IKU 6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-6-program-studi-bekerjasama-dengan-mitra-kelas-dunia/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/#respond Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74794 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama […]

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, 6-10 Januari  lalu mengusung tema Modelling Uncertainty dengan topik Designing PV System for Riverside Community. Kegiatan FACT kali ini diikuti 43 orang mahasiswa UGM dari DTMI, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), dan Departemen Teknik Kimia (DTK) serta 33 mahasiswa SUTD.

Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D., dari DTMI UGM mengatakan para peserta kegiatan FACT melaksanakan aktivitas bersama secara berkelompok di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, RW 05 Kalurahan Terban, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kalurahan Cokrodiningratan. Sesuai dengan tema yang diberikan, para peserta diminta untuk membuat sebuah perancangan model berkaitan dengan pemasangan panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat di Terban dan Cokrodiningratan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan listrik, antara lain kegiatan perkumpulan warga, penyediaan air bersih melalui pompa, dan pengolahan air limbah.

Para peserta di hari pertama mendapatkan brief dan materi latar belakang lokasi pemasangan panel surya. Hal ini perlu disampaikan agar mampu memberikan pemahaman awal mengenai lokasi yang akan dikunjungi. ”Terlebih karena di lokasi sudah terpasang beberapa panel surya di beberapa titik dan peserta akan memodelkan titik-titik yang potensial untuk dipasang panel surya”, jelas Achmad Rifai.

Ia menambahkan berbekal pengetahuan awal, pada hari kedua peserta dibawa untuk melaksanakan field trip dengan mengunjungi lokasi di Terban dan Cokrodiningratan secara langsung. Pelaksanaan field trip disambut oleh Ketua RW 05 Kalurahan Terban, Supriyanto S.Sos, di Aula Masjid Nidaul Jannah Terban. Kedatangan para peserta inipun mendapat sambuatan hangat warga Terban. ”Kami merasa senang bisa menerima kembali tamu dari SUTD, semoga kegiatan bisa berjalan lancar,” tutur Supriyanto.

Setelah memperoleh pembagian titik kunjungan, peserta yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok pada hari pertama kemudian menuju ke titik masing-masing untuk mengumpulkan data-data terperinci yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan dengan didampingi oleh liaison officer (LO) dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM dan perangkat masyarakat setempat. Sekembalinya dari field trip, peserta diberi kesempatan untuk merefleksikan hasil kunjungan sekaligus berdiskusi dalam menyusun pemodelan yang akan dipresentasikan.

Presentasi atas pemodelan yang telah dirancang pun selanjutnya dilaksanakan dengan durasi presentasi per kelompok adalah 7 menit dan durasi tanya jawab dengan para juri selama 10 menit. Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D. (DTMI UGM), dan Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D. (DTMI UGM). Para juri menilai beberapa hal dari presentasi peserta, antara lain penyusunan problem statement, penyajian data, penentuan hipotesis dan batasan analisis, penyusunan metode penyelesaian, penyajian solusi dan timbal baliknya, dan penampilan presentasi dari kelompok.

Dari penilaian yang dilakukan, ditentukan 1 tim terbaik dan 2 peserta terbaik dengan dipilih 1 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa SUTD. Setelah usai memberikan penilaian, dewan juri memilih Tim 9 sebagai tim terbaik, disusul Srikanth Srider (SUTD) dan Chika Zenita Sabrina (DTK UGM). Ketiga tim terbaik dinilai berhasil mengerjakan pemodelan instalasi panel surya. Selanjutnya, para peserta pun berkesempatan mengikuti perkuliahan dari dosen-dosen UGM dan SUTD. Mereka mengikuti perkuliahan yang disampaikan Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Syahirul Alim Ritonga, S.T., MRes (UGM), Dr. Jose Rafael Martinez Garcia (SUTD), dan Yun Prihantina Mulyani, Ph.D. (UGM).

Dr. Jose Rafael Martinez Garcia dalam closing remarks mengingatkan kembali soal pemodelan. Meski pemodelan yang dikerjakan oleh para peserta bersifat kuantitatif, ada aspek lain yang perlu untuk diperhatikan. ”Mempertimbangkan aspek manusia dalam sebuah komunitas masyarakat juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan,” terang Jose Rafael.

Hal senada diungkap Dr. Wong Wei Pin. Ia berharap para peserta, baik dari SUTD maupun UGM bisa menarik manfaat pelajaran berharga dari program FACT ini. ”Kreativitas para peserta sungguh mengesankan, dan semoga semua memperoleh wawasan yang baik dan meneruskan untuk berinovasi merancang desain yang berpusat pada manusia,” tambahnya.

Dr. Adhika Widyaparaga selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM menjelaskan topik yang diangkat oleh FACT tahun ini dikaitkan dengan SDGs. Seperti energi bersih yang terjangkau merupakan bagian dari SDGs. ”Modelling uncertainty dalam FACT saya kira memainkan peran yang besar dalam mewujudkannya, dengan merancang pembangkit energi yang tepat guna tentu menghindari kesalahan yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Adhika berharap kegiatan pengabdian dari kerja sama dua universitas ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi untuk menghasilkan energi bersih, terbarukan, dan terjangkau.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/feed/ 0
UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/#respond Wed, 04 Dec 2024 01:25:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73489 Kompetensi digital seperti pengolahan big data menjadi salah satu tantangan industri di era digital. Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi digital, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM menjalin kerja sama dengan ILUM, perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat, untuk mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa dan dosen. Kemitraan kolaboratif ini […]

Artikel UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kompetensi digital seperti pengolahan big data menjadi salah satu tantangan industri di era digital. Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi digital, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik UGM menjalin kerja sama dengan ILUM, perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat, untuk mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa dan dosen. Kemitraan kolaboratif ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi agar mampu mendorong riset-riset nasional maupun internasional.

