Guru Besar UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/guru-besar-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 31 Jan 2025 09:55:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Gandeng Sejumlah Guru Besar, UGM Dorong Pendidikan Bermartabat dan Inovatif https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-sejumlah-guru-besar-ugm-dorong-pendidikan-bermartabat-dan-inovatif/ https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-sejumlah-guru-besar-ugm-dorong-pendidikan-bermartabat-dan-inovatif/#respond Fri, 31 Jan 2025 08:25:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75278 Sejumlah Guru besar di lingkungan Universitas Gadjah Mada mengikuti Pelatihan Kepemimpinan yang dikemas dalam Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment (The Altitude), Jumat (31/1), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pertemuan ini merupakan pelatihan kepemimpinan yang ditujukan bagi para guru besar dari berbagai perguruan tinggi nasional untuk meningkatkan komitmen […]

Artikel Gandeng Sejumlah Guru Besar, UGM Dorong Pendidikan Bermartabat dan Inovatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah Guru besar di lingkungan Universitas Gadjah Mada mengikuti Pelatihan Kepemimpinan yang dikemas dalam Academic Leadership Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment (The Altitude), Jumat (31/1), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pertemuan ini merupakan pelatihan kepemimpinan yang ditujukan bagi para guru besar dari berbagai perguruan tinggi nasional untuk meningkatkan komitmen pendidikan bermartabat dan inovatif.

Sejak tahun lalu, The Altitude UGM juga diikuti oleh lebih dari 50 guru besar Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para guru besar dalam format Training of Trainers (ToT). Tahun ini, The Altitude mengangkat persoalan mengenai leadership dan inovasi kolaborasi dengan industri dan teknologi. Melalui majelis Dewan Guru Besar UGM, diharapkan para guru besar memiliki wadah untuk mentransfer ilmu dan mentransformasikan mahasiswa.

Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA mengatakan The Altitude menjadi langkah awal bagi UGM dan perguruan tinggi nasional dalam berkontribusi pada pembangunan kemanusiaan, ekonomi, dan negara. Pertemuan ini juga memperkuat posisi dan eksistensi guru besar sebagai gelar tertinggi di dunia akademik. “Harapannya, beragam inovasi dan dedikasi para guru besar nantinya mampu membuka pintu kemajuan bagi ilmu pengetahuan,” kata Baiquni.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan dengan konsep “Astha Brata” yang bermakna “Kepemimpinan Membumi”. Menurutnya, ada banyak faktor untuk menciptakan kepemimpinan yang membumi dengan meningkatkan ketangguhan, keberanian dan menjaga keseimbangan diri secara lahir dan batin.” Kita perlu menjadi tangguh, berani, namun juga menjaga keseimbangan diri dan memberi pedoman,” tuturnya.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memahami persoalan tidak hanya dari sudut pandangnya, melainkan dari faktor terkecil sekalipun.

Dalam konteks pengembangan inovasi, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., selaku Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM menuturkan pihaknya mendorong transformasi dan inovasi dengan cara membangun teaching university, research university, dan socio-entrepreneurial. Ketiganya diwujudkan melalui program Science Technopark di bawah Direktorat Pengembangan Usaha yang dirintis UGM sejak 2018.“Kami ingin membangun spirit yang fokus pada isu-isu lingkungan dan sosial,” terang Kompiang.

Ia menekankan kemunculan inovasi perlu dilakukan secara organik agar tidak hanya berfokus pada profit. Science Techno Park (STP) awalnya tidak mempunyai lokasi atau gedung khusus, namun menghadirkan konsep yang matang. Kemudian dibangunlah Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) untuk memperkuat komitmen tersebut.

Penulis : Tasya

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Gandeng Sejumlah Guru Besar, UGM Dorong Pendidikan Bermartabat dan Inovatif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gandeng-sejumlah-guru-besar-ugm-dorong-pendidikan-bermartabat-dan-inovatif/feed/ 0
UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/#respond Tue, 14 Jan 2025 08:44:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74702 Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG). Dewi […]

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG).

Dewi Agustina yang dikukuhkan di bidang Penyakit Mulut Geriatri pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menyampaikan pidato yang berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai upaya mendapatkan kualitas hidup yang optimal pada lanjut usia. Menurut Dewi Agustina, menyampaikan ada kecenderungan pertambahan populasi penduduk dunia meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Hal itu menyebabkan jumlah lansia yang semakin meningkat sehingga menjadi tantangan tersendiri di bidang kesehatan, termasuk soal kesehatan mulut. “Selama ini kesehatan mulut masih belum menjadi prioritas. Akibatnya kesehatan dan fungsi mulut yang semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut dipengaruhi juga oleh konsep ageism (diskriminasi umur) yang banyak dianut lansia,” katanya.

Konsep ageism mencerminkan sikap lansia yang menerima kondisi mulutnya yang memburuk dan menganggapnya sebagai sesuatu yang alami dan wajar, serta merupakan bagian dari proses penuaan yang tidak perlu dianggap sebagai gangguan. Hal ini menyebabkan lansia menjadi kurang terdorong untuk memperbaiki kondisi mulutnya. “Memburuknya kondisi mulut pada lansia tidak semata-mata karena proses menua, tetapi sebagai efek dari akumulasi penyakit mulut yang selama ini diabaikan,” paparnya.

Dikatakan Agustina, mengatakan bahwasebenarnya banyak penyakit sistemik atau perawatan penyakit sistemik yang bermanifestasi atau berdampak di rongga mulut. Bahkan sebaliknya, keberadaan penyakit mulut juga dapat mempengaruhi pengelolaan penyakit sistemik, bahkan meningkatkan risiko terjadinya penyakit sistemik. “Hubungan ini semakin jelas dalam konteks perawatan lansia yang sebagian besar memiliki kondisi kompromis medik,” ujarnya.

