Fakultas Teknologi Pertanian UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-teknologi-pertanian-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 24 Jan 2025 09:00:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/#respond Fri, 24 Jan 2025 09:00:12 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75133 Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Arum Widyastuti Perdani, raih penghargaan Best Presentation Award pada The 10th International Conference on Composite Materials and Materials Engineering (ICCMME 2025). Konferensi yang berlangsung pada 8-10 Januari silam di Yonsei University, Seoul, Korea Selatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 19 negara, […]

Artikel Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada, Arum Widyastuti Perdani, raih penghargaan Best Presentation Award pada The 10th International Conference on Composite Materials and Materials Engineering (ICCMME 2025). Konferensi yang berlangsung pada 8-10 Januari silam di Yonsei University, Seoul, Korea Selatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 19 negara, diantarany Jerman, Taiwan, China, Thailand, Morocco, Amerika Serikat ,Jepang, Peru, Russia, United Arab Emirates, dan Kanada.

ICCMME 2025 diselenggarakan oleh South Asia Institute of Science and Engineering (SAISE), yang merupakan hasil kolaborasi antara Yonsei University Korea Selatan dan Sichuan University China. Saat itu, Arum mempresentasikan makalahnya yang berjudul ‘Pectin and Chitosan Biofilm Composites Enriched with Rambutan Peel Anthocyanins for Colorimetric Intelligent Food Packaging’ yang merupakan bagian dari studi disertasinya. Penelitian yang ia lakukan mengenai pengembangan intelligent food packaging dengan memanfaatkan antosianin dari kulit rambutan sebagai pewarna sensitif dalam sistem matriks biopolimer pektin dan kitosan. Penelitian ini bertujuan mempelajari sifat fisikokimia dari biofilm cerdas berdasarkan urutan pencampuran komponen utamanya. “Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi ramah lingkungan untuk kemasan makanan, sekaligus mendukung keamanan pangan melalui indikator perubahan kualitas produk,” jelasnya.

ICCMME 2025 terdiri dari berbagai sesi, mulai dari pemaparan keynote speaker seperti Prof. Ikuo Taniguchi (Kyoto Institute of Technology, Japan) dan Prof. Ki Bong Lee (Korea University, South Korea), hingga oral presentations peserta yang dibagi ke dalam enam kategori. Arum berpartisipasi dalam sesi ‘Materials Chemistry and Chemical Engineering’. Bahkan, ia mendapat masukan dari Prof. Ikuo Taniguchi untuk meningkatkan tensile strength biofilm dalam penelitian lanjutannya. “Akhirnya setelah mampu menjawab pertanyaan saat sesi presentasi, saya diumumkan sebagai penerima penghargaan atas presentasi terbaik,” kenangnya penuh haru.

Sebagai bagian dari konferensi, Arum juga berkesempatan mengikuti kunjungan laboratorium dan campus tour di Fakultas Teknik Yonsei University. Makalah yang ia presentasikan akan diterbitkan di Key Engineering Materials Journal (Scopus Q4), yang menjadi salah satu persyaratan kelulusan program doktoralnya. Melalui pengembangan kemasan berbasis biofilm sebagai upaya mendorong inovasi teknologi ramah lingkungan ini, penelitian yang Arum lakukan tentunya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kontributor : Luqlun Arghani/Humas FTP

Penulis.        : Triya Andriyani

Artikel Teliti Bahan Kemasan Makanan dari Kulit Rambutan, Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-bahan-kemasan-makanan-dari-kulit-rambutan-mahasiswa-ugm-raih-penghargaan-internasional/feed/ 0
Dosen FTP UGM ikut Young Scientist Program FAOBMB di Australia https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ftp-ugm-ikut-young-scientist-program-faobmb-di-australia/ https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ftp-ugm-ikut-young-scientist-program-faobmb-di-australia/#respond Fri, 27 Sep 2024 02:17:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70921 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM kembali mencetak prestasi di kancah internasional. Salah satu penelitinya, Dr. Widiastuti Setyaningsih, terpilih sebagai peserta dalam program bergengsi Young Scientist Program (YSP 2024). Program yang diselenggarakan oleh Federation of Asian and Oceanian Biochemist and Molecular Biologists (FAOBMB) ini berlangsung di Macedon Rangers, Melbourne, Australia, pada 20-22 September silam. Pada kesempatan […]

Artikel Dosen FTP UGM ikut Young Scientist Program FAOBMB di Australia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM kembali mencetak prestasi di kancah internasional. Salah satu penelitinya, Dr. Widiastuti Setyaningsih, terpilih sebagai peserta dalam program bergengsi Young Scientist Program (YSP 2024). Program yang diselenggarakan oleh Federation of Asian and Oceanian Biochemist and Molecular Biologists (FAOBMB) ini berlangsung di Macedon Rangers, Melbourne, Australia, pada 20-22 September silam. Pada kesempatan tersebut, Widiastuti berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di konferensi ilmiah ‘Biomolecular Horizons 2024: Discover, Create, Innovate’ yang sekaligus sebagai kontribusi nyata FTP UGM dalam memperkuat posisi Indonesia dalam kancah riset ilmiah global.

Program YSP 2024 adalah forum internasional yang memberikan kesempatan kepada para ilmuwan muda dari negara-negara anggota FAOBMB untuk berinteraksi dengan pakar-pakar global dan memperluas jejaring ilmiah mereka. Pada program tersebut, Widiastuti memaparkan penelitiannya tentang pengembangan dan validasi metode analitik inovatif untuk identifikasi dan kuantifikasi senyawa bioaktif dalam produk pangan yang berfokus pada senyawa triptofan dari Kappaphycus spp., salah satu jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Analisis Kappaphycus spp., dilakukan dengan mengambil sampel dari 36 lokasi budidaya di 8 pulau yang berada di perairan Indonesia. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi signifikan dalam kandungan tryptophan yang bergantung pada kondisi lingkungan dan metode budidaya yang digunakan. Konsentrasi tryptophan tertinggi ditemukan pada sampel dari Sekotong, Lombok, yang dibudidayakan dengan metode longline. “Temuan ini memberikan wawasan baru dalam praktik budidaya rumput laut serta menyoroti potensi Kappaphycus spp., sebagai sumber senyawa bioaktif,” jelas Widiastuti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan FTP UGM.

