inovasi Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/inovasi/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 19 Dec 2024 10:04:03 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/#respond Thu, 19 Dec 2024 10:04:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74094 Berawal dari keresahannya melihat tantangan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Ia menjumpai tidak sedikit mahasiswa yang sering kesulitan untuk melakukan praktik akuntansi secara daring. Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM),  Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph.D,  bersama tim berhasil merancang inovasi pembelajaran digital bernama SIDEK-Edu yang merupakan kependekan […]

Artikel Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berawal dari keresahannya melihat tantangan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Ia menjumpai tidak sedikit mahasiswa yang sering kesulitan untuk melakukan praktik akuntansi secara daring. Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM),  Sony Warsono, MAFIS., Ak., CA., Ph.D,  bersama tim berhasil merancang inovasi pembelajaran digital bernama SIDEK-Edu yang merupakan kependekan dari Sistem Informasi Debit Kredit untuk Edukasi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah belajar akuntansi dengan mengintegrasikan teori dan praktik akuntansi dalam satu platform digital dalam bentuk Learning Management System (LMS). “Hadirnya inovasi pembelajaran digital SIDEK-Edu diharapkan mempermudah belajar akuntansi, dan menjadikan akuntansi jangan menjadi momok bagi sebagian orang”, katanya di FEB UGM, Kamis (19/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan SIDEK-Edu dirancang dengan tiga fitur utama. Pertama, ruang teori berisi fitur pembelajaran konsep dan teori akuntansi. Pada fitur ini pengguna dapat mengunggah berbagai format bahan ajar dan soal kuis seperti pilihan ganda, ilustrasi jurnal, esai, hingga pelaporan keuangan.

Kedua, fitur berupa ruang praktik untuk memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan praktik akuntansi secara digital. Dalam fitur pembelajaran praktikum akuntansi dilengkapi setup data dasar perusahaan, pencatatan dan laporan keuangan, hingga penyajian hasil evaluasi dari praktikum yang telah dilakukan. Ketiga, fitur penunjang pembelajaran yang terdiri atas manajemen kelas, otomatisasi penilaian tugas pada kuis dan praktikum siklus akuntansi.

Sony kembali menandaskan kehadiran SIDEK-Edu mempermudah proses pembelajaran akuntansi karena sistemnya yang praktis dan efisien. Untuk mahasiswa hanya perlu mengakses laman aplikasi untuk mengunduh bahan ajar, mengikuti kuis, dan mengerjakan praktik akuntansi langsung dalam platform tersebut. “SIDEK-Edu menjadi solusi untuk mengatasi tantangan pembelajaran akuntansi yang selama ini menggunakan berbagai platform berbeda”, jelasnya.

Menurut Sony, Ritur Ruang Praktik Digital pada SIDEK-Edu memungkinkan mahasiswa untuk menggantikan praktik berbasis kertas dengan sistem berbasis digital yang lebih efisien. Dengan ini, pembelajaran akuntansi menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. “SIDEK Edu seperti gabungan antara Google Classroom dengan software akuntansi. Tidak perlu lagi menggunakan kertas karena semuanya sudah digital,” lanjut Sony.

SIDEK-Edu saat ini sudah diimplementasikan oleh lebih dari 20 SMK dan 2 universitas di berbagai wilayah Sumatra dan Jawa. Beberapa diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Pasir Pengaraian, SMK Dr. Soetomo Surabaya, SMK Negeri 1 Pengasih, SMK 1 Tamtama Sidareja, SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, dan SMK Negeri 1 Metro.

Kehadiran SIDEK-Edu sangat bermanfaat karena telah digunakan untuk mendukung pendidikan akuntansi dan memberikan literasi keuangan untuk siswa SMK di daerah tertinggal. Diantaranya pelatihan intensif akuntansi, keuangan lembaga dan komputer akuntansi bagi siswa SMK N 1 Teluk Bintuni, Papua Barat pada bulan Juli 2024 lalu.

Koordinator Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) FEB UGM, Arika Artiningsih, Ph.D menambahkan aplikasi SIDEK-Edu juga telah digunakan untuk kegiatan olimpiade akuntansi online se-provinsi Lampung yang diikuti lebih dr 70 SMK. Aplikasi ini juga telah digunakan dalam olimpiade akuntansi di level universitas dan nasional National Accounting Olympiad yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (Imagama).

“Dengan berbagai fitur unggulannya, SIDEK-Edu diharapkan dapat terus berkembang dan digunakan oleh seluruh kalangan terutama di dunia pendidikan akuntansi di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dapat memberikan dampak positif untuk memajukan pendidikan dan sumber daya manusia”, terangnya.

Reporter : Shofi Hawa Anjani&Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis    : Agung Nugroho

Artikel Dosen UGM Bikin Aplikasi Permudah Belajar Akuntansi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-bikin-aplikasi-permudah-belajar-akuntansi/feed/ 0
Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/#respond Tue, 08 Oct 2024 05:50:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71353 Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi juara 3 Kompetisi Esai se-Jawa pada ajang ECA Festival 2024. Ketiga mahasiswa tersebut terdiri atas Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai ketua tim, Bangkit Setiyoko dan Anjeli Astriani sebagai anggota. Dalam kompetisi ECA Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas […]

Artikel Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi juara 3 Kompetisi Esai se-Jawa pada ajang ECA Festival 2024. Ketiga mahasiswa tersebut terdiri atas Dini Aruni Karunia Romadhoni sebagai ketua tim, Bangkit Setiyoko dan Anjeli Astriani sebagai anggota.

