Fakutas Teknik UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakutas-teknik-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Tue, 04 Feb 2025 08:05:57 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/#respond Tue, 04 Feb 2025 08:05:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75418 Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong partisipasi aktif Indonesia di kancah global melalui pencapaian dua alumninya, Gerry Utama dan Nugroho Imam Setiawan, yang berhasil menjelajah Antartika untuk melakukan misi penelitian internasional. Ditemui usai melakukan audiensi dengan kedua peneliti, Senin (3/2), Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D mengapresiasi capaian prestasi keduanya. […]

Artikel UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong partisipasi aktif Indonesia di kancah global melalui pencapaian dua alumninya, Gerry Utama dan Nugroho Imam Setiawan, yang berhasil menjelajah Antartika untuk melakukan misi penelitian internasional. Ditemui usai melakukan audiensi dengan kedua peneliti, Senin (3/2), Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D mengapresiasi capaian prestasi keduanya. Ia meyakini sepak terjang Nugroho dan Gerry akan menjadi motivasi bagi ilmuwan lain di Indonesia. Ova mengungkapkan keberhasilan kedua peneliti tersebut membuktikan bahwa Indonesia, khususnya UGM, memiliki kapasitas sumber daya manusia yang sama dengan negara-negara maju lainnya. Ova berjanji akan mendorong keterlibatan UGM dalam penelitian lanjutan maupun kebijakan-kebijakan terkait Antartika. “Penelitian kan, selalu bersifat dinamis ya. Saya kira akan ada kebutuhan, mungkin laboratorium atau Pusat Studi terkait Antartika yang bisa kita kembangkan karena ada potensi besar di bidang itu. Kalau bisa memberikan kontribusi yang berdampak positif untuk bangsa dan dunia, UGM akan dukung,” ujar Ova.

Terkait penandatanganan Sistem Traktat Antartika (Antarctic Treaty System) yang sudah dilakukan oleh 58 negara, Ova mengakui masih banyak perihal yang harus dikoordinasikan dengan pejabat pemerintahan Indonesia. Perjanjian Antartika menjadi salah satu instrumen penting bagi suatu negara untuk terlibat secara aktif dan berpartisipasi dalam eksplorasi Antartika secara masif. Meskipun Indonesia belum sama sekali menyatakan kesiapan untuk turut menadatangani Traktat Antartika, Ova menyatakan UGM selalu siap untuk mengawal proses tersebut. “Kami harus berbicara secara langsung dengan pemerintah, akan kami sampaikan good point-nya, lalu apa yang sudah UGM lakukan, selanjutnya apa yang perlu dipersiapkan,” jelas Rektor.

Ova menjelaskan komitmen UGM terhadap Traktat Antartika merupakan bagian dari upaya universitas untuk terus berkontribusi dalam penelitian global yang berdampak langsung pada keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim. Dengan memberikan dukungan pada partisipasi mahasiswa dan peneliti Indonesia dalam ekspedisi ilmiah internasional, UGM berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan wilayah Antartika. “Kami ingin mengenalkan pentingnya Antartika sebagai kawasan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh komunitas internasional,” tutupnya.

Gerry Utama, alumnus Fakultas Geografi UGM, menjadi orang Indonesia dan ASEAN pertama yang berpartisipasi dalam Russian Antarctica Expedition (RAE) pada Februari hingga Juli 2024 silam saat dirinya menempuh program Magister Paleogeografi di Saint Petersburg State University, Rusia. Selama ekspedisi tersebut, Gerry melakukan penelitian geomorfologi dan paleogeografi untuk merekonstruksi atlas baru wilayah Pulau King George, Rusia. Penelitian Gerry menjadi sangat penting dalam konteks perubahan iklim global yang tengah menjadi perhatian dunia saat ini. “Selain fosil kayu, saya juga memetakan keberadaan lumut dengan variasi warna. Ini menjadi indikator penting dalam memahami dinamika iklim global di Antartika dan juga dunia,” tegasnya.

Gerry (31) yang menjadi peneliti termuda di sepanjang sejarah misi Indonesia ke Antartika, menceritakan tiga hari setelah kapal landas, ia dan timnya menemukan iceberg dengan ukuran yang sangat besar. Jika direkonstruksi ulang, pelepasan iceberg yang lebih besar dari lapisan es juga mengindikasikan terjadinya pencairan es yang lebih cepat, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan ancaman terhadap habitat pesisir manusia. “Indonesia seharusnya lebih aware dengan fenomena ini karena posisi kita sebagian besar lautan. Jadi agar bisa terlibat secara aktif dalam eksplorasi Antartika, penandatanganan Traktat Antartika harus segera diupayakan,” imbuhnya.

