FKG UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fkg-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 12 Nov 2024 08:32:24 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pemeriksaan Kesehatan Secara Gratis untuk Warga Sekitar Kebun Teh Pagilaran https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lakukan-pemeriksaan-kesehatan-secara-massal-di-wilayah-pt-pagilaran/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lakukan-pemeriksaan-kesehatan-secara-massal-di-wilayah-pt-pagilaran/#respond Mon, 11 Nov 2024 00:16:23 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72667 Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya mempengaruhi penampilan tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tanpa kesehatan mulut yang baik, kualitas hidup secara umum, seperti kemampuan untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi akan terganggu. Namun sayangnya, ketersediaan tenaga medis gigi masih sangat terbatas. Disparitas dokter dan perawat gigi yang tinggi antar daerah […]

Artikel Pemeriksaan Kesehatan Secara Gratis untuk Warga Sekitar Kebun Teh Pagilaran pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya mempengaruhi penampilan tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tanpa kesehatan mulut yang baik, kualitas hidup secara umum, seperti kemampuan untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi akan terganggu. Namun sayangnya, ketersediaan tenaga medis gigi masih sangat terbatas. Disparitas dokter dan perawat gigi yang tinggi antar daerah di Indonesia menyebabkan banyak masyarakat yang tidak terlayani dan terinformasi dengan baik terkait kesehatan gigi maupun mulut. Hal ini yang turut terjadi di masyarakat sekitar PT Pagilaran, Batang, Jawa Tengah. Klinik kesehatan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan staf beserta keluarga maupun warga sekitar sudah lama tidak beroperasi.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada bersama dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat mengadakan program pengabdian berupa pemeriksaan gigi serta kesehatan umum lainnya pada Sabtu (9/11) bagi warga di sekitar PT Pagilaran. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian Dies Natalis UGM yang ke-75. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si berujar PT Pagilaran sebagai bagian dari unit usaha UGM diharapkan tidak hanya sebagai lokasi produksi ekonomi saja, tetapi juga menjadi bagian dari produksi pengetahuan sekaligus pengabdian. Pergantian manajemen baru di PT Pagilaran dinantikan dapat membawa perubahan termasuk kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar perusahaan.“Kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk mengelola kepercayaan pager mangkok (masyarakat sekitar) sebagai mitra terdekat kita untuk menghadapi banyak tantangan kedepannya,” ujar Arie. 

Ia percaya keberadaan perusahaan akan mampu membawa kesejahteraan serta meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Arie juga menyinggung keberlanjutan program pengabdian hasil kolaborasi perusahaan dengan lintas unit kerja yang ada di UGM ini agar tidak terhenti begitu saja mengingat potensi produksi pengetahuan yang akan terjadi begitu besar. “Tadi saya dengar dari Prof. Bundi, kalau ternyata limbah debu dari daun teh yang ada di pabrik bisa menjadi alternatif senyawa aktif yang bisa digunakan untuk produk kesehatan gigi,” tuturnya. 

Arie berpesan agar PT Pagilaran sebagai laboratorium alam UGM dapat menjadi legitimasi bagi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, yang mampu mengelaborasi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara bersamaan.

Prof. Dr. drg. Widowati Siswomihardjo, M.S sebagai inisiator program pengabdian bercerita mengenai kenangannya ketika berkunjung ke PT Pagilaran saat menjadi dokter muda 35 tahun yang lalu. “Saat itu klinik pengobatan berjalan dengan baik, dokternya ada dan tersedia, tapi kog pas tahun lalu saya mengajak mahasiswa Program Doktor ke sini, semuanya berubah, saya langsung terpikir harus melakukan sesuatu, apalagi perusahaan ini menjadi bagian dari UGM,” kenangnya.

