Geografi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/geografi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 04 Feb 2025 08:05:57 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/#respond Tue, 04 Feb 2025 08:05:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75418 Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong partisipasi aktif Indonesia di kancah global melalui pencapaian dua alumninya, Gerry Utama dan Nugroho Imam Setiawan, yang berhasil menjelajah Antartika untuk melakukan misi penelitian internasional. Ditemui usai melakukan audiensi dengan kedua peneliti, Senin (3/2), Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D mengapresiasi capaian prestasi keduanya. […]

Artikel UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong partisipasi aktif Indonesia di kancah global melalui pencapaian dua alumninya, Gerry Utama dan Nugroho Imam Setiawan, yang berhasil menjelajah Antartika untuk melakukan misi penelitian internasional. Ditemui usai melakukan audiensi dengan kedua peneliti, Senin (3/2), Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D mengapresiasi capaian prestasi keduanya. Ia meyakini sepak terjang Nugroho dan Gerry akan menjadi motivasi bagi ilmuwan lain di Indonesia. Ova mengungkapkan keberhasilan kedua peneliti tersebut membuktikan bahwa Indonesia, khususnya UGM, memiliki kapasitas sumber daya manusia yang sama dengan negara-negara maju lainnya. Ova berjanji akan mendorong keterlibatan UGM dalam penelitian lanjutan maupun kebijakan-kebijakan terkait Antartika. “Penelitian kan, selalu bersifat dinamis ya. Saya kira akan ada kebutuhan, mungkin laboratorium atau Pusat Studi terkait Antartika yang bisa kita kembangkan karena ada potensi besar di bidang itu. Kalau bisa memberikan kontribusi yang berdampak positif untuk bangsa dan dunia, UGM akan dukung,” ujar Ova.

Terkait penandatanganan Sistem Traktat Antartika (Antarctic Treaty System) yang sudah dilakukan oleh 58 negara, Ova mengakui masih banyak perihal yang harus dikoordinasikan dengan pejabat pemerintahan Indonesia. Perjanjian Antartika menjadi salah satu instrumen penting bagi suatu negara untuk terlibat secara aktif dan berpartisipasi dalam eksplorasi Antartika secara masif. Meskipun Indonesia belum sama sekali menyatakan kesiapan untuk turut menadatangani Traktat Antartika, Ova menyatakan UGM selalu siap untuk mengawal proses tersebut. “Kami harus berbicara secara langsung dengan pemerintah, akan kami sampaikan good point-nya, lalu apa yang sudah UGM lakukan, selanjutnya apa yang perlu dipersiapkan,” jelas Rektor.

Ova menjelaskan komitmen UGM terhadap Traktat Antartika merupakan bagian dari upaya universitas untuk terus berkontribusi dalam penelitian global yang berdampak langsung pada keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim. Dengan memberikan dukungan pada partisipasi mahasiswa dan peneliti Indonesia dalam ekspedisi ilmiah internasional, UGM berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan wilayah Antartika. “Kami ingin mengenalkan pentingnya Antartika sebagai kawasan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh komunitas internasional,” tutupnya.

Gerry Utama, alumnus Fakultas Geografi UGM, menjadi orang Indonesia dan ASEAN pertama yang berpartisipasi dalam Russian Antarctica Expedition (RAE) pada Februari hingga Juli 2024 silam saat dirinya menempuh program Magister Paleogeografi di Saint Petersburg State University, Rusia. Selama ekspedisi tersebut, Gerry melakukan penelitian geomorfologi dan paleogeografi untuk merekonstruksi atlas baru wilayah Pulau King George, Rusia. Penelitian Gerry menjadi sangat penting dalam konteks perubahan iklim global yang tengah menjadi perhatian dunia saat ini. “Selain fosil kayu, saya juga memetakan keberadaan lumut dengan variasi warna. Ini menjadi indikator penting dalam memahami dinamika iklim global di Antartika dan juga dunia,” tegasnya.

Gerry (31) yang menjadi peneliti termuda di sepanjang sejarah misi Indonesia ke Antartika, menceritakan tiga hari setelah kapal landas, ia dan timnya menemukan iceberg dengan ukuran yang sangat besar. Jika direkonstruksi ulang, pelepasan iceberg yang lebih besar dari lapisan es juga mengindikasikan terjadinya pencairan es yang lebih cepat, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan ancaman terhadap habitat pesisir manusia. “Indonesia seharusnya lebih aware dengan fenomena ini karena posisi kita sebagian besar lautan. Jadi agar bisa terlibat secara aktif dalam eksplorasi Antartika, penandatanganan Traktat Antartika harus segera diupayakan,” imbuhnya.