ILUM merupakan perusahaan big data yang berbasis di Amerika Serikat. Layanan ini memberikan platform pengolahan data komputasi dengan orkestrasi Kubernetes. Platform open-source yang digunakan memungkinkan pengguna untuk menggabungkan beberapa tool big data sekaligus dalam satu ekosistem. Sebagai perguruan tinggi yang mendukung penuh pemanfaatan digital dalam pengembangan kualitas pendidikan, kerja sama Fakultas Teknik UGM dengan ILUM ini disambut baik oleh mahasiswa dan dosen.

Widyawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi menjelaskan, kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya untuk mendekatkan sektor akademik dengan industri nasional dan global. “Mahasiswa akan mendapat pengalaman menggunakan teknologi digital terkini, dan perusahaan mempunyai kepentingan untuk inovasi produk dan expose ke dunia akademik,” ujarnya ketika dihubungi Rabu (4/12).

Menurutnya, platform ILUM mampu menyederhanakan proses deployment dan pengelolaan. Teknologi kubernetes memberikan kelebihan berupa skalabilitas dan efisiensi yang penting untuk mengelola data dalam jumlah besar. Widyawan melihat bahwa ILUM memiliki potensi besar di dunia akademik, khususnya untuk mengajarkan teknik data analitik pada mahasiswa. ILUM mampu memberikan pengalaman praktis mengelola big data sebagai tantangan dunia digital saat ini.“Kerja sama ini memberikan kebebasan penggunaan platform pada mahasiswa secara gratis dan bisa digunakan selamanya. Setiap tahunnya, kerja sama ini juga akan dievaluasi,” katanya.

Ia berharap agar kerja sama ini  nantinya mampu mempertemukan teknologi terkini dengan kemudahan pengguna, sehingga cocok untuk diterapkan sebagai bentuk pembelajaran.

Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa DTETI, Dinda Sabela yang menggunakan ILUM untuk mengolah data tesisnya. Penelitian yang ia lakukan adalah membandingkan tiga lingkungan komputasi, yakni Python lokal, Spark lokal, dan Spark klaster. Ia menggabungkan 6 High-Performance Computing (HPC) dalam ekosistem ILUM. Cara ini memudahkan Dinda untuk mengolah data dalam satu platform dengan kapasitas sumber daya yang sama. “Dengan kompatibilitasnya terhadap ILUM, saya tidak perlu khawatir mengatur penyimpanan untuk pemrosesan data, log, maupun tempat proses itu berjalan. Hal ini membuat pengelolaan dataset besar dan pelacakan log menjadi sangat mudah,” tutur Dinda.

Seperti diketahui, ILUM juga didukung oleh fitur tracker yang memungkinkan pengguna melacak progres aktivitas di dalam platform. Selain itu, beberapa fitur mampu menyederhanakan proses komputasi sehingga pengguna tidak perlu melakukan coding secara manual.

Kerja sama DTETI UGM dengan ILUM telah membuka potensi penggunaan big data di segala bidang. Disampaikan oleh Guntur Cahyono, mahasiswa DTETI, ia sangat tertarik penggunaan big data dalam platform ILUM untuk industri. “ILUM membuka banyak potensi use-case untuk diuji pada big data. Saya pasti akan mengikuti lebih jauh tentang penggunaan analitik ini dan kepraktisannya,” pungkasnya.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Freepik

Artikel UGM Gandeng ILUM Kenalkan Mahasiswa dengan Teknologi Mutakhir Big Data pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gandeng-ilum-kenalkan-mahasiswa-dengan-teknologi-mutakhir-big-data/feed/ 0
Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama Joint Doctoral dengan Leiden University https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-jalin-kerja-sama-joint-doctoral-dengan-leiden-university/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-jalin-kerja-sama-joint-doctoral-dengan-leiden-university/#respond Fri, 27 Sep 2024 08:43:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70969 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan memperluas jejaring dan rekognisinya melalui kolaborasi dengan salah satu universitas terbaik dunia, yakni Leiden University, Belanda. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Doktoral Bersama (Joint Doctoral Degree Agreement) antara Fakultas Biologi UGM dan Graduate School, Faculty of Science, Leiden University. Acara penandatanganan tersebut […]

Artikel Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama Joint Doctoral dengan Leiden University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan memperluas jejaring dan rekognisinya melalui kolaborasi dengan salah satu universitas terbaik dunia, yakni Leiden University, Belanda. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Doktoral Bersama (Joint Doctoral Degree Agreement) antara Fakultas Biologi UGM dan Graduate School, Faculty of Science, Leiden University. Acara penandatanganan tersebut berlangsung di Gorlaeus Building, Faculty of Science, Leiden University, Rabu (25/9) sebagai simbol komitmen kedua institusi dalam memperkuat hubungan akademis dan riset di bidang ilmu biologi.

Penandatanganan perjanjian ini secara resmi dilakukan oleh Dekan Faculty of Science, Leiden University, Prof. dr. Jasper Knoester, yang didampingi oleh beberapa perwakilan dari UGM, termasuk Prof. Mirwan Ushada selaku Direktur Penelitian UGM, serta Luthfi Nurhidayat, M.Sc., dosen Fakultas Biologi UGM yang juga sedang menempuh program Ph.D. di Institute of Biology, Leiden University.

