GIK UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/gik-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Sun, 19 Jan 2025 03:24:17 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tinjau Super Creative Hub GIK UGM https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kebudayaan-fadli-zon-tinjau-super-creative-hub-gik-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kebudayaan-fadli-zon-tinjau-super-creative-hub-gik-ugm/#respond Sun, 19 Jan 2025 03:24:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74856 Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon meninjau Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada sebagai super creative hub yang mengintegrasikan seni, budaya, dan inovasi untuk mendukung diplomasi budaya Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Fadli Zon diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Wening Udasmoro, CEO GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, […]

Artikel Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tinjau Super Creative Hub GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon meninjau Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada sebagai super creative hub yang mengintegrasikan seni, budaya, dan inovasi untuk mendukung diplomasi budaya Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Fadli Zon diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Prof. Wening Udasmoro, CEO GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, Ph.D., dan Garin Nugroho, selaku anggota Advisory Board GIK UGM.

Fadli Zon, dalam sambutan dan presentasinya menyoroti peran strategis GIK UGM sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Menurutnyam Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Super Creative hub seperti GIK UGM ini menurutnya sebagai bentuk wujud nyata dari upaya untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. “Melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat menciptakan program-program inovatif yang relevan secara global,” jelasnya, Sabtu (18/1), di GIK UGM.

Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia melalui keberadaan GIK UGM. “Generasi muda adalah garda terdepan dalam memajukan budaya kita. Jangan takut berinovasi, tetapi tetap pegang teguh akar tradisi,” pesannya kepada para mahasiswa.

Wakil Rektor Wening Udasmoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kebudayaan dan menegaskan pentingnya peran GIK UGM dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya di Yogyakarta. “UGM selalu berkomitmen mendukung inovasi budaya yang dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Alfatika Aunuriella Dini, berkesempatan menjelaskan visi jangka panjang GIK sebagai pusat kreativitas yang berbasis pada nilai-nilai budaya lokal dan inovasi teknologi. “GIK UGM tidak hanya menjadi ruang fisik, tetapi juga ekosistem dinamis untuk melahirkan talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Penulis : Rahma Khoirunnisa

Editor : Gusti Grehenson

Foto     : Dok. Humas GIK

Artikel Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tinjau Super Creative Hub GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menteri-kebudayaan-fadli-zon-tinjau-super-creative-hub-gik-ugm/feed/ 0
UGM Shop GIK, Transformasi Koperasi Mahasiswa Wujudkan Ekosistem Kreatif dan Inklusif https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-shop-gik-transformasi-koperasi-mahasiswa-wujudkan-ekosistem-kreatif-dan-inklusif/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-shop-gik-transformasi-koperasi-mahasiswa-wujudkan-ekosistem-kreatif-dan-inklusif/#respond Mon, 13 Jan 2025 09:35:13 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74629 Didirikan sejak tahun 1982, Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gadjah Mada telah menjadi bagian integral dalam kehidupan kampus. Kopma UGM tidak hanya menyediakan berbagai barang dan layanan yang dibutuhkan mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan solidaritas antar mahasiswa. Saat ini, Kopma UGM semakin berkembang dengan berbagai inovasi dan pembaruan agar tetap relevan […]

Artikel UGM Shop GIK, Transformasi Koperasi Mahasiswa Wujudkan Ekosistem Kreatif dan Inklusif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Didirikan sejak tahun 1982, Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gadjah Mada telah menjadi bagian integral dalam kehidupan kampus. Kopma UGM tidak hanya menyediakan berbagai barang dan layanan yang dibutuhkan mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan solidaritas antar mahasiswa. Saat ini, Kopma UGM semakin berkembang dengan berbagai inovasi dan pembaruan agar tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa di masa sekarang. Salah satu inisiatif penting yang sedang dilakukan adalah rencana penambahan outlet baru yang bertujuan untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan layanan bagi seluruh mahasiswa di kampus UGM.