Dr. Nugroho Imam Setiawan (43), dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik, yang juga turut berpartisipasi dalam Japan Antarctic Research Expedition (JARE) pada 2016–2017 lalu ini, mengungkapkan selama ekspedisi tersebut, ia melakukan penelitian tentang evolusi benua Antartika dari studi petrologi batuan methanol berumur 2,5 miliar – 500 juta tahun. Dari misi Antartika, Nugroho berhasil merilis tujuh jurnal internasional yang tentunya bermanfaat bagi pengembangan studi geologi secara global. Tidak lupa, Nugroho juga membawa pulang sampel batuan dengan struktur sarang lebah atau honeycomb structure yang banyak ia temukan di Antartika yang sudah ia hibahkan ke Museum Biologi UGM dan Museum Geologi Bandung.

Geolog Indonesia pertama yang melakukan penelitian di Benua Antartika ini menjelaskan Antartika merupakan terra incognita atau daratan yang minim diketahui oleh manusia sehingga penelitian-penelitian yang dilakukan pasti akan memberikan informasi yang cukup penting terutama pada studi kebumian. Sejalan dengan Gerry, Nugroho berharap agar pemerintah Indonesia data lebih peduli dengan fenomena alam yang terjadi di Antartika. “Kita harus ingat bahwa Indonesia dan Antartika itu sebenarnya tidak terpisah, kita share satu summit ground yang sama. Jadi saya pikir cukup penting bagi Indonesia untuk segera terlibat dalam isu strategis seperti geopolitik dan perubahan iklim untuk menyiapkan kemungkinan yang terjadi di masa depan,” tegasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/feed/ 0
Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/#respond Sun, 16 Jun 2024 12:14:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65235 Dua orang mahasiswa prodi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM, yakni Cherlys dan Fajri Aji Dharma, berkesempatan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang mereka lakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum lama ini. Dari hasil pengamatan mereka selama di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar warga yang berada di daerah Bukit Raya, Sepaku, Kalimantan Timur […]

Artikel Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dua orang mahasiswa prodi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM, yakni Cherlys dan Fajri Aji Dharma, berkesempatan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang mereka lakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur belum lama ini. Dari hasil pengamatan mereka selama di lapangan, diketahui bahwa sebagian besar warga yang berada di daerah Bukit Raya, Sepaku, Kalimantan Timur saat ini melakukan diversifikasi usaha sebagai usaha sampingan pasca dibukanya IKN.

“Masyarakat lokal mengakui bahwa semenjak adanya IKN hampir seluruh warga di Bukit Raya, Sepaku, melakukan Diversifikasi Usaha sebagai usaha sampingan selain pendapatan utama dari pekerjaan yang ada,” kata Cherlys dalam SDGs Seminar yang bertajuk “Ekskursi IKN Nusantara: Kajian Keberlanjutan Pembangunan Wilayah di Ibukota Baru” pada hari Rabu (12/6).

Meski bantuan pemberdayaan UMKM dan dari Industri digelontorkan oleh pemerintah namun belum mendorong kegiatan usaha masyarakat setempat.

Di sisi lain, proyek pembangunan IKN mengakibatkan banyaknya pekerja migran, terutama di sekitar konstruksi yang didatangkan ke wilayah IKN. Cherlys menyebutkan sekitar 60% dari total 32.000 pekerja merupakan pekerja migran dengan mayoritas laki-laki usia produktif dari Pulau Jawa dan memiliki keterampilan tinggi di bidang konstruksi seperti tukang ahli batu, besi, dan kayu.

Menurutnya, kehadiran pekerja migran membawa dampak positif dan negatif, baik bagi pekerja migran maupun penduduk lokal. “Kami menyarankan adanya kebijakan yang mendukung pemenuhan kebutuhan pekerja, migran konstruksi di IKN, mencakup koherensi antara pekerja migran dan lokal, keamanan, optimalisasi kesehatan dan akomodasi pekerja, serta aksesibilitas agar mencapai kesejahteraan pekerja secara optimal,” ujar Cherlys.