Dr. Nugroho Imam Setiawan (43), dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik, yang juga turut berpartisipasi dalam Japan Antarctic Research Expedition (JARE) pada 2016–2017 lalu ini, mengungkapkan selama ekspedisi tersebut, ia melakukan penelitian tentang evolusi benua Antartika dari studi petrologi batuan methanol berumur 2,5 miliar – 500 juta tahun. Dari misi Antartika, Nugroho berhasil merilis tujuh jurnal internasional yang tentunya bermanfaat bagi pengembangan studi geologi secara global. Tidak lupa, Nugroho juga membawa pulang sampel batuan dengan struktur sarang lebah atau honeycomb structure yang banyak ia temukan di Antartika yang sudah ia hibahkan ke Museum Biologi UGM dan Museum Geologi Bandung.

Geolog Indonesia pertama yang melakukan penelitian di Benua Antartika ini menjelaskan Antartika merupakan terra incognita atau daratan yang minim diketahui oleh manusia sehingga penelitian-penelitian yang dilakukan pasti akan memberikan informasi yang cukup penting terutama pada studi kebumian. Sejalan dengan Gerry, Nugroho berharap agar pemerintah Indonesia data lebih peduli dengan fenomena alam yang terjadi di Antartika. “Kita harus ingat bahwa Indonesia dan Antartika itu sebenarnya tidak terpisah, kita share satu summit ground yang sama. Jadi saya pikir cukup penting bagi Indonesia untuk segera terlibat dalam isu strategis seperti geopolitik dan perubahan iklim untuk menyiapkan kemungkinan yang terjadi di masa depan,” tegasnya.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Firsto

Artikel UGM Siap Dorong Partisipasi Indonesia Pada Traktat Antartika pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-siap-dorong-partisipasi-indonesia-pada-traktat-antartika/feed/ 0
Prof Sudjarwadi Berpulang, UGM Berduka Kehilangan Sosok Pemimpin Sederhana dan Bersahaja https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sudjarwadi-berpulang-ugm-berduka-kehilangan-sosok-pemimpin-sederhana-dan-bersahaja/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sudjarwadi-berpulang-ugm-berduka-kehilangan-sosok-pemimpin-sederhana-dan-bersahaja/#respond Sun, 11 Aug 2024 07:28:11 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69225 Langit diatas Balairung UGM murung, civitas akademika UGM lagi berduka kehilangan sosok yang mereka cintai, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. Halaman Balairung pun dipenuhi karangan bunga ungkapan dukacita. Keluarga besar UGM bersedih ditinggal pribadi sederhana yang pernah memimpin Kampus Biru di tahun 2007-2012. Tumpahan airmata dari para takziah memperlihatkan mereka begitu cinta kepada tokoh bersahaja […]

Artikel Prof Sudjarwadi Berpulang, UGM Berduka Kehilangan Sosok Pemimpin Sederhana dan Bersahaja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Langit diatas Balairung UGM murung, civitas akademika UGM lagi berduka kehilangan sosok yang mereka cintai, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. Halaman Balairung pun dipenuhi karangan bunga ungkapan dukacita. Keluarga besar UGM bersedih ditinggal pribadi sederhana yang pernah memimpin Kampus Biru di tahun 2007-2012. Tumpahan airmata dari para takziah memperlihatkan mereka begitu cinta kepada tokoh bersahaja yang senantiasa mengedepankan kecerdasan kolektif di dalam bekerja.

”Atas nama Pimpinan dan keluarga besar Universitas Gadjah Mada, saya menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya Almarhum Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. pada hari Sabtu,  tanggal 10 Agustus 2024 pukul 21.48 WIB, seluruh Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada berduka karena rekan kita, guru kita, dan salah satu putra terbaik Universitas Gadjah Mada dan Indonesia telah dipanggil oleh Tuhan YME”, ucap Prof. Dr. M. Baiquni, M.A, Ketua Dewan Guru Besar, di Balairung UGM, Minggu (11/8).

