Filsafat UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/filsafat-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:25:56 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Dies Natalis Fakultas Filsafat Usung Tema Filsafat dan Agama di Dunia yang Ter-teknologi https://ugm.ac.id/id/berita/dies-natalis-fakultas-filsafat-usung-tema-filsafat-dan-agama-di-dunia-yang-ter-teknologi/ https://ugm.ac.id/id/berita/dies-natalis-fakultas-filsafat-usung-tema-filsafat-dan-agama-di-dunia-yang-ter-teknologi/#respond Mon, 20 May 2024 02:21:59 +0000 https://ugm.ac.id/dies-natalis-fakultas-filsafat-usung-tema-filsafat-dan-agama-di-dunia-yang-ter-teknologi/ Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada tahun ini akan memperingati hari jadi atau Dies Natalis ke-57. Tema yang diusung dalam peringatan Dies Natalis kali ini adalah “Philosophy and Religion in a Technologized World”, sejalan dengan komitmen Fakultas Filsafat untuk memberikan kontribusi pemikiran yang kritis dan reflektif untuk mengurai kompleksitas dunia modern. “Kita hidup di sebuah […]

Artikel Dies Natalis Fakultas Filsafat Usung Tema Filsafat dan Agama di Dunia yang Ter-teknologi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada tahun ini akan memperingati hari jadi atau Dies Natalis ke-57. Tema yang diusung dalam peringatan Dies Natalis kali ini adalah “Philosophy and Religion in a Technologized World”, sejalan dengan komitmen Fakultas Filsafat untuk memberikan kontribusi pemikiran yang kritis dan reflektif untuk mengurai kompleksitas dunia modern.

“Kita hidup di sebuah dunia yang dipenuhi dengan teknologi, dan setiap hari kita menjalani hari dengan dikepung aneka rupa teknologi. Tema ini mengajak kita untuk sejenak memikirkan apa yang dapat dilakukan filsafat dan agama untuk dunia yang semakin sesak dengan teknologi,” tutur Dekan Fakultas Filsafat, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., dalam acara pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-57 yang berlangsung Jumat (17/5).

Murti menerangkan, “dunia yang ter-teknologi” atau “technologized world” merupakan sebuah istilah baru yang tengah marak digunakan di kalangan akademisi filsafat untuk menggambarkan fenomena dunia saat ini. Kehidupan sudah sedemikian tergantung dengan teknologi, hingga permasalahan pada salah satu perangkat kecil pun dapat secara signifikan mempengaruhi aktivitas manusia.

Gambaran ini, menurutnya, menjadi lebih kompleks jika berbicara tentang teknologi yang lebih canggih. “Saat teknologi masa depan terwujud hidup kita tidak akan sama lagi. Di titik ini kita bertanya, di mana peran filsafat dan agama,” ucapnya.

Ketergantungan ini, lanjutnya, memunculkan kekhawatiran akan kesejahteraan hidup manusia di masa depan. Teknologi membuat aktivitas manusia menjadi lebih mudah, namun di sisi lainnya juga membawa berbagai dampak negatif mulai dari menurunnya daya berpikir kritis hingga menurunnya ketahanan mental. “Kita butuh filsafat dan agama sebagai rem terhadap ambisi duniawi untuk mengembangkan teknologi, bagaimana membantu menavigasi hidup yang penuh sesak dengan teknologi,” jelasnya.

Acara pembukaan ini diisi dengan kegiatan olahraga bersama, napak tilas perjalanan Fakultas Filsafat UGM yang dipimpin oleh Dr. Heri Santoso, serta acara kebersamaan. Pembukaan Dies Natalis secara simbolis ditandai dengan pelepasan sepasang burung merpati.

Selain diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas Filsafat, acara ini juga melibatkan tenaga kependidikan dari fakultas klaster sosial humaniora yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Hukum.

“Mulai pagi ini akan digelar beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Dies Natalis. Ada kegiatan akademik dan non-akademik yang akan melibatkan sivitas Fakultas Filsafat, alumni, hingga masyarakat umum,” jelas Ketua Panitia Dies Natalis ke-57, Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Filsafat di antaranya meliputi Philosophy Essay Competition (PEC) dan lomba olahraga yang akan dimulai pada bulan Mei, Festival Karawitan dan Bazar Karya Nusantara pada bulan Juli mendatang, acara Puncak Dies Natalis serta Pertunjukan Wayang pada bulan Agustus, diakhiri dnegan 12th International Conference on Nusantara Philosophy (ICNP) dan Simposium Nasional Filsafat Nusantara (SNFN) III yang rencananya akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Penulis: Gloria

Artikel Dies Natalis Fakultas Filsafat Usung Tema Filsafat dan Agama di Dunia yang Ter-teknologi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dies-natalis-fakultas-filsafat-usung-tema-filsafat-dan-agama-di-dunia-yang-ter-teknologi/feed/ 0
Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/ https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/#respond Tue, 14 May 2024 22:07:56 +0000 https://ugm.ac.id/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/ Jika kamu tertarik untuk mempelajari induk dari seluruh ilmu pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikirmu yang logis dan runtut, maka sebaiknya kamu mendaftar kuliah di prodi filsafat. Kamu bisa mendaftar kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Sedikit informasi, Fakultas ini sudah berdiri lebih dari 56 tahun lalu dan sudah mencetak banyak alumni yang bekerja di berbagai bidang. […]

Artikel Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Jika kamu tertarik untuk mempelajari induk dari seluruh ilmu pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikirmu yang logis dan runtut, maka sebaiknya kamu mendaftar kuliah di prodi filsafat. Kamu bisa mendaftar kuliah di Fakultas Filsafat UGM. Sedikit informasi, Fakultas ini sudah berdiri lebih dari 56 tahun lalu dan sudah mencetak banyak alumni yang bekerja di berbagai bidang. Sebut saja Eka Kurniawan, salah satu penulis novel yang namanya sudah dikenal di kalangan sastrawan internasional. Masih banyak alumni yang lain.

