FIB UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fib-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Mon, 10 Jun 2024 03:25:37 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Angkat Budaya Kalimantan Barat, UGM Residence  Gelar Festival Budaya antar Mahasiswa Asrama  https://ugm.ac.id/id/berita/angkat-budaya-kalimantan-barat-ugm-residence-gelar-festival-budaya-antar-mahasiswa-asrama/ https://ugm.ac.id/id/berita/angkat-budaya-kalimantan-barat-ugm-residence-gelar-festival-budaya-antar-mahasiswa-asrama/#respond Thu, 06 Jun 2024 05:29:51 +0000 https://ugm.ac.id/angkat-budaya-kalimantan-barat-ugm-residence-gelar-festival-budaya-antar-mahasiswa-asrama/ UGM Residence kembali menggelar Cultural Festival 2024 untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa asrama UGM. Ajang ini dimeriahkan oleh hadirnya berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas mahasiswa lainnya. Cultural Festival UGM 2024 sukses dihelat pada 1-2 Juni 2024 lalu di Grha Sabha Pramana dengan mengusung tema kebudayaan Kalimantan Barat bertajuk “Selaraskan Ragam Budaya, Rangkai Ikatan […]

Artikel Angkat Budaya Kalimantan Barat, UGM Residence  Gelar Festival Budaya antar Mahasiswa Asrama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
UGM Residence kembali menggelar Cultural Festival 2024 untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa asrama UGM. Ajang ini dimeriahkan oleh hadirnya berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas mahasiswa lainnya. Cultural Festival UGM 2024 sukses dihelat pada 1-2 Juni 2024 lalu di Grha Sabha Pramana dengan mengusung tema kebudayaan Kalimantan Barat bertajuk “Selaraskan Ragam Budaya, Rangkai Ikatan dalam Keberagaman untuk Gemilang Indonesia”.

Ando Fanda Belvian, selaku Koordinator Pelaksana Culture Festival antar warga asrama telah dilaksanakan mulai tahun 2011. Pada event kali ini tahun ke-13  mengangkat budaya Kalimantan Barat. “Kebudayaan Kalimantan Barat sengaja dipilih untuk merepresentasikan tugu khatulistiwa,” kata Ando dalam rilis yang dikirim Kamis (6/6).

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Sindung Tjahyadi menjelaskan bahwa Cultural Festival UGM merupakan salah satu bentuk solidaritas mahasiswa UGM. Ia berharap kegiatan festival budaya semacam ini untuk terus dilaksanakan setiap tahunnya untuk memperkuat persaudaraan antar mahasiswa asrama dan menjadi wadah untukpengembangan kreativitas. “Saya kira ini agenda semacam ini perlu untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Sekaligus menjadi wadah bagi kreativitas mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan festival dilaksanakan cukup meriah dan inklusif. Di hari pertama diisi dengan orasi kebudayaan, unjuk seni kebudayaan, serta gelar karya. Pemaknaan kebudayaan Kalimantan Barat dalam tema kali ini tidak hanya diangkat dari segi seremonial saja, namun juga menilik kekayaan alam serta tantangan yang sedang dihadapi saat ini. Dalam pidato orasi kebudayaan yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A., menyampaikan pengalaman dan kegelisahannya ketika melakukan riset di Kalimantan Barat di era 1980 an. “Introduksi sawit di Kalimantan sejak tahun 1980 telah meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Kemakmuran ini ternyata diikuti oleh kehilangan tanah di kalangan sejumlah petani,” paparnya.

