FTP UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/ftp-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:25:22 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM Sabet 5 Medali di Ajang AE-ARC di Malaysia https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sabet-5-medali-di-ajang-ae-arc-di-malaysia/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sabet-5-medali-di-ajang-ae-arc-di-malaysia/#respond Tue, 21 May 2024 09:56:04 +0000 https://ugm.ac.id/mahasiswa-ugm-sabet-5-medali-di-ajang-ae-arc-di-malaysia/ Tim Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM berhasil mendapat penghargaan dua medali emas dan tiga medali perak dalam kompetisi Southeast Asian Agricultural and Food Engineering Student Chapter – Annual Regional Convention (AE-ARC) 2024, 10-16 Mei lalu di Perlis Malaysia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Malaysian Society of Agricultural and Food Engineers […]

Artikel Mahasiswa UGM Sabet 5 Medali di Ajang AE-ARC di Malaysia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM berhasil mendapat penghargaan dua medali emas dan tiga medali perak dalam kompetisi Southeast Asian Agricultural and Food Engineering Student Chapter – Annual Regional Convention (AE-ARC) 2024, 10-16 Mei lalu di Perlis Malaysia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Malaysian Society of Agricultural and Food Engineers (MSAE) ini diikuti 65 tim dari Asia Tenggara seperti dai Indonesia, Malaysia, dan Thailand.  Adapun beberapa kategori yang dilombakan meliputi Novice Mechanic, Amazing Race, Digital Poster Making, Video Presentation of Technical Tour, Cultural Performance, Waste to Wealth Innovation, and Exhibition for Young Agricultural Engineers and Technologist.

Tim UGM mengirimkan 5 tim dengan total 15 mahasiswa untuk berkompetisi pada kompetisi AE-ARC 2024 yang mengusung tema “Digital Agriculture: Driving Innovations for Sustainable Agro Food Production”. Usai pelaksanaan kompetisi,  Tim UGM berhasil meraih penghargaan Gold Prize Exhibition for Young Agricultural Engineers and Technologist Awards lewat inovasi Maggot Box for Sustainable Food Waste Solution dan Gold Prize Exhibition for Young Agricultural Engineers and Technologist Awards lewat inovasi Affordable & Eco-Friendly Fresh Chili (Capsicum Sp.) Control Atmosphere Storage For Small To Medium Scale.

Sedangkan medali perak diraih dalam Silver Prize Exhibition Awards lewat karya SIMPOCUR (Smart Integrated Modification Of Microalgae And Hydroponic Culture). Lalu, Silver Prize Exhibition for Young Agricultural Engineers and Technologist  Awards untuk karya inovasi Smart Packaging With Traceability System For Extending Shelf Life Of Agro Food Products dan penghargaan Silver Prize Exhibition for Young Agricultural Engineers and Technologist Awards untuk karya inovasi Modified Eco Enzyme Fermentor With Chopper And Automatic Ph Monitoring Sensor To Optimize Quality And Production.

Dr. Andri Prima Nugroho selaku ketua tim ARC UGM sekaligus pendamping kemahasiswaan menyampaikan kesiapan tim sudah dilakukan sejak jauh hari melalui seleksi internal dan pembekalan secara intensif untuk mempersiapkan materi dan juga perlengkapan selama mengikuti kompetisi. “Ada yang berbeda dengan kompetisi AE-ARC tahun ini lebih banyak aktivitas yang dilakukan on-the spot dan berbasis digital, berbeda dengan tahun sebelumnya yang materi perlu disiapkan jauh-jauh hari,” kata Andri kepada wartawan, Selasa (21/5).

Bagi Andri, keikutsertaan para mahasiswa dalam konvensi tahunan dalam bidang pertanian dan teknologi pangan ini wadah bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan ide kreatif mengenai teknologi pertanian dan pangan untuk kemajuan pertanian berkelanjutan dan mengatasi krisis pangan. Andri mengaku bersyukur tim dari UGM mampu beradaptasi dan menjaga kekompakan selama kompetisi berlangsung sehingga bisa pulang membawa medali. “Tahun ini kemampuan adaptasi dan kekompakan tim sangat menentukan keberhasilan tim,” ujarnya.