Dalam kompetisi ECA Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Tim mahasiswa Fakultas Peternakan UGM mendapat bimbingan dari Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM. Kompetisi berlangsung pada Agustus 2024, dan pemberian penghargaan baru dilakukan di hari Sabtu, 28 September 2024.

Dini Aruni menjelaskan kompetisi tersebut mengambil tema Optimalisasi Peran Sektor Peternakan Menuju Indonesia Emas 2045. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya praktik peternakan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi modern.

”ECA Festival 2024 menyelenggarakan beberapa cabang lomba, termasuk esai dan poster dengan tujuan menyediakan platform bagi mahasiswa peternakan untuk mengembangkan ide-ide inovatif. Peserta didorong untuk mengeksplorasi berbagai aspek peternakan berkelanjutan, mulai dari nutrisi dan pakan ternak, teknologi produksi ternak, sosial ekonomi peternakan, hingga inovasi teknologi,”kata Dini, Selasa (8/10).

Dalam esai mereka, tim mahasiswa Fapet UGM menyajikan gagasan inovatif tentang pengembangan sistem peternakan berkelanjutan yang mengoptimalkan penggunaan teknologi digital. Fokus utama mereka adalah penerapan Ai dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak, memantau kesehatan hewan, serta memastikan kesejahteraan ternak dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan.

Sebagai dosen pembimbing, Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM, banyak memberikan arahan tentang pentingnya inovasi dalam sektor peternakan. Ia berharap teknologi digital yang mereka usulkan diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan permintaan produk ternak yang semakin meningkat. ”Prestasi ini juga menegaskan komitmen mereka untuk terus berinovasi dan mengembangkan sistem peternakan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan,”terang Galuh.

Reportase : Satria/Humas Fapet

Penulis.     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa Fapet UGM Raih Juara 3 Lomba Esai ECA Festival Jawa 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-fapet-ugm-raih-juara-3-lomba-esai-eca-festival-jawa-2024/feed/ 0
Menteri PPN dan Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Aplikasi GRC SIAGA https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-ppn-dan-sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-aplikasi-grc-siaga/ https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-ppn-dan-sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-aplikasi-grc-siaga/#respond Mon, 26 Aug 2024 09:24:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69862 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa melakukan kunjungan ke Sekolah Vokasi UGM. Kunjungan yang berlangsung di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, diterima Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng dan Dr. Anggito Abimanyu., M.Sc. Kunjungan Suharso Manoarfa ini dalam rangka peluncuran aplikasi Governance, Risk and Compliance(GRC) […]

Artikel Menteri PPN dan Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Aplikasi GRC SIAGA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa melakukan kunjungan ke Sekolah Vokasi UGM. Kunjungan yang berlangsung di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) SV UGM, diterima Dekan Sekolah Vokasi, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng dan Dr. Anggito Abimanyu., M.Sc.

Kunjungan Suharso Manoarfa ini dalam rangka peluncuran aplikasi Governance, Risk and Compliance(GRC) “SIAGA” untuk Proyek Infrastruktur Publik. Aplikasi ini merupakan salah satu luaran program Matching Fund yang diketuai Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. Aplikasi GRC “SIAGA” dengan dana padanan dari Bappenas ini merupakan aplikasi GRC sebagai inovasi terbaru yang dirancang untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan risiko, dan kepatuhan  dalam perencanaan program dan proyek baik untuk institusi pendidikan maupun organisasi lainnya.

Dalam kunjungannya, Menteri PPN/ Kepala Bappenas memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang diambil oleh Sekolah Vokasi UGM. Apa yang dilakukan Sekolah Vokasi tidak hanya menunjukkan kesiapan dalam menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan teknologi berbasis tata kelola di Indonesia.

“Dengan implementasi aplikasi GRC SIAGA, Sekolah Vokasi UGM menunjukkan bagaimana institusi pendidikan dapat memimpin perubahan dan menjadi contoh dalam menerapkan teknologi tata kelola untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” ujar Menteri Bappenas, Jum’at (23/8).

Agus Maryono menyatakan Sekolah Vokasi UGM menjadi institusi pendidikan pertama di Indonesia yang merancang aplikasi ini. Dengan rancangan ini memperlihatkan komitmen kuat dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi perencanaan serta pelaksanaan program. “Kita semua berharap ke depan aplikasi GRC Siaga ini dapat diperluas dan dikembangkan untuk bidang sektor yang lain seperti Pariwisata”, tambahnya.