Kini, Kopma UGM resmi bekerja sama dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) untuk menghadirkan UGM Shop GIK yang diproyeksikan akan menjadi wajah depan GIK. Berlokasi di area strategis, Zona A GIK atau tepat di depan Boulevard UGM, menjadikan UGM Shop GIK sebagai titik sentral bagi aktivitas dan interaksi komunitas UGM serta masyarakat luas. Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa), Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si mengungkapkan UGM Shop GIK ini nantinya akan mengusung konsep baru dengan menitikberatkan pada nilai kolaborasi dan modernisasi Kopma UGM. “Kolaborasi menjadi nilai penting yang kami pegang dalam mengembangkan outlet tersebut, dimana kami akan melibatkan mahasiswa, fakultas, maupun swasta untuk memaksimalkan potensi yang ada, terutama dalam proses hilirisasi penelitian maupun kreasi civitas akademika UGM,” ungkap Hempri, Senin (13/1).

“Secara historis, Kopma dari dulu ada di Gelanggang Mahasiswa, nantinya keberadaan UGM Shop GIK menjadi bagian dari komitmen UGM untuk melakukan transformasi Koperasi Mahasiswa agar lebih baik dan berkembang,” Lanjut Hempri. Menurutnya, proses transformasi Kopma ini tentunya tidak hanya  berpindah secara fisik akan tetapi juga ada proses perubahan dalam tata kelola Kopma dengan mengembangkan prinsip koperasi multi pihak dan juga melakukan proses perubahan dalam inovasi-inovasi pelayanan Kopma, misalnya soal benefit atau keuntungan yang diperoleh ketika menjadi anggota Kopma.

Hempri berujar, komunikasi intens antara Kopma, pihak Rektorat dan juga DitMawa telah dilakukan dengan melibatkan penasihat dan pembina Kopma terkait transformasi koperasi. Tidak hanya itu, dalam prosesnya, pengurus juga ikut andil dalam kelancaran dan jejak pendapat dari anggota koperasi yang merupakan mahasiswa UGM. Setelah itu banyak dilakukan diskusi bersama pengelola GIK terutama terkait konsep dan teknis implementasi, dengan menyelaraskan konsep dan nilai yang diusung GIK dengan konsep dan nilai yang dimiliki Kopma UGM. “Diskusi hingga saat ini masih berlangsung untuk mengawal implementasi agenda transformasi yang sedang berjalan,” ujarnya.

Menyoal kekhawatiran mengenai aksesibilitas lokasi baru bagi mahasiswa, Hempri meyakini tidak akan ada masalah berarti mengingat lokasi UGM Shop GIK ini nantinya berada di sekitaran Boulevard UGM dan merupakan lokasi yang sama digunakan oleh Kopma beberapa tahun yang lalu. Selain itu, menurut Hempri, pengelola GIK juga sudah beberapa kali menyelenggarakan event yang berpotensi menarik traffic kunjungan. Kolaborasi dengan fakultas juga turut berkontribusi dalam menjaga traffic di outlet baru tersebut. “Kolaborasi antara UGM, GIK, mahasiswa, dan swasta akan diwujudkan salah satunya dalam hal kualitas produk yang tinggi, jadi nanti UGM Shop GIK ini akan berusaha menawarkan produk yang lebih premium,” tutup Hempri.

Chief Executive Officer (CEO) GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, S.H., M.Kn., Ph.D mengungkapkan sebagai bagian dari UGM Shop GIK, Kopma mendapatkan momentum untuk meningkatkan visibilitasnya melalui desain interior yang mengusung konsep modern dan selaras dengan identitas GIK. Dengan hadirnya fasilitas display yang inovatif dan estetik, Kopma akan tampil lebih menarik, relevan, serta mampu bersaing di era kompetitif saat ini. “Tidak hanya berhenti di transformasi fisik, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi Kopma untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. GIK dan Kopma berencana mengembangkan program-program kolaboratif, mulai dari gagasan kreatif, desain produk, hingga strategi bisnis dan pemasaran,” ungkap Alfatika.

