IKU 7. Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-7-kelas-yang-kolaboratif-dan-partisipatif/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/#respond Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74794 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama […]

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, 6-10 Januari  lalu mengusung tema Modelling Uncertainty dengan topik Designing PV System for Riverside Community. Kegiatan FACT kali ini diikuti 43 orang mahasiswa UGM dari DTMI, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), dan Departemen Teknik Kimia (DTK) serta 33 mahasiswa SUTD.

Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D., dari DTMI UGM mengatakan para peserta kegiatan FACT melaksanakan aktivitas bersama secara berkelompok di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, RW 05 Kalurahan Terban, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kalurahan Cokrodiningratan. Sesuai dengan tema yang diberikan, para peserta diminta untuk membuat sebuah perancangan model berkaitan dengan pemasangan panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat di Terban dan Cokrodiningratan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan listrik, antara lain kegiatan perkumpulan warga, penyediaan air bersih melalui pompa, dan pengolahan air limbah.

Para peserta di hari pertama mendapatkan brief dan materi latar belakang lokasi pemasangan panel surya. Hal ini perlu disampaikan agar mampu memberikan pemahaman awal mengenai lokasi yang akan dikunjungi. ”Terlebih karena di lokasi sudah terpasang beberapa panel surya di beberapa titik dan peserta akan memodelkan titik-titik yang potensial untuk dipasang panel surya”, jelas Achmad Rifai.

Ia menambahkan berbekal pengetahuan awal, pada hari kedua peserta dibawa untuk melaksanakan field trip dengan mengunjungi lokasi di Terban dan Cokrodiningratan secara langsung. Pelaksanaan field trip disambut oleh Ketua RW 05 Kalurahan Terban, Supriyanto S.Sos, di Aula Masjid Nidaul Jannah Terban. Kedatangan para peserta inipun mendapat sambuatan hangat warga Terban. ”Kami merasa senang bisa menerima kembali tamu dari SUTD, semoga kegiatan bisa berjalan lancar,” tutur Supriyanto.

Setelah memperoleh pembagian titik kunjungan, peserta yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok pada hari pertama kemudian menuju ke titik masing-masing untuk mengumpulkan data-data terperinci yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan dengan didampingi oleh liaison officer (LO) dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM dan perangkat masyarakat setempat. Sekembalinya dari field trip, peserta diberi kesempatan untuk merefleksikan hasil kunjungan sekaligus berdiskusi dalam menyusun pemodelan yang akan dipresentasikan.

Presentasi atas pemodelan yang telah dirancang pun selanjutnya dilaksanakan dengan durasi presentasi per kelompok adalah 7 menit dan durasi tanya jawab dengan para juri selama 10 menit. Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D. (DTMI UGM), dan Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D. (DTMI UGM). Para juri menilai beberapa hal dari presentasi peserta, antara lain penyusunan problem statement, penyajian data, penentuan hipotesis dan batasan analisis, penyusunan metode penyelesaian, penyajian solusi dan timbal baliknya, dan penampilan presentasi dari kelompok.

Dari penilaian yang dilakukan, ditentukan 1 tim terbaik dan 2 peserta terbaik dengan dipilih 1 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa SUTD. Setelah usai memberikan penilaian, dewan juri memilih Tim 9 sebagai tim terbaik, disusul Srikanth Srider (SUTD) dan Chika Zenita Sabrina (DTK UGM). Ketiga tim terbaik dinilai berhasil mengerjakan pemodelan instalasi panel surya. Selanjutnya, para peserta pun berkesempatan mengikuti perkuliahan dari dosen-dosen UGM dan SUTD. Mereka mengikuti perkuliahan yang disampaikan Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Syahirul Alim Ritonga, S.T., MRes (UGM), Dr. Jose Rafael Martinez Garcia (SUTD), dan Yun Prihantina Mulyani, Ph.D. (UGM).

Dr. Jose Rafael Martinez Garcia dalam closing remarks mengingatkan kembali soal pemodelan. Meski pemodelan yang dikerjakan oleh para peserta bersifat kuantitatif, ada aspek lain yang perlu untuk diperhatikan. ”Mempertimbangkan aspek manusia dalam sebuah komunitas masyarakat juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan,” terang Jose Rafael.