Usai diskusi Menteri Bappenas berkesempatan meninjau Ruang kuliah S2 Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan CoE Culture and Tourism di gedung Teaching Industry Learning Center Sekolah Vokasi UGM.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Menteri PPN dan Sekolah Vokasi UGM Luncurkan Aplikasi GRC SIAGA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-ppn-dan-sekolah-vokasi-ugm-luncurkan-aplikasi-grc-siaga/feed/ 0
Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/#respond Wed, 07 Aug 2024 12:12:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68976 Tim mahasiswa KKN PPM UGM membuat alat paving block ramah lingkungan bekerja sama dengan kelompok pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Bulukerto, Nurrizky Ajihan mengatakan pembuatan alat ini wujud pengabdian mahasiswa yang dilatarbelakangi adanya permasalahan banyaknya jumlah sampah plastik […]

Artikel Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa KKN PPM UGM membuat alat paving block ramah lingkungan bekerja sama dengan kelompok pemberdayaan masyarakat Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Bulukerto, Nurrizky Ajihan mengatakan pembuatan alat ini wujud pengabdian mahasiswa yang dilatarbelakangi adanya permasalahan banyaknya jumlah sampah plastik di daerah ini. “Sekaligus adanya dukungan kelompok pemberdayaan masyarakat BSB yang memiliki program mengelola sampah plastik menjadi paving block yang sempat terhenti karena sejumlah kendala yang perlu terselesaikan”, ujar Ajihan, Rabu (7/8)

Alat paving block ramah lingkungan ini sudah dilakukan uji coba dan diserahkan ke pihak BSB Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dalam acara launching program baru Bank Sampah Berseri (BSB).

Bank Sampah Berseri (BSB) Desa Krandegan merupakan kelompok pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada permasalahan lingkungan terutama sampah organik maupun anorganik. Kelompok BSB ini memiliki program salah satunya mengelola sampah plastik menjadi bernilai, diantaranya dibuat kerajinan tangan berupa e-pavingku.

Nurrizky Ajihan menjelaskan alat paving block ramah lingkungan ini dirancang memiliki 2 bagian utama yakni reaktor untuk pembakar sampah dan kondensor untuk pengolahan asap. Sistem kerja alat ini yaitu membakar sampah plastik yang sudah dimasukan ke dalam tangki reaktor dengan tambahan oli sebagai anti lengket plastik. Selama pembakaran dihasilkan asap, asap ini diolah ke tangki kondensor untuk mengubah asap pembakaran menjadi asap cair yang dapat digunakan bahan bakar sementara. “Berdasarkan 3 kali uji coba alat paving block, dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk menghasilkan 2 paving block dan seperempat liter bahan bakar. Proses pembakaran sampah ini membutuhkan 5 kg sampah plastik bersih”, jelasnya.

Sifa Tsalsabila Hasyifah, selaku koordinator klaster saintek menambahkan pembuatan alat paving block ramah lingkungan merupakan salah satu program kerja tim KKN PPM UGM kluster Saintek berupa perancangan dan pembuatan alat teknologi tepat guna (TTG). Dengan pemberian alat ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah plastik yang dapat diolah menjadi produk bernilai berupa paving block.”Pemberian alat ini juga bertepatan dalam acara peresmian 4 program baru kelompok Bank Sampah Berseri Desa Krandegan, salah satunya program e-pavingku yang akan menggunakan alat paving block pemberian tim KKN PPM UGM”, imbuhnya.

Ketua kelompok Bank Sampah Berseri (BSB), Riyanto, menyambut baik pemberian alat paving block ramah lingkungan sebagai wujud implementasi pengetahuan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Dia berharap alat paving block ini nantinya dapat mendukung kegiatan di BSB dalam mengelola sampah plastik menjadi paving ramah lingkungan. “Kita semua berharap dari setiap proses tidak menimbulkan pencemaran udara karena sudah dilengkapi dengan alat pengolahan asap yaitu kondensor tadi,” harap Riyanto.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim KKN PPM UGM Bikin Alat Paving Block Ramah Lingkungan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-kkn-ppm-ugm-bikin-alat-paving-block-ramah-lingkungan/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Ekstrak Buah Jenitri Untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-ekstrak-buah-jenitri-untuk-mencegah-gagal-ginjal-pada-anak/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-ekstrak-buah-jenitri-untuk-mencegah-gagal-ginjal-pada-anak/#respond Wed, 31 Jul 2024 08:57:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68172 Belakangan ini warganet dihebohkan terkait konten yang menyampaikan banyaknya anak-anak di sebuah rumah sakit yang menjalani cuci darah. Beberapa pihak menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena semakin meningkatnya kasus gagal ginjal yang terjadi pada anak-anak. Menurut data WHO, tahun 2023 lalu, tercatat ada lebih dari 300 kasus gagal ginjal akut GGA pada anak-anak di Indonesia, […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Ekstrak Buah Jenitri Untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Belakangan ini warganet dihebohkan terkait konten yang menyampaikan banyaknya anak-anak di sebuah rumah sakit yang menjalani cuci darah. Beberapa pihak menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena semakin meningkatnya kasus gagal ginjal yang terjadi pada anak-anak. Menurut data WHO, tahun 2023 lalu, tercatat ada lebih dari 300 kasus gagal ginjal akut GGA pada anak-anak di Indonesia, dan lebih dari setengah penderitanya meninggal dunia. 

Seperti diketahui, penyakit gagal ginjal akut ini terjadi karena akumulasi sel senescence di dalam ginjal yang diakibatkan oleh peningkatan reactive oxygen species (ROS). 

