IKU 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-4-praktisi-mengajar-di-dalam-kampus/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 29 Jan 2025 09:42:53 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Membangun Diplomasi Lewat Kerja Kebudayaan https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-diplomasi-lewat-kerja-kebudayaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-diplomasi-lewat-kerja-kebudayaan/#respond Wed, 29 Jan 2025 07:39:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75180 Ratusan para budayawan, pegiat seni dan akademisi mengikuti simposium Arikipelagis: Refleksi Kebudayaan di Gelanggang Inovasi Kreasi (GIK) UGM, Selasa (28/1). Simposium yang digelar oleh para budayawan dan seniman Yogyakarta ini sekaligus menyertai purna tugas Hilmar Farid sebagai Dirjen Kebudayaan 2015-2024 dan mengelaborasikan kontribusinya dalam kerja-kerja kebudayaan. Simposium ini digelar sebagai ruang refleksi terhadap capaian dan […]

Artikel Membangun Diplomasi Lewat Kerja Kebudayaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ratusan para budayawan, pegiat seni dan akademisi mengikuti simposium Arikipelagis: Refleksi Kebudayaan di Gelanggang Inovasi Kreasi (GIK) UGM, Selasa (28/1). Simposium yang digelar oleh para budayawan dan seniman Yogyakarta ini sekaligus menyertai purna tugas Hilmar Farid sebagai Dirjen Kebudayaan 2015-2024 dan mengelaborasikan kontribusinya dalam kerja-kerja kebudayaan. Simposium ini digelar sebagai ruang refleksi terhadap capaian dan pembelajaran dari kerja-kerja kebudayaan sebelumnya, menjadi langkah penting untuk menentukan arah strategis kebudayaan Indonesia di masa depan.

Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan 2015-2024, budayawan Butet Kartaredjasa juga banyak lainnya termasuk perupa Nasirun. Sejumlah pembicara refleksi kebudayaan juga menyampaikan gagasannya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan ini mengungkapkan gagasannya tentang kebudayaan Indonesia baru. Bahwa kebudayaan Indonesia baru tersebut hendaknya maju dan beradab.”Indonesia haruslah mampu memakmurkan, memajukan, dan memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyatnya, dari generasi ke generasi,” ungkap Sultan.

Ia menyampaikan urgensi membangun budaya yang visioner, melalui konsep Kebudayaan Indonesia Baru. Konsep tersebut sejatinya berkelindan dengan ide besar ”arkipelagis”. Hal itu, katanya, merupakan gagasan, yang merangkai akar tradisi, dengan energi pembaruan untuk masa depan bangsa. Sebuah visi, yang memadukan kearifan lokal dengan dinamika zaman, demi kemaslahatan rakyat Indonesia.”Dalam hal ini, hendaknya Bhinneka Tunggal Ika, bukan hanya digunakan sebatas slogan, tetapi sebagai strategi kebudayaan, yang dituangkan ke dalam kebijakan public,” tandas Sultan.

Menurutnya, sejarah telah memberikan pelajaran, bahwa hidup dalam multikulturalisme, yang penuh toleransi dan saling menghargai, dapat menjadi sumber kemajuan. Di Spanyol, Andalusia adalah simbol kerukunan hidup antara Yahudi, Nasrani dan Islam.

Saat itu, ilmu pengetahuan dan kebudayaan berkembang maju, karena semua saling belajar dari kebudayaan yang lain. Sejarah juga menunjukkan, proses integrasi berbagai budaya dan bangsa, adalah keniscayaan dalam sejarah Nusantara.

Sultan juga mengungkap soal pluralitas budaya. Menurutnya besarnya manfaat jika pluralitas budaya, menjadi serat-serat yang saling memperkuat, sehingga suatu resiprokalitas budaya yang sangat kaya akan tercipta. “Lebih dari itu, kita juga akan sanggup melaksanakan rencana-rencana pembangunan, dengan sesedikit mungkin distorsi, saling curiga dan kesalahmengertian,” terangnya.

Dalam pandangan Sultan, Kebudayaan Indonesia Baru, adalah pengandaian Indonesia yang maju dan beradab. Indonesia haruslah mampu memakmurkan, memajukan, dan memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyatnya, dari generasi ke generasi. Tentu saja, semua itu harus dikembangkan dari nilai-nilai, yang mengalir di ‘pembuluh darah’ masyarakat sendiri. Melupakan nilai-nilai budaya etnik dan masyarakat adat, hanya akan menciptakan Indonesia tumbuh tanpa jiwa dan identitas. ‘Yang pada akhirnya, kita tidak akan memperoleh hasil pembangunan kebudayaan yang konstruktif, visioner, antisipatif, progresif, kritis dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Tidak hanya orasi budaya dari Sri Sultan, budayawan dan seniman lainnya juga menyampaikan orasinya. Nirwan Dewanto  mengingatkan makna Arkipelagis sebagai sebuah gerak produktif yang membangun. Beberapa pembicara lainnya adalah Charles Toto, Titah AW, Afrizal Malna, Premana W Premadi, Bambang Sugiharto, Farah Wardani dan Nia Dinata.

Dalam forum yang berlangsung hingga sore hari, tim perumus Simposium ARKIPELAGIS: Refleksi Kebudayaan merumuskan sejumlah hal. Adapun beberapa butir pernyataan yang disampaikan adalah bahwa mendukung dan menyejahterakan kerja-kerja kebudayaan Indonesia sama pentingnya dengan memelihara atau memajukan situs-situs kebudayaan. Penting untuk membangun kembali kesadaran kontekstual atas pengetahuan tradisional sebagai solusi relevan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa kini.

