FMIPA UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fmipa-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 24 Sep 2024 05:02:36 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/#respond Tue, 24 Sep 2024 04:53:58 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70748 Dhia Salsabila Azhar, alumni Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM Angkatan 2018, mendapatkan kesempatan berharga ketika kuliah karena menjadi peserta di batch pertama Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MISB). Saat itu, ia menjalani program magang secara remote di PT Microsoft Indonesia selama empat bulan. Dhia, biasa dipanggil, […]

Artikel Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dhia Salsabila Azhar, alumni Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM Angkatan 2018, mendapatkan kesempatan berharga ketika kuliah karena menjadi peserta di batch pertama Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MISB). Saat itu, ia menjalani program magang secara remote di PT Microsoft Indonesia selama empat bulan. Dhia, biasa dipanggil, menjalani pekerjaan di bidang roles data dan Artificial Intelegent (AI).

Selama ini, Dhia memang tertarik mendalami bidang AI dan machine learning development. Saat di bangku kuliah, ia telah mendapatkan paparan terkait Azure Machine Learning yang merupakan kumpulan dari server dan perangkat keras jaringan. Namun untuk menyelami lebih dalam platform ini, ia merasa membutuhkan tutor dan teman-teman yang memiliki minat yang sama untuk belajar memperdalam ilmunya. “Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar program MISB yang saat itu baru mulai angkatan pertama,” ujarnya saat diwawancara secara daring, Jumat (20/9).

Meskipun magang dilakukan secara remote, Dhia mengakui bahwa proses pembelajaran yang ia dapatkan sangat komprehensif. Di bulan pertama magang, Dhia mendapatkan pengenalan terhadap environment Azura yang menjalankan serangkaian aplikasi yang terdistribusi secara kompleks. Pengenalan ini bertujuan untuk mengetahui jika perangkat bisa digunakan sebagai cloud computing platform yang nantinya akan digunakan untuk pembuatan, pengembangan, dan manajemen aplikasi atau project AI. “Cukup challenging di bulan pertama, jadi meskipun dilakukan secara remote, saya harus menyelesaikan modul dan sertifikasi global setiap bulannya, ditambah lagi dengan kuliah daring langsung dari mentor,” jelasnya.

Dhia mengaku juga turut dilibatkan dalam proyek kelompok maupun proyek individual (capstone project). Melalui capstone project, ia dapat mengasah kemampuan teknis dan presentasi. “Inilah yang istimewa dari magang di Microsoft Indonesia, saat lulus dari sertifikasi global, saya lebih percaya diri terhadap kemampuan saya di bidang data dan AI, terutama dalam penggunaan tools Microsoft Environment yang mana di Indonesia banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan”, terang Dhia.

Di bulan kedua, pekerjaan Dhia difokuskan pada AI fundamental, untuk memahami konsep machine learning dan AI dengan menggunakan Azure. Bulan ketiga, kerja magang difokuskan pada penggunaan Microsoft Power Platform, untuk membangun aplikasi menggunakan solusi low code/no-code. Di bulan terakhir, pekerjaannya berfokus pada membangun visualisasi data menggunakan Power BI, untuk membangun portofolio dengan membuat dashboard analysis dan storytelling data, lalu mempresentasi hasil temuannya tersebut. ”Sering juga saya bisa mendapatkan insight dari teman-teman yang berasal dari kampus lain dan bisa berkolaborasi melakukan proyek bersama sehingga menambah dan memperluas jaringannya,” tutur Dhia.

Meskipun magang secara remote, Dhia juga tidak luput dari kendala. Ia bercerita, saat latihan melalui laboratorium terdapat bagian-bagian atau langkah-langkah yang tertinggal dan untuk berkolaborasi dengan teman-teman lain agak sulit untuk menjaga kekompakan sehingga terkadang beban kerja kelompok tidak merata. Namun menurut Dhia, karena modul Microsoft yang lengkap dan penggunaan tools Microsoft banyak tersedia di luar, maka materi yang tertinggal dapat diperdalam melalui self-learning, termasuk dengan mencoba modul-modul selain yang ada di kurikulum.

Pengalaman magang yang Dhia jalani diakui mampu memberikan kontribusi untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Menurutnya, materi kuliah MISB yang paling berpengaruh untuk karir di bidang data analysis adalah data fundamental dan data visualisasi. Sebagai data analis yang harus memberikan laporan setiap hari, pemahaman terkait konsep data dan storytelling data sangat membantunya untuk menyelesaikan laporan tersebut. ”Saat ini saya sudah lulus dan magang ini sangat membantu pekerjaan saya sebagai Data Analis”, pungkasnya.

Reportase.    : B.Dia Listianingsih

Penulis.         : Triya Andriyani

 

Artikel Alumni FMIPA UGM Dapat Kesempatan Magang di Microsoft Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/alumni-fmipa-ugm-dapat-kesempatan-magang-di-microsoft-indonesia/feed/ 0
Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/#respond Thu, 11 Jul 2024 09:46:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66749 Duka mendalam kembali dirasakan UGM. Salah satu sosok terbaik yang pernah dimiliki UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D., telah berpulang pada Rabu (10/7), pukul 10.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawit Sari pada hari Kamis (11/7), pukul 10.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di Balairung UGM. […]

Artikel Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Duka mendalam kembali dirasakan UGM. Salah satu sosok terbaik yang pernah dimiliki UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D., telah berpulang pada Rabu (10/7), pukul 10.30 WIB di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM Sawit Sari pada hari Kamis (11/7), pukul 10.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan upacara persemayaman di Balairung UGM.

“Saya atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya Almarhum Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D,” ucap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.

Selama kurang lebih 41 tahun mengabdi di FMIPA UGM, Retantyo dikenal sebagai sosok yang ramah dan sabar oleh rekan sejawatnya. Semasa hidupnya Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang tekun dalam mendalami bidang ilmunya. Berkat ketekunan tersebut kurang lebih 43 hari yang lalu Almarhum dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi FMIPA UGM.

