IKU 2: Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/iku-2-mahasiswa-mendapat-pengalaman-di-luar-kampus/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 06 Feb 2025 02:58:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Gagas Pemanfaatan Sinar UV-C Atasi Bakteri Salmonella pada Telur Ayam https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-gagas-pemanfaatan-sinar-uv-c-atasi-salmonella-sp-di-industri-peternakan-ayam-petelur/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-gagas-pemanfaatan-sinar-uv-c-atasi-salmonella-sp-di-industri-peternakan-ayam-petelur/#respond Thu, 06 Feb 2025 02:54:14 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75562 Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh banyak orang. Tingginya kebutuhan akan protein hewani in berkorelasi terhadap naiknya permintaan telur. Oleh karena itu, telur yang bersih dan bebas penyakit tentu menjadi sebua keniscayaan agar telur tidak menyebarkan sumber penyakit yang bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah kemunculan penyakit tifus […]

Artikel Mahasiswa UGM Gagas Pemanfaatan Sinar UV-C Atasi Bakteri Salmonella pada Telur Ayam pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh banyak orang. Tingginya kebutuhan akan protein hewani in berkorelasi terhadap naiknya permintaan telur. Oleh karena itu, telur yang bersih dan bebas penyakit tentu menjadi sebua keniscayaan agar telur tidak menyebarkan sumber penyakit yang bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah kemunculan penyakit tifus atau typhoid. “Penyakit ini muncul pada telur yang mengandung bakteri Salmonella sp”, ujar Salma Nur Azizah mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2022, Kamis (6/2)

Melihat permasalahan tersebut, Salma bersama rekan mahasiswa lainnya Mohammad Rizky Zulfahmi mengggagas pemanfaatan sinar ultraviolet C (UV-C) untuk mengatasi Salmonella sp. di industri peternakan ayam petelur. Salma menjelaskan sinar UV-C memiliki rantai gelombang terpendek diantara sinar untraviolet lainnya. Bahkan dari berbagai referensi yang mereka pelajari,sinar UV-C memiliki kekuatan yang cukup untuk merusak DNA bakteri, termasuk bakteri Salmonella sp.“Penggunaan sinar UV-C dalam mengatasi kontaminasi bakteri Salmonella sp. merupakan langkah yang efektif dan sederhana. Sinar UV-C akan menghentikan pertumbuhan bakteri patogen melalui proses penghancuran rantai DNA,”paparnya.

Rizky Zulfami menambahkan alat instalasi mengatasi bakteri Salmonella sp. sistem ultraviolet C (UV-C) ini menggunakan sumber arus listrik dan terdiri atas beberapa bagian, yaitu kontrol panel, plastik sterilisasi, egg tray, roda pemindah mesin, rangka, gigi roda, roll berjalan, dan lampu sinar UV-C. Secara spesifik sinar UV-C tersebut dapat membunuh bakteri Salmonella sp. umumnya 10-15 menit tergantung panjang gelombang dan waktu penyinaran. “Pemasangan sinar UV-C di conveyor setelah proses grading dapat mengoptimalkan waktu secara efisien dalam skala industri. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan teknologi metode sterilisasi dengan sinar UV-C dalam industri peternakan ayam petelur untuk meningkatkan keamanan dan kualitas pangan,”urai Rizky.

Gagasan kreatif dua mahasiswa Fapet di bawah bimbingan dosen Fapet, Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM., tersebut sempat dinobatkan sebagai juara 2 dalam ajang Poultry Literacy Competition yang diselenggarakan oleh Kelompok Profesi Ternak Unggas Universitas Padjadjaran pada tanggal 27 Agustus – 26 September 2024 lalu.

Reportase     : Satria/Humas Peternakan

Penulis          : Agung Nugroho

Foto              : Freepik

Artikel Mahasiswa UGM Gagas Pemanfaatan Sinar UV-C Atasi Bakteri Salmonella pada Telur Ayam pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-fapet-ugm-gagas-pemanfaatan-sinar-uv-c-atasi-salmonella-sp-di-industri-peternakan-ayam-petelur/feed/ 0
Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/ https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/#respond Wed, 05 Feb 2025 07:48:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75394 Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo […]

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Amanda Divanty menjadi salah satu mahasiswa yang sukses menjani kuliah dan mengelola bisnis.  Mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, ini berhasil mengelola enam bisnis di berbagai bidang. Amanda mengaku kesuksesan usahanya diawali dengan mendirikan Porto Photo (@portophoto.id) bersama dua temannya yang berasal dari program studi yang sama. Porto Photo (@portophoto.id) merupakan layanan self photo studio dan photobooth untuk menyediakan layanan foto berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. “Porto Studio ini memiliki studio offline di Pogung, dari sini nampaknya membuka jalan saya yang berkeinginan membuka usaha di bidang makana  dan minuman”, ujar Amanda di FEB UGM, Selasa (4/2) dalam sebuah percakapan.

Bukan sekedar keinginan, iapun lantas merambah pada bisnis kuliner dengan mendirikan Cherries Bites (@cheeries.bites) yang menawarkan brownies, chiffon cake, dan creamy sago secara online. Menyusul kemudian membuka usaha Paspa (@paspa.yk) yang menjual Pasta dan Zuppa di toko offline yang berlokasi di daerah Condongcatur. Masih di lokasi yang sama, iapun kemudian membuka Mentaikudimsum (@mentaikudimsum) yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dimsum mentai.