Sementara Fajri Aji Dharma dalam presentasinya menyampaikan membagikan beberapa tips and tricks dalam menjalankan KKL. Menurutnya, diperlukan rancangan target dan timeline yang dibuat lebih awal, diskusi dan kerja bareng untuk memaksimalkan hasil kerja. Selain menjalin kerja sama dengan praktisi,pemda, sponsor, dan mitra. “Terakhir, jangan lupa untuk beribadah dan doa untuk membantu dalam memudahkan pelaksanaan KKL melalui pikiran yang positif dan refleksi diri, paparnya.

Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti biaya akomodasi, kondisi iklim dan udara yang cukup ekstrim, serta keterbatasan fasilitas dan infrastruktur penunjang KKL di lokasi, Fajri dan tim bersyukur karena mereka dapat mengamati dan melihat proyek IKN secara langsung. “ Merasakan sosial budaya serta objek wisata di kalimantan menjadi suatu hal yang disyukuri,” ungkapnya.

Koordinator SDGs Forum–SDGs Seminar Series Fakultas Geografi UGM Hafidz Wibisono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan Kuliah Kerja Lapangan adalah kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa Program Studi Pembangunan Wilayah untuk mengimplementasikan ilmu dan mendapatkan wawasan serta pengalaman sebagai surveyor. “Melalui SDGs seminar Series ini, kita ingin memfasilitasi transfer knowledge dari mahasiswa yang sudah terjun langsung ke lapangan dan melakukan penelitian terkait IKN,” ujarnya.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Antara

Artikel Mahasiswa Sampaikan Kondisi Penghidupan Masyarakat Lokal dan Migran di Wilayah IKN pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-sampaikan-kondisi-penghidupan-masyarakat-lokal-dan-migran-di-wilayah-ikn/feed/ 0
UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/#respond Tue, 11 Jun 2024 13:04:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65126 Universitas Gadjah Mada dan Universitas of Toronto dari Kanada sepakat menjalin kerja sama di bidang program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor, Penelitian dan Pendidikan Pascasarjana, dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Toronto, Prof. Joshua Barker dengan Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., […]

Artikel UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Universitas of Toronto dari Kanada sepakat menjalin kerja sama di bidang program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor, Penelitian dan Pendidikan Pascasarjana, dan Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Toronto, Prof. Joshua Barker dengan Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., Apt., Jumat (7/6) di Gedung Pusat UGM.

Joshua Barker mengatakan gagasan kedua universitas menjalin kemitraan dan membangun jejaring menjadi kunci utama untuk terjalinnya saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dalam pengembangan pendidikan dan riset. Menurutnya kerja sama pendidikan dan riset untuk mahasiswa jenjang doktor (Ph.D) perlu digalakkan. Sebab saat ini mobilitas mahasiswa yang terjalin antara UofT dan Indonesia hanya melalui hibah IISMA dan SEED. “Kita dapat memperoleh manfaat dari mobilitas mahasiswa Ph.D dengan melakukan pengawasan bersama terhadap cara-cara keterlibatan alternatif yang potensial,” ujarnya.

Selain bidang pertukaran mahasiswa, Barker juga menekankan pada kegiatan riset yang berdasarkan kesepakatan project penelitian bersama. Bagi Barker, penelitian di Indonesia sudah lama ia lakukan sejak tahun 2000 an. “Saya mengkaji topik-topik terkait kejahatan, keamanan, dan teknologi dalam konteks perkotaan,” katanya.

Direktur Kemitraan dan Relasi Global (DKRG) UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Si., Apt., menyambut baik tawaran program pertukaran mahasiswa dan riset mahasiswa jenjang doktor. “UGM menawarkan koneksi melalui mobilitas mahasiswa IUP, kursus musim panas, program profesor tamu, pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Puji Astuti juga mengajak mahasiswa Toronto untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat di UGM melalui program penerjunan mahasiswa KKN-PPM. “Saya kira mahasiswa internasional dapat berpartisipasi dalam program ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerjasama, dan Alumni, Fakultas Geografi UGM, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Si manawarkan kerja sama penelitian bersama yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak yakni bidang penginderaan jauh dan manajemen bencana. “Penelitian ini menjadi fokus utama para peneliti dan dosen di universitas Toronto. Minat yang sesuai dan saling keterkaitan bisa kita bangun ke depan,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM dan Universitas Toronto Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-universitas-toronto-jalin-kerja-sama/feed/ 0
SDGs Seminar Series #101, Fakultas Geografi UGM Soroti Peran Mahasiswa Menjadi Agen Keberlanjutan https://ugm.ac.id/id/berita/sdgs-seminar-series-101-fakultas-geografi-ugm-soroti-peran-mahasiswa-menjadi-agen-keberlanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/sdgs-seminar-series-101-fakultas-geografi-ugm-soroti-peran-mahasiswa-menjadi-agen-keberlanjutan/#respond Wed, 29 May 2024 07:53:32 +0000 https://ugm.ac.id/sdgs-seminar-series-101-fakultas-geografi-ugm-soroti-peran-mahasiswa-menjadi-agen-keberlanjutan/ Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan pada poin empat adalah pendidikan yang berkualitas, yang mana pada poin tersebut memiliki 10 target yang harus tercapai di tahun 2030. Salah satunya adalah menjamin semua peserta didik, tanpa membedakan gender, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan dan gaya hidup yang berkelanjutan, serta perluasan secara global jumlah […]