Sementara Heni Susilowati yang dikukuhkan dalam bidang Mikrobiologi dan Imunologi Oral pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Peran Pseudomonas Aeruginosa dalam Infeksi Rongga Mulut. Dalam pemaparannya, Heni menegaskan pentingnya perawatan komprehensif kesehatan mulut bagi semua anak, dengan melakukan occlusal guidance, yaitu menuntun erupsi dan perkembangan gigi-geligi sejak periode gigi susu, bercampur dan permanen, sehingga dicapainya gigi-geligi permanen yang stabil, dapat berfungsi normal, dan secara estetik bisa diterima.

Hasil perawatan ortodonti pada anak tidak akan stabil, apabila oral bad habit tidak dihentikan. Oleh karena itu, kalangan dokter gigi sendiri perlu memperkenalkan konsep perawatan gigi komprehensif kepada anak. Kerjasama antara dokter gigi, penyedia pelayanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit bersalin, bidan sangat diperlukan.

Untuk mencegah terjadinya maloklusi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak bayi dilahirkan. Stimulasi fisiologis sangat penting untuk mendukung pertumbuhan kompleks kraniofasial yang normal. “Mengenali oral bad habit anak dan menghentikannya sejak dini akan mencegah berkembangnya maloklusi pada anak,” jelasnya.

Sedangkan Sri Kuswandari, yang dikukuhkan di bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak menyampaikan pidato berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai Upaya Mendapatkan Kualitas Hidup yang Optimal pada Lanjut Usia. Menurut Sri Kuswandari, penyakit kering mulut sebagai dampak dari dari jumlah air ludah yang sedikit, sering terjadi pada lansia dan merupakan efek samping dari penyakit sistemik yang tidak terkontrol seperti Diabetes mellitus dan efek dari pemakaian pengobatan rutin, semisal obat antihipertensi.  “Kering mulut menyebabkan lansia lebih rentan terhadap penyakit infeksi mulut seperti penyakit gusi, karies karena kebersihan rongga mulut yang kurang baik,” urainya.

Penyakit gusi dan karies, kata Sri Kuswandari, bisa menyebabkan lansia mengalami rasa nyeri pada gigi dan mulut, gangguan makan bahkan menjadi kurang percaya diri, yang akhirnya akan menurunkan kualitas hidup lansia. “Dalam konteks kesehatan, penilaian kualitas hidup lebih didasarkan pada kesehatan umum, sementara kesehatan mulut sering terabaikan,” katanya.

Ia memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Posyandu-posyandu lansia di Yogyakarta menunjukkan sekitar 70% lansia memiliki kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang sangat rendah. Rendahnya kualitas kesehatan mulut merupakan dampak dari kondisi perawatan mulut yang kurang baik sehingga mulut tidak dapat memenuhi fungsinya.

Ia membagi tips bagi lansia untuk meningkatkan kesehatan mulutnya agar mendapatkan kualitas hidup yang optimal dengan cara meningkatkan kebersihan mulut, mengendalikan penyakit sistemik yang telah terdiagnosis, segera melakukan pemeriksaan lanjut apabila ada gejala dan tanda yang tidak normal menghentikan kebiasaan merokok, bernafas melalui mulut, dan mengendalikan gangguan psikologis seperti stres, cemas, dan depresi. “Yang tidak kalah penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh minimal 1,5 liter per hari, melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin  6 bulan sekali dan jangan pernah mengabaikan kesehatan mulut,” pungkasnya.

Penulis : Kezia Dwina Nathania dan Tiefany Ruwaida Nasukha

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/feed/ 0
Guru Besar UGM Prof. Kodiran Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-kodiran-sagi-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-kodiran-sagi-berpulang/#respond Tue, 17 Dec 2024 06:51:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73969 Duka mendalam kembali dirasakan keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Salah satu guru besar bidang antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Kodiran, M.A, meninggal dunia pada hari Senin (16/12) pukul 12.45 di usia 85 tahun. Segenap keluarga dan puluhan civitas UGM melepas almarhum ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Keluarga Universitas Gadjah Mada. Sejumlah pejabat dan pimpinan, […]

Artikel Guru Besar UGM Prof. Kodiran Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Duka mendalam kembali dirasakan keluarga besar Universitas Gadjah Mada. Salah satu guru besar bidang antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Kodiran, M.A, meninggal dunia pada hari Senin (16/12) pukul 12.45 di usia 85 tahun.

Segenap keluarga dan puluhan civitas UGM melepas almarhum ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Keluarga Universitas Gadjah Mada. Sejumlah pejabat dan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa menyampaikan duka mendalam kepada keluarga saat disemayamkan di Balairung UGM, Selasa (17/12).

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyampaikan kedukaan mendalam dan mengajak seluruh sivitas untuk memanjatkan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum. “Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima segala amal ibadahnya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan, senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” ujarnya.

Baiquni turut mengenang Prof. Kodiran sebagai pribadi yang ramah dan sabar sehingga senantiasa memberikan kenyamanan, baik di lingkungan akademis maupun lingkungan kerja sebagai akademisi dan tenaga pendidik di program studi Antropologi. Beliau adalah sosok yang tekun dan gigih dalam memberikan kontribusinya terhadap bidang keilmuan yang ia dalami.

Prof. Kodiran diangkat sebagai guru besar pada Rapat Terbuka Universitas pada tanggal 3 Juni 2000, tepat 24 tahun lalu. Pada kesempatan kala itu, beliau menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Perkembangan Kebudayaan dan Implikasinya Terhadap Perubahan Sosial di Indonesia”. Dalam pidato tersebut, beliau menyampaikan tentang simpul-simpul dan konsep-konsep teoritik tentang mekanisme dinamika kebudayaan yaitu difusi, akulturasi, dan asimilasi. Beliau juga mengilustrasikan beberapa peristiwa utama mengenai perkembangan dan perubahan sosial di dalam kehidupan masyarakat, khususnya yang ditimbulkan oleh adanya proses-proses mekanisme dinamika kebudayaan.

