feb ugm Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/feb-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 19 Nov 2024 08:05:41 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Industri Tekstil Limbung, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Relaksasi Impor https://ugm.ac.id/id/berita/industri-tekstil-limbung-pemerintah-diminta-tinjau-ulang-kebijakan-relaksasi-impor/ https://ugm.ac.id/id/berita/industri-tekstil-limbung-pemerintah-diminta-tinjau-ulang-kebijakan-relaksasi-impor/#respond Tue, 19 Nov 2024 08:05:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73013 Pernyataan pailit yang dikeluarkan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex pada 21 Oktober 2024 silam, menjadi peringatan bahwa Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional sedang menunjukkan tren sunset atau meredup. Padahal industri TPT sempat mengalami pertumbuhan positif sebelum pandemi Covid-19 melanda. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, terhitung sebanyak 30 […]

Artikel Industri Tekstil Limbung, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Relaksasi Impor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pernyataan pailit yang dikeluarkan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex pada 21 Oktober 2024 silam, menjadi peringatan bahwa Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional sedang menunjukkan tren sunset atau meredup. Padahal industri TPT sempat mengalami pertumbuhan positif sebelum pandemi Covid-19 melanda. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, terhitung sebanyak 30 perusahaan sudah tutup dalam dua tahun terakhir, sementara pabrik yang masih beroperasi hanya bekerja pada level kapasitas 45-70% saja. Bahkan, lebih dari 15.000 pekerja tekstil terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak Januari hingga September 2024.

Menanggapi kisruh tersebut, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., Ph.D., CFP, menuturkan bahwa tidak heran jika badai PHK di industri tekstil berada di depan mata. Menurut Boyke, tren penurunan tersebut ditimbulkan dari kontraksi permintaan pasar global, terutama setelah terjadi perang antara Rusia dan Ukraina. Tekanan diperparah dengan makin masifnya impor tekstil, khususnya dari Tiongkok yang memiliki harga super murah. “Relaksasi impor akibat Permendag 8/2024 ini membuat pelaku usaha tekstil di Indonesia seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Gagal menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tutur Boyke, Senin (18/11).

Boyke lalu menjelaskan secara singkat awal mula PT Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang. Menurut putusan tersebut, Sritex dianggap lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada PT Indo Bharat Rayon, salah satu debitur, sebesar 100 milyar rupiah. Dalam perspektif ekonomi, pailit terjadi ketika perusahaan tidak memiliki kemampuan keuangan untuk membayar kewajiban kepada debitur. “Tapi ternyata kreditur Sritex tidak hanya PT Indo Bharat Rayon saja. Sritex memiliki hutang ke 28 bank nasional dan internasional senilai USD 809,9 juta atau setara dengan 12,6 triliun rupiah, dan hutang ini sifatnya jangka panjang,” jelasnya.

Sementara, total akumulasi hutang jangka panjangnya sendiri menurut laporan keuangan perusahaan per semester I tahun 2024 mencapai USD 1,47 miliar (22,8 triliun rupiah). Ditambah hutang jangka pendek sebesar USD 131,4 juta (2 triliun rupiah), sehingga total liabilitas perusahaan berkisar di angka 25 triliun rupiah. Pada situasi ini, perusahaan mengalami defisiensi modal sebesar USD 980,56 juta atau minus 15,2 triliun rupiah. Bahkan, kini Sritex sebagai raksasa tekstil terancam delisting dari bursa saham karena kinerja keuangan dan operasional yang tidak optimal dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan nilai liabilitas perusahaan jauh lebih besar dari asset yang dimiliki. “Nah, dari sini terlihat bahwa sumber pailitnya PT Sritex adalah karena besarnya nilai hutang. Besar pasak daripada tiang,” ungkapnya.

Di banyak kesempatan, pemerintah sebetulnya menegaskan akan melakukan upaya penyelamatan PT Sritex sebagai komitmen untuk melindungi industri padat karya. Memang bukan dalam bentuk skema bailout (dana talangan), meskipun kegiatan ekspor-impor terhambat akibat putusan pailit, namun PT Sritex tetap diizinkan beroperasi. Alih-alih untuk menjaga citra produk Indonesia di mata konsumen global, menurut Boyke, wacana tersebut terdengar populis. “Tidak ada yang salah dengan opsi pemberian izin, namun perlu diingat juga perusahaan sedang dihadapkan pada situasi mis-manajemen khususnya aspek keuangan, di sisi lain situasi saturasi pasar dan ketidakmampuan bersaing di pasar domestik juga jadi kendala ya,” ucap Boyke yang juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Manajemen FEB UGM.

Kini, selain pengajuan kasasi terkait putusan pailit yang masih belum mendapat tanggapan dari Mahkamah Agung, PT Sritex tengah menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan bahan baku yang diprediksi akan habis dalam tiga minggu ke depan. Sebanyak 2.500 karyawan telah diliburkan sementara akibat krisis bahan baku tersebut. Walaupun belum ada keputusan untuk PHK, dan hak pekerja seperti gaji masih dibayarkan oleh perusahaan, namun jika tidak ada keputusan segera dari kurator dan hakim pengawas untuk izin keberlanjutan usaha, jumlah karyawan yang diliburkan akan terus meningkat. Solusi yang ditawarkan oleh pemerintah nantinya akan menjadi tolak ukur bagi keberlanjutan industri padat karya Indonesia di masa yang akan datang. “Untuk jangka pendek, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya soft landing bagi pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan,” saran Boyke.

Upaya tersebut dapat berupa menyiapkan pekerjaan baru bagi karyawan PT Sritex atau menyiapkan keterampilan yang memadai bagi mereka yang mau berwirausaha berikut insentif permodalannya. Tidak kalah penting, pemerintah juga perlu berjaga dengan program ‘penyelamatan pendapatan’ selama masa transisi pekerja memperoleh pekerjaan baru atau menjadi wirausaha.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, pemerintah perlu meninjau kembali kebijakan impor tekstil. Hal ini bertujuan agar pemain lokal memiliki ruang yang memadai untuk memasarkan produknya. “Relaksasi impor perlu ditinjau ulang ya. Nah, selain yang resmi, pemerintah juga perlu membereskan beberapa kasus impor tekstil ilegal yang terbukti membuat persaingan yang tidak adil dalam industri pertekstilan nasional,” pungkasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Ilustrasi: Freepik

Artikel Industri Tekstil Limbung, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Kebijakan Relaksasi Impor pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/industri-tekstil-limbung-pemerintah-diminta-tinjau-ulang-kebijakan-relaksasi-impor/feed/ 0
Kisah Syfa, Anak Buruh Tani Asal Sumatera Barat Kuliah Gratis di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-syfa-anak-buruh-tani-asal-sumbar-kuliah-gratis-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-syfa-anak-buruh-tani-asal-sumbar-kuliah-gratis-di-ugm/#respond Thu, 18 Jul 2024 08:02:18 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67155 Keinginan untuk merubah nasib dan mengangkat harkat martabat keluarga menjadi motivasi Asysyfa Maisarah (18) untuk mendaftar kuliah di Universitas Gadjah Mada. Meski terlahir dari keluarga sederhana, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Mardion (54) dan Elfa Harningsih (48) ini memiliki tekad kuat untuk mengejar mimpinya untuk kuliah di kampus terkemuka di Indonesia. Syfa merupakan anak […]

Artikel Kisah Syfa, Anak Buruh Tani Asal Sumatera Barat Kuliah Gratis di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Keinginan untuk merubah nasib dan mengangkat harkat martabat keluarga menjadi motivasi Asysyfa Maisarah (18) untuk mendaftar kuliah di Universitas Gadjah Mada. Meski terlahir dari keluarga sederhana, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Mardion (54) dan Elfa Harningsih (48) ini memiliki tekad kuat untuk mengejar mimpinya untuk kuliah di kampus terkemuka di Indonesia.

Syfa merupakan anak buruh tani yang tinggal di Desa Sungai Naniang, Kecamatan Bukik Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sang Ayah, Mardion, hanya tamatan SMP yang bekerja sebagai buruh tani harian lepas yang menggarap lahan jeruk milik orang lain. Sedangkan ibunya adalah Ibu Rumah Tangga yang sesekali membantu sang suami jika ada panggilan kerja. “Untuk satu hari bekerja saya dibayar upah 50 ribu rupiah. Itu pun tidak setiap hari, tergantung ada yang butuh atau tidak,” kata Mardion.