Sebelumnya, perjanjian ini juga telah disetujui dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, pada acara Dies Natalis Fakultas Biologi UGM yang ke-69, serta oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Prof. dr. Jasper Knoester menyatakan harapannya bahwa penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini akan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama antara Leiden University dan UGM, khususnya dalam lingkup kedua fakultas. Jasper optimist bahwa kolaborasi ini akan segera membuahkan hasil konkret melalui peningkatan jumlah mahasiswa Ph.D yang terlibat dalam program tersebut. “Saya berharap dengan penandatangan MoA ini akan membuat kerjasama antara UGM dan Leiden khususnya kedua Fakultas dapat semakin erat dan segera ada tindak lanjut dengan adanya mahasiswa jenjang doktor (Ph.D),” ungkapnya.

Selaras dengan itu, Prof. Mirwan Ushada mengatakan selain penandatangan pembukaan joint doctoral degree untuk mahasiswa jenjang doktor, juga disepakati kerja sama riset di bidang bioteknologi dan kesehatan. “Salah satu tema prioritas  INUCoST (Indonesia Dutch Consortium on Sustainable Future) tahun depan adalah kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi UGM dalam mengembangkan riset-riset unggulan di bidang bioteknologi dan kesehatan masyarakat,” kata Mirwan.

Menurut Mirwan, kolaborasi kedua universitas dalam pembentukan Fasilitas Riset Zebrafish yang diharapkan dapat menjadi pusat riset internasional untuk mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan serta pengujian produk alami dari Indonesia. “Semoga dengan kerjasama yang sudah ada melalui twinlab fish facility, dapat lebih diperkuat dengan adanya mahasiswa Ph.D. yang meneliti menggunakan fasilitas tersebut untuk mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan dan pengujian natural produk indonesia,” tambahnya.

Acara penandatanganan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Leiden University, antara lain Dr. Pieter Schipper, selaku Head of Academic Affairs Science, Prof. dr. Herman Spaink, seorang adjunct professor di Fakultas Biologi UGM, serta Prof. Paul Kessler, dari Hortus Botanicus Leiden University, salah satu kebun botani tertua dan terbesar di dunia.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Daryono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (27/9), mengatakan bahwa kolaborasi antara UGM dan Universitas Leiden ini diharapkan akan mendorong lebih banyak mahasiswa dan peneliti dari kedua universitas dapat berpartisipasi aktif dalam program-program kolaboratif ini, baik dalam bentuk pertukaran pelajar, program riset bersama, maupun publikasi ilmiah yang berkualitas. “Kolaborasi ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil oleh Fakultas Biologi UGM dalam memperluas dampak riset dan inovasi di tingkat internasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan riset biologi di Indonesia,” pungkas Budi.

Penulis : Lintang

Editor   : Gusti Grehenson

Artikel Fakultas Biologi UGM Jalin Kerja Sama Joint Doctoral dengan Leiden University pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-biologi-ugm-jalin-kerja-sama-joint-doctoral-dengan-leiden-university/feed/ 0
UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Akademik dengan Beberapa Universitas di Australia https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jajaki-peluang-kerja-sama-akademik-dengan-beberapa-universitas-di-australia/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jajaki-peluang-kerja-sama-akademik-dengan-beberapa-universitas-di-australia/#respond Thu, 26 Sep 2024 06:58:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70902 Tim Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM melakukan kunjungan ke berbagai universitas dan institusi terkemuka di Australia pada 9—12 September lalu. Kunjungan tersebut membawa misi untuk memperluas kesempatan kemitraan global dan membuat peluang international exposure bagi mahasiswa International Undergraduate Program (IUP). Beberapa perguruan tinggi yang dikunjungi meliputi University of New South Wales, University […]

Artikel UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Akademik dengan Beberapa Universitas di Australia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM melakukan kunjungan ke berbagai universitas dan institusi terkemuka di Australia pada 9—12 September lalu. Kunjungan tersebut membawa misi untuk memperluas kesempatan kemitraan global dan membuat peluang international exposure bagi mahasiswa International Undergraduate Program (IUP). Beberapa perguruan tinggi yang dikunjungi meliputi University of New South Wales, University Technology of Sydney, Macquarie University, Monash University, dan Deakin University.

Pada kunjungan tersebut, DTETI UGM diwakili oleh beberapa dosen, di antaranya adalah Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., SMIEEE., Ketua DTETI FT UGM dan Dr. Guntur Dharma Putra, S.T., M.Sc. bersama dengan Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ACPE. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fakultas Teknik.

Hanung menuturkan bahwa kunjungan ke beberapa kampus dan institusi di Australia dalam rangka membuka potensi kerja sama dengan DTETI FT UGM dan membuka pengalaman internasional bagi mahasiswa International Undergraduate Program (IUP). “Selama kunjungan, para dosen berdiskusi soal terkait kolaborasi akademik dan pertukaran mahasiswa yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman internasional mahasiswa IUP,” jelas Hanung dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (26/9).

Selain itu, tambah Hanung, perwakilan DTETI UGM juga  membahas skema program double degree bagi mahasiswa S1 dengan berbagai universitas mitra. Skema yang ditawarkan begitu beragam dan dinamis, mulai dari undergraduate double degree dengan dua tahun di UGM dan dua tahun di universitas mitra hingga master and undergraduate double degree dengan tiga tahun di UGM jenjang Sarjana dan satu tahun di universitas mitra jenjang Magister. “Dengan skema ini, mahasiswa dapat memperoleh gelar dari kedua universitas,” katanya.