Seperti diketahui,  pada pertemuan tahuan dan kompetisi AE-ARC tahun ini diselenggarakan oleh Department of Agrotechnology, Faculty of Mechanical Engineering and Technology, Universiti Malaysia Perlis, dengan dihadiri sebanyak 195 mahasiswa terdiri dari 65 tim dari tiga negara yakni Malaysia, Indonesia, dan Thailand.

Peserta dari Malaysia terdiri dari Institut Kemahiran Tinggi Perda , Universiti Putra Malaysia Serdang, Universiti Malaysia Kampus Bintulu, Universiti Teknologi Mara Arau , Universiti Teknologi Mara Jasin, Universiti Sultan Zainal Abidin, Universiti Malaysia Terengganu, dan Politeknik Kota Bharu. Peserta dari Thailand berasal dari Suranaree University of Technology dan Maejo University.  Selanjutnya, peserta dari Indonesia  berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mataram.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Sabet 5 Medali di Ajang AE-ARC di Malaysia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-sabet-5-medali-di-ajang-ae-arc-di-malaysia/feed/ 0
Teliti Produk Vegan dari Jamur Benang, Dosen UGM Raih Penghargaan dan Publikasi Internasional   https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-produk-vegan-dari-jamur-benang-dosen-ugm-raih-penghargaan-dan-publikasi-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-produk-vegan-dari-jamur-benang-dosen-ugm-raih-penghargaan-dan-publikasi-internasional/#respond Tue, 07 May 2024 07:13:01 +0000 https://ugm.ac.id/teliti-produk-vegan-dari-jamur-benang-dosen-ugm-raih-penghargaan-dan-publikasi-internasional/ Vegan adalah gaya hidup di mana seseorang tidak mengkonsumsi semua produk hewani dan turunannya, termasuk daging, susu, telur, dan produk-produk yang berasal dari hewan. Hal ini dilakukan karena alasan kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan. Namun untuk mengganti sumber gizi dan protein tidak semuanya bisa berasal dari produk nabati. Salah satu sumber protein yang dikembangkan oleh […]

Artikel Teliti Produk Vegan dari Jamur Benang, Dosen UGM Raih Penghargaan dan Publikasi Internasional   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Vegan adalah gaya hidup di mana seseorang tidak mengkonsumsi semua produk hewani dan turunannya, termasuk daging, susu, telur, dan produk-produk yang berasal dari hewan. Hal ini dilakukan karena alasan kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan. Namun untuk mengganti sumber gizi dan protein tidak semuanya bisa berasal dari produk nabati. Salah satu sumber protein yang dikembangkan oleh Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Rachma Wikandari ,S.T.P, M.Biotech., Ph.D., adalah pengembangan sumber mikoprotein dari jamur Rhizopus oligosporus atau sering dikenal dengan nama jamur benang.

Menurut Wikandari, jamur benang bukan termasuk jenis sayuran sehingga tidak bisa dikategorikan dalam plant-based food. Oleh karena itu, jenis pangan yang dikembangkan olehnya ini merupakan jenis sumber protein yang baru. “Mikoprotein dari jamur benang ini mengandung serat dan protein yang tinggi dengan kandungan lemak yang rendah, sehingga dapat dikatakan sebagai sumber protein yang sehat,” ujar Wikandari dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (7/5).

Ia menjelaskan, produk mikoprotein dari jamur benang memiliki kandungan protein yang setara dengan telur dan susu. Bahkan  terbukti mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan tubuh meskipun jumlahnya lebih rendah daripada sumber protein hewani.

Jamur Rhizopus oligosporus jua diketahui memiliki kandungan asam amino lengkap dan mudah untuk ditumbuhkan di berbagai substrat sehingga menurut Wikandari bisa menekan biaya produksi. Dibandingkan dengan protein hewani umumnya mempunyai kualitas yang baik, namun harganya tidak terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Sementara protein nabati harganya terjangkau, namun gizinya, terutama asam aminonya tidak lengkap. “Saya berpikir diperlukan sumber protein yang kualitas baik dan harganya lebih terjangkau apalagi ramah lingkungan. Hal ini yang mendorong saya untuk mengeksplorasi mikoprotein dari jamur benang,” kata Wikandari.

Seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dunia pada masa yang akan datang, diprediksi permintaan protein meningkat terutama di negara berkembang, oleh karena itu diperlukan sumber alternatif protein yang baru. Baginya, sumber mikoprotein dari jamur benang ini menjadi alternatif di luar protein hewani dan nabati.   “Saya memilih jenis jamur lokal Indonesia, jamur ini biasanya digunakan dalam pembuatan tempe sehingga terbukti aman dikonsumsi,” katanya.

Riset produk vegan dari jamur benang yang dimulai sejak tahun 2020 ini, kata Wikandari, sudah dipublikasikan di jurnal maupun seminar internasional. Berkat kebaruan riset yang ia lakukan, Wikandari berhasil mengajak kolaborasi riset dan publikasi internasional dengan berbagai kampus di banyak negara beberapa diantaranya dengan University of Boras, Swedia, Universidade de Minho, Portugal dan York University, Inggris. Tidak hanya itu, Wikandari juga mendapat penghargaan kategori young scientist dari International Union of Food Science and Technology, organisasi profesi untuk ahli teknologi pangan dunia yang beranggotakan kurang lebih 300.000 ilmuwan, pada tahun 2022 di Singapura.

“Baru-baru ini, saya mendapatkan penghargaan dari perhimpunan ahli teknologi pangan Indonesia (PATPI) di tahun 2023 dan saat ini saya mempunyai kerja sama riset dan publikasi dengan Swedia, Inggris dan Portugal. Saat ini saya menerbitkan 46 artikel di jurnal internasional yang terindeks scopus,” paparnya.

Menurut Wikandari, jamur benang memiliki potensi sebagai mikoprotein dalam pengembangan produk daging tiruan. Bahkan produk mikoprotein yang ia kembangkan sementara belum ada produk sejenis di Indonesia. Meski pengembangan produk vegan ini masih dalam tahap pengembangan, kata Wikandari, namun sudah menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan justru mayoritas perkembangan tren gaya hidup vegan ini berkembang di kalangan generasi muda di kota-kota besar.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Teliti Produk Vegan dari Jamur Benang, Dosen UGM Raih Penghargaan dan Publikasi Internasional   pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-produk-vegan-dari-jamur-benang-dosen-ugm-raih-penghargaan-dan-publikasi-internasional/feed/ 0
Mengenal Lebih Dekat Tiga Prodi Fakultas Teknologi Pertanian UGM https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-tiga-prodi-fakultas-teknologi-pertanian-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-tiga-prodi-fakultas-teknologi-pertanian-ugm/#respond Fri, 26 Apr 2024 09:55:08 +0000 https://ugm.ac.id/mengenal-lebih-dekat-tiga-prodi-fakultas-teknologi-pertanian-ugm/ Kagama.co pernah menulis kiprah Yahyawan Triyana, alumnus Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Dalam tulisan tersebut Yahyawan mengaku cukup sederhana beralasan ingin kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian UGM: ingin belajar teknologi tepat guna di jurusan yang dinaungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM. Cukup sederhana. Tapi siapa tahu, kesederhanaan itulah yang pada akhirnya membuatnya memiliki bermacam […]

Artikel Mengenal Lebih Dekat Tiga Prodi Fakultas Teknologi Pertanian UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kagama.co pernah menulis kiprah Yahyawan Triyana, alumnus Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Dalam tulisan tersebut Yahyawan mengaku cukup sederhana beralasan ingin kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian UGM: ingin belajar teknologi tepat guna di jurusan yang dinaungi Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM.

Cukup sederhana. Tapi siapa tahu, kesederhanaan itulah yang pada akhirnya membuatnya memiliki bermacam pengalaman dalam karir.  Lulus dari FTP UGM ia bergabung dengan perusahaan biofarma Union Chemical Belgium (UCB) hingga 2002. Kemudian, berpindah ke Frisian Flag, perusahaan multinasional yang terkenal dengan produk susunya. Selang 2003-2004, ia berkesempatan bekerja untuk lembaga swadaya masyarakat, PATTIRO (Pusat Telaah dan Informasi Regional), yang bekerja sama dengan AUSAID.