Dari pekerjaan sebagai buruh harian lepas ini lah asap dapur di rumahnya tetap mengepul serta memenuhi kebutuhan sekolah bagi ketiga anaknya. Beruntung bagi Mardion, anak perempuannya memiliki prestasi akademik yang bagus di sekolah. Sejak di bangku SMP hingga SMA, Syfa bersekolah selalu langganan juara kelas dan mendapat beasiswa sehingga bebas biaya sekolah. “Kebetulan SMA dulu dapat beasiswa sejenis boarding school, jadi dapat fasilitas asrama di sana. Kadang kangen sama rumah, tapi harus ditahan untuk hemat ongkos. Jadinya pulang sebulan sekali saja, pernah juga dua bulan,” kenangnya.

Meraih dan mempertahankan prestasi bukanlah perkara mudah. Syfa harus belajar secara konsisten dan ekstra agar beasiswanya tidak dicabut. Berkat hobi gemar membaca buku, baik buku yang terkait dengan pelajaran atau pun buku-buku fiksi di ruang perpustakaan sekolah. Karena itu, ia merasa tidak pernah terbebani untuk belajar. “Bersyukur, selama SMA selalu juara umum dan dapat bintang mata pelajaran terbanyak di tiap semester. Tahun lalu juga dapat medali perunggu untuk Olimpiade Nasional Bahasa Indonesia,” ucap dia.

Meski memiliki memiliki prestasi akademik, Syfa tetap menyempatkan dirinya untuk tetap ikut berorganisasi dengan terjun ke Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), tercatat ia pernah menjabat sebagai Sekretaris. Syfa juga sempat ditunjuk oleh sekolah untuk mengikuti Sosialisasi Tata Ruang yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kota Padang dan aktif terlibat diskusi dengan banyak perwakilan sekolah lain se-Sumatera Barat.

Dikenal memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan keinginannya, menjelang lulus, Syifa menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan ke jenjang bangku kuliah. Ia pun meyakinkan kedua orang tuanya untuk kuliah di UGM meskipun kedua orang tuanya  berharap dirinya tetap melanjutkan kuliah tidak jauh dari rumahnya.

“Soal biaya yang jadi pertimbangan apalagi jauh harus ke Jawa. Ayah maunya saya ke Pekanbaru saja yang lebih dekat dari sini, sama seperti kakak dulu. Kalau ibu masih ragu tapi tetap mendukung saja yang penting saya yakin dengan apa yang saya pilih, nanti rejeki mengikuti,” ucapnya penuh haru.

Saat pengumuman tiba, Syfa diterima kuliah di prodi Akuntansi FEB UGM tanpa tes lewat jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP). Ia juga lolos sebagai penerima Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul bersubsidi 100% (UKT 0) sehingga dibebaskan dari biaya pendidikan selama kuliah.

Elfa mengaku bangga saat menerima kabar anaknya diterima di UGM, meski di sisi lain dia dan suaminya ragu karena keterbatasan finansial. Tahun lalu, kakak Syifa baru saja lulus dari UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, dan adiknya masih duduk di kelas 4 SD masih membutuhkan banyak biaya. “Campur aduk sekali perasaannya, senang tapi bingung, gimana nanti kuliahnya bisa lulus atau tidak, tapi Syfa bilang pasti bisa karena ada beasiswa,” cerita Elfa.

Dibalik kecemasannya, Elfa mengaku bersyukur Syfa mendapat beasiswa subsidi UKT 100 persen dari UGM sehingga bisa meringankan beban ekonomi keluarganya. Menurutnya beasiswa ini  sekaligus memberi kesempatan ke masyarakat tidak mampu untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Dia berharap agar Syfa dapat lulus tepat waktu dan bisa meraih cita-citanya yang diinginkannya.

Penulis: Triya Andriyani

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Firsto

Artikel Kisah Syfa, Anak Buruh Tani Asal Sumatera Barat Kuliah Gratis di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-syfa-anak-buruh-tani-asal-sumbar-kuliah-gratis-di-ugm/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukatif Pengelolaan Sampah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukatif-pengelolaan-sampah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukatif-pengelolaan-sampah/#respond Thu, 11 Jul 2024 08:37:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66769 Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengembangkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran pengelolaan sampah. Permainan edukatif yang digagas tersebut diberi nama Dalang Board yang merupakan kepanjangan dari daur ulang board. Permainan edukatif ini dibuat oleh tiga mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Ekonomi angkatan 2022 yakni Alda Zahra Zhafira, Maudy Nashira Fuadi, […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukatif Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengembangkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran pengelolaan sampah. Permainan edukatif yang digagas tersebut diberi nama Dalang Board yang merupakan kepanjangan dari daur ulang board.

Permainan edukatif ini dibuat oleh tiga mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Ekonomi angkatan 2022 yakni Alda Zahra Zhafira, Maudy Nashira Fuadi, dan Ayu Lintang Ramadhiani. Ketiganya berkolaborasi dengan⁠ Nada Avia Edwina (Teknologi Veteriner 2022) dan ⁠Faturrahman Al Ramadhani (Kartografi dan Penginderaan Jauh 2022) di bawah bimbingan Dr. Ir. Nurulia Hidayah, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN.Eng., dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM 2024 yang sukses mendapatkan dana hibah PKM dari Kemendikbudristek.

Ketua pengembang Dalang Board, Alda mengungkapkan ide membuat permainan edukatif ini berawal dari kegelisahan mereka terhadap persoalan sampah plastik yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah DIY. Sampah plastik menjadi isu yang sangat krusial karena jenisnya yang tidak mudah terurai yang berpotensi membahayakan kesehatan dan kelestarian lingkungan apabila tidak dilakukan pengelolaan yang tepat. “Penggunaan sampah plastik yang berlebihan merupakan salah satu dampak dari kurangnya kesadaran dan edukasi masyarakat dalam menggunakan sampah plastik. Oleh sebab itu, kami memandang edukasi sederhana terkait sampah plastik yang sulit terurai secara sederhana perlu dilakukan baik terhadap orang dewasa maupun anak-anak,” paparnya, Selasa (9/7) di FEB UGM.

Alda mengatakan pemenuhan edukasi terhadap anak-anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang bersifat natural salah satunya melalui permainan anak. Penyampaian edukasi melalui permainan anak yang berisikan informasi mendalam serta pengetahuan terkait sampah diharapkan mampu membuat anak-anak memahami sifat, bahaya, serta pemanfaatan sampah. Permainan edukatif dikemas dengan memanfaatkan sampah plastik yang didaur ulang kembali untuk meningkatkan nilai investasi dan edukasi realistis yang tinggi terhadap pengolahan sampah plastik. “Diharapkan dengan hadirnya Dalang Board dapat menjadi wadah inovasi dalam meningkatkan edukasi anak terhadap kepedulian lingkungan dan sampah,” jelasnya.

Dalang Board dikembangkan dalam bentuk permainan monopoli yang memuat pengetahuan umum tentang sampah salah satunya jenis-jenis sampah. Tak hanya mengedukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, papan permainan edukatif ini juga dibuat menggunakan limbah High Density Polyethylene (HDPE) yang didaur ulang sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan. Sementara board game pada umumnya dibuat menggunakan bahan baru berbasis plastik seperti plastik polistirena.

Dalang board terdiri dari beberapa komponen yakni papan permainan, pion pemain, serta kartu permainan yang memuat pertanyaan edukatif seputar lingkungan. Komponen pelengkap Dalang Board dibuat menggunakan bahan ramah lingkungan yaitu memakai kayu dan kertas bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council). Dengan demikian, Dalang Board tidak hanya membantu penyampaian pesan tentang lingkungan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengatasi masalah global yang mendesak seperti limbah plastik.

“Dalang board juga menggunakan fitur Augmented Reality sebagai sarana edukasi. Board game ini menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan sekaligus mendukung upaya penanggulangan masalah sampah,” terang Alda.

Maudy menambahkan Dalang board merupakan media permainan edukatif yang menjadi salah satu pilihan pembelajaran interaktif yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap persoalan sampah plastik. “Saat ini permainan edukatif ini telah tersedia di marketplace seperti Shoope dan Tokopedia dan dapat dipesan melalui instagram @pkmk_dalangboard,” imbuhnya.