Widowati yang akrab disapa Bundi ini, lalu mengadakan screening ke SD Negeri Keteleng sebagai fasilitas pendidikan terdekat dengan perusahaan. Hasil dari screening massal yang dilakukan, memang siswa tidak menunjukkan indikasi stunting, namun kesehatan gigi menjadi masalah utama yang harus segera diselesaikan. “Dari screening itu, saya lapor ke Pak Dekan dan juga Pak WR Arie, alhamdulilah mendapat sambutan positif dan malah ditempelkan pada kegiatan Dies Natalis UGM,” ceritanya. Widowati menjelaskan kesehatan gigi tentunya akan meningkatkan kualitas hidup seseorang sehingga ia berharap program pengabdian ini akan terus berkelanjutan bukan hanya menjadi formalitas Dies Natalis semata.

Direktur Utama PT Pagilaran, Hadianto Djoko Djuliarso, yang baru saja dilantik dua bulan lalu ini menggantungkan harapan terkait peluang pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan UGM. Sebagai perusahaan padat karya dengan 1.100 tenaga kerja, ia secara pribadi menginginkan agar staf dan keluarga dapat merasakan manfaat dan kesejahteraan dalam bentuk lain, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh klaster kesehatan UGM. “Semoga ke depannya program-program pemberdayaan dapat bermunculan dan membawa manfaat tidak hanya bagi staf dan juga keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar PT Pagilaran,” pungkasnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta kesehatan umum lainnya dilakukan oleh para dokter dan juga mahasiswa koas yang menjalankan tugas di RSGM dan RSA UGM. Pemeriksaan gigi diarahkan sesuai dengan kebutuhan pasien, berupa pemeriksaan awalan, cabut gigi, tambal gigi, maupun konsultasi keluhan gigi lainnya. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan tubuh berupa pemantauan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan konsultasi keluhan kesehatan umum lain. Pemeriksaan kesehatan terbagi menjadi dua lokasi, yaitu di PT Pagilaran bagi staf dan keluarga, dan SD Negeri Keteleng sebagai lanjutan dari screening yang sudah dilakukan di tahun 2023.

Penulis/Foto: Triya Andriyani

Artikel Pemeriksaan Kesehatan Secara Gratis untuk Warga Sekitar Kebun Teh Pagilaran pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-lakukan-pemeriksaan-kesehatan-secara-massal-di-wilayah-pt-pagilaran/feed/ 0
Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/#respond Fri, 14 Jun 2024 12:37:04 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65207 Maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat tidak terkecuali penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga kesehatan bak pisau bermata dua. Jika tidak dilakukan dengan bijak, maka akan berpotensi menimbulkan sengketa medis dan melanggar kaidah-kaidah etik. Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Dr. drg. Julita Hendrartini, M. Kes., AAK., menyebutkan media sosial […]

Artikel Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat tidak terkecuali penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit dan tenaga kesehatan bak pisau bermata dua. Jika tidak dilakukan dengan bijak, maka akan berpotensi menimbulkan sengketa medis dan melanggar kaidah-kaidah etik.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Dr. drg. Julita Hendrartini, M. Kes., AAK., menyebutkan media sosial memiliki manfaat seperti memperluas jaringan pertemanan, tetapi terdapat risiko yang mengarah pada sengketa medis dan juga etika penggunaan media sosial khususnya bagi tenaga kesehatan. “Penting bagi seluruh tenaga kesehatan agar dapat terhindari dari masalah hukum dan tuntutan pasien kedepannya, sehingga perlu bijak dalam menggunakan medsos,” kata Julita dalam webinar yang bertajuk Bijak Bermedia Sosial dalam Pelayanan Kesehatan, Sabtu (8/6) lalu.