Pendanaan kebudayaan harus diperluas untuk mencakup kerja-kerja jurnalisme kebudayaan, demi menjembatani kesadaran publik terhadap isu seni dan kebudayaan, serta memperkuat dialog antara masyarakat, pelaku budaya, dan kebijakan. Pemajuan kebudayaan perlu didasarkan pada perspektif intermaterial, anti-kekerasan, dan inklusivitas.

Penting untuk selalu ditekankan urgensi strategi kebudayaan. Dalam hal ini, secara konkret adalah menyusun arah kebudayaan. Arah kebudayaan bangsa Indonesia yang memiliki kesadaran arkipelagis akan berupaya menghindari jebakan penebalan identitas semata, namun mengambil upaya mencapai peningkatan kualitas kebudayaannya, memperluas indikator kebudayaan, hingga mengupayakan posisionalitas di hadapan dunia melalui diplomasi kebudayaan.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Membangun Diplomasi Lewat Kerja Kebudayaan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/membangun-diplomasi-lewat-kerja-kebudayaan/feed/ 0
Storytelling Efektif Membangun Brand Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/storytelling-efefktif-membangun-brand-bisnis/ https://ugm.ac.id/id/berita/storytelling-efefktif-membangun-brand-bisnis/#respond Wed, 13 Nov 2024 05:53:00 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72767 Kemampuan menyampaikan cerita kepada orang lain lewat storytelling berperan penting dalam proses membangun sebuah brand bisnis. Sebab cerita soal pengalaman dalam membagun bisnis beserta produk yang dihasilkan berpotensi membangun komunikasi yang baik dengan calon pelanggan, bahkan menarik pelanggan untuk membeli barang yang dijual lewat cerita yang disampaikan. Hal itu disampaikan oleh CEO dan Founder HMNS […]

Artikel Storytelling Efektif Membangun Brand Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kemampuan menyampaikan cerita kepada orang lain lewat storytelling berperan penting dalam proses membangun sebuah brand bisnis. Sebab cerita soal pengalaman dalam membagun bisnis beserta produk yang dihasilkan berpotensi membangun komunikasi yang baik dengan calon pelanggan, bahkan menarik pelanggan untuk membeli barang yang dijual lewat cerita yang disampaikan.

Hal itu disampaikan oleh CEO dan Founder HMNS Perfume, Rizky Arief, saat membagikan kisah perjalanan dirinya membangun bisnis parfum dimulai dari kecintaan pada sastra sejak kecil yang kemudian membawanya bekerja sebagai copywriter. Pengalamannya menjadi seorang copywriter membuka matanya akan kekuatan tulisan dalam dunia bisnis. “Ketika kerja jadi copywriter, saya pernah menulis di Facebook dan jadi viral banget. Karena viral itu, tingkat penjualannya pun meningkat. Di situlah saya sadar kalau storytelling itu kuat banget dampaknya,” jelasnya  dalam sesi YES! We Talk 2024 yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKAMMA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Sabtu (9/10) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Pendekatan bisnis yang ia lakukan dengan menganggap manusia sebagai user interface. Melalui user interface, lanjutnya, maka harus ia harus mampu memahami cerita di sekitar mereka agar sebuah produk memiliki makna. Pandangan inilah yang menginspirasinya untuk menamai brand parfumnya “HMNS” (manusia), yang menurutnya tak hanya sekadar parfum, tetapi juga membawa cerita di dalamnya. “Kamu bisa menjual apapun kalau kamu bisa bercerita,” tambahnya.

Menurutnya, pengalaman sangat penting dalam mengasah kemampuan menulis. Ia mengatakan untuk menjadi seorang penulis yang baik, tidak cukup hanya belajar soal teori menulis namun pengalaman langsung menulis dan mendapatkan umpan balik adalah kunci peningkatan. “Setiap penulis memiliki gaya menulisnya masing-masing. Oleh karena itu, selain pengalaman, memahami gaya menulis atau gaya kita dalam menyampaikan cerita adalah hal penting untuk menjadi penulis yang baik,” tambahnya.

Menjelang akhir sesi, Rizky pun membagikan tips dalam menjalani bisnis. Ia menekankan pentingnya memiliki target yang jelas dan realistis, serta mencapainya secara bertahap. “Fokus pada target yang ada di depan mata,. Kita harus tahu apakah target itu dapat dicapai atau tidak. Kalau tidak bagaimana kita bisa mencapai target-target setelahnya?,” tutupnya.

Reportase : Najwah Ariella Puteri/FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Storytelling Efektif Membangun Brand Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/storytelling-efefktif-membangun-brand-bisnis/feed/ 0
Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/ https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/#respond Thu, 07 Nov 2024 03:20:30 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72562 Hampir sebagian besar mahasiswa bermimpi bisa berkarir di kantor akuntan publik (KAP) yang masuk jajaran big four company. Tentu bukan perkara mudah untuk masuk bekerja di salah satu perusahaan big four termasuk PricewaterhouseCoopers (PwC). Ada langkah dan keterampilan yang perlu untuk dipersiapkan dan kuasai. Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM telah sejak lama membaca keinginan mahasiswanya. Agar […]

Artikel Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Hampir sebagian besar mahasiswa bermimpi bisa berkarir di kantor akuntan publik (KAP) yang masuk jajaran big four company. Tentu bukan perkara mudah untuk masuk bekerja di salah satu perusahaan big four termasuk PricewaterhouseCoopers (PwC). Ada langkah dan keterampilan yang perlu untuk dipersiapkan dan kuasai.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM telah sejak lama membaca keinginan mahasiswanya. Agar lebih mendekatkan mahasiswa mengenal PricewaterhouseCoopers (PwC), Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan sesi Campus Hiring PwC bertajuk “PwC Indonesia Roadshow 2024, Build Your Tomorrow with PwC”, Jum’at (25/10).

