inovasi dan infrastruktur Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/inovasi-dan-infrastruktur/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 08 Oct 2024 06:10:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Startup Waste & Wishes Indonesia Raih Grant dari GoTo Impact Foundation https://ugm.ac.id/id/berita/startup-waste-wishes-indonesia-raih-grant-dari-goto-impact-foundation/ https://ugm.ac.id/id/berita/startup-waste-wishes-indonesia-raih-grant-dari-goto-impact-foundation/#respond Tue, 08 Oct 2024 06:10:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71364 Perusahaan Waste & Wishes Indonesia sebagai startup binaan Innovative Academy UGM, berkolaborasi dengan Bhumee Artani dan Setara Indonesia dalam konsorsium Magelang Stories, terpilih untuk mendapatkan pendanaan dan dukungan implementasi dari program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang diinisiasi oleh GoTo Impact Foundation, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo. Melchior Raka Daksattama, CEO Waste & […]

Artikel Startup Waste & Wishes Indonesia Raih Grant dari GoTo Impact Foundation pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perusahaan Waste & Wishes Indonesia sebagai startup binaan Innovative Academy UGM, berkolaborasi dengan Bhumee Artani dan Setara Indonesia dalam konsorsium Magelang Stories, terpilih untuk mendapatkan pendanaan dan dukungan implementasi dari program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang diinisiasi oleh GoTo Impact Foundation, organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo.

Melchior Raka Daksattama, CEO Waste & Wishes sekaligus perwakilan konsorsium mengungkapkan rasa syukurnya sekaligus bangga atas pencapaian ini. Capaian yang didapat, disebutnya sebagai kesempatan dalam menapaki langkah besar mewujudkan impian dalam membangun ekosistem regenerative farming di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. “Kami berterima kasih kepada GoTo Impact Foundation dan seluruh mitra yang telah mendukung kami selama ini,” ujarnya Selasa (8/10) di Kampus UGM.

Melchior menjelaskan semua proyek akan dimulai pada tahun 2025 dan berfokus pada pengembangan regenerative farming yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Waste & Wishes Indonesia akan mengelola pengolahan limbah organik pertanian dan masyarakat, membangun rumah pupuk, serta mendirikan kolam ikan dan kandang ayam yang juga akan berfungsi sebagai laboratorium lapangan untuk uji pakan yang diproduksi dari maggot BSF (Black Soldier Fly).

Selain itu, program ini juga mencakup penanaman 2.000 pohon dan 25 sumur resapan untuk perbaikan air tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar Kecamatan Sawangan, khususnya di area daerah aliran sungai (DAS) Pabelan. “Kami yakin bahwa kolaborasi antara Waste & Wishes Indonesia, Bhumee Artani, dan Setara Indonesia dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Magelang, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan. Melalui proyek ini, kami juga berharap dapat meningkatkan ekonomi lokal melalui model sociopreneur yang inklusif,” tambah Melchior.

Proyek Waste & Wishes Indonesia yang tergabung dalam konsorsium Magelang Stories diharapkan menjadi salah satu contoh sukses bagaimana solusi berkelanjutan dapat diimplementasikan dalam tingkat lokal dan berpotensi untuk tingkat nasional di seluruh Indonesia.

Selain di Magelang, terdapat tiga proyek lain yang yang juga terpilih untuk mengimplementasikan proyek mereka di Malang, Lombok Tengah, dan Belitung, yaitu proyek Gandrung Tirta, ⁠Lombok Ecocraft, dan Berikanesia Lestari. “Masing-masing proyek akan berinovasi bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat, dengan tujuan menciptakan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan, serta memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menyelesaikan masalah sosial, lingkungan, dan ekonomi secara mandiri”, imbuhnya.

Sekedar informasi, Waste & Wishes Indonesia adalah perusahaan binaan Innovative Academy UGM yang berfokus pada isu lingkungan, terutama pengelolaan limbah terpadu, budidaya maggot, dan pertanian berkelanjutan. Dengan misi menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah dan menciptakan produk agrikultur berkualitas, Waste & Wishes berkomitmen untuk mendukung ketahanan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Startup Waste & Wishes Indonesia Raih Grant dari GoTo Impact Foundation pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/startup-waste-wishes-indonesia-raih-grant-dari-goto-impact-foundation/feed/ 0
Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/#respond Thu, 16 May 2024 03:21:57 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/ Inovasi strategis terus diusahakan Fakultas Pertanian UGM. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, salah satu terobosan yang kemudian dilakukan adalah penerapan rooftop urban agriculture dengan pemanfaatan atap gedung untuk budidaya tanaman buah. Inovasi terbaru ini dilakukan di atap Gedung Rachmiwati Fakultas Pertanian UGM. Penerapan urban agriculture ini dilakukan dengan membuat green house dengan komoditas buah melon. Rektor UGM, Wakil Rektor […]

Artikel Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Inovasi strategis terus diusahakan Fakultas Pertanian UGM. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, salah satu terobosan yang kemudian dilakukan adalah penerapan rooftop urban agriculture dengan pemanfaatan atap gedung untuk budidaya tanaman buah.

Inovasi terbaru ini dilakukan di atap Gedung Rachmiwati Fakultas Pertanian UGM. Penerapan urban agriculture ini dilakukan dengan membuat green house dengan komoditas buah melon.

