IKU 8. Program Studi Berstandar Internasional. Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-8-program-studi-berstandar-internasional/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 03:19:18 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/#respond Thu, 16 Jan 2025 03:16:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74759 Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track […]

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Program fast track di FEB UGM menjadi program yang menguntungkan bagi mahasiswa. Dalam kuru waktu 5 tahun perkulihan, seorang mahasiswa yang mengikuti bisa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus. Meski begitu, mereka juga dihadapkan pada padatnya perkuliahan. Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 merupakan salah satu yang mengambil program fast track sejak tahun 2023 lalu. Memasuki tahun terakhir berkuliah S1 di Departemen Akuntansi FEB UGM, ia mendapat informasi terkait program Fast Track di FEB UGM. Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi keinginannya. “Awalnya tidak terlalu berharap karena waktu pendaftarannya cukup mepet dan mendadak, namun kesempatan seperti ini mungkin tidak datang dua kali. Lagipula kenapa tidak mencoba? nothing to lose, yang penting usaha dulu agar tidak ada penyesalan,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan, Winta berjuang mengikuti program fast track. Ia mengaku punya keinginan bisa meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan dalam waktu lebih cepat dibandingkan program regular. “Alasan lainnya tentunya di program fast track ini ada beasiswanya”, paparnya tersenyum.

Bagi Winta, tantangan dan strategi mengatur waktu menjadi kunci dalam menjalani studi di program fast track. Winta pun mengakui tantangan terbesar yang dihadapi dalam programini terkait pengelolaan waktu. “Tantangan terbesar selama menjalani program ini ya mengatur waktu. Rasanya tidak cukup melakukan semua kegiatan dalam 24 jam sehari. Pada akhirnya saya berprinsip selama masih ada hal yang bisa diusahakan, jangan pernah berhenti mencoba,” terangnya.

Menemukan ritme tepat dalam menjalani kuliah program fast track termasuk menjadi hal penting. Meskipun mengalami kesulitan di awal, Winta pun pada akhirnya berhasil beradaptasi dan mampu mengatur waktu dengan baik dengan menyusun perencanaan studi dengan berbagai skala prioritas. Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengulik informasi pendaftaran dan menyiapkan berkas sedini mungkin. “Upayakan berjuang secara maksimal di setiap tahapan seleksi. Pertama dan paling utama memantapkan diri, siapkan tekad dan komitmen, dan persiapkan segalanya dengan baik dan maksimalkan usaha di setiap tahap seleksi”, jelas Winta.

Reporter: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis  : Agung Nugroho

Artikel Anawinta Choirunnisa Berbagi Cerita Kuliah di Program Fast Track FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/anawinta-choirunnisa-berbagi-cerita-kuliah-di-program-fast-track-feb-ugm/feed/ 0
Tiga Prodi di UGM Siap Menyambut Akreditasi Internasional FIBAA https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-di-ugm-siap-menyambut-akreditasi-internasional-fibaa/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-di-ugm-siap-menyambut-akreditasi-internasional-fibaa/#respond Fri, 09 Aug 2024 13:58:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69189 Universitas Gadjah Mada baru saja menyelenggarakan Opening Online International Accreditation dari lembaga akreditasi Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) secara daring, 7-9 Agustus. Kegiatan ini merupakan pertemuan awal dalam penetapan akreditasi kepada tiga Program Studi di Universitas Gadjah Mada, yaitu Program Studi Sarjana Bahasa dan Sastra Prancis, Sarjana Filsafat, dan Magister Linguistik. Rektor Universitas Gadjah Mada […]

Artikel Tiga Prodi di UGM Siap Menyambut Akreditasi Internasional FIBAA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada baru saja menyelenggarakan Opening Online International Accreditation dari lembaga akreditasi Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) secara daring, 7-9 Agustus. Kegiatan ini merupakan pertemuan awal dalam penetapan akreditasi kepada tiga Program Studi di Universitas Gadjah Mada, yaitu Program Studi Sarjana Bahasa dan Sastra Prancis, Sarjana Filsafat, dan Magister Linguistik.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D, menyampaikan bahwa UGM akan mengajukan tiga program studi untuk mendapatkan akreditasi FIBAA. “Tiga program studi ini telah dengan tekun menerapkan standar FIBAA untuk memenuhi tolak ukur kualitas yang diperlukan,” ujar Rektor, Jumat (9/8).

