guru besar Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/guru-besar/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 06 Jan 2025 02:57:24 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Tambah 81 Guru Besar Baru  https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-81-guru-besar-baru/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-81-guru-besar-baru/#respond Mon, 06 Jan 2025 02:41:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74362 Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Indonesia, terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penambahan jumlah guru besar guna menjaga dan memperkuat standar akademik di tingkat nasional maupun internasional. Sebanyak 81 orang dosen yang sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Guru Besar baru. Dengan begitu, hingga saat ini, UGM […]

Artikel UGM Tambah 81 Guru Besar Baru  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Indonesia, terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penambahan jumlah guru besar guna menjaga dan memperkuat standar akademik di tingkat nasional maupun internasional. Sebanyak 81 orang dosen yang sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Guru Besar baru. Dengan begitu, hingga saat ini, UGM kini memiliki total 523 guru besar atau sekitar 15,57% dari total dosen.

Direktur Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.,Sc., Ph.D mengungkapkan pencapaian penambahan Guru Besar ini merupakan bagian dari upaya UGM untuk mendorong lebih banyak dosen mencapai jabatan tertinggi di dunia akademik dan riset, sebagai bagian dari strategi jangka panjang universitas untuk mencapai target 17% guru besar pada tahun 2027. “Tentu saja pertumbuhan guru besar sangat menggembirakan, pada tahun lalu (2023) ada tambahan 101 guru besar. Pada tahun 2022 terdapat tambahan sebanyak 41 guru besar. Tahun-tahun sebelumnya dosen yang mengajukan usulan tidak banyak (sekitar 20-30an usulan per tahun),” ungkapnya pada wartawan, Senin  (6/1).

Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatatkan tingkat keberhasilan tertinggi dalam pengajuan kenaikan jabatan Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB) dengan tingkat penolakan hanya 12%, berdasarkan evaluasi Kementerian Pendidikan pada 23 Desember 2024. Pencapaian ini berkat keselarasan antara dosen, departemen, dan universitas dalam memenuhi ketentuan penilaian angka kredit. Peningkatan minat dosen untuk mengajukan kenaikan jabatan didukung oleh sistem administrasi yang lebih baik dan sistem Penilaian Angka Kredit (PAK) terintegrasi, yang memudahkan dosen menilai kesiapan mereka dan memenuhi syarat kenaikan jabatan sesuai aturan pemerintah.

Kenaikan jenjang jabatan dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) berjalan sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah, dengan pemenuhan syarat sebagai aspek yang wajib dipenuhi. Salah satu syarat utama adalah publikasi pada jurnal internasional bereputasi. “Pemenuhan persyaratan ini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap dosen yang ingin mengajukan kenaikan jabatan. Tidak hanya syarat khusus, namun juga syarat tambahan serta aspek administrasi yang harus disiapkan dengan baik,” tutur Suadi.

Ia juga menyampaikan bahwa UGM berupaya memfasilitasi proses ini agar dosen tidak menghadapi kendala yang terlalu besar dalam proses administrasi. Ia memastikan bahwa proses administrasi di UGM berjalan lancar dan akurat untuk menghindari penolakan usulan secara administratif.

Selain itu, UGM menyediakan berbagai skim riset yang dapat dimanfaatkan oleh dosen untuk memungkinkan dosen memperoleh data yang bisa dipublikasikan, sehingga memudahkan pemenuhan syarat khusus. Dilakukan pula pemetaan dosen berdasarkan jabatan fungsional (jabfung) dan angka kredit yang telah dicapai. “Pemetaan ini menjadi acuan kami dalam memberikan dukungan yang tepat bagi para dosen. Dengan demikian, universitas dan fakultas dapat mengambil kebijakan yang efektif untuk mempercepat proses kenaikan jabatan,” jelasnya.

Suadi menambahkan bahwa UGM juga berharap penambahan guru besar ini akan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam hal SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—para guru besar UGM juga diharapkan dapat memperluas dampaknya dalam berbagai aspek pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Disamping, penambahan jumlah guru besar juga menjadi faktor penting dalam penilaian akreditasi perguruan tinggi. Dengan semakin banyaknya dosen yang memiliki jabatan fungsional tinggi, seperti guru besar, UGM dapat memperkuat posisinya dalam proses akreditasi yang semakin ketat. “Guru besar merupakan indikator penting dalam akreditasi perguruan tinggi, sehingga penambahan ini akan membantu UGM dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Dengan penambahan 81 guru besar baru ini, kata Suadi, UGM optimis bahwa kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat akan semakin meningkat. Para guru besar diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pengembangan inovasi, serta solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat. “Kami berharap para guru besar baru semakin memberikan dampak terhadap perbaikan kualitas pendidikan dan berkontribusi terhadap persoalan di masyarakat melalui berbagai kegiatan tri dharma yang dilakukan,” tutup Suadi.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel UGM Tambah 81 Guru Besar Baru  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-tambah-81-guru-besar-baru/feed/ 0
Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/ https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/#respond Fri, 15 Nov 2024 06:46:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72879 Pria yang dikenal arif dan bijaksana itu telah berpulang. Di usia 82 tahun itu, tepatnya Kamis (14/11), Prof. Ichlasul Amal tutup usia. Ia dikenang sebagai sosok Mantan Rektor UGM dan Mantan Ketua Dewan Pers. Betapa tidak, dialah Rektor yang berani pasang badan saat gerakan mahasiswa di era reformasi tahun 1998. Padahal saat itu, aktivis kampus […]

Artikel Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pria yang dikenal arif dan bijaksana itu telah berpulang. Di usia 82 tahun itu, tepatnya Kamis (14/11), Prof. Ichlasul Amal tutup usia. Ia dikenang sebagai sosok Mantan Rektor UGM dan Mantan Ketua Dewan Pers. Betapa tidak, dialah Rektor yang berani pasang badan saat gerakan mahasiswa di era reformasi tahun 1998. Padahal saat itu, aktivis kampus kerap ditangkap dan disweeping oleh tentara.