Dalam pengukuhan yang dilaksanakan tanggal 24 Mei 2024 lalu, Almarhum menyampaikan pidato dengan judul “Kecerdasan Artifisial dalam Bidang Kesehatan: Tinjauan Klasik Hingga Modern”. Almarhum menangkap fenomena penggunaan kecerdasan artifisial yang semakin masif dalam berbagai aplikasi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mendorong Almarhum untuk mengkaji tentang konsep kecerdasan buatan klasik hingga modern.

Penggunaan kecerdasan artificial, khususnya dalam bidang kesehatan merupakan bidang penelitian yang Almarhum tekuni sejak menjalani Program Doktor di University of Manchester Institute of Science and Technology hingga dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa Program Magister dan Doktor.

“Pada momen penghormatan terakhir ini, ijinkan saya menghaturkan terima kasih mendalam kepada Almarhum Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. atas pengabdian dan dedikasinya bagi UGM, khususnya bagi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Segenap amalan ilmu dan karya beliau, Insya Allah menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Paris
Fotografer: Firsto

Artikel Prof. Retantyo Wardoyo, Guru Besar FMIPA UGM Berpulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-retantyo-wardoyo-guru-besar-fmipa-ugm-berpulang/feed/ 0
FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/ https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/#respond Wed, 03 Jul 2024 01:49:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65681 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT […]

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM menggelar MIPA Business Gathering, Sabtu (29/6), di Gedung Utama PT PLN (Persero), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan platform diskusi antara akademisi dari perguruan tinggi dan praktisi dari industri dalam memperkuat riset kolaboratif. Lebih dari 100 mitra berasal dari berbagai sektor industri, seperti PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, GO Well Oilfield Technology, PT. Matur Nuwun Nusantara, Business Innovation Center dan industri lainnya ikut hadir. 

Dr. Fajar Adi Kusumo, M.Si. selaku ketua pelaksana dari MIPA Business Gathering, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/7), mengungkapkan bahwa isu employability atau kompetensi kerja saat ini mendapat perhatian dari FMIPA UGM khususnya terkait penyiapan kelulusan dalam memasuki dunia kerja. Untuk mendukung hal tersebut, FMIPA UGM perlu melakukan berbagai terobosan agar terjadi kerja sama antara kampus dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Acara MIPA Business Gathering ini kami adakan dalam rangka membuka dan mempererat silaturahmi antara kampus, dunia usaha dan dunia industri yang bertujuan untuk mengenalkan isu-isu di kampus yang memerlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Kemudian, kami juga ingin mengenalkan produk riset hasil inovasi kampus yang dapat mendukung industri dengan harapan produk-produk ini dapat dihilirasi dan bermanfaat untuk sektor pemerintah, industri, dan masyarakat,” ungkap Fajar.

Ia juga menyinggung perlunya jalinan komunikasi yang lebih erat antara kampus dengan dunia industri melalui beberapa aktivitas, salah satunya adalah peningkatan jumlah dosen yang berkegiatan di perusahaan atau dunia industri. Hal ini sangat penting karena akan berdampak pada proses pembelajaran dan menghasilkan mahasiswa yang lebih adaptif dengan kebutuhan di dunia industri. Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi karyawan perusahaan, FMIPA menyediakan program studi lanjut melalui  S2 dan S3 by research. Dijelaskan Fajar, program tersebut memiliki keunggulan berupa tidak adanya residensi sehingga riset bisa dilakukan sambil tetap bekerja di perusahaan, adapun bimbingan dapat dilakukan pada dosen di FMIPA UGM dan staf perusahaan yang memiliki kualifikasi di bidang tertentu.

Daniel Oscar Baskoro, M.Sc. selaku Chief Project Officer Smart City Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama), yang juga memberikan sambutan, menuturkan bahwa dosen berperan penting dalam membuat kajian riset untuk industri. Hasil riset akan ditangkap oleh industri untuk disempurnakan di bagian Research and Development (R&D). Oscar memastikan bahwa FMIPA UGM adalah salah satu mitra strategis bagi industri untuk memajukan perusahaan melalui penguatan R&D.

Alois Wisnuhardana selaku Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT PLN Persero, yang juga merupakan Alumni FMIPA UGM, mengungkapkan bahwa saat ini PLN memiliki tugas pokok untuk menjaga generasi penerus agar memiliki masa depan yang lebih baik dengan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. “Saat ini kami masih terus mengembangkan Electric Vehicle dan juga konversi kompor gas ke kompor listrik, tentunya memerlukan dukungan dari riset-riset kampus untuk terus mengakselerasi kegiatan R&D kami,” ungkap Alois.

Lebih lanjut, Aloise juga menjelaskan selain berkolaborasi dengan dosen, PLN memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni yang ingin berkontribusi pada industri kelistrikan melalui beberapa jalur, seperti jalur reguler dengan rekrutmen bersama BUMN, serta jalur pro hire dengan minimal pendidikan S2 dan S3 untuk ditempatkan di beberapa lini bisnis PLN.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak pada penguatan ekonomi Indonesia ini, terdiri atas diskusi yang terbagi dalam 2 panel, business gathering, dan paparan mitra industri dengan tema ‘Why Innovation is a Survival Issue (for Indonesia too). Pada panel 1, tema yang diangkat adalah Potensi Kerja Sama Departemen FMIPA UGM, dengan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., selaku moderator. Dalam hal ini, masing-masing Ketua Departemen menyampaikan paparan mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan seperti riset nanomaterial dan produk seismograf dari fisika, riset kimia industri serta pengelolaan limbah kimia dari kimia, riset aplikasi Tani Pintar dari ilmu komputer dan elektronika instrumentasi, dan riset tentang kriptografi dari matematika.

