IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-5-hasil-kerja-dosen-digunakan-oleh-masyarakat/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Feb 2025 04:29:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/#respond Mon, 10 Feb 2025 04:23:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75719 Domba Awassi merupakan salah satu ternak yang potensial dibudidayakan. Domba ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan bisa menjadi pilihan untuk dibudidayakan para peternak. Sejumlah keunggulan yang ada pada domba Awassi, baik dari pertumbuhan daging, produksi susu hingga daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan tropis. Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., […]

Artikel Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Domba Awassi merupakan salah satu ternak yang potensial dibudidayakan. Domba ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan bisa menjadi pilihan untuk dibudidayakan para peternak. Sejumlah keunggulan yang ada pada domba Awassi, baik dari pertumbuhan daging, produksi susu hingga daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan tropis.

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM, mengatakan domba Awassi memiliki pertumbuhan otot yang relatif cepat sehingga membuatnya menjadi pilihan ideal untuk peternak yang menginginkan hasil panen yang optimal dalam waktu relatif singkat. Dengan pertambahan bobot yang mencapai 5-6 kg per bulan untuk betina dan 7-8 kg per bulan untuk jantan, domba Awassi menunjukkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan pakan. Selain itu, produksi susunya juga melimpah. Dengan rata-rata produksi susu mencapai 1,8 liter per hari. “Domba ini menjadi pilihan unggul bagi peternak yang ingin mendapatkan manfaat ganda dari susu dan daging. Sangat cocok dikembangkan di Indonesia karena aslinya domba Awassi dari daerah tropik,”paparnya. Senin (10/2).

Hal senada disampaikan Ir. Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM., yang juga dosen Fakultas Peternakan UGM. Menurutnya, domba Awassi memiliki karkas yang berkualitas tinggi, dengan persentase karkas sekitar 51 persen. Seperti diketahui, karkas merupakan bagian tubuh setelah proses pemotongan yang mencakup daging tanpa kepala, darah, organ-organ internal, kaki, dan kulit. 

Keunggulan lainnya terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat di berbagai lingkungan. Sementara dalam varian seperti domba Awassi F1 dan domba Awassi fullblood, keunggulan genetik dari pejantan fullblood memberikan hasil yang unggul dalam pertumbuhan otot, produksi susu, dan daya adaptasi.

Melihat potensi yang bagus dari domba Awassi ini, Tim Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengadakan pelatihan dan penyuluhan bertajuk Potensi Pengembangan Awassi sebagai Domba Perah di Indonesia. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan di Kandang Kambing Burja di Kecamatan Lawang, Malang, Jawa Timur  dan Kandang Kemitraan Klaster Closed Loop Joyo Setinggil di Kecamatan Karangploso, Malang pada selasa (4/2) lalu.

Dalam pelatihan tersebut, baik Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM. dan Ir. Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM bertindak selaku narasumber utama. Keduanya dalam kegiatan tersebut banyak memberikan wawasan ilmiah dan praktis mengenai aspek karakteristik domba perah dan manajemen pemerahan. Pelatihan dan penyuluhan didampingi Founder Usaha Bisnis Kambing Burja dan Domba Dorsip, Martinus Alexander, S.Si. Acara penyuluhan diakhiri dengan pelatihan pengukuran ukuran tubuh, ukuran ambing dan puting, perlemakan ekor, serta pengamatan karakteristik Awassi.

Acara ini diikuti peternak mitra, akademisi, dan praktisi industri susu. Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke fasilitas peternakan modern. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan industri peternakan domba perah di Indonesia dapat semakin berkembang secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi peternak dan sektor agribisnis secara luas.

Reportase : Satria

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Domba Awassi Potensial Dikembangkan di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-fapet-ugm-domba-awassi-potensial-dikembangkan-di-indonesia/feed/ 0
Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/#respond Fri, 07 Feb 2025 04:05:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75573 Hewan ruminansia kecil seperti kambing dianggap sebagai ternak paling ideal dalam menghadapi berbagai cekaman lingkungan. Kambing juga tahan terhadap temperature dan kekeringan yang tinggi. Berbagai kelebihan kambing tersebut, diperkirakan  di masa mendatang akan menjadikan hewan ternak ini sebagai sumber ketahanan pangan yang ekonomis dan adaptif terhadap setiap perubahan iklim. Menurut laporan badan pangan dunia FAO […]

Artikel Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hewan ruminansia kecil seperti kambing dianggap sebagai ternak paling ideal dalam menghadapi berbagai cekaman lingkungan. Kambing juga tahan terhadap temperature dan kekeringan yang tinggi. Berbagai kelebihan kambing tersebut, diperkirakan  di masa mendatang akan menjadikan hewan ternak ini sebagai sumber ketahanan pangan yang ekonomis dan adaptif terhadap setiap perubahan iklim.

Menurut laporan badan pangan dunia FAO tahun 2018, diperkirakan ketika populasi ternak lain mengalami penurunan, maka populasi kambing justru meningkat melebihi domba. Bahkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data statistik 2023, populasi terbesar ternak produktif di Indonesia adalah kambing yakni 19, 398 juta ekor dibanding sapi dengan jumlah 18,6 juta ekor.

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM , Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU., mengatakan kondisi sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia, ia yakini akan mampu menaikan populasi kambing dari 3,2 persen per tahun, dan akan terus dapat ditingkatkan. “Pemerataan pengembangan ternak di seluruh Indonesia ini dapat dilakukan pada lingkungan yang sesuai dengan memberdayakan perguruan tinggi yang ada”, katanya, Jumat (7/2).

Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan ini menyebut di Indonesia saat ini ada sekitar 59 fakultas peternakan. Jika ada sinergi bersama maka pengembangan ternak yang diharapkan tentu akan lebih mudah terlaksana.

Untuk peningkatan produksi daging, maka kambing tipe pedaging harus dikembangkan seperti kambing Bligon, kambing Kacang dan kambing Marica. ”Kebutuhan terhadap kambing tipe pedaging ini tentu cukup tinggi, terutama pada saat hari raya kurban (Idul Adha), bahkan untuk tujuan ekspor, peluangnya masih sangat terbuka”, terangnya.

Ia pun menggas adanya Rencana Pembangunan Peternakan melibatkan Perguruan Tinggi setiap Lima Tahun atau disingkat REPELITA. Gagasan ini, ia sampaikan dengan tujuan meningkatkan populasi kambing di Indonesia.

Di Fakultas Peternakan UGM sendiri, kata Kustantinah, pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan pengembangan ternak kambing  yang telah dilakukan staf dosen di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak bersama Staf Dosen Laboratorium di lingkungan Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet UGM. Salah satunya program pengabdian kepada masyarakat dengan tema pengembangan Desa Binaan, di Dusun Nyemani, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sami Galuh, Kab. Kulon Progo. “Pengembangan peternakan kambing tersebut sebagian besar dikelola oleh kelompok wanita tani (KWT), seperti di Gunungkidul, Kulon Progo dan Sleman,” pungkasnya.

Reportase : Satria

Penulis      : Agung Nugroho

Foto          : Freepik.com

 

Artikel Tingkatkan Populasi Ternak Kambing, Dosen UGM Dorong Kolaborasi 59 Fakultas Peternakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tingkatkan-populasi-ternak-kambing-dosen-ugm-dorong-kolaborasi-59-fakultas-peternakan/feed/ 0
Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/ https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:55:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75321 Pemerintah secara resmi melarang penjualan Liquefied Petroleum Gas 3 Kg (LPG 3 Kg) di tingkat pengecer berlaku sejak 1 Februari 2025. Penjualan LPG 3 Kg hanya boleh dilakukan di pangkalan atau penyalur resmi Pertamina. Pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 Kg diharuskan mengubah statusnya dari pengecer menjadi pangkalan atau penyalur resmi Pertamina, yang diberi […]

Artikel Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah secara resmi melarang penjualan Liquefied Petroleum Gas 3 Kg (LPG 3 Kg) di tingkat pengecer berlaku sejak 1 Februari 2025. Penjualan LPG 3 Kg hanya boleh dilakukan di pangkalan atau penyalur resmi Pertamina. Pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 Kg diharuskan mengubah statusnya dari pengecer menjadi pangkalan atau penyalur resmi Pertamina, yang diberi waktu 1 bulan untuk pengubahan tersebut.

Ekonom UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai kebijakan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal pelarangan penjualan LPG 3 Kg di tingkat pengecer tersebut merupakan kebijakan blunder. Sebaliknya kebijakan ini justru berpotensi mematikan pedagang kecil lantaran menyusahkan konsumen ubntuk mendapatkan LPG 3 Kg, dan bahlan melabrak komitmen Presiden Prabowo yang ingin berpihak pada rakyat kecil. “Selama ini pengecer merupakan pedagang dan warung-warung kecil untuk mengais pendapatan dengan berjualan LPG 3 Kg. Larangan bagi pengecer menjual LPG 3 Kg mematikan usaha mereka,” ujarnya, di Kampus UGM, Senin (3/2).

Akibat pelarangan tersebut berdampak bagi wirausaha akar rumput kehilangan pendapatan. Mereka kembali menjadi pengangguran dan terperosok menjadi rakyat miskin. Mustahil bagi pengusaha kecil ini mengubah menjadi pangkalan atau pengecer resmi Pertamina karena dibutuhkan modal yang tidak kecil untuk membayar pembelian LPG 3 dalam jumlah besar. “Kebijakan Bahlil ini juga menyusahkan bagi konsumen, yang kebanyakan rakyat miskin,  untuk membeli kebutuhan LPG 3 kg di pangkalan yang jauh dari tempat tinggalnya,” jelasnya.

Sekali lagi Fahmy menandaskan, kebijakan larangan pengecer menjuial LPG 3 Kg melabrak komitmen Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat kecil, baik pengusaha akar rumput maupun konsumen yang kebanyakan rakyat miskin. Kebijakan yang mematikan pedagang di tingkat akar rumput tersebut harus dibatalkan karena menyusahkan rakyat miskin. “Kebijakan melarang pengecer menjual LPG 3 harus dibatalkan. Prabowo harus menegur Bahlil atas kebijakan blunder tersebut agar kebijakan serupa tidak terulang kembali,” serunya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Harian Jogja

Artikel Kebijakan Pelarangan Menjual LPG 3Kg di Tingkat Pengecer Dinilai Menyusahkan Rakyat Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kebijakan-pelarangan-menjual-lpg-3kg-di-tingkat-pengecer-dinilai-menyusahkan-rakyat-kecil/feed/ 0
Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/ https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/#respond Fri, 31 Jan 2025 08:49:20 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75260 Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan. Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas […]

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perubahan iklim global telah berdampak dan menjadi tantangan nyata masyarakat, tidak hanya resiko bencana termasuk juga ancaman pada infrastruktur transportasi. Pasalnya, fenomena kenaikan suhu udara dan curah hujan yang tidak menentu akibat cuaca esktren, telah membuat konstruksi jalan lebih rentan mengalami kerusakan.

Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada mengatakan diperlukan strategi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim terhadap fasilitas infrastruktur tranportasi. Ia menyebutkan pengembangan inovasi  bahan dan konstruksi dalam mendukung daya tahan infrastruktur sangat diperlukan. “Beberapa tindakan juga dapat dilakukan diantaranya dengan penggunaan material yang tahan terhadap perubahan iklim, pemberian air untuk pendingin pada saat udara panas, mengurangi periode penggantian jalan, manajemen lalulintas terutama pengaturan kendaraan berat, dan pengaturan mengenai standar desain perkerasan dan kendaraan,” kata Ikaputra dalam pada webinar bertema Perkerasan Jalan Ramah Lingkungan dan Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim, Kamis (23/1).

Namun demikian, imbuhnya, strategi yang ia sebutkan tidak mudah untuk dilakukan karena diperlukan pendanaan yang tidak sedikit untuk kebutuhan riset dan pengembangan. “Setidaknya memerlukan waktu dan biaya. Belum lagi adanya hambatan politis dan institusional karena adanya konflik kepentingan dan keterbatasan institusi untuk menerapkan teknologi baru,” paparnya

Dia menyampaikan Pustral UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan ini melalui kolaborasi lintas disiplin. Kolaborasi antar akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan guna berbagi pengetahuan tentang praktik terbaik dari berbagai negara seperti Slovakia yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi inovatif seperti High Modulus Asphalt Concrete (HMAC) dan Porous Asphalt. “Kami berharap diskusi hari ini dapat menginspirasi penerapan teknologi serupa di Indonesia,” terangnya.

Menurutnya para peneliti, solusi inovatif untuk meningkatkan daya tahan jalan melalui penggunaan material ramah lingkungan seperti nanokomposit, teknologi Warm Mix Asphalt (WMA), serta metode desain berbasis data iklim. Dengan pendekatan ini, para pihak terkait tentunya tidak hanya memperkuat ketahanan infrastruktur tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sementara Ir. Latif Budi Suparma, M.Sc., Ph.D., selaku anggota Tim Ahli Pustral UGM sekaligus Ketua Program Studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM menyampaikan bahwa infrastruktur ramah lingkungan didesain dan  dibangun dengan prinsip meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, misalnya sumber daya  alam, polusi baik udara, air, tanah dan lainnya. Termasuk didalamnya dampak sosial terhadap masyarakat.

Infrastruktur ramah lingkungan, disebutnya, bertujuan untuk meningkatkan umur pemakaian infrastruktur dan mengurangi kebutuhan perawatan. “Beberapa bentuk perkerasan jalan yang ramah lingkungan diantaranya adalah penggunaan recycled materials untuk meminimalkan bahan terbuang, Permeable Pavement berpotensi mengurangi limpasan dan meningkatkan kualitas air, Biogenic Asphalt Technology yang mengurangi emisi karbon dioksida selama produksi, serta Warm Mix Asphalt yang memerlukan energi yang suhu yang lebih rendah selama pemrosesan,” ungkapnya.  

Latif mengakui perubahan iklim berdampak terhadap perkerasan, baik langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsung, perubahan iklim meningkatkan suhu yang dapat mengurangi kualitas perkerasan jalan. Demikian pula perubahan curah hujan yang berpengaruh terhadap kualitas permukaan dan stabilitas jalan khususnya pada tanah lempung atau air tanah tinggi yang meningkatkan risiko akan banjir. “Secara tidak langsung, perubahan iklim yang menurunkan kualitas permukaan dapat berpengaruh pada pengurangan keselamatan, peningkatan penggunaan kendaraan, namun mengurangi kecepatan. Hal ini tentunya dapat berpengaruh pula pada peningkatan kebisingan lalulintas,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Harian Terbit

Artikel Cuaca Ekstrem Bikin Konstruksi Jalan Rentan Mengalami Kerusakan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cuaca-ekstrem-bikin-konstruksi-jalan-rentan-mengalami-kerusakan/feed/ 0
Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/#respond Thu, 30 Jan 2025 08:56:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75226 Aktivitas olahraga telah lama diakui sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan manusia. Seiring perkembangan peradaban telah dipahami manfaat aktivitas fisik untuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan pemahaman mengenai manfaat aktivitas fisik dan meresepkan olahraga sebagai bagian dari tatalaksana penyakit telah dilakukan sejak lebih dari 2500 tahun yang lalu di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, […]

Artikel Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Aktivitas olahraga telah lama diakui sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan manusia. Seiring perkembangan peradaban telah dipahami manfaat aktivitas fisik untuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan pemahaman mengenai manfaat aktivitas fisik dan meresepkan olahraga sebagai bagian dari tatalaksana penyakit telah dilakukan sejak lebih dari 2500 tahun yang lalu di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, pemanfaatan olahraga sebagai salah satu komponen dari tatalaksana pengobatan dan pencegahan penyakit tidak lagi mendapat perhatian. “Olahraga hanya dianggap menjadi bagian dari permainan, mengisi waktu luang, membentuk tubuh,” kata Dosen Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes, AIFM, dikukuhkan dalam jabatan Guru Besar Bidang Fisiologi Olahraga, Kamis (30/1).

Dalam pengukuhannya, Prof Denny menyampaikan pidato berjudul Apakah Olahraga Selalu Mendatangkan Manfaat Kesehatan?. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai penelitian mengenai faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis akhirnya mengembalikan pemahaman pentingnya aktivitas fisik dalam dunia kedokteran. Para peneliti memiliki keyakinan tidak ada intervensi yang dapat berdampak positif banyak organ dan sistem tubuh secara bersamaan selain aktivitas fisik. “Pada tahun 2007 muncul gagasan mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam perawatan kesehatan rutin sebagai cara untuk mencegah dan mengobati penyakit kronis. Prinsip utama dari inisiatif ini menekankan bahwa olahraga bukan hanya cara untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga merupakan alat penting dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit kronis,” urainya.

