FT UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/ft-ugm-id/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 17 Jul 2024 09:22:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Permainan Simulasi Peningkatan Literasi Keuangan Generasi Z Juara I di Kompetisi NESCO 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/permainan-simulasi-peningkatan-literasi-keuangan-generasi-z-juara-i-di-kompetisi-nesco-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/permainan-simulasi-peningkatan-literasi-keuangan-generasi-z-juara-i-di-kompetisi-nesco-2024/#respond Mon, 08 Jul 2024 09:20:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66994 Mahasiswa FT UGM kembali memperoleh prestasi membanggakan di tingkat nasional pada perlombaan National Economic Essay Competition (NESCO) 2024 yang diselenggarakan oleh HMP Kelompok Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Lomba diawali dengan seleksi yang diikuti oleh 89 tim yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi final oleh enam tim pada Sabtu […]

Artikel Permainan Simulasi Peningkatan Literasi Keuangan Generasi Z Juara I di Kompetisi NESCO 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa FT UGM kembali memperoleh prestasi membanggakan di tingkat nasional pada perlombaan National Economic Essay Competition (NESCO) 2024 yang diselenggarakan oleh HMP Kelompok Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Lomba diawali dengan seleksi yang diikuti oleh 89 tim yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi final oleh enam tim pada Sabtu (8/6).

Pada presentasi final ini, Tim Kekar yang beranggotakan Avisena Kemal El-Syifa (Teknik Fisika 2021) dan Sekar Kinanti (Teknik Industri 2021) berhasil memperoleh juara satu. Tim Kekar mengusulkan karya tulis dengan judul “MoneyPath: Permainan Simulasi sebagai Peningkatan Literasi Keuangan Generasi Z melalui Pengalaman Finansial yang Realistis Menuju Masa Depan Ekonomi Indonesia yang Kuat”. 

Karya tulis tersebut mengusung permasalahan Generasi Z yang cenderung konsumtif. Kebiasaan ini sering disebabkan oleh rasa fear of missing out (FOMO) yang kemudian tidak dipertimbangkan dengan baik. FOMO ini dapat berujung pada penggunaan fasilitas paylater yang berlebihan, yang merupakan salah satu contoh keputusan finansial yang buruk.

MoneyPath adalah edukasi finansial yang dikemas dalam bentuk aplikasi permainan simulasi kehidupan (life simulator). Pemain dihadapkan dengan situasi dunia nyata mengenai implikasi setiap keputusan finansial yang diambil dalam hidup seperti pengelolaan uang terkait pengeluaran untuk kebutuhan, keinginan, dan juga investasi. Kemal, salah satu anggota Tim Kekar menyebut adanya simulasi ini bertujuan untuk melatih Generasi Z untuk lebih sadar akan konsekuensi dari tindakan finansialnya dan mencegah impulsivitas.

Tim Kekar berharap MoneyPath dapat melatih Generasi Z untuk memiliki kemampuan pengelolaan finansial yang baik dan membantu dalam mencapai tujuan finansial, bahkan bersiap dalam menghadapi tantang finansial yang lebih kompleks di masa depan. Selain itu, adanya MoneyPath ini diharapkan dapat membantu peningkatan literasi keuangan Generasi Z dalam untuk memaksimalkan potensi bonus demografi sebagai motor perekomian Indonesia pada masa mendatang.