Anjar Umarjianto, S.H., S. Kom., MARS, Pendiri dan Ketua Umum Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), menyebutkan bahwa tenaga kesehatan memegang tanggung jawab dan nilai yang besar di mata masyarakat sebagai profesi yang mulia.   Anjar menyebutkan bahwa terdapat tiga etika yang harus diperhatikan oleh penyedia layanan kesehatan baik rumah sakit maupun petugas kesehatan. Pertama, pemahaman umum, sebagai tenaga kesehatan, disarankan untuk tidak boleh pamer diri, menyinggung SARA, menghujat, dan membagikan sesuatu tanpa sumber yang jelas. Etika kedua adalah etika profesi, di mana setiap profesi memiliki kode etik yang harus dipatuhi. Etika ketiga adalah etika institusi, yang mencakup etika di tempat kerja yang harus menjaga martabat institusi serta mengikuti etika promosi rumah sakit yang berlaku.

Menurut keputusan MKEK 029/PB/K.MKEK/04/2021, terdapat 13 fatwa etik dokter bermedia sosial. Salah satu yang terpenting yaitu penggunaan media sosial untuk membahas hoax atau informasi keliru terkait kesehatan atau kedokteran merupakan tindakan yang mulia selama sesuai kebenaran ilmiah, etika umum, etika profesi, serta peraturan perundangan yang berlaku. “Saat ini, hoax yang beredar di Indonesia menempatkan topik kesehatan pada urutan ketiga terbanyak sehingga dibutuhkan tindakan mulia untuk mengkonfirmasi informasi yang keliru tersebut,” paparnya.

Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, Dr. drg. Hari Pudjo  menyatakan bahwa dokter gigi dan rumah sakit bisa dituntut atas pelanggaran kode etik, disiplin, dan hukum secara bersamaan. Sebagai contoh, dokter gigi yang mengajak publik untuk datang ke praktiknya telah melanggar kode etik. “Jika seorang dokter gigi mengklaim mampu melakukan semua jenis praktik, padahal ia hanya seorang ortodontis, maka ia telah melakukan pelanggaran disiplin,” katanya.

Selain itu, apabila praktik dokter gigi menyebabkan kerugian pada kesehatan atau penampilan gigi pasien, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum seperti apa yang tertuang pada pasal 305 dan 306 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Hari menyebutkan bahwa sanksi atas pelanggaran iklan layanan kesehatan berupa sanksi administrasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan berupa pencabutan izin usaha maupun pencabutan Surat Izin Praktik. “Segala bentuk pelanggaran etik maupun disiplin yang merugikan dapat dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum,” ujarnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Freepik

Artikel Tenaga kesehatan Diminta Bijak Menggunakan Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tenaga-kesehatan-diminta-bijak-menggunakan-medsos/feed/ 0
FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/#respond Sun, 09 Jun 2024 10:59:52 +0000 https://ugm.ac.id/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/ Lembaga pemeringkat Universitas Dunia untuk Inovasi atau the World’s Universities with Real Impact (WURI), menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) masuk ke peringkat 50 besar dunia dalam rilis hasil pemeringkatan yang dikeluarkan pada hari jumat (7/6) lalu. Menanggapi hasil pemeringkatan Global 100 Innovative Universities the WURI Ranking 2024, Dekan FKG UGM, Prof. […]

Artikel FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lembaga pemeringkat Universitas Dunia untuk Inovasi atau the World’s Universities with Real Impact (WURI), menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) masuk ke peringkat 50 besar dunia dalam rilis hasil pemeringkatan yang dikeluarkan pada hari jumat (7/6) lalu.

Menanggapi hasil pemeringkatan Global 100 Innovative Universities the WURI Ranking 2024, Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M.,Ph.D., mengaku senang dan bersyukur atas debutan FKG UGM bisa menembus posisi 50 besar dunia dalam hal inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Hasil pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kita punya kekuatan dalam hal inovasi yang bisa diakui dari eksternal tentu sesuatu yang luar biasa bisa masuk dalam deretan 100 top dunia,” kata Suryono, Minggu (9/6).