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Pembelajaran lantai 8 FEB UGM, ini tidak hanya untuk memperkenalkan PwC namun juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional. Manager Deals Advisory PwC, Alisya Sakti pun berbagi secara detail PricewaterhouseCoopers (PwC).

Dalam kesempatan ini, iapun berbagi kiat sukses berkarir di PwC. Ia menyampaikan pentingnya mahasiswa memperkuat kualitas dan sejumlah softskill agar sukses berkarir di PwC. Beberapa diantaranya adalah memiliki rasa tanggung jawab, terbuka pada kritik, kemauan belajar yang kuat, berpikir kritis dan analitis dan komitmen kuat terhadap kualitas pekerjaan.

“Apa yang dipelajari di kampus sangat aplikatif dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan menguasai basic skill dan keterampilan teknis di bidang akuntansi dan manajemen akan membantu dalam memahami proyek yang ada di PwC,” ujarnya saat menjadi nara sumber Career Talk Session.

Sementara itu, Manager Tax & Legal Services PwC, Dessy Trisnawati menambahkan pentingnya willingness to learn dan komitmen pada kualitas. Mengapa keduanya penting, menurutnya karena dunia berkembang cukup pesat sehingga karyawan yang mau belajar dapat segera beradaptasi menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang ada. “Setiap tahun, tantangan semakin besar, tapi itulah yang membuat kita semakin kuat,” paparnya.

Membagikan pengalamannya bekerja di PwC, Manager Risk Assurance PwC, Muhammad Sani menyampaikan sejak awal bergabung di PwC ia merasakan lingkungan kerjanya sangat suportif. “Saya bisa belajar banyak, berkolaborasi dengan tim yang menyenangkan dan ada kesempatan untuk berpindah unit jika tertarik dengan proses bisnis lain,” terangnya.

Pernyataan senada disampaikan Hidayah selaku Manager Consulting. Semenjak bergabung di PwC, ia merasakan mekanisme umpan balik yang sangat baik dengan jenjang karir yang jelas. “Penerapan pola kerja agile memungkinkan fleksibilitas dalam bekerja”, ungkapnya.

Pada sesi A Glimpse into PwC Indonesia, Intan selaku Human Capital Manager PwC berkesempatan mengenalkan profil perusahaan. Dia menjelaskan terkait nilai-nilai perusahaan seperti CareRemaining InquisitiveMake a DifferenceAct with Integrity, dan Work Together. “Nilai-nilai tersebut tentunya menjadi dasar bagi karyawan untuk berkontribusi secara efektif dalam lingkungan kerja”, ucapnya.

Ia menambahkan bahwa PwC mendukung kesejahteraan karyawan melalui Wellness Society. Wellnes Society ini sebagai wadah untuk kegiatan olahraga dan hobi dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan karyawan.

Campus Hiring ini dibuka oleh Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D. Ia mengapresiasi kehadiran PwC dan keterlibatan mahasiswa dari berbagai universitas dalam kegiatan ini.

Ia berharap agar mahasiswa tak berhenti belajar setelah lulus dari FEB UGM. Ia pun mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dan terus mengasah keterampilan teknis dan softskill yang menjadi krusial dalam dunia kerja.

Acara ini diikuti oleh 300 mahasiswa dari berbagai universitas seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Atma Jaya, dan Universitas Sebelas Maret. Salah satu peserta dari Universitas Islam Indonesia, Dina Parisya mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti sesi dan rektrutmen ini.

“Saya tertarik untuk ikut rekrutmen ini karena adanya sesi caeer talk yang memberikan banyak wawasan terutama mengenai cara untuk meningkatkan career path. Berbekal pengalaman saya di bidang audit, saya berharap dapat memulai karier saya di salah satu perusahaan Big Four,” jelasnya.

Reportase: Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB
Penulis     : Agung Nugroho

 

Artikel Keterampilan yang Diperlukan untuk Berkarir di Kantor Akuntan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/diperlukan-ketrampilan-bekerja-pricewaterhousecoopers-pwc/feed/ 0
PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/ https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/#respond Tue, 24 Sep 2024 07:52:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70826 Menandai langkah penting dalam menjembatani kolaborasi antara industri dan akademisi, Universitas Gadjah Mada dan PT PAL Indonesia sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (24/9). Dalam Nota Kerjasama yang ditandatangani Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dan Direktur […]

Artikel PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menandai langkah penting dalam menjembatani kolaborasi antara industri dan akademisi, Universitas Gadjah Mada dan PT PAL Indonesia sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (24/9).

Dalam Nota Kerjasama yang ditandatangani Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng., hasil dari bentuk kerja sama ini diharapkan mendorong kemajuan bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan sekaligus mendorong hilirisasi riset kampus ke industri.  “Dengan kerjasama ini tentunya tidak hanya memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dunia industri, tetapi juga memperkaya pengetahuan praktis yang akan sangat berguna dalam karier para mahasiswa di masa depan,” ujar Ova Emilia.

Ova menyampaikan apresiasi kepada PT PAL Persero yang telah menjalin kolaborasi untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dalam bentuk program magang ataupun penelitian bersama dengan beberapa Fakultas di Universitas Gadjah Mada. “Kerja sama yang terjalin sudah cukup lama ini saya kira dirajut melalui peran para alumni yang berkiprah di PT PAL Persero,” katanya.

Ova menyebutkan banyak alumni UGM yang berkarir di PT PAL Indonesia. Mereka berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Tehnik, Manajemen Bisnis Administration dan lain-lain. “Universitas Gadjah Mada tentunya dapat menawarkan banyak profesi kepada PT PAL guna membangun sinergi dan kolaborasi dengan harapan tercipta mutualisme dan memberikan benefit untuk keduanya”, terangnya.