Penulis: Humas FT

Artikel Permainan Simulasi Peningkatan Literasi Keuangan Generasi Z Juara I di Kompetisi NESCO 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/permainan-simulasi-peningkatan-literasi-keuangan-generasi-z-juara-i-di-kompetisi-nesco-2024/feed/ 0
Perluas Jejaring dan Kolaborasi, Delegasi Fakultas Teknik UGM Hadiri BSC 2024 di Jerman https://ugm.ac.id/id/berita/perluas-jejaring-dan-kolaborasi-delegasi-fakultas-teknik-ugm-hadiri-bsc-2024-di-jerman/ https://ugm.ac.id/id/berita/perluas-jejaring-dan-kolaborasi-delegasi-fakultas-teknik-ugm-hadiri-bsc-2024-di-jerman/#respond Wed, 12 Jun 2024 06:55:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65145 Bavarian Semiconductor Congress (BSC) 2024 kembali digelar pada 2-6 Juni silam. Mengangkat tema “Artificial Intelligence as an Innovation Driver for Microelectronics” dan “Sustainability as an Opportunity for the Bavarian Semiconductor and Electronics Industry“, BSC 2024 diselenggarakan oleh The Bavarian Ministry of Economic Affairs and Regional Development bekerja sama dengan Bavarian Chip Alliance. Konferensi internasional bergengsi […]

Artikel Perluas Jejaring dan Kolaborasi, Delegasi Fakultas Teknik UGM Hadiri BSC 2024 di Jerman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bavarian Semiconductor Congress (BSC) 2024 kembali digelar pada 2-6 Juni silam. Mengangkat tema “Artificial Intelligence as an Innovation Driver for Microelectronics” dan “Sustainability as an Opportunity for the Bavarian Semiconductor and Electronics Industry“, BSC 2024 diselenggarakan oleh The Bavarian Ministry of Economic Affairs and Regional Development bekerja sama dengan Bavarian Chip Alliance. Konferensi internasional bergengsi ini mengumpulkan para ahli, profesional, dan perusahaan dari seluruh dunia untuk membahas perkembangan terbaru, inovasi, dan tren di industri semikonduktor.

Delegasi UGM yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Teknik, Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE., dan Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik (DTETI FT UGM), Ir. Agus Bejo, S.T., M.Eng., D.Eng., IPM., mengemban misi untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi di bidang semikonduktor. Selain mengikuti berbagai sesi presentasi dan diskusi panel, delegasi UGM dan peserta lainnya berkesempatan untuk mengunjungi pameran teknologi yang menampilkan produk dan solusi terbaru di bidang semikonduktor. BSC 2024 didesain untuk menjadi platform yang memungkinkan kolaborasi antara para peserta, mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri semikonduktor secara global.

Setelah menghadiri BSC, delegasi UGM melanjutkan kunjungan ke fasilitas Wafer Fab Infineon Technologies AG di Regensburg. Infineon Technologies AG adalah salah satu industri semikonduktor terkemuka di Jerman yang memiliki fasilitas produksi IC untuk berbagai bidang seperti industri, otomotif, dan komunikasi nirkabel. “Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses produksi dan teknologi canggih yang digunakan dalam pembuatan IC,” ungkap Agus Bejo pasca kepulangannya dari Jerman.

Stuttgart University, ULM University, Dresden University, dan Ferdinand-Braun-Institut (FBH), empat universitas terkemuka di Jerman yang dikenal memiliki fasilitas di bidang semikonduktor juga tidak luput untuk dikunjungi. Kunjungan ke perguruan tinggi ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas kampus terbaik yang memiliki penelitian di bidang semikonduktor. Selain itu, DTETI FT UGM juga menjajaki peluang kerja sama joint research dan penandatanganan MoU yang diharapkan dapat mendukung pengembangan industri semikonduktor di Indonesia antara universitas di Jerman melalui pengiriman mahasiswa master maupun doktor dengan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada kegiatan BSC 2024, UGM bersama sebelas perguruan tinggi Indonesia lainnya yang tergabung dalam ICDeC, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), dan Universitas Hasanuddin (Unhas), serta perwakilan dari beberapa kementerian seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Diktiristek), dan LPDP, dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, bersama timnya yang terdiri dari DCM, Konsul Jenderal, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator fungsi ekonomi, dan staf konsuler KBRI Berlin.