Masuknya UGM dan khususnya Fakultas Kedokteran Gigi dalam daftar 100 universitas dunia ini menurut Suryono tidak lepas atas dampak dari inovasi di bidang pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang hampir tidak dimiliki oleh perguruan tinggi besar di luar negeri. “Kebanyakan hanya mengandalkan pendidikan dan penelitian dan mereka kuat dalam bidang itu, dari situlah kita berpikir berkompetisi dalam area yang berhubungan dengan pengabdian bidang kewirausahaan, etika, keterbukaan, dan tanggungjawab sosial,” ujar Dekan.

Seperti diketahui, pada hasil pemeringkatan berdasarkan penilaian terhadap kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi terhadap industri dan masyarakat, menyoroti pendidikan inovatif, penelitian dan keterlibatan terhadap masyarakat ini, di berbagai kategori, peringkat FKG UGM melampaui beberapa universitas bergengsi di seluruh dunia.

Di kategori pengembangan Semangat Kewirausahaan, FKG UGM berada pada posisi 6 dunia, mengungguli bidang ilmu kedokteran gigi Harvard University yang berada di peringkat 12 dan University of Oxford di peringkat 13 di antara 100 universitas global dalam kategori semangat kewirausahaan. “Prestasi ini menegaskan keberhasilan Fakultas dalam mempersiapkan lulusannya menjadi profesional yang inovatif dan berorientasi pada solusi. Inovasi yang dilakukan adalah pendampingan yang terus ditekuni hingga mahasiswa lulus dan usaha tersebut berkembang menjadi salah satu UMKM yang menyediakan merchandise kedokteran gigi,” tuturnya.

Selanjutnya pada indikator tanggung jawab sosial, posisi FKG UGM berada di peringkat 9 besar dunia melampaui New York University yang berada di peringkat 12. Peringkat ini menyoroti peran signifikan Fakultas dalam masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan gigi.

Menurut Suryono, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan FKG yang rutin dilakukan yakni memberikan perawatan paripurna bagi penderita bibir sumbing. Bekerja sama dengan beberapa mitra yakni alumni, ikatan profesi PDGI, BAZNAS, Rumah Sakit dan Yayasan Senyum Nusantara.

Diakui Suryono, kegiatan operasi bibir sumbing dan perawatan secara paripurna diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup bagi penyandangnya dan memberi harapan bagi pasien tersebut untuk bisa menjadi generasi unggul bangsa Indonesia. “Pelayanan ini bisa berjalan secara periodik karena ada kerjasama yang baik dengan para mitra,” katanya.

Selain itu, FKG UGM juga memiliki program pengabdian lainnya berupa edukasi kesehatan gigi. “Kita juga secara konsisten membantu program pemerintah, peningkatan status kesehatan gigi masyarakat Indonesia yang masih di bawah standar internasional,” terangnya.

Sedangkan pada indikator mobilitas dan keterbukaan mahasiswa, FKG UGM berada di peringkat 27 dunia mengungguli Tokyo International University yang berada di peringkat 38 dunia. Menurut Dekan Suryono, keberhasilan Fakultas dalam membangun jaringan internasional dan memberikan pengalaman global bagi mahasiswanya sangat berperan mendorong kenaikan peringkat dunia tersebut. Suryono menjelaskan bahwa Program Kursus Musim Panas Fakultas Kedokteran Gigi UGM melibatkan 10 co-organizer, sister school FKG UGM di luar negeri dengan konsep sharing beban dan sharing capaian.“Melalui program ini mahasiswa masih dan terus berkomunikasi dengan sesama mahasiswa luar negeri. Saya bayangkan 10-15 tahun lagi, mereka sama-sama menjadi orang penting di dunia kedokteran gigi di negaranya masing-masing,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, mengatakan keberhasilan FKG UGM masuk dalam daftar 100 universitas top dunia patut diapresiasi. Sebab menurut Wening, the WURI menilai keunggulan dari sisi dampak nyata dari inovasi universitas di luar metrik akademik konvensional. “Debut impresif Fakultas ini menandakan bahwa pendidikan kedokteran gigi di Indonesia, khususnya di UGM, telah mencapai standar kelas dunia dalam hal inovasi, tanggung jawab sosial, dan keterbukaan global,” ujar Wening.