Sumber kekayaan dan aset petani berupa tanah adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat tergantikan. Prof. Pujo menjelaskan bahwa deforestasi dan berkurangnya lahan tani menyebabkan munculnya gejala petani tanpa lahan. Melimpahnya sumber daya di Kalimantan Barat tidak serta merta membuat masyarakat sejahtera. Dikatakan oleh Prof. Pujo, setidaknya terdapat dua proses yang menyebabkan petani kehilangan tanah. Pertama, proses eksternal yang berasal dari perusahaan atau kekuatan lainnya di luar Pulau Kalimantan. Sedangkan penyebab kedua terjadi dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Kehilangan lahan secara internal ini disebabkan oleh tingginya biaya perawatan lahan sawit. Fakta ini kemudian menimbulkan terjadinya akumulasi lahan internal, sehingga hanya petani bermodal saja yang dapat memiliki lahan dan menanam sawit secara produktif.” Biasanya yang terjadi, tanah yang hilang dibeli oleh kerabat mereka yang kaya. Perubahan ini mengubah status para petani yang semula independen dan punya tanah sendiri, ketika kehilangan tanah mereka menjadi tenaga kerja bagi kerabatnya,” terang Pujo.

Di ajang Cultural Festival 2024 dihadiri oleh puluhan Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) di DIY dan mahasiswa UGM Residence. Selain menunjukkan keaktifan dan solidaritas antar mahasiswa, acara ini diharapkan mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air dengan melestarikan kebudayaan nusantara.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Artikel Angkat Budaya Kalimantan Barat, UGM Residence  Gelar Festival Budaya antar Mahasiswa Asrama  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/angkat-budaya-kalimantan-barat-ugm-residence-gelar-festival-budaya-antar-mahasiswa-asrama/feed/ 0
UGM dan UKSW Jajaki Kerjasama Bidang Tridharma https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-uksw-jajaki-kerjasama-bidang-tridharma/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-uksw-jajaki-kerjasama-bidang-tridharma/#respond Mon, 20 May 2024 09:09:51 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-dan-uksw-jajaki-kerjasama-bidang-tridharma/ Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Prof. Dr Intiyas Utami, S E., M.Si., Ak. melakukan kunjungan dan berdiskusi di ruang Rektor UGM. Rombongan pimpinan UKSW diterima Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M,Hum, DEA. Disamping pembahasan penjajakan kerja sama, audiensi UKSW bermaksud mengundang UGM untuk terlibat dan menjadi peserta […]

Artikel UGM dan UKSW Jajaki Kerjasama Bidang Tridharma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Prof. Dr Intiyas Utami, S E., M.Si., Ak. melakukan kunjungan dan berdiskusi di ruang Rektor UGM. Rombongan pimpinan UKSW diterima Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M,Hum, DEA.

Disamping pembahasan penjajakan kerja sama, audiensi UKSW bermaksud mengundang UGM untuk terlibat dan menjadi peserta gelaran inovasi. Mereka pun berharap kesediaan Rektor UGM menjadi salah satu pembicara terkait inovasi dan keberlanjutan.

Intiyas Utami membenarkan kedatangannya bersama pimpinan UKSW yang lain untuk mengajak dan memastikan keikutsertaan UGM dalam acara Gelaran Inovasi Harmoni Nusantara yang akan digelar 25-27 Juni 2024 di Kampus UKSW. Ia menyampaikan pameran inovasi terbesar yang diikuti kampus-kampus di Indonesia akan dibuka Presiden RI, Jokowi.

“Kita juga mengundang Bu Rektor menjadi salah satu pembicara soal inovasi. Kami sampaikan beberapa universitas sudah menyatakan kesediaannya untuk ikut menjadi peserta pameran inovasi dan pembicara, dan kita menyediakan 100 stand inovasi untuk kampus-kampus se-Indonesia,” katanya di ruang Rektor UGM, Senin (20/5).

Intiyas menyampaikan antara UKSW dan UGM meskipun belum mengadakan kerja sama, keduanya telah terbiasa bekerja bersama untuk beberapa bidang. Diantaranya riset bersama di bidang arkeologi dan peradaban manusia.

Di bidang arkeologi, ini UKSW dan FIB UGM sudah lama bekerja sama lama meskipun tanpa payung kerja sama. Disampaikan pula bila di tahun 2025, UKSW akan menyelenggarakan konferensi arkeologi tingkat dunia dengan didukung oleh Asosia Arkeologi Dunia, dan dalam kegiatan ini dilakukan kerja sama antara UGM, BRIN bersama Asosiasi Arkeologi Dunia.