Berangkat dari persoalan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti potensi ekstrak buah jenitri (Elaeocarpus sphaericus)  dalam mencegah gagal ginjal akut pada anak-anak. Tim ini terdiri dari Kevin Lensrich, Rahma Aulia, Daniswara Nur Ramadhani dan Dzaki Hasan Nasrullah, kesemuanya dari Fakultas Farmasi dengan dosen pendamping Dr. apt. Rumiyati, S.Si., M.Si.

Kevin Lensrich selaku ketua tim mengatakan buah jenitri (Elaeocarpus sphaericus) merupakan komoditas tanaman buah yang ada di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Buah ini diketahui mengandung senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan sehingga mampu mencegah akumulasi radikal bebas dan menghambat proses penuaan sel. “Setelah kita teliti, buah jenitri berpotensi sebagai agen nefroprotektif untuk mencegah terjadinya gagal ginjal akut melalui efek anti-senescence,” paparnya, Selasa (30/7).

Kevin mengungkapkan  belum banyak penelitian terdahulu yang mengkaji aktivitas anti-senescence dari ekstrak buah jenitri ini. Dia mengungkapkan aktivitas anti-senescence dari ekstrak buah jenitri ini sebagai kebaruan dalam penelitian yang dilakukan Tim Mahasiswa UGM.“Kami melakukan penelitian ini untuk mengungkap potensi nefroprotektif terhadap gagal ginjal akut pada anak-anak”, ucapnya .

Rahma Aulia, anggota tim yang lain menambahkan selama ini buah jenitri telah dimanfaatkan sifat antioksidannya dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit dalam sediaan teh. Sayang, senyawa aktif buah jenitri yang bersifat polar membuat sediaan teh tersebut memiliki kelemahan dalam segi bioavailabilitasnya yang rendah. “Kelemahan dari segi bioavailabilitas ini dapat diatasi dengan memformulasikan ekstrak buah jenitri dalam sediaan nanoemulsi dengan ukuran partikel yang berukuran nano, stabilitas, dan bioavailabilitas yang lebih baik”, terangnya.

Sementara, Daniswara Nur Ramadhani menyebut nanoemulsi ekstrak buah jenitri ini jika diproses menjadi jelly drink tentunya bisa menambah daya tarik bagi anak-anak karena rasa dan teksturnya yang nikmat. Penelitian ini, katanya, dimulai dengan ekstraksi buah jenitri dengan metode ultrasonikasi.

Penelitian pun dilanjutkan dengan analisis kandungan senyawa flavonoid buah jenitri secara kualitatif dan kuantitatif, pengujian efek sitotoksisitas ekstrak buah jenitri terhadap sel Vero sebagai model sel ginjal. Berbagai pengujian aktivitas antioksidan, pengujian efek anti-senescence terhadap sel Vero, formulasi nanoemulsi ekstrak buah jenitri, dan karakterisasi nanoemulsion-based jelly drink. “Dengan penelitian ini, kita terus berinovasi untuk membuat sediaan dalam rangka mencegah gagal ginjal akut pada anak-anak”, ungkapnya.

Penulis : Agung Nugroho 

Foto : jenitrijogja-WorldPress.com

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Potensi Ekstrak Buah Jenitri Untuk Mencegah Gagal Ginjal pada Anak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-potensi-ekstrak-buah-jenitri-untuk-mencegah-gagal-ginjal-pada-anak/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/#respond Tue, 30 Jul 2024 03:40:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68107 Berdasarkan data dari Asia for Animals Coalition pada 2021, Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama yang membuat konten eksploitasi hewan di media sosial. Kasus eksploitasi hewan di media sosial tersebut diperparah dengan adanya pemahaman di tengah masyarakat Indonesia bahwa eksploitasi hanya sebatas kekerasan. Berangkat dari laporan tersebut Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora […]

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berdasarkan data dari Asia for Animals Coalition pada 2021, Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama yang membuat konten eksploitasi hewan di media sosial. Kasus eksploitasi hewan di media sosial tersebut diperparah dengan adanya pemahaman di tengah masyarakat Indonesia bahwa eksploitasi hanya sebatas kekerasan.

Berangkat dari laporan tersebut Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mengenai eksploitasi hewan di media sosial dengan melihat sejarah eksploitasi hewan berdasarkan konsep Critical Animal Studies. Tim yang diketuai oleh Muhammad Fernanda Dhiyaul Hak (FIB), beranggotakan Fatiya Hasna Alifan (FIB), Nurul Hilda (FKH), dan Laras Tristanti (FIB) dibimbing Dr. Fahmi Prihantoro, M.A., juga menyusun strategi dalam meningkatkan kesadaran akan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Fernanda menjelaskan pemahaman masyarakat soal eksploitasi hewan hingga saat ini hanya sebatas kekerasan yang didasari oleh pengalaman masa lalu. Hal ini diperkuat dengan teori psikologi lingkungan yang menyatakan bahwa persepsi masyarakat saat ini dibangun berdasarkan faktor pribadi dan memori atau pengalaman masa lalu. “Seiring berkembangnya zaman, bentuk-bentuk eksploitasi hewan pun juga berkembang, dengan didukung konsep five freedoms dalam animal welfare”, ujarnya, di Kampus UGM, Selasa (30/7).