Menurutnya, aktivitas olahraga memang dapat menjadi sarana yang luar biasa untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, tetapi harus dilakukan dengan bijak, yaitu sesuai dengan dosis dan selalu memperhatikan sinyal tubuh yang membutuhkan waktu pemulihan serta perbaikan. Pemahaman yang tepat tentang manfaat dan risiko, serta kebijakan yang mendukung pelaksanaan olahraga yang aman dan inklusif, akan memastikan bahwa olahraga benar-benar membawa manfaat kesehatan bagi semua individu. “Masih banyak PR bagi kita untuk menggalakkan kampanye kesadaran tentang pentingnya olahraga yang tepat dan risiko dari olahraga berlebihan tanpa membuat masyarakat menjadi takut dan gamang untuk melakukan olahraga,” ucapnya.

Denny Agustiningsih mengaku saat ini semakin marak dan tingginya upaya pemerintah, para akademisi serta berbagai komunitas masyarakat untuk menggalakkan olahraga. Selain itu, ia juga melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk melakukan maupun mengikuti berbagai acara terkait olahraga. Kondisi ini memperlihatkan adanya pemahaman dan perhatian dari masyarakat terhadap manfaat olahraga untuk kesehatan. Bahkan jika mengamati media sosial, terdapat juga kelompok masyarakat-kelompok masyarakat yang sangat antusias melakukan olahraga dan rajin membagikannya di media sosial. Namun di sisi lain, berita-berita tentang kecelakaan bahkan kematian saat melakukan olahraga juga beredar dengan berbagai komentar baik ilmiah maupun tidak. “Kita perlu memahami dan peduli adanya sisi lain dari olahraga yang perlu diantisipasi agar semua orang mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga sebagai salah satu pilar kesehatan,”katanya.

Penulis       : Agung Nugroho

Foto           : Donnie

Artikel Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/feed/ 0
Bungkil Inti Sawit Potensial jadi Pakan Tambahan Ternak https://ugm.ac.id/id/berita/bungkil-inti-sawit-potensial-jadi-pakan-tambahan-ternak/ https://ugm.ac.id/id/berita/bungkil-inti-sawit-potensial-jadi-pakan-tambahan-ternak/#respond Wed, 29 Jan 2025 07:11:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75185 Bungkil inti sawit merupakan limbah dari pembuatan minyak inti sawit. Di Indonesia produksinya cukup tinggi. Belum lagi kandungan protein kasar yang ada di dalamnya sekitar 14 -19 persen. Hal ini tentu saja menjadikan bungkil inti sawit potensial dijadikan sebagai pakan ternak. Demikian disampaikan peneliti dari Laboratorium Ilmu Makanan Ternak (IMT) Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. […]

Artikel Bungkil Inti Sawit Potensial jadi Pakan Tambahan Ternak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bungkil inti sawit merupakan limbah dari pembuatan minyak inti sawit. Di Indonesia produksinya cukup tinggi. Belum lagi kandungan protein kasar yang ada di dalamnya sekitar 14 -19 persen. Hal ini tentu saja menjadikan bungkil inti sawit potensial dijadikan sebagai pakan ternak. Demikian disampaikan peneliti dari Laboratorium Ilmu Makanan Ternak (IMT) Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng., dalam acara Fapet Menyapa , Jumat (24/1), soal Potensi Feed Additive pada Pakan Ternak,

Zuprizal menyebutkan produksi pakan tahunan di Indonesia sebanyak kurang lebih 20 juta ton, proporsi optimal penggunaan bungkil inti sawit pada formulasi pakan ayam broiler adalah sebanyak 10% dengan koreksi asam amino esensial dan suplementasi enzim. “Ada potensi penggunaan bungkil inti sawit sebagai pakan ayam broiler sekitar 2 juta ton,”kata Zuprizal.

Zuprizal memberikan gambaran dalam pemanfaatan formulasi pakan ayam broiler sebanyak 10 persen maka bungkil sawit ini berpotensi untuk mengurangi penggunaan jagung sekitar 9% dan bungkil kedelai sekitar 3 persen. “Jika dimanfaatkan akan ada penghematan apalagi kita tahu bungkil kedelai saat ini masih impor,”imbuhnya.

Sementara terkait kandungan serat kasar pada bungkil inti sawit khususnya manan yang tinggi perlu disuplementasi enzim dari luar berupa enzim mananase, NSPase, dan protease untuk meningkatkan kecernaan nutrien yang berakibat pada peningkatan produktivitas, kualitas karkas, dan kesehatan saluran cerna dari ayam broiler.

Dalam kesempatan itu tim Lab IMT juga memaparkan beberapa contoh hasil penelitian feed additive (imbuhan pakan) dengan teknologi nano partikel untuk ayam broiler, seperti nano teknologi ekstrak kunyit, nano teknologi ekstrak kapulaga, nano emulsion ekstrak minyak atsiri serai dan ekstrak daun sirsak.

Selain Prof. Zuprizal, Tim Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fapet UGM yang hadir dalam Fapet Menyapa yaitu Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., Dr. Aji Praba Baskara, Nanung Danar Dono, Ph.D., Dr. Insani Hubi Zulfa dan Dr. Aeni Nur Latifah.