Maudy menyampaikan bahwa dari setiap penjualan dua unit Dalang Board akan disisihkan untuk penanaman satu bibit Mangrove. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB UGM

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Permainan Edukatif Pengelolaan Sampah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-permainan-edukatif-pengelolaan-sampah/feed/ 0
Mahasiswa FEB UGM Teliti Relasi Ekonomi Kerakyatan Dengan Pemerataan Ekonomi Masyarakat https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-teliti-relasi-ekonomi-kerakyatan-dengan-pemerataan-ekonomi-masyarakat/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-teliti-relasi-ekonomi-kerakyatan-dengan-pemerataan-ekonomi-masyarakat/#respond Wed, 10 Jul 2024 09:38:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66774 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi daerah dengan tingkat ketimpangan pendapatan tertinggi di Indonesia. Ketimpangan tersebut diukur melalui rasio gini yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 yang mencatat nilai Indeks Gini perkotaan dan perdesaan di DIY sebesar 0,439. Sementara itu, Kota Yogyakarta menjadi daerah di DIY yang memiliki ketimpangan paling besar […]

Artikel Mahasiswa FEB UGM Teliti Relasi Ekonomi Kerakyatan Dengan Pemerataan Ekonomi Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi daerah dengan tingkat ketimpangan pendapatan tertinggi di Indonesia. Ketimpangan tersebut diukur melalui rasio gini yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 yang mencatat nilai Indeks Gini perkotaan dan perdesaan di DIY sebesar 0,439.

Sementara itu, Kota Yogyakarta menjadi daerah di DIY yang memiliki ketimpangan paling besar dengan nilai Indeks Gini sebesar 0,519 pada tahun 2022 dan 0,454 pada tahun 2023. Nilai tersebut masuk ke dalam kategori ketimpangan sedang hingga tinggi yang berkaitan dengan distribusi pendapatan penduduk di Kota Yogyakarta. Tingginya ketimpangan itu mengakibatkan dampak negatif dalam jangka panjang bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat pertumbuhan, tingkat kemiskinan, dan tingkat kualitas hidup masyarakat.

Melihat kondisi tersebut sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berkolaborasi dengan mahasiswa FISIPOL UGM melakukan penelitian terkait penerapan konsep ekonomi kerakyatan sebagai upaya peningkatan pemerataan ekonomi di Kota Yogyakarta. Mereka adalah Muhammad Nur Maulana (Akuntansi 2022), Muammar Ilham Hanafi Tarwaca (Akuntansi 2022), Aushaaf Rafif Keane Pribadi (Ilmu Ekonomi 2022), Ilham Prasetiyo (Pengembangan Sosial dan Kesejahteraan 2022), serta Laksita Balinda Anabela Darayanti (Ilmu Ekonomi 2022). Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Dr. Hempri Suyatna dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Ketua tim peneliti, Muhammad Nur Maulana mengatakan isu ketimpangan menjadi salah satu fokus pembangunan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 10 yaitu mengurangi kesenjangan (reduce inequality). Ekonomi kerakyatan menjadi salah satu konsep ideologi yang berfokus mengurangi ketimpangan. Tak hanya itu, ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi nasional Indonesia yang berpihak pada ekonomi rakyat. Keberadaan sistem tersebut dapat menghasilkan masyarakat yang lebih tahan terhadap gangguan aktivitas perekonomian melalui sistem jejaring bersama dan disokong secara berkelanjutan.

Beberapa penelitian ekonomi kerakyatan yang telah ada, lanjut Maulana, memiliki fokus kepada bagaimana konsep ekonomi kerakyatan terbentuk (konseptual) dan implementasi dalam beberapa sektor. Namun, belum terdapat penelitian yang membahas mengenai ketahanan konsep ekonomi kerakyatan dalam masyarakat sebagai dasar dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat berupa pengurangan ketimpangan yang terjadi di masyarakat.

“Oleh karena itu, riset ini meninjau lebih dalam berkaitan dengan eksistensi konsep ekonomi kerakyatan yang dikorelasi dengan ketimpangan serta menganalisis keberadaan pola pikir yang menjadi intisari ekonomi kerakyatan sebagai wujud pemahaman masyarakat,” paparnya, Rabu (10/7) di FEB UGM.

Melalui riset berjudul “Indeks Demokrasi Ekonomi Indonesia: Tinjauan Eksistensi Ekonomi Kerakyatan sebagai Upaya Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Kota Yogyakarta” ini diharapkan dapat diketahui nilai Indeks Demokrasi Ekonomi Indonesia (IDEI) dan memahami kondisi eksistensi ekonomi kerakyatan di Kota Yogyakarta. Di samping itu, lewat riset ini juga ditujukan untuk mengetahui hubungan eksistensi ekonomi kerakyatan dengan pemerataan ekonomi di Kota Yogyakarta.

“Dengan begitu harapannya bisa dirumuskan strategi penguatan ekonomi kerakyatan dalam rangka peningkatan pemerataan ekonomi di Kota Yogyakarta. Tentunya, strategi pembangunan ekonomi yang sejalan dengan Pancasila dan ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB UGM

Artikel Mahasiswa FEB UGM Teliti Relasi Ekonomi Kerakyatan Dengan Pemerataan Ekonomi Masyarakat pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-teliti-relasi-ekonomi-kerakyatan-dengan-pemerataan-ekonomi-masyarakat/feed/ 0
FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/ https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/#respond Fri, 05 Jul 2024 05:43:01 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65828 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)  berhasil mempertahankan akreditasi dari lembaga akreditasi sekolah bisnis internasional bergengsi yaitu The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Raihan akreditasi bergengsi ini merupakan kali ketiga berturut-turut yang diraih FEB UGM. Pertama kali meraih akreditasi pada tahun 2014 sebagai sekolah bisnis pertama di Indonesia yang […]

Artikel FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM)  berhasil mempertahankan akreditasi dari lembaga akreditasi sekolah bisnis internasional bergengsi yaitu The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Raihan akreditasi bergengsi ini merupakan kali ketiga berturut-turut yang diraih FEB UGM. Pertama kali meraih akreditasi pada tahun 2014 sebagai sekolah bisnis pertama di Indonesia yang terakreditasi AACSB. Kemudian FEB UGM berhasil mempertahankan akreditasi pertama di tahun 2019 dan kedua di tahun 2024 ini.

Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., C.A., menyampaikan keberhasilan mempertahankan akreditasi internasional ini merupakan bukti pengakuan bahwa proses pendidikan, sumber daya manusia, infrastruktur, dan prestasi mahasiswa di FEB UGM telah mengacu pada “best practices” dan sejajar dengan kampus terkemuka di berbagai belahan dunia. Dengan misi menumbuhkembangkan pemimpin masa depan dalam ilmu ekonomi dan bisnis untuk mengembangkan aspek berkelanjutan (Nurture Future-Ready Leaders in Economics and Business to Foster Sustainability), FEB memiliki komitmen kuat untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas bagi masyarakat.

“FEB UGM telah melakukan dua kali reakreditasi atau perpanjangan akreditasi sebagai bagian dari proses yang terus menerus dinilai untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan capaian reakreditasi ini kami menegaskan komitmen untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan mutu pendidikan, riset, serta kontribusi bagi masyarakat di level nasional maupun global,” tuturnya, Jum’at (5/7) saat konferensi pers di kampus FEB UGM.

Didi menekankan bahwa akreditasi yang diraih tidak sekadar memperoleh selembar sertifikat saja. Akreditasi ini menjadi pembuktian adanya perbaikan dan peningkatan kualitas dari berbagai bidang khususnya dalam tridharma perguruan tinggi.

“Raihan akreditasi AACSB ini membuktikan bahwa seluruh proses kegiatan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan FEB UGM berdampak luas bagi masyarakat maupun dunia bisnis. Hal ini sejalan dengan misi dan visi UGM menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang unggul dan inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,”paparnya.

Pengakuan dari AACSB ini disebutkan Didi bukan hanya menjadi prestasi dari FEB UGM saja. Akreditasi bergengsi ini, juga merupakan hasil dari kerja keras seluruh sivitas akademika (dosen, mahasiswa), staf profesional, alumni, serta dukungan mitra.

Capaian akreditasi AACSB yang diperoleh FEB UGM pada tahun 2024 ini kian terasa Istimewa. Pasalnya, FEB UGM berhasil memperluas lingkup program studi (prodi) yang terakreditasi AACSB International, termasuk program S1, S2, S3 di bawah Departemen Ilmu Ekonomi.