Widiastuti berharap penelitian yang ia lakukan dapat berkontribusi pada pengembangan industri rumput laut yang berkelanjutan di Indonesia. Lebih lanjut, Widiastuti meyakini rumput laut dapat membuka peluang baru dalam aplikasinya di sektor kesehatan, khususnya untuk produksi pangan fungsional dan suplemen karena komponen bioaktif yang terkandung didalamnya. “Hal ini tentunya sejalan dengan program pemerintah yang akan mengakselerasi pengembangan industri rumput laut karena potensi hilirisasinya yang sangat besar,” tuturnya.

Partisipasi Widiastuti dalam program ini mempertegas peran FTP UGM dalam mendukung penelitian inovatif yang relevan secara global, serta memperluas kolaborasi akademik dan industri di tingkat internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ilmuwan Indonesia dalam memajukan penelitian biokimia dan biologi molekuler, dan tentunya membuka peluang kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara lain. “Young Scientist Program 2024 memberikan saya kesempatan berharga untuk memperluas wawasan ilmiah dan berbagi hasil riset di forum internasional. Pengalaman ini saya yakini akan memperkuat kolaborasi global yang penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, ” pungkasnya.

Reportase : Luqlun Arghani/Humas FTP

Penulis : Triya Andriyani

Artikel Dosen FTP UGM ikut Young Scientist Program FAOBMB di Australia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-ftp-ugm-ikut-young-scientist-program-faobmb-di-australia/feed/ 0
FTP UGM Diminta Ikut Mengawal Program Penurunan Stunting dan Penyediaan Makan Siang Bergizi  https://ugm.ac.id/id/berita/ftp-ugm-diminta-ikut-mengawal-program-penurunan-stunting-dan-penyediaan-makan-siang-bergizi/ https://ugm.ac.id/id/berita/ftp-ugm-diminta-ikut-mengawal-program-penurunan-stunting-dan-penyediaan-makan-siang-bergizi/#respond Thu, 19 Sep 2024 09:42:29 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70726 Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada diminta untuk dapat mengawal dan membantu menyelesaikan berbagai program nasional seperti program pengentasan dan penurunan stunting dan juga mendukung program pemerintah yang baru berupa penyediaan makan siang bergizi. Pesan tersebut disampaikan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., saat menghadiri puncak perayaan Dies FTP UGM […]

Artikel FTP UGM Diminta Ikut Mengawal Program Penurunan Stunting dan Penyediaan Makan Siang Bergizi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada diminta untuk dapat mengawal dan membantu menyelesaikan berbagai program nasional seperti program pengentasan dan penurunan stunting dan juga mendukung program pemerintah yang baru berupa penyediaan makan siang bergizi. Pesan tersebut disampaikan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., saat menghadiri puncak perayaan Dies FTP UGM ke-61 dan Rapat Senat Terbuka yang dilangsungkan Kamis (19/9) di Auditorium Kamarijani Soenjoto.

Rektor menegaskan diperlukan langkah-langkah adaptif di bidang teknologi pertanian untuk meningkatkan pemenuhan akses pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan. “Inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh FTP UGM yang nantinya akan digunakan untuk memitigasi keamanan pangan bangsa ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap agar inovasi tersebut terus mengalami peningkatan dan tersebar luas melalui kerja sama dan kolaborasi lintas bidang. Ia percaya dengan kolaborasi akan terbentuk kebijakan-kebijakan baru terkait pangan sehingga dapat diimplementasikan dan berdampak bagi masyarakat secara nasional.

Dalam sejarahnya, pendirian FTP UGM diawali dengan instruksi Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) pada awal tahun 1960-an agar Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM dipecah menjadi tiga fakultas dengan tujuan untuk menambah jumlah fakultas eksakta agar perbandingannya meningkat terhadap fakultas sosial humaniora. Saat itu, organ di lingkungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM yang bergabung menjadi FTP UGM adalah Jurusan Teknologi Pertanian dan Jurusan Kultur Teknik. Fakultas Teknologi Pertanian UGM sendiri baru diresmikan sebagai sebuah fakultas pada 19 September 1963, dan di tahun 1966 untuk pertama kalinya meluluskan sarjana.

Di acara puncak Dies Natalis ini Dekan FTP, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menyampaikan laporan tahunan yang mencakup tiga bidang besar, yaitu bidang akademik, kemahasiswaan, dan penjaminan mutu, bidang keuangan, asset, SDM, dan sistem informasi, serta bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama. Ia menuturkan, memasuki usia 61 tahun, FTP UGM telah mencatat sejumlah capaian signifikan terutama dalam bidang inovasi, pendidikan, kompetisi dan kolaborasi baik nasional maupun internasional. “Prestasi mahasiswa di kancah nasional maupun internasional cukup membanggakan dan mencerminkan kemajuan Fakultas dalam mengembangkan solusi pertanian berbasis teknologi hulu-hilir,” tuturnya. 

Eni berujar FTP juga aktif berkontribusi dalam pembangunan agroindustri berkelanjutan, melalui penyelenggaraan seminar nasional dan internasional, hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, mitra industri, alumni, perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta masyarakat. “Tentu masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki secara terus menerus. Setiap pencapaian yang kita raih adalah hasil dari kerjasama dan komitmen yang luar biasa dari semua pihak. Semoga karya dan pengabdian kita bermanfaat bagi sesama dan membawa kemajuan bagi Fakultas, masyarakat, bangsa dan negara,” tutup Eni.