Reportase : Satria/Humas Fakultas Peternakan

Penulis      : Agung Nugroho

Foto          : Gapki dan Margiyono

Artikel Bungkil Inti Sawit Potensial jadi Pakan Tambahan Ternak pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bungkil-inti-sawit-potensial-jadi-pakan-tambahan-ternak/feed/ 0
UGM dan Kabupaten Pacitan Bahas Pengembangan Pariwisata di Pacitan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kabupaten-pacitan-bahas-pengembangan-pariwisata-di-pacitan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kabupaten-pacitan-bahas-pengembangan-pariwisata-di-pacitan/#respond Thu, 23 Jan 2025 07:54:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75097 Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN PPM UGM melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Pacitan. Kunjungan yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si dan tim Komisi 1  dan 2 Senat Akademik (SA) UGM diterima Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji dan jajaran pemerintah daerah, Selasa (21/1). Dalam kunjungan […]

Artikel UGM dan Kabupaten Pacitan Bahas Pengembangan Pariwisata di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN PPM UGM melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Pacitan. Kunjungan yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si dan tim Komisi 1  dan 2 Senat Akademik (SA) UGM diterima Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji dan jajaran pemerintah daerah, Selasa (21/1).

Dalam kunjungan tersebut dilakukan diskusi membahas permasalahan pembangunan di Kabupaten Pacitan. Sejumlah permasalahan masih menjadi pekerjaan rumah Kabupaten Pacitan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kondisi geografi berupa potensi alam yang dimiliki untuk pengembangan pariwisata belum tergarap dengan optimal. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pacitan membuka diri untuk para ahli dari UGM berperan bagi pengembangan pembangunan di Kabupaten Pacitan, khususnya pembangunan bidang pariwisata.

Indrata Nur Bayuaji menyatakan jalinan hubungan dengan UGM telah berjalan dengan baik selama ini. Salah satu indikatornya banyak pegawai SKPD di Kabupaten Pacitan merupakan lulusan UGM. “Target kami ada yang menempuh program doktor di UGM nantinya. Masih banyak pekerjaan rumah di Kabupaten Pacitan, dan ini bisa dilihat dari kondisi geografis yang ada pada kami. Kedatangan para ahli dan mahasiswa KKN UGM tentunya sangat membantu pemerintah kabupaten Pacitan”, ujarnya.

Nur Bayuaji meyakini dalam bekerja saat ini eranya bekerja bersama, bekerja bareng atau kerja kolaboratif. Membangun Pacitan, kata dia, harus mendapatkan masukan dari berbagai sumber. “Dalam membangun, Pacitan membutuhkan  masukan yang tentunya tidak hanya dari orang Pacitan saja. Karenanya kerja kolaboratif menjadi kunci, dan kami membuka diri kepada siapapun”, imbuhnya.

Arie Sujito menambahkan KKN PPM UGM selama ini sudah dilaksanakan di 35 provinsi di Indonesia. Rata-rata di daerah lokasi KKN selalu ada isu yang membutuhkan penyelesaian. Untuk penyelenggaraan KKN PPM UGM di Pacitan telah berjalan sejak 2018, dan untuk Kecamatan Punung lokasi KKN mahasiswa berpindah-pindah. “Terima kasih sambutan hangat dari masyarakat, dan KKN hadir juga mendapat sambutan sangat baik dari Pemda Pacitan selama ini”, paparnya.

Ia menjelaskn dalam setiap penyelenggaraan kegiatan KKN, UGM berkolaborasi dengan alumni dan perguruan tinggi lokal baik negeri maupun swasta. Dalam penyelenggaran KKN, ini UGM memegang prinsip harus bisa bekerjasama dengan berbagai pihak. “Karena itu kami menyampaikan program yang disampaikan oleh teman-teman, isunya mulai dari pengutan ekonomi kreatif masyarakat (UMKM), pengembangan potensi lokal, dan untuk daerah ini agenda pengembangan geopark, pembaharuan data wilayah dan lain-lain,” terangnya.

Arie berharap dengan KKN, para mahasiswa UGM mampu membaca potensi yang ada di desa sesuai arah yang dikerjakan oleh RPJMD. Iapun berharap agar Pemkab Pacitan berkenan untuk membantu para mahasiswa KKN UGM agar tidak hanya bicara teori tetapi mampu membaca realitas di masyarakat. “Jadi kerja-kerja yang dilakukan oleh KKN UGM diharapkan berkontribusi kepada masyarakat. Ucapan terima kasih pada bupati dan Tim SKPD karena berdasar pengalaman selama ini menunjukan bahwa perkembangan masyarakat pedesaan yang semakin besar mendorong UGM untuk selalu berkolaborasi,” jelasnya.

Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU dari Komisi 1 Senat Akademik UGM menyampaikan beragam potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Pacitan sudah seharusnya dikembangkan lebih optimal. Pembangunan sektor kepariwisataan di wilayah ini diharapkan dapat menjadi pilar pembangunan perekonomian khususnya di Kabupaten Pacitan dan Provinsi Jawa Timur pada umumnya. “Kabupaten Pacitan nampaknya perlu membuat Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda). Ripparda ini sangat perlu, sebagai arah dan pedoman dalam membangun pariwisata. Di UGM ada banyak ahli dan memiliki Pusat Studi Pariwisata yang bisa diajak berdiskusi soal ini,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Donnie

Artikel UGM dan Kabupaten Pacitan Bahas Pengembangan Pariwisata di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-kabupaten-pacitan-bahas-pengembangan-pariwisata-di-pacitan/feed/ 0
UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/#respond Thu, 23 Jan 2025 05:10:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75071 Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan 17th International Asian Urbanization Conference (IAUC) yang berlangsung selama 3 hari, 14–16 Januari 2025 digelar di Hotel Prime Plaza Sanur, Bali. Konferensi mengusung tema Rethinking Sustainable Urban Development and Urban Futures in the Digital Age. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Asian Urban Research Association (AURA) […]

Artikel UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan 17th International Asian Urbanization Conference (IAUC) yang berlangsung selama 3 hari, 14–16 Januari 2025 digelar di Hotel Prime Plaza Sanur, Bali. Konferensi mengusung tema Rethinking Sustainable Urban Development and Urban Futures in the Digital Age. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Asian Urban Research Association (AURA) dan Fakultas Geografi UGM berhasil menghimpun 59 abstrak.