Tidak hanya untuk program sarjana, imbuhnya,  DTETI UGM juga membuka peluang double degree Program Magister Teknologi Informasi (MTI) dan Magister Teknik Elektro (MTE) serta riset bersama di tingkat doktor untuk program Doktor Teknik Elektro (DTE). “Untuk program double degree di jenjang Magister masih dalam tahap penjajakan. Namun, untuk program Doktor, peluang kerja sama riset dengan universitas mitra lebih terbuka,” pungkas Hanung.

Reportase : Rasya Swarnasta

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Akademik dengan Beberapa Universitas di Australia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-jajaki-peluang-kerja-sama-akademik-dengan-beberapa-universitas-di-australia/feed/ 0
Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/ https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/#respond Thu, 25 Jul 2024 11:56:22 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67773 Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM. Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur […]

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berada kembali di gedung Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Tri Andayani mengaku teringat dan membayangkan kembali peristiwa 25 tahun lalu. Peristiwa di tahun 1992 saat dirinya diwisuda dan mendapat gelar master dari Program Magister Manajemen UGM.

Berada kembali di gedung yang sama, di hari Selasa (23/7) tentunya berbalut nuansa yang berbeda. Kini, ia hadir sebagai Direktur Utama PT. Pelni untuk berbagi pengalaman kepada 991 lulusan Program Pascasarjana UGM.

“Saya berharap semuanya senang dan tersenyum karena akan diwisuda. Senang karena mereka yang berdinas lega bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditugaskan untuk belajar. Demikian juga yang disekolahkan oleh orang tuanya bisa membuktikan bisa menyelesaikan lulus Program Pascasarjana,” katanya.

Tri Andyani pun mengaku sebagian keberhasilan perjalanan kariernya dikarenakan dirinya menjadi salah satu alumni Universitas Gadjah Mada. Suka tidak suka, sebagian perjalanannya karena peran alumni yang memberi perhatian khusus di lapangan.

UGM saat ini, disebutnya selalu menjadi tiga besar perguruan tinggi di Indonesia. Karenanya sudah selayaknya jika lulusan UGM diapresiasi di lingkungan pekerjaan.

“Di semua jurusan, kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Secara usia, UGM senior sebagai Perguruan Tinggi Negeri dibanding yang lain, dan membuat kita para alumni UGM diapresiasi,” ucapnya.

Tri Andayani mengawali karier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selama 15 tahun (2000-2015). Ia mengaku tidak punya siapa-siapa, tidak punya ordal (orang dalam).

Meski begitu ia berkeyakinan bahwa dalam berkarir seseorang harus yakin mau kemana. Karenanya di awal, ia mendaftar di banyak perusahaan BUMN.

Kenapa BUMN? Baginya mengabdi kepada negara melalui BUMN selain mendatangkan kepuasan karena bisa melayani bagi banyak orang, sekaligus mendatangkan berkah. BUMN, menurutnya, cakupannya dari Sabang sampai Merauke.

“Pilihan sendiri-sendiri, dan saya memilih mendaftar perusahaan BUMN, bekerja disana tentunya juga dari yang terbawah asisten manajer saat itu,” akunya.

Ditunjuk sebagai Direktur Utama berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT PELNI (Persero) pada tanggal 25 Februari 2022. Karier profesionalnya boleh dibilang cemerlang.

Sebelum menjadi Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani pernah menjadi Direktur Marketing PT Phapros Tbk (2021-2022), Komisaris Independen PT SBN (2018-sekarang), Direktur Keuangan PT PELNI (Persero) (2017-2020), dan Direktur Keuangan PT Len Industri (Persero) (2015-2017).

Tri Andayani mengaku untuk berhasil di berbagai bidang harus mampu membangun etos kerja yang baik. Baginya pantang menunda pekerjaan, dan ia berprinsip tidak pernah pulang selama pending seluruh pekerjaan di meja belum bisa selesai.

“Jangan menunda pekerjaan karena esoknya pasti akan datang pekerjaan lagi, dan itu tupoksi saya untuk saya selesaikan,” ucapnya.

Sekali lagi, katanya, sebagai tupoksi harus diselesaikan, dan jangan pernah menyisakan pekerjaan apa menjadi tanggungjawab pekerjaan. Jika bisa diselesaikan hari itu, imbaunya, segera saja untuk diselesaikan hari itu.

“Fokus, karena saya senang melayani banyak orang maka jurusan pekerjaan saya adalah BUMN. Lainnya bekerja itu harus ikhlas dan tuntas. Jika memang ingin lebih baik dari teman-teman lainnya maka kita harus ada effort yang lebih. Kita tidak bisa bekerja yang biasa-biasa saja seperti yang lain,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Firsto

Artikel Direktur PT Pelni: Ingin Lebih, Effort Harus Lebih pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/direktur-pt-pelni-ingin-lebih-effort-harus-lebih/feed/ 0
Arya, Mahasiswa FEB UGM Lolos Magang 4 Tempat Program MSIB Kampus Merdeka https://ugm.ac.id/id/berita/arya-mahasiswa-feb-ugm-lolos-magang-4-tempat-program-msib-kampus-merdeka/ https://ugm.ac.id/id/berita/arya-mahasiswa-feb-ugm-lolos-magang-4-tempat-program-msib-kampus-merdeka/#respond Mon, 03 Jun 2024 07:05:38 +0000 https://ugm.ac.id/arya-mahasiswa-feb-ugm-lolos-magang-4-tempat-program-msib-kampus-merdeka/ Arya Yudhistira (21), mahasiswa program studi (prodi) Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) lolos diterima magang di empat perusahaan sekaligus melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) 2024 Kampus Merdeka. Tidak tanggung-tanggung mahasiswa angkatan 2021 ini berhasil diterima di empat perusahaan bergengsi yaitu di PT. Huawei, Detik.com, PT. Astra Internasional, […]

Artikel Arya, Mahasiswa FEB UGM Lolos Magang 4 Tempat Program MSIB Kampus Merdeka pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Arya Yudhistira (21), mahasiswa program studi (prodi) Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) lolos diterima magang di empat perusahaan sekaligus melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) 2024 Kampus Merdeka.

