Gadjah Mada Medical Center Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/gadjah-mada-medical-center/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 25 Jun 2024 01:55:52 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 GMC dan Posyandu Soka 1 Sendowo Tingkatkan Kesehatan Lansia https://ugm.ac.id/id/berita/gmc-dan-posyandu-soka-1-sendowo-tingkatkan-kesehatan-lansia/ https://ugm.ac.id/id/berita/gmc-dan-posyandu-soka-1-sendowo-tingkatkan-kesehatan-lansia/#respond Tue, 25 Jun 2024 01:55:52 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65386 Kader Posyandu Soka 1 Sendowo kembali menjalin kerja sama Gadjah Mada Medical Center untuk menyelenggarakan Posyandu Lansia bagi masyarakat Sendowo pada hari Sabtu (15/6). Kegiatan Posyandu lansia ini merupakan inisiatif Yayasan Wreda Mulya (YWM), dan telah menjadi agenda rutin setiap bulan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sendowo. Menanggapi kegiatan ini, Kepala Gadjah Mada Medical Center, dr. […]

Artikel GMC dan Posyandu Soka 1 Sendowo Tingkatkan Kesehatan Lansia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kader Posyandu Soka 1 Sendowo kembali menjalin kerja sama Gadjah Mada Medical Center untuk menyelenggarakan Posyandu Lansia bagi masyarakat Sendowo pada hari Sabtu (15/6). Kegiatan Posyandu lansia ini merupakan inisiatif Yayasan Wreda Mulya (YWM), dan telah menjadi agenda rutin setiap bulan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sendowo.

Menanggapi kegiatan ini, Kepala Gadjah Mada Medical Center, dr. Yayuk Soraya mengatakan meningkatnya usia harapan hidup menjadi salah satu indikator utama tingkat kesehatan masyarakat. Hal ini berimplikasi pada bertambahnya jumlah Lanjut Usia (Lansia).

Mengutip data World Health Organization (WHO), dia menyampaikan prediksi bila pada tahun 2025, Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah lansia sebesar 41,4 persen. Angka ini merupakan peningkatan tertinggi di dunia.

Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa di tahun 2050, jumlah lansia di Indonesia akan mencapai 60 juta jiwa. Jumlah tersebut akan menjadikan Indonesia berada pada peringkat ke 41 dalam hal jumlah penduduk lansia terbanyak.

“Oleh karena itu, WHO  merekomendasikan setiap negara dengan jumlah penduduk lansia yang besar untuk memperluas sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi. Cakupan kesehatan semesta yang menjadi bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) harus terhubung dengan kebutuhan peserta lansia,” ujarnya di Gadjah Mada Medical Center, Senin (24/6).

Menurutnya usia 60 tahun ke atas merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang berdampak terhadap tiga aspek, yaitu biologis, ekonomi, dan sosial. Secara biologis, lansia akan mengalami proses penuaan yang berkelanjutan, ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan kerentanan terhadap penyakit.

Oleh karena itu, katanya, lansia membutuhkan wadah kesehatan seperti posyandu lansia. Adanya posyandu lansia ini dapat meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.

“Tentu saja dengan posyandu akan mendekatkan pelayanan, meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan, serta meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut,” katanya.

Dalam pelayanan, terang Yayuk, posyandu lansia menitikberatkan pelayanan kesehatan, psikologis, rohani, pemenuhan gizi agar untuk meningkatkan kesehatan dan mewujudkan masa tua yang bahagia, sehat, mandiri, dan berdaya guna. Untuk kegiatan Posyandu di Sendowo, para lansia dapat berkonsultasi dengan dokter umum dari Gadjah Mada Medical Center, menjalani pemeriksaan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM, serta melakukan tes kesehatan seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan status gizi.

Para lansia juga mendapatkan obat sesuai dengan keluhan penyakitnya dan tambahan asupan gizi. Kegiatan ini dikemas dengan menarik, sehingga banyak lansia Sendowo antusias datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, dengan total 60-70 lansia yang hadir.

Dia menambahkan Gadjah Mada Medical Center sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan terbuka berperan aktif dan semaksimal bis bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Dengan kegiatan semacam ini, Gadjah Mada Medical Center berharap dapat mendukung pemerintah dalam program pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDGs 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good health and well-being).