Konferensi diikuti 31 presenter, dan 6 peserta dari 9 negara diantaranya dari Indonesia, Amerika Serikat, Jerman, Rumania, Prancis, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan Taiwan. Kegiatan inipun mampu menghadirkan banyak para pakar internasional sebagai pembicara utama. Mereka adalah Prof. George Pomeroy, Executive Director of AURA and Professor of Geography and Earth Science at Shippensburg University, Prof. Dr. Rini Rachmawati, Director of CESASS UGM and Professor of Urban Geography, UGM, Prof. Frauke Kraas, Coordinator of the Forum for Urban Future in Southeast Asia and Professor of Urban Development at the University of Cologne; dan Prof. Emeritus Dr. Debnath Mookherjee, Professor of Geography, College of the Environment, Western Washington University yang menyampaikan materi melalui video. Konferensi ini juga mengundang dua pembicara lain dari Rumania yaitu Prof. Liliana Dumitrache, Professor of Human and Economic Geography, University of Bucharest dan Prof. Yves Boquet dari Perancis, seorang Professor of Transportation Geography, University of Bourgogne.

Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., Direktur PSSAT menyatakan melalui sesi ilmiah yang interaktif, para presenter konferensi dan peserta mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pembangunan perkotaan berkelanjutan. Diskusi ini, disebutnya menjadi wadah penting untuk memperkuat pertukaran akademik dan kolaborasi internasional di antara para peneliti dan praktisi. Selain berdiskusi di dalam kelas, para peserta konferensi juga diajak melakukan kunjungan lapangan di Bali dalam rangka mempelajari praktik pembangunan perkotaan berkelanjutan secara langsung. “Kita semua berharap pengalaman ini memperkaya hasil konferensi dengan menghubungkan diskusi teoretis dan implementasi nyata di lapangan,” ujar Rini Rachmawati.

Sebagai tuan rumah, Rini mengungkapkan, PSSAT UGM berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara serta menjawab tantangan pembangunan perkotaan dan sosial yang berkelanjutan di era digital. Konferensi ini, disebutnya, menjadi bukti pentingnya peran akademisi dalam membangun masa depan perkotaan yang inklusif dan tangguh. “Kita juga berharap dari kegiatan ini mampu mempererat hubungan di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel UGM Gelar Konferensi Internasional Soal Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-gelar-konferensi-internasional-soal-pembangunan-perkotaan-berkelanjutan/feed/ 0
Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/#respond Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74794 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama […]

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, 6-10 Januari  lalu mengusung tema Modelling Uncertainty dengan topik Designing PV System for Riverside Community. Kegiatan FACT kali ini diikuti 43 orang mahasiswa UGM dari DTMI, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), dan Departemen Teknik Kimia (DTK) serta 33 mahasiswa SUTD.

Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D., dari DTMI UGM mengatakan para peserta kegiatan FACT melaksanakan aktivitas bersama secara berkelompok di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, RW 05 Kalurahan Terban, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kalurahan Cokrodiningratan. Sesuai dengan tema yang diberikan, para peserta diminta untuk membuat sebuah perancangan model berkaitan dengan pemasangan panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat di Terban dan Cokrodiningratan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan listrik, antara lain kegiatan perkumpulan warga, penyediaan air bersih melalui pompa, dan pengolahan air limbah.

Para peserta di hari pertama mendapatkan brief dan materi latar belakang lokasi pemasangan panel surya. Hal ini perlu disampaikan agar mampu memberikan pemahaman awal mengenai lokasi yang akan dikunjungi. ”Terlebih karena di lokasi sudah terpasang beberapa panel surya di beberapa titik dan peserta akan memodelkan titik-titik yang potensial untuk dipasang panel surya”, jelas Achmad Rifai.

Ia menambahkan berbekal pengetahuan awal, pada hari kedua peserta dibawa untuk melaksanakan field trip dengan mengunjungi lokasi di Terban dan Cokrodiningratan secara langsung. Pelaksanaan field trip disambut oleh Ketua RW 05 Kalurahan Terban, Supriyanto S.Sos, di Aula Masjid Nidaul Jannah Terban. Kedatangan para peserta inipun mendapat sambuatan hangat warga Terban. ”Kami merasa senang bisa menerima kembali tamu dari SUTD, semoga kegiatan bisa berjalan lancar,” tutur Supriyanto.

Setelah memperoleh pembagian titik kunjungan, peserta yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok pada hari pertama kemudian menuju ke titik masing-masing untuk mengumpulkan data-data terperinci yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan dengan didampingi oleh liaison officer (LO) dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM dan perangkat masyarakat setempat. Sekembalinya dari field trip, peserta diberi kesempatan untuk merefleksikan hasil kunjungan sekaligus berdiskusi dalam menyusun pemodelan yang akan dipresentasikan.