Dengan begitu, 13 prodi di bawah Departemen Akuntansi, Departemen Ilmu Ekonomi, dan Departemen Manajemen, mulai jenjang sarjana, magister, hingga doktor telah mendapatkan pengakuan akreditasi AACSB. Hal ini menunjukkan dedikasi FEB UGM dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi dan relevan dengan kebutuhan global.

Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., menambahkan bahwa reakreditasi AACSB International ini juga menjadi penanda akan kualitas seluruh proses pembelajaran di FEB UGM setara dengan sekolah-sekolah bisnis di dunia.

“Hanya 6 persen sekolah bisnis di dunia yang terakreditasi AACSB. Karenanya, reakreditasi AACSB yang diraih FEB UGM ini menunjukkan prestasi yang luar biasa,” urainya.

Reakreditasi AACSB International ini, dikatakan Bayu, membuka peluang baru yang lebih besar dalam mengembangkan program pendidikan, salah satunya membuka kesempatan paparan internasional yang lebih luas lagi. Selain itu, reakreditasi ini juga semakin memperluas pintu bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman international exposure, seperti student exchange, double degree program, international summer course, joint research, visiting professor, dan lainnya.

Hingga saat ini, FEB UGM telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 78 mitra universitas di berbagai negara dunia. Tak hanya itu, dengan reakreditasi ini juga membuka pintu pengembangan mata kuliah yang sifatnya pembelajaran daring inovatif di tingkat internasional seperti mata kuliah Digital Accounting Transformation yang diselenggarakan FEB UGM bekerja sama dengan Partnership of Asian Management Schools (PAMS). Selain itu,  mengembangkan program dan mata kuliah yang berfokus pada isu-isu berkelanjutan seperti program ASEAN Master in Sustainability Management bersama University of Agder dan AUN-BE yang menawarkan program MBA kolaboratif. Program ini menyatukan berbagai perspektif akademis dan praktis guna menghadapi tantangan berkelanjutan.

Bayu menjelaskan capaian reakreditasi AACSB International kedua kalinya ini membawa tanggung jawab yang lebih besar lagi bagi FEB UGM untuk memperluas kontribusi positif bagi masyarakat. “Capaian akreditasi AACSB International ini adalah buah dari perjuangan semua sivitas. Hal ini bukan merupakan akhir dari perjalanan namun baru sebagian etape untuk selalu memberikan kualitas pembelajaran terbaik dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki wawasan keberlanjutan dan memberikan impak bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara Wakil Dekan FEB Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Suyanto, S.E., M.B.A., Ph.D., menambahkan sejak terakreditasi pada tahun 2014 silam, FEB terus berupaya meningkatkan kualitas ekosistem pendukung yang berwawasan keberlanjutan dan berstandar internasional. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan fasilitas dan  infrastruktur berstandar internasional dengan penyediaan fasilitas laboratorium dan sumber pembelajaran online, termasuk basis data seperti Bloomberg, CEIC, dan Osiris dan pengembangan Learning Academic and Multimedia Production (LAMP) untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran daring.

Selanjutnya, penyediaan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan termasuk penyandang disabilitas serta menerapkan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CSHE) dalam seluruh proses kegiatan kampus.

FEB UGM, lanjutnya, melakukan simplifikasi proses bisnis agar semakin mudah, efisien, dan cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai pemampu seperti pembentukan unit LAMP untuk menyiapkan materi pembelajaran di era digital dan memperkuat Unit Sistem Informasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (SIFE) dengan mengembangkan aplikasi dan sistem Informasi.

FEB UGM juga melakukan pengalokasian sumber daya organisasi yang difokuskan pada peningkatan kompetensi dan kapasitas dosen dan staf profesional untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Kualifikasi dosen sesuai standar akreditasi nasional dan internasional ditingkatkan dengan menyediakan hibah pengajaran/pendidikan berbasis MOOC (massive online and open courses), hibah penelitian berupa hibah mandiri, kompetitif, dan kolaboratif serta hibah pengabdian kepada masyarakat dalam klinik oleh laboratorium dan bidang kajian.

“Selain itu, pengembangan kapasitas dosen dan staf profesional juga diberikan melalui pemberian beasiswa untuk studi lanjut, program pelatihan, pengembangan, dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi,” ucapnya.

Akreditasi AACSB International yang diperoleh FEB UGM ini dikatakan Wakil Dekan FEB UGM Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., menjadi peluang baru untuk menjalin kemitraan yang lebih luas dengan berbagai sekolah bisnis terkemuka dunia sekaligus membuka peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, konferensi internasional, riset bersama, serta inisiatif kolaborasi lainnya. Sebagai contoh, FEB UGM telah membangun kolaborasi pembelajaran secara daring dalam Partnership of Asian Management School (PAMS) bersama lima universitas mitra internasional. FEB UGM juga membangun program ASEAN Master in Sustainability untuk mahasiswa ASEAN dan Norwegia bekerja sama dengan University of Agder. Program ini mendapatkan pendanaan penuh dari pemerintah Norwegia.

Raihan akreditasi AACSB International ini disebutkan Gumilang memberikan tanggung jawab, komitmen dan pencapaian yang lebih tinggi lagi termasuk dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. FEB UGM akan terus mendorong para dosen dan penelitinya untuk menghasilkan penelitian dan publikasi yang berdampak bagi masyarakat yang lebih luas. Tidak sedikit riset yang dilakukan oleh dosen FEB UGM  yang menghasilkan societal impact. Salah satunya, Dr. Elan Satriawan bekerja sama dengan penerima Nobel bidang ekonomi 2019, Prof. Abhijit Banerjee (MIT). Hasil riset tersebut telah dipublikasikan di American Economic Review, yang merupakan jurnal terkemuka di bidang ilmu ekonomi. Penelitian tersebut memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia terkait desain program perlindungan sosial.

Perolehan reakreditasi AACSB International pada tahun 2024 ini melengkapi capaian pengakuan atas kualitas pendidikan di FEB UGM. Di tahun 2024 FEB UGM juga berhasil mendapatkan predikat akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk pertama kalinya. Akreditasi sebelumnya diperoleh dari BAN PT sebagai pengakuan atas akreditasi internasional AACSB.  Tahun ini,  12 prodi dari program sarjana, magister, doktor dan profesi di FEB UGM yang diakreditasi secara “spartan” dari bulan Januari 2024 sampai April 2024 semua berhasil memperoleh predikat tertinggi yaitu Unggul dari LAMEMBA. Jadi untuk pertama kalinya FEB UGM mengikuti akreditasi nasional oleh LAMEMBA yang bukan sekedar konversi atau pengakuan dari akreditasi internasional, yang bersamaan dengan akreditasi AACSB.

Capaian rekor akreditasi unggul dari LAMEMBA (12 Prodi) dan akreditasi internasional AACSB (13 Prodi) secara bersamaan di tahun 2024, tidak mungkin tercapai tanpa dukungan dari semua pihak yaitu para dosen, mahasiswa, staf profesional (tenaga kependidikan), mahasiswa, alumni dan para mitra serta dukungan dari Rektor beserta jajaran di Kantor Pusat UGM. Dekan FEB UGM mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi dari semua pihak atas prestasi ini.

FEB UGM memaknai keberhasilan reakreditasi internasional dan akreditasi unggul dari LAMEMBA, sebagai peluang untuk meningkatkan kontribusi untuk negeri dan dunia. Tidak hanya itu, FEB UGM tetap berkomitmen kuat untuk memberikan layanan pendidikan tinggi berkelas dunia kepada anak bangsa dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai latar belakang ekonomi serta orientasi penelitian dan publikasi yang berdampak bagi masyarakat yang lebih luas. Melalui reakreditasi internasional AACSB dan akreditasi unggul LAMEMBA, FEB UGM semakin mengakar kuat dan menjulang tinggi.