Puncak Dies Natalis kali ini juga diisi dengan orasi ilmiah dari Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S., yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM. Ia berorasi terkait potensi probiotik lokal dalam mendukung microbiota usus dan kesehatan tubuh. Ia juga menjelaskan bahwa FTP UGM turut menginisiasi terbentuknya Konsorsium Probiotik. Pembentukan konsorsium ini merupakan langkah yang strategis untuk saling berbagi pengetahuan dan teknologi produksi probiotik, menggali potensi strain-strain probiotik indigenous yang lain, yang dimiliki para peneliti Indonesia, untuk menuju ke komersialisasi, bahkan untuk mencari peluang dalam menembus pasar ekspor.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel FTP UGM Diminta Ikut Mengawal Program Penurunan Stunting dan Penyediaan Makan Siang Bergizi  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ftp-ugm-diminta-ikut-mengawal-program-penurunan-stunting-dan-penyediaan-makan-siang-bergizi/feed/ 0
79 Tahun Merdeka, 40,69 juta Petani Belum Sepenuhnya Sejahtera https://ugm.ac.id/id/berita/79-tahun-merdeka-4069-juta-petani-belum-sepenuhnya-sejahtera/ https://ugm.ac.id/id/berita/79-tahun-merdeka-4069-juta-petani-belum-sepenuhnya-sejahtera/#respond Sat, 17 Aug 2024 05:44:38 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69517 Memasuki usia ke-79 tentu bukan waktu yang singkat dan pendek bagi bangsa Indonesia dalam menikmati kemerdekaanya. Di sebagian masyarakat mungkin sudah merasakan perbedaan kehidupan meskipun belum sepenuhnya dikatakan merdeka seutuhnya. Mereka yang belum merasakan kemerdekaan seutuhnya di setiap merayakan Hari Kemerdekaan RI adalah para petani. Padahal sebagai negara agraris, Indonesia mencatat sedikitnya ada 40,69 juta […]

Artikel 79 Tahun Merdeka, 40,69 juta Petani Belum Sepenuhnya Sejahtera pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Memasuki usia ke-79 tentu bukan waktu yang singkat dan pendek bagi bangsa Indonesia dalam menikmati kemerdekaanya. Di sebagian masyarakat mungkin sudah merasakan perbedaan kehidupan meskipun belum sepenuhnya dikatakan merdeka seutuhnya. Mereka yang belum merasakan kemerdekaan seutuhnya di setiap merayakan Hari Kemerdekaan RI adalah para petani. Padahal sebagai negara agraris, Indonesia mencatat sedikitnya ada 40,69 juta orang yang bekerja di sektor pertanian.

Menurut Bayu Dwi Apri Nugroho, STP., M.Agr., Ph.D selaku pengamat pertanian,  agrometeorologi, ilmu lingkungan, dan perubahan iklim menyatakan sebanyak 40,69 juta mereka yang bekerja di sektor pertanian merupakan jumlah yang sangat besar dan bisa dikatakan mayoritas profesi menumpuk di sektor ini. Sayang permasalahan klasik masih menghampiri para petani dengan nasib dan kehidupan yang belum sepenuhnya terbebas dari cengkraman kemiskinan.

Petani khususnya yang gurem dan buruh, disebutnya sepertinya sangat kesulitan untuk membebaskan diri dari suasana hidup miskin yang melilit kehidupannya. Banyak dari mereka ini yang melakoni hidup hanya sekedar untuk menyambung nyawa kehidupan. “Di negara yang mayoritas pertanian, para petani semestinya mendapatkan perlakuan khusus dari negara, minimal ada pengakuan terhadap petani dan fasilitas yang menguntungkan bagi petani,” ujarnya di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Sabtu (17/8).

Menurutnya semua pihak harus mengakui bila berkat jerih payah, kerja nyata dan kerja keras mereka, Indonesia mampu menorehkan sejarah dalam dunia pertanian di pentas internasional. Tercatat di tahun 1984 dan berlanjut pada tahun 2022.

Di tahun-tahun itu, seluruh masyarakat Indonesia selayaknya bangga karena kesuksesan Indonesia dalam menggenjot produksi padi. Dengan keberhasilan tersebut produksi padi mampu meningkat secara signifikan dan melahirkan Swasembada Beras serta mendapatkan penghargaan dari FAO. “Ini tentu tidak terlepas dari usaha dan kerja keras para petani di Indonesia”, terangnya.

Meski telah berkontribusi banyak tugas berat negara menanti di masa depan yaitu bagaimana menaikkan derajat petani sebagai pahlawan pangan serta mengangkat mereka dari garis kemiskinan. Meski telah banyak program dari pemerintah untuk mensejahterakan petani, tetapi kenyataan sampai saat ini belum mampu mensejahterakan petani dan mengentaskan mereka dari kemiskinan.

Berbagai program mula dari intensifikasi pertanian seperti penggunaan bibit unggul, perbaikan saluran irigasi, penggunaan pupuk sampai dengan program penyuluhan dan pendampingan yang intensif dan masif sampai kelompok-kelompok tani. Selain itu ada program ekstensifikasi seperti program cetak sawah, pengembangan lahan rawa, gambut dan lahan tidur (iddle land) untuk dijadikan lahan sawah produktif. “Harapan di ujung adalah peningkatan kesejahteraan petani, tetapi sayang dari semua program yang sudah dilaksanakan belum sepenuhnya berhasil secara signifikan untuk mengangkat kehidupan petani ke tingkat yang lebih baik meski kita tidak bisa memungkiri memang permasalahan pertanian sangat kompleks dan beragam dari tiap-tiap wilayah,” paparnya.

Dari semua masalah, kata Bayu, semestinya bisa diminimalisir dan diatasi jika ada program yang jelas dan riil dari pemerintah. Di tahun 2024 ini, suksesi kepemimpinan nasional akan dilaksanakan, dan dari proses ini diharapkan ada harapan baru bagi petani di Indonesia.