Hal yang menggembirakannya, ia mendapatkan hibah EB Café. Ia memperoleh kepercayaan untuk mengelola Milkymoo sebuah usaha menjual produk susu, es krim, dan egg waffle. “Untuk yang ini rencananya akan segera beroperasi di Kantin EB. Usaha ini hampir bersamaan dengan bisnis Pisang Saji, yang sudah kami luncurkan di depan GOR UNY pada akhir Januari 2025 lalu”, terangnya.

Berhasil membuka enam bisnis di usia muda, Amanda menuturkan ceritanya. Motivasinya berwirausaha muncul dari pengalamannya saat masa kecil. Ia terbiasa melihat orang tuanya mengelola usaha FnB.

Amanda sejak belajar di Sekolah Dasar (SD) memang sudah sering mencoba berjualan. Ia sudah memberanikan berjualan alat tulis, slime, hingga frozen food. “Berawal dari coba-coba, lama-kelamaan terbiasa. Saya pun merasa nyaman dengan ini, dapat mengisi waktu luang dengan melakukan sesuatu yang menghasilkan”, tuturnya.

Dari proses menjalankan bisnis, Amanda mendapatkan beberapa kunci yang menyokong keberhasilannya. Bekerjasama dengan teman dan kecocokan dalam tim mendorong keberhasilan usahanya. “Dari rekan yang tepat, kita dapat belajar banyak hal. Jika dulu saya tidak bertemu dengan mereka, mungkin saya tidak sampai di titik ini,” paparnya.

Amanda mensyukuri talenta yang ia miliki hingga bisa menjalani kuliah sekaligus berbisnis di usia muda. Di kalangan temannya, ia dikenal gigih dan pantang menyerah. Amanda dikenal sebagai pribadi yang selalu mencoba dan terus mencoba dengan terus melakukan yang terbaik dan mau belajar.

Seperti kesuksesan mahasiswa lainnya, Amanda pun mengaku mengatur waktu antara kesibukan kuliah dan menjalankan usaha menjadi kunci. Ia menggunakan metode to do list untuk bisa mengatasi tantangan itu. “Saya berusaha membuat to do list secara detail dan melakukan semuanya berdasarkan skala prioritas”, terangnya.

Amanda bersyukur karena dalam menjalankan usahanya ia mendapatkan dukungan besar dari keluarga, teman dekat, dan lingkungan perkuliahan di FEB UGM. Bahkan teman-temannya di FEB UGM menilai Amanda sangat suportif dan memiliki etos kerja tinggi.

Pada akhirnya, banyak faktor yang mendorong dan menyemangati Amanda untuk berani mencoba. Beberapa mata kuliah yang yang ia dapatkan turut membantu keberhasilan usahanya. “Terutama dalam hal pemasaran dan operasional usaha. Dahulu, saya kira wirausaha itu hanya buat produk dan dijual begitu saja, tetapi setelah belajar di FEB UGM, saya jadi tahu kalau banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, mulai dari manajemen manusianya, keuangan, hingga aspek pemasaran agar brand kita bisa dikenal di masyarakat,” paparnya.

Amanda berkeinginan untuk terus bisa menjadi wirausaha dan mengembangkan bisnis. Meski sadar akan menjumpai banyak tantangan dan ketidakpastian, ia mengaku merasa nyaman dengan yang ditekuninya saat ini. “Dengan berbisnis saya merasa bisa berkontribusi, bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain”, ujarnya.

Bagi mahasiswa yang ingin seperti dirinya, ia berpesan untuk tidak ragu memulai usaha dan terus mencoba. Langkah terbaik yang dapat dilakukan di awal adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai bisnis yang ingin ditekuni. “Tanamkan prinsip dalam diri bahwa kesempurnaan tidak harus dicapai pada langkah pertama. Seiring berjalannya waktu terus belajar untuk menyempurnakannya. Jangan pikirkan perkataan orang lain. If you wanna go fast go alone, if you wanna go far go together,” tutupnya mengakhiri perbincangan.

Reportase : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel Kisah Amanda, Mahasiswa UGM Berhasil Kelola 6 Usaha Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sukses-amanda-divanty-mahasiswa-ugm-kelola-6-bisnis-di-usia-muda/feed/ 0
14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/ https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/#respond Mon, 03 Feb 2025 03:43:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75324 Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza […]

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada mengikuti NUS Startup Ecosystem Program 2025 yang berlangsung pada 5-12 Januari 2025 lalu di Jakarta dan Bandung. Program yang menjadi platfrom bagi mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Keempatbelas mahasiswa ini adalah Apriana Vika Vianbara (Manajemen 2021), Virdza Anditha Arya Putri (Manajemen 2023), ⁠Muhammad Faza Naufal (Manajemen, 2022), Ando Fanda Belvian (Akuntansi 2022), Fazmi Rizki Al Ghifari (Manajemen 2024), Ibnu Zidan Alfarij (Akuntansi 2024), dan Azzumaraa Akmalia (Manajemen 2024).

Berikutnya, ⁠Jonathan Cahaya Kristianto (Akuntansi 2024), Paulina Berliana Ananto (Manajemen 2022), Maria Erika Widierasti (Manajemen 2022), ⁠M. Zhorif Asyraf. MT (Manajemen 2022), Muhammad Alfie Ramdhan (Manajemen 2022), Shalom Emmanuel Levy Atie (Manajemen 2022), ⁠dan Desi Indah Lestari (Manajemen 2022). Keempat belas mahasiswa tersebut mendapat dukungan fasilitasi dari CSDU berupa layanan administrasi, pendampingan, dan pendanaan.

Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berdiskusi dengan para ahli, kunjungan lapangan ke berbagai startup dan inkubator, mengikuti workshop dan pelatihan kewirausahaan, melakukan eksplorasi budaya lokal, membangun jaringan dengan para pendiri startup, dan melakukan sesi pitching.

Zhorif Asyraf, prodi Manajemen angkatan 2022, salah satu peserta, menjelaskan selama acara berlangsung, ia dan rekan timnya ditempatkan dalam kelompok pitching yang terdiri dari 5 anggota mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas. Pembagian tim ini bertujuan untuk menciptakan suasana kolaboratif dan memperkaya pengalaman antar peserta dari latar belakang yang beragam.“Saya merasa beruntung bisa mengikuti NUS Startup Ecosystem Program  karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, sekaligus senang bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman baru”, terangnya di FEB UGM, Senin (3/2).

Kesempatan  mendapatkan pengalaman international exposure ini , menurutnya, tidak hanya akan memperluas wawasan tetapi sekaligus memperdalam pemahaman ekosistem bisnis dan startup di tingkat global. “Yang pasti ini memberikan pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas dengan bermacam latar belakang,” ungkap Zhorif.

Reportase : Shofi Hawa Anjani & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel 14 Mahasiswa UGM Ikut NUS Startup Ecosystem Program pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/14-mahasiswa-ugm-ikut-nus-startup-ecosystem-program/feed/ 0
Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/ https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/#respond Thu, 30 Jan 2025 07:52:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75215 Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku […]

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bekerjasama dengan tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Sulawesi Tenggara, Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan program kerja membangun ketahanan lingkungan di wilayah pesisir di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat, Minggu (26/1). Penanaman mangrove dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mengatasi dampak perubahan iklim ini, dihadiri Arman selaku tokoh lokal Desa Terapung yang dikenal sebagai peneliti dan ahli botani. Kehadirannya sungguh diharapkan mahasiswa dan masyarakat karena akan memberikan dukungan secara langsung, sekaligus memberikan arahan teknis. “Tentu saja kehadiran beliau untuk memberikan panduan bagi kami dalam proses penanaman mangrove agar lebih efektif dan berkelanjutan”, ujar Fauzan Aldi, salah satu anggota tim KKN-PPM UGM dari klaster Agrokompleks.

Fauzan Aldi menjelaskan hasil observasi tim Agrokompleks KKN-PPM UGM menunjukkan kondisi mangrove di pesisir Desa Terapung menghadapi tantangan serius dan berpotensi mengalami degradasi lingkungan. Meski, sebelumnya telah dilakukan penanaman mangrove oleh berbagai pihak tetapi tidak bertahan hidup. “Banyak tanaman tidak bertahan karena metode yang kurang tepat, seperti polybag yang tertinggal di dalam tanaman. Hal ini tentu mengakibatkan banyak tanaman mangrove gagal tumbuh dan mengalami kerusakan”, terangnya.

Untuk kegiatan kali ini, tim mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan penggantian tanaman mangrove yang rusak dan penambahan bibit baru dengan pendekatan yang lebih terencana. Tidak hanya untuk memulihkan ekosistem pesisir, penanaman mangrove diharapkan dapat juga melindungi dari ancaman abrasi.

Kegiatan inipun diharapkan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga, khususnya generasi muda. Anak-anak Desa Terapung yang turut terlibat kegiatan penanaman mangrove  mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan.”Kami memastikan semua bibit ditanam tanpa polybag, dan area tanam disesuaikan dengan karakteristik lingkungan pesisir setempat,” ucap Fauzan Aldi.

Arman mengapresiasi langkah mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia sekaligus berterima kasih kepada tim KKN Universitas Muhammadiyah Buton yang turut bersama dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini akan menjadi prasasti. Lima hingga sepuluh tahun ke depan, mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi rumah bagi berbagai biota laut di Desa Terapung,” ujar Arman.

Dengan penuh optimisme, Arman berharap kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal dalam membangun sistem ketahanan lingkungan berbasis komunitas di Desa Terapung. Diharapkan pula cara ini menjadi model untuk diterapkan di wilayah pesisir lainnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim KKN-PPM UGM Buton

Artikel Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN UGM Tanam Mangrove di Buton Tengah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aksi-nyata-atasi-perubahan-iklim-mahasiswa-kkn-ugm-tanam-mangrove-di-buton-tengah/feed/ 0
Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/#respond Wed, 29 Jan 2025 07:17:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75188 Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 4 tahun 2024 di Kecamatan Taman mengusung program besar berupa Pengembangan Desa Kawasan Wisata dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Salah satu kegiatan yang kemudian dilaksanakan adalah menggelar sarasehan bertema Optimalisasi Potensi […]

Artikel Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa KKN PPM UGM melaksanakan pengabdian di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 4 tahun 2024 di Kecamatan Taman mengusung program besar berupa Pengembangan Desa Kawasan Wisata dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Salah satu kegiatan yang kemudian dilaksanakan adalah menggelar sarasehan bertema Optimalisasi Potensi Ekraf dalam Mendukung Sektor Pariwisata di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Sarasehan digelar di Kecamatan Taman, Kota Madiun, Rabu (22/1) dengan menghadirkan pembicara Dr. Destha Titi Raharja, S.Sos., M.Si dari Pusat Studi Pariwisata UGM.

Sarasehan mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Taman dan Bappelitbangda Kota Madiun. Hadir dalam Sarasehan ini perwakilan dari Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Madiun, Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kota Madiun, Dinas Perdagangan Kota Madiun, Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, dan Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Madiun, dan para lurah serta perwakilan pelaku usaha ekonomi kreatif dari seluruh kelurahan di Kecamatan Taman.