Untuk bidang pendidikan, diakui juga sudah lama sekali terjalin kerja sama. Keberadaan Fakultas Pertanian UKSW yang mendapat dukungan dari Fakultas Pertanian UGM, dan beberapa kerja sama untuk MBKM.

“Artinya aktivitasnya sudah ada, hanya saja belum tertuang dalam kerja sama. Termasuk diantaranya pertukaran pengajar terutama kajian lintas budaya, dan terima kasih tiga dokter UKSW telah diterima melanjutkan studi di Biomedik FK-KMK UGM,” katanya.

Wening Udasmoro menyambut baik kunjungan UKSW sekaligus berterima kasih atas kepercayaan dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk jalinan kemitraan yang ditawarkan kepada UGM. UGM tentunya akan mempersiapkan semuanya dengan berkoordinasi dengan beberapa Direktorat yang ada.

Dia menyampaikan UGM terbuka untuk semua staf pengajar UKSW akan melanjutkan tingkat master dan doktoral. UGM membuka kesempatan seluas-luasnya kepada UKSW untuk bekerja sama dengan Fakultas, Prodi maupun Pusat Studi yang ada di UGM dalam kegiatan-kegiatan riil yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Kita sangat menerima tawaran untuk pameran inovasi dan mempersiapkan dengan Ditmawa UGM dan unit-unit terkait. Untuk MBKM pertukaran mahasiswa tentunya nanti bisa dilakukan bersama-sama,” paparnya.

Turut serta dalam rombongan dari UKSW  Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan, Prof. Ferdy S. Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom., dan Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D. Juga Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., Direktur Inovasi dan Kewirausahaan, Dr. Linda Ariany Mahastanti, S.E., M.Sc., serta Sekretaris Pimpinan, Novasari Linda Jeany.

Sementara dari UGM turut dalam audiensi Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., dan Ketua Program sarjana Prodi Ilmu Keperawatan FK-KMK, Haryani, S.Kp., M.Kes., Ph.D.

Penulis: Agung Nugroho

Fotografer: Firsto

 

Artikel UGM dan UKSW Jajaki Kerjasama Bidang Tridharma pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-uksw-jajaki-kerjasama-bidang-tridharma/feed/ 0
Kisah Dosen UGM Ikut Berdayakan Kaum Perempuan di Pulau Terpencil NTT https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dosen-ugm-ikut-berdayakan-kaum-perempuan-di-pulau-terpencil-di-ntt/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dosen-ugm-ikut-berdayakan-kaum-perempuan-di-pulau-terpencil-di-ntt/#respond Tue, 23 Apr 2024 09:32:14 +0000 https://ugm.ac.id/kisah-dosen-ugm-ikut-berdayakan-kaum-perempuan-di-pulau-terpencil-di-ntt/ Bertepatan sehari setelah Hari Kartini, Sekretariat Universitas membawahi bagian Humas Protokol dan Pemberitaan UGM mengadakan Sekolah Wartawan yang mengulas tema “Pemberdayaan Perempuan versus Kesetaraan Gender” pada Senin (22/4), di ruang Fortakgama, Kantor Pusat UGM.  Sekitar puluhan jurnalis yang bertugas di Yogyakarta menghadiri kelas singkat dengan narasumber Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Gadjah Mada, Widya […]

Artikel Kisah Dosen UGM Ikut Berdayakan Kaum Perempuan di Pulau Terpencil NTT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Bertepatan sehari setelah Hari Kartini, Sekretariat Universitas membawahi bagian Humas Protokol dan Pemberitaan UGM mengadakan Sekolah Wartawan yang mengulas tema “Pemberdayaan Perempuan versus Kesetaraan Gender” pada Senin (22/4), di ruang Fortakgama, Kantor Pusat UGM.  Sekitar puluhan jurnalis yang bertugas di Yogyakarta menghadiri kelas singkat dengan narasumber Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) Universitas Gadjah Mada, Widya Nayati, M.A., Ph.D. Kegiatan Sekolah Wartawan ini rutin diadakan setiap bulan sekali yang diperuntukan untuk para jurnalis agar bisa menambah wawasan dan pengetahuan mereka dalam peliputan dengan isu-isu terkini.