Bayu sangat berharap kepada pemerintahan baru berupa program-program realistis yang bisa mensejahterakan petani. Hal itu bisa dengan menyempurnakan dan memperbaiki kekurangan program yang sudah berjalan saat ini, ataukah muncul program-program lain diluar yang ada dan telah berjalan saat ini yang betul-betul bisa membawa petani sejahtera.

Meski diakui tidak dengan segera membuahkan sejahtera secara instan, tapi setidaknya berharap sudah mengarah kepada peningkatan kesejahteraan petani. Memang tidak mudah, tetapi bisa dimulai dengan menawarkan suatu program yang riil mensejahterakan petani. “Dalam hal ini tentu juga diperlukan adanya program sinergi dan kolaborasi dari segenap komponen bangsa untuk menanganinya. Predikat Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tentunya akan dapat diraih kalau semua pihak bisa menjamin kesejahteraan petani. Kita semua berharap para pahlawan pangan ini dapat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya di HUT ke-79 RI tahun ini,” tandasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto: Kompas Regional

Artikel 79 Tahun Merdeka, 40,69 juta Petani Belum Sepenuhnya Sejahtera pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/79-tahun-merdeka-4069-juta-petani-belum-sepenuhnya-sejahtera/feed/ 0
Industri Sawit Diharapkan Menggunakan Teknologi Pertanian Cerdas https://ugm.ac.id/id/berita/industri-sawit-diharapkan-menggunakan-teknologi-pertanian-cerdas-dalam-mendukung-tujuan-pembangunan-berkeberlanjutan/ https://ugm.ac.id/id/berita/industri-sawit-diharapkan-menggunakan-teknologi-pertanian-cerdas-dalam-mendukung-tujuan-pembangunan-berkeberlanjutan/#respond Wed, 14 Aug 2024 01:18:25 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69323 Industri sawit merupakan pilar penting dalam ekonomi global karena berfungsi sebagai penyedia bahan baku bagi berbagai produk dan industri lainnya. Namun, industri ini juga dihadapkan pada sejumlah masalah serius yang memerlukan solusi berkelanjutan. Isu-isu lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pencemaran air telah menjadi perhatian utama, sementara penurunan produktivitas dan kampanye hitam terhadap industri ini […]

Artikel Industri Sawit Diharapkan Menggunakan Teknologi Pertanian Cerdas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Industri sawit merupakan pilar penting dalam ekonomi global karena berfungsi sebagai penyedia bahan baku bagi berbagai produk dan industri lainnya. Namun, industri ini juga dihadapkan pada sejumlah masalah serius yang memerlukan solusi berkelanjutan. Isu-isu lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pencemaran air telah menjadi perhatian utama, sementara penurunan produktivitas dan kampanye hitam terhadap industri ini semakin mengancam keberlanjutan dan reputasi industri sawit. 

Hal ini mengemuka dalam Seminar Sawit yang bertajuk Peran Teknologi Pertanian Cerdas dalam Mendukung Masa Depan Industri Sawit yang Berkelanjutan, kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/8) di Auditorium Kamarijani-Soenjoto FTP UGM ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis (FTP) ke-61.

Dosen sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis ke-61 FTP UGM, Chandra Setyawan, S.TP., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., mengatakan saat ini Indonesia masih menduduki peringkat pertama sebagai produsen kelapa sawit dengan kontribusi mencapai lebih dari 50% produksi sawit dunia. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di industri sawit, industri ini dapat bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial. “Semua pihak perlu merumuskan solusi dari berbagai persoalan di sektor industri sawit baik dari hulu sampai dengan hilir,” tutur Chandra. 

Sekretaris Direktorat Penelitian UGM, Prof. drg. Diatri Nari Ratih, M.Kes., Ph.D., Sp.KG(K), mengungkapkan teknologi pertanian cerdas dapat menjadi solusi yang menjanjikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh industri sawit. Dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem pertanian diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tanaman sawit, pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, memantau dampak lingkungan, serta optimasi proses budidaya. “Dengan mengadopsi teknologi pertanian cerdas, industri sawit dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat posisinya sebagai industri yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ucap Diatri.

Sementara itu, Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. yang turut memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara seminar sawit menyampaikan bahwa seminar ini akan menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practice antara para ahli, praktisi, dan akademisi dalam industri sawit dan teknologi pertanian. “FTP UGM siap memperkuat kerjasama dan kolaborasi guna mewujudkan industri sawit nasional yang berkelanjutan,” tuturnya. 

Seminar Sawit yang dilakukan secara bauran ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama mengambil tema Teknologi Pertanian Cerdas pada Industri Hulu Kelapa Sawit dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertanian, PT Wilmar Internasional, dan Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM. Sesi kedua diisi oleh narasumber yang berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan dua Guru Besar dari FTP UGM, dengan mengangkat tema Pengembangan Teknologi Pertanian Cerdas pada Industri Hilir Kelapa Sawit. 

Sebelum sesi presentasi pembicara dimulai, sebagai bentuk komitmen penguatan kerjasama dan kolaborasi antar stakeholders di industri sawit, dilakukan penandatanganan MoU antara FTP dengan Badan Kejuruan Teknik Pertanian (BKTP), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan PT Kerry Sawit Indonesia (Wilmar) tentang pelaksanaan Prodi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Selain itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara FTP dengan Institut Pertanian STIPER untuk kerja sama pelaksanaan Program Pascasarjana dalam rangka penguatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Penulis/Foto : Triya Andriyani

Artikel Industri Sawit Diharapkan Menggunakan Teknologi Pertanian Cerdas pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/industri-sawit-diharapkan-menggunakan-teknologi-pertanian-cerdas-dalam-mendukung-tujuan-pembangunan-berkeberlanjutan/feed/ 0
Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/#respond Tue, 30 Jul 2024 04:21:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68100 Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, bisa meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi. Berangkat dari […]

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, bisa meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi.