Arif yang juga merupakan anggota Satgas Semikonduktor, menjelaskan tujuan utama Indonesia mengikuti kegiatan BSC 2024 adalah untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli di bidang semikonduktor. “Harapannya, Indonesia mampu mencetak 500 tenaga ahli dalam lima tahun ke depan melalui beasiswa master dan doktor di Jerman dengan topik semikonduktor, serta meningkatkan kapasitas peneliti Indonesia melalui penelitian bersama dengan profesor di Jerman,” jelasnya.

Kegiatan ini mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu penguatan pendidikan berkualitas dengan meningkatkan kapasitas tenaga ahli dan peneliti di bidang semikonduktor, serta mendukung pengiriman mahasiswa untuk program master dan doktor (SDG 4); penguatan infrastruktur industri semikonduktor di Indonesia (SDG 9); dan penguatan kemitraan global antara universitas dan industri di Indonesia dengan institusi di Jerman, memfasilitasi transfer teknologi, pengetahuan, dan inovasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17).

Reportase: Agus Bejo/Rasya Swarnasta

Foto: Agus Bejo

Artikel Perluas Jejaring dan Kolaborasi, Delegasi Fakultas Teknik UGM Hadiri BSC 2024 di Jerman pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/perluas-jejaring-dan-kolaborasi-delegasi-fakultas-teknik-ugm-hadiri-bsc-2024-di-jerman/feed/ 0
Puluhan Dekan Fakultas Teknik Ikut Dean Course di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/puluhan-dekan-fakultas-teknik-ikut-dean-course-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/puluhan-dekan-fakultas-teknik-ikut-dean-course-di-ugm/#respond Tue, 11 Jun 2024 08:25:00 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65090 Sebanyak 80 Dekan dan Staf Fakultas Teknik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Dean Course yang digelar di kampus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, 10-13 Juni 2024. Forum tahunan ini bertujuan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada Dekan dan staf dari perguruan tinggi lain seputar pengembangan kebijakan keilmuan teknik. Meski […]

Artikel Puluhan Dekan Fakultas Teknik Ikut Dean Course di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 80 Dekan dan Staf Fakultas Teknik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Dean Course yang digelar di kampus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, 10-13 Juni 2024. Forum tahunan ini bertujuan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada Dekan dan staf dari perguruan tinggi lain seputar pengembangan kebijakan keilmuan teknik. Meski keilmuan teknik menjadi fokus utama, namun pada pertemuan kali ini, Fakultas Teknik UGM selaku tuan rumah juga memberikan materi soal kebijakan fakultas terkait pengelolaan akademik, keuangan, serta pengembangan reputasi Fakultas.

Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, selaku Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM yang menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut menyoroti soal isu-isu pendidikan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di tingkat global. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berperan untuk menyalurkan ilmu, namun juga memastikan pemerataan pembangunan melalui lulusannya. “Saya lihat lulusan-lulusan sekarang itu banyak yang berasal dari daerah, tapi setelah lulus dari perguruan tinggi justru mencari kerja di kota besar. Ini juga menjadi persoalan kita,” tuturnya, Senin (10/6).

Menurutnya, tujuan utama perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas SDM secara merata akan sulit tercapai dengan munculnya fenomena ini. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mencari cara untuk mendorong generasi muda  yang lebih produktif, namun di sisi lain juga memiliki keinginan untuk mengabdi membangun daerahnya.

Indra juga sempat menyinggung strategi untuk peningkatan mutu dan reputasi perguruan tinggi di tingkat global dengan mendorong peningkatan jumlah publikasi dan hasil riset dosen, minat calon mahasiswa, hingga personal branding. Namun begitu, banyak instansi seringkali terlalu mengejar tujuan tersebut daripada melaksanakan tujuan utamanya sebagai lembaga pendidikan untuk mencetak SDM unggul. “Tuntutan institusi jangan sampai mengesampingkan esensi dari pendidikan itu sendiri,” katanya

Sementara ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Suryo Purwono, IPU., ASEAN Eng., menyebutkan bahwa, profesi insinyur saat ini terbuka lebih luas dengan adanya perkembangan digital dan globalisasi. Selain membuka kesempatan profesi insinyur untuk bekerja di luar negeri, globalisasi ini juga sangat memungkinkan serapan insinyur dalam negeri justru didominasi tenaga asing. Fenomena ini tentunya menimbulkan kompetisi lebih luas dan sulit. “Agar seorang insinyur itu bisa bekerja lintas negara ASEAN, tidak hanya harus memiliki ilmu dan kompetensi, tapi juga beberapa syarat formal lainnya,” ujar Suryo.

Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) menjadi salah satu syarat formal bagi insinyur untuk bisa bekerja di manapun. Sertifikasi ini diberikan bagi lulusan atau insinyur profesional yang telah mengikuti serangkaian uji kompetensi. Kebijakan ini sudah dinaungi oleh hukum nasional. Sama seperti bidang profesi lainnya, kata Suryo, profesi insinyur berperan secara strategis dalam pembangunan sarana prasarana di masyarakat. “Sertifikasi diperlukan untuk menjamin bahwa insinyur tersebut berkompetensi untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam setiap proyeknya. Tuntutan ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi,” jelasnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Puluhan Dekan Fakultas Teknik Ikut Dean Course di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/puluhan-dekan-fakultas-teknik-ikut-dean-course-di-ugm/feed/ 0
Pakar UGM: Pemerintah Perlu Membangun Kesadaran Kolektif Masyarakat Mengelola Sampah Sendiri https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-pemerintah-perlu-membangun-kesadaran-kolektif-masyarakat-mengelola-sampah-sendiri/ https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-pemerintah-perlu-membangun-kesadaran-kolektif-masyarakat-mengelola-sampah-sendiri/#respond Mon, 10 Jun 2024 11:25:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64945 Dalam rentang dua tahun terakhir, permasalahan atas pengelolaan sampah menjadi pembahasan utama di kalangan masyarakat DIY pasca ditutupnya pelayanan TPST Piyungan. Timbunan sampah muncul dimana-mana karena tidak bisa langsung segera ditangani. Dalam kurun waktu Januari 2023 hingga April 2024, rata-rata timbunan sampah yang muncul di Yogyakarta mencapai 1300 ton/hari dengan kapasitas pengelolaan sampah hanya sampai […]

Artikel Pakar UGM: Pemerintah Perlu Membangun Kesadaran Kolektif Masyarakat Mengelola Sampah Sendiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dalam rentang dua tahun terakhir, permasalahan atas pengelolaan sampah menjadi pembahasan utama di kalangan masyarakat DIY pasca ditutupnya pelayanan TPST Piyungan. Timbunan sampah muncul dimana-mana karena tidak bisa langsung segera ditangani. Dalam kurun waktu Januari 2023 hingga April 2024, rata-rata timbunan sampah yang muncul di Yogyakarta mencapai 1300 ton/hari dengan kapasitas pengelolaan sampah hanya sampai 988 ton/hari, di mana hanya 150 ton sampah yang dapat diolah perharinya. Situasi ini apabila diabaikan, dampak yang muncul akibat produksi sampah yang terus meningkat akan jauh lebih besar dari apa yang dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta saat ini.

Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE., mengatakan ada banyak hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi keadaan darurat sampah yang terjadi di Yogyakarta. Dimulai dari evaluasi kapasitas operasional seluruh fasilitas pengolahan sampah, membuat skala prioritas perbaikan  atau penambahan alat dan sumber daya dengan koordinasi antar pemerintah daerah di lingkungan DI Yogyakarta, hingga pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan sampah dan skema kebermanfaatan masyarakat sekitar wilayah pengolahan sampah.

“Upaya ini perlu dilakukan secara kolektif dengan mendorong partisipasi masyarakat yang dimulai dari tingkat desa hingga provinsi,” kata Ali Awaludin dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Senin (10/6).