Artikel SDGs Seminar Series #101, Fakultas Geografi UGM Soroti Peran Mahasiswa Menjadi Agen Keberlanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan pada poin empat adalah pendidikan yang berkualitas, yang mana pada poin tersebut memiliki 10 target yang harus tercapai di tahun 2030. Salah satunya adalah menjamin semua peserta didik, tanpa membedakan gender, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan dan gaya hidup yang berkelanjutan, serta perluasan secara global jumlah beasiswa bagi negara berkembang untuk mendaftar di pendidikan tinggi di negara maju lainnya. Sejalan dengan itu, Senin (27/5), Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi UGM, telah menyelenggarakan SDGs Seminar Series yang ke 101 dengan tema “Menjadi Agen Keberlanjutan dari Bangku Kuliah.” Seminar yang dilakukan secara daring menggunakan media Zoom tersebut, juga disiarkan melalui live Youtube dan live report story Instagram.

Dr. Geog. Dodi Widiyanto, S.Si., M.Reg.Dev selaku Ketua Program Studi Pembangunan Wilayah dalam sambutannya mengatakan pembangunan yang semakin kompleks akan memaksa manusia untuk terus meningkatkan kualitas agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Mahasiswa sebagai kalangan usia produktif mempunyai tanggung jawab dalam menjadi agen penggerak dan perubahan dalam keberlanjutan bangsa,” tuturnya. Ia menambahkan, perkuliahan dapat menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan potensi dan kemampuan mahasiswa.

Memasuki sharing session, Najwa Nur Awalia, mahasiswa Prodi Geografi Lingkungan, didapuk sebagai narasumber. Mahasiswa Berprestasi UGM tahun 2024 yang juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah V 2024 ini berbagi pengalaman terkait kiat menjadi agen keberlanjutan yang ia lakukan dengan mengoptimalkan masa-masa kuliah bahkan di saat pandemi. “Tahun 2021 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi di Turki, funding sudah siap, tapi masih belum pasti berangkat atau tidak karena terkendala covid,” ungkapnya. Mengingat pengalaman berharga yang akan ia dapatkan, Najwa memutuskan untuk berangkat pada akhirnya.

Dari banyak pengalaman yang telah ia lakukan, Najwa menumbuhkan pembelajaran untuk diri sendiri. Ia membentuk dirinya untuk menjadi seseorang yang resilience, growth mindset, terbuka, serta menemukan lingkungan yang suportif dan mentor yang baik untuk menciptakan improvement bagi dirinya sendiri. Saat mengikuti perlombaan, ia berujar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan nilai yang baik saat penjurian. “Be true, be best version of yourself, be active but not dominating, dan teruslah menjadi orang yang mampu meluaskan relasi,” ujarnya.

Najwa menambahkan, sebagai mahasiswa, manajemen waktu tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri.  Dalam hal manajemen waktu, pertama yang perlu dibangun adalah prioritas. Prioritas ini yang mengatur langkah-langkah utama yang harus diambil atau didahulukan. Terdapat satu teknik yang dapat diterapkan yaitu Pareto Analysis, di mana 80% hasil yang ingin didapatkan bisa diperoleh dengan 20% usaha. Hal ini bukan berarti meminimalkan usaha yang dilakukan, melainkan mencoba untuk memfokuskan usaha pada prioritas-prioritas yang telah dibangun.

Sebagai penutup, Najwa berpesan bahwa sebagai seorang mahasiswa, perlu disadari bahwa kesempatan belajar adalah sebuah privilege, sehingga kesempatan itu perlu dimaksimalkan dan dioptimalkan. Setelahnya mahasiswa perlu menyadari bahwa kesempatan belajar juga memberikan peluang untuk terus mengeksplorasi hal baru sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba.