Berangkat dari persoalan tersebut, Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan potensi tanaman kombinasi ekstrak Rosella dan bekatul beras hitam sebagai penurun kadar kolesterol. Campuran ekstrak tersebut diformulasikan dalam sediaan serbuk sehingga mudah untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Riset Eksakta (PKM-RE) UGM dan mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek RI. Anggota tim PKM-RE UGM terdiri atas Anggi Abdillah Surya Amni, Khoirun Nafisah (Kimia, 2022), Anes Arjuni, Luna Azahara (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022), dan Rani Mutiara (Kedokteran, 2023). Penelitian ini mendapat pendampingan dari Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM.

Anggi Abdillah Surya Amni mengatakan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya bahaya kolesterol bagi kesehatan masyarakat. Pihaknya ingin menawarkan solusi yang bisa di akses seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin menemukan solusi yang alami dan mudah diakses oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini”, terang Anggi dalam  keterangan yang dikirim Selasa (30/7).

Anggi Abdillah mengungkapkan tren saat ini menunjukkan masyarakat memiliki ketertarikan pada pola hidup sehat, dan mendorong banyak orang beralih ke beras hitam. Hasil gilingan beras ini berupa bekatul dengan kandungan pengikat kolesterol belum dimanfaatkan secara optimal. “Hal inilah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi pemanfaatan bekatul beras hitam dengan mencampur ekstraknya bersama bunga rosella,” terangnya.

Khoirun Nafisah, salah satu anggota tim peneliti menambahkan Bekatul Beras Hitam mengandung senyawa bioaktif yang lebih banyak dibandingkan beras merah maupun putih. Bekatul memiliki senyawa metabolit sekunder berupa karotenoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid serta senyawa flavonoid. Sementara Rosella memiliki memiliki potensi sebagai pengikat kolesterol, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihipertensi karena mengandung komponen fitokimia seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.

“Kami memilih bekatul beras hitam karena kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi. Ditambah dengan ekstrak rosella, kami berharap bisa menciptakan formula yang efektif untuk menurunkan kolesterol,” paparnya.

Dalam melakukan penelitian ini, Anes Arjuni menjelaskan proses pembuatan formulasi untuk masing-masing ekstrak serta campuran ekstrak rosella dan bekatul dengan berbagai perbandingan. Selanjutnya dilakukan analisis senyawa bioaktif, penurunan kadar kolesterol, dan uji sifat fisikokimia sampel.

Diperoleh bahwa campuran ekstrak rosella dan bekatul beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 68,39±0,26 persen dengan kandungan total antosianin, total fenolik, dan total flavonoid yang cukup tinggi serta kualitas serbuk yang baik berdasarkan uji sifat fisikokimia. “Hasil penelitian kami menunjukkan potensi besar dalam menurunkan kolesterol dengan bahan alami,” jelas Anes Arjuni.

Bagi Luna Azahara dengan penemuan ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengatasi masalah kolesterol tinggi. Dengan formulasi serbuk yang mudah dikonsumsi, diharapkan adanya penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap produk formulasi minuman serbuk tersebut. “Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kami berharap temuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Meski baru penelitian awal, Rani Mutiara, anggota tim lainnya berharap dengan penelitian ini menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan, dan itu dapat ditemukan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar rumah. “Karenanya kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Harapannya hasil penelitian kami bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/feed/ 0
Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/#respond Wed, 17 Jul 2024 05:09:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66953 Pandan Laut merupakan komoditas tanaman yang sering dijumpai di daerah pesisir. Siapa sangka bahwa tanaman tersebut menghasilkan buah yang jarang diketahui oleh banyak orang, yaitu buah hala (Pandanus tectoricus). Buah hala banyak dijumpai di sekitar kawasan pantai di Desa Planjan, Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain menghadirkan keindahan alam, buah dari pohon Pandan Laut ternyata memiliki […]

Artikel Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pandan Laut merupakan komoditas tanaman yang sering dijumpai di daerah pesisir. Siapa sangka bahwa tanaman tersebut menghasilkan buah yang jarang diketahui oleh banyak orang, yaitu buah hala (Pandanus tectoricus).

Buah hala banyak dijumpai di sekitar kawasan pantai di Desa Planjan, Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain menghadirkan keindahan alam, buah dari pohon Pandan Laut ternyata memiliki sejuta manfaat yang luar biasa. Salah satunya ialah sebagai minuman herbal pereda nyeri menstruasi.

Meski begitu, belum banyak masyarakat sekitar Desa Planjan mengetahui akan potensi dari buah tersebut. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Penahala pun hadir memanfaatkan buah tersebut sebagai minuman herbal pereda nyeri menstruasi.

Tim Program PKM-PM dari UGM ini merupakan gabungan mahasiswa lintas fakultas. Mereka adalah Rohma Auliya (Kimia 2022), Yunia Tri Utami (Teknik Pertanian 2022), Aisha Najma Nurul ‘Aisy (Kimia 2022), Radithya Kusumawardana (Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2023), dan Devi Ramdani (Teknik Pertanian 2022) dengan mendapat bimbingan Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si.

Tim PKM-PM UGM inipun mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek, dan di dalam programnya memfasilitasi masyarakat khususnya para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam kelompok karang taruna untuk mengembangkan potensi buah hala melalui pembuatan produk berupa minuman herbal pereda nyeri menstruasi dari ekstrak buah hala. Tahapan yang dilakukan Tim PKM-PM Penahala adalah melakukan sosialisasi pengenalan program, pembuatan video tutorial, penyusunan buku pedoman mitra, dan melakukan pelatihan. Pelatihan yang dimaksud berupa pelatihan dan praktik pembuatan minuman pereda nyeri menstruasi, pelatihan dan praktik pengemasan, dan pelatihan dan praktik pemasaran.

Radithya Kusumawardana mengatakan buah hala di masyarakat kerap kali ditemui hanya dibiarkan membusuk begitu saja. Masyarakat membiarkan itu karena ketidaktahuan bila buah hala memiliki banyak kandungan di dalamnya. Salah satunya adalah senyawa flavonoid yang  berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, dan analgetik sebagai pereda rasa nyeri.