Menurut Fernanda Pengalaman eksploitasi hewan di masa lalu tersebut dapat dikaji melalui konsep Critical Animal Studies (CAS). Pada intinya, CAS mempertanyakan segala bentuk privilege, antroposentrik, dan penindasan manusia terhadap hewan. Oleh karena itu, CAS memiliki komitmen kuat untuk mengakhiri eksploitasi terhadap  hewan.

Ia pun menyatakan jika Tim PKM-RSH juga melakukan penyusunan strategi guna mengakhiri eksploitasi hewan di media sosial. Penelitian ini melibatkan 100  responden yang merupakan Warga Negara Indonesia. Penelitian ini juga melibatkan narasumber yang berasal dari kalangan aktivis kesejahteraan hewan, dokter hewan, sejarawan, dan arkeolog guna memperkuat data serta penting sebagai tanda bahwa ada pembicaraan dari dua arah.

Berdasarkan hasil penelitian, Fernanda menyampaikan bahwa kasus eksploitasi hewan di media sosial memiliki bentuk-bentuk yang berbeda setiap platformnya. Bentuk-bentuk ini berkembang mengikuti perkembangan zaman, dan terbukti, bahwa eksploitasi hewan tidak sebatas kekerasan.

Menurutnya dibutuhkan strategi baru yang dapat mencegah terjadinya kasus eksploitasi hewan di media sosial. Salah satu cara yang efektif adalah edukasi ke masyarakat supaya berhenti like, comment, subscribe, dan share karena hal itu dapat mempengaruhi engagement. “Apabila engagement terhadap konten bisa ditekan, maka secara efektif akan mengurangi peredaran konten di medsos,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/feed/ 0
Mahasiswa UGM Temukan Potensi Penggunaan Daun Sirih Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Broiler https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-penggunaan-daun-sirih-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-ayam-broiler/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-penggunaan-daun-sirih-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-ayam-broiler/#respond Tue, 23 Jul 2024 06:39:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67567 Pada produksi ayam broiler, kesehatan usus halus menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ayam broiler. Gangguan mikroba patogen yang ada dalam usus halus dapat menginfeksi saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan inflamasi dan gangguan penyerapan nutrient sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang kurang optimal. Pada beberapa dekade terakhir, antibiotic growth promoter (AGP) digunakan oleh peternak untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ayam […]

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Penggunaan Daun Sirih Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Broiler pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pada produksi ayam broiler, kesehatan usus halus menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ayam broiler. Gangguan mikroba patogen yang ada dalam usus halus dapat menginfeksi saluran pencernaan yang dapat mengakibatkan inflamasi dan gangguan penyerapan nutrient sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan yang kurang optimal.

Pada beberapa dekade terakhir, antibiotic growth promoter (AGP) digunakan oleh peternak untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ayam broiler yang diberikan melalui pakan atau air minum. Namun, pada tahun 2018, pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang penggunaan AGP sebagai aditif pada ternak. Larangan penggunaan AGP sebagai aditif pada ternak unggas dipicu oleh kekhawatiran oleh kemungkinan residu AGP dalam daging ayam, yang berpotensi meningkatkan resistensi bakteri dan menimbulkan efek alergi pada manusia.

Menyadari pentingnya peran pendidikan dalam mengatasi permasalahan tersebut, lima orang mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada melakukan riset mengenai penambahan essential oil daun sirih hijau (Piper betle L.) dalam air minum ayam broiler untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler. Kelima mahasiswa tersebut adalah Isty Widiastuti (Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, 2022), Mohammad Rakha Surya Pranaja (Program Studi Kedokteran Hewan, 2022), Annisa Nur Mayka Safitri (Program Studi Kimia, 2022), Hanna Priyo Cahyono (Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan 2022), dan Rahmaisya (Program Studi Kimia, 2023). Riset ini dilakukan melalui kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai oleh Kemendikbud-Ristek.

Penelitian essential oil daun sirih hijau sebagai pengganti Antibiotic Growth Promoter untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler dilakukan dari bulan Mei hingga Juli 2024 dengan didampingi dosen dari Fakultas Peternakan UGM, Moh. Sofi’ul Anam S.Pt., M.Sc. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Departemen Kimia FMIPA UGM, Kandang semi Closed House yang berada di Minggir, Sleman, Yogyakarta; Laboratorium Patologi dan Anatomi FK-KMK UGM; Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Fakultas Peternakan UGM; dan Laboratorium Biokimia dan Nutrisi Fakultas Peternakan UGM.

Daun sirih yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis daun sirih hijau yang banyak dijumpai di seluruh wilayah Indonesia.

“Daun sirih hijau dipercaya memiliki senyawa phenol berupa eugenol yang bersifat anti bakteri, sehingga diharapkan mampu mengurangi bakteri patogen yang ada dalam usus halus yang dapat meningkatkan penyerapan nutrient, sehingga pertumbuhan dari ayam broiler menjadi optimal,” kata Rahmaisya, Minggu (21/7).

