IKU8. Program Studi Berstandar Internasional. Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku8-program-studi-berstandar-internasional/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 04 Dec 2024 06:48:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/#respond Wed, 04 Dec 2024 06:35:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73503 Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. […]

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata merasa lega setelah empat tahun bekerja keras menyelesaikan studi di dua universitas. Dalam waktu yang hampir bersamaan ia lulus dari Fakultas Hukum UGM dan Maastricht University. Pada Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode I TA 2024/2025, 21 November 2024 lalu, ia dinyatakan lulus dari program internasional Fakultas Hukum UGM. Sementara pada tanggal 5 Desember 2024 ini, ia diwisuda di European Law School, Maastricht University, Belanda.

Vinca begitu ia biasa dipanggil. Menyandang gelar ganda (double degree) dari Internasional Undergradute Program (IUP) Fakultas Hukum UGM dan European Law School, Maastricht University, Belanda, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Dengan kelulusan itu, Vinca pun berhak atas dua gelar. Gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Gadjah Mada dan Legum Baccalaureus (LL.B) dari Maastricht University. Belajar di Fakultas Hukum UGM, ia mengambil konsentrasi Hukum Internasional, sedangkan di Maastricht University, ia terdaftar di European Law School, dan berkonsentrasi mendalami berbagai sistem hukum di Belanda, Perancis, Jerman, Inggris dan untuk beberapa kasus di Amerika Serikat. “Saya bersyukur dan berterima kasih untuk dua kesempatan ini”, ucap Calvinca dalam wawancara Rabu (4/12) menjelang wisuda di Maastricht University.

Proses belajar di dua perguruan tinggi tentu bukan perkara mudah. Dalam mengikuti program gelar ganda, Vinca menempuh pendidikan di UGM pada tahun pertama, yaitu semester 1 dan semester 2. Dilanjutkan menempuh pendidikan di Maastricht University, Belanda semester 3 sampai semester 6. Pada pembelajaran semester 7 dan 8, iapun kembali mengikuti pendidikan di Fakultas hukum UGM. Iapun kemudian menyelesaikan skripsi dengan joint supervision dari UGM dan Maastricht University di tahun keempat. “Aku sungguh bersyukur bisa mengungkapkan perasaan terbaikku. Setelah mengalami tahun-tahun sulit namun aku yakini ini penuh manfaat”, ucapnya.

Vinca sungguh bersyukur bisa menyelesaikan tugas akhir sesuai dengan keinginannya. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai tugas akhir untuk kedua penelitian hukum dengan judul yang sama yaitu tentang hak penyandang disabilitas pada Agustus lalu. Mengkaji soal hak penyandang disabilitas, Vinca teringat akan perjalanan yang pernah ia lalui sebelumnya. Ia pernah menjadi sukarelawan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dan berkesempatan bertemu dengan pemimpin perempuan pejuang hak disabilitas yang menulis undang-undang hukum disabilitas di Uni Eropa.“Sungguh senang saya berkesempatan bertemu dengannya yang pada akhirnya menjadi supervisor sekaligus memotivasi dan mengisipirasi saya dalam melakukan penelitian dan menulis skripsi dan tesis”, terangnya.

Pada tugas akhir, Vinca berhasil menulis skripsi berjudul Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas: Evaluasi Implementasi Pasal 24(5) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas untuk menempuh pendidikan di Indonesia – Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada. Tulisan ini baginya memantik segala rasa keingintahuan untuk melihat perbandingan fasilitas dan hak-hak yang diberikan Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Eropa. “Saya sadar, ada perbedaan taraf hidup antar masyarakat Indonesia dan Eropa”, ungkapnya.

Kompleksitas Uni Eropa menjadi alasan Vinca memilih studi di Maastricht University, Belanda. Ia mengaku sangat berminat mempelajari seluk-beluk serta cara kerja hukum di Eropa secara mendalam. Semua yang ia pelajari pada akhirnya mengubah persepsinya akan pemahaman bagaimana hukum Eropa dijalankan benar-benar untuk melindungi masyarakat. “Ini yang membuat seorang penggila hukum seperti saya sangat senang”, paparnya.

