Hilirisasi Riset Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/hilirisasi-riset/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 06 Feb 2025 09:55:27 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/ https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/#respond Thu, 06 Feb 2025 09:48:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75637 Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. mengatakan ada lima tantangan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat, kelima tantangan tersebut adalah terbatasnya waktu bonus demografi, dampak perubahan iklim, perlambatan ekonomi global, ancaman pandemi baru, dan disrupsi kecerdasan buatan. Menghadapi kelima tantangan tersebut, Dirjen mengajak  […]

Artikel Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. mengatakan ada lima tantangan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat, kelima tantangan tersebut adalah terbatasnya waktu bonus demografi, dampak perubahan iklim, perlambatan ekonomi global, ancaman pandemi baru, dan disrupsi kecerdasan buatan.

Menghadapi kelima tantangan tersebut, Dirjen mengajak  perguruan tinggi berkolaborasi dengan industri dan masyarakat agar mendukung program pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional. ”Kita ingin mengembangkan ekosistem supaya hasil riset dan inovasi dari universitas itu dapat dirasakan oleh masyarakat,” dalam Workshop dan Sharing Session Nasional dengan tajuk “Sinergi Perguruan Tinggi Hukum: Peran Pengabdian kepada Masyarakat yang Berkelanjutan” yang berlangsung di Fakultas Hukum UGM, kamis (6/2).

Fauzan pun kemudian menjelaskan program-program prioritas serta rencana-rencana yang saat ini sedang dikembangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden melalui Asta Cita. Ia menekankan bahwa program-program pemerintah dan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi saat ini arus sampai dan berpihak kepada masyarakat.

Fauzan menjelaskan bahwa saat ini Kemendiktisaintek tidak lagi berfokus pada penelitian berbasis produk, namun beralih ke arah penelitian yang berbasis tantangan, interaksi multidisiplin untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Adapun topik-topik dari penelitian tersebut adalah mengenai kecerdasan buatan (AI), energi baru dan terbarukan, teknologi pangan dan kesehatan, transportasi dan infrastruktur, material maju dan teknologi nano. Bahkan kontribusi-kontribusi yang saat ini dikembangkan pun akan berfokus penyelesaian masalah sosial dan ekonomi sosial. “Dari kami bisa berkontribusi dan dari masyarakat bisa menyampaikan apa yang diperlukan,” harap Fauzan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. mengatakan perguruan tinggi mempunyai kewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, selain menyelenggarakan pendidikan dan penelitian. Hal ini diperkuat dengan adanya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur tentang kewajiban melaksanakan dan mewujudkan tri dharma bagi perguruan tinggi. “Saya berharap pendidikan itu misinya untuk mencerdaskan bangsa, oleh karena itu idealnya banyak hasil research yang kita miliki, perkuliahan yang ditopang oleh aktivitas-aktivitas praksis berdasarkan pengalaman, juga harus menginspirasi dan memberikan kebermanfaatan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa hilirisasi tak hanya berfokus pada industri saja, tapi skill dan juga pengetahuan yang didapat untuk menjawab masalah yang ada di masyarakat. Sehingga, ilmu sosial humaniora, terlebih ilmu hukum bisa memastikan pendidikan, pengajaran, praktik, dan research yangs sudah dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Lebih lanjut, Arie pun menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak akan pernah bisa netral, karena ia selalu dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Lalu di sana lah hukum menjalankan perannya, sebagai alat untuk penerjemah visi pengabdian masyarakat untuk menjawab persoalan di masyarakat. “Hukum tidak seharus nya membuat orang takut, melainkan mendekat,” ujarnya mengakhiri.

Sekretariat Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum  menyampaikan capaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh UGM melalui DPKM. Salah satu bentuk dari upaya pengabdian tersebut dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).  “Utamanya adalah penyelenggaraan KKN, kuliah kerja nyata di Universitas Gadjah Mada yang sudah diinisiasi sejak tahun 1971, dan sampai detik ini masih menjadi mata kuliah wajib di universita,.” jelasnya.