Destha Titi Raharjana, selaku peneliti senior di Pusat Studi Pariwisata UGM menyampaikan soal urgensi pengembangan sektor ekraf melalui identifikasi gambaran dan peluang untuk kemudian merumuskan rekomendasi strategis mengenai penguatan ekosistem ekraf di Kecamatan Taman, Kota Madiun. Menurutnya pengalaman selama ini bisa dijadikan fondasi bagi Kecamatan taman dalam pengembangan kawasan wisata.

Pengalaman wisata yang menjadi identitas suatu daerah dapat dicapai melalui kolaborasi antar elemen penggerak pariwisata di suatu daerah. Para penggerak pariwisata bisa menciptakan pengalaman unik secara bersama sebagai nilai jual wisata di Kecamatan Taman.“Ciptakan ambience, atmosfir, yang membuat sense dari Kota Madiun itu berbeda, tidak sama dengan yang lain, karena tourism is different,” paparnya.

Bagi Destha, destinasi yang kreatif akan mampu membawa pada persaingan. Karena dalam pengembangan pariwisata dituntut kemampuan baik dari aspek pengetahuan dan kreativitas.

Bahkan, ia membayangkan pengembangan pariwisata kedepan mengarah pada model wisata berbasis kreativitas. Hal ini sejalan dengan perkembangan ekonomi yang dinilai telah bergeser menuju era ekonomi kreatif. “Pemerintah Kota Madiun pun telah menerbitkan Perda No 11/2024 tentang pengembangan Ekonomi Kreatif. Kata kunci dari ekraf adalah ide, kreativitas. Karena yang dicari dalam pengembangan ekraf adalah eksplorasi, presentasi, dan pengemasan. Pengemasan dapat dilakukan secara tematik berbasis kluster melalui pendekatan kawasan,” paparnya.

Sarasehan yang digelar mahasiswa KKN mendapat sambutan Masyarakat. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan, terutama para pelaku ekraf dari sembilan kelurahan di Kecamatan Taman. Bahkan mereka secara terbuka berbagi cerita mengenai capaian pengembangan kreasi ekraf yang ditekuni selama ini dan harapannya  untuk kedepan terkait pemasaran produk.

Destha menaruh harapan bila sarasehan bisa menjadi titik awal yang baik untuk pertumbuhan ekraf dalam mendukung akselerasi sektor pariwisata. Semangat berkreasi dan perluasan pasar produk ekraf oleh para pelaku usaha diharapkan menjadi perhatian dan tindaklanjut pendampingan oleh OPD terkait.

“Pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu bagian dari titik awal pertumbuhan pariwisata di suatu daerah memerlukan suatu wadah, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pembentukan Pokdarwis ini tidak lepas dari identifikasi local champion sebagai tokoh penggerak”, katanya.

Dari sesi sharing dalam sarasehan ini, disimpulkan tingginya semangat pelaku ekraf dari tiap kelurahan di Kecamatan Taman dinilai positif. Optimalisasi fungsi Pokdarwis sebagai lembaga kepariwisataan yang digerakkan oleh inisiatif masyarakat dan penggiat pariwisata diharapkan menjadi wadah untuk akselerasi ekraf.

Yusuf Asmadi selaku Camat Taman sungguh senang dengan respon positif dari perwakilan Bappelitbangda dan para pelaku pariwisata. Ia menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan sarasehan yang diselenggarakan mahasiswa KKN PPM UGM.

“Terima kasih pada pihak-pihak atas terselenggaranya kegiatan Sarasehan sebagai salah satu program kerja KKN UGM. Empat kelurahan di Kecamatan Taman yang menjadi lokus KKN yaitu Manisrejo, Pandean, Banjarejo, dan Mojorejo kita harapkan menjadi pemicu wisata yang terkoneksi di Kecamatan Taman. Segera kita akan wujudkan dan semua kelurahan di Kecamatan Taman akan terhubung dalam satu paket wisata,” ujarnya.

Febri selaku penanggungjawab program kerja Sarasehan Parekraf mengungkapkan pengembangan ekonomi kreatif menjadi komponen penting pembangunan pariwisata. Urgensinya pengembangan ekonomi kreatif ini adalah pemberdayaan para pelaku usaha, dan ia menjadi pilar praktis dalam pengembangan wisata berupa “something to buy”. “Tentu bukan sekedar membeli suatu produk, melainkan bagaimana para wisatawan atau pengunjung juga membeli pengalaman. Hal ini tentu linear dengan tujuan besar Kecamatan Taman dalam pengembangan sektor pariwisata”, ucapnya.