 Seperti diketahui, kegiatan penandatangan MoU ini menjadi bagian rangkaian PAL Goes to Campus” di Universitas Gajah Mada (UGM). Serangkaian kegiatan menarik disajikan diantaranya  Leader Talks oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng., pameran mini seputar pertahanan dan energi kelautan, dan Career Coaching Clinic di PT PAL.

Kaharuddin Djenod tidak menutup kenyataan bila 2/3 wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Sayangnya, 95 persen potensi nilai keekonomian maritim masih lari ke luar negeri sehingga Indonesia hanya kebagian 5 persen. Karenanya, ia ingin mengajak kepada seluruh insan Universitas Gajah Mada untuk secara bersama merebut kembali  potensi-potensi keekonomian dan potensi-potensi kemandirian yang ada di kemaritiman Indonesia.

Menurutnya, sudah saatnya untuk mengambil dan memanfaatkan potensi-potensi tersebut untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia. Hal ini menjadi pesan utama baik dari presiden sekarang maupun presiden yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024 nanti karena pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menjadi tema sentral bagi seluruh proses dan tujuan pembangunan Indonesia. “Mudah-mudahan PT PAL Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada mampu memberikan kontribusi nyata dan besar untuk bangkitnya satu peradaban yang menjadi tujuan kita bersama yaitu Indonesia Emas 2045”, paparnya.

Dalam sesi Leader Talks, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng memberikan inspirasi kepada audiens dengan visinya akan kemajuan peradaban maritim Indonesia dan menekankan kepada generasi muda akan pentingnya hal tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kerangka pemahaman akan pentingnya inovasi, dedikasi, dan implementasi terkait kemajuan teknologi akan dapat membawa kemajuan untuk bangsa Indonesia. “PT PAL merasa turut berbangga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa UGM untuk mengetahui lebih jauh ke dalam dunia industri melalui program magang dan penelitian di perusahaan kami,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/feed/ 0
Aktivisme dan Jurnalisme Digital Efektif Dorong Gerakan Moral Masyarakat Sipil https://ugm.ac.id/id/berita/aktivisme-dan-jurnalisme-digital-efektif-dorong-gerakan-moral-masyarakat-sipil/ https://ugm.ac.id/id/berita/aktivisme-dan-jurnalisme-digital-efektif-dorong-gerakan-moral-masyarakat-sipil/#respond Tue, 17 Sep 2024 09:40:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70642 Aktivisme dan jurnalisme digital, tidak sekadar memproduksi konten, tetapi juga mampu mendorong adanya gerakan moral masyarakat sipil terhadap isu perubahan sosial dan perbaikan demokrasi. Pasalnya lewat media digital ternyata mampu menggugah dan menggerakkan publik, terutama di kalangan generasi Gen Z dan Gen Alpha yang umumnya lebih mempercayai media sosial sebagai sumber informasi utama.  ”Dalam krisis […]

Artikel Aktivisme dan Jurnalisme Digital Efektif Dorong Gerakan Moral Masyarakat Sipil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Aktivisme dan jurnalisme digital, tidak sekadar memproduksi konten, tetapi juga mampu mendorong adanya gerakan moral masyarakat sipil terhadap isu perubahan sosial dan perbaikan demokrasi. Pasalnya lewat media digital ternyata mampu menggugah dan menggerakkan publik, terutama di kalangan generasi Gen Z dan Gen Alpha yang umumnya lebih mempercayai media sosial sebagai sumber informasi utama. 

”Dalam krisis darurat demokrasi yang belum lama ini terjadi, gerakan repost di media sosial berhasil menjangkau 1,7 juta orang hanya dalam waktu satu jam,” kata Salah satu pegiat isu gender dan demokrasi, Firda Ainun Ula saat menjadi pembicara Diskoma edisi #15 bertema Refleksi Aktivisme dan Jurnalisme Digital dalam Perubahan Sosial, Sabtu (14/9) lalu.

Meski begitu, gerakan yang melibatkan berbagai kelompok kepentingan sebaiknya harus terus konsisten agar perubahan sosial dan demokratisasi bisa menuju ke arah yang lebih baik. Selain itu, tantangan baru selalu muncul di ruang digital, sehingga penting untuk membentuk jaringan atau aliansi untuk menjaga lingkungan aktivisme digital agar lebih selalu aman dan terlindungi. “Yang tidak kalah penting adalah mengedukasi masyarakat terkait isu-isu sosial dan politik,” ungkapnya.

Dalam diskusi yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UGM juga menghadirkan sejumlah pembicara. Selain Firda Ainun, turut sumbang pemikiran Raymundus Rikang selaku Jurnalis Tempo, dan Masduki selaku Dosen Ilmu Komunikasi UII & Ketua PR2Media. Diskusi bertema Refleksi Aktivisme dan Jurnalisme Digital dalam Perubahan Sosial merupakan tanggapan terhadap situasi demokrasi yang menghangat di Indonesia, terutama terkait dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai aturan pencalonan dalam pilkada.

Raymundus Rikang dari sisi perspektif jurnalisme menyoroti bagaimana disrupsi digital telah membawa perubahan besar dalam industri media cetak. Ia mencatat media cetak saat ini mulai ditinggalkan karena masyarakat kini lebih banyak mengkonsumsi informasi dari media online. Sementara tantangan besar lain datang dari adanya potensi regulasi seperti RUU Penyiaran. “Hal-hal semacam ini tentunya bisa jadi dirancang untuk menghambat kerja-kerja jurnalistik dan membatasi kebebasan pers” terangnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara jurnalis dan aktivis untuk bersama-sama menguji dan melawan narasi informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Narasi-narasi yang utamanya berkaitan ketika kebebasan informasi dan demokrasi berada dalam tekanan.