Dikutip dari buku Rektor-Rektor Universitas Gadjah Mada: Biografi Pendidikan, pelantikannya sebagai Rektor menjelang reformasi 1998 saat itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Wiranto Arismunandar dan mahasiswa berdemonstrasi untuk dapat berdialog dengan Mendikbud. Prof. Amal saat itu bertemu langsung dengan mahasiswa dan menyatakan dukungannya kepada pergerakan mahasiswa.

Pada kesempatan lain, sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers ini sempat juga ditawari posisi menteri pada era kepresidenan B. J. Habibie. Tawaran ini membuat mahasiswa gelisah sebab takut ditinggalkan, tetapi dedikasi Prof. Amal bagi UGM membuatnya tetap kukuh dan bertahan menjadi Rektor hingga akhir jabatannya. Pada kepemimpinannya pula, Masjid Kampus UGM dapat terealisasikan dan menjadi pusat kegiatan keislaman di sekitar UGM.

“UGM telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sosok yang mencerminkan ketokohan dan menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa,” sebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Wawan Mas’udi, S.IP., M.P.A., Ph.D.

Wawan menceritakan bagaimana sosok kelahiran Jember tersebut banyak menulis dan memberikan ilmu yang sampai saat ini masih sangat relevan bagi kita semua.  Tidak hanya itu, Prof. Ichlasul Amal turut mendukung gerakan reformasi oleh mahasiswa pada tahun 1998 dan berpidato di hadapan ribuan mahasiswa yang turun dalam kesempatan tersebut. “Adanya beliau mengawal kami dan membuat kami merasa aman,” kenang Wawan.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Prof. Supriyadi, M.Sc., Ph.D. menyebut kepergian Prof. Ichlasul Amal meninggalkan duka yang mendalam bagi UGM. “Prof. Ichlasul Amal merupakan pribadi dengan dedikasi yang tinggi bagi dunia pendidikan,” ucapnya.

Supriyadi memuji komitmen Prof. Amal dalam memajukan UGM dengan penguatan jejaring dan penguatan institusi. Salah satu upaya yang sempat beliau lakukan semasa menjabat sebagai Rektor UGM yang ke-11 adalah dengan mengupayakan bantu ekonomi bagi ribuan mahasiswa UGM yang tidak mampu membayar SPP akibat krisis ekonomi saat itu. Tidak hanya itu, ia juga mengupayakan membantu staf dan karyawan UGM yang terdampak krisis ekonomi.

Bahkan saat demonstrasi reformasi, Prof. Amal juga membantu mahasiswa yang diamankan untuk dipulangkan dan membantu biaya pengobatan bagi mahasiswa yang terluka. “Bahkan saat konflik Maluku pecah pada 1999, Prof. Amal membuka kesempatan mutasi bagi mahasiswa Universitas Pattimura ke UGM,” papar Supriyadi.

Dedikasi Prof. Amal bagi kemajuan UGM dan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Kepergian Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UGM tersebut meninggalkan rasa kehilangan bagi Mantan Rektor UGM Prof. Panut Mulyono. “Beliau merupakan sosok guru sekaligus sahabat terbaik. Saat saya menjabat sebagai Rektor, beliau kerap datang ke kantor untuk berdiskusi tentang banyak hal,” kesan Panut. Menurutnya, kedekatan keluarga keduanya sangat baik, bahkan beberapa kali mendapat kiriman bibit tanaman dari Prof. Amal.

Kesan kebaikan ini juga turut dikenang oleh Dra. Suwarni Darsohardjono yang pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Humas UGM di bawah kepemimpinan Prof. Amal.  “Saya ingat beliau sebagai dua hal. Pertama, beliau sangat berani. Dalam kondisi pemerintahan yang sangat kuat saat itu, beliau berani melakukan pergerakan. Kedua, beliau sangat baik, begitu perhatian bagi staf yang bekerja dengan beliau,” kenang Suwarni.

Prof. Ichlasul Amal merupakan putra kebanggaan UGM. Ia memulai pendidikan S-1-nya di Program Studi Hubungan Internasional (HI) UGM pada 1961-1967. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di Northern Illinois University DeKalb, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA) di bidang ilmu politik. Gelar doktor ilmu politik diperolehnya dari Monash University, Australia pada 1984.

Ichlasul Amal kemudian meraih gelar doktor ilmu politik dari Monash University, Melbourne, Australia pada 1984. Dua tahun setelah meraih doktor, ia menjabat sebagai Direktur Pusat Antar Universitas (PAU) UGM hingga 1988. Setelah itu, ia diberi amanah menjadi Dekan Fakultas FIsipol UGM pada periode 1988-1994 dan Direktur Pascasarjana UGM sejak 1994-1998.

Awalnya, Prof. Amal bekerja sebagai dosen HI UGM. Setelahnya, ia sempat menjadi Dekan Fisipol UGM pada 1988—1994. Pada tahun 1994, ia dilantik sebagai Direktur Pascasarjana UGM dan puncaknya, pada tahun 1998 terpilih menjadi Rektor UGM di era reformasi.

