3.720 mahasiswa dari jalur Mandiri (UM UGM CBT dan UM UGM PBU).

Ditambahkan Prof. Gandes bahwa syarat mengikuti UM UGM CBT, peserta UM UGM CBT 2024 wajib mengikuti UTBK 2024. “Nanti komponen penilaian UM UGM CBT adalah gabungan antara nilai UM UGM CBT dan nilai UTBK 2024. Jadi harus punya skor nilai UTBK.” (Listi)

Sumber: DPP UGM

Foto: Firsto

Artikel UGM Siap Laksanakan UM UGM CBT 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-laksanakan-um-ugm-cbt-2024/feed/ 0
Friderica Widyasari Dewi Terpilih Jadi Ketua Kafegama  https://ugm.ac.id/id/berita/friderica-widyasari-dewi-terpilih-jadi-ketua-kafegama/ https://ugm.ac.id/id/berita/friderica-widyasari-dewi-terpilih-jadi-ketua-kafegama/#respond Tue, 07 May 2024 09:15:04 +0000 https://ugm.ac.id/friderica-widyasari-dewi-terpilih-jadi-ketua-kafegama/ Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kafegama untuk periode 2024-2027 pada Musyawarah Nasional (Munas) IV Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (Kafegama) yang dilaksanakan pada Sabtu (4/5) lalu Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.  Friderica Widyasari Dewi menggantikan ketua umum  Kafegama […]

Artikel Friderica Widyasari Dewi Terpilih Jadi Ketua Kafegama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Kafegama untuk periode 2024-2027 pada Musyawarah Nasional (Munas) IV Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis (Kafegama) yang dilaksanakan pada Sabtu (4/5) lalu Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.  Friderica Widyasari Dewi menggantikan ketua umum  Kafegama sebelumnya yang dijabat oleh Dr. Perry Warjiyo, S.E. M.Sc., Ph.D.

Friderica Widyasari Dewi yang akrab dipanggil Kiki Widyasari ini menyampaikan segenap ucapan terima kasih atas dukungan para alumni FEB kepada dirinya. Ia menyadari bahwa ikatan alumni UGM merupakan komitmen yang perlu dijaga sampai kapanpun. Selama lima tahun ke depan, ia berharap dapat terus memperkuat jaringan alumni dan menyalurkan kontribusi untuk kemajuan almamater.  “Saya berharap dukungan segenap anggota untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Kafegama yang guyub, rukun, dan migunani,” tuturnya.

Ketua Dewan Pertimbangan PP Kafegama sekaligus Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., , menyebutkan bahwa Kafegama memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pembangunan bangsa. Tantangan nasional serta transisi dan perubahan perlu dihadapi dengan kerja sama dan komitmen banyak pihak. Kolaborasi diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi sebagai solusi strategis untuk pembangunan nasional. “Peran Kafegama menjadi sangat besar karena anggotanya menjadi prominen-prominen sangat penting dalam mewarnai kemajuan negeri kita ini,” tuturnya.

Pada Munas IV kali ini diikuti 175 peserta meliputi pengurus pusat, pengurus daerah, dan anggota Kafegama. Acara ini juga turut dihadiri oleh Ketua Umum Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Ganjar Pranowo. Dalam pidato sambutannya, Ganjar berharap agar keterlibatan anak muda dapat terus digaungkan. Selain untuk mendukung regenerasi serta melanjutkan jejaring kuat alumni, anak muda dianggap mampu membawa kreativitas dan gagasan baru yang inovatif. “Dalam kepengurusan baru Kafegama ini harapannya juga memasukkan unsur pengurus muda dan kreatif. Ada anak muda yang berperan serta untuk di masa mendatang,” tuturnya.

Selain melantik Friderica Widyasari Dewi, sebagai Ketua Umum PP Kafegama periode 2024-2027, dalam Munas ke-IV ini juga dilakukan penetapan dan pengesahan tim formatur periode 2024-2027. Selanjutnya, menetapkan Pengurus Daerah (pengda) Kafegama Jawa Barat sebagai calon tuan rumah penyelenggaraan Munas selanjutnya.