Reportase: Febriska Noor Fitriana (Humas FMIPA UGM)

Penulis: Triya Andriyani

Artikel FMIPA UGM Gelar Temu Bisnis dengan 100 Mitra Industri  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-gelar-temu-bisnis-dengan-100-mitra-industri/feed/ 0
UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/#respond Thu, 30 May 2024 11:42:04 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/ Universitas Gadjah Mada ikut berpartispasi dalam pameran Pendidikan Indonesia di Qatar atau the 1st Indonesian Education Expo yang diselenggarakan oleh KBRI Doha pada 11 dan 12 Mei 2024 di Rotana Hotel, City Center, Doha, Qatar. Selain UGM, ada  universitas negeri dan swasta Indonesia lainnya juga ikut andil pada pameran pendidikan Indonesia yang pertama kali diadakan di Qatar tersebut, […]

Artikel UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada ikut berpartispasi dalam pameran Pendidikan Indonesia di Qatar atau the 1st Indonesian Education Expo yang diselenggarakan oleh KBRI Doha pada 11 dan 12 Mei 2024 di Rotana Hotel, City Center, Doha, Qatar. Selain UGM, ada  universitas negeri dan swasta Indonesia lainnya juga ikut andil pada pameran pendidikan Indonesia yang pertama kali diadakan di Qatar tersebut, yakni Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Diponegoro,  Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Bina Nusantara.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, drg. Rosa Amalia, M.Kes.,Ph.D., dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (30/5), mengatakan UGM mengirimkan 9 orang delegasi yang merupakan perwakilan 3 fakultas dan 1 Direktorat untuk ikut berpartisipasi dalam pameran Pendidikan tersebut yaitu Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Psikologi serta Direktorat Kemitraan dan Relasi Global.

Dalam kegiatan pameran kali ini,  ujar Rosa,  delegasi UGM membawa misi untuk mempromosikan program International Undergraduate Program (IUP) dari prodi mereka masing-masing. “Khusus untuk Fakultas Kedokteran Gigi, kegiatan Edufair ini merupakan salah satu ajang promosi untuk program IUP mereka yang baru akan menerima mahasiswa pada 2025 mendatang,”  ujarnya.

Dalam kegiatan pameran Pendidikan kalin ini,  kata Amalia, booth UGM mendapat antusias yang cukup tinggi dari orang tua calon mahasiswa dan calon mahasiswa yang merupakan diaspora Indonesia.

Selain mengikuti expo, delegasi UGM juga sempat berkunjung ke Al-Khor, sebuah kota di Doha, dengan jumlah WNI yang cukup tinggi yang berdomisili di sana. Di Al-Khor, delegasi UGM dan ITS berkesempatan membuka sesi presentasi dan diskusi dengan diaspora di sana. Delegasi UGM juga berkesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan KAGAMA Qatar. “Sekitar 30 orang anggota KAGAMA Qatar hadir dan bersantap malam bersama-sama delegasi UGM,” ujarnya.

Sebagai informasi, menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Negara Qatar, saat ini terdapat sekitar 2.063 anak-anak diaspora Indonesia di Qatar. Mereka menempuh pendidikan di Qatar dalam berbagai jenjang dari pendidikan TK hingga SMA. Setiap tahunnya, mereka menjadi target berbagai lembaga pendidikan tinggi dari negara-negara lain untuk digaet dan dijadikan calon mahasiswa. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha telah turut mempromosikan pendidikan tinggi Indonesia, bukan hanya kepada anak-anak diaspora Indonesia tetapi juga kepada siswa asing lain di Qatar.

Sumber: OIA UGM

Editor: Gusti Grehenson

Artikel UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/feed/ 0
Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/#respond Tue, 28 May 2024 09:56:20 +0000 https://ugm.ac.id/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi, Selasa (28/5), di Ruang Balai Senat UGM. Dikukuhkannya Prof. Retantyo Wardoyo sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Sebelum mendedikasikan kariernya sebagai […]

Artikel Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Algoritma dan Komputasi, Selasa (28/5), di Ruang Balai Senat UGM. Dikukuhkannya Prof. Retantyo Wardoyo sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Sebelum mendedikasikan kariernya sebagai peneliti di bidang Ilmu Komputer, Prof. Retyanto pada awalnya merupakan pengajar di Departemen Matematika. Keputusan mengubah keahliannya bermula saat FMIPA UGM berencana untuk membuka program S2 Ilmu Komputer dan ia diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di University of Manchester. Saat bersekolah di Inggris inilah, ia mendalami model kecerdasan artifisial dalam bidang kesehatan. Peralihan bidang ilmu tersebut malah mengantarkan dirinya meraih jabatan fungsional tertinggi dalam bidang pendidikan.

Dalam pidato pengukuhannya, Retyanto mengungkapkan bahwa kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) merupakan salah satu cabang ilmu yang baru dikembangkan pada pertengahan abad 20, yaitu saat Perang Dunia ke II dan merupakan breakthrough dalam Ilmu Komputer. AI mengacu pada simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang di program untuk berpikir dan belajar seperti manusia. Mesin ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, hingga terjemahan bahasa. “Penerapan AI telah berkembang sangat pesat dan telah merevolusi berbagi bidang, salah satunya adalah bidang kesehatan,” ungkap Retyanto.

Menurutnya, dalam kondisi di mana kebutuhan akan pelayanan kesehatan semakin tinggi, AI dapat menjadi solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kualitas layanan. “Bahkan lewat analisis yang menyeluruh, AI dapat memberikan dukungan kesehatan mental yang personal dan terfokus. Hal ini termasuk pengenalan pola perilaku dan perubahan mood sehingga memungkinkan intervensi yang lebih tepat dan akurat,” tutur Retyanto.

Retyanto menambahkan, contoh lain dalam pemanfaatan AI di bidang kesehatan adalah untuk membantu menyelesaikan permasalahan pada keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh dokter jaga di Unit Gawat Darurat pada Rumah Sakit untuk menangani kasus stroke hemoragik. “Stroke hemoragik ini memiliki ’Golden Time’ periode kritis dimana intervensi cepat dan tepat bisa menghindari cacat permanen dan mengurangi risiko kematian,” ucapnya. Untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan tersebut, digunakan algoritma tertentu yang menganalisis data rekam medis pasien, sehingga membantu dokter umum dalam mengambil keputusan yang lebih akurat dan cepat dalam situasi kritis.