Menurut Alfatika, beberapa rencana pengembangan strategis UGM Shop GIK meliputi Co-Branding dengan brand besar Yogyakarta seperti Dagadu dan Starcross untuk memperkuat identitas lokal dengan daya tarik global. Selanjutnya adalah kolaborasi Cross-Market dengan Intellectual Properties (IP) Populer seperti Jogfest Merchandise Project dan Music Merch Festival yang akan membuka peluang baru di segmen pasar kreatif. Terakhir, berupa kerja sama dengan seniman yang bertujuan menggali potensi kreativitas untuk menciptakan produk unik yang mampu menarik minat pasar yang lebih luas. Melalui langkah-langkah ini, Kopma dan GIK tidak hanya memperkuat eksistensi di bidang bisnis tetapi juga memperluas jejaring inovasi, menciptakan ekosistem kreatif yang inklusif, dan meningkatkan daya beli masyarakat. “Sinergi ini diharapkan mampu membawa Kopma menuju posisi yang lebih kuat dan strategis di dunia bisnis kampus maupun di kancah yang lebih luas,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto.   : Dokumentasi Kopma dan GIK UGM

Artikel UGM Shop GIK, Transformasi Koperasi Mahasiswa Wujudkan Ekosistem Kreatif dan Inklusif pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-shop-gik-transformasi-koperasi-mahasiswa-wujudkan-ekosistem-kreatif-dan-inklusif/feed/ 0
Pelajar SMA Adu Gagasan Soal Rancangan Kota Masa Depan https://ugm.ac.id/id/berita/pelajar-sma-adu-gagasan-soal-rancangan-kota-masa-depan/ https://ugm.ac.id/id/berita/pelajar-sma-adu-gagasan-soal-rancangan-kota-masa-depan/#respond Sun, 13 Oct 2024 05:09:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71585 Untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024, Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan (BTPP) serta berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada, mengadakan Kompetisi Debat Antar SMA/SMK/MAN/sederajat dimana sesi finalnya diadakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Jumat (11/10). Kompetisi ini merupakan lomba adu gagasan perancangan kota di masa depan. […]

Artikel Pelajar SMA Adu Gagasan Soal Rancangan Kota Masa Depan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024, Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan (BTPP) serta berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada, mengadakan Kompetisi Debat Antar SMA/SMK/MAN/sederajat dimana sesi finalnya diadakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Jumat (11/10). Kompetisi ini merupakan lomba adu gagasan perancangan kota di masa depan. Beberapa mahasiswa UGM diundang untuk menjadi juri undangan bersanding dengan juri dari BTPP Kementerian PUPR.

Pada babak semifinal, para finalis merupakan empat tim SMA yang berasal dari berbeda-beda provinsi, yakni SMA Negeri 2 Jakarta, SMA Kolese De Britto Yogyakarta, SMA Negeri 2 Payakumbuh, dan SMA Negeri 4 Denpasar. Pelaksanaan lomba debat ini sejalan dengan tema utama peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia 2024 yaitu  “Engaging youth to create a better urban future” dan “Youth leading climate and local action for cities”. Dari kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pelibatan pemuda dalam pembangunan perkotaan, khususnya kota mereka tinggal.

Ir. Dian Irawati, MT., selaku Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyampaikan bahwa PUPR ingin menggali ide, gagasan, dan harapan dari generasi muda mengenai masa depan mereka. “Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menginspirasi pemuda, tetapi juga sebagai sarana untuk membuka wawasan masyarakat luas sebagai penerima manfaat,” tuturnya.

Rangga Aulia Rahman (Teknologi Informasi, 2020), merupakan mahasiswa UGM yang menjadi salah satu juri undangan pada kompetisi debat ini. Sebelumnya ia telah mengikuti UKM English Debating Society (EDS UGM) yang sekarang namanya menjadi Gadjah Mada Debating Society (GMDS UGM) dan telah menjadi juri debat sejak tahun 2021. “Rasanya terhormat dan juga senang bisa mewakili UGM di kompetisi yang sangat bagus dan prestisius ini,” ungkapnya saat diwawancara oleh wartawan.

Rangga mengatakan bahwa topik yang dibawakan pada kompetisi ini sangatlah cocok dengan semangat dari perlombaannya, mengingat peserta nya adalah pemuda-pemudi SMA dari seluruh Indonesia. Lebih lanjut, ia sangat terkesan ketika melihat kemampuan teman-teman dari berbagai SMA di kompetisi ini yang telah membawakan argumen-argumen yang tidak hanya inovatif dan cerdas, namun juga disampaikan dengan jelas, runtut, dan terstruktur.