Hal senada diungkap Dr. Wong Wei Pin. Ia berharap para peserta, baik dari SUTD maupun UGM bisa menarik manfaat pelajaran berharga dari program FACT ini. ”Kreativitas para peserta sungguh mengesankan, dan semoga semua memperoleh wawasan yang baik dan meneruskan untuk berinovasi merancang desain yang berpusat pada manusia,” tambahnya.

Dr. Adhika Widyaparaga selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM menjelaskan topik yang diangkat oleh FACT tahun ini dikaitkan dengan SDGs. Seperti energi bersih yang terjangkau merupakan bagian dari SDGs. ”Modelling uncertainty dalam FACT saya kira memainkan peran yang besar dalam mewujudkannya, dengan merancang pembangkit energi yang tepat guna tentu menghindari kesalahan yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Adhika berharap kegiatan pengabdian dari kerja sama dua universitas ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi untuk menghasilkan energi bersih, terbarukan, dan terjangkau.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/feed/ 0
Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/#respond Fri, 02 Aug 2024 06:37:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68417 Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, […]

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kuliah umum di hadapan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik UGM, Kamis (1/8), di halaman Gedung SGLC FT UGM. Kepada para mahasiswa baru tersebut, Budi berpesan agar menggali pengalaman sebanyak mungkin saat menempuh kuliah di kampus UGM. “Pengalaman adalah modal sekaligus bentuk daya juang. Jadi adik-adik yang berpunya tanggalkan itu, salami dan salami serta ber bergaulah dengan masyarakat di Jogja karena disitu para mahasiswa akan mendapatkan experience yang baik, yang nantinya berguna di saat anda akan berkompetisi di nasional maupun internasional”, ujarnya.

Menyaksikan para mahasiswa baru Fakultas Teknik, Budi Karya mengenang kembali saat dirinya menjadi mahasiswa baru prodi Teknik Arsitektur UGM tahun 1976. Selama kuliah, selain aktif kuliah, ia juga aktif mengikuti berbagai macam kegiatan, termasuk mencari dana sponsor di Jakarta, membuat majalah, hingga ikut membuat rumah untuk para tuna wisma.“Pengalaman-pengalaman Itu sangat membekas, dan jika flashback saya kan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja sesungguhnya,” terangnya.

Ia bercerita bila dirinya adalah Pujakusuma, Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Di tahun-tahun 1976 ia merantau dari Palembang ke Yogyakarta. Perjalanan selama dua hari saat itu, ia berbekal satu ransel dengan moda transportasi naik sepur, naik kapal, dan naik sepur lagi.

Tanpa sungkan, ia pun bercerita bila pada waktu itu fisik badannya kurus. Meski begitu ia begitu bangga memakai jaket almamater UGM, dan dengan fisik seperti itu ia pun ditunjuk sebagai pengerek (pengibar) bendera saat Mapram (ospek). “Dari sini saya tahu orang Jawa itu seneng ngajeni (menghargai orang lain). Itu filosofinya dalam sekali, justru kita menjadi orang baik dan luar biasa. Sekali lagi ini penting, ngajeni itu ilmu Jawa yang saya pelajari, saya bisa menjadi pengerek bendera dari Sumatra, lalu menjadi bangga sekali menjadi mahasiswa UGM”, ucapnya.

Lulus dari Arsitektur UGM tahun 1981, Budi Karya berkarir di banyak tempat. Salah satu yang kemudian membuatnya namanya populer  saat ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, dan di tahun 2016 dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Perhubungan RI.

Menurut Budi Karya, kerjasama dan filosofi ngajeni memberi esensi bermakna dalam menyertai perjalanan karirnya. Kecelakaan transportasi Breksit tahun 2015 menjadikan karirnya semakin cemerlang.

Dengan kedua prinsip tersebut, ia mengaku mampu mengatasi solusi untuk kemacetan massif di Breksit yang berlangsung selama 3 hari. Keberhasilan tersebut karena ada kerjasama dan kolaborasi.“Konsepnya ada kerjasama dan ngajeni tadi. Semua stakeholder kita hargai, semua pemain diajak untuk kerjasama. Misal jika di lapangan Polisi menjadi lead, kita ikuti saja. Oleh karena itu untuk teman-teman mahasiswa baru UGM, konsep filosofi hidup ngajeni itu tolong dipelajari secara baik,” pintanya.