Vinca sangat merasa beruntung bisa menjalani Program Double Degree. Dengan program ini pula, ia turut mencecap berbagai kesempatan mengikuti kompetisi internasional mewakili sebuah LSM Belanda ke PBB. Selain itu iapun terlibat dalam kompetisi putaran regional pertama peradilan semu internasional. “Ini menambah pengalaman luar biasa bagi saya”, akunya.

Lulus dengan IPK 3,75 di dua universitas tentu bukan hal mudah. Saat belajar di University of Maastricht, ia mengaku menggunakan metode pengajaran ala Socrates. Metode di mana mahasiswa harus menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. “Kami menyebutnya metode PBL (Problem Based Learning),  Pembelajaran Berbasis Masalah”, terangnya.

Menurut Vinca metode ini sesungguhnya sulit. Meski begitu justru dengan metode ini melatihnya berpikir kritis dan mendorong kemandirian dalam belajar. Hampir 80-100 halaman harus ia baca sebelum kelas, dan ia harus menyiapkan jawaban untuk berbagai studi kasus untuk didiskusikan secara kolektif di kelas.

Vinca pun bercerita dua tahun di Maastricht University, rutinitas yang ia jalani senantiasa mengawali dengan bangun pagi, menyiapkan makan siang dan pergi ke kampus bersepeda. Selepas kelas, ia banyak menghabiskan waktu di fakultas untuk belajar atau perpustakaan untuk membaca. Sesekali, ia pergi ke taman belakang kampus untuk berjalan-jalan sebelum berangkat menjadi sukarelawan atau bekerja. ”Seperti saat di UGM, saya pun senang pergi ke Taman Kearifan (Wisdom Park UGM) dan jalan-jalan, lalu bersama teman-teman jalan kaki menuju kelas, makan siang, lalu berlanjut kerja di kafe dan tetap menjadi sukarelawan di akhir pekan”, imbuh Vinca yang bercita-cita berkarir di PBB.

Reportase: B. Diah Listianingsih

Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Peduli Penyandang Disabilitas, Calvinca Lulus Double Degree di UGM dan Maastricht University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peduli-penyandang-disabilitas-calvinca-lulus-double-degree-di-ugm-dan-maastricht-university/feed/ 0
26 Mahasiswa FEB Lulus Seleksi Program IISMA 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/26-mahasiswa-feb-lulus-seleksi-program-iisma-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/26-mahasiswa-feb-lulus-seleksi-program-iisma-2024/#respond Wed, 17 Apr 2024 08:15:27 +0000 https://ugm.ac.id/26-mahasiswa-feb-lulus-seleksi-program-iisma-2024/ Sebanyak 26 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil lulus seleksi akhir pada program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024. Para mahasiswa yang lulus seleksi tersebut berasal dari tiga program studi, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi. FEB UGM patut bersyukur atas keberhasilan para mahasiswa yang lolos seleksi program IISMA 2024. […]

Artikel 26 Mahasiswa FEB Lulus Seleksi Program IISMA 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 26 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil lulus seleksi akhir pada program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024. Para mahasiswa yang lulus seleksi tersebut berasal dari tiga program studi, yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi.

FEB UGM patut bersyukur atas keberhasilan para mahasiswa yang lolos seleksi program IISMA 2024. IISMA sendiri merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung para pelajar Indonesia untuk studi di universitas mitra luar negeri yang bereputasi selama satu semester.

Program ini terbuka bagi mahasiswa sarjana dan vokasi, dan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengalami atmosfir studi internasional dan memperoleh pengetahuan tentang budaya lintas negara (cross-cultural understanding). Dalam prosesnya, FEB UGM memberikan pendampingan secara terpadu melalui unit Global Relations and Mobility Office (GREAT) bagi para mahasiswa yang mendaftar program IISMA.

Pendampingan yang diberikan tentunya sangat membantu para mahasiswa FEB UGM. Salah satunya Ancilla atau akrab disapa Sisi, mahasiswi Manajemen 2021 yang diterima program IISMA 2024 ke Lund University, Swedia.

“FEB UGM itu super duper suportif kepada mahasiswa-mahasiswi untuk menjalani program apapun, salah satunya IISMA. Dari awal pendaftaran, semua jalan sangat dipermudah, sehingga kita sangat termotivasi untuk mendaftar tanpa ada rasa ragu,” ujarnya di FEB UGM, Rabu (17/4).

