filsafat Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/filsafat/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 14 May 2024 22:07:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/ https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/#respond Tue, 14 May 2024 22:07:56 +0000 https://ugm.ac.id/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/ Jika kamu tertarik untuk mempelajari induk dari seluruh ilmu pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikirmu yang logis dan runtut, maka sebaiknya kamu mendaftar kuliah di prodi filsafat. Kamu bisa mendaftar kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Sedikit informasi, Fakultas ini sudah berdiri lebih dari 56 tahun lalu dan sudah mencetak banyak alumni yang bekerja di berbagai bidang. […]

Artikel Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Jika kamu tertarik untuk mempelajari induk dari seluruh ilmu pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikirmu yang logis dan runtut, maka sebaiknya kamu mendaftar kuliah di prodi filsafat. Kamu bisa mendaftar kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Sedikit informasi, Fakultas ini sudah berdiri lebih dari 56 tahun lalu dan sudah mencetak banyak alumni yang bekerja di berbagai bidang. Sebut saja Eka Kurniawan, salah satu penulis novel yang namanya sudah dikenal di kalangan sastrawan internasional. Masih banyak alumni yang lain.

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., mengatakan Fakultas Filsafat sejak berdirinya telah menyelenggarakan pendidikan filsafat untuk mencetak lulusan yang berkualitas sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan filsafat yang bermutu. “Fakultas Filsafat dengan keunikannya merupakan landasan yang kuat dan penting dalam menghadapi perubahan zaman. Di dunia yang serba cepat dimana teknologi mengubah cara kita hidup dan berinteraksi, kehadiran Fakultas Filsafat dan Ilmu Filsafat menjadi semakin relevan dan penting,” ujar Siti Murtiningsih, Selasa (14/5).

Menurut Dekan, di era modern sekarang ini telah membuat individu terlalu fokus akan satu hal tertentu, hingga melupakan sebab dan asal muasal dari banyaknya fenomena yang terjadi. Adapun studi filsafat mampu membawa seseorang ke dalam perenungan untuk mencari dan mempertanyakan segala sesuatu agar memahami dunia modern.

Saat ini membuka tiga program studi, yakni sarjana (S1), magister ilmu filsafat (S2), dan doktoral (S3). Ketiga program studi tersebut diusung oleh tiga departemen, yakni Filsafat Agama, Filsafat Barat, dan Filsafat Timur. Berbagai kajian dan pilihan peminatan pun tersedia untuk membantu mahasiswa memfokuskan minatnya.

Selain terbagi ke dalam tiga program dan departemen, mahasiswa juga dapat memilih beberapa peminatan, antara lain Etika, Filsafat Ilmu dan Teknologi, Filsafat Agama dan Budaya, serta Filsafat Sosial dan Politik. Seluruh program studi telah mendapatkan akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2020. “Sebelumnya pada tahun 2016, ASEAN University Network (AUN) juga memberikan akreditasi yang membuat Fakultas Filsafat UGM dianggap telah berstandar internasional,” ujarnya.

Di ranah penelitian dan pengembangan, Fakultas Filsafat UGM memiliki forum jurnal yang dibentuk sejak tahun 1990. Forum tersebut berfungsi untuk mengembangkan riset dan pemikiran tentang filsafat. Kemudian pada tahun 2022, Fakultas Filsafat UGM berkontribusi merintis tiga jurnal baru, yakni Jurnal Lafinus untuk pengembangan Filsafat Nusantara, Jurnal ASEAN Journal of CI-EL Applied Philosophy untuk filsafat terapan dan etika bisnis, serta Jurnal Tsaya Dharma untuk publikasi di bidang pengabdian masyarakat.

Sedangkan untuk program kemahasiswaan,  mahasiswa Filsafat berkesempatan dapat belajar di luar perkuliahan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terbuka bagi seluruh mahasiswa dalam sembilan jenis pembelajaran MBKM meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, kegiatan wirausaha, hingga proyek kemanusiaan. “Jika ingin mengasah kemampuan soft-skills dan leadership, Fakultas Filsafat UGM memiliki 10 Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) untuk memperluas wilayah pembelajaran,” paparnya.

Salah satu mahasiswa S1 Ilmu Filsafat UGM, Tiyo Ardianto menuturkan, ketertarikannya terhadap dunia filsafat sudah ada sejak ia masih remaja. Setelah lulus SMA, ia pun memilih daftar kuliah di prodi Filsafat.  Apalagi saat di bangku menengah, ia menempuh pendidikan homeschooling berbasis komunitas di Omah Dongeng Marwah dengan ijazah paket C. “Sebagai angkatan pertama, saya ingin menorehkan warisan kepada adik-adik bahwa dengan ijazah paket C, kita bisa masuk kampus sekelas UGM. Saya bersyukur, keinginan saya terwujud,” kata Tiyo seraya menyebutkan ia berhasil masuk UGM dengan skor UTBK 753 di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ketika ditanya soal mata kuliah favorit, Filsafat Nusantara adalah salah satu pilihan Tiyo. Mata kuliah ini tersedia di semester pertama, di mana setiap mahasiswa akan saling berbagi pengetahuan dan tukar pengalaman soal kebudayaan dari daerah asal masing-masing. “Tak hanya itu, Filsafat Nusantara juga mempelajari sejarah kearifan lokal pra-Indonesia hingga pasca-Indonesia, serta asal muasal nilai-nilai Pancasila. Model pembelajaran yang sering digunakan adalah diskusi antar mahasiswa, dengan saling melempar tanya jawab satu sama lain,” katanya.