FIBAA sendiri merupakan lembaga akreditasi internasional yang didirikan untuk memberikan jaminan mutu dan pengembangan pendidikan tinggi. Selain itu, lembaga akreditasi ini bertujuan untuk mempromosikan, memperbarui, dan mereformasi sistem dan lembaga di perguruan tinggi, dengan memberikan sertifikat mutu kepada program pendidikan dan lembaga pendidikan tinggi.

Dalam proses pengusulan akreditasi ini dimulai dengan sesi presentasi ketiga program studi dan dilanjutkan sesi diskusi yang mendalam mengenai berbagai aspek strategi universitas, termasuk peringkat, dukungan riset, dan internasionalisasi. Pada diskusi ini, panel UGM menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dipandu oleh moderator dari FIBAA.

Diskusi dimulai dengan pertanyaan dari Hans-Georg selaku asesor mengenai pentingnya peringkat universitas dalam strategi universitas dan langkah-langkah konkret yang diambil untuk mendukung riset dan publikasi.

Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA, selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM menambahkan bahwa ada dua tujuan melakukan pemeringkatan, yakni ingin mendapatkan rekognisi, seperti yang diamanatkan oleh pemerintah. Lalu untuk memastikan bahwa kami menjadi tolak ukur bagi yang terbaik di dunia. “Jadi dalam hal proses pembelajaran, kami ingin tahu apakah kami sudah memiliki standar yang sama dengan universitas-universitas terbaik di dunia atau belum,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa peringkat yang baik memungkinkan universitas untuk mendapatkan lebih banyak dukungan mobilitas studi dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi.

Dalam proses pengajuan akreditasi ini diikuti oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Filsafat Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., dan Ketua Program Studi Linguistik Dr. Suhandono.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Tiga Prodi di UGM Siap Menyambut Akreditasi Internasional FIBAA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-di-ugm-siap-menyambut-akreditasi-internasional-fibaa/feed/ 0
FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/#respond Fri, 05 Jul 2024 05:43:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65828 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)  berhasil mempertahankan akreditasi dari lembaga akreditasi sekolah bisnis internasional bergengsi yaitu The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Raihan akreditasi bergengsi ini merupakan kali ketiga berturut-turut yang diraih FEB UGM. Pertama kali meraih akreditasi pada tahun 2014 sebagai sekolah bisnis pertama di Indonesia yang […]

Artikel FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)  berhasil mempertahankan akreditasi dari lembaga akreditasi sekolah bisnis internasional bergengsi yaitu The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Raihan akreditasi bergengsi ini merupakan kali ketiga berturut-turut yang diraih FEB UGM. Pertama kali meraih akreditasi pada tahun 2014 sebagai sekolah bisnis pertama di Indonesia yang terakreditasi AACSB. Kemudian FEB UGM berhasil mempertahankan akreditasi pertama di tahun 2019 dan kedua di tahun 2024 ini.

Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., C.A., menyampaikan keberhasilan mempertahankan akreditasi internasional ini merupakan bukti pengakuan bahwa proses pendidikan, sumber daya manusia, infrastruktur, dan prestasi mahasiswa di FEB UGM telah mengacu pada “best practices” dan sejajar dengan kampus terkemuka di berbagai belahan dunia. Dengan misi menumbuhkembangkan pemimpin masa depan dalam ilmu ekonomi dan bisnis untuk mengembangkan aspek berkelanjutan (Nurture Future-Ready Leaders in Economics and Business to Foster Sustainability), FEB memiliki komitmen kuat untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas bagi masyarakat.

“FEB UGM telah melakukan dua kali reakreditasi atau perpanjangan akreditasi sebagai bagian dari proses yang terus menerus dinilai untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan capaian reakreditasi ini kami menegaskan komitmen untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan mutu pendidikan, riset, serta kontribusi bagi masyarakat di level nasional maupun global,” tuturnya, Jum’at (5/7) saat konferensi pers di kampus FEB UGM.