Pencapaian ini menegaskan komitmen FEB UGM dalam mendukung penuh proses perkembangan mahasiswa. Bahkan, FEB UGM memberikan bantuan bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang ingin mendaftar IISMA dengan menyediakan fasilitas Duolingo English Test secara gratis, dan pada tahun ini tercatat 12 mahasiswa mendapatkan bantuan tersebut.

Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D. menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ke-26 mahasiswa yang berhasil lulus sebagai penerima IISMA Awardee 2024. Capaian ini tidak hanya merupakan prestasi dan wujud kualitas dari proses pembelajaran di FEB UGM sehingga menghantarkan 26 mahasiswa tersebut ke sekolah-sekolah bisnis terbaik di dunia, tetapi juga merupakan global passport bagi mahasiswa untuk menempa diri menjadi global leaders di masa mendatang.

“Selamat kepada ke-26 mahasiswa penerima beasiswa IISMA 2024. Capaian ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa, doa orang tua dan berbagai program pengembangan yang dilakukan oleh GREAT bersama Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM bersama rekan-rekan pengelola Program Studi Sarjana FEB UGM,” terangnya.

Adapun ke 26 mahasiswa yang lolos mendapatkan beasiswa penuh pada program IISMA 2024 adalah Ancilla Patsy Martani (Management-IUP 2021), Lund University, Swedia, Ghina Tsabitah (Manajemen 2021), Universitat Pompeu Fabra, Spanyol, Mohamad Sultan Rayhan Arivano (Manajemen 2021), Boston University, Amerika Serikat, Nihel Mardaria Amna (Manajemen 2021), Korea University, Korea Selatan, Rio Agustino Handoyo (Manajemen 2021), Sciences Po, Prancis, Yusuf Wibowo (Management-IUP 2021), Victoria University of Wellington, Selandia Baru, Zahra Nurhikmah (Manajemen 2021), Massey University, Selandia Baru, Alimah Taqiyah (Manajemen 2022), Singapore Management University, Singapura, Brantandari Alina As-Shafhah (Management-IUP 2022), University of New South Wales, Australia, Frank Richard Yambe Yabdi (Management-IUP 2022), University of Pennsylvania, Amerika Serikat, Shafira Adara Irsyad (Management-IUP 2022), University of Melbourne, Australia, dan Yoanita Dinda Pasavrilia (Management-IUP 2022), University of Groningen, Belanda.

Berikutnya Abdullah Mufidan (Akuntansi 2021), Universiti Malaya, Malaysia, Annisa Wahyuningtyas (Akuntansi 2021), University of Granada, Spanyol, Bagus Suryo Setyo Wardono (Akuntansi 2021), Western University, Kanada, Nicolas Ekaputera Samuel (Akuntansi 2021), University of California, Amerika Serikat, Putri Nafisah Intani (Akuntansi 2021), Sophia University, Jepang, Benjamin Nathanael Tjahjadi (Akuntansi 2022), University of Groningen, Belanda, Hendrik Andrianto Soedarsono (Akuntansi 2022), M. V. Lomonosov Moscow State University, Rusia, dan Steven Nathanael Liyanto (Accounting-IUP 2022), University of New South Wales, Australia.

Kemudian dari program studi ilmu ekonomi, mereka yang lolos adalah Anggita Ester Marsaulina (Ilmu Ekonomi 2021), University of Pécs, Hungaria, Diva Aprillia Simanjuntak (Ilmu Ekonomi 2021), Palacký University Olomouc, Ceko, Grace Zefanya Octovella Situmorang (Ilmu Ekonomi 2021), Maastricht University, Belanda, Mikael Bagas Ario Wicaksono (Ilmu Ekonomi 2021), Maastricht University, Belanda, Rizqi Surya Pamungkas (Ilmu Ekonomi 2021), RUDN University, Rusia, dan Rohinun (Ilmu Ekonomi 2021), Universitat Pompeu Fabra (UPF), Spanyol.

Penulis: Adella Wahyu Pradit/Humas FEB UGM

Editor: Agung Nugroho

Foto: dok. FEB UGM

 

Artikel 26 Mahasiswa FEB Lulus Seleksi Program IISMA 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/26-mahasiswa-feb-lulus-seleksi-program-iisma-2024/feed/ 0