Geologi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/geologi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 15 May 2024 03:38:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/#respond Wed, 15 May 2024 03:38:12 +0000 https://ugm.ac.id/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/ Dosen Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM pada pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geologi Batubara pada Fakultas Teknik, Selasa (14/5), di ruang Balai Senat UGM. Ia dinobatkan sebagai Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di prodi Teknik Geologi karena dikukuhkan di usia 40 tahun. Dalam pidato […]

Artikel Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Teknik Prof. Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M.Eng., IPM pada pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Geologi Batubara pada Fakultas Teknik, Selasa (14/5), di ruang Balai Senat UGM. Ia dinobatkan sebagai Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di prodi Teknik Geologi karena dikukuhkan di usia 40 tahun.

Dalam pidato pengukuhan yang berjudul Peningkatan nilai tambah batubara untuk mendukung kemandirian pemanfaatan sumberdaya bumi Indonesia, Ferian Anggara mengatakan  Indonesia saat ini menjadi salah satu negara produsen dan pengekspor batubara terbesar di dunia. Data enam tahun terakhir menunjukkan secara konsisten, Indonesia masih menjadi negara eksportir dengan jumlah lebih dari 300 juta ton tiap tahunnya. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) masih bertumpu pada komoditas batubara. Pada tahun 2022, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 127,90 triliun atau 301,88% dari rencana penerimaan tahun 2022, dengan mayoritas atau sekitar 70-80% PNBP tersebut berasal dari pertambangan batubara.

Menurut Ferian, mempertimbangkan data cadangan batubara pada tahun 2022 sebesar 35,05 miliar ton dan tingkat produksi batubara pada tahun yang sama sebesar 687,43 juta ton, maka umur cadangan batubara Indonesia diproyeksikan dapat bertahan hingga 51 tahun atau sampai dengan tahun 2073.

Selain menjadi komoditi ekspor,  hingga sekarang batubara juga masih menjadi sumber energi listrik di Indonesia dengan presentasi mendekati 50%. Namun, seiring dengan perkembangan kebijakan pemerintah Indonesia dan tren pemanfaatan energi di dunia, maka diperlukan upaya tambahan dalam pemanfaatan batubara. Program Peningkatan Nilai Tambah (PNT) batubara dengan berbagai opsinya merupakan bentuk implementasi pengelolaan energi dalam rangka mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan energi nasional, sebagaimana yang diatur dalam UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.

“PNT batubara pada sektor metalurgi, pertanian, konstruksi, dan berbagai bidang lainnya diharapkan dapat mendukung implementasi konsep total extraction dan circular economy dalam pemanfaatan sumber daya di Indonesia. Akhirnya, kita sebagai bangsa, tetap dapat memanfaatkan sumber daya yang kita miliki dengan berkelanjutan,” ucap Ferian.

Ferian mengatakan bahwa riset terkait batubara telah dilakukannya sejak lulus sarjana dan bekerja di industri batubara yang kemudian melanjutkan studi Master dan Doktor hingga bekerja sebagai Dosen di Departemen Teknik Geologi. Ferian juga mengucapkan terima kasih kepada stakeholder terkait yang telah mendukung penelitian terkait PNT batubara. “Saya sangat mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam mendukung penelitian kami baik dari institusi pemerintah, swasta, lembaga riset, dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri,” tuturnya.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Ferian Anggara. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Ferian Anggara, merupakan salah satu dari 76 Guru Besar aktif dari 102 Guru Besar yang pernah ada di Fakultas Teknik UGM. Prof. Ferian Anggara juga menjadi Guru Besar termuda di Teknik Geologi di usia 40 tahun.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Teliti Batubara Sejak Lulus Sarjana, Prof. Ferian Anggara Dikukuhkan Guru Besar Termuda Teknik Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-batubara-sejak-lulus-sarjana-prof-ferian-anggara-dikukuhkan-guru-besar-termuda-teknik-geologi-ugm/feed/ 0
Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/#respond Sat, 11 May 2024 11:10:29 +0000 https://ugm.ac.id/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/ Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI resmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/5). Peresmian ditandai dengan penandanganan prasasti yang dilakukan oleh Menteri Basuki Hadimulyono bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, dan disaksikan oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, […]

Artikel Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI resmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (11/5). Peresmian ditandai dengan penandanganan prasasti yang dilakukan oleh Menteri Basuki Hadimulyono bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, dan disaksikan oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, Dekan Fakultas Teknik Prof. Selo dan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya.