Mengajukan pensiun dini dari Frisian Flag, ia berwirausaha pada 2010 dengan bendera Megalab Inovasi. Bersama tim innovator, ia menjadi pemberi solusi dan teknologi tepat guna buat pengolahan sampah dan limbah industri. Yahyawan berkesempatan membuat greenhouse, hidroponik, mesin otomatisasi pertanian, dan meracik pupuk dengan merek AB Mix.

Kisah inspiratif diatas tentunya hanyalah pembuka dan diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengenal FTP UGM. Khususnya para calon mahasiswa yang ingin mengenal lebih mendalam tiga program studi tingkat sarjana di FTP UGM: Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, dan Teknik Pertanian.

Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. selaku dekan mengatakan FTP UGM yang didirikan pada 19 September 1963 memang diharapkan menghasilkan lulusan yang mampu merancang proses penambahan nilai hasil pertanian menjadi produk pangan dan non-pangan. Dalam menghasilkan produk-produk tersebut didasarkan pada aspek-aspek kimia dan biokimia, bioteknologi, rekayasa proses, gizi, serta pengelolaan limbah, menguasai teknik dan manajemen proses produksi, penanganan dan pengolahan massa hayati, serta menguasai ilmu rekayasa sistem, teknologi, dan manajemen di bidang agroindustri.

“Fakultas Teknologi Pertanian UGM merupakan fakultas pertama di Indonesia yang bergerak di bidang teknologi pertanian. Para lulusan memiliki peluang bekerja di industri pangan dan hasil pertanian (R & D, QA, produksi), Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perikanan dan Kelautan,” katanya di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Kamis (25/4).

Tidak hanya itu, para lulusan pun bisa bekerja di Lembaga Penelitian dan Pengembangan, berwirausaha di bidang pangan, bekerja di bidang yang berkaitan dengan teknik pertanian baik milik pemerintah maupun swasta bidang penelitian dan pengembangan. Bisa pula mereka yang telah lulus bekerja di desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, pemasaran dan manajemen, juga sebagai tenaga profesional  di bidang agroindustri/manufaktur (R&D, Pengendalian Mutu, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Supply Chain, Pemasaran), perbankan (analis finansial), instansi pemerintah/swasta (perindustrian, perdagangan, pertanian, kehutanan, perikanan, lembaga penelitian, pendidikan) dan wirausaha.

Eni Harmayani menjelaskan setiap tahun FTP UGM menerima sebanyak rata-rata 325 mahasiswa baru program sarjana untuk tiga program studi. Program studi Teknik Pertanian tiap tahun menerima 105, Teknologi Industri Pertanian 110, serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian sebanyak 110.

Terkait Program Studi Teknologi Pangan dan Produk Pertanian, Eni Harmayani menyampaikan program studi ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia dalam memperoleh kompetensi bidang  teknologi pangan dan produk pertanian yang tinggi dengan penekanan  pada proses pembelajaran berbasis penelitian mengenai aspek kimia/biokimia, bioteknologi pangan,rekayasa pangan, dan aspek gizi. Lulusan program studi ini diharapkan mampu merancang proses penambahan nilai hasil pertanian menjadi produk pangan dan non-pangan, yang didasarkan pada aspek-aspek kimia dan biokimia, bioteknologi, rekayasa proses, gizi, serta pengelolaan limbah.

Sedang Program Studi Teknik Pertanian bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang menguasai prinsip teknik pertanian dan biosistem, dan Program Studi Teknologi Industri Pertanian yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengintegrasikan aspek teknologi manajerial, teknik, dan pengolahan sistem agroindustri secara optimal. Secara umum, aspek teknologi manajemen, teknik, dan pengolahan merupakan elemen kunci dalam menjalankan industri secara optimal, sedangkan pertanian pada aspek utama mencapai keberhasilan kegiatan bioindustri, yang memiliki sifat spesifik dibandingkan dengan industri lainnya.