Debut yang luar biasa ini menurut Wening telah menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi UGM di peta global sebagai universitas yang inovatif. “Seiring dengan perjalanan keunggulannya, Fakultas ini menetapkan tolok ukur baru untuk pendidikan dan penelitian kedokteran gigi di Indonesia dan sekitarnya,” terang Wening.

Penulis: Gusti Grehenson
Foto: Donnie

Artikel FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/feed/ 0
UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/#respond Thu, 30 May 2024 11:42:04 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/ Universitas Gadjah Mada ikut berpartispasi dalam pameran Pendidikan Indonesia di Qatar atau the 1st Indonesian Education Expo yang diselenggarakan oleh KBRI Doha pada 11 dan 12 Mei 2024 di Rotana Hotel, City Center, Doha, Qatar. Selain UGM, ada  universitas negeri dan swasta Indonesia lainnya juga ikut andil pada pameran pendidikan Indonesia yang pertama kali diadakan di Qatar tersebut, […]

Artikel UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada ikut berpartispasi dalam pameran Pendidikan Indonesia di Qatar atau the 1st Indonesian Education Expo yang diselenggarakan oleh KBRI Doha pada 11 dan 12 Mei 2024 di Rotana Hotel, City Center, Doha, Qatar. Selain UGM, ada  universitas negeri dan swasta Indonesia lainnya juga ikut andil pada pameran pendidikan Indonesia yang pertama kali diadakan di Qatar tersebut, yakni Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Diponegoro,  Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Bina Nusantara.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, drg. Rosa Amalia, M.Kes.,Ph.D., dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Kamis (30/5), mengatakan UGM mengirimkan 9 orang delegasi yang merupakan perwakilan 3 fakultas dan 1 Direktorat untuk ikut berpartisipasi dalam pameran Pendidikan tersebut yaitu Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Psikologi serta Direktorat Kemitraan dan Relasi Global.

Dalam kegiatan pameran kali ini,  ujar Rosa,  delegasi UGM membawa misi untuk mempromosikan program International Undergraduate Program (IUP) dari prodi mereka masing-masing. “Khusus untuk Fakultas Kedokteran Gigi, kegiatan Edufair ini merupakan salah satu ajang promosi untuk program IUP mereka yang baru akan menerima mahasiswa pada 2025 mendatang,”  ujarnya.

Dalam kegiatan pameran Pendidikan kalin ini,  kata Amalia, booth UGM mendapat antusias yang cukup tinggi dari orang tua calon mahasiswa dan calon mahasiswa yang merupakan diaspora Indonesia.

Selain mengikuti expo, delegasi UGM juga sempat berkunjung ke Al-Khor, sebuah kota di Doha, dengan jumlah WNI yang cukup tinggi yang berdomisili di sana. Di Al-Khor, delegasi UGM dan ITS berkesempatan membuka sesi presentasi dan diskusi dengan diaspora di sana. Delegasi UGM juga berkesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan KAGAMA Qatar. “Sekitar 30 orang anggota KAGAMA Qatar hadir dan bersantap malam bersama-sama delegasi UGM,” ujarnya.

Sebagai informasi, menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Pengajaran Tinggi Negara Qatar, saat ini terdapat sekitar 2.063 anak-anak diaspora Indonesia di Qatar. Mereka menempuh pendidikan di Qatar dalam berbagai jenjang dari pendidikan TK hingga SMA. Setiap tahunnya, mereka menjadi target berbagai lembaga pendidikan tinggi dari negara-negara lain untuk digaet dan dijadikan calon mahasiswa. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha telah turut mempromosikan pendidikan tinggi Indonesia, bukan hanya kepada anak-anak diaspora Indonesia tetapi juga kepada siswa asing lain di Qatar.