Sebelum mengakhiri pidatonya, pria yang sempat mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama di Ambon ini, mengucapkan terima kasih kepada banyak kolega dan rekan kerjanya. Retyanto juga mengapresiasi grup riset PGSD, nama kelompok bimbingannya di Program S3 Ilmu Komputer. Meski sudah menyandang Guru Besar, Retyanto berjanji akan terus produktif sebagai dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Komputer, FMIPA UGM. Hal ini terbukti dari banyaknya publikasi penelitian yang diterbitkan di jurnal nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Retantyo Wardoyo. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Retantyo Wardoyo, merupakan salah satu dari 42 Guru Besar aktif dari 58 Guru Besar yang pernah ada di FMIPA UGM.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Alihkan Bidang Penelitian dari Matematika ke Ilmu Komputer, Prof. Retantyo Wardoyo Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/alihkan-bidang-penelitian-dari-matematika-ke-ilmu-komputer-prof-retantyo-wardoyo-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/#respond Wed, 15 May 2024 03:40:29 +0000 https://ugm.ac.id/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM,  Prof. Drs. Roto, M. Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Kimia, Selasa (14/5). Dalam pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM, Roto menyampaikan pidato yang berjudul Analisis Kimia Berbasis Quartz Resonator dan Aplikasinya.  Roto mengatakan bahwa bidang kimia analitik menjadi cabang ilmu kimia yang […]

Artikel Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM,  Prof. Drs. Roto, M. Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Kimia, Selasa (14/5). Dalam pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM, Roto menyampaikan pidato yang berjudul Analisis Kimia Berbasis Quartz Resonator dan Aplikasinya. 

Roto mengatakan bahwa bidang kimia analitik menjadi cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang identifikasi, karakterisasi, dan kuantifikasi komponen-komponen dalam suatu sampel. Saat ini bidang kimia analitik digunakan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk. “Peran penting ilmu kimia analitik meliputi penentuan struktur senyawa dan analisis kuantitatif, kendali mutu, diagnostik medis, analisis forensik, hingga monitoring lingkungan, sebut Roto.

Metode analisis kimia yang bisa memberikan hasil secara cepat, akurat, selektif, dan sensitif dan telah digunakan selama lebih dari 30 tahun adalah Quartz Crystal Microbalance atau QCM. Roto menyebutkan bahwa prinsip kerja QCM didasarkan pada efek piezoelektrik yaitu ketika potensial listrik diterapkan pada kristal, kristal ini mulai bergetar dan menghasilkan gelombang suara kecil di dalam kristal, mirip dengan gelombang yang merambat melalui air saat menjatuhkan batu ke dalamnya. “Gelombang ini membantu alat mengukur massa benda yang menempel pada permukaan kristal,” ujarnya.

Roto menyebutkan bahwa para ahli memperkirakan terdapat empat tantangan terbesar terkait bidang kimia di abad 21 yaitu pencemaran lingkungan, krisis energi, kesehatan dan kedokteran, dan kekurangan bahan baku, termasuk bahan baku bahan pangan.

Pada aspek lingkungan, QCM dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pemantauan kualitas udara untuk secara kontinyu memantau konsentrasi gas polutan di lingkungan tertentu. Bahkan QCM memungkikan identifikasi dan pemantauan gas polutan yang potensial berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. “Grup penelitian kami dalam beberapa tahun terakhir dengan metode ini telah berhasil melakukan analisis amonia, formaldehida, alkohol rantai pendek yang berkolaborasi dengan peneliti dan University of Birmingham dan telah menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi yang terbit jurnal RSC Analyst,” ujarnya.

Roto juga menegaskan terkait keamanan pangan yang merupakan salah satu perhatian utama dunia karena secara langsung akan berpengaruh pada masalah kesehatan. QCM dapat dirancang untuk memantau proses produksi makanan dan adanya kontaminasi selama pengolahan, serta mendeteksi zat-zat berbahaya seperti residu pestisida.

Selain itu, metode analisis QCM memungkinkan pendeteksian patogen secara cepat di lokasi yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, seperti influenza, virus hepatitis B, dan bakteri yang resisten terhadap obat antibiotik. Akhir-akhir ini QCM banyak digunakan untuk tes mendeteksi virus. “Diagnosis dini agen penyebab penyakit menular seperti virus sangat penting untuk aplikasi klinis dan point-of-care,” paparnya.

Sensitivitas dan intervensi yang tinggi menjadi tantangan dari metode QCM sekaligus membuka penelitian untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa desain sensor QCM mungkin tidak dapat mendeteksi konsentrasi gas yang sangat rendah atau sangat tinggi. “Terkait hal ini, kami sudah melakukan beberapa pengendalian seperti mengkonversi cairan menjadi uap,” ujarnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Roto, menyebutkan bahwa Prof. Roto merupakan salah satu dari 460 guru besar aktif di UGM. Sementara itu, pada tingkat Fakultas, Prof. Roto merupakan salah satu dari 42 guru besar aktif dari 58 guru besar yang dimiliki FMIPA UGM.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Prof. Roto Dikukuhkan Guru Besar Bidang Kimia FMIPA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-roto-dikukuhkan-guru-besar-bidang-kimia-fmipa-ugm/feed/ 0
Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/#respond Wed, 08 May 2024 05:19:32 +0000 https://ugm.ac.id/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/ Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Material, Selasa (7/5), di ruang Balai Senat UGM. Dengan dikukuhkan Prof. Edi Suharyadi sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM. Dalam […]

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Fisika Material, Selasa (7/5), di ruang Balai Senat UGM. Dengan dikukuhkan Prof. Edi Suharyadi sebagai Guru Besar, menambah daftar dari 42 orang Guru Besar aktif yang ada di FMIPA UGM.