Tidak tanggung-tanggung mahasiswa angkatan 2021 ini berhasil diterima di empat perusahaan bergengsi yaitu di PT. Huawei, Detik.com, PT. Astra Internasional, dan XL Axiata. Pencapaian tersebut diperoleh Arya setelah mendaftar MSIB di sejumlah posisi di berbagai perusahaan.

Arya mengaku sebelumnya ia sempat mengalami penolakan dari perusahaan-perusahaan lain. “Waktu itu saya mendaftar MSIB di 22 posisi. Sempat merasakan mendapat penolakan juga hingga akhirnya diterima di empat perusahaan,” jelasnya, Kamis (30/5).

Dihubungi saat masih menjalani program magang bersertifikat kampus merdeka, ia menjelaskan Program MSIB tahun ini berlangsung sejak 24 Februari hingga 30 Juni mendatang. Ia mengaku kala itu diterima di Detik.com dan PT. Huwaei.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, pada akhirnya ia memutuskan untuk menerima penawaran dari PT. Huawei yang berada di kota Medan, Sumatera Utara. Meski telah menerima tawaran PT. Huawei masih saja ia mendapatkan tawaran magang dari PT. XL Axiata dan PT. Astra Internasional.

“Tidak lama setelah memutuskan untuk magang di Huawei, saya mendapat tawaran by call dari Xl dan Astra,” kenangnya.

Menerima tawaran PT. Huawei, katanya karena perusahaan multinasional dan perusahaan global tersebut bergerak di bidang ICT terbesar di Indonesia. Bahkan rasanya, ia tidak percaya bisa lolos.

“Campur aduk rasanya karena saat awal mendaftar tidak yakin lolos di perusahaan sebesar ini. Selain itu ditempatkan di wilayah Sumatera, ini sempat membuat saya bimbang menerima atau menolak tawaran saat itu,” urainya.

Arya menuturkan di PT. Huawei, ia berkesempatan menempati posisi sebagai Assistant Project Controller. Ia ditempatkan di Indosat Ooredoo Hutchison Wireless Project yang setiap harinya bertanggung jawab mengontrol proyek implementasi pencopotan antenan dan inbound pengembalian material ke warehouse Indosat untuk area seluruh Sumatera.

“Saya bekerja secara end-to-end mulai dari pre-implementasi, implementasi dan closing,” terangnya.

Melalui program magang tersebut, Arya mengaku berhasil mengimplementasikan teori-teori yang didapatkan saat kuliah, terutama tentang ilmu project management pada mata kuliah Manajemen Operasi dan Inovasi. Ia merasa pengalaman selama magang semakin melengkapi ilmu project management yang dipelajari selama kuliah.

Baginya bekerja di lingkungan baru tentu bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan adaptasi. Meski begitu, ia merasa sangat termotivasi untuk bekerja karena berada di atmosfer dan lingkungan kerja yang sangat mendukungnya untuk berkembang.

Bahkan para seniornya di PT. Huawei tidak pernah membedakan antara yang magang dan pegawai PT. Huawei. Iapun mendapatkan banyak pengalaman baik ilmu maupun soft skill sebagai bekal untuk berkarir nantinya setelah lulus kuliah.

“Ini menjadi pengalaman untuk pertama kalinya ditempatkan di region Sumatera, berkantor di Medan dan berhadapan langsung dengan partner Sumatera yang memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda,” jelasnya.

Tak lupa, Arya pun membagi tips cara agar lolos MSIB. Menurutnya salah satu yang dilakukan adalah melakukan pemetaan posisi di perusahaan dengan baik. Lainnya mempersiapkan CV dan portofolio yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

“Tidak kalah penting, upayakan untuk selalu memaksimalkan setiap kesempatan saat wawancara dengan user dan selalu update melalui grup setiap perusahaan yang dilamar,” pesannya.

Reportase dan Penulisan: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Artikel Arya, Mahasiswa FEB UGM Lolos Magang 4 Tempat Program MSIB Kampus Merdeka pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/arya-mahasiswa-feb-ugm-lolos-magang-4-tempat-program-msib-kampus-merdeka/feed/ 0
UGM Tampil dalam Ajang GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tampil-dalam-ajang-go-global-utokyo-study-abroad-fair-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tampil-dalam-ajang-go-global-utokyo-study-abroad-fair-2024/#respond Wed, 15 May 2024 02:33:34 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-tampil-dalam-ajang-go-global-utokyo-study-abroad-fair-2024/ UGM berpartisipasi dalam pameran pendidikan bertajuk GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 yang berlangsung di Komaba Communication Plaza, Tokyo, Jepang Minggu (12/5). Kehadiran UGM di ajang pameran internasional ini untuk memenuhi undangan University of Tokyo (UTokyo), salah satu mitra strategis UGM di Jepang yang memiliki program Go Global Gateway yang mendorong mahasiswanya memiliki kemampuan […]

Artikel UGM Tampil dalam Ajang GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM berpartisipasi dalam pameran pendidikan bertajuk GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 yang berlangsung di Komaba Communication Plaza, Tokyo, Jepang Minggu (12/5). Kehadiran UGM di ajang pameran internasional ini untuk memenuhi undangan University of Tokyo (UTokyo), salah satu mitra strategis UGM di Jepang yang memiliki program Go Global Gateway yang mendorong mahasiswanya memiliki kemampuan dan kompetensi global untuk bekerja sama dengan siapapun di seluruh dunia.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D saat menugaskan tim UGM di ajang tersebut mengatakan ada cukup banyak dukungan finansial bagi mahasiswa UTokyo untuk mengikuti program studi di luar negeri. Kegiatan ini, menurutnya menjadi peluang bagus bagi UGM untuk mempromosikan program studi, baik degree maupun non-degree dalam rangka mendongkrak capaian IKU 6 yaitu kemitraan program studi.

