IKU PT 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-pt-5-hasil-kerja-dosen-digunakan-oleh-masyarakat/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 05 Feb 2025 10:52:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/#respond Wed, 05 Feb 2025 09:09:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75513 Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan […]

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua kejadian tragis yang menimpa para siswa yang tengah melakukan kegiatan rekreasi yang diadakan oleh pihak sekolah. Di akhir bulan Januri lalu, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, 4 siswa dinyatakan meninggal dunia. Tak berselang lama, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi menimpa rombongan siswa SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo di Pintu Exit Tol Purwodadi, pada Sabtu (1/2) lalu. Dua orang dinyatakan tewas, dan 19 lainnya menjalani perawatan. Masih banyak catatan kejadian kecelakaan di lokasi wisata ataupun saat dalam perjalanan berwisata yang kemudian merenggut korban jiwa.

Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si., peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM mengaku prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, kegiatan wisata yang diharapkan menyenangkan sekaligus mampu mengembalikan semangat dan energi baru justru berujung duka. Meski kejadian kecelakaan memang tidak dapat diprediksi, namun menurutnya hal itu bisa diantisipasi dengan tetap menjaga kewaspadaan semua pihak  dan menjadikan keselamatan sebagai prinsip utama untuk menekan resiko terjadinya kecelakaan. “Semestinya dapat dicegah apabila segenap pihak mampu melakukan menerapkan SOP dan selalu menjalankan pengendalian”, terangnya di Kampus UGM, Rabu (5/2).

Destha berpendapat pihak pengelola dinilai sebagai pihak yang paling paham lingkungan wisata yang dikelolanya. Mereka sebetulnya pihak yang paling paham terhadap lingkungannya, kondisi wahana permainan yang dimiliki beserta fasilitasnya. Semestinya semua dalam kondisi yang selalu siap dan mendapat pengawasan ketat. Selain itu, para pengelola wisata mestinya secara periodik melakukan pengecekan kelaikan. “Secara profesional, para penyedia jasa wisata dan wahana rekreasi seharusnya mampu menerapkan SOP secara konsisten guna menekan berbagai resiko yang mungkin terjadi,” tuturnya.

Tidak cukup sampai di situ, menurut Destha, wisatawan yang membeli tiket wisata, dan berniat bermain wahana permainan harus diyakinkan keamanan semua fasilitas. Meskipun dalam tiket tercantum adanya asuransi, imbuhnya, pihak pengelola diwajibkan menyampaikan soal kepastian jaminan keselamatan bagi pengunjung.“Jika perlu pasang papan informasi, himbauan untuk selalu waspada, dan hati-hati. Jangan segan-segan pula mengingatkan secara berulang untuk keselamatan pengunjung, mengingat di waktu-waktu tertentu karena lonjakan pengunjung seringkali membuat mereka mengabaikan keselamatan diri”, jelasnya.

Terlebih untuk lokasi-lokasi wisata di alam terbuka. Sebagaimana kejadian di Pantai Drini, Gunungkidul belum lama ini. Pihak wisatawan, dalam pandangan Destha semestinya juga selalu waspada dan mampu menjaga diri terlebih di musim penghujan. Berwisata di lokasi wisata air, menurutnya sangat perlu untuk mengetahui karakter lokasi wisata yang dituju. “Ini artinya, kesiapan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri juga menjadi hal utama.  Pihak sekolah pun perlu memberikan himbauan agar siswanya selalu berhati-hati. Pengetahuan tentang kemungkinan terjadinya gelombang saat berwisata di pantai pun harus dicari atau diberikan kepada wisatawan. Terlebih, karakter gelombang laut yang dikenal ganas serta keberadaan palung di pantai Selatan Jawa yang patut untuk diwaspadai’, ungkapnya.