Sekedar informasi, forum diskusi kali ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk merefleksikan peran penting aktivisme dan jurnalisme digital dalam mendorong perubahan sosial di Indonesia. Terlebih di tengah situasi demokrasi yang penuh tantangan saat ini. Diskusi virtual kali ini pun diakhiri dengan pertukaran ide dan perspektif dari para peserta yang memiliki beragam latar belakang berbeda. Dr. Rahayu, M.Si. selaku kepala Prodi Magister Ilmu Komunikasi menilai dengan adanya pertukaran pandangan dan diskusi diharapkan dapat memberi jawaban atas bagaimana mestinya integritas keilmuan bisa dilihat.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Aktivisme dan Jurnalisme Digital Efektif Dorong Gerakan Moral Masyarakat Sipil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aktivisme-dan-jurnalisme-digital-efektif-dorong-gerakan-moral-masyarakat-sipil/feed/ 0
MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/#respond Wed, 11 Sep 2024 02:34:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70416 Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) RI Teten Masduki mengatakan Indonesia membutuhkan para entrepreneur by design bukan yang by-accident. Dengan by design maka Kementerian Koperasi sudah memutuskan perlunya melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dari kalangan perguruan tinggi yang selalu siap berkompetisi dan siap tarung di pasar dalam negeri maupun dunia global. Wirausaha baru dari kalangan perguruan tinggi ini […]

Artikel MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) RI Teten Masduki mengatakan Indonesia membutuhkan para entrepreneur by design bukan yang by-accident. Dengan by design maka Kementerian Koperasi sudah memutuskan perlunya melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru dari kalangan perguruan tinggi yang selalu siap berkompetisi dan siap tarung di pasar dalam negeri maupun dunia global. Wirausaha baru dari kalangan perguruan tinggi ini menuntut mereka mampu berinovasi dan berkreativitas. “Kita tidak mau lagi mencetak entrepreneur lama seperti tukang bakso, tukang keripik, kerupuk, kemplang. Atau pengusaha soto, gudeg, bakpia dan lain-lain atau kerajinan. Kalau mencetak itu lagi itu lagi tentunya kue ekonominya tidak akan nambah hanya akan menambah pesaing. Kasihanlah investor lama jangan dibunuh oleh investor baru dari kalangan terdidik”, ujarnya pada acara Entrepreneur Hub Goes to Campus Universitas Gajah Mada (UGM) di UC UGM, Selasa (10/9).

Teten menuturkan Kementerian Koperasi dan UKM sudah mempelajari beberapa model Koperasi dan UKM di luar negeri seperti di Korea Selatan, Jepang, Australia atau di Belanda. Menurutnya, entrepreneur baru dalam era persaingan global saat ini memang harus disiapkan by design.

Dari sebanyak 64,2 juta UMKM yang ada sekarang ini menurut Menteri Teten sebagian besar mereka merupakan entrepreneur by-accident  bukan by design. Mereka melakukan usaha selama ini tidak mendasarkan pada riset market, riset potensi dan lain-lain. “Mereka membuka usaha karena tidak terserap oleh lapangan kerja formal,” terang Teten.

Akibatnya para pengusaha UMKM ini tidak produktif, tidak memiliki akses kepada teknologi dan juga akses kepada pembiayaan. Kementerian Koperasi dan UKM berharap muncul pengusaha yang dicetak dan dididik berasal dari lulusan perguruan tinggi.

“Lulusan-lulusan perguruan tinggi lebih gampang. Apalagi kalau ke depan sejumlah negara mencetak entrepreneur barunya itu dengan melibatkan hasil-hasil riset di perguruan tinggi, kemudian di inkubasi oleh inkubator di kampus, dihubungkan dengan sumber-sumber pembiayaan, dan tentunya para entrepreneur yang berbasis riset inilah yang akan melahirkan ekonomi baru, dan enterpreneur yang kompetitif,” tuturnya.

Dengan terciptanya wirausaha dari kalangan terdidik, Menteri Teten meyakini wirausaha yang tercetak akan lebih inovatif, tangguh, dan siap berkompetisi di pasar global. “Kita butuh wirausaha yang penuh dengan inovasi dan kreativitas,” ucapnya.

Meski demikian, Teten mengakui belum semua perguruan tinggi memiliki kurikulum yang mendukung anak muda menjadi wirausaha. Padahal, ada survei menyebutkan bahwa 72 persen anak muda kini bercita-cita menjadi pengusaha, ketimbang karyawan. “Memang, ada beberapa kampus yang sudah berubah pola pikirnya. Mereka tidak lagi mewajibkan skripsi melainkan business plan sejak awal kuliah. Setelah lulus sarjana, dia menjadi pebisnis,” ucap Menteri Teten dihadapan 600 mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sujito menyebutkan bahwa kolaborasi antara UGM dan KemenkopUKM RI bertujuan untuk membentuk wirausaha yang berdaya dan menciptakan ekosistem yang inklusif. “Semua itu tidak mungkin hanya dinakhodai KemenkopUKM, tapi kita butuh kolaborasi,” tegas Arie.