Iapun menambahkan tidak hanya tema besar pariwisata, para mahasiswa KKN PPM UGM di kota Madiun juga melakukan berbagai kegiatan pendampingan untuk Masyarakat. Diantaranya pendampingan bidang pendidikan, UMKM dan lain-lain.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dukung Pariwisata Madiun, Mahasiswa KKN UGM Dorong Potensi Produk Ekonomi Kreatif  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dukung-pariwisata-madiun-mahasiswa-kkn-ugm-dorong-potensi-produk-ekonomi-kreatif/feed/ 0
Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/#respond Wed, 22 Jan 2025 04:54:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75015 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat Desa Kendal dan Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dalam hal penyediaan pakan ternak dan pengenalan teknologi pengolahan air bersih. Dalam pengabdiannya, para mahasiswa KKN UGM juga membuat web profil desa dan pembaruan data desa serta pembinaan pelaku UMKM. Dalam kegiatan […]

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat Desa Kendal dan Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dalam hal penyediaan pakan ternak dan pengenalan teknologi pengolahan air bersih. Dalam pengabdiannya, para mahasiswa KKN UGM juga membuat web profil desa dan pembaruan data desa serta pembinaan pelaku UMKM.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) KKN yang dilakukan di Desa Kendal, Selasa (22/1), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si menyambut baik dan mengapresiasi kerja dan karya para mahasiswa UGM. Dia merasa senang karena baru tiga minggu mahasiswa melakukan kerja hasilnya sudah bisa dirasakan masyarakat. Baginya Kuliah Kerja Nyata sebagai sarana terbaik mahasiswa praktek berinteraksi dengan masyarakat desa. Dengan srawung di tengah masyarakat, katanya, mahasiswa berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus menyelami berbagai persoalan yang dihadapi. “Mahasiswa ini belajar srawung, belajar berinteraksi. Ini adalah cara UGM untuk mendidik mereka berinteraksi, supaya belajar di masyarakat,” katanya.

Pada saat monev berlangsung, rombongan dari UGM mendengarkan pemaparan kegiatan KKN dari Raden Razaq Farel Aryabima selaku Kormanit KKN PPM UGM Unit 2024-JI060 Punung Pacitan, Jawa Timur dan Ari Cahyono, S.Si., M.Sc selaku dosen pendamping lapangan. Disamping berdiskusi, para peserta monev berkesempatan meninjau pameran UMKM yang menampilkan produk makanan kemasan berupa Krupuk Bawang Andini, Criping Asih, Bakpia Pacitan, Criping Pisang dan Sale Pisang Ambar Arum.

Pudji Haryono selaku Camat Punung Pacitan menyampaikan apresiasi dan ucapa berterima kasih karena desa-desa di wilayahnya telah dipilih menjadi kegiatan KKN PPM UGM. Menurutnya dengan KKN mahasiswa UGM sungguh membantu pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Punung Pacitan, khususnya di dua desa yaitu Desa Sooka dan Desa Kendal. “Mahasiswa KKN UGM telah memberikan sesuatu nilai yang sangat bermanfaat bagi warga masyarakat. Khususnya masalah pemberdayaan, hanya saja kami berharap apa yang ditinggalkan nanti untuk bisa dilanjutkan. Apa-apa yang sudah diberikan oleh adik-adik, sebesar apapun kalau tidak ada keberlanjutannya saya rasa tentunya akan hilang begitu saja,” ungkapnya.

 

Pudji menyampaikan sudah tiga tahun berturut-turut, Kecamatan Punung menerima penempatan mahasiswa KKN PPM UGM. Pengabdian para mahasiswa UGM selama tiga tahun berturut-turut, mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Selain melaksanakan program utama, para mahasiswa juga melakukan kegiatan-kegiatan pendukung seperti membantu pelayanan posyandu, khususnya posyandu untuk lansia. “Saya mendengar pada sore hari, mereka membantu kegiatan pengajian. Adik-adik mengajar mengaji, itu kan luar biasa, sementara di wilayah ini memang masih kekurangan tenaga untuk mengajar ngaji, dan masalah keagamaan ini sangat penting karena dalam rangka membangun manusia tidak hanya secara fisik, tetapi secara mental pun harus kita bangun”, terangnya.

Lurah Sooka, Eko Wahyudi, A.Md merasa bersyukur atas kehadiran para mahasiswa KKN UGM. Kehadiran para mahasiswa, disebutnya, sangat membantu warga Sooka terutama dalam mempersiapkan sediaan pakan ternak untuk musim kemarau. Disebutnya, Desa Sooka di saat musim kemarau merasakan kekurangan pakan ternak, namun di musim penghujan sangat berlimpah sehingga terbuang. “Karena kepada masyarakat diperkenalkan pembuatan silase dan fermentasi pakan ternak untuk persediaan. Selain itu, diperkenalkan teknologi untuk menarik sumber air di bawah dengan teknologi PLTS, tapi sayang biayanya tidak murah”, katanya.

Kuliah Kerja Nyata PPM UGM Unit 2024-JI060 Punung Pacitan, Jawa Timur mengambil tema besar pengabdian Pembaharuan data Kewilyahan desa di Desa Sooka dan Desa Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi kali ini  dihadiri sejumlah ketua dan sekretaris Senat Akademik Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum dan Prof. Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si., Ketua Komisi I, Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc, Ketua dan Sekretaris komisi II, Prof. Ir.T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU, Dr. dra. Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E., Biomed., Prof. Dr. Ganis Lukmandaru, S.Hut., M.Agr, Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si, serta Sekretaris DPkM UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum, Lurah Sooka, Eko Wahyudi, A.Md, Lurah Kendal, Bambang Widodo serta beberapa pimpinan lainnya.