Sementara itu, Isty Widiastuti menambaahkan daun sirih hijau yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk daun sirih hijau yang telah didestilasi sehingga menjadi bentuk essential oil, kemudian ditambahkan pada air minum ayam dengan dosis yang berbeda-beda. Dosis yang digunakan adalah suplementasi essential oil daun sirih hijau sebanyak 50 μl/liter air minum, 100 μl/liter air minum dan 150 μl/liter air minum.

“Ayam broiler yang digunakan sebagai sampel berusia 1 hari yang kemudian dipelihara selama 34 hari dengan pemberian perlakuan pada hari ke-11 sampai panen dengan pemberian secara intermitten,” jelasnya.

Dari hasil riset, berat ayam broiler pada perlakuan kontrol atau dengan pemberian antibiotik pada air minumnya, mengahasilkan berat ayam 1639.52 ±16.66 g. Ayam broiler pada perlakuan suplementasi essential oil sebanyak  50 μl/liter air minum, menghasilkan berat ayam 1836.00 ± 43.91 g. Ayam broiler pada perlakuan suplementasi essential oil sebanyak  100 μl/liter air minum, menghasilkan berat ayam 1787.35 ± 41.38 g. Ayam broiler pada perlakuan suplementasi essential oil sebanyak  150 μl/liter air minum, menghasilkan berat ayam 1711.05 ± 65.58g.

Hasil tersebut menandakan bahwa suplementasi essential oil sebanyak 50 μl/liter air minum akan meningkatkan bobot ayam broiler sebanyak 11.98% jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol penambahan antibiotic dalam air minum ayam broiler.

Menurut Isty suplementasi essential oil daun sirih hijau terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan pada ayam broiler. Melalui hasil tersebut, diharapkan ke depan lebih banyak pemanfaatan dan eksplorasi mengenai daun sirih hijau  untuk diteliti kembali sehingga dapat disuplementasikan pada ternak untuk menggantikan penggunaan antibiotic growth promoter (AGP) yang selama ini digunakan oleh para peternak.

Sumber: Isty

Editor: Satria

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Penggunaan Daun Sirih Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Broiler pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-penggunaan-daun-sirih-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-ayam-broiler/feed/ 0
Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/#respond Mon, 22 Jul 2024 04:41:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67617 Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia telah mencapai 500 juta orang. Dari jumlah tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 2,2 juta orang meninggal akibat diabetes. Data dari IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia memiliki 19,47 juta penderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat […]

Artikel Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2019, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia telah mencapai 500 juta orang. Dari jumlah tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar 2,2 juta orang meninggal akibat diabetes. Data dari IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Indonesia memiliki 19,47 juta penderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 28,57 juta pada tahun 2045. Dari banyaknya penderita diabetes tersebut, sebanyak 80% diantaranya mengalami kasus amputasi yang diakibatkan oleh ulkus diabetikum. Untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan inovasi sediaan yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM-RE UGM Sobatepat yang beranggotakan Zahwa Khoirun Nisa (Fakultas Biologi 2022), Zatun Nithoghani Hafni (Fakultas Biologi 2021), Muhammad Nur Ikhsan (Fakultas Biologi 2021), Sekar Ayu Kusumawardani (Fakultas Farmasi 2022), dan Alvian Chesyar Burhanudin (Fakultas Farmasi 2022) dengan dosen pendamping Dr. apt. Adhyatmika, M.Biotech mencoba menginovasikan sediaan patch topical dengan kombinasi minyak ikan patin dan biosilika ampas tebu. 

“Kami memilih membuat sediaan patch untuk memastikan penghantaran obat pada luka memiliki dosis yang lebih terukur dan terkontrol serta harapannya juga dapat mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan,” tutur Zahwa selaku ketua tim, Senin (22/7).

Bukan tanpa alasan, pemilihan minyak ikan patin dan biosilika ampas tebu sebagai bahan aktif sebab kandungan asam lemak omega-3 pada minyak ikan patin telah terbukti dapat membantu proses penyembuhan luka. Sebagai suatu kebaruan, penambahan ekstrak biosilika ampas tebu dilakukan sebagai antibakteri dalam proses penyembuhan luka diabetik. 

Penelitian ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan sumber dana dari Kemendikbudristek. Melalui integrasi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, tim ini mengekstrak biosilika ampas tebu dan memformulasikannya bersama minyak ikan patin hingga membentuk sediaan patch

“Pada penelitian ini kami mula-mula membuat tiga formulasi patch dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda dan diuji menggunakan particle size analyzer, selanjutnya ditambahkan basis gel membentuk nanoemulge,l” jelas Alvian. Nanoemulgel yang terbentuk diformulasikan kembali hingga terbentuk sediaan patch yang siap digunakan. 