Dalam daftar riwayat hidup, Prof Kodiran lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 15 Agustus 1939. Ia menjadi tenaga pendidik sejak tahun 1967 dan mendapat gelar Guru besar pada tahun 1999. Semasa menjadi dosen, ia pernah mendapat penghargaan kesetiaan 25 Tahun UGM tahun 1992.

Penulis : Tiefany

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Guru Besar UGM Prof. Kodiran Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-prof-kodiran-sagi-berpulang/feed/ 0
Guru Besar UGM Dorong Pelestarian Pengelolaan Hutan dan Peningkatan Cadangan Karbon Melalui Enrichment Planting https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-dorong-pelestarian-pengelolaan-hutan-dan-peningkatan-cadangan-karbon-melalui-enrichment-planting/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-dorong-pelestarian-pengelolaan-hutan-dan-peningkatan-cadangan-karbon-melalui-enrichment-planting/#respond Wed, 25 Sep 2024 09:22:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70876 Dosen Fakultas Kehutanan, Prof. Ir. Widiyatno, S. Hut, M. Sc., Ph.D, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu silvikultur, Selasa (24/9), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhannya, Prof. Widiyatno menyampaikan pidato yang berjudul “Enrichment Planting Lanskap Hutan Alam Tropis untuk Kelestarian Pengelolaan Hutan dan Peningkatan Cadangan Karbon”. Prof. Widiyatno membuka pidatonya dengan […]

Artikel Guru Besar UGM Dorong Pelestarian Pengelolaan Hutan dan Peningkatan Cadangan Karbon Melalui Enrichment Planting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Kehutanan, Prof. Ir. Widiyatno, S. Hut, M. Sc., Ph.D, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu silvikultur, Selasa (24/9), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhannya, Prof. Widiyatno menyampaikan pidato yang berjudul “Enrichment Planting Lanskap Hutan Alam Tropis untuk Kelestarian Pengelolaan Hutan dan Peningkatan Cadangan Karbon”.

Prof. Widiyatno membuka pidatonya dengan menyampaikan saat ini hutan tropis Indonesia mengalami penurunan dan kerusakan dari waktu ke waktu karena kebakaran hutan, illegal logging, konversi hutan untuk berbagai peruntukan, eksploitasi hutan yang berlebihan, dan lain-lain. Kerusakan hutan ini mengancam flora dan fauna asli hutan tropis serta meningkatkan emisi gas rumah kaca Indonesia. “Dari segi ekonomi, kerusakan hutan tropis khususnya hutan alam produksi menyebabkan penurunan industri kehutanan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan enrichment planting atau penanaman pengkayaan pada lanskap hutan alam tropis,” katanya

Widiyatno menyampaikan konsep dasar silvikultur sebagai ilmu terapan dalam mengelola hutan. Sistem silvikultur terdiri atas tiga komponen dasar perlakuan, yaitu pemudaan, pemeliharaan, dan pemanenan. Ia menjelaskan mengenai evolusi sistem silvikultur tebang pilih pada pengelolaan hutan alam tropis di Indonesia lengkap dengan status hutan tropis yang sayangnya kian menurun. “Melalui enrichment planting untuk meningkatkan produktivitas hutan, menjaga keragaman genetik, dan kelestarian native species,” katanya.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, Widiyatno memaparkan strategi pemilihan jenis yang tepat untuk enrichment planting pada lanskap hutan hujan tropis sekunder melalui ilmu silvikultur. Hasil rumusan silvikultur tersebut dapat diaplikasikan dalam pengelolaan hutan alam dengan menggunakan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif. Teknik ini terbukti mampu memberikan berbagai keuntungan, diantaranya mengurangi kerusakan pohon yang ditanam dan meningkatkan persentase hidup tanaman.

Widiyatno menambahkan, adanya enrichment planting ini, keragaman genetik dan perlindungan native species dapat lebih terjaga dan ditingkatkan. Terlebih lagi, peningkatan pertumbuhan dan produktivitas hutan dengan sistem silvikultur TPTJ ini dapat mempertahankan dan meningkatkan kelestarian dalam pengelolaan hutan alam hingga berdampak dari sisi simpanan karbon dengan mengurangi emisi gas CO2. “Metode ini berpotensi dalam melakukan serapan karbon dan menurunkan emisi gas rumah kaca Indonesia sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof.dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan bahwa Prof. Widiyatno adalah salah satu dari 452 guru besar aktif di UGM. Salah satu dari 20 guru besar aktif dari 33 guru besar yang pernah dimiliki Fakultas Kehutanan UGM.

Penulis : Bolivia Rahmawati

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Firsto

Artikel Guru Besar UGM Dorong Pelestarian Pengelolaan Hutan dan Peningkatan Cadangan Karbon Melalui Enrichment Planting pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-dorong-pelestarian-pengelolaan-hutan-dan-peningkatan-cadangan-karbon-melalui-enrichment-planting/feed/ 0
Prof Nurul Indarti Dikukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama di Prodi Manajemen FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/prof-nurul-indarti-dikukuhkan-guru-besar-perempuan-pertama-di-prodi-manajemen-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-nurul-indarti-dikukuhkan-guru-besar-perempuan-pertama-di-prodi-manajemen-feb-ugm/#respond Tue, 27 Aug 2024 13:10:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69941 Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Selasa (27/8) di ruang Balai Senat, Gedung Pusat. Pengukuhan Nurul Indarti sebagai Guru Besar bidang Manajemen ini menjadi pencapaian besar bagi Program Studi Manajemen karena Prof. Nurul Indarti merupakan Guru Besar perempuan pertama dari prodi Manajemen dan […]

Artikel Prof Nurul Indarti Dikukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama di Prodi Manajemen FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Selasa (27/8) di ruang Balai Senat, Gedung Pusat. Pengukuhan Nurul Indarti sebagai Guru Besar bidang Manajemen ini menjadi pencapaian besar bagi Program Studi Manajemen karena Prof. Nurul Indarti merupakan Guru Besar perempuan pertama dari prodi Manajemen dan menjadi satu-satunya Guru Besar aktif dari kalangan perempuan yang ada di FEB UGM setelah sepeninggal Prof Sri Adiningsih.