Melihat potensi kandungan yang dimiliki buah hala, Tim PKM-PM Penahala melakukan pemberdayaan dengan bekerjasama dengan Karang Taruna Putri Desa Planjan dengan melakukan program pemberdayaan masyarakat untuk mengolah buah hala menjadi minuman.

“Dengan manfaat mampu meredakan nyeri saat menstruasi, maka apa yang kami lakukan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Radithya di Kampus UGM, Rabu (17/7).

Ia menjelaskan pada tahap proses pembuatan diawali dengan penyortiran buah hala yang sudah matang dan melakukan pengupasan. Setelah itu, buah hala dicuci dengan air bersih kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

Setelah buah hala kering dan kadar air yang terkandung sedikit, buah hala bersama rempah-rempah lain diseduh dengan air panas. Minuman herbal ekstrak alami buah hala inipun siap untuk disajikan.

“Dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan hasil pencarian dari berbagai sumber, tim PKM-PM Penahala UGM berharap tidak hanya memberdayakan masyarakat Planjan melalui produk bernilai tambah ini, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan potensi sumber daya alam lokal yang ada di sekitar mereka,” ucap Radithya.

Untuk keberlanjutan program ini, kata Radithya maka dilakukan pendampingan untuk mendaftarkan produk herbal ini  ke PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Selain itu, Tim PKM-PM Penahala UGM juga melakukan evaluasi program, mengikuti bazar guna memperkenalkan produk ini di masyarakat luas.

“Tim akan selalu melakukan pengawasan terkait keberlanjutan program. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pendidikan tinggi dan masyarakat lokal. Bagi yang ingin melihat secara lengkap maka bisa melihat di akun Instagram @pkmpmugm_penahala,” terangnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/feed/ 0
Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/#respond Thu, 04 Jul 2024 06:56:32 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65762 Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor. […]

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebutuhan pangan saat ini menjadi poin sangat krusial. Hal ini disebabkan karena persediaan kebutuhan pangan di dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional menyatakan hingga saat ini semua kebutuhan pangan strategis di Indonesia belum dapat dipenuhi dengan produksi domestik. Sejumlah pangan utama masih harus impor.

Ngawis, Gunungkidul merupakan salah satu daerah pemasok kebutuhan pangan seperti padi, kacang-kacangan, jagung, dan cabai cukup banyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan ketua Karang Taruna Harapan Jaya di Dusun Ngawis 2 didapati sejumlah permasalahan pertanian yang menjadi keluhan para mitra.

Permasalahan tersebut mulai dari masalah hama, menurunnya produktivitas lahan, kekeringan, metode pemupukan dan manajemen pemeliharaan tanaman yang masih sederhana, hingga sistem pertanian yang belum modern.

Berbagai permasalahan tersebut tentunya memerlukan solusi karena Dusun Ngawis 2 memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik. Karenanya dusun ini sangat mengharapkan solusi dan penyuluhan dari pihak luar yang bisa membantu mengurai permasalahan pertanian di Dusun Ngawis 2.

“Saat ini permasalahan pertanian yang sedang dihadapi mulai dari hama, manajemen pertanian, kekeringan, hingga sistem pertanian yang masih tradisional. Kami sangat berharap adanya penyuluhan dari pihak luar agar bisa mengubah ini semua dan bisa mendatangkan sumber bisnis tambahan bagi kami,” ujar Sutar selaku anggota Karang Taruna Harapan Jaya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada bersama mitra Karang Taruna Harapan Jaya mengembangkan transformasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang berjudul “Drylands Farming“: Penguatan Potensi Karang Taruna Berbasis Agroedutainment and Smart Innovation Menuju Transformasi Pertanian Presisi 3E di Dusun Ngawis, Gunungkidul.

Tim ini beranggotakan Faris Ariwibowo, Awaliyatul Mukaromah, Sofi, Adry Aqwam Thoriq (Mahasiswa Fakultas Peternakan), Ana Nur Fauziah  (Mahasiswa Teknologi Pertanian), dan Vania Zerlin Azaria (Mahasiswa Fakultas Pertanian). Dengan dosen pendamping Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng, dosen Fakultas Peternakan, Departemen Sosial Ekonomi Peternakan.

Faris Ariwibowo selaku ketua Tim PKM-PM mengatakan para mahasiswa UGM dalam program ini berusaha mengembangkan sistem pertanian di Dusun Ngawis 2 melalui pemberdayaan Karang Taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation sebagai agen of change. Dengan pemberdayaan yang dilakukan diharapkan mampu membawa perubahan kedepannya sekaligus seiring dengan tujuan pembangunan  berkelanjutan (SDGs). Saat melakukan survei lokasi, dia menyampaikan hadirnya smart innovation melalui penciptaan inovasi smart bag fertinnovation and sprinkler application diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di Dusun Ngawis 2 dengan efektif, efisien, dan ekonomis.

“Dengan keberlanjutan program ini tentunya akan membuka kemungkinan adanya pembuatan usaha konveksi smart bag fertinnovation dan juga penjualan pupuk kompos mandiri, sehingga akan mampu menjadi usaha tambahan bagi masyarakat dan mitra,” ujar Faris, di Kampus UGM, Kamis (4/7).

Menurut Faris skala prioritas yang perlu dilakukan adalah menghadirkan penguatan potensi karang taruna berbasis agroedutainment dan smart innovation. Kegiatan agroedutainment terdiri dari program pelatihan pengolahan lahan, penanaman, pengecekan kondisi tanah, metode pemupukan, irigasi, pembuatan pupuk kompos mandiri, praktik pembuatan inovasi, dan pemanenan.