Sekar menjelaskan bahwa patch yang dihasilkan selanjutnya diujikan pada tikus model diabetes mellitus. “Kami membuat lima kelompok perlakuan untuk pengujian pengaruh patch pada tikus diabetes yang diberi luka,” jelasnya. Pengamatan terhadap diameter luka dilakukan mulai hari ke-1 hingga ke-7 menghasilkan kesimpulan bahwa patch yang dibuat terbukti mampu membantu proses penyembuhan luka diabetik. Inovasi sediaan patch ini diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pengembangan terapi komprehensif luka diabetik dengan mewujudkan poin SDGs ke-3, yaitu good health and well being

Reportase: Zahwa Khoirun Nisa

Penulis: Lazuardi Choiri

Artikel Tim PKM UGM Inovasikan Patch Nanoemulgel Kombinasi Minyak Ikan Patin dan Biosilika Untuk Terapi Komprehensif Luka Diabetik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-ugm-inovasikan-patch-nanoemulgel-kombinasi-minyak-ikan-patin-dan-biosilika-untuk-terapi-komprehensif-luka-diabetik/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Aufrutable Prestool, Alat Peningkat Kualitas Buah dan Sayur https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-aufrutable-prestool-alat-peningkat-kualitas-buah-dan-sayur/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-aufrutable-prestool-alat-peningkat-kualitas-buah-dan-sayur/#respond Thu, 18 Jul 2024 07:37:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67139 Lima mahasiswa Sekolah Vokasi UGM mengembangkan Aufrutable Prestool sebagai alat inovatif untuk meningkatkan kualitas buah dan sayur. Kelima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) adalah Muhammad Arifin Wardana, Abdan Sirajuddin, Syukron Hani Isromi (Teknologi Rekayasa Elektro), Adirna Pandu Wiranata (Kimia), dan Lalu Kevin Alejandro (Teknologi Rekayasa Elektro). Ide tim PKM-KI […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Aufrutable Prestool, Alat Peningkat Kualitas Buah dan Sayur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lima mahasiswa Sekolah Vokasi UGM mengembangkan Aufrutable Prestool sebagai alat inovatif untuk meningkatkan kualitas buah dan sayur. Kelima mahasiswa yang tergabung dalam Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) adalah Muhammad Arifin Wardana, Abdan Sirajuddin, Syukron Hani Isromi (Teknologi Rekayasa Elektro), Adirna Pandu Wiranata (Kimia), dan Lalu Kevin Alejandro (Teknologi Rekayasa Elektro).

Ide tim PKM-KI UGM mengembangkan inovasi berupa alat pengawetan buah dan sayur ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kualitas produk buah dan sayur di Indonesia yang menyebabkan Indonesia kalah saing dengan negara lain. Dengan kondisi ini tentu berdampak kepada para petani dan pedagang buah dan sayur.

Tidak sedikit dari mereka di beberapa daerah mengalami kerugian yang cukup signifikan. Sementara jika melihat produk buah dan sayur dari negara lain maka mereka telah menerapkan teknologi dalam proses pasca panennya dalam skala besar.

Dengan penerapan teknologi tersebut tentunya membuat produk mereka lebih unggul. Sementara produk-produk Indonesia yang sebagian besar belum menerapkan teknologi proses pasca panen menjadikan kualitas buah dan sayur mudah rusak dan tidak tahan lama.

“Fenomena inilah yang kemudian mendorong kami membuat terobosan alat yang diberi nama Aufrutable Prestool,” ujar Muhammad Arifin Wardana, selaku ketua tim di Sekolah Vokasi UGM, Kamis (18/7).

Ia menjelaskan Aufrutable Prestool adalah alat peningkatan kualitas buah dan sayur dengan menggunakan 2 metode sekaligus yakni ozonisasi dan edible coating. Dengan dua metode itu diharapkan kualitas dan daya tahan buah dan sayut lebih lama.

Sebagai analisis komposisi terhadap bahan yang dipergunakan, Adirna Pandu Wiranata menjelaskan air yang terozonisasi merupakan salah satu metode untuk mengurangi bahkan membunuh bakteri yang terdapat pada buah dan sayur. Edible coating merupakan metode pelapisan buah dan sayur yang aman untuk dimakan dan dapat mengurangai aktivitas mikroorganisme yang menjadi penyebab pembusukan.

Bertindak selaku mekanis tim, Syukron Hani Isromi  menambahkan alat yang dipergunakan diantaranya beberapa bahan penyusun seperti besi sebagai dasarnya, kemudian stainless steel untuk keranjang dan beberapa bagian. Bahan-bahan ini dipergunakan disebabkan keranjang akan terkontak langsung dengan buah dan sayur.

“Tim juga menggunakan acrylic untuk covernya agar terlihat lebih estetik,” terang Syukron.

Dosen pendamping Tim PKM-KI Aufrutable Prestool UGM, Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T. berharap alat Aufrutable Prestool dapat diproduksi secara masal dan dapat bermanfaat bagi para petani dan pedagang buah dan sayur yang ada di Indonesia. Alat ini diharapkan sebagai loncatan perkembangan teknologi bagi sektor pertanian di Indonesia khususnya para petani buah dan sayur.

Penulis: Agung Nugroho

 

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Aufrutable Prestool, Alat Peningkat Kualitas Buah dan Sayur pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-aufrutable-prestool-alat-peningkat-kualitas-buah-dan-sayur/feed/ 0
Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/#respond Thu, 18 Jul 2024 07:04:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67112 Air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kota Yogyakarta. Tingginya kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta memicu peningkatan kebutuhan air bersih bagi warganya. Data PDAM Tirtamarta, salah satu penyedia kebutuhan air bersih di Kota Yogyakarta, mencatat bahwa per 30 Januari 2023 terdapat 9,23 persen penduduk di kota ini menggunakan layanan PDAM. Artinya, lebih […]

Artikel Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kota Yogyakarta. Tingginya kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta memicu peningkatan kebutuhan air bersih bagi warganya.