Eni Harmayani berharap tidak soal akademik saja yang ingin dicapai, namun iapun berharap pada mahasiswanya untuk mengembangkan sikap diantaranya sikap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius, sikap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika, sikap berkontribusi dalam peningkatan mutu berkehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila, sikap untuk berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa dan lain-lain.

Para mahasiswa FTP UGM juga diharapkan mampu mengembangkan ketrampilan umum dan keterampilan khusus. Diantaranya mampu berpikir logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya. Mereka pun dituntut mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur, dan mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni.

“Secara khusus, mereka diantaranya diharapkan mampu menerapkan dan menginkorporasikan prinsip-prinsip ilmu pangan dan hasil pertanian dalam praktik dan kondisi nyata di industri pangan dan hasil pertanian. Menguasai prinsip dasar evaluasi sensoris bahan pangan. Mampu memilih teknik pengemasan dan penyimpanan pangan/ hasil pertanian dalam memperpanjang umur simpan produk pangan/ hasil pertanian, serta mampu menerapkan prinsip statistika dan komputer dalam menangani permasalahan di bidang pangan/ hasil pertanian,” imbuhnya.

Muhammad Khairul Amal, mengaku senang bisa diterima di pilihan pertama Program Studi Teknik Pertanian, Angkatan 2021 melalui jalur UTBK-SBMPTN. Ia sudah sejak lama berkeinginan kuliah di UGM dan tertarik dengan studi pertanian.

“Saya merasa sektor pertanian di Indonesia memiliki potensi yang tinggi ke depannya. Selain itu, saya juga tertarik dengan Teknik sehingga saya mencari perpaduan kedua sektor tersebut dan menemukan Teknik Pertanian di UGM,” akunya.

Meski merasa berat di awal-awal semester, ia mampu melewati masa transisi dengan lancar menuju cara berpikir pelajar menuju cara berpikir mahasiswa. Apalagi dirinya kuliah di kluster agro yang membuat kuliahnya di FTP UGM memiliki banyak praktikum dan banyak laporan yang harus dibuat.

Ditambah dengan mata kuliah perpaduan saintek dan tugas-tugas lain yang menjadikannya perlu usaha ekstra agar mampu membiasakan diri. Pada akhirnya semakin lama semakin terbiasa.

“Asyik juga akhirnya, mulai banyak berteman sehingga mempermudah perkuliahan dan mulai mengenal dosen-dosen sehingga perkuliahan pun menjadi lebih menarik dan berwarna,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Donnie

Artikel Mengenal Lebih Dekat Tiga Prodi Fakultas Teknologi Pertanian UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-tiga-prodi-fakultas-teknologi-pertanian-ugm/feed/ 0
Pengamat UGM: Konflik Iran dan Israel, saatnya Fokus Swasembada Pangan https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-konflik-iran-dan-israel-saatnya-fokus-swasembada-pangan/ https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-konflik-iran-dan-israel-saatnya-fokus-swasembada-pangan/#respond Mon, 22 Apr 2024 09:17:25 +0000 https://ugm.ac.id/pengamat-ugm-konflik-iran-dan-israel-saatnya-fokus-swasembada-pangan/ Belum usai perang Rusia dan Ukraina, dunia dikejutkan dengan pecah perang antara Iran dan Israel. Berapa pengamat memperkirakan konflik baru Iran dan Israel memungkinkan akan memicu terjadinya Perang Dunia ke-3. Meskipun konflik tidak berdampak secara langsung terhadap Indonesia, tetapi sejumlah pengamat menilai konflik ini akan mengganggu jalur-jalur distribusi perdangangan yang selama ini memasok berbagai kebutuhan […]

Artikel Pengamat UGM: Konflik Iran dan Israel, saatnya Fokus Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Belum usai perang Rusia dan Ukraina, dunia dikejutkan dengan pecah perang antara Iran dan Israel. Berapa pengamat memperkirakan konflik baru Iran dan Israel memungkinkan akan memicu terjadinya Perang Dunia ke-3.