Sumber: OIA UGM

Editor: Gusti Grehenson

Artikel UGM Ikut Berpartisipasi dalam Pameran Pendidikan di Qatar pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ikut-berpartisipasi-dalam-pameran-pendidikan-di-qatar/feed/ 0
Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/ https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/#respond Tue, 30 Apr 2024 11:05:11 +0000 https://ugm.ac.id/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/ Ada yang menarik dalam wisuda program pascasarjana UGM para Rabu (24/4) di Grha Sabha Pramana. Salah satu wisudawan dari program spesialis, drg. Aulia Ayub, Sp.Ort (27 tahun) berhasil meraih predikat lulusan termuda untuk lulusan spesialis sekaligus berhasil meraih gelar dokter spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, karena lulus pada usia 27 tahun 6 […]

Artikel Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ada yang menarik dalam wisuda program pascasarjana UGM para Rabu (24/4) di Grha Sabha Pramana. Salah satu wisudawan dari program spesialis, drg. Aulia Ayub, Sp.Ort (27 tahun) berhasil meraih predikat lulusan termuda untuk lulusan spesialis sekaligus berhasil meraih gelar dokter spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, karena lulus pada usia 27 tahun 6 bulan 9 hari. Padahal rata rata usia lulusan program spesialis periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 16 hari.

Selain termuda, Aulia juga dinobatkan sebagai lulusan tercepat untuk program yang sama karena mampu menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 2 tahun 6 bulan dengan mendapatkan IPK 4.00. Padahal masa studi rata-rata program spesialis periode ini adalah 4 tahun 2 bulan.

Mendapat predikat lulusan termuda dan berhasil meraih cumlaude tidak disangka oleh Aulia apalagi ia tidak pernah menargetkan untuk lulus lebih cepat, melainkan lulus tepat waktu dalam 3 tahun. “Betul-betul tidak disangka, bagi saya yang penting lulus tepat waktu,” kata Aulia dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/4).

Berbicara terkait keberhasilannya mendapatkan IPK 4.00, Aulia hanya selalu konsisten dan berusaha untuk melakukan segala sesuatu secara maksimal selama masa kuliah.

Ia mengaku bersyukur memiliki dosen pembimbing dan selaku mentor yang selalu mengarahkannya untuk tetap konsisten dan selalu melakukan yang terbaik dalam hal apapun. Bagi Aulia, sikap konsisten, bekerja sama dengan siapapun, dan berperilaku baik akan mendatangkan kebaikan kembali kepada diri sendiri. “Setiap permasalahan yang datang akan mudah diselesaikan dengan bersama,” katanya.

Namun yang tidak kalah penting menurut Aulia adalah dukungan dosen pada mahasiswa dan selalu melakukan evaluasi setiap pekerjaan dan tugas yang diberikan. “Seluruh dosen begitu perhatian kepada kami melalui evaluasi kesulitan yang kami hadapi secara berkala dan sangat berdedikasi secara maksimal,” katanya.

Selain itu, Aulia mengaku beruntung mendapatkan pasien yang kooperatif juga menjadi salah satu alasan dirinya dapat menyelesaikan studinya. “Kerja sama yang baik dari seluruh pasien yang begitu kooperatif mendukung kelancaran dan keberhasilan proses perawatan,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait alasannya memilih Prodi Spesialis Ortodonsia FKG UGM, pria sulung dari tiga bersaudara tersebut mengatakan ia ingin menekuni Dokter Gigi Spesialis ortodonsia berkualitas sesuai standar yang ditetapkan oleh World Federation Orthodontic (WFO) dan Kolegium Ortodonti Indonesia.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson

Artikel Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/feed/ 0
Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/#respond Thu, 18 Apr 2024 09:56:20 +0000 https://ugm.ac.id/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/ Ingin berkarier sebagai dokter gigi? jika iya, maka kamu harus tahu profesi dokter gigi dapat dicapai dengan kuliah di prodi Sarjana Kedokteran Gigi selama empat tahun dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G). Selanjutnya kamu harus menempuh pendidikan koasistensi selama 1,5 tahun untuk mendapat gelar profesi dokter gigi (drg). Namun menjadi dokter gigi tidak hanya sebatas […]