Penulis : Lazuardi

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Ichlasul Amal, Masjid Kampus dan Gerakan Mahasiswa  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ichlasul-amal-masjid-kampus-dan-gerakan-mahasiswa/feed/ 0
Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/#respond Wed, 03 Jul 2024 06:10:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65702 Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara […]

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Sekretaris DGB yang baru menggantikan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA selaku sekretaris DGB sebelumnya.

Terpilihnya Ketua dan Sekretaris Dewan Guru Besar baru UGM melalui Keputusan Rapat Pleno Musyawarah Pergantian Antar Waktu yang berlangsung pada hari pada hari Rabu (8/5) di Balai Senat UGM. Sementara serah terima jabatan pergantian antar waktu Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2021-2026 dilaksanakan dalam rapat pleno Dewan Guru Besar UGM yang berlangsung pada hari Senin (1/7) di ruang Balai Senat.

Serah terima jabatan dilakukan Sekretaris pimpinan Majelis Wali Amanah (MWA), Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. dengan menyampaikan Surat Keputusan MWA kepada Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. sebagai Ketua dan Sekretaris DGB periode antar waktu 2021-2026. Pleno serah terima ini diselenggarakan dengan mengundang Pimpinan Universitas dan Pimpinan Organ di lingkungan UGM.

Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., Ketua Senat Akademik mengingatkan kembali bila Dewan Guru Besar UGM merupakan perangkat UGM yang berfungsi sebagai pelopor, pemberi nasihat, penjaga integritas moral dan etika sivitas akademika. DGB juga senantiasa mengembangkan pemikiran dan pandangan terkait dengan isu strategis nasional dan/atau internasional dalam rangka mendukung peran dan kontribusi UGM bagi kesejahteraan bangsa dan umat manusia.

“Kegiatan DGB selama ini sudah sangat membantu kinerja civitas akademika dengan melakukan harmonisasi dan keselarasan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang berkembang selama ini,” katanya.

Serah terima secara dimbolis ditandai dengan pengalungan tanda kehormatan DGB, pemberian sertifikat dan lencana Guru Besar oleh Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. kepada Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. atas pengabdian yang dilakukan selama ini.

Moch Maksum dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal penting terkait tugas dan fungsi DGB. Kepada para anggota DGB diharapkan senantiasa berperan dalam rangka menjadikan UGM lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Para guru besar diharapkan memiliki peran dalam pengembangan keilmuan dan akademik. Diantaranya kegiatan Professors go to Frontiers atau Guru Besar Mengabdi di wilayah kepulauan terdepan dan terpencil seperti di Rote Ndao dan Ende di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022, Ternate-Tidore (Maluku Utara), Menado-Kep.Sangihe (Sulawesi Utara) tahun 2023, Papua tahun 2024 dan tahun depan (2025) ke Sabang Pulau Weh (Nangro Aceh Darussalam).

“Berbagai kegiatan keilmuan para guru besar ini dalam bentuk seminar, kuliah umum, mengunjungi daerah dengan beraudiensi dengan para pemangku wilayah untuk menggali nilai-nilai, budaya, dan kearifan,” ungkapnya.

Diakhir sambutan iapun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang berlangsung selama ini, dan mengucapkan permohonan maaf bila terdapat kesalahan saat mengemban tugas selama di Dewan Guru Besar UGM selama ini.

Dalam perjalanan DGB selama ini, ia mengakui tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi baik permasalahan ringan ataupun berat. Meski begitu, semua disyukuri karena dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat kebersamaan.

“Terima kasih untuk solidaritas dan kerjasama yang baik antar anggota DGB. Apa-apa yang dihasilkan masing-masing komisi sudah terlihat dan dapat dirasakan. Hal ini memperlihatkan kemajuan yang dicapai DGB UGM selama ini,” ucap Moch. Maksum.

Sementara itu, Prof Baiquni mengungkapkan jabatan sebagai ketua dan sekretaris DGB sebagai tanggungjawab yang harus diemban. Suatu jabatan yang memerlukan kejernihan berpikir, ketelitian, kebijaksanaan, kearifan, kepekaan, kesabaran dan pengendapan emosi dalam pengambilan keputusan-keputusan.

“Itu merupakan ciri khas dari Dewan Guru Besar yang mengakar kuat kebawah dan menjulang tinggi sebagai amalan dan buah budi pekerti,” katanya.

Sebagai Ketua DGB yang baru, ia berharap agar DGB UGM dapat berperan lebih potesial dan migunani pada universitas dalam tugas-tugasnya. Diharapkan para anggota DGB dapat meningkatkan kepedulian UGM terhadap kebangsaan dan jati diri bangsa dalam dinamika yang berkembang saat ini.

“Kehadiran Universitas Gadjah Mada diharapkan dapat mempererat kerjasama kebudayaan dan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kualitas manusia. Para guru besar diharapkan peran untuk mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi guna riset kebijakan, penanganan terkait masalah kesejahteraan yang adil dan merata,” imbuhnya.