Dalam pidato pengukuhannya tentang perkembangan riset bidang nanomaterial magnetik dan aplikasinya, Edi Suharyadi menyampaikan bahan magnet merupakan komponen penting dari komputer, bahkan dalam industri militer, ruang angkasa, hingga bidang kesehatan dan lingkungan. Pertumbuhan penggunaan bahan magnet sebagian besar disebabkan oleh peningkatan sifat magnetik yang memungkinkan untuk dirancang menjadi perangkat yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih efisien. “Ketika ukuran bahan magnetik diperkecil ke skala nanometer atau nanomaterial, maka sifat fisik, listrik, dan kemagnetannya juga akan berubah,” kata Edi Suharyadi.

Menurutnya, salah satu pemanfaatan nanomaterial magnetik yaitu pada pengembangan teknologi hard disk drive yang sejarahnya dimulai ketika International Business Machines Corporation (IBM) mengembangkan perangkat penyimpanan magnetik pertama yang disebut random access method of accounting and control (RAMAC) pada tahun 1955.

Sedangkan pada bidang kesehatan, dalam mengatasi penyakit kanker, juga digunakan terobosan baru yaitu terapi hipertermia magnetik. Terapi ini menawarkan alternatif dalam pengobatan kanker dengan memanfaatkan panas lokal yang dihasilkan oleh nanopartikel magnetik saat terpapar medan magnet bolak-balik atau alternating magnetic field (AMF). “Mekanismenya, nanopartikel magnetik disuntikkan ke dalam jaringan kanker yang kemudian menjadi target. Nanopartikel memanaskan area yang terinfeksi, memungkinkan kerusakan pada sel kanker tanpa memberikan dampak signifikan pada jaringan sehat di sekitarnya,” tutur Edi.

Sebelum mengakhiri pidatonya, selain mengucapkan terima kasih kepada banyak kolega dan rekan kerjanya, Edi juga mengapresiasi grup riset ES-Club yang terdiri dari 42 anggota aktif di tahun 2024 yang terdiri dari asisten peneliti hingga mahasiswa bimbingan S1-S3 dan juga para alumninya. “Sebutan grup riset ES Club diambil dari terminologi electron spin disingkat ES yang merupakan salah satu fenomena fundamental dalam kemagnetan, tapi bagi kami ES bisa juga disingkat Edi Suharyadi,” candanya.

Meski sudah menyandang Guru Besar, Edi mengaku akan terus produktif sebagai dosen di Departemen Fisika, FMIPA UGM. Baginya, Guru Besar adalah buah atau bonus dari produktivitas dosen baik dalam pengajaran dan pendidikan, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar tujuan utama untuk mendapatkan jabatan fungsional saja.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc., turut memberikan pidato sambutan setelah mengalungkan samir Guru Besar pada Prof. Edi Suharyadi. Dalam pidatonya, ia menyebutkan Prof. Edi Suharyadi, merupakan salah satu dari 42 Guru Besar aktif dari 58 Guru Besar yang pernah ada di FMIPA UGM.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

 

Artikel Dosen FMIPA UGM Prof. Edi Suharyadi Dikukuhkan Guru Besar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-edi-suharyadi-dikukuhkan-guru-besar/feed/ 0
Terbaik di Indonesia, Lima Prodi FMIPA UGM Masuk Ranking 301- 610 Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/terbaik-di-indonesia-tiga-prodi-fmipa-ugm-masuk-ranking-459-610-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/terbaik-di-indonesia-tiga-prodi-fmipa-ugm-masuk-ranking-459-610-dunia/#respond Tue, 30 Apr 2024 10:39:13 +0000 https://ugm.ac.id/terbaik-di-indonesia-tiga-prodi-fmipa-ugm-masuk-ranking-459-610-dunia/ Lima prodi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada masuk dalam ranking  dunia dalam hasil pemeringkatan lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject 2024. Kelima prodi tersebut adalah prodi Elektronika dan Instrumentasi masuk dalam ranking 301-350 dunia dan peringkat satu di Indonesia, prodi Ilmu Komputer masuk peringkat […]

Artikel Terbaik di Indonesia, Lima Prodi FMIPA UGM Masuk Ranking 301- 610 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lima prodi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada masuk dalam ranking  dunia dalam hasil pemeringkatan lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds World University Ranking (QS WUR) by Subject 2024. Kelima prodi tersebut adalah prodi Elektronika dan Instrumentasi masuk dalam ranking 301-350 dunia dan peringkat satu di Indonesia, prodi Ilmu Komputer masuk peringkat 351-400 dunia, prodi Matematika yang masuk dalam peringkat 459 dunia dan nomor satu di Indonesia diikuti oleh prodi Matematika ITB di peringkat 504 dunia dan prodi Matematika UI 541 dunia.

Selanjutnya, prodi Kimia masuk dalam peringkat 512 dunia dan peringkat satu di Indonesia diikuti oleh prodi Kimia ITB di peringkat 554 dunia dan UI di peringkat 630 dunia. Kemudian prodi Fisika FMIPA UGM masuk dalam peringkat 610 dunia dan nomor dua di Indonesia di bawah prodi Fisika ITB yang masuk peringkat 555 dunia.

Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si., Ph.D., mengatakan dirinya mengaku sangat senang dan bangga atas masuknya tiga prodi FMIPA dalam jajaran top prodi ranking dunia. Hal itu sejalan dengan visi FMIPA untuk menjadi fakultas terkemuka dengan menyelenggarakan penelitian yang unggul dan inovatif guna mengembangkan  pendidikan bertaraf internasional.

“Fakultas MIPA UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 dengan menjaga peningkatan serapan alumni di dunia kerja, mempertahankan reputasi akademik, memperluas kontribusi kepada bangsa, dan mewujudkan kesejahteraan di lingkungan kampus,” kata Dekan dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/4).