Data PDAM Tirtamarta, salah satu penyedia kebutuhan air bersih di Kota Yogyakarta, mencatat bahwa per 30 Januari 2023 terdapat 9,23 persen penduduk di kota ini menggunakan layanan PDAM. Artinya, lebih dari 90 persen masyarakat Kota Yogyakarta menggunakan air tanah (sumur) atau sumber air lainnya sebagai sarana penyedia air bersih.

Sayangnya, sejumlah penelitian menemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli sebesar 40 persen pada hampir seluruh air sumur di Kota Yogyakarta. Cemaran bakteri tersebut berpotensi menyebabkan diare dan memengaruhi kejadian stunting dalam jangka panjang.

Pembuatan atau pengeboran sumur yang kurang tepat diduga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya cemaran E. coli di sumur warga. Sementara regulasi mengenai izin pembangunan sumur di wilayah Kota Yogyakarta sebenarnya telah tertera di dalam Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 28 Tahun 2013 tentang Perizinan Air Tanah di Pemerintah Kota Yogyakarta.

Meski begitu, aturan tersebut saat ini hanya berlaku secara administratif saja karena di dalam peraturannya disebutkan bahwa pembangunan sumur untuk kebutuhan rumah tangga tidak perlu melalui izin. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan dan dapat memicu permasalahan sosial dan ekonomi  warga.

Permasalahan itupun lantas mendorong Adelvin Pradana Putra Mujiono, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, melakukan penelitian. Fenomena tersebut perlu untuk diteliti mengingat di wilayah Kemantren Kotagede merupakan pusat wisata dan budaya Yogyakarta.

Dalam penelitiannya Adelvin melakukan bersama Parahita Janu Arundati (Ilmu Ekonomi 2022), Syafina Kinaya Amelia (Hukum 2022), Meidita Farah Widodo (Teknik Infrastruktur Lingkungan 2022), dan Sabri Indrajati (Sosiologi 2022). Penelitian berjudul Analisis Rendahnya Kualitas Air di Kemantren Kotagede: Celah Hukum dan Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat yang diajukan lima mahasiswa muda ini berhasil mendapatkan dana hibah riset melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2024 dari Kemendikbudristek.

Melalui penelitian tersebut mereka ingin menggali lebih dalam tentang celah hukum yang ada dalam perizinan penggunaan air tanah di Kota Yogyakarta. Selain itu, lewat penelitian ini mereka ingin mengetahui dampak sosial dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat rendahnya kualitas air di Kemantren Kotagede.

Adelvin menjelaskan dari penelitian yang telah mereka lakukan sejak bulan Januari 2024 lalu ditemukan fakta tingginya cemaran mikrobiologi dalam sumur warga dikarenakan cemaran limbah septic tank terhadap air tanah atau air sumur.

“Sebagian besar (58,3 persen) jarak septic tank dengan sumur yang ada di rumah tinggal di Kemantren Kotagede belum memenuhi batas aman. Sementara arahan Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait dengan jarak antara septic tank dan air sumur melalui SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah 10 meter,” ungkapnya, Rabu (17/7) di FEB UGM.

Adelvin berpandangan terdapat adanya kesenjangan antara regulasi di tingkat pusat dan daerah. Hal ini ditunjukkan mulai dari terbitnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 291.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Standar Penyelenggaraan Persetujuan Penggunaan Air Tanah Pasal 11 Bab VIII yang telah secara eksplisit mengatur perizinan penggunaan atau eksplorasi air tanah.

Selain itu, terdapat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air. Namun, hukum yang terbaru ternyata belum diolah kembali oleh Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta dengan belum diterbitkannya sebuah Perwal baru sebagai terjemahan lebih lanjut dari adanya aturan-aturan baru mengenai perizinan pembangunan sumur dan hal-hal yang terkait.

Menurutnya dengan adanya regulasi terbaru serta fenomena kualitas air yang tercemar bisa segera ditangkap oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, regulasi yang dibentuk mampu berperan sebagai respons preventif maupun represif dampak jangka pendek dan panjang pencemaran air tanah.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa masyarakat Kotagede telah sadar akan terjadinya fenomena rendahnya kualitas air di wilayah mereka. Salah satu respons yang ditunjukkan adalah dengan menggunakan filter air sebagai instrumen untuk memurnikan air sumur yang dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Prenggan, tepatnya kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Gajahwong. Selain itu, pengelolaan tinja di wilayah ini juga telah terintegrasi melalui IPAL Komunal yang dibangun oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kami menemukan jarak IPAL Komunal yang sangat dekat yaitu kurang dari 5 meter dengan air sumur warga yang telah terpasang filter air. Kedepan diharapkan ada evaluasi optimalitas pembangunan IPAL Komunal yang berdekatan dengan air sumur warga,” terangnya.

Reporter: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Artikel Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/feed/ 0