Narahubung Media: Kurnia Ekaptiningrum, S.IP/ Humas FEB UGM

Artikel FEB UGM Kembali Pertahankan Rekor Akreditasi Internasional Bergengsi AACSB dan LAMEMBA pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/feb-ugm-kembali-pertahankan-rekor-akreditasi-internasional-bergengsi-aacsb-dan-lamemba/feed/ 0
Cerita Johan, Anak Petani Asal Samosir Lolos Kuliah Gratis di FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-johan-anak-petani-asal-samosir-lolos-kuliah-gratis-di-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-johan-anak-petani-asal-samosir-lolos-kuliah-gratis-di-feb-ugm/#respond Wed, 03 Jul 2024 10:10:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65726 “Mak, Pak biru!” ucap Johan kepada orang tuanya di hari Selasa 26 Maret 2024 sore sepulang dari acara kelulusan di sekolah. Hari itu, hari dimana jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) 2024 diumumkan. Sindak Manahara Rajaguguk (44) dan Tiurma Lumban Raja (37) pun diam tak paham. Keduanya hanya terbengong, dan baru paham setelah Johan memeluk […]

Artikel Cerita Johan, Anak Petani Asal Samosir Lolos Kuliah Gratis di FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
“Mak, Pak biru!” ucap Johan kepada orang tuanya di hari Selasa 26 Maret 2024 sore sepulang dari acara kelulusan di sekolah. Hari itu, hari dimana jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) 2024 diumumkan.

Sindak Manahara Rajaguguk (44) dan Tiurma Lumban Raja (37) pun diam tak paham. Keduanya hanya terbengong, dan baru paham setelah Johan memeluk dan memberi tahu.

Tak lama senyum bahagia mengembang dari pasangan suami istri Sindak Manahara Rajaguguk dan Tiurma Lumban Raja saat paham bila putra sulungnya, Johan Vylvius Rajaguguk (18) tengah bergembira karena lolos seleksi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada tanpa tes jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP) 2024 dan diterima di Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Pasutri inipun tak pernah menyangka mereka yang hidup di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada akhirnya bisa melihat anaknya mengenyam pendidikan hingga tingkat pendidikan tinggi.

Tak hanya lolos seleksi, Johan pun dinyatakan sebagai penerima Uang Kuliah Tunggal Pendidikan Unggul bersubsidi 100 persen (UKT 0) dari UGM sehingga dibebaskan dari biaya pendidikan selama kuliah. Bahkan Johan pun juga dinyatakan sebagai kandidat kuat penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari pemerintah.

“Ini mimpi Johan, saya senang mendengar itu. Kami orang tua ini hanya selalu berdoa untuk keberhasilannya,” ucap Sindak Manahara.

Meski bukan berasal dari keluarga orang berada, dan sehari-hari hanya bekerja mengurus sawah warisan orang tua namun soal pendidikan, Sindak Manahara Rajaguguk dan Tiurma Lumban Raja memang bertekad mengusahakan semua anaknya bisa sekolah sampai bangku perguruan tinggi. Apapun cara dan sekuat yang bisa dilakukan, keduanya berkeinginan agar anak-anak tidak berhenti sekolah seperti dialami oleh keduanya.

“Saya dan istri hanya lulusan SMP. Sudah cukup kami orang tua yang gagal, janganlah anak-anak seperti kami. Jadi bagaimanapun caranya kami dorong anak-anak bisa sekolah dengan baik hingga perguruan tinggi,” paparnya saat ditemui di kediamannya belum lama ini.

Pasangan pasutri ini selama ini memang bermimpi bisa menyekolahkan semua anaknya hingga bangku perguruan tinggi. Melihat anak-anak mereka bisa diwisuda di kampus-kampus terbaik di Indonesia.

Dengan mimpinya itu, Sindak sesungguhnya mengaku memiliki kekhawatiran. Ia sadar hanya petani yang menggarap sawah warisan orang tua tak seberapa. Di saat musim penghujan menanam padi dan di musim kemarau menanam jagung.

Begitulah kebiasaanya dalam bertani selama ini. Penjualan hasil panen pun tidak seberapa, dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Sementara sang istri membantu perekonomian keluarga dengan berjualan jus di rumah.

“Memang yang selalu terpikir adalah untuk bisa menguliahkan anak. Biayanya kan tidak sedikit. Saya pun pada akhirnya mendorong Johan untuk tekun dan giat belajar agar mendapat nilai baik selama sekolah,” ucap Sindak.

Sindak meyakini jika manusia mau berusaha yang terbaik tentu ada jalan. Untung, katanya, Johan anak yang penurut yang akhirnya rajin dan berkemauan kuat belajar.

Hasilnya, Johan pun selalu langganan sukses mencetak sederet prestasi akademis dari bangku SD sampai SMA. Tensi kekhawatiran orang tua pun sedikit mereda karena meyakini keinginan anaknya untuk bisa kuliah nampaknya bisa terwujud entah di dekat-dekat Sumatra ataupun di luar.

“Saya tidak bisa lagi mengungkapkan dengan kata-kata kebahagiaan saat tahu Johan lulus diterima kuliah di FEB UGM. Gratis lagi, tanpa dipungut biaya sepeserpun,” ungkap Sindak pelan menangis.

Tiurma, ibunda Johan merasa senang dan bersyukur atas pencapaian anak sulungnya. Dengan mata berkaca-kaca menahan haru, ia mengungkap harapan Johan mampu menjalani kuliah dengan lancar.

Johan bisa menjalani studi dengan baik, dan setelah lulus segera mendapatkan pekerjaan yang dicita-citakan dan bisa turut mengubah nasib keluarga. Dengan diterima FEB UGM, kata Tiurma, Johan bisa menjadi contoh untuk adiknya yang hendak masuk SMA.

Tak berhenti disitu, Tiurma juga memiliki keinginan putra bungsunya yang saat ini hendak masuk jenjang SMA bisa mengikuti jejak sang kakak.

“Semoga adiknya mencontoh Johan kakaknya. Kami sangat berterimakasih kepada FEB UGM yang telah menerima Johan. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, tidak menyangka anaknya bisa lolos tanpa tes dan bisa kuliah gratis,” paparnya.

 

Kuliah Untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Johan bermimpi bisa kuliah sejak berada di bangku sekolah dasar. Segala proses kemudian berjalan, dan dia sangat meyakini kuliah sebagai bagian dari pendidikan menjadi jalan untuk memangkas rantai kemiskinan di keluarganya.

Tidak tanggung-tanggung dan mungkin diremehkan karena ia bermimpi bisa kuliah di UGM, salah satu universitas terbaik di Indonesia. Sekali lagi, mimpi besarnya adalah bisa kuliah di UGM. Karenanya iapun bertekad dan mengimbangi dengan berprestasi di setiap jenjang pendidikan yang dilalui.

Saat menjalani pendidikan di SD N 3 Nainggolan ia selalu menduduki peringkat pertama di sekolah. Pun saat di bangku SMP N 1 Nainggolan dan SMA N 1 Pangururan, prestasi terus berlanjut dengan selalu masuk dalam deretan peringkat atas sekolah.

Selain di bidang akademik, Johan juga berhasil mencatatkan prestasi di bidang non akademis. Diantaranya berhasil menjuarai Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang Pantomim Tingkat Kecamatan Nainggolan (2017), Juara Harapan 2 Lomba Festival Kebudayaan Cabang Kriya Kabupaten Samosir (2023), dan Peraih Grade A pada Grand Final USU Student Olympiad (2023).

 

Sempat Pesimis

Ada keraguan dan sempat merasa pesimis saat akan mendaftar kuliah melalui jalur prestasi. Johan mengaku dihinggapi rasa ketakutan tidak lolos bersaing dengan ribuan siswa lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Apalagi mengingat dia hanya seorang anak dari keluarga biasa yang lahir dan besar di sebuah desa kecil. Menjalani hidup jauh dari pusat kota Medan dengan keterbatasan fasilitas.

“Diterima di FEB UGM menjadi momen yang paling membahagiakan bagi saya. Sebelumnya ada rasa pesimis dan takut tidak diterima,” ungkap Johan.

Keinginannya kuliah di UGM begitu kuat. Meski sebelum-sebelumnya Johan bercerita tidak mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Mereka berharap ia mengambil sekolah kedinasan yang tidak berbayar.

Lagi-lagi persoalan biaya menjadi pertimbangan orang tuanya. Tak ada cara lain buat dirinya untuk terus berusaha meyakinkan orang tuanya agar diperbolehkan mendaftar kuliah di UGM.

“Saya menjajikan mencari beasiswa agar tidak membebani. Saat itu saya bilang ke Bapak dan Mamak. Pak, Mak tenang saja pasti akan ada jalan untuk Johan, nanti akan cari beasiswa,” terangnya.