Nurul mengaku bersyukur bisa dikukuh Guru Besar di usianya yang menginjak 48 tahun. Bahkan ia tak menyangka menjadi perempuan pertama di prodi Manajemen yang berhasil meraih Guru Besar. “Bersyukur, saya merasa lega karena ini adalah kewajiban yang tertunda sejak November 2020 jadi saya sudah bisa menyelesaikan kewajiban ini. Ini adalah pertanggungjawaban publik saya atas apa yang saya terima sebagai Guru Besar,” jelas Nurul Indarti kepada wartawan.

Sebagai perempuan, Nurul menyatakan bahwa dia merasa dimudahkan dalam proses dirinya menjadi Guru Besar berkat dukungan dan motivasi dari keluarga cukup membantunya dalam meraih gelar profesor. “Saya merasa banyak dimudahkan dalam banyak situasi terutama karena keluarga sangat mendukung, infrastruktur sosial kekeluargaan saya ini bagus banget untuk mensupport saya berkarir,” ungkapnya.

Bagi Nurul, dukungan keluarga merupakan sebuah faktor penting dalam usaha seseorang mencapai mimpinya. Apabila seseorang sedang berjuang untuk mencapai cita-cita atau mimpinya, maka sebaiknya keluarga menjadi kelompok yang paling besar memberikan dukungan moril.

Untuk kedepanya, Nurul berharap dosen-dosen lain di prodi Manajemen bisa melakukan hal yang sama apalagi dari kalangan perempuan. Menurutnya apa yang ia sudah capai dirinya sekarang ini tidak lepas dari menghargai proses pencarian ilmu dan tidak mudah menyerah dalam berusaha. “Ketika kita berkomitmen untuk bekerja, kita harus mendedikasikan diri kita untuk belajar dan tidak menganggapnya sebagai sebuah beban, sehingga ketika kita melakukan sebuah riset, output yang didapat adalah sesuatu kesukaan kita” katanya

Seperti diketahui, dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Melihat Kewirausahaan dari Pinggiran: Perspektif Etnis, Perempuan dan Sosial”, Nurul menekankan bahwa kelompok-kelompok etnis tertentu, perempuan, penderita disabilitas dan juga kelompok terpinggirkan yang lain masih sering mengalami diskriminasi dan kesulitan-kesulitan yang seringkali membuat kelompok-kelompok ini mengalami kesulitan dalam memulai dan juga menjalankan usaha mereka. Oleh karena itu, perspektif kewirausahaan pinggiran sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran kewirausahaan perguruan tinggi. “Perspektif Kewirausahaan Pinggiran dapat dimasukkan ke dalam dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran kewirausahaan perguruan tinggi, yang ini akan melengkapi perspektif kewirausahaan yang selama ini cenderung berfokus pada aspek finansial,” katanya

Penulis : Hanif

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel Prof Nurul Indarti Dikukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama di Prodi Manajemen FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-nurul-indarti-dikukuhkan-guru-besar-perempuan-pertama-di-prodi-manajemen-feb-ugm/feed/ 0
3 Guru Besar UGM Luncurkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/3-guru-besar-ugm-luncurkan-12-seri-buku-kuliner-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/3-guru-besar-ugm-luncurkan-12-seri-buku-kuliner-indonesia/#respond Mon, 26 Aug 2024 06:41:54 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69851 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia […]

Artikel 3 Guru Besar UGM Luncurkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meluncurkan 12 buku seri kuliner yang ditulis oleh tiga Guru Besar. Ketiga orang Guru Besar yang berasal dari FTP tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, dan Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. Peluncuran buku seri kuliner diharapkan tidak hanya memperkaya kajian dunia akademik tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di tingkat nasional dan internasional.

Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani mengatakan peluncuran 12 buku menambah dari 3 buku seri kuliner yang sudah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya buku ini sebagai milestone atau tonggak sejarah penting bagi dunia pangan di Indonesia. “Saya kira ini adalah karya monumental yang menjadi saksi sejarah warisan kuliner Indonesia. Buku ini tidak hanya meluncurkan satu karya, tetapi 15 karya monumental yang menyimpan kekayaan tradisi dan budaya kuliner Indonesia,” kata Eni Harmayani dalam peluncuran Buku Pesona Cita Rasa Indonesia, Sabtu (24/8) di auditorium  Kamarijani Soenjoto FTP UGM.

Prof. Murdijati Gardjito mengatakan kekayaan kuliner Indonesia patut diapresiasi melalui pendokumentasian lewat publikasi buku. Ia menjelaskan bahwa buku pertama dalam seri ini membahas makanan pokok yang memberikan asupan gizi terbesar dalam tubuh. Buku seri pertama berhasil mencatat ada 208 jenis resep makanan pokok di Indonesia yang tidak hanya berbahan dasar beras, tetapi juga jagung, pisang, labu kuning, sagu, dan bahan-bahan lainnya. “Keanekaragaman pangan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan keterbatasan bahan pangan, karena pilihan makanan pokok kita sangat beragam,” jelasnya.