Presentasi atas pemodelan yang telah dirancang pun selanjutnya dilaksanakan dengan durasi presentasi per kelompok adalah 7 menit dan durasi tanya jawab dengan para juri selama 10 menit. Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D. (DTMI UGM), dan Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D. (DTMI UGM). Para juri menilai beberapa hal dari presentasi peserta, antara lain penyusunan problem statement, penyajian data, penentuan hipotesis dan batasan analisis, penyusunan metode penyelesaian, penyajian solusi dan timbal baliknya, dan penampilan presentasi dari kelompok.

Dari penilaian yang dilakukan, ditentukan 1 tim terbaik dan 2 peserta terbaik dengan dipilih 1 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa SUTD. Setelah usai memberikan penilaian, dewan juri memilih Tim 9 sebagai tim terbaik, disusul Srikanth Srider (SUTD) dan Chika Zenita Sabrina (DTK UGM). Ketiga tim terbaik dinilai berhasil mengerjakan pemodelan instalasi panel surya. Selanjutnya, para peserta pun berkesempatan mengikuti perkuliahan dari dosen-dosen UGM dan SUTD. Mereka mengikuti perkuliahan yang disampaikan Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Syahirul Alim Ritonga, S.T., MRes (UGM), Dr. Jose Rafael Martinez Garcia (SUTD), dan Yun Prihantina Mulyani, Ph.D. (UGM).

Dr. Jose Rafael Martinez Garcia dalam closing remarks mengingatkan kembali soal pemodelan. Meski pemodelan yang dikerjakan oleh para peserta bersifat kuantitatif, ada aspek lain yang perlu untuk diperhatikan. ”Mempertimbangkan aspek manusia dalam sebuah komunitas masyarakat juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan,” terang Jose Rafael.

Hal senada diungkap Dr. Wong Wei Pin. Ia berharap para peserta, baik dari SUTD maupun UGM bisa menarik manfaat pelajaran berharga dari program FACT ini. ”Kreativitas para peserta sungguh mengesankan, dan semoga semua memperoleh wawasan yang baik dan meneruskan untuk berinovasi merancang desain yang berpusat pada manusia,” tambahnya.

Dr. Adhika Widyaparaga selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM menjelaskan topik yang diangkat oleh FACT tahun ini dikaitkan dengan SDGs. Seperti energi bersih yang terjangkau merupakan bagian dari SDGs. ”Modelling uncertainty dalam FACT saya kira memainkan peran yang besar dalam mewujudkannya, dengan merancang pembangkit energi yang tepat guna tentu menghindari kesalahan yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Adhika berharap kegiatan pengabdian dari kerja sama dua universitas ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi untuk menghasilkan energi bersih, terbarukan, dan terjangkau.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/feed/ 0
Kepuasan Publik Meningkat, 110 juta Masyarakat Lakukan Perjalanan Selama Nataru https://ugm.ac.id/id/berita/kepuasan-publik-meningkat-110-juta-masyarakat-lakukan-perjalanan-selama-nataru/ https://ugm.ac.id/id/berita/kepuasan-publik-meningkat-110-juta-masyarakat-lakukan-perjalanan-selama-nataru/#respond Sat, 11 Jan 2025 11:21:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74608 Perhelatan Nasional Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024/2025) baru saja berakhir. Diperkirakan terdapat lebih kurang 110 juta penduduk melakukan perjalanan libur Nataru 2024/2025 yang terjadi para rentang tanggal 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 lalu. Guna memberikan pelayanan terbaik dalam sektor transportasi, berbagai program pemerintah pada sektor transportasi dirancang dan diiimplementasikan berkerjasama […]

Artikel Kepuasan Publik Meningkat, 110 juta Masyarakat Lakukan Perjalanan Selama Nataru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perhelatan Nasional Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024/2025) baru saja berakhir. Diperkirakan terdapat lebih kurang 110 juta penduduk melakukan perjalanan libur Nataru 2024/2025 yang terjadi para rentang tanggal 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 lalu. Guna memberikan pelayanan terbaik dalam sektor transportasi, berbagai program pemerintah pada sektor transportasi dirancang dan diiimplementasikan berkerjasama dengan berbagai sektor demi terciptanya keamanan, kenyamanan, dan keselamatan perjalanan pada libur Nataru.

Berbagai program tersebut diantaranya program mudik gratis untuk moda angkutan laut, penurunan harga tiket pesawat domestik sebesar 10 persen, angkutan motor gratis dengan berbagai lokasi asal dan tujuan, pemberlakuan manajemen lalu lintas pada jalan tol dan non tol berupa one way, contra flow, manajemen rest area, pembatasan operasional angkutan barang, pembatasan u-turn, optimalisasi gerbang tol, dan berbagai program lainnya.

Untuk menjawab tingkat keberhasilan kebijakan pemerintah pada perjalanan Nataru 2024/ 2025, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada melaksanakan survei nasional tingkat kepuasan pengguna transportasi. Survei dilakukan dengan wawancara guna mengukur persepsi masyarakat pelaku perjalanan terhadap berbagai kebijakan transportasi pada Nataru 2024/2025. Survei mengambil sampel responden sebesar 5.804 dengan margin of error 1,35 persen, dan dilakukan di 7 provinsi yang diproyeksikan mewakili kurang lebih 62 persen tujuan pelaku perjalanan yang terjadi pada momen Nataru 2024/2025 pada lebih kurang 37 simpul transportasi dan titik ruas jalan yang berada di masing-masing provinsi pada tanggal 29 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 yang diprediksi menjadi puncak pergerakan (mobilisasi) masyarakat.

Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM menyatakan seluruh indikator penilaian dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas. Mengutip hasil survei, disebutnya, secara umum jumlah responden yang menjawab Puas dan Sangat Puas mencapai 86 persen, sementara yang menjawab Tidak Puas sebesar 1,6 persen dan sebanyak 11,3 persen menjawab Netral.