Sesi terakhir pada seminar diisi dengan sesi diskusi interaktif dari peserta yang terdiri tidak hanya dari unsur mahasiswa, tetapi juga dosen dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia, pemerintah, private sector, praktisi-pemerhati SDGs, serta masyarakat umum.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel SDGs Seminar Series #101, Fakultas Geografi UGM Soroti Peran Mahasiswa Menjadi Agen Keberlanjutan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/sdgs-seminar-series-101-fakultas-geografi-ugm-soroti-peran-mahasiswa-menjadi-agen-keberlanjutan/feed/ 0
UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/#respond Sat, 25 May 2024 05:23:01 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/ Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation […]

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada (UGM), diwakili oleh peneliti Pusat Studi Energi, Pusat Studi Lingkungan Hidup, Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi bekerja sama dengan Artha Graha Peduli (AGP) dan Forum Peduli Mangrove Bali (FPM-B) menggelar workshop Side Event World Water Forum (WWF) ke-10 yang bertajuk “Water-Energy Nexus, Achieving SDGs” di Telaga Waja, di Tanjung Benoa Mangrove Rehabilitation Area, Bali, Kamis (23/5).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta 6 negara diantaranya dari Pakistan, Nigeria, Malaysia, Filipina, Slovakia, Indonesia. Dalam workshop tersebut menghadirkan tiga orang pembicara yakni peneliti Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, Peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) dan Fakultas Geografi UGM, Dr. Lintang Nur Fadlillah, M.Sc., Ir. Novias Nurendra selaku Senior Advisor PT Hutama Karya dan Ir. Nyoman Sweet Juniartini dari Forum Peduli Mangrove-Bali yang dipandu oleh Dr. Intan Supraba dosen Fakultas Teknik UGM.

Lintang mengatakan cakupan layanan air minum di Indonesia sekarang ini telah mencapai 91,05% dan akses terhadap sanitasi telah meningkat sebesar 80,92%, namun masih banyak daerah terpencil di Indonesia khususnya wilayah pesisir masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan air minum.

“Pulau-pulau kecil seringkali menghadapi tantangan penyediaan air bersih dan air minum,” ungkap peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada, Dr. Lintang Nur Fadlillah.

Rachmawan Budiarto mengenalkan teknologi desalinasi air dengan tenaga solar panel atau dikenal dengan nama Photovoltaics Sea Water Reverse Osmosis (PV-SWRO). Menurutnya, konsep desalinasi merupakan pilihan yang makin perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan air minum karena fitur teknologinya. “Kombinasi teknologi SWRO dan produksi energi menggunakan teknologi bertenaga surya saat ini telah tersedia di pasar untuk diterapkan di wilayah pesisir,“ terangnya.

Penggunaan teknologi PV-SWRO ini akan diterapkan di pulau-pulau melalui SALT Project dengan gagasan penyelarasan Water-Energy Nexus. Menurut Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM ide dari proyek ini adalah memasok air minum dengan jumlah yang cukup dan kualitas air baik, dengan didukung oleh energi terbarukan dan dengan harga terjangkau. “Proyek ini juga menekankan pendekatan transdisiplin dalam menawarkan solusi,” katanya.

Dikatakan Rachmawan, pelaksanaan proyek ini bertujuan untuk menerapkan teknologi PV-SWRO ke pulau-pulau terpencil terpilih di Indonesia, memastikan keberlanjutan operasional dan finansial proyek, serta akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Workshop yang dihadiri puluhan peserta dari enam negara ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan baru dari para pegiat muda Indonesia dan luar negeri dalam penyelesaian permasalahan air terutama di pulau kecil dan wilayah kering lainnya. Workshop ini juga berupaya untuk memperkuat dan meluaskan kolaborasi internasional.