Penulis: Tasya dan Humas FEB UGM/Adella Wahyu Pradita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Friderica Widyasari Dewi Terpilih Jadi Ketua Kafegama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/friderica-widyasari-dewi-terpilih-jadi-ketua-kafegama/feed/ 0
Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/#respond Mon, 29 Apr 2024 05:19:35 +0000 https://ugm.ac.id/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/ Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) terus berkomitmen menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan beasiswa yang rutin diberikan yakni Beasiswa Gadjah Mada Peduli dan Beasiswa Orang Tua Asuh Kagama. Khusus untuk Beasiswa Orang Tua Asuh diberikan pada mahasiswa yatim atau yatim-piatu yang kurang mampu secara ekonomi. “Kedua program […]

Artikel Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) terus berkomitmen menyalurkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa UGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan beasiswa yang rutin diberikan yakni Beasiswa Gadjah Mada Peduli dan Beasiswa Orang Tua Asuh Kagama. Khusus untuk Beasiswa Orang Tua Asuh diberikan pada mahasiswa yatim atau yatim-piatu yang kurang mampu secara ekonomi. “Kedua program ini telah banyak mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang agar bisa melanjutkan pendidikannya di UGM,” kata Sulastama Raharja, anggota pengurus Kagama dalam acara syawalan dan temu alumni yang bertajuk “Merawat Persaudaraan dalam Cita Kemanusiaan dan Kebangsaan” pada  Minggu (28/4), di Balairung, Kantor Pusat UGM.

Pengumpulan dana beasiswa ini menurut Sulastama dari hasil sumbangan para alumni untuk membantu para mahasiswa dari keluarga yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. “Saya kira beasiswa ini membuktikan sinergi kuat alumni untuk bisa berkontribusi membantu mahasiswa-mahasiswa yang kurang beruntung,” jelasnya.

Koordinator Bidang Pembinaan Masyarakat, Kagama, Destina Kawanti, S.Si., M.IP. menjelaskan sumber dana beasiswa berasal dari donasi alumni dan dana hibah mitra Kagama maupun UGM. Total nominal yang terkumpul untuk Beasiswa Orang Tua Asuh, hingga akhir tahun 2023 lalu mencapai Rp 505 juta untuk 25 penerima beasiswa. Pemberian dana dilakukan dalam bentuk bantuan UKT dan biaya hidup bulanan. Sedangkan untuk Beasiswa Gadjah Mada Peduli, total tersalurkan bantuan sebesar 227 juta pada 74 mahasiswa.

“Sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Kami harapkan ke depan kita mendapatkan tambahan mitra untuk kelangsungan beasiswa ini,” ujar Destina.

Menurutnya, program penyaluran beasiswa ini sejalan dengan prinsip UGM dalam mewujudkan pendidikan inklusi, yaitu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan di UGM. “Harapannya, masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan tingginya biaya pendidikan karena tersedia berbagai macam program beasiswa di UGM. Untuk itu, Kagama selalu berupaya memperkuat jejaring agar semakin banyak bantuan yang dapat tersalurkan bagi pendidikan masyarakat,” paparnya.

Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., dalam sambutannya mengatakan bantuan pendidikan tidak hanya mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa, namun juga membentuk karakter yang positif pada diri mahasiswa. Mereka yang terbantu dengan beasiswa menurutnya akan memiliki semangat yang lebih kuat dalam menempuh pendidikan dan memiliki karakter kepribadian yang kuat dalam kehidupannya. Ditambah keterampilan dan ilmu pengetahuan sebagai modal utama untuk meraih masa depan yang cerah. “Makin banyak anak-anak kita yang ingin sekali kuliah di UGM. Rata-rata yang sudah lulus dengan beasiswa ini bisa memberikan cerita yang menyemangati semua orang. Pendidikan, keterampilan, dan ilmu pengetahuan ini mengubah nasibnya dan keluarganya,” ucap Ganjar.

Pada acara temu Alumni kali ini diadakan kegiatan pelelangan karya-karya batik Solo garapan perajin batik legendaris, keluarga Tjoa. Batik karya keluarga Tjoa telah dipopulerkan dengan nama Batik Tiga Negeri sejak tahun 1910 hingga tahun 2014. Kain batik Keluarga Tjoa dinilai memiliki motif dengan latar belakang unik, serta bahan yang halus dan menawan. Keunikan dan nilai sejarah yang dimiliki membuat karya-karya batik ini mempunyai daya jual tinggi. Hasil lelang dengan alumni UGM ini nantinya juga disalurkan kembali dalam bentuk beasiswa KAGAMA. Di akhir acara syawalan,  K.H. Ahmad Muwafiq, S.Ag. menyampaikan siraman rohani akan pentingnya menjalin silaturahmi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbagi dan berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan adalah tanggung jawab utama umat manusia.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Kagama Salurkan Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa UGM  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kagama-salurkan-beasiswa-pendidikan-bagi-mahasiswa-ugm/feed/ 0
Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/#respond Sun, 28 Apr 2024 09:42:05 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/ Bencana gempa bumi melanda Kabupaten Garut Jawa Barat dengan magnitudo 6.2 pada sabtu (27/4) malam. Beberapa rumah dan fasilitas pemerintah dilaporkan rusak serta beberapa orang mengalami luka. Kejadian gempa kali ini menambah rentetan kejadian bencana serupa di Indonesia yang beum lama ini terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Ahli Gempa Bumi, Teknik Geologi FT […]