Data BPS tahun 2021 menyebut Kecamatan Karangmojo memiliki luas lahan produktif sekitar 2.021 hektare. Luas lahan ini mencakup lahan yang ada di Dusun Ngawis 2. Dengan program drylands farming yang terdiri dari kegiatan agroedutainment sebagai penguatan potensi karang taruna diharapkan dapat membentuk jiwa entrepreneur sebagai modal peningkatan taraf hidup masyarakat dan mitra.

“Keterlibatan anggota karang taruna dalam hal ini Karang Taruna Harapan Jaya yang memiliki usia produktif akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul, meningkatkan segi ekonomi, dan mengenalkan inovasi yang tepat guna sebagai upaya peralihan menuju pertanian yang modern. Tercapainya sistem pertanian presisi 3E (efisien, efektif, dan ekonomis) dimungkinkan mempermudah bagi masyarakat mitra dalam mengembangkan potensi pertanian yang lebih baik,” paparnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM DryFarm UGM Kembangkan Transformasi Pertanian Presisi 3E pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-dryfarm-ugm-kembangkan-transformasi-pertanian-presisi-3e/feed/ 0
Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/#respond Wed, 03 Jul 2024 06:10:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65702 Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara […]

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Sekretaris DGB yang baru menggantikan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA selaku sekretaris DGB sebelumnya.

Terpilihnya Ketua dan Sekretaris Dewan Guru Besar baru UGM melalui Keputusan Rapat Pleno Musyawarah Pergantian Antar Waktu yang berlangsung pada hari pada hari Rabu (8/5) di Balai Senat UGM. Sementara serah terima jabatan pergantian antar waktu Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2021-2026 dilaksanakan dalam rapat pleno Dewan Guru Besar UGM yang berlangsung pada hari Senin (1/7) di ruang Balai Senat.

Serah terima jabatan dilakukan Sekretaris pimpinan Majelis Wali Amanah (MWA), Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. dengan menyampaikan Surat Keputusan MWA kepada Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. sebagai Ketua dan Sekretaris DGB periode antar waktu 2021-2026. Pleno serah terima ini diselenggarakan dengan mengundang Pimpinan Universitas dan Pimpinan Organ di lingkungan UGM.

Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., Ketua Senat Akademik mengingatkan kembali bila Dewan Guru Besar UGM merupakan perangkat UGM yang berfungsi sebagai pelopor, pemberi nasihat, penjaga integritas moral dan etika sivitas akademika. DGB juga senantiasa mengembangkan pemikiran dan pandangan terkait dengan isu strategis nasional dan/atau internasional dalam rangka mendukung peran dan kontribusi UGM bagi kesejahteraan bangsa dan umat manusia.

“Kegiatan DGB selama ini sudah sangat membantu kinerja civitas akademika dengan melakukan harmonisasi dan keselarasan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang berkembang selama ini,” katanya.

Serah terima secara dimbolis ditandai dengan pengalungan tanda kehormatan DGB, pemberian sertifikat dan lencana Guru Besar oleh Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. kepada Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. atas pengabdian yang dilakukan selama ini.

Moch Maksum dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal penting terkait tugas dan fungsi DGB. Kepada para anggota DGB diharapkan senantiasa berperan dalam rangka menjadikan UGM lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Para guru besar diharapkan memiliki peran dalam pengembangan keilmuan dan akademik. Diantaranya kegiatan Professors go to Frontiers atau Guru Besar Mengabdi di wilayah kepulauan terdepan dan terpencil seperti di Rote Ndao dan Ende di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022, Ternate-Tidore (Maluku Utara), Menado-Kep.Sangihe (Sulawesi Utara) tahun 2023, Papua tahun 2024 dan tahun depan (2025) ke Sabang Pulau Weh (Nangro Aceh Darussalam).

“Berbagai kegiatan keilmuan para guru besar ini dalam bentuk seminar, kuliah umum, mengunjungi daerah dengan beraudiensi dengan para pemangku wilayah untuk menggali nilai-nilai, budaya, dan kearifan,” ungkapnya.

Diakhir sambutan iapun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang berlangsung selama ini, dan mengucapkan permohonan maaf bila terdapat kesalahan saat mengemban tugas selama di Dewan Guru Besar UGM selama ini.

Dalam perjalanan DGB selama ini, ia mengakui tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi baik permasalahan ringan ataupun berat. Meski begitu, semua disyukuri karena dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat kebersamaan.

“Terima kasih untuk solidaritas dan kerjasama yang baik antar anggota DGB. Apa-apa yang dihasilkan masing-masing komisi sudah terlihat dan dapat dirasakan. Hal ini memperlihatkan kemajuan yang dicapai DGB UGM selama ini,” ucap Moch. Maksum.

Sementara itu, Prof Baiquni mengungkapkan jabatan sebagai ketua dan sekretaris DGB sebagai tanggungjawab yang harus diemban. Suatu jabatan yang memerlukan kejernihan berpikir, ketelitian, kebijaksanaan, kearifan, kepekaan, kesabaran dan pengendapan emosi dalam pengambilan keputusan-keputusan.

“Itu merupakan ciri khas dari Dewan Guru Besar yang mengakar kuat kebawah dan menjulang tinggi sebagai amalan dan buah budi pekerti,” katanya.

Sebagai Ketua DGB yang baru, ia berharap agar DGB UGM dapat berperan lebih potesial dan migunani pada universitas dalam tugas-tugasnya. Diharapkan para anggota DGB dapat meningkatkan kepedulian UGM terhadap kebangsaan dan jati diri bangsa dalam dinamika yang berkembang saat ini.

“Kehadiran Universitas Gadjah Mada diharapkan dapat mempererat kerjasama kebudayaan dan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kualitas manusia. Para guru besar diharapkan peran untuk mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi guna riset kebijakan, penanganan terkait masalah kesejahteraan yang adil dan merata,” imbuhnya.