Destha pun turut prihatin atas berbagai kejadian laka wisata yang merengut jiwa wisatawan di jalan raya. Seperti yang terjadi di Pasuruan beberapa hari lalu. Menurutnya banyak faktor berpengaruh terhadap peristiwa tersebut, akibat dari kondisi kendaraan yang mengalami gangguan ataupun dari sisi human error. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia berharap pihak penyedia kendaraan wisata atau agen wisata seharusnya mampu menyediakan kendaraan yang siap dan menjamin keselamatan calon pengguna. “Caranya, secara periodik kendaraan mereka harus dilakukan uji kir, chek surat jalan, dan kelaikan semuanya”, paparnya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada pihak pemerintah, khususnya  Dinas Perhubungan yang seyogyanya secara rutin perlu melakukan sidak pada beberapa Perusahaan Otobus. Mereka bisa melakukan penilaian sekaligus mengevaluasi terhadap beberapa kendaraan yang dimiliki PO.Jika ditemui yang tidak layak, pihak konsumen dalam hal ini agen wisata berhak untuk melarang untuk tidak dipergunakan lagi. “Jika memang ditemui seperti itu maka bisa meminta perusahaan mengganti dengan kendaraan terbaru atau kendaraan layak jalan”, ucapnya.

Destha juga mengingatkan agar pihak agen wisata secara rutin melakukan tes kesehatan untuk para sopir yang hendak menjalankan kendaraan untuk mengantar wisatawan. Sekaligus memastikan kesehatan sopir dalam kondisi prima. “Jam terbang sopir juga penting untuk menekan kecelakaan. Driver yang hapal medan jalan cenderung lebih waspada dalam mengendalikan kendaraan. Karenanya masing-masing driver perlu mengenali dan mempelajari kondisi jalan,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Freepik

Artikel Puspar UGM: Aspek Keamanan dan Keselamatan Berwisata Harus Diutamakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puspar-ugm-aspek-keamanan-dan-keselamatan-berwisata-harus-diutamakan/feed/ 0
Kembangkan Melon untuk Bahan Baku Parfum dan Kosmetik, Dosen UGM Terima Anugerah Academic Leader  https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-melon-untuk-bahan-baku-parfum-dan-kosmetik-dosen-ugm-terima-anugerah-academic-leader/ https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-melon-untuk-bahan-baku-parfum-dan-kosmetik-dosen-ugm-terima-anugerah-academic-leader/#respond Wed, 18 Dec 2024 09:21:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74040 Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., PhD., mendapat penghargaan sebagai pionir akademisi melalui Anugerah Gold Academic Leader 2024 di Bidang Sains pada Jumat (13/12) di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jakarta. Penghargaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini merupakan salah satu ajang bergengsi untuk mengapresiasi […]

Artikel Kembangkan Melon untuk Bahan Baku Parfum dan Kosmetik, Dosen UGM Terima Anugerah Academic Leader  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., PhD., mendapat penghargaan sebagai pionir akademisi melalui Anugerah Gold Academic Leader 2024 di Bidang Sains pada Jumat (13/12) di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jakarta. Penghargaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini merupakan salah satu ajang bergengsi untuk mengapresiasi karya-karya akademisi dan peneliti.

Budi Daryono menerima penghargaan dalam kategori Peneliti Terbaik bidang ilmu sains tahun 2024. Ditemui di UGM, Rabu (18/12), Budi mengungkapkan rasa syukur dan bahagia telah mendapatkan penghargaan atas karyanya yang berjudul “Karakterisasi Genetik dan Potensi Bioprospeksi ‘Gama Melon Parfum’ sebagai Bahan Baku Kosmetik”.  Menurutnya, penghargaanya semakin memotivasi dirinya untuk menekuni riset yang mengembangkan potensi tanaman Indonesia untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Senang dan juga bahagia serta ingin ini menjadi motivasi bagi rekan rekan khususnya di fakultas biologi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, senantiasa berkontribusi berkarya untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