Didi menekankan bahwa akreditasi yang diraih tidak sekadar memperoleh selembar sertifikat saja. Akreditasi ini menjadi pembuktian adanya perbaikan dan peningkatan kualitas dari berbagai bidang khususnya dalam tridharma perguruan tinggi.

“Raihan akreditasi AACSB ini membuktikan bahwa seluruh proses kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan FEB UGM berdampak luas bagi masyarakat maupun dunia bisnis. Hal ini sejalan dengan misi dan visi UGM menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang unggul dan inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,”paparnya.

Pengakuan dari AACSB ini disebutkan Didi bukan hanya menjadi prestasi dari FEB UGM saja. Akreditasi bergengsi ini, juga merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika (dosen, mahasiswa), staf profesional, alumni, serta dukungan mitra.

Capaian akreditasi AACSB yang diperoleh FEB UGM pada tahun 2024 ini kian terasa Istimewa. Pasalnya, FEB UGM berhasil memperluas lingkup program studi (prodi) yang terakreditasi AACSB International, termasuk program S1, S2, S3 di bawah Departemen Ilmu Ekonomi.

Dengan begitu, 13 prodi di bawah Departemen Akuntansi, Departemen Ilmu Ekonomi, dan Departemen Manajemen, mulai jenjang sarjana, magister, hingga doktor telah mendapatkan pengakuan akreditasi AACSB. Hal ini menunjukkan dedikasi FEB UGM dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi dan relevan dengan kebutuhan global.

Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menambahkan bahwa reakreditasi AACSB International ini juga menjadi penanda akan kualitas seluruh proses pembelajaran di FEB UGM setara dengan sekolah-sekolah bisnis di dunia.

“Hanya 6 persen sekolah bisnis di dunia yang terakreditasi AACSB. Karenanya, reakreditasi AACSB yang diraih FEB UGM ini menunjukkan prestasi yang luar biasa,” urainya.

Reakreditasi AACSB International ini, dikatakan Bayu, membuka peluang baru yang lebih besar dalam mengembangkan program pendidikan, salah satunya membuka kesempatan paparan internasional yang lebih luas lagi. Selain itu, reakreditasi ini juga semakin memperluas pintu bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman international exposure, seperti student exchange, double degree program, international summer course, joint research, visiting professor, dan lainnya.

Hingga saat ini, FEB UGM telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 78 mitra universitas di berbagai negara dunia. Tak hanya itu, dengan reakreditasi ini juga membuka pintu pengembangan mata kuliah yang sifatnya pembelajaran daring inovatif di tingkat internasional seperti mata kuliah Digital Accounting Transformation yang diselenggarakan FEB UGM bekerja sama dengan Partnership of Asian Management Schools (PAMS). Selain itu,  mengembangkan program dan mata kuliah yang berfokus pada isu-isu berkelanjutan seperti program ASEAN Master in Sustainability Management bersama University of Agder dan AUN-BE yang menawarkan program MBA kolaboratif. Program ini menyatukan berbagai perspektif akademis dan praktis guna menghadapi tantangan berkelanjutan.

Bayu menjelaskan capaian reakreditasi AACSB International kedua kalinya ini membawa tanggung jawab yang lebih besar lagi bagi FEB UGM untuk memperluas kontribusi positif bagi masyarakat. “Capaian akreditasi AACSB International ini adalah buah dari perjuangan semua sivitas. Hal ini bukan merupakan akhir dari perjalanan namun baru sebagian etape untuk selalu memberikan kualitas pembelajaran terbaik dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki wawasan keberlanjutan dan memberikan impak bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara Wakil Dekan FEB Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suyanto, S.E., M.B.A., Ph.D., menambahkan sejak terakreditasi pada tahun 2014 silam, FEB terus berupaya meningkatkan kualitas ekosistem pendukung yang berwawasan keberlanjutan dan berstandar internasional. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan fasilitas dan  infrastruktur berstandar internasional dengan penyediaan fasilitas laboratorium dan sumber pembelajaran online, termasuk basis data seperti Bloomberg, CEIC, dan Osiris dan pengembangan Learning Academic and Multimedia Production (LAMP) untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran daring.

Selanjutnya, penyediaan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan termasuk penyandang disabilitas serta menerapkan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CSHE) dalam seluruh proses kegiatan kampus.