William Wirjaatmadja Wongso, selaku konsultan gastronomi dan konsultan kuliner Indonesia, menyatakan bahwa karya-karya keanekaragaman pangan dan kuliner ini adalah sebuah mahakarya tentang budaya kuliner Indonesia secara akademis. Menurutnya penting untuk penerjemahan buku ini agar dunia internasional dapat memahami betapa kayanya kuliner nusantara. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan dalam mendidik praktisi budaya kuliner di Indonesia, terutama di tingkat SMK. “Kita lemah dalam pendidikan praktisi budaya kuliner. Sangat jarang kita menemukan juru masak Indonesia yang menguasai masakan tradisional, sehingga buku-buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah SMK agar generasi muda dapat belajar dan memahami keragaman kuliner Indonesia,” tambahnya.

Prof. Dr. Dra. Marwanti, M.Pd., salah satu pembahas lainnya yang merupakan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Vokasi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, menguraikan bahwa makanan memiliki berbagai macam fungsi, baik dalam aspek fisiologi, kesehatan, sosial, budaya, politik, diplomasi, maupun pengembangan pariwisata. “Buku ini tidak hanya menawarkan resep, tetapi juga cerita dan makna mendalam bagi masing-masing daerah di Indonesia. Bahasa yang digunakan juga mudah dimengerti, sehingga buku ini asik dan membuat pembaca hanyut dalam cerita sejarah makanan dari berbagai daerah,” ujarnya.

Chef Ragil Imam Wibowo, pendiri Nusa Gastronomi Indonesia memulai pembahasan dengan menyoroti bagaimana buku-buku ini melanjutkan warisan Mustika Rasa yang telah dipublikasikan pada tahun 1967. Baginya, buku ini bisa menjadi tameng untuk melindungi kebanggaan terhadap makanan Indonesia dari pengaruh luar negeri. “Makanan Indonesia sudah banyak ‘dikolonisasi’ oleh masakan asing, sehingga buku ini menjadi primbon penting untuk mempertahankan dan mempromosikan kekayaan kuliner kita,” tegasnya.

Ia juga berharap agar buku-buku ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar life skill di sekolah-sekolah dasar, sebagaimana yang diterapkan di Jepang. “Di Jepang, anak-anak SD sudah dikenalkan pada life skill untuk kehidupan, termasuk ilmu tentang gastronomi. Saya sangat berharap Indonesia dapat menerapkan hal serupa, karena semua yang diuraikan dalam buku ini sangat mumpuni, mulai dari bahan, cara memasak, hingga penyajian yang modern,” katanya.

Para pembicara dan pembahas sepakat bahwa kuliner adalah bagian integral dari jati diri bangsa Indonesia. Dengan upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan kuliner, maka kita turut menjaga keberlanjutan budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang kian menggerus budaya bangsa. Oleh karena itu, buku-buku kuliner Indonesia yang ditulis para tiga orang Guru Besar ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi para akademisi, praktisi dan generasi muda.

Penulis  : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel 3 Guru Besar UGM Luncurkan 12 Seri Buku Kuliner Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/3-guru-besar-ugm-luncurkan-12-seri-buku-kuliner-indonesia/feed/ 0
Seratus Lebih Guru Besar UGM Desak Pemimpin Negara Mendengar Suara Rakyat https://ugm.ac.id/id/berita/seratus-lebih-guru-besar-ugm-desak-pemimpin-negara-mendengar-suara-rakyat/ https://ugm.ac.id/id/berita/seratus-lebih-guru-besar-ugm-desak-pemimpin-negara-mendengar-suara-rakyat/#respond Sun, 25 Aug 2024 12:14:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69819 Lebih dari 100 orang Guru Besar Universitas Gadjah Mada menyerukan kepada semua pemimpin lembaga negara agar selalu mendengar suara rakyat yang telah disampaikan melalui himbauan, seruan, demonstrasi, dan unjuk-rasa yang saat ini dilakukan oleh banyak unsur masyarakat dalam rangka mencegah terjadinya manipulasi dan kekerasan politik yang disinyalir bertujuan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Hal itu disampaikan […]

Artikel Seratus Lebih Guru Besar UGM Desak Pemimpin Negara Mendengar Suara Rakyat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lebih dari 100 orang Guru Besar Universitas Gadjah Mada menyerukan kepada semua pemimpin lembaga negara agar selalu mendengar suara rakyat yang telah disampaikan melalui himbauan, seruan, demonstrasi, dan unjuk-rasa yang saat ini dilakukan oleh banyak unsur masyarakat dalam rangka mencegah terjadinya manipulasi dan kekerasan politik yang disinyalir bertujuan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Hal itu disampaikan oleh para Guru Besar UGM menyikapi situasi politik  nasional yang berubah begitu cepat akhir-akhir ini karena begitu banyak perkembangan yang semakin mengarah kepada kemunduran demokrasi di Indonesia.

Ketua Dewan Guru Besar (DGB) UGM Prof. M. Baiquni, MA mengatakan saat ini tengah terjadi merosotnya demokrasi di tanah air ditandai dengan pelemahan lembaga-lembaga penegak hukum seperti KPK dalam penindakan korupsi yang menggurita, dominasi elit partai politik dan pelemahan kontrol publik pada penyelenggaraan pemerintahan, serta pengabaian nalar dan nurani di berbagai praktek pembangunan. “Kita meminta pemimpin lembaga negara untuk mendengar suara rakyat yang menolak segala bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme karena tidak sesuai dengan demokrasi dan juga semangat reformasi,” kata Baiquni dalam menyampaikan seruan pernyataan sikap lebih dari 100 Guru Besar UGM yang mendesak Demokrasi kembali ke Kedaulatan Rakyat, Minggu (25/8), di kampus UGM.