 

Ingin Jadi Pengusaha Bisnis Fashion

Memilih Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Johan ternyata memiliki mimpi mendirikan bisnis fashion. Untuk mendukung impiannya itu, sejak SMA dia memiliki catatan gemilang dalam mata pelajaran ekonomi.

Johan pun bercerita bila ia sempat bimbang di saat akan memilih program studi. Namun pada akhirnya ia memutuskan untuk mengambil prodi Ilmu Ekonomi yang dinilainya cukup menantang dengan prospek kerja yang menjanjikan.

“Puji Tuhan bisa lolos jalur SNBP. Sebenarnya tidak menyangka bisa lolos lewat jalur prestasi ini karena melihat rata-rata sekolah saya tidak termasuk jajaran sekolah favorit,” ungkapnya.

Johan pun semakin merasakan kebahagiaan karena janji mencari beasiswa kepada orang tuanya terwujud. Kenapa, karena ia dinyatakan salah satu penerima UKT 0 alias kuliah tanpa dipungut biaya hingga selesai kuliah.

Di titik inilah Johan semakin yakin betapa besarnya kekuatan doa orang tua dan kuasa Tuhan pada umatnya yang mau berusaha. “Selama kita bersama Tuhan, yakinlah kesuksesan itu akan kita dapatkan atas kuasa Tuhan,” pungkasnya.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Tulis ulang: Agung Nugroho

Artikel Cerita Johan, Anak Petani Asal Samosir Lolos Kuliah Gratis di FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cerita-johan-anak-petani-asal-samosir-lolos-kuliah-gratis-di-feb-ugm/feed/ 0
OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/ https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/#respond Tue, 11 Jun 2024 04:31:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65081 Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong. Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan […]

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi & Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Friderica Widyasari Dewi mengingatkan generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok yang rentan terjerat pinjaman online (pinjol) illegal. Mereka pun rentan terhadap investasi bodong.

Menurut Friderica Widyasari generasi milenial dan generasi Z sebagai kelompok rentan secara finansial dengan gaya hidup yang lebih banyak menghabiskan uang untuk kesenangan dibanding menabung maupun berinvestasi.

“Banyak generasi muda yang terjebak pada pinjol karena mengambil hutang untuk kebutuhan konsumtif dan keperluan yang tidak bijaksana,” tutur alumnus FEB UGM ini, Kamis (6/6) melalui video tapping dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2024 di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Kiki, sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi menyatakan generasi milenial dan gen Z menghadapi persoalan keuangan termasuk investasi bodong akibat prinsip You Only Live Once (YOLO) juga Fear Of Missing Out (FOMO). Gaya hidup FOMO ini menyebabkan seseorang merasa tertinggal apabila tidak mengikuti tren.

Sementara gaya hidup YOLO sering dikaitkan dengan cara menikmati hidup yang maksimal dan bebas. Kedua prinsip tersebut telah membawa generasi muda pada keputusan yang buruk, salah satunya tidak menyiapkan dana darurat.

Kerentanan generasi muda tersebut, kata Kiki juga dipicu kebiasaan mereka yang sering membagikan informasi pribadi melalui media sosial. Perilaku tersebut sangat berbahaya namun mereka tidak menyadarinya. Misalnya, mengunggah KTP, alamat rumah, dan informasi pribadi lainnya yang dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, Kiki menyampaikan sikap FOMO juga membawa generasi muda terjebak pada investasi bodong. Sementara tanpa pemahaman keuangan dan investasi yang memadai, kelompok ini justru banyak menjadi korban terhadap iming-iming yang menggiurkan.

“Mereka kerap meniru apa yang dilakukan oleh influencer maupun tokoh idolanya, termasuk saran terkait keuangan,” terang Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) ini.

Iapun mengimbau mahasiswa agar mau memahami secara benar aspek perencanaan keuangan (financial planning). Bagaimanapun mahasiswa adalah bagian generasi penerus yang akan membangun bangsa. Dengan jumlah Generasi Z dan milenial yang mencapai lebih dari setengah penduduk Indonesia, tentu saja kelompok ini merupakan critical economy players yang harus dibekali tentang pemahaman keuangan yang memadai.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada 2022 mencatat bahwa generasi muda di Indonesia memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang rendah. Tingkat literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun berada di angka 43 persen sementara tingkat inklusi keuangannya di 69 persen. Angka tersebut jauh di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang mencapai 49,7 persen dan 85 persen.

Karena itu, Kiki menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Langkah tersebut diharapkan dapat menjauhkan mereka dari jeratan investasi bodong dan pinjol illegal.

Kolaborasi Multipihak

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi DI Yogyakarta, Parjiman menegaskan perlunya kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang lebih baik di DI Yogyakarta. Kolaborasi perlu dilakukan antara pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, media, serta perguruan tinggi.

Upaya tersebut dibutuhkan untuk mempersempit kesenjangan antara literasi keuangan dan inklusi keuangan. Sebab, inklusi keuangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan literasi berarti ada lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan produk jasa dan keuangan tanpa mengetahui dengan benar risikonya.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022 mencatat indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia ada di angka 49,68 persen. Artinya, baru separuh masyarakat yang telah mendapatkan edukasi dengan baik terhadap produk dan jasa keuangan.

“Setiap 100 orang baru 50 persen atau separuhnya yang telah teredukasi dengan baik terkait produk dan jasa keuangan. Sementara lima puluhnya masih gelap,” jelasnya.

Menurut Parjiman, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia perlu untuk ditingkatkan, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Indeks literasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 54,55 persen, angka tersebut lebih tinggi dibanding nasional.

“Inklusinya ini perlu kita tingkatkan karena sedikit ada di bawah nasional yakni di angka 82,68 persen,” ungkapnya.

Karenanya Parjiman mengapresiasi kegiatan BGTC 2024 yang dilaksanakan di FEB UGM ini. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam upaya meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat khususnya tentang produk dan jasa keuangan.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., menyambut baik pelaksanaan BGTC 2024. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan softskill mahasiswa khususnya terkait keuangan dan investasi.

“Literasi keuangan dan literasi investasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki SDM Indonesia. Harapannya melalui kegiatan ini para mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan softskill terkait literasi keuangan dan literasi investasi,” paparnya.

Reportase: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Foto: freepik.com

Artikel OJK Ingatkan Gen Z dan Milenial Rentan Terjerat Pinjol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ojk-ingatkan-gen-z-dan-milenial-rentan-terjerat-pinjol/feed/ 0
Aliman, Wisudawan Terbaik FEB UGM https://ugm.ac.id/id/berita/aliman-wisudawan-terbaik-feb-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/aliman-wisudawan-terbaik-feb-ugm/#respond Wed, 29 May 2024 09:53:05 +0000 https://ugm.ac.id/aliman-wisudawan-terbaik-feb-ugm/ Meraih IPK nyaris sempurna 3,86, Aliman (21) dari Program Studi Akuntansi 2020, dinyatakan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM periode III TA 2023/2024. Laki-laki kelahiran Batam ini lulus dengan predikat cumlade dan berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Akuntansi dalam waktu 3 tahun 6 bulan 2 hari. Sebagai perantau dari kota kecil […]

Artikel Aliman, Wisudawan Terbaik FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Meraih IPK nyaris sempurna 3,86, Aliman (21) dari Program Studi Akuntansi 2020, dinyatakan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM periode III TA 2023/2024. Laki-laki kelahiran Batam ini lulus dengan predikat cumlade dan berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Akuntansi dalam waktu 3 tahun 6 bulan 2 hari.

Sebagai perantau dari kota kecil di Pulau Batam, keberhasilan Aliman menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya hingga saat ini. Ia pun mantap dan bangga berdiri diantara 1.423 lulusan Program Sarjana UGM saat diwisuda pada Rabu (22/5) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM.

“Tidak pernah terpikirkan, mimpi pun tidak sebelumnya saya bisa berkuliah di UGM salah satu universitas ternama di Indonesia,” ujarnya seusai wisuda.

Masih belum percaya karena berasa baru seperti kemarin menginjakkan kaki di Yogyakarta dan melihat kemegahan Gedung Pertamina Tower milik FEB UGM. Masih terngiang pertanyaan di awal berada di FEB UGM, “Apakah saya bisa bertahan dan menyelesaikan studi sarjana di sini?”

Keraguan dan kegelisahan ia segera tepiskan saat itu. Ia pun menjawab pertanyaan itu sebagai sebuah tantangan besar yang mesti ditaklukan.