Dalam pemaparannya, Widya selaku Dosen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM ini bercerita tentang pengalamannya yang banyak mengelilingi daerah 3T dan mendampingi mahasiswa KKN di berbagai daerah di Indonesia. Namun  dalam beberapa tahun terakhir ia justru lebih menghabiskan waktu melakukan pengabdian di pulau Alor dan di pulau Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu pulau paling selatan di kepulauan Indonesia.

Menurut Widya, selama berada di lokasi ia sudah terbiasa menghadapi situasi sulit mendapatkan air atau tidak mandi dalam beberapa hari hanya untuk menghemat air yang sudah dijatah oleh pemerintah desa setempat. Bahkan ia selalu diajak ikut dalam pesta desa menikmati nasi jagung bersama para perempuan desa yang umumnya hidup miskin dengan kondisi tanah yang gersang.

Saat mendampingi mahasiswa KKN, ia ikut mengedukasi dan memberdayakan kaum perempuan di desa terpencil tersebut. Ia juga mengajak ibu rumah tangga bisa menghasilkan produk UMKM yang bisa dijual ke wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tebing bebatuan eksotis yang ada di pulau tersebut. “Memang tidak mudah, tapi terus kita lakukan setiap penerjunan mahasiswa KKN,”  katanya

Ia bersama tim juga ikut terlibat meningkatkan derajat kesehatan dan ekonomi warga yang terkena dampak pandemi Covid-19 dan bencana badai seroja. Beberapa pencapaiannya meliputi pengolahan air hujan menjadi air alkali dan air basa, Waste Edu Center Rai Hawu, pemanfaatan sumber daya alam hayati, pengembangan sains dan teknologi, dsb.

Di Kabupaten tersebut, telah terjadi tren penurunan pada angka perkawinan anak menjadi 8,06% di tahun 2022 dari 10,82% di tahun 2018. Bagi Widya memberdayakan perempuan juga berarti melakukan pemberdayaan pada seluruh anggota keluarganya. Bagi mereka yang ingin melakukan pengabdian, menurut Widya,  harus melepaskan sifat subjektif dan keegoisannya dengan ikut menyelami kehidupan masyarakat secara langsung. “Saya rasa penting untuk mengosongkan diri, gunakan bahasa dan persepsi mereka, jangan mengikuti kemauan diri sendiri,” imbuh Widya.

Sehubungan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,  kata Widya, PSW UGM bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus melakukan kajian untuk memberikan informasi, masukan maupun rekomendasi kepada pemerintah daerah, KemenPPPA, serta kepada masyarakat luas.

Widya berpendapat, pendekatan holistik sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan, yang tidak hanya berdampak pada individu perempuan itu sendiri, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. “Dengan memberdayakan perempuan secara menyeluruh, akan tercipta kesetaraan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga masyarakat dapat berkembang,” katanya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Kisah Dosen UGM Ikut Berdayakan Kaum Perempuan di Pulau Terpencil NTT pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-dosen-ugm-ikut-berdayakan-kaum-perempuan-di-pulau-terpencil-di-ntt/feed/ 0
Prodi Antropologi UGM Masuk Peringkat 51 Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-ugm-masuk-peringkat-51-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-ugm-masuk-peringkat-51-dunia/#respond Sat, 13 Apr 2024 03:35:01 +0000 https://ugm.ac.id/prodi-antropologi-ugm-masuk-peringkat-51-dunia/ Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM masuk dalam peringkat 51 dunia setelah ditempatkan dalam jajaran peringkat 51-100 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject untuk tahun 2024. Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi mengatakan pencapaian antropologi UGM ini tentu sangat membanggakan mengingat sangat jarang prodi di Indonesia yang bisa masuk 100 besar […]

Artikel Prodi Antropologi UGM Masuk Peringkat 51 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prodi Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM masuk dalam peringkat 51 dunia setelah ditempatkan dalam jajaran peringkat 51-100 dunia dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject untuk tahun 2024.

Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi mengatakan pencapaian antropologi UGM ini tentu sangat membanggakan mengingat sangat jarang prodi di Indonesia yang bisa masuk 100 besar dunia. “Bagi FIB, pencapaian ini menjadi pemicu sekaligus pembelajaran agar prodi lain bisa masuk kategori yang sama,” kata Setiadi kepada wartawan, Sabtu (13/4).