Sekretaris DGB UGM Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP menambahkan bahwa ketegangan yang terjadi di antara para elit politik di antara lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif memperlihatkan bahwa semangat para pemimpin politik lebih mengedepankan kepentingan jangka pendek dan diri-sendiri ketimbang kepentingan rakyat dan warga Indonesia.  “Pemimpin negara seharusnya memikirkan kepentingan jangka negara dalam jangka panjang mengingat rakyat kita masih menghadapi kesulitan ekonomi dan ketidakpastian global,” jelasnya.

Wahyudi menuturkan bahwa terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang kemudian ditanggapi secara reaktif oleh Badan Legislatif DPR yang hendak mengubah Undang-undang tentang Pilkada menunjukkan betapa instrumen perundangan sudah dijadikan sebagai alat untuk mengejar kepanjangan politik sempit dan jangka-pendek, seraya mengabaikan keinginan rakyat bagi terciptanya demokrasi yang bermartabat di tanah-air.

Dalam situasi darurat ini, para Guru Besar Universitas Gadjah Mada menyatakan sikap, menolak berbagai bentuk praktik pemilihan pemimpin di tingkat nasional dan daerah yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat dan menolak penggunaan instrumen politik yang menggunakan intimidasi, pengerahan aparat negara, penyebaran uang dan material, dan cara-cara dak terpuji lainnya yang mencederai berjalannya proses demokrasi yang beradab. “Kita ingin mendorong dan menuntut penyelenggaraan Pilkada yang bermartabat dan berkeadilan sesuai kaidah hukum yang benar dan adil,” katanya.

Selain itu, para Guru Besar juga menyerukan agar para elit politik tidak menggunakan legitimasi palsu melalui proses pembuatan peraturan perundangan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang bermartabat dan kedaulatan rakyat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus tetap menjaga marwah dan prinsip sebagai penyelenggara Pilkada dengan berpegang teguh pada kesepakatan konstitusional. Termasuk diantaranya Keputusan Mahkamah Konstitusi.

Terakhir, para Guru Besar UGM mengajak semua lapisan masyarakat sebagai subjek demokrasi untuk berkonsolidasi dan berpartisipasi aktif untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia, dengan menyampaikan seruan-seruan yang tetap memelihara keadaban serta mencegah tindakan kekerasan yang justru mencederai proses demokratisasi yang telah berjalan.

Dari daftar lebih dari 100 Guru Besar UGM yang sudah mendukung penyampaian pernyataan sikap ini, terdapat nama Guru Besar Fakultas Pertanian Prof. Dr. Masyhuri, MSc., Guru Besar Fakultas Filsafat Prof. Dr. Lasiyo, MM, Guru Besar Fakultas Psikologi Prof. Dr. Koentjoro, MA., Guru Besar Fakultas Biologi Prof. Dr. Endang Semiarti, Guru Besar Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ambar Pertiwiningrum, MSc.

Selanjutnya, terdapat pula Guru Besar Fakultas Teknik Prof. Dr. Wiendu Nuryanti , MSc., Guru Besar FIB Prof. Dr. Faruk, MA., Guru Besar FK-KMK Prof. Dr. Yodi Mahendradhata, MPh., Guru Besar FEB Prof. Dr. Ainun Naim, MEc., Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Prof. Dr. Teguh Budi Pitoyo, MSc., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Prof. Dr. Eni Harmayani, MSc., Guru Besar Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Selo, MSc., dan Guru Besar Fisipol UGM Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA.

Penulis : Gusti Grehenson

Artikel Seratus Lebih Guru Besar UGM Desak Pemimpin Negara Mendengar Suara Rakyat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/seratus-lebih-guru-besar-ugm-desak-pemimpin-negara-mendengar-suara-rakyat/feed/ 0
Teliti Pengaruh Infeksi Virus Dalam Patogenesis Penyakit Kanker, Prof. Osman Sianipar Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-pengaruh-infeksi-virus-dalam-patogenesis-penyakit-kanker-prof-osman-sianipar-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-pengaruh-infeksi-virus-dalam-patogenesis-penyakit-kanker-prof-osman-sianipar-dikukuhkan-guru-besar/#respond Thu, 22 Aug 2024 08:36:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69734 Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sekaligus peneliti virus pada penyakit kanker, Prof. Osman Sianipar dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, Kamis (22/8), di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhannya, Prof. Osman Sianipar menyampaikan pidato yang berjudul “Pengaruh Infeksi Virus Dalam Patogenesis Penyakit […]

Artikel Teliti Pengaruh Infeksi Virus Dalam Patogenesis Penyakit Kanker, Prof. Osman Sianipar Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sekaligus peneliti virus pada penyakit kanker, Prof. Osman Sianipar dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium, Kamis (22/8), di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhannya, Prof. Osman Sianipar menyampaikan pidato yang berjudul “Pengaruh Infeksi Virus Dalam Patogenesis Penyakit Kanker”.

Osman dalam pidatonya memaparkan bahwa penyakit kanker telah dilaporkan tidak hanya terkait dengan infeksi virus onkogenik manusia akan tetapi juga dapat terkait dengan infeksi bakteri maupun infeksi parasit. Virus onkogenik yang dikenal dengan virus tumor merupakan virus yang jika menginfeksi manusia secara kronik dapat mengakibatkan perubahan sifat pada individu yang terinfeksi dan mengakibatkan penyakit kanker. Namun, di samping infeksi dapat mempengaruhi munculnya penyakit tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesembuhan penyakit kanker.

Keberadaan virus dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko dan pencegahan kanker, salah satunya adalah meningkatkan penggunaan pengujian DNA HPV untuk skrining risiko kanker leher rahim. Pengetahuan tentang etiologi virus dapat menjadi dasar tindakan pencegahan kanker. Bukti ilmiah penelitian epidemiologi telah menunjukkan hubungan infeksi virus dengan perkembangan penyakit kanker. “Pertanyaan selanjutnya adalah jenis infeksi virus yang manakah yang berkontribusi terhadap penyakit kanker? Infeksi yang bersifat akut atau kronis?” ucap Osman saat membacakan pidato pengukuhannya.