FEB UGM, lanjutnya, melakukan simplifikasi proses bisnis agar semakin mudah, efisien, dan cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai pemampu seperti pembentukan unit LAMP untuk menyiapkan materi pembelajaran di era digital dan memperkuat Unit Sistem Informasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (SIFE) dengan mengembangkan aplikasi dan sistem Informasi.

FEB UGM juga melakukan pengalokasian sumber daya organisasi yang difokuskan pada peningkatan kompetensi dan kapasitas dosen dan staf profesional untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Kualifikasi dosen sesuai standar akreditasi nasional dan internasional ditingkatkan dengan menyediakan hibah pengajaran/pendidikan berbasis MOOC (massive online and open courses), hibah penelitian berupa hibah mandiri, kompetitif, dan kolaboratif serta hibah pengabdian kepada masyarakat dalam klinik oleh laboratorium dan bidang kajian.

“Selain itu, pengembangan kapasitas dosen dan staf profesional juga diberikan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut, program pelatihan, pengembangan, dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi,” ucapnya.

Akreditasi AACSB International yang diperoleh FEB UGM ini dikatakan Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., menjadi peluang baru untuk menjalin kemitraan yang lebih luas dengan berbagai sekolah bisnis terkemuka dunia sekaligus membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, konferensi internasional, riset bersama, serta inisiatif kolaborasi lainnya. Sebagai contoh, FEB UGM telah membangun kolaborasi pembelajaran secara daring dalam Partnership of Asian Management School (PAMS) bersama lima universitas mitra internasional. FEB UGM juga membangun program ASEAN Master in Sustainability untuk mahasiswa ASEAN dan Norwegia bekerja sama dengan University of Agder. Program ini mendapatkan pendanaan penuh dari pemerintah Norwegia.

Raihan akreditasi AACSB International ini disebutkan Gumilang memberikan tanggung jawab, komitmen dan pencapaian yang lebih tinggi lagi termasuk dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. FEB UGM akan terus mendorong para dosen dan penelitinya untuk menghasilkan penelitian dan publikasi yang berdampak bagi masyarakat yang lebih luas. Tidak sedikit riset yang dilakukan oleh dosen FEB UGM  yang menghasilkan societal impact. Salah satunya, Dr. Elan Satriawan bekerja sama dengan penerima Nobel bidang ekonomi 2019, Prof. Abhijit Banerjee (MIT). Hasil riset tersebut telah dipublikasikan di American Economic Review, yang merupakan jurnal terkemuka di bidang ilmu ekonomi. Penelitian tersebut memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia terkait desain program perlindungan sosial.

Perolehan reakreditasi AACSB International pada tahun 2024 ini melengkapi capaian pengakuan atas kualitas pendidikan di FEB UGM. Di tahun 2024 FEB UGM juga berhasil mendapatkan predikat akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk pertama kalinya. Akreditasi sebelumnya diperoleh dari BAN PT sebagai pengakuan atas akreditasi internasional AACSB.  Tahun ini,  12 prodi dari program sarjana, magister, doktor dan profesi di FEB UGM yang diakreditasi secara “spartan” dari bulan Januari 2024 sampai April 2024 semua berhasil memperoleh predikat tertinggi yaitu Unggul dari LAMEMBA. Jadi untuk pertama kalinya FEB UGM mengikuti akreditasi nasional oleh LAMEMBA yang bukan sekedar konversi atau pengakuan dari akreditasi internasional, yang bersamaan dengan akreditasi AACSB.

Capaian rekor akreditasi unggul dari LAMEMBA (12 Prodi) dan akreditasi internasional AACSB (13 Prodi) secara bersamaan di tahun 2024, tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dari semua pihak yaitu para dosen, mahasiswa, staf profesional (tenaga kependidikan), mahasiswa, alumni dan para mitra serta dukungan dari Rektor beserta jajaran di Kantor Pusat UGM. Dekan FEB UGM mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi dari semua pihak atas prestasi ini.