Penulis dan Foto: Heru Sutrisno

Editor: Agung Nugroho

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/feed/ 0
Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/ https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/#respond Tue, 02 Jul 2024 06:24:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65643 Bedah buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar mengiringi purnatugas Prof. Dr. Suratman., M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM. Acara purnatugas yang digagas para komunitas anggota “DPR” dan “MPR” berlangsung di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Senin (1/7). Sejumlah anggota “DPR” dan “MPR” serta para kolega dan keluarga hadir dalam acara ini. Mereka dengan […]

Artikel Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bedah buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar mengiringi purnatugas Prof. Dr. Suratman., M.Sc., Guru Besar Fakultas Geografi UGM. Acara purnatugas yang digagas para komunitas anggota “DPR” dan “MPR” berlangsung di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Senin (1/7).

Sejumlah anggota “DPR” dan “MPR” serta para kolega dan keluarga hadir dalam acara ini. Mereka dengan sabar menyimak penyampaian perjalanan hidup, karya, dan pengabdian Prof. Suratman dari pagi hingga siang hari.

“Terus terang saya merasa kaget melihat anak-anak muda berkumpul dan memotret perjalanan hidup saya dan bikin acara ini,” ucapnya membuka sambutan.

Suratman mengaku tidak ada pikiran atau membayangkan acara yang dipersembahkan para anak muda. Sebagai orang desa yang sederhana, ia beranggapan pensiun ya pensiun.

Meski telah purnatugas atau pensiun dalam menapaki hidup berikutnya ia mengaku masih berkeinginan berbakti untuk kemanusiaan. Prinsip memayu hayuning bawana yang selalu ia pegang menguatkan keinginan itu.

“Hidup kita itu ibarat ada di museum, dan bumi adalah museum kehidupan kita sehingga geografi adalah bagian dari museum yang dijadikan oleh Allah. Kita ini berada di museum yang Allah benar-benar menitipkan kita sebagai khalifatullah,” ungkapnya.

Memegang prinsip memayu hayuning bawana, pesannya kepada insan-insan geograf sudah seharusnya berperan lebih besar untuk melestarikan bumi bagi kehidupan generasi dan peradaban masa depan. Karena geografi sebagai kehidupan, ilmunya ada dimana-mana, ada di kehutanan, di teknik, di ekonomi, di pendidikan dan lain-lain.

Buku Suluh Kepemimpinan Geografi, Jangan Takut Bermimpin Besar digagas dan disusun oleh Komunitas “DPR” dan “MPR”. Buku setebal 243 halaman berkisah soal biografis dan historis Prof. Suratman, perjalanan masa kecil hingga menjadi dosen muda dan soal filosofi nama anak.

Buku ini juga mengisahkan kontribusi Prof. Suratman dalam bidang ilmu geografi dan geomorfologi. Kepemimpinan dalam bidang ilmu geografi, kepemimpinan dalam tataran fakultas, universitas, nasional, dan internasional.

Di bagian akhir buku menyoal gagasan masa depan diantaranya tentang mengakarkan ilmu geografi untuk kehidupan dan pembangunan berkelanjutan. Buku pun semakin menarik karena ada 40 chapter dari 40 tokoh bersaksi soal pemikiran, karya, dan pengabdian Prof. Suratman.

Selaku penulis dan editor buku adalah Agung Satriyo Nugroho dan Ahmad Ilham Romadhoni. Keduanya merupakan anggota “DPR” yang peduli dan turut merasakan kontribusi Prof. Suratman di berbagai pengabdian.

Agung Satriyo Nugroho mengaku buku disusun menjelang Prof Suratman purna tugas sebagai akademisi dari Universitas Gadjah Mada. Buku disusun, katanya bukan semata sebagai sebuah biografi semata melainkan memaknai proses perjuangan dan perjalanan Prof. Suratman sehingga dapat memunculkan konsep kepemimpinan yang dibutuhkan seluruh kalangan, khususnya para geograf.

“Ini DPR dan MPR tidak memakai RI. DPR disini adalah hasil Didikane Prof Ratman kalau MPR itu Man Teman Prof Ratman. Jadi kita siapkan semuanya untuk beliau yang memasuki purna tugas dari Fakultas Geografi UGM,” katanya sambil tersenyum.

Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Si selaku Dekan Fakultas Geografi UGM menyatakan usia 70 tahun merupakan purna tugas secara administrasi tetapi bukan purna tugas dari sisi substansi. Karena Prof. Suratman, katanya, akan tetap berkarya di banyak kesempatan.

“Terimakasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama kurang lebih 40 tahun maka buku ini ada 40 chapter. Itu menunjukan pengabdian beliau lebih dari 40 tahun atau tepatnya 44 tahun,” katanya.

Menurut Danang, Prof. Suratman memiliki banyak peran, khususnya di Fakultas Geografi UGM dan UGM pada umumnya. Di level nasional utamanya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) dan dibanyak level lainnya.

Utamanya, kata Dekan, Prof. Suratman adalah seorang guru. Sebagai seorang guru telah memberikan keteladanan dan kesederhanaan yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa.