Penelitian dari Budi Daryono berhasil mengeksplorasi potensi melon lokal sebagai bahan dasar industri kosmetik. Melalui pendekatan bioteknologi modern, Budi mengembangkan kultivar baru dengan metode persilangan indukan NO3 dengan MR5. Persilangan tersebut menghasilkan karakter kulit buah melon yang berukuran kecil, pahit, namun memiliki aroma khas yang kuat. Aroma inilah yang diekstraksi dan diolah menjadi produk Gama Melon Parfum. “Gama Melon Parfum ini memiliki karakter genetik yang unik. Dia punya kandungan Cucurbitacine serta berbagai metabolik sekunder yang berpotensi untuk industri kosmetik,” terang Budi.

Sebagai informasi, industri kosmetik dalam negeri masih banyak dikuasai oleh pemain-pemain impor. Hal ini mengakibatkan produk kosmetik cenderung memiliki harga yang mahal, padahal pemakaiannya bisa bersifat konsisten. Guna mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, Gama Melon Parfum dikembangkan dengan memanfaatkan hasil produksi buah lokal.

Tanaman Gama Melon Parfum mampu menghasilkan 4-10 buah dengan berat 50 gram sampai 4 ons. Rata-rata masa panennya pun cenderung cepat, yakni sekitar 55-58 hari. Adanya inovasi ini tidak hanya memberikan solusi untuk mendongkrak produk kosmetik lokal, namun juga membuat produk yang lebih ramah lingkungan. “Saat ini, tim Gama Melon telah memiliki dua produk yang dihasilkan dari buah Gama Melon Parfum, yaitu shampo dan sabun,” ujarnya.

Produk shampo Gama Melon Parfum telah dikomersialisasikan melalui kerja sama Gama Melon Parfum dengan PT. Gizi Indonesia dan PT. Nudira Sumber Daya Indonesia. Ekstrak Gama Melon Parfum ini dipakai dalam produk shampo NAHLA dalam program Riset Inovatif Produktif (RISPRO)-LPDP. Proses produksi dilakukan di Greenhouse hidroponik, Pangalengan, Jawa Barat. Inisiasi komersial ini telah dijalankan sejak tahun 2018-2021 untuk mengembangkan senyawa bioaktif seperti flavonoid, terpenoid, dan saponin. Dilanjutkan dengan uji prototipe untuk menyesuaikan karakter ekstrak Gama Melon Parfum.“Kami juga sedang melakukan penelitian anti kanker dan anti diabetes mellitus untuk Gama Melon Parfum ini. Karakter unik ini harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangkan kultivar tanaman inovatif seperti Gama Melon Parfum dapat mendukung kemandirian bangsa di industri kosmetik dan biomedis. Selain itu, penggunaan jenis buah lokal diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Lebih lanjut, Budi Daryono berharap agar penghargaan yang diterimanya dapat menginspirasi rekan-rekan dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya. “Tugas kita sebagai akademisi adalah mengungkap apa saja potensi yang dimiliki oleh keanekaragaman Indonesia. Semoga penghargaan ini menjadi titik balik kesadaran kita untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Kembangkan Melon untuk Bahan Baku Parfum dan Kosmetik, Dosen UGM Terima Anugerah Academic Leader  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-melon-untuk-bahan-baku-parfum-dan-kosmetik-dosen-ugm-terima-anugerah-academic-leader/feed/ 0
Tim Dosen UGM Bantu Atasi Penyakit Cacingan pada Ternak Domba  https://ugm.ac.id/id/berita/tim-dosen-ugm-bantu-atasi-penyakit-cacingan-pada-ternak-domba/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-dosen-ugm-bantu-atasi-penyakit-cacingan-pada-ternak-domba/#respond Sat, 30 Nov 2024 04:19:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73386 Helminthiasis atau Penyakit cacingan pada ternak domba menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh peternak di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga menurunkan produktivitas dan kesejahteraan peternak. Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah […]