FEB UGM memaknai keberhasilan reakreditasi internasional dan akreditasi unggul dari LAMEMBA, sebagai peluang untuk meningkatkan kontribusi untuk negeri dan dunia. Tidak hanya itu, FEB UGM tetap berkomitmen kuat untuk memberikan layanan pendidikan tinggi berkelas dunia kepada anak bangsa dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai latar belakang ekonomi serta orientasi penelitian dan publikasi yang berdampak bagi masyarakat yang lebih luas. Melalui reakreditasi internasional AACSB dan akreditasi unggul LAMEMBA, FEB UGM semakin mengakar kuat dan menjulang tinggi.

Narahubung Media: Kurnia Ekaptiningrum, S.IP/ Humas FEB UGM

Artikel FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/feed/ 0
Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/#respond Tue, 14 May 2024 03:35:35 +0000 https://ugm.ac.id/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/ Tiga mahasiswa  International Undergraduate Program (IUP) Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2021 mengikuti program MBKM Magang di Sumiyoshi Livestock Station, Miyazaki University, Jepang. Mereka yang mengikuti program MBKM Magang pada pertengahan Mei-pertengahan Agustus 2024, ini adalah Alma Zhahira Elvaretta Wibawa, Radedya Wardhana Putra, dan Muhammad Yazida Rizky. Ketiganya […]

Artikel Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tiga mahasiswa  International Undergraduate Program (IUP) Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2021 mengikuti program MBKM Magang di Sumiyoshi Livestock Station, Miyazaki University, Jepang. Mereka yang mengikuti program MBKM Magang pada pertengahan Mei-pertengahan Agustus 2024, ini adalah Alma Zhahira Elvaretta Wibawa, Radedya Wardhana Putra, dan Muhammad Yazida Rizky.

Ketiganya sebelum berangkat pada tanggal 14 Mei 2024 mendapatkan pembekalan. Pembekalan secara langsung disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., I.P.U., ASEAN Eng., Ketua Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Sekretaris Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP., dan  Ir. Yogi Sidik Prasojo, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPP selaku Koordinator Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Peternakan UGM, Senin (13/5).

Tri Satya Mastuti menuturkan ada 11 mahasiswa S1 IUP Fapet UGM Angkatan 2021 yang nantinya tersebar mengikuti magang maupun pertukaran mahasiswa di berbagai negara. Mereka ada di Jepang sebanyak 5 mahasiswa, 2 orang ke Australia, 1 orang ke Thailand, 2 orang ke Korea Selatan, dan 1 orang ke Belanda.

“Magang ke Miyazaki University ini merupakan salah satu wujud kegiatan kerja sama Fapet UGM dan Miyazaki University yang sudah lama terjalin, dan baru pertama kali untuk program Magang Mahasiswa Program IUP di Fapet angkatan tahun 2021. Program International Exposure ini bentuknya ada yang magang ada pula pertukaran mahasiswa seperti yang di Korea Selatan, Belanda, Thailand, dan Australia,” katanya.

Dekan Fakultas Peternakan UGM berharap para mahasiswa nantinya bisa memanfaatkan kegiatan magang seoptimal mungkin, baik untuk menambah pengalaman maupun meningkatkan kapasitas diri.

“Tetap jaga kesehatan dan nama baik UGM di sana,” pesan Budi Guntoro.

Alma Zhahira mewakili 2 rekannya mengaku senang sekaligus bangga bisa mengikuti magang di Miyazaki University. Ia berharap melalui magang ini bisa menambah pengalaman serta ilmu peternakan yang ia tekuni.

Penulis: Humas Fapet/Satria

Artikel Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/feed/ 0
Selain Kedokteran, Yuk Kenali 2 Prodi S1 FK-KMK UGM   https://ugm.ac.id/id/berita/selain-kedokteran-yuk-kenali-2-prodi-s1-fk-kmk-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/selain-kedokteran-yuk-kenali-2-prodi-s1-fk-kmk-ugm/#respond Fri, 22 Mar 2024 06:23:40 +0000 https://ugm.ac.id/selain-kedokteran-yuk-kenali-2-prodi-s1-fk-kmk-ugm/ Prodi kedokteran merupakan salah satu prodi yang paling diminati bagi calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus UGM. Di  tahun 2023 lalu, untuk kuota satu kursi prodi kedokteran diperebutkan 93 orang melalui jalur Ujian Masuk -Computer Based Test (UM UGM CBT), diperebutkan 70 orang lewat jalur SNBT dan 42 orang melalui jalur SNBP. Bagi Anda calon mahasiswa […]