Dalam pemeringkatan QS WUR By Subject diketahui kriteria penilaian meliputi  reputasi akademik, reputasi lulusan, sitasi per jurnal ilmiah, indeks produktivitas, dan dampak hasil publikasi, serta kerja sama publikasi internasional. Kuwat menuturkan di bidang akademik, FMIPA UGM terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan membuat strategi pengembangan dan penyusunan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. “Kita ingin  mewujudkan lulusan FMIPA UGM yang unggul dan memiliki skill mumpuni,” ujarnya.

Dari delapan prodi S1 dan 10 prodi magister dan doktor, empat prodi sarjana telah mendapatkan akreditasi internasional ASIIN yakni prodi ilmu komputer, prodi Elektronik dan Instrumentasi, prodi Matematika, dan prodi Statistika. Beberapa prodi lainnya tengah pengajuan akreditasi ASIIN tahun ini. Sedangkan prodi Magister Ilmu Komputer juga sudah mendapat akreditasi internasional ASIIN.

Untuk mendukung pembelajaran dan publikasi riset, kata Dekan, FMIPA memiliki 199 dosen aktif dimana sebaran dosen di tiap departemen cukup berimbang. FMIPA UGM sekarang ini memiliki 42 Dosen Guru Besar dan 134 dosen atau sebesar 67% dari total dosen sudah mendapatkan sertifikasi pendidik.

Rerata publikasi ilmiah setiap departemen sebesar 98,25 publikasi. Publikasi internasional karya dosen FMIPA UGM pada jurnal bereputasi Q1 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, dari 16,7% menjadi 23,8%. “Untuk total publikasi di jurnal internasional bereputasi sebanyak 252 maka pada tahun 2023 lalu turun menjadi 214 namun publikasi di jurnal bereputasi Q1 justru naik,” katanya.

Kuwat menyebutkan, rerata sitasi scopus per bulan pada tahun 2022 dan tahun 2023 naik sebesar 0,33. Begitu pula dengan sitasi Google Scholar per bulan pada tahun 2022 dan tahun 2023 naik sebesar 0,18. Soal jumlah pendanaan riset, Riset FMIPA UGM seringkali bekerja sama dengan pihak eksternal, baik industri maupun lembaga. Dana riset luar MIPA lebih banyak daripada internal, yaitu 83,5% dari total riset yang didanai.

Di bidang kerja sama, FMIPA sudah menjalin 145 kerja sama dalam negeri dan 23 kerja sama luar negeri. Berbagai kerja sama dengan mitra luar negeri meliputi 9 negara yaitu Jepang, Australia, Taiwan, Malaysia, United Kingdom, Singapura, Selandia Baru, Belanda, dan Jerman yang masih memberlakukan kerja samanya. “Jepang dan Australia merupakan negara dengan jumlah penandatanganan kerja sama terbesar dengan jumlah masing-masing 5 kerja sama,” paparnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat seperti pertukaran pelajar, kerja sama penelitian, penyelenggaraan pendidikan, dan pelatihan bersama, serta kolaborasi pendidikan doktor. Ia menyebutkan beberapa hasil kerja sama yang sudah dilakukan meliputi Dual degree program for BSc in Computer Science and Chemistry University of Birmingham, Dual degree for MSc in Computer Science Kanazawa University, Dual degree for MSc in Computer Science National Central University Taiwan, dan  Join degree for PhD in Mathematics University of Twente, Dual Master Degree in Computer Science National Taiwan University of Science and Technology, Double Degree for PhD National Tsing Hua University, Taiwan.

Sedangkan untuk reputasi lulusan, FMIPA telah melakukan tracer study dengan responden para alumni yang mengisi survei yang menyebutkan bahwa umumnya mereka mendapat pekerjaan kurang dari 3 bulan setelah kelulusan.

Di samping itu, pihaknya juga mendirikan Advisory Board FMIPA UGM merupakan salah satu program kerja sama antara Fakultas MIPA UGM dengan Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) yang melibatkan para alumni yang sudah menduduki posisi-posisi kunci, seperti Direktur, CEO, maupun manajer di bidangnya masing-masing. Pembentukan tim Advisory Board sejak tahun 2023 lalu ini dilakukan untuk mempercepat transformasi kampus FMIPA UGM menjadi kampus yang unggul dan inovatif dalam pelaksanaan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi.

Tim ini beranggotakan 63 alumni yang diketuai oleh Daniel Oscar Baskoro dan terbagi ke dalam tiga komisi, yaitu Komisi Strategi Pengembangan Kurikulum, Komisi Strategi Job Matching, dan Strategi Riset dan Inovasi.

Salah satu tugas dari tim ini adalah untuk meningkatkan employability dan lebih mendekatkan FMIPA UGM ke dunia industri sebagai output dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. “Termasuk menyusun strategi dalam mempermudah lulusan-lulusan FMIPA UGM untuk dapat mudah mendapatkan pekerjaan selepas tamat kuliah,” pungkasnya.

 

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Terbaik di Indonesia, Lima Prodi FMIPA UGM Masuk Ranking 301- 610 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/terbaik-di-indonesia-tiga-prodi-fmipa-ugm-masuk-ranking-459-610-dunia/feed/ 0
Mau Tahu Prodi Favorit di FMIPA UGM? Yuk, Simak! https://ugm.ac.id/id/berita/mau-tahu-prodi-favorit-di-fmipa-ugm-yuk-simak/ https://ugm.ac.id/id/berita/mau-tahu-prodi-favorit-di-fmipa-ugm-yuk-simak/#respond Mon, 29 Apr 2024 04:47:36 +0000 https://ugm.ac.id/mau-tahu-prodi-favorit-di-fmipa-ugm-yuk-simak/ Kamu ingin kuliah di bidang komputer, sains, dan matematika atau bidang ilmu pengetahuan alam lainnya?  jika iya, tidak salah jika kamu pilih kuliah di pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada. Kuliah di sini bukan hanya tentang minat, tetapi juga tentang memahami manfaatnya dalam pengembangan karir kamu di masa depan dan […]

Artikel Mau Tahu Prodi Favorit di FMIPA UGM? Yuk, Simak! pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kamu ingin kuliah di bidang komputer, sains, dan matematika atau bidang ilmu pengetahuan alam lainnya?  jika iya, tidak salah jika kamu pilih kuliah di pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada. Kuliah di sini bukan hanya tentang minat, tetapi juga tentang memahami manfaatnya dalam pengembangan karir kamu di masa depan dan kontribusi terhadap masyarakat. Selain kuliah, setelah lulus kamu dicarikan pekerjaan untuk bekerja di perusahaan multinasional baik dalam dan luar negeri.