Rektor UGM, Wakil Rektor Bidang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dekan Fakultas Kehutanan, Dekan Fakultas Filsafat, Dekan Fakultas Fisipol, dan Dekan Fakultas Geografi didampingi Dekan Fakultas Pertanian berkesempatan mengunjungi sekaligus melakukan panen buah Melon pada hari Rabu (15/5).

Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D selaku Dekan Fakultas Pertanian mengatakan penanaman buah di atap gedung fakultas sebagai wujud pengembangan urban agriculture yang sehat dan menguntungkan.

“Dengan memanfaatkan atap gedung ini diharapkan dapat menjadi bagian dari regenerasi petani dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Dia menyampaikan hasil panen buah melon yang ditanam di green house atap dapat mencapai 3-4 kg per buah dengan umur 65 hari semenjak tanam. Hasil ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan ruang yang ada untuk budidaya tanaman dengan perawatan yang tepat tetap bisa menghasilkan tanaman yang subur dan sehat.

Apresiasi disampaikan Rektor, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D. Dia menyampaikan kesannya adanya green house yang dimanfaatkan untuk menanam melon jenis Sweet Hami.

“Ini adalah suatu inisiasi yang bagus sekali untuk memanfaatkan ruang yang dapat digunakan untuk urban farming,” ucapnya.

Rektor berharap inovasi Fakultas Pertanian UGM dapat ditularkan di fakultas-fakultas atau unit-unit di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dengan model semacam ini diharapkan pemanfaatan ruang di fakultas atau unit-unit lebih maksimal dan menjadi lingkungan yang hijau.

Penulis: Talita Salma

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

 

 

Artikel Fakultas Pertanian Kembangkan Rooftop Urban Agriculture Untuk Pangan dan Kota Sehat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-pertanian-kembangkan-rooftop-urban-agriculture-untuk-pangan-dan-kota-sehat/feed/ 0
Guru Besar UGM Paparkan Potensi Besar Pengolahan Limbah Ternak https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-paparkan-potensi-besar-pengolahan-limbah-ternak/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-paparkan-potensi-besar-pengolahan-limbah-ternak/#respond Tue, 05 Mar 2024 07:29:56 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-ugm-paparkan-potensi-besar-pengolahan-limbah-ternak/ Limbah dari usaha peternakan menjadi salah satu persoalan lingkungan saat ini. Jumlah limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan kian meningkat seiring dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Sementara limbah-limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia jika dibiarkan begitu saja. Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, […]

Artikel Guru Besar UGM Paparkan Potensi Besar Pengolahan Limbah Ternak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Limbah dari usaha peternakan menjadi salah satu persoalan lingkungan saat ini. Jumlah limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan kian meningkat seiring dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Sementara limbah-limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia jika dibiarkan begitu saja.

Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., mengatakan limbah peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Potensi ini dapat diidentifikasi untuk mendukung prinsip keberlanjutan industri peternakan dan menciptakan nilai tambah.

“Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan energi biogas, yakni hasil pengolahan feses melalui digesti anaerobik untuk menghasilkan metan,” tuturnya saat menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul Strategi Mengurangi Dampak Limbah Industri Peternakan Melalui Pemanfaatan Bahan Lokal di Balai Senat UGM, (5/3).

Nanung menjelaskan biogas ini dapat digunakan sebagai sumber energi untuk memasok listrik atau panas bagi peternakan dan masyarakat. Bahkan, dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya diketahui biogas yang telah dipurifikasi untuk menghilangkan CO2, H2O, dan H2S, memiliki peluang yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Selain itu, sludge hasil digesti anaerob feses ternak, bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau sebagai media alternatif budidaya jamur merang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Di sisi lain, keberadaan limbah padat berupa bulu unggas pada industri pemotongan ayam juga tidak dapat dielakkan. Bulu unggas mengandung protein keratin yang tinggi, sehingga susah untuk dicerna dan terdegradasi oleh tanah. Beberapa usaha telah dilakukan dalam memanfaatkan enzim hasil mikroorganisme untuk mencerna bulu unggas agar dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. “Produk hasil ikutan ternak juga mempunyai peluang untuk bisa meningkatkan added value dari turunan produk-produk hasil ternak,”ucapnya.

Nanung menyampaikan inovasi dalam pengembangan produk-produk baru yang memanfaatkan limbah peternakan dapat menciptakan peluang bisnis baru. Pengembangan solusi-solusi ini membutuhkan kombinasi dari inovasi teknologi, manajemen penanganan limbah yang efektif, dukungan regulasi, dan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan dalam rantai industri peternakan. Kesadaran akan potensi pengembangan limbah peternakan dapat membantu menciptakan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan.

Nanung menegaskan penanganan limbah harus menjadi salah satu agenda prioritas yang dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan yang lain. Hal itu perlu dilakukan untuk menjamin keberlanjutan industri peternakan dan menghindari potensi permasalahan sosial yang ada. Komunitas sebagai representasi masyarakat dan pihak yang merasakan dampak langsung dari keberadaan limbah industri peternakan, juga harus memiliki peran aktif dalam mengontrol aktivitas industri peternakan yang ada. Selanjutnya, peran pemerintah juga sangat menunjang dalam memberikan aturan dan regulasi yang jelas untuk digunakan oleh industri dalam melaksanakan aktivitas secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Penulis: Ika
Foto: Donnie

 

Artikel Guru Besar UGM Paparkan Potensi Besar Pengolahan Limbah Ternak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-paparkan-potensi-besar-pengolahan-limbah-ternak/feed/ 0