Menurut Arie, Indonesia harus bersiap untuk menyambut bonus yang demografi, dan diharapkan mahasiswa bisa menjadi kekuatan entrepreneur. “Berwirausaha bukan untuk berkarir, tapi terlibat untuk pemberdayaan. Bahkan, harus menjadi arena pembentukan karakter, pemberdayaan, dan ajang menuangkan kreativitas, serta inovasi. Karena, keberlanjutan itu sangat penting,” pungkas Arie.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel MenkopUKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha Untuk Menumbuhkan Ekonomi Baru pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menkopukm-ajak-mahasiswa-berwirausaha-untuk-menumbuhkan-ekonomi-baru/feed/ 0
Calon Wisudawan Faperta UGM Mendapat Kiat Menjadi Profesional Berkarakter https://ugm.ac.id/id/berita/calon-wisudawan-faperta-ugm-mendapat-kiat-menjadi-profesional-berkarakter/ https://ugm.ac.id/id/berita/calon-wisudawan-faperta-ugm-mendapat-kiat-menjadi-profesional-berkarakter/#respond Wed, 28 Aug 2024 06:41:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69977 Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Dr. Mohammad Abdul Ghani, membagikan kiat-kiat menjadi seorang profesional yang berkarakter. Kiat-kiat tersebut ia sampaikan kepada 286 calon wisudawan wisudawati Program Sarjana Fakultas Pertanian UGM Periode IV TA 2023/2024 pada hari Senin (26/8) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Adapun kiat-kiat yang diberikan meliputi delapan kapasitas […]

Artikel Calon Wisudawan Faperta UGM Mendapat Kiat Menjadi Profesional Berkarakter pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Dr. Mohammad Abdul Ghani, membagikan kiat-kiat menjadi seorang profesional yang berkarakter. Kiat-kiat tersebut ia sampaikan kepada 286 calon wisudawan wisudawati Program Sarjana Fakultas Pertanian UGM Periode IV TA 2023/2024 pada hari Senin (26/8) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Adapun kiat-kiat yang diberikan meliputi delapan kapasitas yang perlu diasah oleh para calon wisudawan/wati diantaranya terkait risk taker, curiousity, managing diversity, driving innovation, networking, digital leadership, driving execution, dan self-differentiation. Disebutnya kedelapan kapasitas tersebut bisa membantu calon wisudawan wisudawati untuk menjadi seorang pemimpin di dunia kerja.

“Tentunya jika ingin menjadi seorang pemimpin, kapasitas-kapasitas inilah yang perlu kalian asah dan tingkatkan, dan salah satunya menyangkut curiousity, di mana ini memperlihatkan seseorang pada rasa keingintahuan yang tinggi yang tentunya akan mengarahkan menjadi pribadi yang inovatif dan kreatif serta sangat membantu dalam mengejar jenjang karir”, ungkap Abdul Ghani.

Meneguhkan para calon wisudawan wisudawati, Moh Abdul Ghani berharap para lulusan Fakultas Pertanian UGM perlu memiliki keberanian dalam mengambil risiko. Keberanian yang diiringi dengan tanggung jawab atas keputusan yang matang. Sebagai calon pekerja profesional, para lulusam juga diharapkan mampu membangun relasi yang bermanfaat dan tidak takut untuk keluar dari zona nyaman.

Sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, iapun memaparkan soal strategi yang ditawarkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dalam mendukung swasembada gula dan swasembada pangan. Dukungan tersebut dilakukan Perkebunan Nusantara PTPN III melalui pendekatan penguatan ekosistem dan pemberdayaan petani. “Hal-hal semacam ini perlu untuk diketahui calon wisudawan wisudawati karena sebagai lulusan Fakultas Pertanian UGM agar lebih menyadari dan tanggap soal pentingnya kontribusi di sektor pertanian secara langsung. Indeks prestasi memang penting, tapi memperlihatkan soft skills jauh lebih penting untuk  bisa bersaing di dunia kerja yang sesungguhnya,” terangnya.

Reportase : Hanita Athasari Zain

Penulis : Agung Nugroho

Foto: Media Faperta UGM

Artikel Calon Wisudawan Faperta UGM Mendapat Kiat Menjadi Profesional Berkarakter pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/calon-wisudawan-faperta-ugm-mendapat-kiat-menjadi-profesional-berkarakter/feed/ 0
Teknologi Smart Mobility Bawa Sektor Transportasi Lebih Cerdas, Aman, dan Terintegrasi https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-bawa-transportasi-lebih-cerdas-aman-dan-terintegrasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-bawa-transportasi-lebih-cerdas-aman-dan-terintegrasi/#respond Wed, 28 Aug 2024 00:33:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70283 Digitalisasi di sektor transportasi tidak hanya mengubah cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memengaruhi seluruh ekosistem mobilitas. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan kendaraan otonom kini mulai diterapkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terintegrasi. Inisiatif pengembangan kota pintar (smart city) dan […]

Artikel Teknologi Smart Mobility Bawa Sektor Transportasi Lebih Cerdas, Aman, dan Terintegrasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Digitalisasi di sektor transportasi tidak hanya mengubah cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memengaruhi seluruh ekosistem mobilitas. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan kendaraan otonom kini mulai diterapkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terintegrasi.

Inisiatif pengembangan kota pintar (smart city) dan implementasi e-government di Indonesia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transportasi digital. Terlebih di tahun 2045 yang dinilai banyak pihak menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia yang akan merayakan 100 tahun kemerdekaannya. Karenanya mencapai visi Indonesia Emas 2045, diperlukan infrastruktur transportasi yang mampu mendukung mobilitas yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.

“Transformasi digital di sektor transportasi memainkan peran kunci dalam mencapai visi ini, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas, efisiensi energi, dan pengurangan emisi karbon”, ujar kepala Pusat Studi Trasnportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Ir, Ikaputra, M.Eng, Ph.D saat membuka Webinar Transportasi Digital dan Era Baru Mobilitas: Menyongsong Indonesia 2045, di Pustral UGM, Rabu (28/8).