Dekan Fakultas Filsafat UGM, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., mengatakan Fakultas Filsafat sejak berdirinya telah menyelenggarakan pendidikan filsafat untuk mencetak lulusan yang berkualitas sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan filsafat yang bermutu. “Fakultas Filsafat dengan keunikannya merupakan landasan yang kuat dan penting dalam menghadapi perubahan zaman. Di dunia yang serba cepat dimana teknologi mengubah cara kita hidup dan berinteraksi, kehadiran Fakultas Filsafat dan Ilmu Filsafat menjadi semakin relevan dan penting,” ujar Siti Murtiningsih, Selasa (14/5).

Menurut Dekan, di era modern sekarang ini telah membuat individu terlalu fokus akan satu hal tertentu, hingga melupakan sebab dan asal muasal dari banyaknya fenomena yang terjadi. Adapun studi filsafat mampu membawa seseorang ke dalam perenungan untuk mencari dan mempertanyakan segala sesuatu agar memahami dunia modern.

Saat ini membuka tiga program studi, yakni sarjana (S1), magister ilmu filsafat (S2), dan doktoral (S3). Ketiga program studi tersebut diusung oleh tiga departemen, yakni Filsafat Agama, Filsafat Barat, dan Filsafat Timur. Berbagai kajian dan pilihan peminatan pun tersedia untuk membantu mahasiswa memfokuskan minatnya.

Selain terbagi ke dalam tiga program dan departemen, mahasiswa juga dapat memilih beberapa peminatan, antara lain Etika, Filsafat Ilmu dan Teknologi, Filsafat Agama dan Budaya, serta Filsafat Sosial dan Politik. Seluruh program studi telah mendapatkan akreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak tahun 2020. “Sebelumnya pada tahun 2016, ASEAN University Network (AUN) juga memberikan akreditasi yang membuat Fakultas Filsafat UGM dianggap telah berstandar internasional,” ujarnya.

Di ranah penelitian dan pengembangan, Fakultas Filsafat UGM memiliki forum jurnal yang dibentuk sejak tahun 1990. Forum tersebut berfungsi untuk mengembangkan riset dan pemikiran tentang filsafat. Kemudian pada tahun 2022, Fakultas Filsafat UGM berkontribusi merintis tiga jurnal baru, yakni Jurnal Lafinus untuk pengembangan Filsafat Nusantara, Jurnal ASEAN Journal of CI-EL Applied Philosophy untuk filsafat terapan dan etika bisnis, serta Jurnal Tsaya Dharma untuk publikasi di bidang pengabdian masyarakat.

Sedangkan untuk program kemahasiswaan,  mahasiswa Filsafat berkesempatan dapat belajar di luar perkuliahan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terbuka bagi seluruh mahasiswa dalam sembilan jenis pembelajaran MBKM meliputi pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, kegiatan wirausaha, hingga proyek kemanusiaan. “Jika ingin mengasah kemampuan soft-skills dan leadership, Fakultas Filsafat UGM memiliki 10 Biro Kegiatan Mahasiswa (BKM) untuk memperluas wilayah pembelajaran,” paparnya.

Salah satu mahasiswa S1 Ilmu Filsafat UGM, Tiyo Ardianto menuturkan, ketertarikannya terhadap dunia filsafat sudah ada sejak ia masih remaja. Setelah lulus SMA, ia pun memilih daftar kuliah di prodi Filsafat.  Apalagi saat di bangku menengah, ia menempuh pendidikan homeschooling berbasis komunitas di Omah Dongeng Marwah dengan ijazah paket C. “Sebagai angkatan pertama, saya ingin menorehkan warisan kepada adik-adik bahwa dengan ijazah paket C, kita bisa masuk kampus sekelas UGM. Saya bersyukur, keinginan saya terwujud,” kata Tiyo seraya menyebutkan ia berhasil masuk UGM dengan skor UTBK 753 di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Ketika ditanya soal mata kuliah favorit, Filsafat Nusantara adalah salah satu pilihan Tiyo. Mata kuliah ini tersedia di semester pertama, di mana setiap mahasiswa akan saling berbagi pengetahuan dan tukar pengalaman soal kebudayaan dari daerah asal masing-masing. “Tak hanya itu, Filsafat Nusantara juga mempelajari sejarah kearifan lokal pra-Indonesia hingga pasca-Indonesia, serta asal muasal nilai-nilai Pancasila. Model pembelajaran yang sering digunakan adalah diskusi antar mahasiswa, dengan saling melempar tanya jawab satu sama lain,” katanya.

Menjawab soal jenis pekerjaan yang akan ingin digelutinya setelah lulus, Tiyo mengatakan seorang sarjana filsafat harus mampu berpikir lurus untuk dapat menyelami berbagai bidang profesi, seperti jurnalistik, IT, akademik, perbankan, bahkan di pemerintahan. Tiyo sendiri mengaku ingin menjadi seorang pengajar, dosen, atau peneliti. “Saya suka belajar hal baru dan mengembangkan pengetahuan yang saya miliki. Semua hal itu selaras dengan kerja-kerja di bidang pengajaran,” jelasnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Mengenal Lebih Dekat Prodi Filsafat UGM dan Prospek Kerjanya pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mengenal-lebih-dekat-prodi-filsafat-ugm-dan-prospek-kerjanya/feed/ 0