Artikel Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ingin berkarier sebagai dokter gigi? jika iya, maka kamu harus tahu profesi dokter gigi dapat dicapai dengan kuliah di prodi Sarjana Kedokteran Gigi selama empat tahun dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G). Selanjutnya kamu harus menempuh pendidikan koasistensi selama 1,5 tahun untuk mendapat gelar profesi dokter gigi (drg). Namun menjadi dokter gigi tidak hanya sebatas mengobati gigi yang rusak, tetapi juga bertanggung jawab dalam merawat dan mempromosikan kesehatan gigi dan mulut.

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada bisa menjadi salah satu prodi bisa kamu pilih untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Peminat calon mahasiswa yang mau kuliah ke prodi cukup ketat setiap tahunnya. Pada tahun 2023, jumlah pendaftar untuk prodi S1 Kedokteran Gigi sebanyak 1.260  orang dengan daya tampung 150 orang. Artinya  satu pendaftar yang diterima dari 8 orang pendaftar.

Di jenjang program sarjana,  selain  prodi pendidikan sarjana kedokteran Gigi, FKG UGM juga memiliki prodi Higiene Gigi yang bisa kamu pilih. Dekan FKG UGM, drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., menerangkan bahwa Prodi S1 Kedokteran Gigi memfasilitasi pendidikan akademik bagi mahasiswa calon sarjana kedokteran gigi dengan metode kuliah interaktif, praktik laboratorium, laboratorium keterampilan pra-klinik, diskusi berbasis kasus, dan proyek berbasis tim yang sudah berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi.

Selanjutnya, pada prodi S1 Higiene Gigi UGM yang juga merupakan pelopor penyelenggara pendidikan Higiene Gigi di Indonesia, kata Suryono, mempelajari terkait tindakan pencegahan gangguan mulut dan gigi. “Prodi Higiene Gigi UGM telah memiliki kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan Higiene Gigi di tingkat global,” kata Suryono, Kamis (18/4).

Suryono, menyebutkan bahwa FKG UGM sejak berdirinya 76 tahun lalu terus berkomitmen menjaga standar keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. “Kami terus berinovasi, berkolaborasi, dan berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat dan ilmu kedokteran gigi,” kata Suryono.

Dalam sistem pembelajaran, FKG UGM melaksanakan sistem pembelajaran berupa metode Student Centered Learning (SCL) dengan pendekatan collaborative-cooperative learning. Sistem pembelajaran ini diharapkan bisa mendukung capaian pembelajaran lulusan untuk membentuk dokter gigi yang memiliki karakter unggul, inovatif, berdisiplin tinggi, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila serta bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara.

Khalisa Assyura Varandra (19), mahasiswa S1 FKG UGM asal Pekanbaru, cukup mengaku ia sangat menikmati  kuliah di FKG karena menjadi dokter gigi sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Dengan menjadi dokter gigi, kata Khalia, ia justru lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu mata kuliah yang paling ia sukai adalah mata kuliah konservasi gigi. “Di mata kuliah ini, kita belajar cara menambal gigi, aku suka karena menurutku sangat applicable aja di kehidupan sehari-hari,” ucap Sasa, demikian ia akrab disapa.

Terkait rencana setelah lulus dan dilantik menjadi dokter gigi kelak, Sasa mengaku ingin mencoba untuk kerja di rumah sakit dan di sela itu ia juga ingin membuka praktik sendiri.

Hal yang sama juga diakui oleh Siti Aina Nurhaliza (20). Ia sangat  menyukai mata kuliah yang berkaitan dengan konservasi gigi dan biomaterial kedokteran gigi. “Aku suka yang praktikumnya. Seru sih. Soalnya praktikum bisa bantu memahami materi-materi yang dipelajari di kelas juga,” ujar Aina.

