FKT UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fkt-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Wed, 24 Apr 2024 06:03:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/#respond Wed, 24 Apr 2024 06:03:01 +0000 https://ugm.ac.id/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/ Sepasang suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (23/4), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pasangan suami istri ini adalah Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M. Hum., dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P.,dari Fakultas Kehutanan UGM  dikukuhkan bersama tepat di hari ulang tahun sang istri […]

Artikel Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sepasang suami istri dikukuhkan Guru Besar Universitas Gadjah Mada secara bersama pada Selasa (23/4), di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pasangan suami istri ini adalah Prof. Dr. Tata Wijayanta, S.H., M. Hum., dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P.,dari Fakultas Kehutanan UGM  dikukuhkan bersama tepat di hari ulang tahun sang istri yang ke-59.

Prof Tata mendapat kesempatan pertama menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Balai Harta Peninggalan sebagai Kurator Publik dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Kepailitan: Peluang dan Tantangan.

Di ujung pidato pengukuhannya, Prof. Tata mengatakan meraih jabatan Guru Besar merupakan proses yang panjang. Jabatan ini bukan hanya capaian akademik, namun juga refleksi atas perjuangan yang tidak terwujud tanpa bantuan dan pengorbanan banyak pihak, termasuk dari dukungan istrinya.

Prof. Tata mengaku, ia harus menunggu selama 10 tahun untuk dapat dikukuhkan menjadi Guru Besar bersama sang istri. Meski selama kurun waktu itu, pihak Dekanat selalu mengingatkan dirinya untuk segera melaksanakan pidato pengukuhan. Namun ia tetap kukuh dan bersabar seraya menunggu sampai istrinya mendapat gelar Profesor. “Saya bersyukur, pada hari ini pidato pengukuhan Guru Besar ini dapat saya lakukan,” jelasnya.

Kepada sang istri, Prof Tata menyampaikan ucapan terima kasih karena selalu memberikan dukungan moril dengan pengorbanan tenaga, waktu, dan biaya sehingga ia bisa mendapat gelar Guru Besar. Namun di kesempatan itu,  Prof. Tata juga sempat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada istri tercintanya.  “Tentunya secara khusus juga saya ucapkan pada momen yang sangat berbahagia ini, Selamat Ulang Tahun, sehat, sukses, dan selalu bermanfaat bagi sesamanya,” ucapnya.

Selanjutnya, pada pidato pengukuhan Prof. Sri Rahayu menyampaikan pidato pengukuhan tentang peran patologi hutan di tengah perubahan iklim global. Menurut Sri, terdapat ratusan jenis patogen yang berinteraksi dengan ekosistem hutan tanaman. Namun adanya perbedaan tingkat pengetahuan tentang fisiologi, siklus hidup dan iklim yang mendukung perkembangan patogen sehingga menjadi tantangan bagi para ahli penyakit hutan. Sementara daftar spesies patogen secara khusus telah ditangani oleh para peneliti jumlahnya masih sangat sedikit. “Perubahan iklim global akan terus terjadi termasuk juga di Indonesia, maka risiko akan terjadi outbreak penyakit hutan semakin meningkat potensinya. Permasalahan ini sangat kompleks dan perlu ditangani secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak terkait,”  katanya.

Di akhir pidatonya,  Prof. Sri Rahayu tidak lupa juga menyampaikan ungkapan rasa terima kasih dan perasaan cintanya pada sang suami atas dukungan yang telah diberikan dengan berjuang bersama-sama dari awal. “Terima kasih selalu memberikan doa dukungan dan kasih sayang dan cintanya selama ini. Sehingga saya berada pada tahap pencapaian ini. Semoga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,”  pungkasnya.