Aliman  merupakan anak sulung dua bersaudara pasangan Tang Hiong ie (59) dan A Cin (51). Ia lahir dan besar di sebuah kota kecil di Pulau Batam, tepatnya di Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam.

Tang Hiong ie, sang ayah menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga untuk kehidupan sehari-hari. Ia bekerja sebagai karyawan di sebuah industri logistik di Batam.

Karena itu, Tang Hiong ie sangat bangga melihat keberhasilan Aliman menjadi lulusan terbaik FEB UGM. Kelulusannya menjadi seorang sarjana adalah kebanggaan tiada tara bagi keluarga besarnya.

“Saya ini menjadi sarjana pertama di dalam keluarga besar. Ayah sekolah hanya sampai kelas 3 SD sementara ibu tamatan SMP,” ungkap Aliman.

Aliman menuturkan keinginannya untuk kuliah telah muncul sejak kecil. Tetapi keinginan itu mengalami pasang surut, terkadang muncul terkadang menghilang.

Pada akhirnya keinginan kuat muncul saat ia duduk di bangku SMK Putra Batam. Kuatnya keinginan itu juga karena mendapat dorongan dari kepala sekolah.

Memang bukan sekedar keinginan kuat. Aliman mengimbangi itu dengan prestasi, dan sejak belajar di SMK Putra Batam ia langganan juara kelas.

“Kepala sekolah pernah mengatakan dan menyayangkan jika saya tidak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Ya, alhasil, dorongan kuat dari kepala sekolah dan restu orang tua memantapkan tekad,” ucapnya.

Meski mendapat restu dari kedua orang tuanya, kata Aliman, kedua orang tuanya memintanya untuk kuliah di Batam saja. Pada waktu itu, kedua orang tuanya berharap Aliman bisa mengambil kuliah kelas karyawan sehingga bisa sembari bekerja.

Bagi Aliman, permintaan orang tuanya cukup bisa dimaklumi karena mereka  belum pernah mengecap pendidikan tinggi. Orang tua Aliman pun semakin kaget manakala dirinya menyampaikan keinginan kuliah di UGM.

“Sempat kaget, selain jauh orang tua mikir juga soal biaya. Tapi saat dinyatakan diterima Prodi Akuntansi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT) pada tahun 2020, mau tidak mau orang tuanya memperbolehkan. Ya terkejut juga, tidak menyangka anaknya bisa lolos diterima di UGM di prodi favorit,” katanya.

Tidak ingin menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Aliman membuktikan kepercayaan yang diberikan kedua orang tuanya dengan mengikuti perkuliahan dengan baik, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan mahasiswa di kampus. Diantaranya ia aktif dan tergabung dalam organisasi kerohanian Keluarga Mahasiswa Buddhis (Kamaddis) UGM, Badan Audit Kemahasiswaan FEB UGM, dan sejumlah kepanitiaan kegiatan kampus.

Pada tahun 2022, ia pun berkesempatan menjalani kerja sambilan di sebuah kantor konsultan pajak hingga saat ini. Pada tahun 2023, iapun menjadi salah satu awardee beasiswa Bank Indonesia.

Selama menjalani perkuliahan, iapun berhasil mencatatkan sederet prestasi, diantaranya di tahun 2022 ia berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Gerakan Menulis #3 pada Kompetisi Esai UNY, Juara 1 Kompetisi Esai LSCF UII, Juara 1 Kompetisi Esai Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Juara 2 Kompetisi Penulisan Eka Citta UGM (2022), dan Juara 2 Kompetisi Esai UPI . Berikutnya, pada tahun 2023 Aliman meraih Juara 1 Kompetisi Esai Bank Indonesia, Juara 2 Kompetisi Esai Nasional Demokratia UNS, Juara 2 Kompetisi Esai Cendekia Days UGM, dan Top 9 Taxplore Fiscal Policy Competition UI.

Aliman pun memiliki cerita menarik di akhir masa kuliah. Saat menyelesaikan tugas akhir (skripsi), ia terpaksa meminjam laptop temannya karena laptop miliknya tidak mendukung untuk pengolahan data.

“Saya ada laptop, tetapi tidak mendukung untuk pengolahan data yang harus menggunakan software khusus sehingga mau tidak mau harus meminjam laptop teman,” ungkapnya.

Sempat ia mengajukan peminjaman laptop ke FEB UGM tetapi persediaan telah habis. Terpaksa ia memutuskan untuk meminjam laptop temannya, dan berhasil hingga penyelesaian skripsi dengan judul Pengaruh Literasi Perpajakan dan Kenaikan Tarif PPN Indonesia Terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa dalam Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Baginya diwisuda dan meraih gelar sarjana bukanlah akhir tetapi momentum awal untuk petualangan berikutnya. Keberhasilan ini, diakuinya sebagai bukti usaha keras dalam belajar, semangat pantang menyerah, mengelola waktu, dan dorongan doa orang tua.

Ada satu nilai yang ditanamkan orang tuanya dan terus ia pegang hingga kini yaitu untuk selalu serius dalam mengerjakan segala hal agar mendapatkan hasil yang maksimal.

“Pesan orang tua itu selalu saya pegang. Apabila kita sudah berusaha maksimal namun hasilnya tidak sesuai harapan, jangan putus asa karena pasti ada pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Kalau sudah berhasil jangan lekas berpuas diri tetapi tetap rendah hati,” terangnya.

Sang ibu, A Cin mengaku sangat bahagia putra sulungnya bisa lulus dari UGM. Ia sangat tidak menyangka Aliman bisa kuliah dan lulus dengan baik dengan nilai yang sangat memuaskan.

Ia berharap Aliman bisa menjadi orang yang sukses dan berhasil mewujudkan apa yang sudah dicita-citakan selama ini. Menurutnya pencapaian yang diraih Aliman tidak lepas dari dukungan FEB UGM yang sangat mendukung para mahasiswanya untuk mengembangkan potensi diri.

 

Reportase/ penulisan: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Artikel Aliman, Wisudawan Terbaik FEB UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aliman-wisudawan-terbaik-feb-ugm/feed/ 0
Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM, Paling Unik di Kluster Sosial Humaniora https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-ilmu-ekonomi-feb-ugm-paling-unik-di-kluster-sosial-humaniora/ https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-ilmu-ekonomi-feb-ugm-paling-unik-di-kluster-sosial-humaniora/#respond Mon, 27 May 2024 09:32:12 +0000 https://ugm.ac.id/prodi-ilmu-ekonomi-feb-ugm-paling-unik-di-kluster-sosial-humaniora/ Prof. Boediono, salah satu alumni dan Guru Besar UGM, lahir dari Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden ke-11 Indonesia, Prof. Boediono juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kepala Bappenas. Selain Prof. Boediono, Prodi Ilmu Ekonomi telah berhasil mencetak ribuan […]

Artikel Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM, Paling Unik di Kluster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Boediono, salah satu alumni dan Guru Besar UGM, lahir dari Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden ke-11 Indonesia, Prof. Boediono juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kepala Bappenas. Selain Prof. Boediono, Prodi Ilmu Ekonomi telah berhasil mencetak ribuan alumni yang sukses bekerja di berbagai sektor industri. Prospek kerja yang menjanjikan dan permintaan akan lulusan yang cukup tinggi, membuat banyak mahasiswa baru yang mengincar jurusan ini. Setiap tahunnya, Prodi Ilmu Ekonomi ramai diperebutkan calon mahasiswa baru di semua jalur seleksi masuk UGM. Pada tahun 2023 lalu, Prodi ini menarik jumlah peminat sejumlah 2.851calon mahasiswa dengan tingkat selektivitas 1:24 yang artinya hanya ada satu pendaftar yang diterima dari 24 pendaftar.

Untuk mendukung pendidikan yang berkualitas, Prodi Ilmu Ekonomi secara rutin melakukan akreditasi baik secara nasional maupun internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Bahkan, dalam hasil pemeringkatan QS WUR by subject 2024, Prodi Ilmu Ekonomi menempati ranking 151-200 dunia.

Kepala Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM, Sekar Utami Setiastuti, Ph.D., mengungkapkan keunikan dari Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM adalah meskipun masuk dalam kluster sosial humaniora, tetapi mahasiswa tetap menggunakan pendekatan kuantitatif untuk belajar memahami fenomena sosial. Bahkan di sejumlah universitas seperti Brown, Princeton, Yale dan Columbia yang tergabung dalam Ivy League mengelompokkan ekonometrika dan ekonomi kuantitatif masuk dalam kategori STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). “Matematika tetap menjadi bidang ilmu yang harus dipelajari mahasiswa karena diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang ekonomi melalui pengolahan data statistik. Pemahaman matematika yang kuat akan menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di level internasional,” paparnya.