Penulis dan Foto: Heru Sutrisno

Editor: Agung Nugroho

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/feed/ 0
Pertanian Berbasis Kawasan Sebagai Lumbung Pangan Nasional https://ugm.ac.id/id/berita/pertanian-berbasis-kawasan-sebagai-lumbung-pangan-nasional/ https://ugm.ac.id/id/berita/pertanian-berbasis-kawasan-sebagai-lumbung-pangan-nasional/#respond Wed, 19 Jun 2024 07:43:27 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65267 Perhatian terhadap aspek ketahanan pangan semakin penting pada saat sekarang dan tahun-tahun mendatang. Hal ini tidak terlepas dari kejadian perubahan iklim global dan berdampak pada penurunan produksi pangan dunia. Sebagai gambaran untuk produksi sereal dunia misalnya diperkirakan pada tahun 2050 akan terjadi penurunan sebesar satu persen. Sementara pada periode yang sama penduduk dunia meningkat satu […]

Artikel Pertanian Berbasis Kawasan Sebagai Lumbung Pangan Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Perhatian terhadap aspek ketahanan pangan semakin penting pada saat sekarang dan tahun-tahun mendatang. Hal ini tidak terlepas dari kejadian perubahan iklim global dan berdampak pada penurunan produksi pangan dunia.

Sebagai gambaran untuk produksi sereal dunia misalnya diperkirakan pada tahun 2050 akan terjadi penurunan sebesar satu persen. Sementara pada periode yang sama penduduk dunia meningkat satu persen.

Bayu Dwi Apri Nugroho, S.T.P., M.Agr., Ph.D. selaku pakar dan peneliti bidang pertanian, agrometeorologi, ilmu lingkungan, dan perubahan iklim mengkhawatirkan kondisi tersebut. Bahkan menurutnya kondisi tersebut berpotensi besar menimbulkan kerawanan pangan dalam beberapa waktu ke depan.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan nasional, apalagi bagi negara yang sedang berkembang seperti Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar,” katanya di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Rabu (19/6).

Bagi Bayu perhatian terhadap ketahanan pangan mutlak diperlukan karena erat kaitannya  dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan keamanan hingga ketahanan nasional. Ketersediaan pangan perlu dibangun melalui peningkatan kemampuan produksi di dalam negeri, peningkatan pengelolaan cadangan pangan, serta distribusi pangan untuk mengisi kesenjangan antara daerah dalam aspek produksi dan kebutuhan.

Baginya masalah pangan bukan hanya menyangkut masalah ekonomi, namun juga masalah politik. Rakyat Indonesia sangat memandang tinggi masalah kemandirian bangsa dan negara termasuk di bidang pangan.

Salah satu aspek penting dalam membangun ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup. Cadangan pangan merupakan salah satu sumber pasokan untuk mengisi kesenjangan antara produksi dan kebutuhan dalam negeri atau daerah.

“Dengan fungsi seperti itu, cadangan pangan sudah barang tentu harus terukur dalam arti kuantitasnya harus diketahui secara pasti sehingga memudahkan untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan masalah pangan,” ungkapnya.

Dirinya kembali menandaskan salah satu aspek penting dalam pencapaian tersebut adalah ketersediaan cadangan pangan masyarakat dan kemampuannya dalam mendayagunakan sumber pangan yang ada. Keberadaan lumbung pangan menjadi salahsatu lembaga cadangan pangan masyarakat telah banyak berperan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat selama ini.

Lumbung pangan berbasis kawasan disini merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dengan membentuk petani-petani binaan atau kelompok-kelompok tani berbasis kawasan di suatu desa dengan dilengkapi teknologi dan pendampingan yang intensif dari hulu sampai hilir.

Salah satu inovasi teknologi terkini terkait sektor pertanian adalah penerapan teknologi internet of things (IoT) yang merupakan konsep pertanian dengan menggunakan bantuan drone dan teknologi sensor baik tanah maupun cuaca untuk menganalisis kondisi tanah seperti suhu, pH, kandungan unsur hara, suhu udara, kelembaban, dan arah angin untuk dapat memberikan rekomendasi yang tepat kepada petani agar menghindari terjadinya gagal tanam dan gagal panen serta bisa menjaga kestabilan bahkan meningkatkan produktivitas,” terangnya.

Akibat dampak perubahan iklim yang menyebabkan cuaca sangat fluktuatif, dinamis, dan sulit diprediksi, menurut Bayu untuk saat ini diperlukan informasi-informasi kondisi lingkungan dilahan secara cepat dan akurat. Teknologi, disebutnya sebagai salah satu pilar dari konsep lumbung pangan berbasis kawasan.

Bayu menjelaskan sistem pertanian terpadu dalam kawasan sudah terbentuk stakeholdernya dalam lumbung pangan diantaranya penyedia saprotan/saprodi sebagai penyedia input dengan produk- produk yang disepakati dalam lumbung pangan, perbankan dan asuransi pertanian, dan teknologi yang menyediakan teknologi yang bisa dimanfaatkan petani, baik di lahan maupun pascapanennya, termasuk teknologi digital untuk penjualan produk hasil petani.

Selain itu ada pula penjamin keberlangsungan lumbung pangan, dalam hal ini bisa kementerian atau pemerintah provinsi, fasilitator, dalam hal ini adalah dinas pertanian setempat, offtaker, sebagai penjamin bahwa hasil panen petani mampu terserap secara keseluruhan dengan harga yang pantas, dan petani atau kelompok tani itu sendiri sebagai pelaksana didalam lumbung pangan.

“Solusi pertanian akan menjadi nyata kalau kita lakukan secara komprehensif dan integratif dari hulu dan hilir dengan berbasis kawasan serta adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta dan perguruan tinggi serta petani sebagai aktor dalam ekosistem pertanian tersebut. Dengan adanya lumbung pangan berbasis kawasan akan menjamin swasembada dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: freepik.com

Artikel Pertanian Berbasis Kawasan Sebagai Lumbung Pangan Nasional pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pertanian-berbasis-kawasan-sebagai-lumbung-pangan-nasional/feed/ 0