Menjawab soal jenis pekerjaan yang akan ingin digelutinya setelah lulus, Tiyo mengatakan seorang sarjana filsafat harus mampu berpikir lurus untuk dapat menyelami berbagai bidang profesi, seperti jurnalistik, IT, akademik, perbankan, bahkan di pemerintahan. Tiyo sendiri mengaku ingin menjadi seorang pengajar, dosen, atau peneliti. “Saya suka belajar hal baru dan mengembangkan pengetahuan yang saya miliki. Semua hal itu selaras dengan kerja-kerja di bidang pengajaran,” jelasnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/feed/ 0
Fakultas Filsafat UGM Peringati Dies Natalis ke-56 https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-filsafat-ugm-peringati-dies-natalis-ke-56/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-filsafat-ugm-peringati-dies-natalis-ke-56/#respond Fri, 18 Aug 2023 09:29:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=58541 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menggelar Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-56, Jumat (18/8) bertepatan dengan hari lahir fakultas tersebut. Peringatan Dies Natalis kali ini mengusung tema “Local Voices for Global Social Justice”, sejalan dengan visi Fakultas Filsafat “menjadi fakultas filsafat yang terpercaya sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan filsafat dan kearifan lokal yang menghasilkan […]

Artikel Fakultas Filsafat UGM Peringati Dies Natalis ke-56 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menggelar Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-56, Jumat (18/8) bertepatan dengan hari lahir fakultas tersebut. Peringatan Dies Natalis kali ini mengusung tema “Local Voices for Global Social Justice”, sejalan dengan visi Fakultas Filsafat “menjadi fakultas filsafat yang terpercaya sebagai pusat pendidikan, pengkajian, dan pengembangan filsafat dan kearifan lokal yang menghasilkan lulusan unggul berjiwa Pancasila”. 

“Dalam rangka mencapai visi tersebut, Fakultas Filsafat selama 56 tahun telah menyelenggarakan pendidikan filsafat sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan filsafat yang bermutu,” tutur Dekan Fakultas Filsafat, Dr. Rr. Siti Murtiningsih.

Pada Rapat Senat Terbuka ini, ia memaparkan berbagai kontribusi terbaik Fakultas Filsafat untuk masyarakat, bangsa dan negara, terutama dalam bidang keilmuan filsafat. Laporan yang ia sampaikan di antaranya meliputi aspek pendidikan, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian, dan kerja sama. 

Pada kesempatan ini, Rektor UGM hadir untuk memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat. Ia menuturkan bahwa Fakultas Filsafat menjalankan peranan penting dalam menghasilkan pemikiran dan gagasan strategis sebagai respons terhadap perkembangan peradaban masyarakat.

“Kita harus mengakui bahwa semua perkembangan ada efek residu yang perlu kita perhatikan. Persoalan juga akan bermunculan, pasti akan ada dampak-dampak yang perlu kita antisipasi,” kata Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Ia berbicara mengenai sejumlah situasi di tingkat global seperti perubahan tata kelola dunia, perubahan iklim, krisis pangan, dan berbagai potensi kerawanan lainnya, serta dinamika di tingkat domestik yang perlu disikapi dengan bijaksana. Di tengah situasi ini, menurutnya tema yang diusung Fakultas Filsafat dalam peringatan Dies Natalis kali ini sangat relevan. Ia berharap, peringatan Dies Natalis ke-56 menjadi momen untuk meneguhkan kembali peran dan tanggung jawab Fakultas Filsafat untuk menjawab permasalahan di tingkat nasional dan global. 

“Fakultas Filsafat berperan sangat penting sebagai ladang pembelajaran untuk menyemai, memproduksi, dan mendistribusikan buah pemikiran yang bernas dan relevan untuk kehidupan masyarakat, karena perubahan baik dimulai dari perspektif dan gagasan yang baik pula,” ungkap Rektor.

Ketua Lafinus, Dr. Septiana Dwiputri Maharani, pada kesempatan ini menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Etika Kepedulian dalam Relasi Manusia-Teknologi Perspektif Carol Gilligan”. Teknologi, terangnya, menjadi perbincangan publik karena memiliki peran yang sangat signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perkembangan moral dalam diskusi dinamika gender dalam struktur masyarakat saat ini pun sangat digerakkan oleh teknologi.

Ia memaparkan pemikiran sejumlah filsuf terhadap isu ini, mulai dari pemikir feminis seperti Carol Gilligan dan Donna Haraway hingga Don Ihde, seorang filsuf teknologi. Kontribusi para filsuf, menurutnya memberikan wawasan berharga tentang persimpangan gender, teknologi, dan masyarakat. 

“Karya mereka dapat menjadi dasar untuk diskusi dan pemeriksaan kritis terhadap tantangan, peluang, dan pertimbangan etis yang terkait dengan peran dan pengalaman perempuan di bidang teknologi,” ucapnya.

Sebagai kesimpulan, menurutnya menerapkan etika kepedulian untuk implementasi teknologi menawarkan pendekatan yang berpusat pada manusia dan empati berusaha menyelaraskan kemajuan teknologi dengan kesejahteraan individu, hubungan, dan masyarakat.

“Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip etika kepedulian ke dalam pengembangan teknologi, penyebaran, dan penggunaan, kita dapat menciptakan lanskap teknologi yang lebih etis dan berkelanjutan,” terang Septiana.

 

Penulis: Gloria

Fotografer: Donnie

Artikel Fakultas Filsafat UGM Peringati Dies Natalis ke-56 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-filsafat-ugm-peringati-dies-natalis-ke-56/feed/ 0