Selaku Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, ia mengakui bila dalam beberapa dekade terakhir, teknologi telah menjadi penggerak utama perubahan di berbagai sektor, termasuk transportasi. Di Indonesia, perkembangan ini menjadi semakin krusial seiring dengan urbanisasi yang cepat, pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan akan mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan proyeksi Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045, terdapat kebutuhan mendesak untuk mentransformasi sistem transportasi guna mendukung pertumbuhan ini. Smart mobility atau mobilitas cerdas menjadi salah satu pilar utama dalam upaya ini.

Konsep ini, menurutnya, mencakup penggunaan teknologi untuk mengoptimalkan penggunaan moda transportasi, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, implementasi smart mobility harus disesuaikan dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi yang unik, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh lapisan masyarakat. “Transformasi digital di sektor transportasi bukanlah tugas yang mudah karena adanya berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur, regulasi, hingga kesiapan sumber daya manusia. Di sisi lain, peran teknologi tidak dapat dipungkiri sangat berperan dalam membentuk sistem transportasi masa depan”, terangnya.

Webinar Transportasi Digital dan Era Baru Mobilitas: Menyongsong Indonesia 2045. Webinar diselenggarakan Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM dengan menghadirkan pembicara William Sabandar, Ph.D, President Intelligent Transport System (ITS) Indonesia. Webinar digelar bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan-tantangan transformasi digital di sektor transportasi dan menemukan solusi-solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk mendorong digitalisasi transportasi di Indonesia. Webinar juga diharapkan mampu mendiskusikan bagaimana teknologi dapat membantu mewujudkan transportasi yang tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga aman dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi Indonesia 2045.

Willian Sabandar dalam paparan menyampaikan transportasi digital adalah integrasi teknologi dan solusi digital ke dalam sistem transportasi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan dalam pergerakan orang dan barang. Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) telah secara signifikan mengubah cara sistem transportasi dipandang dan digunakan, serta bagaimana mobilitas dilakukan, dengan dampak yang luas terhadap pilihan moda transportasi dan permintaan. “Intelligent Transport Systems (ITS) adalah sistem di mana teknologi informasi dan komunikasi diterapkan di bidang transportasi jalan, termasuk infrastruktur, kendaraan dan pengguna, serta dalam manajemen lalu lintas dan manajemen mobilitas, serta untuk antarmuka dengan moda transportasi lainnya”, paparnya.

Disebutnya Intelligent Transport Systems (ITS) dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transportasi dalam banyak situasi, yaitu transportasi jalan, manajemen lalu lintas, mobilitas, dan lain-lain. Beberapa komponen kunci dari ITS meliputi Traffic Management, Public Transport, Vehicle-to-Vehicle (V2V) and Vehicle-to Infrastructure (V2I) Communication, Safety Systems, Navigation and Travel Information, Freight and Logistics, Connected and Autonomous Vehicles, Smart Parking, dan Integrated Transport Systems.

Beberapa contoh sukses dari penerapan ITS seperti di Jakarta, misalnya dengan menerapkan Sistem dan Mananjemen Transportasi Umum Terintegrasi. Secara detail, hal itu mencakup Traffic Big Data Platform: Decision Support System, Intelligent Traffic Control System (ITCS), Digitalisasi Pembayaran Angkutan Umum, Sistem Integrasi Pembayaran Parkir dan Angkutan Umum, dan Pengembangan Inisiatif Ekosistem Electric Vehicle. “Ke depan, rencana penerapan ITS diantaranya berupa Electronic Traffic Law Enforcement, Electronic Road Pricing, Adaptive Traffic Control System, IoT Bus System dan Multi Lane Free Flow”, jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Pemprov DKI Jakarta

Artikel Teknologi Smart Mobility Bawa Sektor Transportasi Lebih Cerdas, Aman, dan Terintegrasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teknologi-bawa-transportasi-lebih-cerdas-aman-dan-terintegrasi/feed/ 0
Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/ https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/#respond Sat, 10 Aug 2024 11:36:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69202 Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera. Guru Besar […]

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Transformasi penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, dan komunikasi pembangunan memainkan peran kunci dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kondisi SDM yang dihadapi Indonesia baik secara teknis maupun sosial tentunya masih menjadi kendala. Kurangnya jumlah tenaga penyuluh yang berkualitas dan terlatih menjadikan persoalan ini harus diselesaikan dengan segera.

Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., menyatakan penyuluhan di Indonesia saat ini menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai efektivitas yang optimal. Tantangan utama yaitu keterbatasan akses dan infrastruktur, mengingat di beberapa daerah, terutama yang terpencil atau terisolasi, akses terhadap penyuluhan sering kali terbatas karena infrastruktur yang kurang memadai. “Terbatasnya infrastruktur membuat sulitnya mencapai masyarakat yang membutuhkan penyuluhan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa yang besar, ini bisa menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan penyuluhan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan pemahaman yang berbeda”, katanya pada Seminar Nasional Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan yang bertajuk Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan SDM Tangguh Menuju Indonesia Emas, di UC UGM, Kamis (8/8).

Sunaru mengungkapkan penyuluh terkadang harus mencakup wilayah yang luas dengan jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Sementara mengubah perilaku masyarakat seringkali merupakan tantangan yang besar dalam penyuluhan. Beberapa masyarakat bahkan mungkin memiliki praktik atau kebiasaan tertentu yang begitu sulit untuk diubah meski telah diberikan informasi yang memadai. “Tingkat literasi yang rendah dan kurangnya akses terhadap pendidikan formal juga menjadi tantangan tersendiri dalam penyampaian informasi yang efektif. Masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah mungkin kesulitan dalam memahami pesan-pesan penyuluhan yang disampaikan dalam bentuk tulisan maupun media cetak lainnya”, ungkapnya.