Untuk jenjang program sarjana, FMIPA UGM menawarkan 8 prodi yang bisa kamu pilih yakni, prodi Ilmu Komputer, Ilmu Aktuaria, Geofisika, Fisika. Selanjutnya, prodi Elektronika dan Instrumentasi (Elins), Statistika, Matematika, dan Kimia.

Menurut Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Eng. Kuwait Triyana,  M.Si., Ph.D.,  dari delapan prodi, prodi Ilmu Komputer menarik jumlah peminat terbesar yakni sejumlah 3.924 calon mahasiswa dengan daya tampung 90, namun yang melakukan registrasi 76 orang. “Artinya rata-rata hanya satu pendaftar yang diterima dari 43 orang pendaftar,”  kata Kuwat dalam keterangannya kepada wartawan, senin (29/4).

Sementara untuk program studi dengan daya tampung terbesar adalah Program Studi Kimia yaitu sebesar 159 mahasiswa dengan jumlah peminat mencapai 1.250 orang calon mahasiswa.

Di luar jalur reguler,  FMIPA memiliki tiga prodi International Undergraduate Program (IUP) yakni prodi yakni Elins, Ilmu Komputer dan Kimia. Jumlah peminat dan daya tampung terbesar diduduki oleh  Program Studi Ilmu Komputer yaitu sebesar 422 peminat dan daya tampung sebesar 72 mahasiswa.

Soal masa studi dan prospek kerja para lulusan, Dekan Kuwat menyebutkan total lulusan tahun akademik 2022/2023 sebanyak 638 orang dengan rata rata lama studi 4 tahun 3 bulan dan rata-rata perolehan IPK 3,36. Selanjutnya rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama yang layak, berwirausaha, atau melanjutkan studi adalah 1,5 bulan.

Upaya FMIPA UGM dalam meningkatkan kualitas mahasiswanya tercermin dari kolaborasi dengan perusahaan asing, salah satunya dengan Asean Nagoya Club (ANC) Japan. Menurut Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM, kehadiran kantor Japan Career Center FMIPA UGM membuka peluang bagi lulusan untuk bekerja di Jepang.

Untuk menunjang proses pembelajaran dan kreativitas mahasiswa, FMIPA difasilitasi oleh 24 Laboratorium, Perpustakaan, Alumni Corner, Career Centre, Masjid, dan UGM-Hotspot yang terbesar di berbagai titik di lingkungan fakultas. Dengan jumlah dosen sebanyak 201 dan supporting staff sebanyak 141, FMIPA UGM terus mendorong dirinya untuk menjadi yang terkemuka secara nasional dan terkenal secara internasional.

Putri Salsabilla, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2024, mengatakan bahwa keinginannya untuk terlibat dalam industri energi terutama energi bersih dan terbarukan membuatnya memilih prodi Geofisika. Praktikum geologi dasar dan petrologi, praktikum non-seismik, dan lokakarya menjadi pilihan mata kuliah favoritnya. “Tidak hanya memberikan perluasan di pengetahuan, mata kuliahnya juga memberikan gambaran terkait pengaplikasian ilmu secara langsung dan peningkatan soft skill, seperti kerja sama tim,” ujarnya.

Kegiatan praktikum lapangan juga memberikan kesempatan bagi Putri untuk mengunjungi tempat-tempat indah dan eksotik di Indonesia, meliputi Karasambung, Pacitan, Dieng, dan Gunung Ijen. Selain itu, ruang referensi juga menjadi tempat untuknya berdiskusi bersama mahasiswa dan dosen. Terkait prospek kerja, ia tertarik untuk terlibat dalam industri eksplorasi energi, terutama dalam sektor minyak, geothermal dan energi terbarukan.

Berbeda dengan Putri, Angga Rustico justru memilih Elektronika dan Instrumentasi (Elins). Ia mengaku mempertimbangkan passing grade nilai UTBK yang didapatnya pada waktu itu. “Saya memilih elins karena senang dengan mata kuliahnya yang berhubungan dengan robotika dan elektronika,” ujarnya.

Dipercaya menjadi Presiden Himpunan Mahasiswa Elektronika Instrumentasi (HMEI) FMIPA UGM, Angga membagikan tips dalam membagi waktu antara kegiatan akademik dan non akademiknya. Selama semester 4 dan 5, ia mengikuti kegiatan magang, ikut Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI), kepanitiaan, serta organisasi. “Saya membagi waktu di aplikasi kalender sehingga tahu prioritas kegiatan apa saja, serta menghindari multitasking karena menurut saya itu tidak efisien,” ucap Angga.