Artikel Tim Dosen UGM Bantu Atasi Penyakit Cacingan pada Ternak Domba  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Helminthiasis atau Penyakit cacingan pada ternak domba menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh peternak di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga menurunkan produktivitas dan kesejahteraan peternak.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto, bersama Dosen Fakultas Peternakan Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, Ph.D., Dosen FEB UGM Prof. Dr. Drs. Catur Sugiyanto, MA, melibatkan tim asisten dan mahasiswa, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kalurahan tersebut, yang bertujuan untuk memberikan solusi dalam mengendalikan penyakit cacingan pada domba.

Kegiatan ini berlangsung dari bulan April hingga Desember 2024, yang didukung oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada melalui skema Program Desa Binaan. Kegiatan ini bekerjasama dengan kelompok ternak di dusun Sompok, yang dimotori oleh bapak Anton.

Dampak Penyakit Cacingan 

Penyakit cacingan pada domba dapat mengurangi daya tahan tubuh ternak, menyebabkan diare, mengganggu proses pencernaan, anemia, domba menjadi kurus, dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Dikatakan Indarjulianto, penyakit cacingan ini adalah salah satu penyakit yang sering menyerang ternak di daerah Kalurahan Sriharjo, terutama pada musim hujan ketika kondisi kelembaban tinggi dan lingkungan ternak kurang terjaga kebersihannya. “Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyebar lebih luas dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi para peternak, karena akan menurunkan produktivitas ternak, baik dalam hal pertumbuhan, kualitas daging, maupun hasil susu,” kata Indarjulianto dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Sabtu (30/11).

Menurut Indarjulianto, pengendalian penyakit ini memerlukan pendekatan yang terintegrasi, termasuk pemeriksaan dan pengobatan cacing pada ternak, pengelolaan lingkungan sehingga siklus hidup cacing terputus dan pendampingan peternak mengenai cara mencegah kejadian penyakit cacingan.

Untuk saat ini tim PkM UGM bersama mahasiswa koasistensi Interna Hewan Kecil FKH UGM telah melakukan pemeriksaan klinis domba dan kambing di kelompok ternak Dusun Sompok, dilanjutkan pemeriksaan laboratoris. Selanjutnya, ternak yang terinfeksi cacing selanjutnya telah diinformasikan ke pemilik kemudian diobati. “Peternak juga diajak diskusi tentang tanda klinis domba atau kambing cacingan dan cara penanggulangannya, terutama melalui pengelolaan kotoran,” ujarnya.

Selain itu,  tim PkM UGM juga mendampingi peternak untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Pupuk organik ini telah dimanfaatkan untuk memupuk tanaman petani di Kalurahan Sriharjo dan sebagian dijual. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan kejadian kasus infeksi cacing pada ternak di dusun Sompok berkurang, sehingga peternak dapat melanjutkan penanggulan infeksi cacing secara mandiri, ramah lingkungan dan lebih murah.

Anton, selaku pemilik peternakan dan sekaligus ketua Kelompok Taruna Tani Kalurahan Sriharjo menyampaikan apresiasi atas bantuan pendampingan dan pengobatan yang diberikan oleh tim dari UGM, khususnya dalam pengobatan dan penanggulangan cacingan pada domba dan kambing melalui pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk. “Kami berharap pengetahuan mengenai penanganan penyakit cacingan semakin memotivasi para peternak untuk semakin bersemangat beternak kambing dan domba,” katanya.