Seminar Nasional yang diselenggarakan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Magister dan Doktoral Sekolah Pascasarjana UGM dalam rangka purna tugas Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S, ini menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., Staf Khusus Menko PMK RI selaku Keynote speech, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek (daring) dan Dr. Ramadani Saputra, S.ST., M.EP., selaku Ketua Kelompok Penyelenggara Penyuluhan.

Ravik Karsidi menyampaikan komunikasi pembangunan berbasis data menjadi hal sangat penting saat ini. Sudah seharusnya pihak terkait memanfaatkan data dan informasi yang akurat dan terpercaya untuk mendukung komunikasi pembangunan yang efektif. Pengumpulan, analisis, dan penyajian data yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dan membangun kesadaran masyarakat tentang isu-isu pembangunan sangat perlu untuk dilakukan.

Penyuluhan atau pemberdayaan  Masyarakat, menurutnya, sudah seharusnya beradaptasi  dengan dengan kemajuan teknologi digital. Percepatan Pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi prasyarat utama untuk peningkatan kualitas pembelajaran  dan akses. “Penyuluhan harus mengubah pendekatan pembelajaran kearah student Student Centered Learning. Konten pembelajaran menjadi public domain dan teknologi informasi memungkinkan percepatan untuk penguasaan materi pembelajaran,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Indonesia Masih Minim Tenaga Penyuluh Berkualitas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/indonesia-masih-minim-tenaga-penyuluh-berkualitas/feed/ 0
Departemen Perikanan UGM Menggelar SEMNASKAN XXI https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-perikanan-ugm-menggelar-semnaskan-xxi/ https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-perikanan-ugm-menggelar-semnaskan-xxi/#respond Mon, 29 Jul 2024 08:36:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68048 Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mendiseminasikan hasil penelitian perikanan dan kelautan dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan.  Seminar Nasional XXI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan XXI dilaksanakan merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Depertemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mulai tahun 2003. Seminar yang digelar hari Sabtu (27/7), ini bertujuan […]

Artikel Departemen Perikanan UGM Menggelar SEMNASKAN XXI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mendiseminasikan hasil penelitian perikanan dan kelautan dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan.  Seminar Nasional XXI Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan XXI dilaksanakan merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Depertemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mulai tahun 2003.

Seminar yang digelar hari Sabtu (27/7), ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian perikanan dan kelautan, yang diharapkan dapat diterapkan dan diintegrasikan dengan pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Seminar diikuti oleh 149 peserta dari 32 instansi.

Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc. selaku Ketua Panitia dalam laporannya mengatakan institusi yang turut mendiseminasikan hasil penelitian meliputi bidang biologi ikan, bioteknologi akuakultur, genetika & pembenihan, nutrisi & pakan ikan, penyakit & lingkungan, rekayasa akuakultur, biologi perikanan, oseanografi, manajemen sumber daya perikanan, penangkapan ikan, sosial ekonomi perikanan, mikrobiologi & bioteknologi hasil perikanan, mutu & keamanan produk perikanan, pangan fungsional produk akuatik, serta pasca panen hasil perikanan.

Seminar dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. dan dibuka Direktur Penelitian UGM, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M. App. Life Sc. Saat membuka Mirwan menyampaikan bahwa perikanan dan kelautan merupakan salah satu research flagship UGM pada bidang ketahanan pangan sehingga sinergisitas antara kegiatan penelitian dengan program pembangunan menjadi sangat penting supaya hasil penelitian tersebut dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan perikanan dan kelautan yang optimal dan berkelanjutan.

Hadir pula dua pembicara kunci, yaitu Dr. Ir. Triyanto, M.Si. (Dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM) dan Dr. Drs. Arif Taslihan, M.Si. (Peneliti Kelompok Riset Akuakultur Payau Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional).

Dr. Ir. Triyanto, M.Si. menyampaikan presentasi bertema Masalah dan Prospek Penggunaan Antibiotik pada Akuakultur Indonesia, dan Dr. Drs. Arif Taslihan, M.Si., menyampaikan tema Permasalahan Penyakit dan Pengendaliannya pada Budidaya Udang.

Triyanto dalam presentasinya mengatakan untuk meningkatkan produksi budi daya perikanan di Indonesia tidak lepas dari penggunaan obat dan antibiotik, sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu perbaikan regulasi dalam penggunaan antibiotik, perlu adanya pendidikan profesi yang mengkhususkan pada bidang kesehatan ikan, serta pencarian obat atau antibiotik baru khusus untuk ikan.

Sedangkan Arief Taslihan mengungkap soal kendala terbesar dalam budi daya perikanan adalah masalah penyakit. Kerugian pada budi daya udang terhadap penyakit telah terjadi hampir di seluruh dunia.

Beberapa jenis penyakit udang yang telah terjadi di Indonesia adalah Monodon Baculo Virus (MBV), Infectious Hematopoietic and Hypodermal Necrotic Virus (IHHNV), White Spot Diseases (WSS), Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), White Feces Syndrome (WFS), Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP), dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). Upaya untuk menanggulangi berbagai penyakit yang menyerang dapat dilakukan dengan beberapa langkah strategis, diantaranya yaitu pelaksanaan surveillance aktif dan penyediaan perangkat deteksi patogen lapang, pengembangan probiotik dan antibiotik, serta vaksinasi dengan molekul yang berasal dari patogen dan inang.

“Upaya-upaya tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan daya saing hasil budi daya perikanan untuk peningkatan konsumsi domestik maupun ekspor,” ujarnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Departemen Perikanan UGM Menggelar SEMNASKAN XXI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/departemen-perikanan-ugm-menggelar-semnaskan-xxi/feed/ 0