“Banyak pemimpin muda yang dihasilkan dari keteladanan beliau. Prof Suratman telah banyak membina para entrepreneur, ilmuwan, bahkan banyak yang menjadi professor sekarang ini adalah para anggota “DPR”. Termasuk saya ini adalah salah seorang anak didiknya,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

 

Artikel Bedah Buku Suluh Kepemimpinan Geografi Iringi Purnatugas Prof. Suratman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bedah-buku-suluh-kepemimpinan-geografi-iringi-purna-tugas-prof-suratman/feed/ 0
Dosen UGM Kembangkan Alat Skrining Cegah Malnutrisi Pasien Rumah Sakit  https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-alat-skrining-cegah-malnutrisi-pasien-rumah-sakit/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-alat-skrining-cegah-malnutrisi-pasien-rumah-sakit/#respond Wed, 08 May 2024 09:05:33 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-ugm-kembangkan-alat-skrining-cegah-malnutrisi-pasien-rumah-sakit/ Malnutrisi masih menjadi salah satu isu yang dihadapi tenaga kesehatan di rumah sakit. Angka malnutrisi yang ada di rumah sakit masih tergolong tinggi terutama pada negara berkembang. Malnutrisi diartikan sebagai kekurangan, kelebihan atau ketidakseimbangan zat gizi yang menghasilkan efek tidak baik pada komposisi tubuh, fungsi, dan outcome klinis. Diperlukan skrining gizi untuk mendeteksi malnutrisi untuk mencegah penurunan […]

Artikel Dosen UGM Kembangkan Alat Skrining Cegah Malnutrisi Pasien Rumah Sakit  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Malnutrisi masih menjadi salah satu isu yang dihadapi tenaga kesehatan di rumah sakit. Angka malnutrisi yang ada di rumah sakit masih tergolong tinggi terutama pada negara berkembang. Malnutrisi diartikan sebagai kekurangan, kelebihan atau ketidakseimbangan zat gizi yang menghasilkan efek tidak baik pada komposisi tubuh, fungsi, dan outcome klinis. Diperlukan skrining gizi untuk mendeteksi malnutrisi untuk mencegah penurunan kondisi gizi pasien selama perawatan di rumah sakit.

Hal ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes., dalam pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Gizi Kesehatan pada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Selasa (7/5), di ruang Balai Senat UGM.

Susetyowati menerangkan, penyebab terjadinya malnutrisi di rumah sakit yaitu penyakit yang mendasari dan dapat mempengaruhi peningkatan kebutuhan basal yang disertai dengan rendahnya asupan makan dan penurunan kemampuan bioavailabilitas zat gizi atau seberapa banyak zat gizi dari makanan yang dapat diserap dan digunakan oleh tubuh.

Menurutnya, skrining gizi sangat perlu dilakukan pada semua pasien rawat inap bertujuan untuk memprediksi probabilitas membaik atau memburuknya outcome yang berkaitan dengan faktor gizi dan mengetahui pengaruh intervensi gizi. “Kehilangan berat badan, indeks massa tubuh, dan kurangnya asupan makanan merupakan elemen utama dalam mendefinisikan malnutrisi,” ujar Susetyowati.

Selama ini munculnya kasus malnutrisi di rumah sakit disebabkan oleh kurangnya pengukuran dan pencatatan rutin tinggi serta berat badan, dan kurangnya keterampilan menilai status gizi dengan antropometri dan biokimia. “Kekurangan ini membuat catatan pada rekam medik terkait monitoring asupan makan pasien berkurang sehingga asupan gizi sebagian besar tidak terdeteksi dan tidak dilakukan monitoring status gizi secara rutin,” paparnya.

Susetyowati pun mengembangkan alat skrining gizi yang ia namakan Simple Nutrition Screening Tool atau SNST. Menurutnya, alat skrining ini pola kerjanya sangat sederhana yang bisa digunakan dalam waktu kurang dari 5 menit. “Alat skrining gizi ini sangat sederhana ini tanpa pengukuran antropometri yang menjadi hambatan selama ini dan dapat dilakukan dengan waktu yang singkat yaitu 3 hingga 5 menit,” ujarnya.

Alat skrining gizi SNST menggunakan enam pertanyaan untuk menilai status gizi seseorang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup apakah pasien terlihat kurus? apakah pakaian terasa lebih longgar? apakah ada kehilangan berat badan tidak sengaja dalam 3-6 bulan terakhir? apakah mengalami penurunan asupan makan selama seminggu terakhir? apakah merasa lemah, loyo, dan tidak bertenaga? serta apakah menderita penyakit yang mengubah jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi?

Di akhir pidato, Susetyowati menerangkan bahwa alat skrining gizi SNST yang dikembangkan telah dibandingkan dengan skrining gizi yang lain yang sudah terbukti valid dan reliabel. Dengan begitu, alat skrining SNST memiliki nilai yang sama dengan alat skrining lainnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Dosen UGM Kembangkan Alat Skrining Cegah Malnutrisi Pasien Rumah Sakit  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ugm-kembangkan-alat-skrining-cegah-malnutrisi-pasien-rumah-sakit/feed/ 0
Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/#respond Wed, 08 May 2024 05:19:32 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Material, Selasa (7/5), di ruang Balai Senat UGM. Dengan dikukuhkan Prof. Edi Suharyadi sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Dalam […]

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Material, Selasa (7/5), di ruang Balai Senat UGM. Dengan dikukuhkan Prof. Edi Suharyadi sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM.

Dalam pidato pengukuhannya tentang perkembangan riset bidang nanomaterial magnetik dan aplikasinya, Edi Suharyadi menyampaikan bahan magnet merupakan komponen penting dari komputer, bahkan dalam industri militer, ruang angkasa, hingga bidang kesehatan dan lingkungan. Pertumbuhan penggunaan bahan magnet sebagian besar disebabkan oleh peningkatan sifat magnetik yang memungkinkan untuk dirancang menjadi perangkat yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih efisien. “Ketika ukuran bahan magnetik diperkecil ke skala nanometer atau nanomaterial, maka sifat fisik, listrik, dan kemagnetannya juga akan berubah,” kata Edi Suharyadi.