Penulis  : Agung Nugroho

Foto      : Donnie

Artikel Mahasiswa KKN PPM UGM Bikin Fermentasi Pakan Ternak dan Pengenalan Teknologi Pengolahan Air Bersih di Pacitan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ppm-ugm-bikin-fermentasi-pakan-ternak-dan-pengenalan-teknologi-pengolahan-air-bersih-di-pacitan/feed/ 0
Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/#respond Thu, 16 Jan 2025 08:14:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74769 Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung […]

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Kaphibara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih juara tiga dalam Marketeers Innovation Challenge (MIC) 2024. Tim Kaphibara beranggotakan lima mahasiswa sarjana Program Studi Manajemen angkatan 2022 yang terdiri  dari Audrey Valensya Nabilla, Ayu Rahmi Widianarsi, Annisa Mayza Jasmine, Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani, dan Metta Varent. Dalam kompetisi yang berlangsung 16 Desember 2024 di Jakarta, mereka bersaing dengan 113 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Alifa Talitha Tsaqif Ramadhani menerangkan dalam kompetisi tersebut mereka bersaing dengan 113 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dan seluruh tim diminta untuk mengirimkan berkas penyelesaian studi kasus dalam bentuk proposal. Selanjutnya, panitia memilih 10 tim terbaik untuk maju dan merepresentasikan proposalnya di babak semi final yang digelar secara daring. Dari tahapan seleksi ini terpilih tiga tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang diselenggarakan secara luring. “Tentunya sangat bersyukur dan senang bisa sampai titik ini,” ujar Alifa, Kamis (16/1).

Alifah mensyukuri atas raihan ini setelah brainstorming yang cukup panjang dan kerja keras yang memerlukan waktu tidak sedikit bersama teman-teman tim. Ia bersama tim sungguh bersyukur atas keberhasilan ini, terlebih karena kompetisi ini merupakan business case yang cukup prestisius di tingkat nasional yang diikuti oleh 114 tim hebat yang memiliki ide-ide luar biasa.

Dalam kompetisi ini, kata Alifah, tim diminta merancang strategi yang dapat memperkuat posisi Jiniso sebagai merek jeans unisex terkemuka di Indonesia. Fokus utama adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang terintegrasi di berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, serta meningkatkan brand awareness terhadap transformasi Jiniso sebagai merek unisex. Selain itu, tim juga diminta merancang kampanye branding kreatif yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan meningkatkan daya saing Jiniso di pasar fashion lokal. “Pendekatan omnichannel yang diusulkan harus mampu menjawab kebutuhan konsumen dengan memberikan kemudahan dalam mengakses produk, informasi, serta layanan, dimanapun dan kapanpun,” terangnya.

Rokhima Rostiani, S.E., M.Mgt. selaku dosen pendamping menambahkan perjalanan tim menuju final tidaklah mudah. Disamping harus menghasilkan solusi inovatif yang relevan, tim Kaphibara juga dihadapkan pada tantangan waktu yang bertabrakan dengan jadwal UAS. “Bersyukur tim berhasil melewati hambatan tersebut dan memperoleh hasil yang membanggakan. Prestasi ini juga tidak lepas dari peran fakultas, yang memberikan fasilitas pendukung untuk presentasi final secara luring serta mentoring dari dosen,” katanya.

Rohkima berharap Tim Kaphibara FEB UGM terus bisa berkontribusi dan memberikan dampak positif dalam menciptakan solusi kreatif dan inovatif bagi industri di Indonesia, baik dalam kompetisi maupun di luar kompetisi. Prestasi inipun diharapkan menjadi pintu gerbang bagi berbagai peluang baru dan membawa ke prestasi-prestasi lain yang lebih baik.

Reportase: Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis     : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa FEB UGM Juara 3 Kompetisi Marketeers Innovation Challenge pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-feb-ugm-juara-3-kompetisi-marketeers-innovation-challenge/feed/ 0
Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/#respond Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74794 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama […]

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, 6-10 Januari  lalu mengusung tema Modelling Uncertainty dengan topik Designing PV System for Riverside Community. Kegiatan FACT kali ini diikuti 43 orang mahasiswa UGM dari DTMI, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), dan Departemen Teknik Kimia (DTK) serta 33 mahasiswa SUTD.

Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D., dari DTMI UGM mengatakan para peserta kegiatan FACT melaksanakan aktivitas bersama secara berkelompok di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, RW 05 Kalurahan Terban, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kalurahan Cokrodiningratan. Sesuai dengan tema yang diberikan, para peserta diminta untuk membuat sebuah perancangan model berkaitan dengan pemasangan panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat di Terban dan Cokrodiningratan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan listrik, antara lain kegiatan perkumpulan warga, penyediaan air bersih melalui pompa, dan pengolahan air limbah.

Para peserta di hari pertama mendapatkan brief dan materi latar belakang lokasi pemasangan panel surya. Hal ini perlu disampaikan agar mampu memberikan pemahaman awal mengenai lokasi yang akan dikunjungi. ”Terlebih karena di lokasi sudah terpasang beberapa panel surya di beberapa titik dan peserta akan memodelkan titik-titik yang potensial untuk dipasang panel surya”, jelas Achmad Rifai.

Ia menambahkan berbekal pengetahuan awal, pada hari kedua peserta dibawa untuk melaksanakan field trip dengan mengunjungi lokasi di Terban dan Cokrodiningratan secara langsung. Pelaksanaan field trip disambut oleh Ketua RW 05 Kalurahan Terban, Supriyanto S.Sos, di Aula Masjid Nidaul Jannah Terban. Kedatangan para peserta inipun mendapat sambuatan hangat warga Terban. ”Kami merasa senang bisa menerima kembali tamu dari SUTD, semoga kegiatan bisa berjalan lancar,” tutur Supriyanto.

Setelah memperoleh pembagian titik kunjungan, peserta yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok pada hari pertama kemudian menuju ke titik masing-masing untuk mengumpulkan data-data terperinci yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan dengan didampingi oleh liaison officer (LO) dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM dan perangkat masyarakat setempat. Sekembalinya dari field trip, peserta diberi kesempatan untuk merefleksikan hasil kunjungan sekaligus berdiskusi dalam menyusun pemodelan yang akan dipresentasikan.