Artikel Selain Kedokteran, Yuk Kenali 2 Prodi S1 FK-KMK UGM   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prodi kedokteran merupakan salah satu prodi yang paling diminati bagi calon mahasiswa baru untuk kuliah di kampus UGM. Di  tahun 2023 lalu, untuk kuota satu kursi prodi kedokteran diperebutkan 93 orang melalui jalur Ujian Masuk -Computer Based Test (UM UGM CBT), diperebutkan 70 orang lewat jalur SNBT dan 42 orang melalui jalur SNBP.

Bagi Anda calon mahasiswa baru, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada tidak hanya memiliki prodi kedokteran saja, namun juga ada dua prodi lainnya yang bisa kamu pilih yakni prodi Ilmu Keperawatan dan prodi Gizi Kesehatan.

Di prodi S1 Ilmu Keperawatan, mahasiswa akan dididik untuk menjadi lulusan yang mampu memberikan asuhan keperawatan pada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam rentang sehat sakit di semua tatanan pelayanan Kesehatan yang berbasis bukti dan peka budaya. Lulusan di prodi ini dikenal dengan tenaga profesi Ners. Sementara di prodi S1 Gizi Kesehatan, mahasiswa dididik agar dapat bekerja dan mengabdikan dirinya dalam upaya perbaikan gizi dan upaya asuhan gizi yang terstandar. Secara umum di masyarakat lulusan program studi ini dikenal sebagai konsultan gizi atau ahli gizi (nutrisionis).

Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, mengatakan kegiatan pembelajaran pendidikan dan pengajaran dalam rangka untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, berbudi pekerti luhur dan mampu menjadi pelopor perubahan di bidang kedokteran dan kesehatan. Untuk mendukung kualitas pendidikan akademik semakin berkualitas dan berstandar internasional, kita secara rutin melakukan akreditasi program studi serta berusaha mendapatkan sertifikasi internasional,” kata Yodi, Jumat (22/3).

Program studi S1 Kedokteran dan Profesi Dokter, kata Dekan, sudah terakreditasi penuh oleh Akreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN). Lalu Program studi S1 Gizi sudah bersertifikasi internasional oleh Asean University Network – Quality Assurance (AUN-QA). Sementara  Program Studi Ilmu Keperawatan tengah pengajuan akreditasi internasional The Accreditation Commission for Education in Nursing (ACEN), Lembaga akreditasi pendidikan keperawatan internasional yang berbasis di Amerika Serikat.

Nabila Najma (20), merupakan salah satu mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan yang kini tengah menjabat sebagai Ketua BEM FK-KMK UGM. Ia bercerita,  kuliah di Ilmu Keperawatan merupakan jurusan yang sudah ia pilih sejak di bangku SMA. “Karena saya masuk ke dalam jurusan yang saya inginkan, jadi saya cukup enjoy dengan pembelajarannya. Banyak dosen dan kating (kakak tingkat)  yang selalu membantu saya ketika kesulitan,” kata Nabila menceritakan pengalamannya.

Di prodi Keperawatan, kata Nabila, terdapat pembelajaran komunikasi terapeutik yang mana sangat berguna untuk calon perawat dapat berkomunikasi bersama pasien dengan baik dan benar. Selanjutnya, hari-hari disibukkan dengan kegiatan praktikum  guna meningkatkan skills lab dimana terdapat simulasi praktik dengan topik tertentu sesuai sistem blok.

Beruntung bagi Nabila, sejak dari awal kuliah, ia sudah berusaha untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di kampus dengan selalu mencari informasi terbaru agar ia tidak ketinggalan dengan teman-temannya. Selain itu, ia juga berusaha belajar membangun relasi dengan teman kuliahnya agar bisa saling membantu ketika ia menghadapi kendala. “Saya belajar mengatur waktu sendiri baik untuk segi akademik maupun non akademik,” paparnya.