Sekar menambahkan, untuk menyesuaikan Prodi Ilmu Ekonomi dengan visi misi baru FEB UGM sebagai kampus berkelanjutan, pada kurikulum 2024 akan dibuka dua mata kuliah baru yaitu Ekonomi Sirkular dan Keseimbangan dan Keberlanjutan Bumi. Kedua mata kuliah tersebut melengkapi portofolio mata kuliah terkait lingkungan yang sebelumnya ada Ekonomika Lingkungan dan Ekonomika Energi.

Selain itu, untuk mengusahakan agar mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) mendapatkan paparan internasional, Prodi Ilmu Ekonomi menawarkan double degree program dan exchange program dengan beberapa universitas mitra di luar negeri, seperti The University of Melbourne, Erasmus School of Economics (Rotterdam), University of Groningen, University of Hull, Saxion University of Applied Sciences, dan Hochschule Pforzheim. Prodi Ilmu Ekonomi sebagai bagian dari FEB UGM juga menjadi bagian dari Partnership of Asian Management Schools (PAMS) yang menawarkan program akademik singkat di kampus luar dengan menggandeng mitra Woosong University, Foreign Trade University, Sun Yat-sen University, dan Universiti Kebangsaan Malaysia. “Melalui double degree dan exchange program, kami harap mahasiswa bisa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperluas jejaring di dunia internasional,” ungkapnya.

Rizqi Akhyar Prasetya, mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi angkatan 2021, mengatakan ada satu keunikan yang baru ia rasakan setelah menjadi mahasiswa ilmu ekonomi, yaitu pendekatan multidisipliner yang digunakan dengan analisis matematis untuk setiap mata kuliahnya. “Sebagai lulusan IPS pastinya kaget, namun di sisi lain saya merasa bangga karena inilah yang menjadi pembeda antara ilmu ekonomi dengan jurusan soshum lainnya. Karena di sini sangat matematis jadi terasa keren,” ucapnya.

Rizqi juga mengungkapkan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan non-akademik dan organisasi mahasiswa sangat bermanfaat pada pengembangan soft skills seperti kepemimpinan dan komunikasi. Terpilihnya ia dalam jabatan tertentu di berbagai organisasi serta kepanitian di banyak kegiatan, juga memberikan banyak pengalaman, perluasan relasi, serta peningkatan keterampilan lainnya yang akan bermanfaat ketika lulus nanti.

Penulis: Kurnia E/Humas FEB

Artikel Prodi Ilmu Ekonomi FEB UGM, Paling Unik di Kluster Sosial Humaniora pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prodi-ilmu-ekonomi-feb-ugm-paling-unik-di-kluster-sosial-humaniora/feed/ 0
Kembangkan Program G2R Tetrapreneur, Dosen FEB UGM Raih Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT RI https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-program-g2r-tetrapreneur-dosen-feb-ugm-raih-penghargaan-dari-kementerian-desa-pdtt-ri/ https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-program-g2r-tetrapreneur-dosen-feb-ugm-raih-penghargaan-dari-kementerian-desa-pdtt-ri/#respond Wed, 22 May 2024 09:45:52 +0000 https://ugm.ac.id/kembangkan-program-g2r-tetrapreneur-dosen-feb-ugm-raih-penghargaan-dari-kementerian-desa-pdtt-ri/ Produk desa yang kaya akan kearifan lokal dipercaya mampu mendongkrak eksistensi suatu negara. Di Indonesia ada sebuah model wirausaha baru yang sedang berkembang untuk dapat meningkatkan kemandirian dan kewibawaan produk desa menjadi ikon dunia, yaitu Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur. Program ini merupakan inovasi solidaritas gerakan gotong royong dan wirausaha desa yang bertujuan membawa kearifan […]

Artikel Kembangkan Program G2R Tetrapreneur, Dosen FEB UGM Raih Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT RI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Produk desa yang kaya akan kearifan lokal dipercaya mampu mendongkrak eksistensi suatu negara. Di Indonesia ada sebuah model wirausaha baru yang sedang berkembang untuk dapat meningkatkan kemandirian dan kewibawaan produk desa menjadi ikon dunia, yaitu Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur. Program ini merupakan inovasi solidaritas gerakan gotong royong dan wirausaha desa yang bertujuan membawa kearifan lokal Indonesia di kancah dunia. Dengan mengangkat nilai luhur, yakni gotong royong, model ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama (co-prosperity) kolaborasi strategi multi pihak yang dimulai dari desa dengan beragam produk unggulannya.

Inovasi konsep G2R Tetrapreneur telah diinisiasi pada tahun 2018 lalu yang dilaksanakan oleh Rika Fatimah P. L., S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), di Desa Wukirsari dan Desa Girirejo Kabupaten Bantul sebagai pilot village G2R Tetrapreneur di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY. Selanjutnya, di tahun 2019 Dinas Koperasi dan UKM DIY juga mengusung program G2R Tetrapreneur tetapi lebih mengedepankan kebudayaan sebagai akar dari kegiatan kewirausahaan desa yang selanjutnya dikenal dengan G2R Tetrapreneur Budaya dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) DIY di lima desa.

Sejak saat itu, G2R Tetrapreneur terus memberikan kontribusi nyata pada Indonesia. Selain membersamai penciptaan inovasi ikonik kawasan transmigrasi bersama Fakultas Geografi dan lintas disiplin ilmu lainnya di UGM, program tersebut turut membuka akses pasar global bagi produk-produk G2R Tetrapreneur melalui kerja sama dengan KBRI dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di beberapa kota dunia, yaitu Kairo, Jeddah, Abu Dhabi, dan Dubai.

Atas dedikasinya sebagai founder, konseptor, dan tenaga ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. menerima penghargaan sebagai Inisiator G2R Tetrapreneur di Kawasan Transmigrasi (G2RT-KT). Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd., Senin, 6 Mei 2024 di sela kegiatan Rapat Koordinasi Transmigrasi di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton, Makassar.

Rika menerima penghargaan sebagai inisiator G2RT–KT atas inisiasi Program G2R Tetrapreneur yang telah dilaksanakan di kawasan prioritas nasional Kawasan Transmigrasi Muna Timur Raya (Mutiara), Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Program ini dilaksanakan melalui pendanaan kompetitif Matching Fund Kedaireka 2023 yang bermitra dengan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (Ditjen PPKTrans) Kemendes PDTT  dan Pemerintah Kabupaten Muna.

“Program G2R melibatkan BUMDes sebagai wadah yang menampung produk dari masyarakat. Program ini akan sangat membantu UKM yang memiliki produk unggulan di desa, karena hasil produksinya akan didampingi dalam pemasaran sampai berhasil dijual di pasar nasional dan internasional,” paparnya.

Rika menambahkan syarat utama untuk menjadi produk unggulan adalah 80% bahan baku produk harus berada di dalam desa. Beberapa contoh produk unggulan dari Unit G2R Tetrapreneur antara lain olahan pisang dari Girirejo, olahan gadung dari Wukirsari, olahan daging sapi dari Bejiharjo, olahan rempah dari Pagerharjo, olahan cabai dan kelor dari Karangwuni, olahan jagung dari Salamrejo, dan olahan bambu dari Sendangmulyo. Selain menghasilkan produk unggulan berupa barang, terdapat produk unggulan budaya berupa kekayaan alam, kesenian, maupun kearifan lokal, seperti Tari Lengger Tapeng dari Pagerharjo, Joglo Batur di Patuk, Cafe Bale Langit di Salamrejo, dan lainnya. “Hingga saat ini, unit G2R Tetrapreneur telah tumbuh di 28 desa dan 3 wilayah perkotaan dengan kurang lebih menggandeng 26 mitra dengan 20 mitra pendukung dan 6 mitra retail,” ungkapnya.

Reportase: Humas FEB UGM

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Kembangkan Program G2R Tetrapreneur, Dosen FEB UGM Raih Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT RI pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kembangkan-program-g2r-tetrapreneur-dosen-feb-ugm-raih-penghargaan-dari-kementerian-desa-pdtt-ri/feed/ 0