Menurutnya, banyaknya jumlah perguruan tinggi di Yogyakarta juga dapat diajak bekerja sama untuk dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakter masyarakat di Yogyakarta. Hal ini perlu dilakukan agar gerakan pengelolaan sampah yang muncul adalah gerakan yang sadar dan dapat menjadi kebiasan sehari-hari dalam pengelolaan sampah di Yogyakarta.

Di sisi lain, proses pengelolaan sampah di Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya, masih menggunakan metode open dumping dan landfill.  Dengan kondisi yang seperti ini volume sampah akhirnya melebihi kapasitas pengelolaan. Namun, manajemen pengelolaan sampah yang benar belum terwujud dikarenakan masih mengandalkan metode open dumping dan landfill. “Tidak adanya tindak lanjut program pengelolaan sampah yang benar, situasi darurat sampah menjadi masalah menahun di Yogyakarta hingga saat ini. Mudah sekali menjumpai timbunan sampah di setiap sudut Yogyakarta,”ujarnya.

Menurutnya, manajemen pengelolaan sampah di Yogyakarta mengandalkan pola pembukaan TPA/TPS baru yang sejatinya tidak menyelesaikan permasalahan sampah yang ada. Alih-alih menyelesaikan masalah, desentralisasi TPA/TPS ini menimbulkan penolakan masyarakat di berbagai wilayah di Yogyakarta. Oleh karena itu, tindakan seperti illegal dumping menjadi tidak terelakkan.

Kesadaran atas pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kolektif pemerintah dan masyarakat. Apabila sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik, akan menghasilkan dampak yang signifikan dalam pengelolaan sampah itu sendiri. “Pengelolaan sampah merupakan kewajiban setiap orang dan ini perlu diikuti dengan regulasi yang jelas serta konsekuensi hukum atas pelanggaran yang muncul. Upaya ini perlu diwujudkan melalui berbagai model edukasi dan contoh kegiatan, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sampah itu sendiri,” tegasnya.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Fakultas Teknik UGM ini menerangkan bahwa di kampus UGM mendorong kesadaran bagi warga kampus pentingnya pengelolaan sampah. Dimulai dari upaya untuk meminimalkan volume timbunan sampah hingga pemanfaatan luaran penelitian yang dihasilkan oleh sivitas akademika. Bahkan ada himbauan terkait mengurangi penggunaan botol kemasan sekali pakai, mendorong penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang, penjadwalan hari pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya serta instruksi pengelolaan sampah.

Inisiatif pengelolaan dan pemilahan sampah tidak hanya muncul dari tingkat universitas. Unit-unit kerja yang ada di UGM juga melakukan kegiatan based-practice terkait pengelolaan sampah. “Saat ini tanggung jawab pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada level manajemen fakultas, namun juga perlu dukungan dari segala pihak, yakni dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pegawai lainnya.

Pengelolaan sampah berdasarkan sumber asal dengan mengkategorikan sampah berdasarkan jenisnya telah dijalankan kurang lebih hampir dua tahun dan telah menghasilkan kebiasaan bagi warga sivitas akademika Fakultas Teknik UGM yang lebih sadar akan upaya mengurangi sampah. “Kita membuat renovasi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Grahakara Grafika. Secara aktif,  keberadaaan TPS3R sebagai upaya implementasi luaran penelitian terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh dosen Teknik UGM,” katanya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Pakar UGM: Pemerintah Perlu Membangun Kesadaran Kolektif Masyarakat Mengelola Sampah Sendiri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-pemerintah-perlu-membangun-kesadaran-kolektif-masyarakat-mengelola-sampah-sendiri/feed/ 0
Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/#respond Mon, 10 Jun 2024 07:26:45 +0000 https://ugm.ac.id/?p=64927 Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membukukan prestasi di ajang perlombaan International Bridge Design Competition yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Tim Bulaksumur Consulting Group (BCG) yang diketuai oleh Muhammad Febrilian Kurnia Putra (Teknik Sipil 2020), dengan Aldhytian Surya Arthaka (Teknik Sipil 2020) dan Brian Pastika Tama (Teknik Sipil 2021) sebagai […]