Menurut Setiadi, Prodi Antropologi UGM sangat pantas masuk dalam tingkatan ini mengingat prodi ini sangat produktif dalam publikasi dan riset-riset kolaboratif internasional. Bahkan Prodi Antropologi UGM memiliki tradisi ilmiah yang sangat membanggakan karena riset-risetnya telah dipublikasi dan kolaborasi dengan beberapa negara. Tidak hanya, itu dalam bidang kerja sama pertukaran dosen dan mahasiswa juga rutin dilakukan. “Pengiriman mahasiswa S1, S2, dan S3 untuk riset budaya lain di Eropa dan Asia menjadi keunggulan tersendiri di prodi ini,” jelasnya.

Diakui Setiadi, keberhasilan Antropologi dalam jajaran 100 besar dunia ini tidak lepas dari keunggulan dari penilaian dari sisi akademik, publikasi, jumlah sitasi, impact hingga kualitas lulusan yang dihasilkan. Menurutnya, dukungan yang diberikan FIB UGM dalam ketersediaan dana riset, membuka peluang kerja sama, serta memfasilitasi pengembangan SDM untuk studi lanjut sangat mendukung prodi ini semakin maju dan bertaraf internasional. “Apalagi kita di FIB sudah memiliki kebijakan untuk menetapkan dosen wajib lulus S3 dan rekrutmen dosen baru juga wajib sudah harus bergelar doktor,” tegasnya.

Dari sisi SDM, Setiadi menyebutkan saat ini prodi Antropologi memiliki 5 orang Guru Besar, 11 orang dosen bergelar doktor, dan 4 orang dosen tengah menempuh pendidikan S3. “Diharapkan awal tahun 2025, 100% dosen antropologi sudah berlatar belakang doktor semua,” katanya.

Terkait dengan upaya mendorong publikasi riset, Setiadi mengungkapkan bahwa FIB dalam 5 tahun terakhir rutin menggelontorkan dana hibah penelitian untuk semua dosen. Bahkan untuk saat ini, fokus hibah penelitian diprioritaskan pada pendanaan penelitian kolaboratif internasional, nasional, dan antar universitas. “Kita selalu mendorong dosen mengambil hibah penelitian internasional dengan mengalokasikan anggaran lebih besar. Hibah ini bebas diambil oleh semua dosen FIB. Harapannya publikasi internasional kita semakin bertambah,” katanya.

Selain bidang Ilmu Antropologi masuk ranking 51 besar dunia, QS World University Rankings (WUR) by Subject juga menempatkan prodi Arkeologi FIB UGM masuk peringkat 151-200 dunia, lalu prodi bahasa asing FIB UGM masuk peringkat 151-200 dunia dan prodi Sejarah FIB UGM masuk 201-230 dunia. Setiadi mengharapkan untuk prodi yang lain di FIB akan didorong bisa masuk peringkat 100 besar dunia. “Bidang modern language sangat prospektif untuk kami dorong. Termasuk juga prodi Sejarah dan Arkeologi,” pungkasnya.

 

Penulis: Gusti Grehenson

Artikel Prodi Antropologi UGM Masuk Peringkat 51 Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-antropologi-ugm-masuk-peringkat-51-dunia/feed/ 0
UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/#respond Tue, 05 Mar 2024 09:50:05 +0000 https://ugm.ac.id/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/ Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM merayakan Dies ke-78 terhitung berdiri sejak 3 Maret 1946. Fakultas yang dulunya dikenal dengan nama Fakultas Sastra ini telah mengalami banyak perubahan dan meraih capaian yang membanggakan sehingga menjadi pilar utama dalam pengembangan Ilmu-ilmu Humaniora. Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, mengatakan FIB UGM terus mendorong kegiatan riset dan publikasi […]

Artikel UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM merayakan Dies ke-78 terhitung berdiri sejak 3 Maret 1946. Fakultas yang dulunya dikenal dengan nama Fakultas Sastra ini telah mengalami banyak perubahan dan meraih capaian yang membanggakan sehingga menjadi pilar utama dalam pengembangan Ilmu-ilmu Humaniora.

Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, mengatakan FIB UGM terus mendorong kegiatan riset dan publikasi di bidang Ilmu Humaniora yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa. Untuk saat ini, pihaknya mengelola sebanyak 15 jurnal, 8 diantaranya sudah terakreditasi SINTA dan 3 terindeks internasional.  Beberapa jurnal milik FIB UGM tersebut diantaranya Humaniora, Poetika, Lexicon, Lembaran sejarah, Rubikon, Lembaran Antropologi, Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, hingga East Asian Review.

Namun baru-baru ini, kata Dekan, FIB UGM siap menerbitkan jurnal baru yang terkait penelitian kosmopolis rempah. Hal itu dilakukan karena FIB UGM memiliki unit penelitian kosmopolis rempah sehingga salah satu keluarannya adalah penerbitan hasil riset. “Jurnal yang secara khusus mengenai rempah-rempah di Indonesia yang kita beri nama International Journal of Spice Studies yang akan segera kita luncurkan agar media publikasi ilmiah kita semakin kuat dan beragam,” ujarnya di pidato Laporan Dekan pada perayaan puncak Dies ke-78 FIB, Selasa (5/3) di ruang pertemuan Gedung R. Soegondo FIB UGM.

Setiadi mengatakan publikasi artikel yang dilakukan dosen pada jurnal internasional bereputasi pada tahun 2023 sebanyak 100 artikel. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 100 persen dibandingkan tahun  2022 lalu sebanyak 51 artikel. “Dari jumlah tersebut, Departemen Antropologi menduduki tempat tertinggi untuk publikasi jurnal internasional bereputasi sebanyak 49 persen dan Departemen Bahasa dan Sastra sebesar 30 persen,” katanya.

Sementara Guru Besar FIB UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S, M.Hum, DEA., dalam pidato ilmiahnya yang berjudul The Upper Subject: Honor dan Praktik Reproduksi Sosialnya dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer, mengatakan bahwa di tengah masifnya penggunaan teknologi, terutama teknologi informatika, banyak potensi melemahnya keberadaan manusia sebagai subjek.

Padahal manusia adalah subjek. “Subjektivitas manusia tersebut berpotensi tercerabut karena terlalu diposisikannya teknologi sebagai subjek baru yang mengalahkan manusia. Membicarakan subjek dapat kita gunakan untuk melakukan refleksi kritis, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Kita perlu terus menerus melakukan proses kritis. Jangan sampai kita semua dan terutama generasi-generasi muda tidak dapat menjawab dengan alasan yang jelas akan suatu pilihan karena teralihkan pada pragmatisme dalam cara berpikir mereka,” kata Wening.

Selain soal subjektivitas manusia,  Wening juga menyoroti tentang perilaku kelompok masyarakat kita yang suka memamerkan kekayaan sebagai bagian dari the upper subject. Bagi Wening, sebetulnya tidak ada yang salah dengan the upper subject yang dimilikinya. Apalagi banyak yang memang sejak lahir telah memiliki privilege dalam masyarakat karena akumulasi modal-modal yang sudah dilakukan oleh orang tua atau kakek neneknya. Namun, yang perlu diingat, posisi the upper subject tersebut perlu dikelola agar bersifat kontributif bagi masyarakat dan bukan hanya fokus pada hasrat pribadi yang diunggulkan apalagi merugikan orang lain.

“Memiliki tas Hermes, Dolce & Gabbana dan merk-merk lain atau memiliki rumah dan mobil mewah bukanlah hal yang salah. Namun, memamerkannya terus-menerus di tengah masyarakat yang masih banyak berkekurangan  menunjukkan ketidakmampuan orang tersebut mengontrol hasrat narsismenya serta menjelaskan hilangnya solidaritas baik mekanik maupun organik di tengah masyarakat kita,” ujarnya.

Penulis       : Gusti Grehenson

Artikel UGM Siap Luncurkan Jurnal Rempah Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-luncurkan-jurnal-rempah-indonesia/feed/ 0