Diakhir orasi, ia pun mengajak para mahasiswa baru FT UGM untuk selalu bersyukur agar dari sisi emosional dan psikis lebih menghargai dari apa yang telah didapatkan. “Tentunya bangga sekali, dan dengan mensyukuri akan tumbuhlah cara-cara bertindak yang lebih baik, out of the box. Lalu bergaulah, pinter penting tetapi akan lebih lengkap kalau kalian memiliki pengalaman yang banyak. Saya yakin kalian bisa menjadi orang-orang terpandang di negeri ini,”katanya.

Pada kesempatan ini, Menteri Budi Karya dan Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D, IPU., ASEAN Eng, serta  Ir. H. Onny Henro Adhiaksono, M.H, selaku alumnus Teknik Sipil 1978 membagikan 1803 tumbler untuk para mahasiswa baru FT UGM. Pembagian tumbler ini sebagai upaya Fakultas Teknik UGM peduli lingkungan dengan mengurangi kemasan minuman plastik. “Pembagian tumbler ini merupakan langkah yang dilakukan Fakultas agar tumbler bisa dimanfaatkan para mahasiswa selama berkegiatan di kampus supaya kita bisa mengurangi sampah plastik”, ujar Dekan.

Penulis : Agung Nugroho

Foto     : Firsto

Artikel Menhub Budi Karya Kenang Masa Kuliah, Modal Nekat Merantau ke Yogyakarta  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menhub-budi-karya-kenang-masa-kuliah-modal-nekat-merantau-ke-yogyakarta/feed/ 0
Departemen Fisika FMIPA UGM Menggelar Workshop dalam Rangka Mendukung Inovasi Pembelajaran https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-fisika-fmipa-ugm-menggelar-workshop-dalam-rangka-mendukung-inovasi-pembelajaran/ https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-fisika-fmipa-ugm-menggelar-workshop-dalam-rangka-mendukung-inovasi-pembelajaran/#respond Thu, 11 Jul 2024 01:45:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66881 Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, Program Studi Fisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menyelenggarakan workshop Pembelajaran Berbasis Studi Kasus (Case-Study) dan Proyek (Project-Based Learning. Workshop dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan pemateri Dr. Irwan Endrayanto Aluicius dari Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik, dan diikuti para dosen dari Program Studi Fisika. Workshop […]

Artikel Departemen Fisika FMIPA UGM Menggelar Workshop dalam Rangka Mendukung Inovasi Pembelajaran pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, Program Studi Fisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menyelenggarakan workshop Pembelajaran Berbasis Studi Kasus (Case-Study) dan Proyek (Project-Based Learning. Workshop dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan pemateri Dr. Irwan Endrayanto Aluicius dari Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik, dan diikuti para dosen dari Program Studi Fisika.

Workshop pembelajaran dilakukan seiring dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, khususnya terkait Standar Kompetensi Lulusan. Pembelajaran berbasis kasus (Case-Study) sendiri merupakan pembelajaran yang mengharuskan mahasiswa untuk berperan aktif dalam memecahkan masalah melalui analisis dan diskusi kelompok. Sementara pembelajaran yang berbasis proyek (Project-Based Learning), melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata yang mengharuskan mereka untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara praktis.

Dr. Irwan memaparkan penerapan kedua metode tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk bisa memadukan pengetahuan sebelumnya dengan situasi nyata. Para mahasiswa bisa mengembangkan keterampilan sekaligus berpikir kritis dan kolaboratif.

Dalam hal ini, Irwan menandaskan pentingnya metode pembelajaran ini dalam mencapai Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri (IKU-PTN), terutama terkait pencapaian IKU 7 yaitu Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif.

“IKU 7 ini kan mensyaratkan minimal 50 persen dari kelas harus menggunakan metode berbasis kasus (Case-based) dan berbasis proyek (Project-based) untuk dapat dihitung memenuhi standar. Metode ini tentunya tidak hanya meningkatkan keterlibatan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan,” ujarnya, di FMIPA UGM, Rabu (10/7).

Melalui workshop ini, kata Irwan, Departemen Fisika FMIPA berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing secara global. Penerapan metode inovatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan zaman, serta memastikan tercapainya pendidikan yang inklusif, merata, dan dapat mendorong adanya kesempatan belajar sepanjang hayat.