Presentasi atas pemodelan yang telah dirancang pun selanjutnya dilaksanakan dengan durasi presentasi per kelompok adalah 7 menit dan durasi tanya jawab dengan para juri selama 10 menit. Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D. (DTMI UGM), dan Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D. (DTMI UGM). Para juri menilai beberapa hal dari presentasi peserta, antara lain penyusunan problem statement, penyajian data, penentuan hipotesis dan batasan analisis, penyusunan metode penyelesaian, penyajian solusi dan timbal baliknya, dan penampilan presentasi dari kelompok.

Dari penilaian yang dilakukan, ditentukan 1 tim terbaik dan 2 peserta terbaik dengan dipilih 1 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa SUTD. Setelah usai memberikan penilaian, dewan juri memilih Tim 9 sebagai tim terbaik, disusul Srikanth Srider (SUTD) dan Chika Zenita Sabrina (DTK UGM). Ketiga tim terbaik dinilai berhasil mengerjakan pemodelan instalasi panel surya. Selanjutnya, para peserta pun berkesempatan mengikuti perkuliahan dari dosen-dosen UGM dan SUTD. Mereka mengikuti perkuliahan yang disampaikan Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Syahirul Alim Ritonga, S.T., MRes (UGM), Dr. Jose Rafael Martinez Garcia (SUTD), dan Yun Prihantina Mulyani, Ph.D. (UGM).

Dr. Jose Rafael Martinez Garcia dalam closing remarks mengingatkan kembali soal pemodelan. Meski pemodelan yang dikerjakan oleh para peserta bersifat kuantitatif, ada aspek lain yang perlu untuk diperhatikan. ”Mempertimbangkan aspek manusia dalam sebuah komunitas masyarakat juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan,” terang Jose Rafael.

Hal senada diungkap Dr. Wong Wei Pin. Ia berharap para peserta, baik dari SUTD maupun UGM bisa menarik manfaat pelajaran berharga dari program FACT ini. ”Kreativitas para peserta sungguh mengesankan, dan semoga semua memperoleh wawasan yang baik dan meneruskan untuk berinovasi merancang desain yang berpusat pada manusia,” tambahnya.

Dr. Adhika Widyaparaga selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM menjelaskan topik yang diangkat oleh FACT tahun ini dikaitkan dengan SDGs. Seperti energi bersih yang terjangkau merupakan bagian dari SDGs. ”Modelling uncertainty dalam FACT saya kira memainkan peran yang besar dalam mewujudkannya, dengan merancang pembangkit energi yang tepat guna tentu menghindari kesalahan yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Adhika berharap kegiatan pengabdian dari kerja sama dua universitas ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi untuk menghasilkan energi bersih, terbarukan, dan terjangkau.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/feed/ 0
Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/ https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/#respond Mon, 06 Jan 2025 09:15:31 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74424 Ali Alexander, mahasiswa Program Sarjana Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menjadi salah satu mahasiswa berprestasi. Hingga saat ini, tercatat tidak kurang 41 kemenangan yang ia raih di berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional berhasil ia raih selama menjalani studi di UGM. Dikenal sebagai mahasiswa yang kuat dalam memegang prinsip. Ia pantang […]

Artikel Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ali Alexander, mahasiswa Program Sarjana Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menjadi salah satu mahasiswa berprestasi. Hingga saat ini, tercatat tidak kurang 41 kemenangan yang ia raih di berbagai kompetisi di tingkat nasional dan internasional berhasil ia raih selama menjalani studi di UGM.

Dikenal sebagai mahasiswa yang kuat dalam memegang prinsip. Ia pantang menyerah, dan selalu gigih dalam belajar. Keberhasilannya meraih prestasi dalam berbagai ajang kompetisi sebuah perjalanan yang tidak mudah. Bukan sekali coba langsung berhasil juara. Ia bahkan harus berulangkali menghadapi kegagalan. Baginya, kegagalan dan tantangan adalah peluang untuk tumbuh, belajar, dan berkembang lebih jauh. Dengan semangat juang tinggi, Ali berhasil memenangkan 41 perlombaan selama kuliah meliputi 32 Equity Research Competition, 4 Business Plan Competition, dan 5 Business Case Competition. “Saya pernah gagal 7 kali, tetapi terus belajar dari kegagalan itu, dan akhirnya aku bisa menang berkali-kali,” ucapnya, Senin (6/1).

Ali selalu berkeinginan menjalani hidup tanpa ada rasa penyesalan. Karenanya, iapun terus berupaya melakukan hal-hal produktif saat menjalani studi, salah satunya dengan mengikuti berbagai kompetisi. Baginya dengan berpartisipasi dalam kompetisi, ia bisa berkesempatan terus belajar banyak hal.

Meski sudah banyak kompetisi diikuti, Ali mengaku sebagian besar kompetisi yang ia ikuti merupakan kompetisi terkait keuangan. Jujur ia sangat memiliki ketertarikan cukup tinggi di dunia investasi dan keuangan. Hal ini pula yang membuatnya gemar melakukan banyak evaluasi dan riset saham. “Awalnya di tahun 2020 saya membaca dan mendengar kisah sukses Andika Sutoro Putra, seorang miliarder muda sekaligus pendiri FOLK Group. Hal itu yang mendorong kuat saya minat terhadap dunia investasi,” terangnya.