“Tentu saja ujungnya berharap ikut menaikkan jumlah mahasiswa asing belajar di UGM,” ungkapnya saat memberi pengarahan pada Tim UGM yang berangkat di ajang tersebut.

Mahasiswa UTokyo yang mengunjungi booth UGM sangat beragam pengetahuannya tentang UGM. Beberapa pernah ke Indonesia dan sedikit tahu tentang UGM.

Bahkan beberapa sudah berkesempatan ke Indonesia untuk liburan meski belum pernah mendengar tentang UGM. Namun, sebagian besar dari mereka sama sekali belum pernah memiliki pengalaman keluar negeri, termasuk ke Indonesia dan baru mengetahui UGM di GO GLOBAL UTokyo Study Abroad ini.

Sari Wulandari, Tim UGM yang turut terlibat dalam pameran mengatakan sebagian pengunjung pameran adalah mahasiswa baru level sarjana. Ada pula mahasiswa sarjana tahun kedua, dan beberapa mahasiswa pascasarjana tahun pertama.

Disebutnya, para pengunjung tampak antusias menyampaikan ketertarikan mereka untuk studi ke UGM. Karenanya banyak dari mereka mengambil kelas bahasa Indonesia sebagai pilihan studi di universitasnya.

“Puluhan mahasiswa yang bertandang ke stand UGM ini bahkan bersedia mengisi data diri dan minat studinya di UGM. Para pengunjung booth UGM berminat mengambil program pertukaran mahasiswa 1-2 semester, termasuk kemungkinan mengikuti program double degree dan program short courses, juga program KKN untuk mahasiswa internasional, summer course, juga internship, dengan minat studi pada beberapa bidang ilmu,” ujar Sari Wulandari.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk kluster saintek, animo mahasiswa UTokyo tertarik studi tentang geografi lingkungan, sains, teknik, biologi. Sementara untuk kluster sosial humaniora lebih ke studi hubungan internasional, manajemen dan ekonomi pembangunan, ilmu budaya, hukum, dan psikologi.

”Mahasiswa UTokyo juga berminat studi di beberapa bidang ilmu kluster agronomi seperti peternakan dan kedokteran hewan, serta studi farmasi untuk kluster ilmu kesehatan,” jelasnya.

Rei Fujihara, mahasiswa sarjana tahun pertama yang mengunjungi stand UGM mengungkapkan ketertarikannya studi di UGM terkait dengan environmental issues. Sementara, Lisa Hirawata yang juga mahasiswa baru sarjana, ia menyampaikan rencananya untuk bisa studi lanjut tentang bahasa dan budaya Indonesia. Ia juga berkeinginan belajar tentang peternakan dan biota Indonesia.

Sedangkan Ryoto Miyamoto dengan sedikit berbeda alasan mengatakan di luar seni dan budaya, dirinya berniat mengambil ekonomi pembangunan di UGM karena tertarik berkontribusi pada program aktivitas SDG’s.

Hal menarik diungkapkan Toma, mahasiswa pascasarjana tahun pertama yang pernah mengikuti program pertukaran dengan universitas lain di Indonesia. Berulangkali ia minta diyakinkan soal UGM, dan pada akhirnya sangat tertarik mengambil double degree manajemen di FEB UGM. Itupun dengan syarat bila memungkinkan ia lolos mendapatkan pendanaan dari UTokyo.

Pada kesempatan pameran ini, perwakilan UGM dari Direktorat Pendidikan dan Pengajaran dan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global berkesempatan berdiskusi dengan Vice President Director Center for Global Education UTokyo, Profesor Yujin Yaguchi sebagai penggagas penyelenggaraan  GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024.

Secara singkat Yaguchi dalam presentasinya mengajak para mahasiswa peserta pameran studi ke luar negeri untuk lebih membuka wawasan ke negara-negara tetangga Jepang. Tidak hanya melulu berorientasi studi ke AS, Canada, dan Eropa.

Dia menyampaikan sebagai mahasiswa yang kelak memegang posisi kepemimpinan secara luas di Jepang, pengalaman mahasiswa Jepang studi di negara-negara tetangga sangat diperlukan. Termasuk studi di UGM Indonesia yang lebih memiliki kedekatan geografis dan geopolitik-ekonomi.

”Hal ini tentunya akan membawa pengaruh signifikan dalam setiap pengambilan keputusan para mahasiswa Jepang untuk berkontribusi bagi negaranya,” terangnya.

Dalam kegiatan ini total ada 21 booth, termasuk UGM, yang ikut meramaikan GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 yang terdiri atas 13 booth institusi mitra UTokyo dan 8 booth dari internal University of Tokyo.