Irwan sangat berharap dengan menerapkan kedua metode pembelajaran tersebut, para mahasiswa nantinya dapat menganalisis sebuah masalah berdasarkan diskusi maupun pembelajaran mandiri sebelum diskusi (self-study) serta dapat memecahkan masalah dari kasus tersebut. “Inisiatif ini juga mencerminkan upaya UGM dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang berkualitas dengan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini”, paparnya.

Penulis: Chalis Setyadi – Lintang

Editor: Agung Nugroho

Foto: Ahmad Fathan

Artikel Departemen Fisika FMIPA UGM Menggelar Workshop dalam Rangka Mendukung Inovasi Pembelajaran pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-fisika-fmipa-ugm-menggelar-workshop-dalam-rangka-mendukung-inovasi-pembelajaran/feed/ 0
FEB UGM Berikan Pelatihan Evaluasi Dampak Bagi Lembaga Filantropi DI Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-berikan-pelatihan-evaluasi-dampak-bagi-lembaga-filantropi-di-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-berikan-pelatihan-evaluasi-dampak-bagi-lembaga-filantropi-di-yogyakarta/#respond Thu, 04 Apr 2024 02:55:51 +0000 https://ugm.ac.id/feb-ugm-berikan-pelatihan-evaluasi-dampak-bagi-lembaga-filantropi-di-yogyakarta/ Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM melalui Pusat Kajian Pengentasan Kemiskinan Dan Ketimpangan (EQUITAS), Departemen Ilmu Ekonomi menyelenggarakan lokakarya Pelatihan Evaluasi Dampak Bagi Lembaga Filantropi di Provinsi DI Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kuat FEB UGM dalam mengembangkan kegiatan yang memiliki dampak sosial bagi masyarakat, pemerintah, serta pelaku bisnis. Lokakarya yang berlangsung pada […]

Artikel FEB UGM Berikan Pelatihan Evaluasi Dampak Bagi Lembaga Filantropi DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM melalui Pusat Kajian Pengentasan Kemiskinan Dan Ketimpangan (EQUITAS), Departemen Ilmu Ekonomi menyelenggarakan lokakarya Pelatihan Evaluasi Dampak Bagi Lembaga Filantropi di Provinsi DI Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kuat FEB UGM dalam mengembangkan kegiatan yang memiliki dampak sosial bagi masyarakat, pemerintah, serta pelaku bisnis.

Lokakarya yang berlangsung pada Senin (1/4) ini merupakan bagian dari program kegiatan Klinik Ekonomi sebagai bentuk pengabdian masyarakat dalam rangka berbagi pengetahuan terhadap lembaga filantropi di DIY, terutama staf yang bekerja di lembaga zakat Lazismu.

Lokakarya menghadirkan sejumlah pemateri dari Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM yaitu Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., Wisnu Setiadi Nugroho, Ph.D., Eny Sulistyaningrum, Ph.D., Dr. Evi Noor Afifah, serta Jamilatuzzahro, M.Si., dari EQUITAS. Mereka memberikan pemaparan terkait evaluasi dampak termasuk teori perubahan dan evaluasi proses, outcome-based planning dan budgeting, serta metode dan contoh praktik dari evaluasi dampak.

Koordinator EQUITAS FEB UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, S.E., M.Sc., M.A., Ph.D., mengatakan penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi perencana lembaga filantropi di DIY mengenai evaluasi dampak. Dengan begitu, lembaga filantropi khususnya Lazismu DIY kedepannya dapat mengukur efektivitas berbagai program yang dijalankan.

Tidak hanya mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan pelatihan ini juga diharapkan mampu menghasilkan dampak sosial yang positif dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

“Kita berharap dari kegiatan ini dapat membawa FEB UGM semakin kuat dalam membangun jejaring dengan mitra strategis sebagai langkah dalam memberikan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul dan memberikan societal impact untuk masyarakat,” harap Wisnu.

Penulis: Humas FEB UGM/Kurnia Ekaptiningrum

Artikel FEB UGM Berikan Pelatihan Evaluasi Dampak Bagi Lembaga Filantropi DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-berikan-pelatihan-evaluasi-dampak-bagi-lembaga-filantropi-di-yogyakarta/feed/ 0