Penulis: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Rela Menunggu 10 tahun, Pasangan Suami Istri Dikukuhkan Bareng Jadi Guru Besar UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/rela-menunggu-10-tahun-pasangan-suami-istri-dikukuhkan-bareng-jadi-guru-besar-ugm/feed/ 0
Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/#respond Fri, 19 Apr 2024 10:03:28 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/ Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan Partido State University – College of Environmental Science and Environmental Design, Filipina. Kedua universitas menyepakati kerja sama dalam bidang pertukaran mahasiswa, pertukaran staf pengajar dan/ atau peneliti, dan melaksanakan kegiatan bersama untuk penelitian dan publikasi. Naskah perjanjian […]

Artikel Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan Partido State University – College of Environmental Science and Environmental Design, Filipina. Kedua universitas menyepakati kerja sama dalam bidang pertukaran mahasiswa, pertukaran staf pengajar dan/ atau peneliti, dan melaksanakan kegiatan bersama untuk penelitian dan publikasi.

Naskah perjanjian keduanya telah ditandatangani oleh Arnel B. Zarcedo, Ph.D, selaku Presiden SUC III, Universitas Negeri Partido, Goa, Camarines Sur, Filipina dan Sigit Suarta, S.Hut., MP., M.Si., Ph.D selaku Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Dalam penandatanganan perjanjian yang dilakukan secara daring, ini turut menyaksikan Dr. Michael A. Clores, Vice President for Academic Affairs, ParSU, Prof. Patricia M. Candelaria, Vice President for Research, Extension, and Knowledge Management, ParSU, Prof. Charlie M. Balagtas, Vice President for Administration and Finance, ParSU dan Ms. Leih Anne R. Odono, Board Secretary/ International Affairs Director, ParSU. Sementara dari pihak UGM antara lain Prof. Dr. Apt. Puji Astuti, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Widiyatno, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan, serta Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan.

Dalam perjanjian ini keduanya juga menyepakati untuk penyelenggaraan bersama kegiatan-kegiatan seminar dan pertemuan akademik, perkuliahan dan penyelenggaraan seminar internasional, pertukaran materi akademik dan informasi lainnya, serta penyelenggaraan program akademik khusus jangka pendek. Untuk program pertukaran mahasiswa disebutkan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar mendapat pengalaman kolaborasi dan pertukaran internasional, serta untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Filipina dan Indonesia melalui pendidikan.

“Untuk masa studi bagi mahasiswa pertukaran diatur bahwa peserta program ini adalah satu semester atau satu tahun akademik tetapi dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua universitas, dan jumlah mahasiswa yang ditukar berdasarkan Perjanjian ini tidak boleh lebih dari tiga mahasiswa di setiap universitas,” ujar Puji Astuti, di Kampus UGM, Jum’at (19/4).

Sedangkan untuk pertukaran fasilitas dan peneliti, disebutkan keduanya akan secara aktif berupaya untuk mendorong pertukaran dosen dan/atau peneliti bersama untuk jangka waktu tertentu. Pertukaran ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti kunjungan fakultas secara individu, jangka pendek, dan jangka panjang, penelitian bersama, dan proyek pengembangan.

“Tentunya kedua universitas juga akan secara bersama mencari sumber pendanaan eksternal untuk memfasilitasi pertukaran ini,” terang Puji.

Sigit Suarta merasa bersyukur telah ditandatangani kerja sama ini. Beberapa bidang yang akan dilakukan bersama meliputi student exchange, staff mobility, joint research, dan lain sebagainya, menurutnya akan memberi manfaat dan keuntungan bagi kedua universitas.

“Keuntungan yang akan didapat bagi kita adalah bahwa kita akan dipakai sebagai referensi pengembangan ilmu kehutanan tropika bagi prodi baru mereka,” ungkapnya.

Dalam kerja sama ini, mereka telah siap untuk mengirimkan dosen dan mahasiswanya untuk melanjutkan studi di Fakultas Kehutanan UGM. Dengan kerja sama ini memberi harapan bagi civitas akademika FKT UGM berupa kesempatan mendapatkan mitra kerja sama untuk pengembangan keilmuaan kehutanan.

“Tentu saja dengan kerja sama ini juga akan memperluas jejaring bagi aktivitas global dalam upaya menyelamatkan bumi dari pemananasan global,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Fakultas Kehutanan dan Partido State University Filipina Jalin Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kehutanan-dan-partido-state-university-filipina-jalin-kerja-sama/feed/ 0