Pada sesi final, SMA Kolese De Britto Yogyakarta berkompetisi dengan SMA Negeri 2 Payakumbuh. Mosi yang dibawakan adalah mengenai transisi energi hijau yang merupakan upaya peralihan dari fosil ke terbarukan yang berasal dari alam, dan disyaratkan untuk adanya pengadaan panel surya sebagai bagian dari program rumah bersubsidi. Topik-topik seperti pemerataan pembangunan dan inovasi kebijakan sangat penting dalam mendukung kebijakan pemerintah. Dengan memberikan sudut pandang masyarakat, terutama dari generasi muda, kita dapat memperkaya perencanaan kebijakan yang lebih inklusif dan efektif.

Rangga menyampaikan bahwa ide-ide yang muncul dari para siswa SMA ini patut diapresiasi dan dipertimbangkan. Suara mereka tidak hanya mencerminkan harapan dan aspirasi generasi muda, tetapi juga memberikan perspektif segar yang dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan melibatkan pemuda dalam diskusi dan perumusan kebijakan, akan dapat tercipta masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua.

Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan PUPR, Ir. Edward Abdurrahman, M.Sc, turut menyampaikan bahwa PUPR mengajak generasi muda untuk menyampaikan kritik dengan cara yang membangun. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan berkontribusi pada perbaikan kebijakan. “Dengan pendekatan ini, kita dapat menciptakan dialog yang produktif antara pemerintah dan masyarakat, demi mencapai tujuan bersama yang lebih baik,” ujarnya.

Di masa depan, diharapkan pemerintah dapat semakin memberikan pengakuan dan kesempatan yang lebih luas bagi para pendebat dari seluruh Indonesia. Ajang seperti ini sangat penting dan seharusnya tidak hanya diadakan oleh Kementerian PUPR, tetapi juga oleh kementerian lain. “Memberikan ruang bagi berbagai perspektif dan ide-ide inovatif dari generasi muda akan sangat berkontribusi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Rangga.

Penulis : Lintang

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Pelajar SMA Adu Gagasan Soal Rancangan Kota Masa Depan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pelajar-sma-adu-gagasan-soal-rancangan-kota-masa-depan/feed/ 0
President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/#respond Wed, 04 Sep 2024 08:22:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70288 President National University of Singapore (NUS), Prof. Tan Eng Chye dan rombongan perwakilan NUS yang didampingi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyambangi kawasan Fasilitas Kerohanian dan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka kolaborasi UGM […]

Artikel President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
President National University of Singapore (NUS), Prof. Tan Eng Chye dan rombongan perwakilan NUS yang didampingi oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M. Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyambangi kawasan Fasilitas Kerohanian dan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka kolaborasi UGM dan NUS

Kunjungan pihak UGM dan NUS pada Senin (2/8) sore ini dimulai dengan meninjau Kawasan Kerohanian UGM yang berada di Jl. Podocarpus, Sendowo. Kawasan Kerohanian UGM ini baru saja diresmikan pada Desember 2023, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-74 UGM. Kawasan kerohanian ini terdiri atas dua bangunan gereja, masing-masing untuk kegiatan kerohanian agama Katolik dan Kristen Protestan, wihara untuk peribadatan agama Buddha, klenteng untuk peribadatan agama Konghucu, serta pura untuk peribadatan agama Hindu.

Rektor UGM yang ditemani beberapa Dekan UGM memperkenalkan masing-masing tempat ibadah. Pembangunan fasilitas kerohanian ini menurut Rektor sebagai salah satu bentuk pembangunan karakter mahasiswa dan nilai-nilai inklusivitas. “Warga UGM sangat heterogen sehingga perlu diwadahi, salah satunya dalam hal keberagamaan,” jelas Ova pada delegasi NUS.

Prof. Tan Eng Chye dan perwakilan NUS kemudian memasuki masing-masing tempat ibadah yang ada sembari mengulik keberagaman agama yang ada di Indonesia yang tercermin melalui masing-masing bangunan. Beragam komentar muncul dari delegasi NUS seperti membahas filosofi pura dan sistem kalender Saka. Salah satu komentar muncul dari Prof. Tan Eng Chye yang menyebut, “Keberagaman di UGM sangat unik dan memiliki masing-masing filosofi.”