Menurutnya, salah satu pemanfaatan nanomaterial magnetik yaitu pada pengembangan teknologi hard disk drive yang sejarahnya dimulai ketika International Business Machines Corporation (IBM) mengembangkan perangkat penyimpanan magnetik pertama yang disebut random access method of accounting and control (RAMAC) pada tahun 1955.

Sedangkan pada bidang kesehatan, dalam mengatasi penyakit kanker, juga digunakan terobosan baru yaitu terapi hipertermia magnetik. Terapi ini menawarkan alternatif dalam pengobatan kanker dengan memanfaatkan panas lokal yang dihasilkan oleh nanopartikel magnetik saat terpapar medan magnet bolak-balik atau alternating magnetic field (AMF). “Mekanismenya, nanopartikel magnetik disuntikkan ke dalam jaringan kanker yang kemudian menjadi target. Nanopartikel memanaskan area yang terinfeksi, memungkinkan kerusakan pada sel kanker tanpa memberikan dampak signifikan pada jaringan sehat di sekitarnya,” tutur Edi.

Sebelum mengakhiri pidatonya, selain mengucapkan terima kasih kepada banyak kolega dan rekan kerjanya, Edi juga mengapresiasi grup riset ES-Club yang terdiri dari 42 anggota aktif di tahun 2024 yang terdiri dari asisten peneliti hingga mahasiswa bimbingan S1-S3 dan juga para alumninya. “Sebutan grup riset ES Club diambil dari terminologi electron spin disingkat ES yang merupakan salah satu fenomena fundamental dalam kemagnetan, tapi bagi kami ES bisa juga disingkat Edi Suharyadi,” candanya.

Meski sudah menyandang Guru Besar, Edi mengaku akan terus produktif sebagai dosen di Departemen Fisika, FMIPA UGM. Baginya, Guru Besar adalah buah atau bonus dari produktivitas dosen baik dalam pengajaran dan pendidikan, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar tujuan utama untuk mendapatkan jabatan fungsional saja.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Edi Suharyadi. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Edi Suharyadi, merupakan salah satu dari 42 Guru Besar aktif dari 58 Guru Besar yang pernah ada di FMIPA UGM.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

 

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/#respond Wed, 24 Apr 2024 06:47:55 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/ Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bimo Walgito, meninggal dunia pada hari Senin (22/4) pukul 22.42 WIB di rumah kediamannya yang berada di Kompleks Bulaksumur Blok E karena faktor usia. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, pada hari Selasa (23/4) pukul 15.00, setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di […]

Artikel Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Bimo Walgito, meninggal dunia pada hari Senin (22/4) pukul 22.42 WIB di rumah kediamannya yang berada di Kompleks Bulaksumur Blok E karena faktor usia. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Sleman, pada hari Selasa (23/4) pukul 15.00, setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di halaman Balairung, Gedung Pusat UGM.

”Seluruh Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada berduka karena rekan kita, guru kita, dan salah satu putra terbaik Universitas Gadjah Mada dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan hari ini kita bersama-sama memberikan penghormatan kepada Almarhum Prof. Dr. Bimo Walgito,” kata Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Moch. Maksum.

Almarhum Prof. Bimo Walgito, menurut Maksum, selama masa hidupnya beliau secara tekun mendalami bidang ilmu Psikologi Humanistik. Maksum mengutip salah bagian dari pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Bimo pada 12 Desember 1993 yang menyampaikan pidato yang berjudul “Peran OrangTua dalam Pembentukan Kepercayaan Diri: Suatu Pendekatan Psikologi Humanistik”.

Dalam pidato itu, Bimo menekankan pentingnya kesadaran, aktualisasi diri, keunikan individu, dan hal-hal yang bersifat positif tentang manusia. Psikologi Humanistik adalah salah satu pendekatan atau aliran dari psikologi yang menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia.

Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mendalami bidang ilmunya. “Hal ini dapat kita lihat dari deret panjang publikasi dan karya-karya ilmiah yang telah banyak diterbitkan,” kata Maksum.

Maksum mengajak para pelayat untuk mendoakan almarhum dan meneladani sikap beliau semasa hidupnya yang selalu menekuni kepakarannya dan mengabdikan diri pada masyarakat melalui pendampingan program Kuliah Kerja Nyata. “Kita juga berdoa agar di Universitas Gadjah Mada terus bermunculan ilmuwan yang cemerlang seperti Almarhum,” kata Maksum.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Dr. Bimo Walgito Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-fakultas-psikologi-ugm-prof-dr-bimo-walgito-berpulang/feed/ 0
Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/#respond Wed, 24 Apr 2024 06:03:01 +0000 https://ugm.ac.id/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/ Sepasang suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (23/4), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pasangan suami istri ini adalah Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M. Hum., dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P.,dari Fakultas Kehutanan UGM  dikukuhkan bersama tepat di hari ulang tahun sang istri […]

Artikel Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sepasang suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (23/4), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pasangan suami istri ini adalah Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M. Hum., dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P.,dari Fakultas Kehutanan UGM  dikukuhkan bersama tepat di hari ulang tahun sang istri yang ke-59.

Prof Tata mendapat kesempatan pertama menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Balai Harta Peninggalan sebagai Kurator Publik dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Kepailitan: Peluang dan Tantangan.