Kesukaannya ikut berorganisasi selama kuliah ternyata mengantarkan Nabila saat ini terpilih sebagai Ketua BEM. Ikut dalam organisasi BEM, memberi pengalaman baru baginya karena ia bisa menambah teman baru dari prodi lain. “Di BEM, saya belajar bagaimana berorganisasi dengan baik, dan juga saya bisa lebih mengasah soft skills saya sendiri,” katanya.

Untuk membagi waktu antara kuliah dan berorganisasi, Nabila mengaku ia selalu membuat catatan kecil tentang agenda kerja harian yang akan dilakukannya selama berada di kampus. Kalaupun ada keperluan mendadak terkait organisasi, ia selalu mengatur waktu rapat lebih sering di malam hari agar tidak mengganggu kesibukan kuliahnya. “Tetap apapun itu, akademik yang selalu saya nomor satukan,”ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Maulana Sabrang. Mahasiswa prodi kedokteran FK-KMK UGM angkatan 2021 ini, mengaku salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa Prodi Kedokteran adalah manajemen waktu. Ia selalu menerapkan disiplin waktu dan skala tugas prioritas. Apalagi kegiatan kuliah dan praktikum menjadi kebiasaan rutin yang harus dilakoninya selama menempuh pendidikan S1.  Namun begitu ia tetap menyiasati waktu untuk kegiatan lain seperti belajar mandiri, organisasi, dan bermain dengan teman di waktu luang. “Saya juga menerapkan penggunaan matriks prioritas mengenai hal apa saja yang mesti saya eksekusi dalam waktu dekat sampai dengan kegiatan yang perlu saya abaikan,” ujarnya.

Berkuliah di Kedokteran UGM, kata Sabrang, kurikulum pendidikan  disusun dengan sangat komprehensif sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Ia menyebutkan, kegiatan akademik di Kedokteran UGM sangat beragam, terdiri atas kuliah integrasi antar departemen, praktikum, focus group discussion (tutorial), dan basic clinical competence training (BCCT). Selain itu, ada kegiatan Community and Family Health Care Interprofessional Education (CFHC-IPE) sebagai kegiatan gabungan antara teman-teman mahasiswa Keperawatan dan Gizi dalam membimbing salah satu keluarga mitra.

Adapun pada sistem perkuliahan di Kedokteran, dikemas dalam sistem blok di mana satu semester terdiri atas 3 blok. Masing-masing blok di antaranya terdapat dua kali ujian kumulatif dan tentamen. Sementara di akhir semester ada UAS dan juga OSCE.

Soal tips agar ia bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, Sabrang mengaku ia harus pintar menyeimbangkan waktunya antara kuliah dan berorganisasi. “Bagi saya, salah satu kunci agar bisa bertahan kuliah di Kedokteran hanya ikhlas dan menyeimbangkan waktu antara belajar, bermain, dan berorganisasi,” pesannya.

Ditanya soal rencana untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan spesialis, Sabrang mengaku saat ini ia masih bimbang mengenai spesialisasi yang akan diambil setelah lulus pendidikan dokter. “Saya memiliki beberapa ketertarikan. Saya tertarik menjadi seorang spesialis obstetri dan ginekologi karena saya senang engage dengan ibu hamil sekaligus ikut mengedukasi pasien. Akan tetapi, di satu sisi saya juga merasa tertarik dengan spesialisasi jantung dan pembuluh darah atau bedah thoraks kardiovaskular (Sp.BTKV) yang saya kira cukup menarik. Entahlah, saya masih bingung,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Selain Kedokteran, Yuk Kenali 2 Prodi S1 FK-KMK UGM   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/selain-kedokteran-yuk-kenali-2-prodi-s1-fk-kmk-ugm/feed/ 0
4 Prodi Departemen Fisika FMIPA UGM Mendapat Penilaian Akreditasi ASIIN https://ugm.ac.id/id/berita/4-prodi-departemen-fisika-fmipa-ugm-mendapat-penilaian-akreditasi-asiin/ https://ugm.ac.id/id/berita/4-prodi-departemen-fisika-fmipa-ugm-mendapat-penilaian-akreditasi-asiin/#respond Wed, 06 Mar 2024 06:32:03 +0000 https://ugm.ac.id/4-prodi-departemen-fisika-fmipa-ugm-mendapat-penilaian-akreditasi-asiin/ Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) melakukan penilaian akreditasi kepada 4 (empat) program studi di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM).  Keempat program studi tersebut adalah Program Sarjana Fisika (PSF), Program Studi Geofisika (PSG), Program Magister Fisika, dan Program Doktor dalam […]