Djarot menambahkan bahwa tiap tahunnya UGM mengirimkan rata-rata sekitar 8.900 mahasiswa ke seluruh Indonesia dengan rincian  persebaran di 35 provinsi di lebih dari 100 kabupaten dan lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia. “Kita juga memfokuskan di daerah perbatasan,” katanya.

Dalam pelaksanaan program kerja, kata Djarot, kegiatan KKN diarahkan menggunakan metode riset, walaupun sederhana. Ia pun menjelaskan bahwa DPKM secara rutin dalam satu tahun menerbitkan jurnal pengabdian sebanyak 4 kali.“Kegiatan pengabdian dapat dijadikan penelitian,” imbuh Djarot.

KKN PPM UGM sebagai bentuk pengabdian, bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sehingga daerah atau komunitas tersebut menjadi lebih mandiri. Ia pun menjelaskan untuk mencapai hal tersebut, DPKM menggunakan strategi-strategi peningkatan mutu masyarakat yang antara lain mencakup interdisiplin, berdampak luas, hilirisasi program, model kemitraan, tuntas dan berkelanjutan, research based,  dan outcome based. “Koordinasi, kolaborasi, dan publikasi menjadi kunci,”pungkasnya.

Penulis : Leony

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Hasil Riset Universitas Diarahkan untuk Selesaikan Masalah Bangsa pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hasil-riset-universitas-diarahkan-untuk-selesaikan-masalah-bangsa/feed/ 0
Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/#respond Fri, 18 Oct 2024 13:53:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71832 Diseminasi hasil riset ke ranah industri menjadi salah satu agenda penting dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Para peneliti maupun akademisi setiap tahunnya mampu menghasilkan banyak hasil penelitian setiap tahunnya. Sayangnya, untuk menjadi sebuah produk yang dapat dipasarkan, membutuhkan pendampingan khusus dalam melihat kemampuan produksi dan potensi pasar. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM […]

Artikel Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Diseminasi hasil riset ke ranah industri menjadi salah satu agenda penting dilakukan oleh setiap perguruan tinggi. Para peneliti maupun akademisi setiap tahunnya mampu menghasilkan banyak hasil penelitian setiap tahunnya. Sayangnya, untuk menjadi sebuah produk yang dapat dipasarkan, membutuhkan pendampingan khusus dalam melihat kemampuan produksi dan potensi pasar.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM meluncurkan program akselerator untuk hilirisasi inovasi akademik berkolaborasi dengan Volantis Technology dalam mendampingi para akademisi melakukan hilirisasi. Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si., menjelaskan, kerja sama dengan akselerator ini sengaja dibuat agar hambatan implementasi penelitian dapat teratasi. “Kita ketahui bahwa banyak produk inovasi di fakultas yang dananya sampai milyaran tapi ternyata tidak ada jalur mengirimkan produk inovasi ke masyarakat. Ini salah satu upaya kita membangun ekosistem dalam hiliran produk inovasi,” terangnya kepada wartawan di sela kegiatan Jogja Innovator Summit di kampus FMIPA UGM, Jumat (18/10).

Ia menyebutkan  UGM sendiri saat ini memiliki 35 spin-off company dan 30 teknologi yang siap dikembangkan. Kolaborasi dengan industri diharapkan mampu membawa inovasi tersebut dalam inkubasi sehingga menghasilkan output ekonomi baru. “Sinergi volantis dan universitas menjadi entitas yang besar. Hidup matinya universitas ini sangat dipengaruhi oleh industrialisasi melalui jalur startup maupun kerja sama dengan industri,” tambah Kuwat.

Kuwat mengaku bersyukur adanya dukungan dari pihak universitas dalam mendorong hilirisasi program riset akademik di FMIPA melalui keberadaan Science Technopark UGM sebagai wadah pengembangan riset dan pegembangan. Program ini secara khusus dibentuk untuk mempertemukan inovator dan pihak industri yang membutuhkan solusi berbasis teknologi.