Meskipun konflik tidak berdampak secara langsung terhadap Indonesia, tetapi sejumlah pengamat menilai konflik ini akan mengganggu jalur-jalur distribusi perdangangan yang selama ini memasok berbagai kebutuhan maupun perekonomian berbagai negara. Iran sendiri selama ini dikenal sebagai negara penghasil migas yang tentunya akan berpengaruh terhadap harga minyak di seluruh dunia.

“Kenaikan harga migas, tentunya akan menyebabkan dampak karambol pada sektor-sektor perekonomian. Sebelum itu, kita ingat konflik Rusia dan Ukraina telah menyebabkan terganggunya pasokan pupuk yang menyebabkan langkanya pupuk di berbagai negara, termasuk Indonesia,” ujar  Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D. pengamat pertanian, agrometeorologi, ilmu lingkungan, dan perubahan iklim, di Kampus UGM, Senin (22/4).

Ia memprediksi perang terbaru antara Iran dan Israel akan menimbulkan gejolak atau konflik baru dunia, yang tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia, termasuk kemungkinan pengaruhnya untuk Indonesia.

Ia juga sepakat dengan pengamat lainnya jika perang tersebut tidak akan berpengaruh secara langsung untuk Indonesia. Meski begitu ada dampak tidak langsung yang akan berpengaruh kepada Indonesia.

“Apabila ada kenaikan harga minyak, tentunya ini akan berpengaruh terhadap supply logistik, yang akan berpengaruh ke harga-harga komoditas di Indonesia, tak terkecuali sektor pangan dan pertanian,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengajak melihat konflik dunia ini dengan menyikapi secara positif. Artinya situasi ini menjadi momentum untuk berdikari, tidak tergantung negara lain. Sangat diharapkan ketersediaan pangan dalam negeri harus terpenuhi, karena bisa dipastikan ketersediaan pangan menjadi harga mati suatu bangsa.

Masyarakat secara keseluruhan mestinya mampu melihat dalam hal pemenuhan pangan tidak harus menggantungkan kepada petani saja tetapi bisa menjadi tanggungjawab tiap-tiap rumah tangga/orang. Karenanya tiap-tiap rumah tangga/orang bisa memanfaatkan lahan-lahan sempit dan kosong untuk ditanami tanaman maupun komoditas agro lainnya seperti ternak maupun ikan (urban farming).

“Selain urban farming, kita pun juga berharap pada pemerintah melalui program-programnya dalam upaya meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Situasi global saat ini, katanya mau tidak mau membuat bangsa Indonesia harus bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Pemerintah dan masyarakat harus menyiapkan swasembada pangan yang berkelanjutan, dan salah satu solusinya dengan menyiapkan ekosistem-ekosistem pertanian berbasis inovasi teknologi.

Ekosistem pertanian yang dimaksud adalah sistem pertanian terpadu, dimana dalam satu lokasi atau desa sudah terjamin atau tersedia. Pertama, penyedia saprotan/saprodi sebagai penyedia input dengan produk- produk yang disepakati ekosistem. Kedua, perbankan dan asuransi pertanian yang bisa menyediakan platform pinjaman atau kredit bagi petani, dan ketiga teknologi, yaitu dengan menyediakan teknologi yang bisa dimanfaatkan petani, baik di lahan maupun teknologi digital untuk penjualan produk hasil petani.

Selain itu, keempat harus mampu menjamin keberlangsungan ekosistem. Kelima adanya fasilitator, dalam hal ini adalah dinas pertanian setempat, dan keenam offtaker sebagai penjamin bahwa hasil panen petani mampu terserap secara keseluruhan dengan harga yang pantas, serta ketujuh peran petani atau kelompok tani sebagai pelaksana dalam ekosistem.

“Semoga dengan adanya kolaborasi program antara petani, swasta, akademis dan pemerintah, dapat menghasilkan swasembada pangan dan kita tidak tergantung lagi pada kondisi sedang konflik atau tidak ada konflik di dunia,” terangnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Prokaltim

Artikel Pengamat UGM: Konflik Iran dan Israel, saatnya Fokus Swasembada Pangan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pengamat-ugm-konflik-iran-dan-israel-saatnya-fokus-swasembada-pangan/feed/ 0