Sumber tulisan: Sari Wulandari

Editor: B. Diah Listianingsih

Artikel UGM Tampil dalam Ajang GO GLOBAL UTokyo Study Abroad Fair 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tampil-dalam-ajang-go-global-utokyo-study-abroad-fair-2024/feed/ 0
Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/#respond Tue, 14 May 2024 03:35:35 +0000 https://ugm.ac.id/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/ Tiga mahasiswa  International Undergraduate Program (IUP) Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2021 mengikuti program MBKM Magang di Sumiyoshi Livestock Station, Miyazaki University, Jepang. Mereka yang mengikuti program MBKM Magang pada pertengahan Mei-pertengahan Agustus 2024, ini adalah Alma Zhahira Elvaretta Wibawa, Radedya Wardhana Putra, dan Muhammad Yazida Rizky. Ketiganya […]

Artikel Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tiga mahasiswa  International Undergraduate Program (IUP) Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2021 mengikuti program MBKM Magang di Sumiyoshi Livestock Station, Miyazaki University, Jepang. Mereka yang mengikuti program MBKM Magang pada pertengahan Mei-pertengahan Agustus 2024, ini adalah Alma Zhahira Elvaretta Wibawa, Radedya Wardhana Putra, dan Muhammad Yazida Rizky.

Ketiganya sebelum berangkat pada tanggal 14 Mei 2024 mendapatkan pembekalan. Pembekalan secara langsung disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D., I.P.U., ASEAN Eng., Ketua Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Sekretaris Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP., dan  Ir. Yogi Sidik Prasojo, S.Pt., M.Agr., Ph.D., IPP selaku Koordinator Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Peternakan UGM, Senin (13/5).

Tri Satya Mastuti menuturkan ada 11 mahasiswa S1 IUP Fapet UGM Angkatan 2021 yang nantinya tersebar mengikuti magang maupun pertukaran mahasiswa di berbagai negara. Mereka ada di Jepang sebanyak 5 mahasiswa, 2 orang ke Australia, 1 orang ke Thailand, 2 orang ke Korea Selatan, dan 1 orang ke Belanda.

“Magang ke Miyazaki University ini merupakan salah satu wujud kegiatan kerja sama Fapet UGM dan Miyazaki University yang sudah lama terjalin, dan baru pertama kali untuk program Magang Mahasiswa Program IUP di Fapet angkatan tahun 2021. Program International Exposure ini bentuknya ada yang magang ada pula pertukaran mahasiswa seperti yang di Korea Selatan, Belanda, Thailand, dan Australia,” katanya.

Dekan Fakultas Peternakan UGM berharap para mahasiswa nantinya bisa memanfaatkan kegiatan magang seoptimal mungkin, baik untuk menambah pengalaman maupun meningkatkan kapasitas diri.

“Tetap jaga kesehatan dan nama baik UGM di sana,” pesan Budi Guntoro.

Alma Zhahira mewakili 2 rekannya mengaku senang sekaligus bangga bisa mengikuti magang di Miyazaki University. Ia berharap melalui magang ini bisa menambah pengalaman serta ilmu peternakan yang ia tekuni.

Penulis: Humas Fapet/Satria

Artikel Tiga Mahasiswa IUP Fapet UGM Ikuti Magang MBKM di Miyazaki University, Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-mahasiswa-iup-fapet-ugm-ikuti-magang-mbkm-di-miyazaki-university-jepang/feed/ 0
UGM dan PUM Netherlands Lanjutkan Kerja Sama Pengembangan Kewirausahaan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pum-netherlands-lanjutkan-kerja-sama-pengembangan-kewirausahaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pum-netherlands-lanjutkan-kerja-sama-pengembangan-kewirausahaan/#respond Sun, 05 May 2024 05:59:33 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-dan-pum-netherlands-lanjutkan-kerja-sama-pengembangan-kewirausahaan/ Universitas Gadjah Mada dan Programma Uitzending Managers (PUM) Netherlands, sepakat memperbarui kerja sama dalam pengembangan program pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM serta mendukung pertumbuhan industri nasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Koordinator PUM Indonesia, Gerard Wolbert, ke kampus UGM, Jumat (3/5). Dalam kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) […]

Artikel UGM dan PUM Netherlands Lanjutkan Kerja Sama Pengembangan Kewirausahaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Programma Uitzending Managers (PUM) Netherlands, sepakat memperbarui kerja sama dalam pengembangan program pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM serta mendukung pertumbuhan industri nasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan Koordinator PUM Indonesia, Gerard Wolbert, ke kampus UGM, Jumat (3/5). Dalam kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM, Prof. Indra Wijaya Kusuma dan Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Dr. Puji Astuti.

PUM Netherlands merupakan organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang pengembangan bisnis mikro yang berpusat di Belanda. Lembaga ini telah melakukan banyak kerja sama dengan mitra UMKM seluruh dunia, salah satunya dengan UGM. Melalui kesamaan visi dan tujuan inilah kerja sama antar kedua instansi sudah terjalin sejak tahun 2019.

Puji Astuti mengatakan UGM ikut mengambil peran untuk mendorong kemajuan dunia industri dan pengembagan UMKM di tanah air. Menurutnya, beberapa Fakultas selama ini ikut mendorong kemajuan industri dengan menghasilkan lulusan terampil yang bisa diserap langsung oleh dunia industri.

Ia menyebutkan, salah satunya Sekolah Vokasi (SV) UGM selama ini sudah ikut pembelajaran dan pelatihan di SV berfokus langsung pada bidang profesi sesuai jurusan agar nantinya lulusan SV memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kita tahu bahwa masalah industri saat ini adalah menghubungkan antara industri dengan akademik. Masalah ketenagakerjaan ini sebenarnya bukan karena kurangnya lapangan kerja, tapi karena apa yang dibutuhkan industri itu tidak berhasil dihasilkan oleh institusi akademik,” katanya.