Selain kuliah, Aina ternyata aktif di kegiatan organisasi mahasiswa atau aktif mengikuti kegiatan summer course yang diadakan oleh kampus. Menurutnya, program summer course yang mendatangkan mahasiswa asing memberi kesempatan dirinya untuk menimba pengalaman internasional dan menambah jejaring. “Ikut summer course atau winter course memberi kita kesempatan dalam berdiskusi dan mempelajari materi-materi kedokteran gigi dari berbagai dokter gigi dan mahasiswa FKG dari negara lain,” pungkasnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/feed/ 0
Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/#respond Tue, 05 Mar 2024 09:30:25 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/ Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada tahun ini memperingati Dies Natalisnya ke-76. Rapat Senat Terbuka yang dilangsungkan Selasa (5/3) di Auditorium Gedung Margono Soeradji menandai puncak perayaan Dies Natalis kali ini yang mengusung tema “Harmoni dalam Keragaman: Membangun Keselarasan di Masyarakat 5.0”. “Terima kasih kepada para senior, guru besar, dan juga sivitas […]

Artikel Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada tahun ini memperingati Dies Natalisnya ke-76. Rapat Senat Terbuka yang dilangsungkan Selasa (5/3) di Auditorium Gedung Margono Soeradji menandai puncak perayaan Dies Natalis kali ini yang mengusung tema “Harmoni dalam Keragaman: Membangun Keselarasan di Masyarakat 5.0”.

“Terima kasih kepada para senior, guru besar, dan juga sivitas FKG yang telah memberikan karya-karya terbaiknya dan membawa FKG pada posisi saat ini. Semoga Dies Natalis FKG tahun ini mampu memberikan semangat baru bagi kita semua untuk membangun keselarasan pelayanan kesehatan gigi dan mulut Indonesia untuk bangsa tercinta,” ucap Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan harapannya bagi FKG UGM untuk dapat terus berinovasi di tengah tantangan dan peluang yang muncul seiring dengan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan komitmen UGM untuk ikut mengawal hilirisasi produk inovasi dari para sivitas FKG agar dapat diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kita menunggu inovasi-inovasi bukan hanya produk tetapi juga inovasi bagaimana mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Penelitian yang melahirkan produk inovatif juga ditunggu, dan kami siap untuk mengawal untuk sampai ke industri,” ungkapnya.

Dalam sejarahnya, pendirian FKG UGM diawali dari Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, pada tahun 1948. Pada tanggal 5 Maret 1948, perguruan tinggi tersebut bergabung dengan Perguruan Tinggi Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1946 di Klaten, dan kemudian pada tahun 1949 bergabung dengan perguruan tinggi di Yogyakarta untuk membentuk UGM. Fakultas Kedokteran Gigi sendiri baru diresmikan sebagai sebuah fakultas pada tahun 1960, tepatnya pada 29 Desember 1960. 

Dalam acara puncak Dies Natalis ini Dekan FKG, drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., menyampaikan laporan tahunan yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama. Ia menuturkan, beragam capaian yang dipaparkan adalah cerminan dari dedikasi fakultas ini dalam menjaga standar keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. 

“Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, semangat kami untuk berkembang tidak pernah surut. Kami terus berinovasi, berkolaborasi, dan berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat dan ilmu kedokteran gigi,” kata Suryono.

Puncak Dies Natalis kali ini juga diisi dengan orasi tokoh dari Kepala Lembaga Kedokteran Gigi TNI Angkatan Laut R.E. Martadinata, Laksamana Pertama TNI Dr.drg. Wawan Suridwan, Sp. Pros., CIQnR., Subsp. Pmf.(K) terkait peran kedokteran gigi dalam Tentara Nasional Indonesia, serta orasi ilmiah dari Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes. 

 

Penulis: Gloria

Foto: dok. FKG UGM

Artikel Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/feed/ 0