Ia berharap kegiatan pengabdian ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan  sehingga bisa meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan. “Ke depan kami nantinya bisa mengelola peternakan dengan cara yang lebih profesional dan efisien,” harapnya.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Tim Dosen UGM Bantu Atasi Penyakit Cacingan pada Ternak Domba  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-dosen-ugm-bantu-atasi-penyakit-cacingan-pada-ternak-domba/feed/ 0
Pakar UGM Ingatkan Para Atlet Olahraga Jangan Asal Mengkonsumsi Obat https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-ingatkan-para-atlet-olahraga-jangan-asal-mengkonsumsi-obat/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-ingatkan-para-atlet-olahraga-jangan-asal-mengkonsumsi-obat/#respond Tue, 27 Aug 2024 06:06:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69909 Selalu disiplin dalam berlatih dan menjaga asupan gizi menjadi salah satu faktor pendukung bagi atlet untuk bisa menggapai prestasi gemilang. Agar bisa terus ikut di berbagai ajang kompetisi, para atlet diminta harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat meskipun untuk keperluan pengobatan. Sebab tidak menutup kemungkinan obat yang dikonsumsi mengandung zat doping. “Mengingat sulitnya mengetahui apakah suatu […]

Artikel Pakar UGM Ingatkan Para Atlet Olahraga Jangan Asal Mengkonsumsi Obat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Selalu disiplin dalam berlatih dan menjaga asupan gizi menjadi salah satu faktor pendukung bagi atlet untuk bisa menggapai prestasi gemilang. Agar bisa terus ikut di berbagai ajang kompetisi, para atlet diminta harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat meskipun untuk keperluan pengobatan. Sebab tidak menutup kemungkinan obat yang dikonsumsi mengandung zat doping.

“Mengingat sulitnya mengetahui apakah suatu sediaan obat mengandung zat doping atau tidak, sehingga perlu mengidentifikasi jenis obat-obatan yang diresepkan,”kata Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, sekaligus Staf Bidang Iptek dan Litbang KONI DIY, Dr.rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc., dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/8) dalam menyampaikan hasil kegiatan Round Table Discussion yang bertajuk “Raih Prestasi PON Tanpa Doping”, yang berlangsung di RS Siloam Yogyakarta belum lama ini yang merupakan hasil kerja sama FK-KMK UGM, KONI DIY dan RS Siloam.

Arko menuturkan dirinya kini tengah mengembangkan aplikasi skrining doping yang akan sangat membantu tim medis dalam mengidentifikasi jenis obat-obatan yang diresepkan menjelang PON 2024. “Melalui aplikasi ini, tim medis dengan mudah dapat mengetahui apakah sediaan obat yang akan telah diberikan kepada atlet masuk kategori daftar doping atau bukan,” ucapnya.

Jika obat yang dibutuhkan mengandung zat doping namun benar-benar dibutuhkan oleh Atlet akibat kondisi medis khusus yang dialaminya, maka izin penggunaan khusus (TUE) dapat diajukan kepada National Anti-Doping Organization (IADO).

Ia menyebutkan beberapa kondisi-kondisi medis khusus yang dimaksud antara lain pengobatan akibat cedera serius, Atlet dengan riwayat Asma kambuhan, Atlet dengan penyakit jantung, ataupun karena ada riwayat medis lain yang memaksa Atlet harus mengkonsumsi obat tersebut tanpa ada pilihan obat lain yang setara.

Arko mengingatkan para atlet agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi obat yang mengandung zat doping. Terbukti menyebutkan sudah ada atlet PON 2021 dalam masa pengobatan Medis Sanksi akibat terbukti mengkonsumsi doping, sehingga menjadi warning serius bagi seluruh Atlet yang akan berlaga pada PON 2024 di awal September 2024 nanti. “Setidaknya pada PON 2021 lalu, 3 orang peraih medali Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, dicabut kemenangannya, diminta mengembalikan seluruh hadiah yang diterima beserta bonusnya, dan mendapat skorsing bahkan hingga 4 tahun,” katanya.