Adapun Indeks Kepuasan Pengguna Transportasi mencapai nilai 4.39 (88,28 persen dari skor maksimum)  atau berada di kategori sangat puas. Indeks tertinggi dicapai pada aspek Keamanan di sarana angkutan umum dengan nilai 4,6 (92,31 persen dari skor maksimum), sedangkan indeks terendah pada aspek Sosialisasi Keselamatan dengan nilai 4,2 (83,56 persen dari skor maksimum)”, katanya di UC UGM, Jum’at (10/1) acara “Rilis Survei Nasional Persepsi Publik Terhadap Penyelenggaraan Transportasi Pada Masa Libur Natal 2024 & Tahun Baru 2025”.

Mengutip pada hasil survei, kata Ikaputra, kepuasan pengguna transportasi berdasarkan moda memperlihatkan indeks kepuasan tertinggi dicapai moda kereta api dengan nilai 4,6 (92,59 persen dari skor maksimum), khususnya dalam hal inovasi jenis layanan, ketepatan waktu dan kemudahan informasi sementara terendah pada moda bus dengan nilai 4,2 (83,98 persen dari skor maksimum) khususnya dalam hal layanan petugas, sosialisasi keselamatan dan kemudahan informasi.

Di luar tingkat kepuasan masyarakat yang cukup tinggi tersebut, terdapat beberapa isu yang perlu mendapat perhatian. Beberapa isu tersebut adalah kemudahan memperoleh tiket (kereta api, ASDP), ketepatan waktu dan keterjangkauan tarif (angkutan udara), kualitas jalan dan pengaturan lalulintas (angkutan jalan/kendaraan pribadi), adanya perantara (ASDP), serta kebersihan dan kenyamanan ruang tunggu dan sarana (angkutan laut).

”Selain pertanyaan mengenai kualitas layanan, dalam survei ini juga ditanyakan sikap/pandangan pengguna layanan transportasi terhadap beberapa kebijakan pemerintah terkait kebijakan dan program pada periode Nataru 2024/2025 seperti penyelenggaraan mudik gratis hingga kebijakan penurunan tiket pesawat, dimana hasil survei memperlihatkan sebanyak 89,7 persen responden mendukung kebijakan tersebut”, terangnya.

Penyampaian “Rilis Survei Nasional Persepsi Publik Terhadap Penyelenggaraan Transportasi Pada Masa Libur Natal 2024 & Tahun Baru 2025” diselenggarakan Pustral UGM bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan RI. Kegiatan yang dibuka Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K)., Ph.D menghadirkan penanggap antara lain Ahmad Yani A.T.D., MT (Plt. Dirjen Perhubungan Darat), Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., APEC.Eng (Guru Besar pada Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM), Agus Pambagio (Pengamat Kebijakan Publik), Tulus Abadi (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia/YLKI) dan Danang Giri Sadewa selaku influencer Pengguna Transportasi. Acara yang dihadiri oleh stakeholders pusat dan daerah ini dipandu Yuli Isnadi, SIP, MPA, Ph.D selaku salah satu tenaga ahli kajian Pustral UGM sekaligus Dosen Fisipol UGM.

Ahmad Yani menyataan cukup berbangga dengan hasil survei yang menyatakan kebijakan pemerintah mendapatkan respon kepuasan yang cukup tinggi. Ia menyatakan bahwa pada momen Nataru kenaikan yang terjadi hanya 30-40 persen dari kondisi normal, sementara pada lebaran kenaikan dapat mencapai 300 persen. Hasil ini tentunya dapat bahan untuk menjadi penyiapan Kemenhub untuk menghadapi masa lebaran.

Agus Pambagio mengamini pendapat tersebut sekaligus berharap hasil survei dapat dianalisis lebih lanjut untuk memberikan rekomendasi bagi pemegang kebijakan. Sementara Tulus Abadi menyampaikan perlunya memperhatikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) khususnya pada pengoperasian jalan tol dalam manajemen lalulintas pada momen khusus seperti Nataru dan Lebaran.

Danang Parikesit menyampaikan fenomena menarik bahwa kinerja prasarana yang dikelola oleh BUMN yang monopolistik cenderung lebih puas dibanding pada sarana yang dikelola oleh swasta yang memiliki alternatif operator. Sementara, Danang Sadewa menyampaikan terkait kuatnya  peran media sosial yang  dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap layanan publik.

Mencermati persepsi masyarakat yang tertuang pada hasil survei tersebut, maka seyogyanya Pemerintah dan seluruh penyelenggara layanan transportasi tidak terlena terhadap persepsi positif masyarakat mengenai kualitas layanan dan penyelenggaraan Nataru 2024/2025 namun tetap harus mawas diri dan melakukan improvement terhadap aspek-aspek layanan yang masih perlu dioptimalkan.

Pustral UGM berharap hasil survei  ini menjadi masukan kepada Pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan Nataru maupun angkutan Lebaran berikutnya dimana pada momen tersebut terjadi pergerakan atau mobilisasi masyarakat yang signifikan dan memerlukan atensi khusus dari seluruh pemangku kepentingan sehingga program-program yang bermanfaat dapat ditingkatkan dan dilanjutkan. Perhatian perlu dilakukan pada layanan yang mendapatkan tingkat kepuasan rendah untuk dapat dilakukan perbaikan secara signifikan.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Kepuasan Publik Meningkat, 110 juta Masyarakat Lakukan Perjalanan Selama Nataru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kepuasan-publik-meningkat-110-juta-masyarakat-lakukan-perjalanan-selama-nataru/feed/ 0