Osman berpendapat berkembangnya kanker diawali dengan akumulasi gangguan pada beberapa aktivitas sel normal yang pada akhirnya berubah menjadi sel kanker. Ciri umum kanker ini meliputi pertumbuhan mandiri, ketidakpekaan terhadap sinyal anti pertumbuhan, replikasi tanpa batas, dan invasi jaringan. Dalam kasus tumor padat, sel kanker yang invasif mampu menginduksi pertumbuhan pembuluh darah melalui proses angiogenesis. “Satu virus dapat dikaitkan dengan lebih dari satu jenis tumor,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Osman juga menguraikan beberapa contoh kanker akibat infeksi virus, meliputi kanker hati karena virus HBV dan HCV, kanker leher Rahim akibat virus HPV, serta kanker nasopharynx yang disebabkan oleh infeksi virus EBV. Ia menjelaskan, virus onkogenik ada yang hanya berpengaruh pada organ atau sel tertentu saja seperti virus HBV dan HCV pada organ hati dan virus HTLV-1 yang berpengaruh pada sel limfosit T CD4+. “Virus onkogenik yang lain dapat mengenai beberapa organ seperti virus HPV dan EBV,” tuturnya.

“Infeksi virus onkogenik yang bersifat kronik dapat menambah risiko terjadinya kanker sebesar 15,4%, dan ini merupakan angka yang relatif besar,” ungkapnya menutup pidato. Ia berharap pemahaman mengenai patogenesis terjadinya penyakit kanker akibat infeksi virus onkogenik dapat bermanfaat dalam pengembangan upaya pencegahan, skrining, diagnosis, maupun pengobatan penyakit kanker.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., mengatakan bahwa Prof. Osman Sianipar merupakan salah satu dari 452 Guru Besar aktif di UGM dan menjadi  63 Guru Besar aktif dari 131 Guru Besar yang pernah dimiliki FK-KMK UGM.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel Teliti Pengaruh Infeksi Virus Dalam Patogenesis Penyakit Kanker, Prof. Osman Sianipar Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-pengaruh-infeksi-virus-dalam-patogenesis-penyakit-kanker-prof-osman-sianipar-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/#respond Wed, 21 Aug 2024 09:12:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69690 Universitas Gadjah Mada kembali dirundung duka, salah satu putra terbaiknya Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M., meninggal dunia. Guru Besar Fakultas Hukum ini meninggal dunia pada hari Rabu (21/8) pukul 04.30 WIB di usia 60 tahun di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, meninggalkan istri dan tiga orang anak. Ratusan civitas akademika, kerabat dan kolega kerja […]

Artikel Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada kembali dirundung duka, salah satu putra terbaiknya Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M., meninggal dunia. Guru Besar Fakultas Hukum ini meninggal dunia pada hari Rabu (21/8) pukul 04.30 WIB di usia 60 tahun di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Ratusan civitas akademika, kerabat dan kolega kerja memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Prof. Sigit Riyanto dalam upacara penghormatan yang diadakan di Balairung UGM, sebelum jenazahnya kemudian dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawitsari.

Memimpin upacara pelepasan dan penghormatan di Balairung UGM, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed.,Sp.OG(K)., Ph.D menyatakan Universitas Gadjah Mada pada hari ini kembali berduka karena harus melepas salah satu insan terbaiknya, Almarhum Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Mewakili keluarga besar Universitas Gadjah Mada ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Almarhum Prof. Sigit Riyanto. ”Kita semua memohonkan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima segala amal ibadahnya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan, senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan,” katanya.

Almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah Guru Besar dalam bidang Hukum Internasional, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Hukum UGM sekitar 10 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 26 Juni 2014. Selama berkarya di UGM, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tegas dan berkomitmen pada penegakan peraturan. “Terakhir kali saya berjumpa baru kemarin siang di RSA UGM, dan dini hari tadi, Allah SWT berkehendak, hingga Prof. Sigit Riyanto akhirnya berpulang. Karena sesungguhnya Allah SWT yang paling berhak atas seluruh ciptaan-NYA, dan semoga doa-doa terbaik yang kita panjatkan hari ini berkenan di hadapan-NYA,” ucap rektor.

Ova Emilia menuturkan saat dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM, Prof Sigit Riyanto menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Re-interpretasi Kedaulatan Negara dalam Hukum Internasional. Pada pidato tersebut, almarhum menekankan salah satu tugas akademisi hukum internasional adalah melakukan pemetaan akademik-ilmiah dengan mempertimbangkan hubungan yang saling menyuburkan antara hukum internasional dengan hubungan internasional dan ekonomi internasional.

Seperti halnya mengkaji kembali kesetaraan negara vs Non State Actors, terutama dalam hal perancangan norma hukum dan standar baru di bidang hak asasi manusia, lingkungan, ekonomi, dan perdagangan internasional serta penyelesaian sengketa. 

”Pada momen penghormatan terakhir ini, ijinkan saya menghaturkan terima kasih mendalam kepada Almarhum Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. atas pengabdian dan dedikasinya bagi UGM, khususnya bagi Fakultas Hukum. Semoga segenap amalan ilmu dan karya beliau, Insya Allah menjadi ladang ibadah sekaligus pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan, dan marilah kita menghantarkan Almarhum Prof. Sigit Riyanto, ke peristirahatan terakhir dengan memanjatkan doa-doa, semoga Allah SWT memberikan pengampunan, kedamaian, dan tempat mulia kepada Almarhum”, ungkapnya.

Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LLM, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2004 – 2008 dan 2009 – 2012 sekaligus kolega almarhum di Departemen Hukum Internasional FH UGM memandang sosok almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi yang pandai diatas rata-rata, dan pribadi yang konsisten ketika diberi dan mengemban amanah. Almarhum, menurutnya adalah seorang yang mampu menjadi inspirator untuk teman-teman di Departemen Hukum Internasional Fakultas Hukum UGM. “Sungguh kami semua teman di Departemen Hukum Internasional merasa kehilangan karena selain beritanya mendadak, dan kami di hari Senin (19/8) masih bertemu secara fisik”, ungkapnya.

Marsudi meyakini almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi yang konsisten. Ia menuturkan bila di hari Selasa (20/8) almarhum seharusnya menguji skripsi tetapi karena mengingat kondisi pada akhirnya almarhum masih menyempatkan ujian sekalipun secara daring. “Jadi bisa dibayangkan dalam kondisi sakit seperti itu masih melakukan kegiatan menguji, dan almarhum memang sibuk dengan menjadi narasumber di berbagai instansi, dan kegiatan-kegiatan ilmiah setelah tidak lagi menjadi dekan, dan aktivitas almarhum memang lumayan banyak,” terangnya.

Di mata Marsudi, sosok almarhum Prof. Sigit Riyanto adalah pribadi penuh amanah dan taat berdasarkan aturan atau kebijakan-kebijakan dari universitas. Saat menjabat dekan berbagai perkembangan baik secara fisik maupun akademik berjalan dengan sangat baik. “Saya yakin almarhum sudah memberikan ilmunya yang terbaik kepada para mahasiswa, dan almarhum termasuk sosok yang menjadi idola para mahasiswa sehingga saya yakin pemikiran-pemikirannya akan memberikan arah bagi mahasiswa untuk melaksanakan profesinya dengan sebaik mungkin,” pungkansnya.

Dalam daftar riwayat hidup, almarhum Sigit Riyanto pernah menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Fakultas Hukum UGM 2008 – 2012, sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM 2015 – 2016, dan menjabat Dekan Fakultas Hukum UGM periode 2016 – 2021.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Prof Sigit Riyanto, Dekan Fakultas Hukum UGM Periode 2016-2021 Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sigit-riyanto-dekan-fakultas-hukum-ugm-periode-2016-2021-meninggal-dunia/feed/ 0
Pulse Oksimeter Berhasil Turunkan Angka Kematian PJB Kritis pada Bayi Baru Lahir   https://ugm.ac.id/id/berita/pulse-oksimeter-berhasil-turunkan-angka-kematian-pjb-kritis-pada-bayi-baru-lahir/ https://ugm.ac.id/id/berita/pulse-oksimeter-berhasil-turunkan-angka-kematian-pjb-kritis-pada-bayi-baru-lahir/#respond Tue, 13 Aug 2024 08:47:56 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69320 Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada bayi yang baru lahir. Penyakit ini seringkali terlambat untuk didiagnosis, sehingga perlu dideteksi lebih dini dengan menggunakan alat skrining yang sederhana yang dinamakan pulse oksimeter. Hal itu dikemukakan oleh Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Indah […]

Artikel Pulse Oksimeter Berhasil Turunkan Angka Kematian PJB Kritis pada Bayi Baru Lahir   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada bayi yang baru lahir. Penyakit ini seringkali terlambat untuk didiagnosis, sehingga perlu dideteksi lebih dini dengan menggunakan alat skrining yang sederhana yang dinamakan pulse oksimeter.

Hal itu dikemukakan oleh Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., Sp. A (K)., Ph.D. , dalam pidato pengukuhan dirinya yang ditetapkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Kesehatan Anak, Selasa (13/8), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Implementasi Skrining Penyakit Jantung Bawaan Kritis Menggunakan Pulse Oksimeter Pada Bayi Baru Lahir: Menerapkan Bukti Lokal Menjadi Kebijakan Nasional”, Prof Indah menerangkan kawasan Asia menyumbang kejadian PJB terbanyak di seluruh dunia. Padahal pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat menggunakan pulse oksimeter untuk bayi baru lahir dan memeriksa saturasi oksigen yang hemat biaya, tidak melukai bayi dan mudah dilakukan untuk mendeteksi PJB kritis. “Skrining dengan alat ini sudah rutin dilakukan di berbagai negara. Setelah enam tahun, ditemukan penurunan 33% dari kematian PJB kritis,” katanya.

Ia menambahkan pada tindak lanjut skrining PJB kritis terdapat juga alat ekokardiografi yang digunakan untuk menegakkan diagnosis PJB. Namun, tak banyak dokter subspesialis jantung di Indonesia yang dapat melakukan diagnosis PJB dengan alat ini. “Karenanya perlunya peningkatan kemampuan untuk melakukan ekokardiografi untuk membantu dalam pemeriksaan diagnosis penyakit jantung bawaan pada anak,” katanya.

Prof. Indah menerangkan bahwa PJB kritis adalah permasalahan kesehatan yang besar pada bayi baru lahir di Indonesia. Akan menimbulkan kematian apabila tidak dideteksi secara cepat. “Keterlambatan diagnosis memerlukan skrining pulse oksimeter untuk deteksi dini PJB kritis. Dengan penerapan yang saat ini telah dilakukan di seluruh layanan kesehatan di Indonesia, diharapkan dapat menurunkan angka kematian bayi akibat PJB kritis,” ungkapnya.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA, menyampaikan bahwa Prof. Indah merupakan salah satu dari 452 guru besar aktif di Universitas Gadjah Mada. Di tingkat fakultas, ia merupakan salah satu dari 63 guru besar aktif dari 131 guru besar yang pernah dimiliki Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Pulse Oksimeter Berhasil Turunkan Angka Kematian PJB Kritis pada Bayi Baru Lahir   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pulse-oksimeter-berhasil-turunkan-angka-kematian-pjb-kritis-pada-bayi-baru-lahir/feed/ 0