Sebelum menandatangani prasasti, Basuki mendapat giliran didaulat untuk memberi sambutan. Sebelum memulai pidato, tiba-tiba Basuki terisak. Air matanya meleleh. Sambil menyeka air matanya, Basuki beberapa kali mencoba ingin memulai pidato namun ia tidak sanggup, hingga salah satu asistennya menyerahkan beberapa lembar tisu.

Suasana nampak haru. Menteri Basuki terdiam beberapa saat, ia pun meminta maaf karena ia mengaku terharu mengenang suasana 50 tahun lalu saat ia masih jadi mahasiswa Geologi UGM. Ditambah, ia melihat wajah dosen-dosen yang pernah mengajarnya dulu, ikut hadir menyaksikan peresmian stasiun lapangan geologi UGM.

“Saya teringat 50 tahun lalu, saya dididik oleh UGM,” kata Basuki terisak.

Dia melanjutkan ucapannya, “Di Bayat ini, ada para guru kami, saya masih ingat semua,” kata Basuki seraya menyebutkan satu persatu dosennya yang ikut hadir.

Basuki menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas jasa para dosen yang telah mendidiknya hingga ia bisa seperti sekarang ini.

“Atas didikan yang Bapak berikan dan UGM telah mendidik saya seperti sekarang ini,” ucapnya.

Menurut Basuki, bantuan pembangunan stasiun lapangan geologi dari Kementerian PUPR RI ini belumlah seberapa dibandingkan jasa para dosen yang telah mendidik para geolog yang telah ikut berperan membangun bangsa. “Pembangunan ini tidak seberapa dibandingkan dengan didikan Gadjah Mada pada kami dan keluarga,” tegasnya.

Basuki berharap dengan adanya stasiun lapangan ini, semakin mendukung kegiatan pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat untuk para calon geolog. “Saya mengucapkan selamat belajar pada anak-anak muda. Dulu, 50 tahun lalu dengan fasilitas terbatas namun bisa mendidik lulusan terbaik. Saya ingin ke depan mahasiswa geologi bisa berbuat yang lebih baik lagi,” katanya

Selain itu, Menteri Basuki mengatakan kampus lapangan ini juga bisa digunakan oleh perguruan tinggi dari luar negeri yang sudah menjalin kerja sama dengan Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM.

“Laboratorium lapangan ini bukan untuk UGM saja tapi bisa dipakai untuk kegiatan internasional dari universitas luar negeri karena Bayat ini bisa menjadi contoh pusat geopark,” paparnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro menyampaikan apresiasi pada Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan pembangunan Stasium Lapangan Geologi senilai lebih dari Rp13 miliar.

Wening mengatakan keberadaan stasiun lapangan geologi ini bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa dan bagi masyarakat sekitar. “Stasiun lapangan geologi ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa bisa mendedikasikan ilmu geologinya karena di Bayat ini kondisi batuannya sangat luar biasa,” katanya.

Wening menyebutkan stasiun lapangan dengan gedung empat lantai tersebut dilengkapi dengan beberapa ruang laboratorium, ruang kuliah, dan ruang perpustakaan.

Dengan adanya stasiun lapangan geologi ini menurut Wening akan semakin menambah motivasi bagi mahasiswa dalam melaksanakan praktik lapangan. “Kita optimis, stasiun lapangan ini akan menambah kegiatan tridarma pergurauan tinggi di bidang geologi dan bisa dimanfaatkan mahasiswa dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Sambil Terisak, Menteri Basuki Hadimulyono Resmikan Stasiun Lapangan Geologi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sambil-terisak-menteri-basuki-hadimulyono-resmikan-stasiun-lapangan-geologi-ugm/feed/ 0
Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/#respond Sun, 28 Apr 2024 09:42:05 +0000 https://ugm.ac.id/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/ Bencana gempa bumi melanda Kabupaten Garut Jawa Barat dengan magnitudo 6.2 pada sabtu (27/4) malam. Beberapa rumah dan fasilitas pemerintah dilaporkan rusak serta beberapa orang mengalami luka. Kejadian gempa kali ini menambah rentetan kejadian bencana serupa di Indonesia yang beum lama ini terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Ahli Gempa Bumi, Teknik Geologi FT […]

Artikel Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bencana gempa bumi melanda Kabupaten Garut Jawa Barat dengan magnitudo 6.2 pada sabtu (27/4) malam. Beberapa rumah dan fasilitas pemerintah dilaporkan rusak serta beberapa orang mengalami luka. Kejadian gempa kali ini menambah rentetan kejadian bencana serupa di Indonesia yang beum lama ini terjadi di pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Ahli Gempa Bumi, Teknik Geologi FT UGM, Ir. Gayatri Indah Marliyani, Ph.D., mengatakan negara Indonesia memang rentan terkena bencana gempa bumi karena letaknya di Cincin Api Pasifik yang menyebabkan pergeseran lempeng. Meski Pemerintah memiliki Badan Pengelola Bencana, tetapi kewaspadaan semua pihak penting agar masyarakat dapat menghadapi risiko bencana.