Di ujung pidato pengukuhannya, Prof. Tata mengatakan meraih jabatan Guru Besar merupakan proses yang panjang. Jabatan ini bukan hanya capaian akademik, namun juga refleksi atas perjuangan yang tidak terwujud tanpa bantuan dan pengorbanan banyak pihak, termasuk dari dukungan istrinya.

Prof. Tata mengaku, ia harus menunggu selama 10 tahun untuk dapat dikukuhkan menjadi Guru Besar bersama sang istri. Meski selama kurun waktu itu, pihak Dekanat selalu mengingatkan dirinya untuk segera melaksanakan pidato pengukuhan. Namun ia tetap kukuh dan bersabar seraya menunggu sampai istrinya mendapat gelar Profesor. “Saya bersyukur, pada hari ini pidato pengukuhan Guru Besar ini dapat saya lakukan,” jelasnya.

Kepada sang istri, Prof Tata menyampaikan ucapan terima kasih karena selalu memberikan dukungan moril dengan pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya sehingga ia bisa mendapat gelar Guru Besar. Namun di kesempatan itu,  Prof. Tata juga sempat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada istri tercintanya.  “Tentunya secara khusus juga saya ucapkan pada momen yang sangat berbahagia ini, Selamat Ulang Tahun, sehat, sukses, dan selalu bermanfaat bagi sesamanya,” ucapnya.

Selanjutnya, pada pidato pengukuhan Prof. Sri Rahayu menyampaikan pidato pengukuhan tentang peran patologi hutan di tengah perubahan iklim global. Menurut Sri, terdapat ratusan jenis patogen yang berinteraksi dengan ekosistem hutan tanaman. Namun adanya perbedaan tingkat pengetahuan tentang fisiologi, siklus hidup dan iklim yang mendukung perkembangan patogen sehingga menjadi tantangan bagi para ahli penyakit hutan. Sementara daftar spesies patogen secara khusus telah ditangani oleh para peneliti jumlahnya masih sangat sedikit. “Perubahan iklim global akan terus terjadi termasuk juga di Indonesia, maka risiko akan terjadi outbreak penyakit hutan semakin meningkat potensinya. Permasalahan ini sangat kompleks dan perlu ditangani secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak terkait,”  katanya.

Di akhir pidatonya,  Prof. Sri Rahayu tidak lupa juga menyampaikan ungkapan rasa terima kasih dan perasaan cintanya pada sang suami atas dukungan yang telah diberikan dengan berjuang bersama-sama dari awal. “Terima kasih selalu memberikan doa dukungan dan kasih sayang dan cintanya selama ini. Sehingga saya berada pada tahap pencapaian ini. Semoga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,”  pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/feed/ 0
Tanaman Pegagan Potensial Memperbaiki Kemampuan Daya Ingat https://ugm.ac.id/id/berita/tanaman-pegagan-potensial-memperbaiki-kemampuan-daya-ingat/ https://ugm.ac.id/id/berita/tanaman-pegagan-potensial-memperbaiki-kemampuan-daya-ingat/#respond Tue, 23 Apr 2024 09:46:12 +0000 https://ugm.ac.id/tanaman-pegagan-potensial-memperbaiki-kemampuan-daya-ingat/ Di era penelitian neurosains modern, pengetahuan tentang kompleksitas otak manusia terus berkembang. Hipokampus, sebagai struktur otak yang berukuran 5 cm, menarik perhatian karena fungsinya sebagai pusat penting pembelajaran, konsolidasi memori, dan fungsi pemetaan kognitif. Akan tetapi, sayangnya hippocampus rentan mengalami stres sehingga pengaruh stres yang berkepanjangan pada hipokampus menjadi perhatian utama pada bidang neurosains dan […]

Artikel Tanaman Pegagan Potensial Memperbaiki Kemampuan Daya Ingat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Di era penelitian neurosains modern, pengetahuan tentang kompleksitas otak manusia terus berkembang. Hipokampus, sebagai struktur otak yang berukuran 5 cm, menarik perhatian karena fungsinya sebagai pusat penting pembelajaran, konsolidasi memori, dan fungsi pemetaan kognitif. Akan tetapi, sayangnya hippocampus rentan mengalami stres sehingga pengaruh stres yang berkepanjangan pada hipokampus menjadi perhatian utama pada bidang neurosains dan kesehatan mental. Salah satu terapi yang kini sedang dikembangkan untuk mengatasi defisit memori di hipokampus adalah menggunakan tanaman herbal Centella asiatica, atau yang lebih dikenal sebagai pegagan. Senyawa aktifnya ditengarai mampu meningkatkan kemampuan belajar dan memori pada manusia.

Hal itu dikemukakan oleh Dosen FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA(K)., pada pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Anatomi pada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Selasa (23/4), di ruang Balai Senat UGM.

Dwi menerangkan, hipokampus menjadi pusat untuk mengingat yang terdapat banyak neuron di dalamnya. Di sana, memori jangka pendek dapat diolah menjadi ingatan jangka panjang dan disimpan pada korteks serebri melalui proses plastisitas sinaptik. Seseorang juga dapat mengetahui dimana dirinya dan apa yang sedang dilakukannya akibat dari pemetaan kognitif lingkungan spasial dari hipokampus.

Dwi menjelaskan, proses pembentukan memori pada hipokampus melibatkan empat tahap. Tahap pertama adalah pengkodean (encode), di mana informasi disimpan dengan perhatian yang cukup agar tidak mudah dilupakan. Tahap berikutnya adalah konsolidasi memori dan  penyimpanan memori. Terakhir adalah pengungkapan kembali memori tersebut. “Memori dengan jejas yang kuat dapat diungkap kembali dengan mudah dan sebaliknya,” ucapnya.