Artikel Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bencana gempa bumi melanda Kabupaten Garut Jawa Barat dengan magnitudo 6.2 pada sabtu (27/4) malam. Beberapa rumah dan fasilitas pemerintah dilaporkan rusak serta beberapa orang mengalami luka. Kejadian gempa kali ini menambah rentetan kejadian bencana serupa di Indonesia yang beum lama ini terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Ahli Gempa Bumi, Teknik Geologi FT UGM, Ir. Gayatri Indah Marliyani, Ph.D., mengatakan negara Indonesia memang rentan terkena bencana gempa bumi karena letaknya di Cincin Api Pasifik yang menyebabkan pergeseran lempeng. Meski Pemerintah memiliki Badan Pengelola Bencana, tetapi kewaspadaan semua pihak penting agar masyarakat dapat menghadapi risiko bencana.

Gayatri Indah Marliyani mengatakan sumber gempa bumi bisa berasal dari daratan maupun yang berada lautan. Beruntung, menurutnya kejadian bencana gempa bumi selama ini terjadi, sumber gempa kebanyakan berada di tengah laut. Sebab, gempa yang terjadi di darat lebih bersifat destruktif. “Semakin dekat dengan sumber gempa, maka semakin besar guncangannya,” ujar Gayatri dalam Diskusi Pojok Bulaksumur UGM yang bertajuk “Meningkatkan Kesiapsiagaan Pemerintah dan Kesadaran Masyarakat terhadap Ancaman Risiko Bencana di Tanah Air” di selasar tengah Gedung Pusat UGM, Jumat (26/4).

Ia menjelaskan kejadian gempa bumi bisa berulang karena mengikuti perubahan dan pergeseran lempeng tektonik. Meski bencana gempa sulit diprediksi namun dari data geologi atau pencatatan bencana gempa di masa lalu bisa menjadi bahan rujukan bahwa lokasi atau wilayah tersebut menjadi rawan terkena dampak gempa bumi. “Penting bagi kita untuk mengenali dan mengetahui potensi bencana alam,” katanya.

Berbeda dengan gempa bumi, informasi terkait tanda-tanda bencana erupsi gunung api yang hendak erupsi menurutnya bisa dikenali lewat tanda alam dan dari alat deteksi aktivitas gunung api. “Tanda-tandanya dapat berupa peningkatan suhu di danau, seperti air yang menjadi hangat, serta binatang yang mati,” ucapnya.

Gayatri turut menyebutkan adanya potensi gempa pada Ibu Kota Nusantara (IKN). Wilayah Kalimantan, mempunyai sesar tua yang tidak terlalu aktif tetapi mempunyai potensi untuk reaktivasi. Oleh karena itu diperlukan perencanan pembangunan sesuai kemungkinan potensi maksimum magnitudo bila tejadi gempa bumi di IKN.

Sementara Dr. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si, Plt. Ketua Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, mengatakan di masa musim penghujan sekarang ini, risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor bisa terjadi kapan saja.

Anggri menekankan bahwa PSBA terus melakukan studi soal kebencanaan di berbagai wilayah di Indonesia. Di samping itu, pihaknya juga mengembangkan alat sistem deteksi bencana longsor yang dinamakan SipendiL atau Sistem Peringatan Dini Longsor, sebuah alat Early Warning System yang bekerja berdasarkan pembacaan kondisi total hujan (milimeter). “Kami terus mengkaji sistemnya baik aktivitas secara meteorologi dan geologi. Harapannya untuk meminimalisir risiko destruktif yang ditimbulkan,” ujarnya.

Sedangkan Amin Susiatmojo, S.Pt., M.Sc., perwakilan Tim Disaster Response Unit (DERU) DPKM UGM, mengatakan kontribusi UGM tidak hanya pada kegiatan mitigasi dan studi penanggulangan bencana di tanah air namun ikut memberikan kepedulian pada masyarakat yang menjadi korban bencana.

DERU dibentuk untuk membantu penanganan cepat, tepat, dan efektif di daerah lokasi bencana. Selain mengirim tim relawan, tim DERU juga bergabung dengan mahasiswa KKN-PPM UGM peduli bencana yang bertugas sesuai dengan kompetensi asal dari fakultas masing-masing. “Mereka diarahkan oleh DPL sesuai tugasnya, seperti tim trauma healing dari Fakultas Psikologi dan pembuatan jamban darurat oleh mahasiswa Fakultas Teknik,” paparnya.

Amin juga menjelaskan peran KAGAMA atau Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada sangat membantu dalam pengiriman dan penyediaan bantuan logistik. Namun begitu, upaya untuk meningkatkan kapasitas relawan terus menerus dilakukan agar relawan tidak hanya menguasai persoalan yang bersifat responsif tetapi juga membekali mereka untuk tetap safety ketika menyelamatkan korban.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto

Artikel Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/feed/ 0