Gayatri Indah Marliyani mengatakan sumber gempa bumi bisa berasal dari daratan maupun yang berada lautan. Beruntung, menurutnya kejadian bencana gempa bumi selama ini terjadi, sumber gempa kebanyakan berada di tengah laut. Sebab, gempa yang terjadi di darat lebih bersifat destruktif. “Semakin dekat dengan sumber gempa, maka semakin besar guncangannya,” ujar Gayatri dalam Diskusi Pojok Bulaksumur UGM yang bertajuk “Meningkatkan Kesiapsiagaan Pemerintah dan Kesadaran Masyarakat terhadap Ancaman Risiko Bencana di Tanah Air” di selasar tengah Gedung Pusat UGM, Jumat (26/4).

Ia menjelaskan kejadian gempa bumi bisa berulang karena mengikuti perubahan dan pergeseran lempeng tektonik. Meski bencana gempa sulit diprediksi namun dari data geologi atau pencatatan bencana gempa di masa lalu bisa menjadi bahan rujukan bahwa lokasi atau wilayah tersebut menjadi rawan terkena dampak gempa bumi. “Penting bagi kita untuk mengenali dan mengetahui potensi bencana alam,” katanya.

Berbeda dengan gempa bumi, informasi terkait tanda-tanda bencana erupsi gunung api yang hendak erupsi menurutnya bisa dikenali lewat tanda alam dan dari alat deteksi aktivitas gunung api. “Tanda-tandanya dapat berupa peningkatan suhu di danau, seperti air yang menjadi hangat, serta binatang yang mati,” ucapnya.

Gayatri turut menyebutkan adanya potensi gempa pada Ibu Kota Nusantara (IKN). Wilayah Kalimantan, mempunyai sesar tua yang tidak terlalu aktif tetapi mempunyai potensi untuk reaktivasi. Oleh karena itu diperlukan perencanan pembangunan sesuai kemungkinan potensi maksimum magnitudo bila tejadi gempa bumi di IKN.

Sementara Dr. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si, Plt. Ketua Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, mengatakan di masa musim penghujan sekarang ini, risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor bisa terjadi kapan saja.

Anggri menekankan bahwa PSBA terus melakukan studi soal kebencanaan di berbagai wilayah di Indonesia. Di samping itu, pihaknya juga mengembangkan alat sistem deteksi bencana longsor yang dinamakan SipendiL atau Sistem Peringatan Dini Longsor, sebuah alat Early Warning System yang bekerja berdasarkan pembacaan kondisi total hujan (milimeter). “Kami terus mengkaji sistemnya baik aktivitas secara meteorologi dan geologi. Harapannya untuk meminimalisir risiko destruktif yang ditimbulkan,” ujarnya.

Sedangkan Amin Susiatmojo, S.Pt., M.Sc., perwakilan Tim Disaster Response Unit (DERU) DPKM UGM, mengatakan kontribusi UGM tidak hanya pada kegiatan mitigasi dan studi penanggulangan bencana di tanah air namun ikut memberikan kepedulian pada masyarakat yang menjadi korban bencana.

DERU dibentuk untuk membantu penanganan cepat, tepat, dan efektif di daerah lokasi bencana. Selain mengirim tim relawan, tim DERU juga bergabung dengan mahasiswa KKN-PPM UGM peduli bencana yang bertugas sesuai dengan kompetensi asal dari fakultas masing-masing. “Mereka diarahkan oleh DPL sesuai tugasnya, seperti tim trauma healing dari Fakultas Psikologi dan pembuatan jamban darurat oleh mahasiswa Fakultas Teknik,” paparnya.

Amin juga menjelaskan peran KAGAMA atau Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada sangat membantu dalam pengiriman dan penyediaan bantuan logistik. Namun begitu, upaya untuk meningkatkan kapasitas relawan terus menerus dilakukan agar relawan tidak hanya menguasai persoalan yang bersifat responsif tetapi juga membekali mereka untuk tetap safety ketika menyelamatkan korban.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto

Artikel Pakar UGM: Waspada Ancaman Risiko Bencana Gempa Bumi dan Banjir pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-waspada-ancaman-risiko-bencana-gempa-bumi-dan-banjir/feed/ 0