Perjalanan delegasi NUS dilanjutkan menuju kawasan GIK dengan bus listrik. Sesampainya di GIK, rombongan disambut oleh Dr. Hargo Utomo, M.B.A. selaku Direktur Pengembangan Usaha dan dan Inkubasi UGM dan tim manajemen GIK. Ia mendampingi Rektor dan Dekan dalam memperkenalkan area-area di GIK. Kunjungan tersebut memperlihatkan fasilitas-fasilitas yang nantinya akan digunakan di wilayah seluas 83 ribu meter persegi itu seperti ruang kelas, student center, area perkantoran, dan rooftop.

Dalam audiensi yang digelar pada salah satu ruang kelas, Hargo menjelaskan program-program dan rangkaian kegiatan yang akan menunjang pendirian GIK. “Nantinya GIK yang merupakan super creative hub di Asia Tenggara. akan menjadi pusat UGM Science Technopark dan juga Innovative Academy, yaitu program inkubasi startup di UGM.” Perwakilan UGM dan NUS kemudian menyambangi masing-masing stand start-up yang lahir dari program Innovative Academy, salah satunya adalah Inspirasien.

“Inspirasien adalah platform penunjang kesehatan dan advokasi pasien di Indonesia dengan mengutamakan berbagai kemudahan akses kebutuhan esensial pasien terutama pasien dengan penyakit kronis,” jelas salah satu perwakilan Inspirasien pada Prof. Tan Eng Chye dan Prof. Ova.

Tampak perwakilan NUS menyimak penjelasan mengenai masing-masing start-up yang diluncurkan pada 2021 ini dan berdiskusi hangat mengenai pengembangan program. Tidak lupa, mereka juga memboyong beberapa produk startup sebagai cenderamata. “Teruslah berkarya dengan baik,” pesan Prof. Tan Eng Chye.

Penulis : Lazuardi

Editor    : Gusti Grehenson

Artikel President NUS Kunjungi Kawasan Kerohanian dan GIK UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/president-nus-kunjungi-kawasan-kerohanian-dan-gik-ugm/feed/ 0
Bahas SOP Penggunaan Ruang, Pengelola GIK UGM Ajak UKM Diskusi Bersama https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-sop-penggunaan-ruang-pengelola-gik-ugm-ajak-ukm-diskusi-bersama/ https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-sop-penggunaan-ruang-pengelola-gik-ugm-ajak-ukm-diskusi-bersama/#respond Wed, 04 Sep 2024 02:56:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70255 Menanggapi isu terkait dengan soal penggunaan ruangan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, tim dari GIK menggelar sosialisasi terkait dengan Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan ruangan, Selasa (3/9), di Student Center GIK UGM. Dalam sosialisasi ini berbagai pertanyaan dan masukan dari pihak-pihak terkait, termasuk mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Garin Nugroho, selaku Chief […]

Artikel Bahas SOP Penggunaan Ruang, Pengelola GIK UGM Ajak UKM Diskusi Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menanggapi isu terkait dengan soal penggunaan ruangan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, tim dari GIK menggelar sosialisasi terkait dengan Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan ruangan, Selasa (3/9), di Student Center GIK UGM. Dalam sosialisasi ini berbagai pertanyaan dan masukan dari pihak-pihak terkait, termasuk mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Garin Nugroho, selaku Chief Program Officer GIK UGM, menyampaikan bahwa bangunan GIK masih 40 persen dan sisanya masih pada proses finishing, sehingga ia juga menekankan bahwa GIK belum melakukan serah terima dengan Kementerian PUPR RI. “Sekarang masih hanya ada empat ruang yang bisa digunakan, dan pada bulan September-Oktober ini merupakan fase transisi yang mana akan dilakukan uji coba pada ruangan di GIK,” ucapnya.

Garin juga menekankan bahwa uji coba kerjasama dengan mitra dengan UGM tentu perlu adanya masukan, kritik, dan penyesuaian lantaran ruang-ruang ini belum digunakan dengan semestinya. “Karena nantinya akan ada berbagai program yang akan dijalankan disini, kita perlu menggarap SOP nya. Maka kita yang sedang berkumpul disini perlu berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama,” ujar Garin.