Gerard Wolbert, Koordinator PUM Indonesia menjelaskan perguruan tinggi berperan penting dalam mendorong kemajuan industri dan melakukan pemberdayaan di sektor UMKM agar semakin kuat. Ia melihat peluang besar di Indonesia, karena melimpahnya sumber daya alam dan manusia yang dimiliki. Namun begitu, menemukan banyak tantangan ketika menghadapi perbedaan sistem perekonomian antara Indonesia dan Belanda. “Saya menemukan banyak perbedaan kebijakan dengan yang berlaku di Belanda dan Indonesia. Ini menjadi satu tantangan tertentu, dan kemitraan ini saya harap dapat merumuskan formula yang tepat nantinya,” ucap Gerard.

Melalui kerja sama UGM dan PUM Netherlands, pengembangan dan inkubasi sektor UMKM, Vokasi, hingga kewirausahaan akan dilakukan dengan mendatangkan berbagai praktisi internasional. “UGM saat ini sudah punya inkubasi untuk UMKM, dan akan didukung oleh pelatihan dan praktisi dari PUM Netherlands,” ucap Yuyun Yunastuti Daud, selaku Representasi PUM Indonesia.

Para praktisi internasional ini nantinya akan mendampingi program-program UGM dengan formula tertentu. Menurut Yuyun, kerja sama antar lembaga ini menjadi salah satu kunci untuk menelurkan solusi inovatif dalam pengelolaan lapangan kerja di tengah bonus demografi mewujudkan program Indonesia Emas 2045.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel UGM dan PUM Netherlands Lanjutkan Kerja Sama Pengembangan Kewirausahaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pum-netherlands-lanjutkan-kerja-sama-pengembangan-kewirausahaan/feed/ 0
Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/#respond Fri, 19 Apr 2024 10:03:28 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/ Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan Partido State University – College of Environmental Science and Environmental Design, Filipina. Kedua universitas menyepakati kerja sama dalam bidang pertukaran mahasiswa, pertukaran staf pengajar dan/ atau peneliti, dan melaksanakan kegiatan bersama untuk penelitian dan publikasi. Naskah perjanjian […]

Artikel Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan Partido State University – College of Environmental Science and Environmental Design, Filipina. Kedua universitas menyepakati kerja sama dalam bidang pertukaran mahasiswa, pertukaran staf pengajar dan/ atau peneliti, dan melaksanakan kegiatan bersama untuk penelitian dan publikasi.

Naskah perjanjian keduanya telah ditandatangani oleh Arnel B. Zarcedo, Ph.D, selaku Presiden SUC III, Universitas Negeri Partido, Goa, Camarines Sur, Filipina dan Sigit Suarta, S.Hut., MP., M.Si., Ph.D selaku Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Dalam penandatanganan perjanjian yang dilakukan secara daring, ini turut menyaksikan Dr. Michael A. Clores, Vice President for Academic Affairs, ParSU, Prof. Patricia M. Candelaria, Vice President for Research, Extension, and Knowledge Management, ParSU, Prof. Charlie M. Balagtas, Vice President for Administration and Finance, ParSU dan Ms. Leih Anne R. Odono, Board Secretary/ International Affairs Director, ParSU. Sementara dari pihak UGM antara lain Prof. Dr. Apt. Puji Astuti, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Widiyatno, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan, serta Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan.

Dalam perjanjian ini keduanya juga menyepakati untuk penyelenggaraan bersama kegiatan-kegiatan seminar dan pertemuan akademik, perkuliahan dan penyelenggaraan seminar internasional, pertukaran materi akademik dan informasi lainnya, serta penyelenggaraan program akademik khusus jangka pendek. Untuk program pertukaran mahasiswa disebutkan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar mendapat pengalaman kolaborasi dan pertukaran internasional, serta untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Filipina dan Indonesia melalui pendidikan.

“Untuk masa studi bagi mahasiswa pertukaran diatur bahwa peserta program ini adalah satu semester atau satu tahun akademik tetapi dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua universitas, dan jumlah mahasiswa yang ditukar berdasarkan Perjanjian ini tidak boleh lebih dari tiga mahasiswa di setiap universitas,” ujar Puji Astuti, di Kampus UGM, Jum’at (19/4).

Sedangkan untuk pertukaran fasilitas dan peneliti, disebutkan keduanya akan secara aktif berupaya untuk mendorong pertukaran dosen dan/atau peneliti bersama untuk jangka waktu tertentu. Pertukaran ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti kunjungan fakultas secara individu, jangka pendek, dan jangka panjang, penelitian bersama, dan proyek pengembangan.

“Tentunya kedua universitas juga akan secara bersama mencari sumber pendanaan eksternal untuk memfasilitasi pertukaran ini,” terang Puji.

Sigit Suarta merasa bersyukur telah ditandatangani kerja sama ini. Beberapa bidang yang akan dilakukan bersama meliputi student exchange, staff mobility, joint research, dan lain sebagainya, menurutnya akan memberi manfaat dan keuntungan bagi kedua universitas.

“Keuntungan yang akan didapat bagi kita adalah bahwa kita akan dipakai sebagai referensi pengembangan ilmu kehutanan tropika bagi prodi baru mereka,” ungkapnya.

Dalam kerja sama ini, mereka telah siap untuk mengirimkan dosen dan mahasiswanya untuk melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan UGM. Dengan kerja sama ini memberi harapan bagi civitas akademika FKT UGM berupa kesempatan mendapatkan mitra kerja sama untuk pengembangan keilmuaan kehutanan.

“Tentu saja dengan kerja sama ini juga akan memperluas jejaring bagi aktivitas global dalam upaya menyelamatkan bumi dari pemananasan global,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/feed/ 0