Artikel Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membukukan prestasi di ajang perlombaan International Bridge Design Competition yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Tim Bulaksumur Consulting Group (BCG) yang diketuai oleh Muhammad Febrilian Kurnia Putra (Teknik Sipil 2020), dengan Aldhytian Surya Arthaka (Teknik Sipil 2020) dan Brian Pastika Tama (Teknik Sipil 2021) sebagai anggota dan didampingi oleh Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE ini berhasil meraih gelar juara 2 pada kompetisi tersebut.

NTU Bridge Design Competition 2024 merupakan rangkaian lomba yang diadakan oleh School of Civil and Environmental Engineering. Kegiatan ini merupakan lomba di bidang ketekniksipilan terkait perancangan jembatan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berpartisipasi untuk hands-on dalam industri perancangan jembatan. Tim BCG juga mengusulkan beberapa inovasi terkait perancangan jembatan dengan menggunakan teknologi BIM (Building Information Modeling) untuk memodelkan seluruh rintangan (kontur, bangunan, jalan, dan infrastruktur eksisting), merancang layout jembatan, melakukan analisis struktural jembatan, dan menghitung volume material jembatan. Tim BCG juga berinovasi untuk menggunakan material alternatif dan solar panel facade untuk mengurangi emisi karbon jembatan.

Pelaksanaan kompetisi yang dilakukan oleh Tim BCG diawali dengan preliminary round berupa perancangan awal jembatan rangka baja untuk menghasilkan desain yang paling efisien tetapi tetap aman. Muhammad Febrilian Kurnia Putra, sebagai ketua, mengungkapkan hambatan sebelum kegiatan lomba berlangsung lebih kepada waktu yang lebih singkat selama masa persiapan. “Jangka pengerjaan yang sangat sempit membuat kami harus memiliki strategi yang baik untuk mengelola waktu, kami juga jadi sering begadang,” ungkap Muhammad saat dihubungi pasca perlombaan berakhir.

Tahap kompetisi dilanjutkan dengan final round tahap pembuatan proposal detail. Pembuatan proposal dilakukan dengan melakukan survei kawasan dan pengumpulan data rintangan yang ada, pemodelan layout jembatan, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis struktur jembatan rangka baja dan I-girder, perhitungan volume detail, penentuan metode pelaksanaan, pertimbangan sumber material, pendataan alat-alat yang diperlukan, hingga perhitungan emisi karbon. Tahap kompetisi diakhiri dengan presentasi final untuk memaparkan proposal di hadapan juri secara daring.

Mengenai peran Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE selaku dosen pembimbing, tim BCG sangat mengapresiasi keterlibatannya karena sangat membantu dalam memberikan arahan untuk mengaplikasikan teknologi dan metode konstruksi untuk menghadapi constrain di site perlombaan. “Karena lokasi case-nya itu di Clementi, Singapura, maka kami perlu belajar dan mencari tahu tentang AHSP (Analisis Harga Satuan Pekerjaan), standar noise dan dust, infrastructure regulation dan tentunya standard Singapura yang berbeda dari SNI (Standar Nasional Indonesia),” ucap Muhammad memberikan penjelasan.

Pada tahun 2024, NTU Bridge Design Competition diikuti oleh 136 tim dari 9 negara di antaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, China, dan Australia. Dalam NTU Bridge Design Competition, Tim BCG merancang jembatan yang menghubungkan dua connection point melewati ruang terbuka hijau dan sebuah sungai.

Reportase: Humas DTSL Fakultas Teknik UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Tim Bulaksumur Consulting Group Raih Juara 2 di NTU International Bridge Design Competition Singapura pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-bulaksumur-consulting-group-raih-juara-2-di-ntu-international-bridge-design-competition-singapura/feed/ 0