Jika seseorang mengalami stres, maka akan berpengaruh pada kemampuan belajar dan mengingatnya. Pada saat itu, terjadi atrofi dendrit, yaitu penurunan fungsi sel saraf dalam menerima sinyal dari sel lain, serta penekanan neurogenesis atau tidak terjadinya pembentukan neuron baru.

Dia menyampaikan, salah satu terapi yang sedang dikembangkan untuk mengatasi defisit memori di hipokampus adalah Centella asiatica, atau yang lebih dikenal sebagai pegagan. Senyawa aktifnya, seperti asam asiatik dan asiatikosida, diyakini dapat menembus sawar darah-otak, memengaruhi permeabilitas glukokortikoid, dan meningkatkan influx ion kalsium, yang kemungkinan memperbaiki proses daya ingat dengan mengoptimalkan fungsi neuron di hipokampus. “Secara umum, pegagan ini juga memperbaiki memori spasial pasca stres melalui efek ansiolitik, dan kemampuannya dalam meningkatkan sintesis neurotransmitter, terutama dopamin, yang mendukung proses konsolidasi memori melalui LTP,” tutur Dwi.

Dwi Cahyani berharap terdapat penelitian lebih lanjut dapat mengkonfirmasi jalur kaskade pegagan dan titik tangkapnya di hipokampus. Zat aktif dalam pegagan, seperti asam asiatik dan asiatikosida, perlu diteliti lebih lanjut untuk menentukan dosis efektifnya. Selain itu, perlunya validasi efek pegagan dan zat aktifnya dalam meningkatkan kemampuan belajar dan memori pada manusia.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Dwi Cahyani Ratna Sari. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Dwi Cahyani Ratna Sari, merupakan salah satu dari 68 guru besar aktif dari 131 guru besar yang pernah ada di FK-KMK UGM.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Tanaman Pegagan Potensial Memperbaiki Kemampuan Daya Ingat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tanaman-pegagan-potensial-memperbaiki-kemampuan-daya-ingat/feed/ 0
Guru Besar dari 21 PTN Berbadan Hukum Keluarkan Maklumat Kepemimpinan Membumi https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-berbadan-hukum-keluarkan-maklumat-kepemimpinan-membumi/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-berbadan-hukum-keluarkan-maklumat-kepemimpinan-membumi/#respond Sun, 03 Mar 2024 03:44:55 +0000 https://ugm.ac.id/guru-besar-dari-21-ptn-berbadan-hukum-keluarkan-maklumat-kepemimpinan-membumi/ Para guru besar dari 21 Perguruan Tinggi Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) mengeluarkan Maklumat Kepemimpinan Membumi, Sabtu (2/3). Maklumat tersebut merupakan bagian dari program The ALTITUDE (Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment).yang diselenggraakan oleh Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) pada 29 Februari hingga 2 Maret 2024. […]

Artikel Guru Besar dari 21 PTN Berbadan Hukum Keluarkan Maklumat Kepemimpinan Membumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Para guru besar dari 21 Perguruan Tinggi Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) mengeluarkan Maklumat Kepemimpinan Membumi, Sabtu (2/3). Maklumat tersebut merupakan bagian dari program The ALTITUDE (Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment).yang diselenggraakan oleh Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) pada 29 Februari hingga 2 Maret 2024. Tahun ini UGM dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan program The ALTITUDE tersebut.

Ketua MDGB PTNBH, Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta S.H., M.H., DFM., didampingi Ketua DGB UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., menegaskan program ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para guru besar dalam kepemimpinan berbasis pengetahuan dan pengalaman bagi kemajuan dan kemuliaan bangsa.

Isi maklumat tersebut yaitu:

  1. Sebagai organisasi yang mengemban visi menjadi pemikir bangsa yang berperan nyata dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia; kami peduli terhadap kondisi estafet kepemimpinan nasional, gejolak krisis geopolitik regional, serta bencana ekologi global.
  2. Mengembangkan kepemimpinan akademik para guru besar dan mendorong untuk menjadi guru bangsa yang berkarya nyata guna memperkuat karakter dan jati diri bangs
  3. Mengembangkan kepemimpinan dengan keluasan cakrawala cara pandang keilmuan dan keleluasaan pemikiran strategis, dalam turut serta memecahkan masalah bangsa dan menawarkan solusi bagi masyarakat sebagai warga negara maupun warga dunia.
  4. Mengembangkan sumberdaya insani   perguruan tinggi melalui pelatihan kepemimpinan yang berlandaskan keseimbangan penguasaan agama dan ilmu yang menjunjung tinggi integritas moral, norma, etika, dan budaya akademik, dalam menjalankan tugas.
  5. Mengoptimalkan  peran   Guru   Besar   Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) untuk kemakmuran bangsa dan kesejahteraan umat manusia.
  6. Mempersiapkan kepemimpinan bangsa visioner yang memiliki jatidiri moral etika serta inovatif transformatif dalam berkarya nyata menyongsong Indonesia Emas 2045.
  7. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta memberi solusi sebagai warga dunia.

 

Suber: DGB UGM

Artikel Guru Besar dari 21 PTN Berbadan Hukum Keluarkan Maklumat Kepemimpinan Membumi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-dari-21-ptn-berbadan-hukum-keluarkan-maklumat-kepemimpinan-membumi/feed/ 0