Pada sesi diskusi, perwakilan dari BEM KM UGM mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pergeseran signifikan dari penggunaan gedung lama ke gedung baru di GIK. Menurutnya, meskipun saat ini seharusnya GIK dirancang sebagai public space (ruang publik) yang menghubungkan seluruh akademisi di UGM, belum terlihat adanya benang merah yang jelas bagi UKM ataupun mahasiswa untuk bisa terhubung.

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Bambang Paningron, selaku Head of Community & Experience GIK UGM, “Memang ada ruang yang memang harus didedikasikan untuk mahasiswa, namun keputusan tentang ruang ini memerlukan waktu dan proses yang tidak bisa diputuskan secara instan,” katanya.

Bambang mengakui bahwa SOP memang telah disusun sebelumnya, namun pertemuan ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan persetujuan dan masukan dari mahasiswa mengenai draft SOP. Konsep keterbukaan GIK yang menjadikan seluruh pagar terbuka dimaksudkan untuk menciptakan ruang yang sangat fungsional dan memungkinkan mahasiswa untuk terlibat lebih aktif. “Meskipun pertemuan ini tidak dapat menyelesaikan SOP secara keseluruhan, dialog ini diharapkan dapat memperbaiki proses dan implementasi kedepannya,” katanya.

Pertanyaan terkait dengan pendanaan dan penggunaan ruang juga menjadi perhatian. Tim GIK menyebutkan bahwa sebagian besar ruang di GIK akan didanai oleh Ditmawa (Direktorat Kemahasiswaan) dan hanya acara komersial yang memerlukan sponsor yang akan memiliki skema pendanaan berbeda. “Gedung ini hanya 20% digunakan untuk kegiatan komersial, sementara 70% pendanaannya berasal dari sumber lain, termasuk kerjasama dengan institusi,” imbuh Garin Nugroho.

Soal kuota ruang untuk UKM dan kurasi kebutuhan ruang, tim GIK mengungkapkan bahwa tidak ada kuota khusus yang diberikan kepada UKM, melainkan akan dilakukan kurasi berdasarkan kebutuhan dan jenis kegiatan yang diajukan. Hal ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan di ruang GIK dapat memberikan manfaat optimal sesuai dengan tujuan GIK itu sendiri.

Pertemuan antara manajemen GIK dan UKM ini merupakan langkah awal untuk menjembatani kesenjangan antara perencanaan dan implementasi SOP GIK. Dialog terbuka seperti ini diharapkan dapat memperbaiki proses serta meningkatkan keterlibatan seluruh pihak dalam menggunakan dan memanfaatkan ruang di GIK dengan lebih efektif. GIK juga berupaya untuk mempertahankan nilai dari gedung GIK lama agar beradaptasi dengan kebutuhan GIK baru akan terus dikembangkan.

Penulis : Lintang

Editor   : Gusti Grehenson

Foto     : Donnie

Artikel Bahas SOP Penggunaan Ruang, Pengelola GIK UGM Ajak UKM Diskusi Bersama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bahas-sop-penggunaan-ruang-pengelola-gik-ugm-ajak-ukm-diskusi-bersama/feed/ 0
GIK UGM Siap Fasilitasi Kegiatan Festival Budaya di Kampus  https://ugm.ac.id/id/berita/gik-ugm-siap-fasilitasi-kegiatan-festival-budaya-di-kampus/ https://ugm.ac.id/id/berita/gik-ugm-siap-fasilitasi-kegiatan-festival-budaya-di-kampus/#respond Fri, 07 Jun 2024 09:43:36 +0000 https://ugm.ac.id/gik-ugm-siap-fasilitasi-kegiatan-festival-budaya-di-kampus/ Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya. Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan,  Riset dan Teknologi telah melakukan pencatatan dan penetapan daftar warisan budaya takbenda. Berdasarkan data tahun 2022 lalu,  terdapat 11.622 warisan budaya yang dicatat dan 1.728 diantaranya telah ditetapkan. Jumlah warisan budaya takbenda Indonesia pada tahun 2023 bertambah sejumlah 213 menjadi 1.941 warisan budaya […]

Artikel GIK UGM Siap Fasilitasi Kegiatan Festival Budaya di Kampus  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya. Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan,  Riset dan Teknologi telah melakukan pencatatan dan penetapan daftar warisan budaya takbenda. Berdasarkan data tahun 2022 lalu,  terdapat 11.622 warisan budaya yang dicatat dan 1.728 diantaranya telah ditetapkan. Jumlah warisan budaya takbenda Indonesia pada tahun 2023 bertambah sejumlah 213 menjadi 1.941 warisan budaya yang telah ditetapkan.