Penulis: Agung Nugroho

 

Artikel GMC dan Posyandu Soka 1 Sendowo Tingkatkan Kesehatan Lansia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/gmc-dan-posyandu-soka-1-sendowo-tingkatkan-kesehatan-lansia/feed/ 0
Peringati Hari Lansia, GMC Lakukan Penyuluhan https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lansia-gmc-lakukan-penyuluhan/ https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lansia-gmc-lakukan-penyuluhan/#respond Thu, 06 Jun 2024 12:27:48 +0000 https://ugm.ac.id/peringati-hari-lansia-gmc-lakukan-penyuluhan/ Data International Diabetes Foundation 2021 menyebut Indonesia menempati peringkat ke-5 kasus Diabetes terbanyak di dunia dibawah Cina, India, Pakistasn, dan Amerika Serikat. Saat ini terdapat 19,5 juta penduduk Indonesia menderita Diabetes dan diprediksi jumlah ini akan terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkrit untuk menangani hal tersebut. Prolanis adalah suatu sistem pelayanan Kesehatan dan […]

Artikel Peringati Hari Lansia, GMC Lakukan Penyuluhan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data International Diabetes Foundation 2021 menyebut Indonesia menempati peringkat ke-5 kasus Diabetes terbanyak di dunia dibawah Cina, India, Pakistasn, dan Amerika Serikat. Saat ini terdapat 19,5 juta penduduk Indonesia menderita Diabetes dan diprediksi jumlah ini akan terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkrit untuk menangani hal tersebut.

Prolanis adalah suatu sistem pelayanan Kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, Fasilitas Kesehatan,dan BPJS Kesehatan selaku penyedia jaminan Kesehatan. Prolanis merupakan singkatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis yang bertujuan mendukung penderita penyakit kronis utnuk mencapai kualitas hidup yang optimal.

Yuniantika, M.P.H. dari Gadjah Mada Medical Center menyatakan program Prolanis menyasar untuk para penderita Diabetes Melitus (kencing manis) dan penderita Hipertensi (tekanan darah tinggi). Program inipun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap kedua penyakit utama tersebut.

“Diabetes dan Hipertensi dikenal sebagai penyakit tidak menular yang sangat erat kaitannya dengan gaya hidup dan dapat diturunkan. Penyakit ini membutuhkan tatalaksana jangka panjang bahkan seumur hidup. Jika tidak dikelola dengan baik maka penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ke penyakit ginjal, jantung, dan stroke,” ujarnya di sela-sela kegiatan penyuluhan kesehatan dalam rangka Hari Lansia di GMC, Rabu (29/5).

Yuniantika menjelaskan dua penyakit Diabetes dan Hipertensi untuk level pencegahan terbagi dalam 2 cara yang bisa dilakukan yaitu pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Pencegahan primer terjadi pada orang sehat yang belum menderita sakit, sedangkan pencegahan sekunder adalah pada penderita penyakit agar tidak berkembang kedalam kondisi yang lebih parah atau muncul komplikasi.

Kegiatan prolanis berfokus pada tindakan pencegahan sekunder. Hal ini dilakukan mengingat beban penyakit. Adapun kegiatan-kegiatan prolanis diantaranya pemeriksaan kesehatan rutin yang meliputi konsultasi, edukasi kesehatan (penyuluhan), pemeriksaan laboratorium berkala, reminder dan monitoring (pemantauan status kesehatan), serta senam kesehatan jasmani.

“Tanggal 29 Mei diperingati sebagai hari lansia, tahun ini mengusung tema Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat. Prolanis ini merupakan salah satu wadah untuk mengelola lansia dengan penyakit kronik, dimana annggota klub prolanis sebagian besar adalah usia lanjut,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, kata Yuniantika, para lansia sesuai kemampuannya dapat berperan dalam berbagai kegiatan Masyarakat. Ini perlu dilakukan para lansia dengan harapan agar mereka tetap sehat dan berdaya sehingga turut mendukung visi Indonesia menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

Dia menambahkan kegiatan prolanis diharapkan mendukung program pembangunan berkelanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Hal ini diharapkan dapat menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua.

“Target SDGs 3 dan 4 adalah mengurangi kematian akibat penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan mental. Sedangkan di tahun 2030 target tersebut berupa pengurangan hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular. Kita semua tentu berharap itu bisa dilakukan melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Peringati Hari Lansia, GMC Lakukan Penyuluhan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-lansia-gmc-lakukan-penyuluhan/feed/ 0