Prof. Sang Kompiang Wirawan, selaku Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM menuturkan program akselerator FMIPA UGM potensial memfokuskan riset-riset pada kebutuhan industri. “Inovasi yang dimulai dari universitas harus memiliki arah yang jelas menuju penerapan di industri. Meskipun kita sudah mencapai 30 spin-off company, masih banyak yang bisa kita tingkatkan,” paparnya.

Kompiang mengakui ada berbagai tantangan mengapa hasil riset sulit masuk pasar, salah satunya adalah kurangnya penelitian yang berbasis kebutuhan industri. Banyak riset selama ini dilakukan hanya untuk pengembangan akademik saja, sehingga tidak ada produk yang bisa dipasarkan. “Kalaupun ada, penelitian biasanya meneliti produk dalam jumlah mikro, dan akan menghadapi masalah lain jika diproduksi massal. Maka dari itu, penting bagi akademisi untuk menyesuaikan fokus riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” katanya.

Tantangan selanjutnya menurut Kompiang adalah kurangnya kedekatan perguruan tinggi dengan industri. Sebab, membangun kepercayaan industri terhadap produk riset tidaklah mudah. “Ada peluang yang tinggi, namun resikonya tinggi juga. Sulit membangun kepercayaan industri dalam satu atau dua pertemuan saja. Pendekatan untuk meyakinkan bahwa produk riset ini punya pasar itu sulit, karena berbeda lagi cara berpikirnya,” imbuhnya.

Bachtiar Rifai selaku Founder Volantis turut mengutarakan hal yang sama. Latar belakang Volantis sebagai perusahaan akselerator dan pendampingan teknologi ini adalah untuk mengatasi gap antara akademik dan industri. Ia menyebut Yogyakarta sebagai pusat akademik terbesar di Indonesia, tapi belum ada industri kuat yang berbasis di Yogyakarta. “Ibaratnya seperti ada tambang emas tapi belum digali. Jadi kami hadir sebagai startup untuk menjadi penghubung antara akademik dan industri,” ucap Rifai.

Melalui program akselerator FMIPA UGM bersama Volantis, kata Rifai, rencananya akan dilaksanakan dalam beberapa tahap kerja sama yang diawali dengan innovation activation dimana setiap departemen mengajukan ide bisnis atau inovasi yang siap diinkubasi. Selanjutnya, start-up terpilih akan dipertemukan dengan industri yang relevan. “Target kami dalam satu tahun itu ada 10 startup yang akan lahir. Pada tahap ketiga atau tahap terakhir, kita akan mengadakan demo day dan mengundang investor nasional dan luar negeri,” lanjut Rifai.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Bikin Akselerator, UGM Dorong Hilirisasi Produk Inovasi ke Industri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-akselerator-ugm-dorong-hilirisasi-produk-inovasi-ke-industri/feed/ 0
Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/ https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/#respond Sat, 14 Sep 2024 02:27:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70607 Sebanyak 40 perusahaan swasta dan BUMN mengikuti temu bisnis yang bertajuk “Business Matching and Virtual Expo, Produk Inovasi bidang Petrokimia, Oil and Gas” di Gedung UGM Kampus Jakarta, Jumat (13/9). Beberapa diantara 40 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Gas, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia Pangan, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim dan Indika […]

Artikel Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 40 perusahaan swasta dan BUMN mengikuti temu bisnis yang bertajuk “Business Matching and Virtual Expo, Produk Inovasi bidang Petrokimia, Oil and Gas” di Gedung UGM Kampus Jakarta, Jumat (13/9). Beberapa diantara 40 perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Gas, Pertamina Patra Niaga, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Indonesia, Pupuk Indonesia Pangan, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim dan Indika Energy.