Ditanya soal pengalaman dirinya menjadi Presiden HMEI UGM, Angga mengaku ia banyak belajar dalam menghadapi berbagai masalah seperti masalah keuangan dan persiapan event, namun pengalaman ini memberinya pelajaran berharga. “Saya belajar berkomunikasi dengan banyak pihak, mengambil suatu keputusan, dan berdiskusi untuk mencapai suatu mufakat dengan berbagai pendapat yang berbeda,” paparnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Mau Tahu Prodi Favorit di FMIPA UGM? Yuk, Simak! pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mau-tahu-prodi-favorit-di-fmipa-ugm-yuk-simak/feed/ 0
FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/ https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/#respond Thu, 28 Mar 2024 05:25:37 +0000 https://ugm.ac.id/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM membuka peluang para lulusannya bekerja di banyak perusahaan di Jepang. Oleh karena itu penguasaan skill dalam bidang komputer, ilmu sains, dan Artificial intelligence sangat diperlukan disamping penguasaan Bahasa Jepang yang akan diajarkan pada mahasiswa sejak awal. Hal itu mengemuka dalam peluncuran Japan Career Center (JCC) FMIPA UGM, […]

Artikel FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM membuka peluang para lulusannya bekerja di banyak perusahaan di Jepang. Oleh karena itu penguasaan skill dalam bidang komputer, ilmu sains, dan Artificial intelligence sangat diperlukan disamping penguasaan Bahasa Jepang yang akan diajarkan pada mahasiswa sejak awal. Hal itu mengemuka dalam peluncuran Japan Career Center (JCC) FMIPA UGM, Rabu (27/3) di ruang Auditorium FMIPA UGM. Selain peluncuran kantor Japan Career Center, juga ditandatangani penandatangan nota kesepahaman antara FMIPA UGM dan Asean Nagoya Club (ANC) Japan.

Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengatakan adanya kantor Japan Career Center FMIPA UGM ini membuka potensi terbukanya kesempatan kerja di Jepang bagi lulusan. Sebab JCC ini akan menjadi fasilitator untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang berkualitas melalui program pendampingan dan sumber pusat informasi peluang pekerjaan.“Lapangan kerja di Jepang sangat besar sekali di tengah pertumbuhan penduduk mereka yang menurun, usia produktif juga menurun. Saya kira ini harus dimanfaatkan dengan strategis. Kelak dalam rentang 2-3 sampai 10 tahun, lulusan yang sudah bekerja di Jepang ini siap menjadi orang profesional, menjadi mitra baru dan mampu membangun jejaring dengan sangat baik,” kata Kuwat.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, Dekan Kuwat menyebutkan bidang kerja teknologi informasi termasuk yang paling banyak menyerap lulusan dari FMIPA UGM. Namun begitu, pihaknya akan mendorong bidang kerja lain. “Bidang Information Technology (IT) yang selama ini banyak diserap. Tentunya akan diperluas pada bidang lain agar seluruh lulusan dari seluruh prodi bisa terserap semua,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan, Dekan Kuwat mengatakan dengan adanya kantor JCC ini akan makin memperluas jejaring internasional dan semakin banyak lulusan FMIPA UGM yang menjadi warga global. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan lulusan S1 dan S2 sebagai tenaga profesional dan siap bekerja di berbagai perusahaan ternama di Jepang.

Menurut Kuwat, lulusan FMIPA terbuka lebar untuk bekerja di banyak perusahaan. Selain bidang IT untuk lulusan ilmu komputer, lulusan prodi Fisika bisa bekerja di industri semikonduktor, lulusan kimia bisa bekerja di industri kosmetik, lulusan prodi matematika juga bisa bekerja di bagian data sains. “Artinya akan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Soal kerja sama dengan ANC Japan, Kuwat menuturkan bahwa perusahaan ini sudah bekerja sama dengan lebih dari 700 perusahaan di Jepang. Dengan kerja saat ini membuka peluang bagi mahasiswa sedari awal untuk mendapatkan informasi peluang kerja, proses rekrutmen hingga kegiatan pengembangan potensi diri untuk siap bekerja di negara sakura tersebut. “ANC ini sudah kerja sama dengan 700 perusahaan dari Jepang, saya kira bisa jadi pasar kerja yang bagus. Tujuan kita akan semakin banyak alumni yang kerja di sana,” katanya.

Advisor ANC Japan,  Indra Kesuma Nasution mengatakan sekitar 67 persen industri di Jepang berada di Nagoya. Menurutnya, saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga ahli untuk mendukung industri terus maju dan berkembang. Sehingga membutuhkan SDM berkualitas dari Indonesia. “Bisa saya ibaratkan, masalah di Indonesia sebenarnya bisa diselesaikan oleh Jepang dari teknologi sistem pertanian, transportasi. Tapi sebaliknya masalah Jepang bisa diselesaikan oleh orang Indonesia lewat SDM,” ujarnya.

Indra menerangkan ANC Japan merekrut SDM tidak hanya dari Indonesia namun juga SDM dari kawasan Asia Tenggara. Untuk di Indonesia, ANC Japan sudah melakukan perekrutan batch kelima dimana sebanyak 212 orang sudah diterima bekerja di berbagai perusahaan di Jepang. “Ada 212 orang. Dari ratusan itu, lebih banyak alumni FMIPA UGM sebanyak 80 orang.  Mereka bekerja di Tokyo dan Nagoya, ada yang di industri manufaktur, finance, programming, dan Artificial intelligence. Banyak anak FMIPA bekerja di sana. Di satu sisi kita bangga, mereka kontribusi mereka  besar sekali karena apa yang mereka lakukan  menghasilkan produk dan jasa yang diperlukan warga Jepang, Amerika, Eropa, hingga Asia dan bermanfaat bagi masyarakat dunia,” jelas alumnus prodi Hubungan Internasional Fisipol UGM ini.

Diakui Indra, para lulusan Indonesia yang bekerja di Jepang juga terbuka kesempatan lebar untuk bekerja Amerika Serikat maupun di Eropa dengan skill yang mereka dapatkan selama bekerja di perusahaan Jepang.

Selain keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki, perusahaan Jepang menurut Indra juga sangat senang bisa merekrut lulusan dari perguruan tinggi di Yogyakarta karena memiliki etos kerja tinggi dan memiliki perilaku sopan santun yang hampir mirip dengan budaya orang Jepang. “Dikenal memiliki etos kerja yang baik dan alumni Jogja dikenal juga dengan sikap sopan santunnya,” pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel FMIPA UGM Buka Peluang Lulusan Bekerja di Jepang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fmipa-ugm-buka-peluang-lulusan-bekerja-di-jepang/feed/ 0