Perayaan budaya merupakan jalan untuk memahami warisan budaya yang berasal dari sejarah dan nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat suatu daerah. Pada perkembangan festival budaya dalam era teknologi saat ini, anak muda mempunyai peran penting dalam mempromosikan dan menghidupkan festival budaya ini. Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM diharapkan menjadi ruang ekspresi budaya bagi anak muda.

Hal itu mengemuka  dalam talkshow yang bertajuk “Innovation of Cultural Festivals in The Technological Era” yang berlangsung di ruang pertemuan Gedung GIK UGM,  Kamis (6/6). Kegiatan yang diselenggarakan oleh GIK UGM berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Australia menghadirkan beberapa orang pembicara diantaranya Direktur YouSure UGM Dr. Oki Rahadianto dan Country Manager Indonesia di Megatixs, Cameron Frost yang dipandu oleh Head Office of International Affairs UGM, Alfatika Dini,  Ph.D.

Oki mengatakan festival budaya yang menggabungkan unsur budaya dengan teknologi menjadi untuk menggabungkan budaya lokal kepada dunia global. Sebab menjadi menjadi ruang ekspresi bagi anak muda tidak hanya dengan diri mereka sendiri tetapi juga lingkungan sosial mereka.  “Generasi muda sekarang ini memang globally oriented tetapi tetap connect to the locals akibat dari kemajuan teknologi yang ada sehingga terlihat adanya re-innovate yang dilakukan,” ujar Oki.

Menurutnya keberadaan GIK UGM bisa menjembatani ruang kebutuhan ekspresi budaya dan inovasi anak  muda dalam bentuk pertemuan, interlink antara kampus dan aktivitas di luar, serta mengembangkan pengetahuan melalui pertemuan dengan praktisi senior.

Dari sisi praktisi, Cameron mengatakan pihaknya melalui senantiasa hadir menjadi wadah untuk memberikan akses kepada masyarakat luar untuk melihat keindahan budaya dan seni yang ada di Indonesia. Megatrix merupakan perusahaan tiket yang membantu promotor menjual tiket untuk berbagai macam kegiatan atraksi, events, dan konser. “Bali dan Jogja menjadi contoh bagaimana budaya menjadi bagian penting untuk turis internasional. Kami terus berupaya untuk mempromosikan aktivitas budaya di daerah lainnya di Indonesia,” ujar Cameron.

Perkembangan produk menjadi prioritas utama bagi Megatrix untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat baik lokal maupun luar negeri. Cameron menyebutkan bahwa ia dan tim menghabiskan banyak waktu untuk memanfaatkan teknologi. “Teknologi dapat memahami perilaku serta motivasi para pengunjung festival yang akan berdampak pada awareness sebuah budaya dan menjadi tempat pertemuan untuk masyarakat dengan nilai yang sama,” paparnya.

Seperti diketahui talkshow GIK Menyapa ini menjadi salah satu program yang bisa menginspirasi, menghubungkan, dan memberdayakan akademisi, praktisi, dan komunitas untuk berbagi. Program ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi yang mendorong pertumbuhan bersama dan memperkuat esensi potensi yang belum tergali di lingkungan universitas. Dengan mengadopsi budaya, inovasi, kreativitas, teknologi, kolaborasi, keberlanjutan, dan peluang, GIK menciptakan ruang dimana kreativitas dapat berkembang dan ide-ide baru dapat tumbuh.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Artikel GIK UGM Siap Fasilitasi Kegiatan Festival Budaya di Kampus  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gik-ugm-siap-fasilitasi-kegiatan-festival-budaya-di-kampus/feed/ 0