Workshop ini dihadiri oleh Bapak I Ketut Subandi selaku Kepala UPTD Tahura Bali dan ditinjau oleh Duta Besar Indonesia untuk UNESCO. Pemilihan lokasi workshop di area mangrove untuk memberikan pesan kepada peserta tentang pentingnya mangrove sebagai coastal protection, mengurangi seawater intrusion, meningkatkan kualitas air yang mana mangrove mampu menyerap nutrisi seperti nitrogen dan phospat penyebab algae bloom termasuk sedimen, dan juga mitigasi perubahan iklim.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel UGM Kenalkan Teknologi Desalinasi Tenaga Surya Atasi Kelangkaan Air Bersih di Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kenalkan-teknologi-desalinasi-tenaga-surya-atasi-kelangkaan-air-bersih-di-wilayah-pesisir-dan-pulau-pulau-kecil/feed/ 0
Dosen Geografi Menjadi Visiting Researcher di Lembaga Riset Prancis: Menguatkan Kerja Sama Riset Antara UGM dan Tiga Universitas di Prancis https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-geografi-menjadi-visiting-researcher-di-lembaga-riset-prancis-menguatkan-kerja-sama-riset-antara-ugm-dan-tiga-universitas-di-prancis/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-geografi-menjadi-visiting-researcher-di-lembaga-riset-prancis-menguatkan-kerja-sama-riset-antara-ugm-dan-tiga-universitas-di-prancis/#respond Fri, 17 May 2024 07:35:29 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-geografi-menjadi-visiting-researcher-di-lembaga-riset-prancis-menguatkan-kerja-sama-riset-antara-ugm-dan-tiga-universitas-di-prancis/ Dr. Bachtiar Mutaqin, dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), mendapatkan hibah internasional Bourse Mobilité Sud-Nord dari lembaga riset di Prancis, Institut de recherche pour le développement (IRD), dan diundang sebagai Visiting Researcher di Magmas and Volcanoes Laboratory (LMV), Universitas Clermont-Auvergne (UCA). Sejak bulan Maret 2024, Dr. Bachtiar berada di Prancis untuk melaksanakan riset terkait tsunami masa lampau yang diakibatkan […]

Artikel Dosen Geografi Menjadi Visiting Researcher di Lembaga Riset Prancis: Menguatkan Kerja Sama Riset Antara UGM dan Tiga Universitas di Prancis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dr. Bachtiar Mutaqin, dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), mendapatkan hibah internasional Bourse Mobilité Sud-Nord dari lembaga riset di Prancis, Institut de recherche pour le développement (IRD), dan diundang sebagai Visiting Researcher di Magmas and Volcanoes Laboratory (LMV), Universitas Clermont-Auvergne (UCA).

Sejak bulan Maret 2024, Dr. Bachtiar berada di Prancis untuk melaksanakan riset terkait tsunami masa lampau yang diakibatkan oleh aktivitas gunung api, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Dr. Bachtiar menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik telah mengakibatkan setidaknya 139 tsunami di seluruh dunia sejak tahun 2100 SM, di mana 25 tsunami tersebut terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian terkait tsunami masa lampau yang terjadi pasca aktivitas gunung api menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Di LMV, Dr. Bachtiar melakukan analisis sedimen dan X-ray computed tomography (X-CT) terhadap sampel endapan tsunami yang diambil di lapangan. Dia juga memberikan kuliah umum terkait tsunami masa lampau di Indonesia di depan para peneliti dan mahasiswa di LMV-UCA. Selain itu, Dr. Bachtiar mencoba menginisiasi kerja sama riset dan pendidikan antara Fakultas Geografi UGM dan Faculty of Earth and Planetary Sciences di Universitas Clermont-Auvergne.

“Saya mencoba membuka jalan untuk teman-teman mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di Prancis, khususnya di kota Clermont-Ferrand, terkait dengan geomorfologi kepesisiran dan gunung api. Saya melihat ada peluang dan saya pikir ini adalah kesempatan bagus,” ujar Bachtiar.

Dr. Bachtiar juga secara rutin mengunjungi dua laboratorium riset lainnya di Prancis. Pertama, Laboratory of Environments, Dynamics and Mountain Territories di Universitas Savoie Mont Blanc untuk melakukan analisis X-ray fluorescence (XRF) core scanner terhadap sampel endapan proses marin yang diduga sebagai endapan tsunami masa lampau. Kedua, Laboratory of Physical Geography di Universitas Paris 1 Panthéon Sorbonne untuk menindaklanjuti dan menguatkan kerja sama riset dan pendidikan yang sudah terjalin selama 20 tahun terakhir.

Reportase dan Penulisan: Junizar Nino

Artikel Dosen Geografi Menjadi Visiting Researcher di Lembaga Riset Prancis: Menguatkan Kerja Sama Riset Antara UGM dan Tiga Universitas di Prancis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-geografi-menjadi-visiting-researcher-di-lembaga-riset-prancis-menguatkan-kerja-sama-riset-antara-ugm-dan-tiga-universitas-di-prancis/feed/ 0