Keberhasilan Andika Sutoro Putra mencapai kebebasan finansial di usia muda, diakui, menginspirasinya untuk mendalami dunia investasi. Ia pun mulai mempelajari dunia investasi keuangan melalui berbagai buku, seminar, dan video Youtube. Dari berbagai sumber tersebut membuatnya menjadi mengerti tentang fundamental perusahaan, cara membaca laporan keuangan, valuasi, serta prospek dan risiko perusahaan.

Minat Ali Alexander pada dunia keuangan dan investasi pun semakin berkembang ketika ia memulai studinya di FEB UGM pada 2021 yang lalu. Sejak menjadi mahasiswa, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi keuangan. Meskipun diawal tidak begitu mulus, bahkan sempat menghadapi beberapa kegagalan. “Terus mencoba, pantang menyerah dan terus belajar. Itu bisa menjadi kunci agar terus bersemangat,” akunya.

Ali merasa beruntung bertemu Eddy Junarsin, Ph.D, dosen Departemen Manajemen FEB UGM pada semester tiga saat ia kuliah. Pertemuan tersebut baginya semakin membuka pemahamannya akan dunia keuangan menjadi lebih luas. “Saya pun semakin banyak belajar tentang valuasi yang menjadi kunci kemenangan di perlombaan Equity Research,” ungkapnya.

Menjalani aktivitas kuliah, magang sekaligus aktif mengikuti berbagai kompetisi tentu bukan hal mudah bisa dilakukan mahasiswa. Pun dengan Ali Alexander, ia berupaya melakukan pengelolaan waktu dengan baik dan menyusun skala prioritas. “Karena ini merupakan hobi saya, jadi saya sukarela melakukan analisis saham dan ikut kompetisi di waktu luang. Saya berterima kasih materi alokasi aset yang saya terima saat perkuliahan semakin memperkuat memahami mengenai dunia investasi,” ujarnya .

Ali pun dengan sukahati memberikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin mulai mengikuti kegiatan kompetisi. Menurutnya yang utama tidak takut untuk mencoba dan memahami kegagalan. Kekalahan adalah bagian dari proses belajar, dan tak kalah penting menemukan mentor yang relevan dengan bidang kompetisi yang ingin diikuti. “Penting bagi kita untuk mendapatkan pengarahan yang tepat. Jangan ragu-ragu manfaatkan fasilitas yang tersedia di kampus dengan sebaik mungkin,” pesannya.

Reportase  : Najwah Ariella Puteri & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis       : Agung Nugroho

Artikel Ali Alexander, Mahasiswa UGM Berhasil Raih 41 Prestasi di Berbagai Kompetisi Keuangan dan Bisnis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ali-alexander-mahasiswa-ugm-berhasil-raih-41-prestasi-di-berbagai-kompetisi-keuangan-dan-bisnis/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/#respond Fri, 03 Jan 2025 07:06:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74324 Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Pairgrowth berhasil meraih juara 1 Capital Market Inclusion Competition pada ajang Jambi Financial Inclusion Festival 2024 pada 23 September – 16 November 2024 di Universitas Jambn. Tim Pairgrowth terdiri dari Ali Alexander, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2021 dan Elsa Firlyani, mahasiswa Manajemen Penilaian Properti-SV 202, dan mendapat bimbingan dari Eddy Junarsin, Ph.D., CFP selaku dosen pendamping berhasil menyisihkan 34 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi diselenggarakan secara daring oleh Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Jambi.

Ali Alexander menjelaskan dalam tahap awal perjalanan tim Pairgrowth dalam mengikuti kompetisi ini adalah membuat paper equity research. Seluruh tim dalam tahap ini melakukan analisis komprehensif mulai aspek makro ekonomi, industri, profil bisnis, proses bisnis, keuangan, valuasi, hingga risiko berkaitan dengan perusahaan yang dianalisis. “Kita dan hampir semua tim yang mengikuti kompetisi masing-masing diminta melakukan analisis terhadap PT. Bank Mandiri yang mengalami gejolak makroekonomi sehingga susah untuk bertumbuh, dan diberi tambahan permasalahan banyaknya masyarakat yang skeptis terhadap saham BMRI”, katanya di Kampus UGM, Jum’at (3/1).

Ali mengungkapkan PT. Bank Mandiri yang bergerak di industri perbankan berbeda dengan perusahaan non-finansial yang memiliki template khusus keuangan. Kondisi ini menjadi hambatan sekaligus kesulitan dalam membuat valuasi. “Namun, karena saya sudah terbiasa menghitung valuasi perbankan maka dapat menyelesaikannya dengan cepat dan akurat,” ungkapnya.

Keberhasilan tim Pairgrowth merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, dan kekompakan tim mulai dari tahap persiapan hingga kompetisi. Dalam proses mengikuti kompetisi ini, Ali dan rekan timnya menghadapi sejumlah tantangan seperti manajemen waktu. Ali mengaku saat proses mengikuti kompetisi saat itu sedang menjalani magang di PT Nestlé Indonesia. Iapun harus pandai-pandai mengatur waktu antara magang dan lomba. Sementara Elsa sebagai partner dalam tim sedang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri sehingga harus beradaptasi dengan perbedaan zona waktu. “Meski banyak tantangan akhirnya kami bisa meraih juara dan membawa nama baik FEB dan UGM di kancah nasional,” pungkasnya.

Reportase  : Orie Priscylla Mapeda Lumalan & Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis.      : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Berhasil Meraih Juara 1 Capital Market Inclusion Competition pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pairgrowth-ugm-berhasil-meraih-uara-1-capital-market-inclusion-competition-2024/feed/ 0