Penulis : Santi Andriyani/DPkM

Editor  : Gusti Grehenson

Foto.   : Freepik

Artikel Pakar UGM Ingatkan Para Atlet Olahraga Jangan Asal Mengkonsumsi Obat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-ingatkan-para-atlet-olahraga-jangan-asal-mengkonsumsi-obat/feed/ 0
Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/#respond Thu, 29 Feb 2024 22:22:09 +0000 https://ugm.ac.id/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/ Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, Ph.D memimpin kunjungan ke kawasan IKN di Kalimantan Timur. Kunjungan yang dilakukan selama dua hari, 19-20 Februari 2024 mengajak 15 dosen dari berbagai departemen di Fakultas Teknik UGM. Dalam kunjungan tersebut, mereka melihat secara langsung progres pengembangan IKN sekaligus […]

Artikel Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, Ph.D memimpin kunjungan ke kawasan IKN di Kalimantan Timur. Kunjungan yang dilakukan selama dua hari, 19-20 Februari 2024 mengajak 15 dosen dari berbagai departemen di Fakultas Teknik UGM.

Dalam kunjungan tersebut, mereka melihat secara langsung progres pengembangan IKN sekaligus melihat berbagai peluang dukungan yang dapat diberikan oleh dosen, peneliti dan juga mahasiswa FT UGM.

Sebelum ke lokasi IKN, tim Fakultas Teknik UGM disambut Cakra Nagara, S.T., M.E selaku Ditjen Cipta Karya beserta sejumlah pejabat di PUPR untuk berdiskusi terkait berbagai aspek pengembangan IKN. “Ini tentunya menjadi kesempatan kita untuk menunjukkan kepada masyarakat luas terkait perkembangan infrastruktur IKN,” ungkap Cakra Nagara.

Ali Awaludin menyampaikan jika dosen-dosen yang berkesempatan berkunjung ke IKN merupakan dosen-dosen yang melakukan risetnya berkaitan dengan sustainable building and infrastructure, green energy, smart and green transportation, juga hazard risk mitigation. “Kami sangat ingin mendapatkan gambaran makro untuk mendapatkan hal positif untuk dapat didiskusikan dengan kawan-kawan di kampus,” ucap Ali.

Selaras dengan berbagai riset yang dilakukan para dosen Fakultas Teknik UGM, dalam pertemuan tesebut dilakukan pemaparan terkait gambaran besar pembangunan IKN oleh Kementerian PUPR. Gambaran berbagai konsep smart and green yang mendukung, di antaranya nusantara green and smart road systemsgreen and smart infrastructuregreen and smart dalam pengelolaan sumber daya air.

Prof. Alva Edy Tontowi, salah satu anggota Tim Riset FT UGM menyampaikan beberapa kontribusi perguruan tinggi yang dapat diberikan untuk pembangunan IKN. Berbagai kontribusi yang bisa diberikan baik dari sisi pengembangan algoritma program untuk mendukung aspek smart maupun peralatan, serta pembangunan yang menekankan pada aspek reliability dan maintenance peralatan yang diperlukan.

Tim FT UGM pun berkesempatan mengunjungi berbagai titik pembangunan IKN. Pada kunjungan ini, Ketua Satgas Pembangunan IKN Dr. Danis Sumadilaga turut mendampingi.

Pada tiap titik kunjungan, tim FT UGM memperoleh berbagai penjelasan soal pembangunan mulai dari area pembangunan tol, instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), kawasan pembangkit listrik tenaga surya, jalan sumbu kebangsaan, seputar istana negara dan perumahan menteri, serta bendungan Sepaku Semoi.

Ali Awaludin pun menyampaikan apresiasi dan ingin belajar banyak dari perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan IKN. Menurutnya ada banyak hal menarik yang dapat dijadikan topik kerja sama penelitian.

“Kami sebagai dosen bidang engineering perlu membantu dan men-support, agar problem terkait pelaksanaan dan teknologi dapat bersama diselesaikan,” terangnya.

Penulis : Tim FT

Editor: Agung Nugroho

Artikel Tim FT UGM ke IKN Bahas Berbagai Peluang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ft-ugm-ke-ikn-bahas-berbagai-peluang/feed/ 0