Memimpin upacara pelepasan jenazah, Baiquni menuturkan perjalanan Prof. Sudjarwadi merupakan saksi perjalanan putra terbaik bangsa yang memulai dengan ilmu pengetahuan, dan pernah memimpin UGM. Banyaknya pelayat yang hadir memberikan gambaran bagaimana perjuangan almarhum dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mengamalkannya. “Semoga semua itu menjadi amal jariyah almarhum yang tidak putus-putusnya, dan untuk kebahagiaan almarhum disana marilah kita meneruskan apa yang pernah dirintis Prof. Sudjarwadi dengan mengembangkan ilmu yang pernah diajarkannya, dan beliau sudah memberikan amal terbaik untuk generasi berikutnya”, ungkapnya.

Almarhum Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D adalah Guru Besar dalam bidang ilmu Hydraulic, Departemen Teknik sipil dan Lingkungan  Fakultas Teknik. Almarhum dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Teknik UGM pada tanggal 30 Mei 1998, atau 26 tahun yang lalu, dan dalam pidato pengukuhannya almarhum menyampaikan tentang Asas Kesederhanaan Teknik Pengairan Kontekstual.

Menurut Baiquni, sifat kesederhanaan almarhum nampak dalam pidato pengukuhan tersebut, bahwa kompleksitas kehidupan yang diwarnai dengan ilmu air bisa disederhanakan agar lebih memiliki daya guna atau manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. “Saat ini kita menyaksikan bahwa air menjadi kunci kehidupan yang sangat penting, dan kita diharapkan terus menjaga kelestarian melalui ilmu yang pernah disampaikan beliau. Kita secara bersama-sama diajak untuk melestarikan kuantitas maupun kualitas air agar kehidupan kedepan akan berlanjut dan berlangsung dengan sebaik-baiknya”, tuturnya.

Mengenang Prof. Sudjarwadi senantiasa teringat akan kecerdasan kolektif yang senantiasa almarhum tanamkan kepada siapa saja. Sebagai pemimpin yang mengedepankan prinsip kecerdasan kolektif, almarhum memiliki motto someone is nothing but everyone have something. “Prof. Sudjarwadi merupakan salah satu pelopor pengembangan UGM sebagai Universitas Riset Bertaraf Internasional/ World Class Riset University-WCRU”, kenangnya.

Selain sebagai perintis world class university di UGM, sebagai pimpinan UGM saat itu ia senantiasa mempertemukan scientific (ilmu pengetahuan) dan wisdom yang diwujudkan dalam wisdom park UGM. Artinya perkuliahan bisa disampaikan dikelas sekaligus bisa pula di ruang atau alam terbuka. Kawasan Wisdom Park UGM ini, kata Baiquni, oleh Dewan Guru Besar diuri-uri (dilestarikan) agar Kawasan wisdom park bisa menjadi taman sari ilmu pengetahuan yang mendekatan antara ilmu pengetahuan dan masyarakatnya serta lingkungan hidup.

Karena itu, kata Baiquni menyaksikan perjalanan Prof. Sudjarwadi membawa civitas akademika UGM dan Masyarakat bahwa almarhum adalah orang yang baik. Salah satu falsafah hidup almarhum bahwa setiap manusia mempunyai prinsip atau falsafah hidup sendiri-sendiri, termasuk mereka yang sudah terbilang sukses dalam menjalani kehidupan ini

Falsafah ini memperlihatkan sebuah keniscayaan bahwa semua orang harus bekerjasama dan berkolaborasi. Karenanya saat memimpin UGM ia senantiasa memperlihatkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang baik yaitu mampu membawa kebersamaan menjadi kunci kesuksesan.“Pada momen penghormatan terakhir ini, ijinkan saya menghaturkan terima kasih mendalam kepada Almarhum Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. atas pengabdian dan dedikasinya bagi UGM, khususnya bagi Fakultas Teknik. Segenap amalan ilmu dan karya beliau, Insya Allah menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ilmu pengetahuan masa depan, dan semoga almarhum mendapatkan terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa,,” pungkasnya.

Setelah mendapat penghormatan dari Keluarga Besar UGM, jenazah almarhum Prof. Sudjarwadi di berangkatkan dari Balairung UGM menuju ke pemakaman keluarga di Desa Kiringan Utara, Semowo Plosowangi, Cawas, Klaten untuk dimakamkan di sana.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

 

Artikel Prof Sudjarwadi Berpulang, UGM Berduka Kehilangan Sosok Pemimpin Sederhana dan Bersahaja pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-sudjarwadi-berpulang-ugm-berduka-kehilangan-sosok-pemimpin-sederhana-dan-bersahaja/feed/ 0