Kegiatan temu bisnis ini dilaksanakan dalam rangka membangun kolaborasi antara akademisi dan pelaku dunia usaha untuk hilirisasi hasil inovasi riset yang sudah dikembangkan oleh peneliti melalui UGM Science Techno Park.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Dr. Wening Udasmoro mengatakan kegiatan temu bisnis ini dalam rangka menutup kesenjangan antara dunia akademik dan dunia industri. Sekaligus menjalankan mandat UGM untuk memproduksi pengetahuan dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat. “Kedua mandat tersebut dipegang teguh,” katanya.

Wening menuturkan bahwa banyak hasil inovasi dari peneliti dari kampus UGM yang kini dilirik tidak hanya perusahaan dari dalam negeri bahkan dari luar negeri. “Baru-baru ada Industri di Jerman yang ingin menggunakan produksi pengetahuan yang dihasilkan oleh peneliti FMIPA, ternyata produksi pengetahuan dan inovasi  dari ahli-ahli UGM sudah diakui di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Selain sebagai ajang untuk memperkuat kolaborasi, temu bisnis ini menurut Wening membuka peluang untuk hilirisasi produk riset dan inovasi agar bisa diadopsi dan dimanfaatkan langsung untuk kepentingan industri. “Kita ingin apa yang kita hasilkan bisa bermanfaat bagi industri karena UGM sebagai kampus komprehensif dari ilmu sains hingga social sains, selain untuk industri tapi juga memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Direktur Pengembangan Usaha UGM Dr. Hargo Utomo, M.B.A., mengatakan pihaknya saat ini tengah mendorong berbagai hasil inovasi unggul bisa dikerjasamakan dengan industri. “UGM Science Techno Park dalam lima tahun ke depan akan didorong melakukan downstream inovasi unggul ke industri. Kita ingin UGM terus menggelorakan semangat inovasi untuk kemajuan negeri,” katanya.

Vice President of Production Planning and Controlling, PT Pupuk Sriwijaya, Baim Ibrahim, menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan upaya efisiensi pemakaian bahan baku dan energi sehingga agar bisa melakukan penghematan dari sisi biaya produksi dan emisi pembuangannya. Menurutnya upaya efisiensi perlu perlakuan khusus adanya teknologi sehingga memberi peluang untuk dikerjasamakan dari hasil inovasi di perguruan tinggi.

“Soal efisien konsumsi bahan baku saya kira ada yang perlu dikerjasamakan. Dari Fakultas Teknik misalnya nantinya ada pengembangan proses agar bisa memperoleh proses yang lebih efisien mudah dioperasikan. Dengan (Departemen) Teknik Kimia, sudah banyak dikerjakan terkait pengolahan limbah terkait lingkungan namun untuk proses (produksi) belum banyak,” katanya.

Sementara Eko Ricky Susanto selaku Vice President Retail Fuel Sales Marketing Regional Directorate PT Pertamina Patra Niaga menuturkan pihaknya membuka peluang kerja sama dengan peneliti dari UGM terkait dalam  mendukung target pemerintah untuk mencapai net zero emission tahun 2060. Beberapa kegiatan pertamina sekarang ini sudah diarahkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan seperti pengembangan energi geothermal, gas, dan energi hidrogen. “Energi hidrogen sebagai energi transisi dinilai salah satu energi bersih dan lebih bagus, ke depan di seluruh dunia mungkin nanti akan muncul infrastruktur lebih murah untuk hidrogen,” paparnya.

Di ajang temu bisnis kali ini, UGM Science Techno Park membuka peluang kolaborasi melalui expo virtual produk inovasi diantaranya karbon nanopori, karbon mesopori, inovasi biofuel dari biji nyamplung bahkan hingga inovasi turunan polimer yaitu bioplastik serta perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup). Selain itu, terdapat lebih dari 100 inovasi termasuk paten inovasi berstatus granted yang ditawarkan untuk menjadi topik penelitian dan pengembangan kolaborasi antara universitas dengan industri.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Hilirisasi Produk Inovasi, UGM Gelar Temu Bisnis dengan 40 Perusahaan  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hilirisasi-produk-inovasi-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-40-perusahaan/feed/ 0