Artikel 4 Prodi Departemen Fisika FMIPA UGM Mendapat Penilaian Akreditasi ASIIN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) melakukan penilaian akreditasi kepada 4 (empat) program studi di Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM).  Keempat program studi tersebut adalah Program Sarjana Fisika (PSF), Program Studi Geofisika (PSG), Program Magister Fisika, dan Program Doktor dalam Fisika.

Penilaian akreditasi ASIIN dilakukan selama dua hari, 5-6 Maret 2024 di UGM. Mereka yang melakukan penilaian antara lain Prof. Dr.  Gert-Ludwig Ingold, Prof. Dr. Ethem Buelent Tezkan, Herri Trilaksana, Ph.D, Langgam Bagaspratomo, Muhammad Taufigi, dan Dr. Natalia Vega.

Menyampaikan sambutan saat membuka kegiatan penilaian, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D mengatakan sebagai institusi pendidikan tinggi nasional yang berkelas dunia dan unggul salah satu strategi yang dilakukan Universitas Gadjah Mada adalah melakukan dengan konsisten memantau kualitas, termasuk input-proses-output pengelolaan pendidikan program studi, dan menjalani akreditasi internasional melalui badan akreditasi bereputasi sebagai evaluator eksternal. UGM pun aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dengan lembaga akreditasi internasional untuk memberikan pengakuan terhadap kualitas pendidikan.

“Salah satunya dengan lembaga ASIIN yang saat ini sedang melakukan akreditasi terhadap empat program studi di Departemen Fisika FMIPA,” katanya di Ruang Multimedia 1, Selasa (5/3).

Rektor menyampaikan ASIIN sejak tahun 2015 terlibat aktif dalam menjaga mutu, melakukan akreditasi berkelanjutan, dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap program studi yang dinilai. Disebutnya, UGM saat ini memiliki 31 program studi yang terakreditasi ASIIN.

Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan asesmen oleh dua lembaga internasional lainnya yang berkedudukan di Amerika, yaitu AACSB untuk Prodi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan ACEN untuk Program Studi Keperawatan FK-KMK. Karenanya, ia menyampaikan ucapan terima kasih untuk kesediaan menilai keempat program studi di UGM.

“Kami berharap proses akreditasi ini dapat bermanfaat bagi program studi, departemen, fakultas, dan universitas secara keseluruhan,” imbuhnya.

Dr. Natalia Vega mewakili tim penilai dari ASIIN mengatakan Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu mitra terpenting, dan berharap dengan tahapan penilaian yang dilakukan ASIIN mampu memperkuat dan meningkatkan mutu program studi yang dimiliki UGM. Melalui diskusi-diskusi diharapkan akan membawa kontribusi penting untuk universitas-universitas di Jerman, dan sebaliknya.

“Kita berharap kolaborasi akan terus berlanjut, dan kita akan mengadakan konferensi di Indonesia bertema memajukan pendidikan tinggi. Kita juga akan mengundang UGM di acara ini,” katanya.

Prof. Dr.  Gert-Ludwig Ingold menambahkan Tim ASIIN datang ke UGM di samping menilai juga melakukan berbagai perbaikan terhadap program studi yang dimiliki UGM. Tim ASIIN tentu saja mencoba untuk mengetahui kebutuhan Universitas atau program studi terkait pelajaran-pelajaran dengan berbagai target-target yang ingin dicapai.

“Kami telah mendengar berbagai keinginan, dan UGM telah menjadi Universitas Nasional yang luar biasa, dan sangat maklum pengelolaan terkait kualitas ini sangat penting bagi UGM,” tuturnya.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Donnie

Artikel 4 Prodi Departemen Fisika FMIPA UGM Mendapat Penilaian Akreditasi ASIIN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/4-prodi-departemen-fisika-fmipa-ugm-mendapat-penilaian-akreditasi-asiin/feed/ 0