Fakultas Teknik UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-teknik-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/#respond Thu, 16 Jan 2025 07:23:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74794 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama […]

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT) bekerja sama dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Kegiatan Freshmore Asian Cross-Curricular Trips (FACT), ini sebagai bentuk komitmen atas perannya dalam penyediaan energi bersih dan terbarukan serta sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, 6-10 Januari  lalu mengusung tema Modelling Uncertainty dengan topik Designing PV System for Riverside Community. Kegiatan FACT kali ini diikuti 43 orang mahasiswa UGM dari DTMI, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), dan Departemen Teknik Kimia (DTK) serta 33 mahasiswa SUTD.

Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D., dari DTMI UGM mengatakan para peserta kegiatan FACT melaksanakan aktivitas bersama secara berkelompok di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI, RW 05 Kalurahan Terban, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kalurahan Cokrodiningratan. Sesuai dengan tema yang diberikan, para peserta diminta untuk membuat sebuah perancangan model berkaitan dengan pemasangan panel surya yang dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat di Terban dan Cokrodiningratan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan listrik, antara lain kegiatan perkumpulan warga, penyediaan air bersih melalui pompa, dan pengolahan air limbah.

Para peserta di hari pertama mendapatkan brief dan materi latar belakang lokasi pemasangan panel surya. Hal ini perlu disampaikan agar mampu memberikan pemahaman awal mengenai lokasi yang akan dikunjungi. ”Terlebih karena di lokasi sudah terpasang beberapa panel surya di beberapa titik dan peserta akan memodelkan titik-titik yang potensial untuk dipasang panel surya”, jelas Achmad Rifai.

Ia menambahkan berbekal pengetahuan awal, pada hari kedua peserta dibawa untuk melaksanakan field trip dengan mengunjungi lokasi di Terban dan Cokrodiningratan secara langsung. Pelaksanaan field trip disambut oleh Ketua RW 05 Kalurahan Terban, Supriyanto S.Sos, di Aula Masjid Nidaul Jannah Terban. Kedatangan para peserta inipun mendapat sambuatan hangat warga Terban. ”Kami merasa senang bisa menerima kembali tamu dari SUTD, semoga kegiatan bisa berjalan lancar,” tutur Supriyanto.

Setelah memperoleh pembagian titik kunjungan, peserta yang telah dibagi dalam kelompok-kelompok pada hari pertama kemudian menuju ke titik masing-masing untuk mengumpulkan data-data terperinci yang diperlukan untuk mengerjakan tugas yang diberikan dengan didampingi oleh liaison officer (LO) dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UGM dan perangkat masyarakat setempat. Sekembalinya dari field trip, peserta diberi kesempatan untuk merefleksikan hasil kunjungan sekaligus berdiskusi dalam menyusun pemodelan yang akan dipresentasikan.

Presentasi atas pemodelan yang telah dirancang pun selanjutnya dilaksanakan dengan durasi presentasi per kelompok adalah 7 menit dan durasi tanya jawab dengan para juri selama 10 menit. Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Ir. Achmad Pratama Rifai, Ph.D. (DTMI UGM), dan Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D. (DTMI UGM). Para juri menilai beberapa hal dari presentasi peserta, antara lain penyusunan problem statement, penyajian data, penentuan hipotesis dan batasan analisis, penyusunan metode penyelesaian, penyajian solusi dan timbal baliknya, dan penampilan presentasi dari kelompok.

Dari penilaian yang dilakukan, ditentukan 1 tim terbaik dan 2 peserta terbaik dengan dipilih 1 mahasiswa UGM dan 1 mahasiswa SUTD. Setelah usai memberikan penilaian, dewan juri memilih Tim 9 sebagai tim terbaik, disusul Srikanth Srider (SUTD) dan Chika Zenita Sabrina (DTK UGM). Ketiga tim terbaik dinilai berhasil mengerjakan pemodelan instalasi panel surya. Selanjutnya, para peserta pun berkesempatan mengikuti perkuliahan dari dosen-dosen UGM dan SUTD. Mereka mengikuti perkuliahan yang disampaikan Dr. Wong Wei Pin (SUTD), Syahirul Alim Ritonga, S.T., MRes (UGM), Dr. Jose Rafael Martinez Garcia (SUTD), dan Yun Prihantina Mulyani, Ph.D. (UGM).

Dr. Jose Rafael Martinez Garcia dalam closing remarks mengingatkan kembali soal pemodelan. Meski pemodelan yang dikerjakan oleh para peserta bersifat kuantitatif, ada aspek lain yang perlu untuk diperhatikan. ”Mempertimbangkan aspek manusia dalam sebuah komunitas masyarakat juga merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan,” terang Jose Rafael.

Hal senada diungkap Dr. Wong Wei Pin. Ia berharap para peserta, baik dari SUTD maupun UGM bisa menarik manfaat pelajaran berharga dari program FACT ini. ”Kreativitas para peserta sungguh mengesankan, dan semoga semua memperoleh wawasan yang baik dan meneruskan untuk berinovasi merancang desain yang berpusat pada manusia,” tambahnya.

Dr. Adhika Widyaparaga selaku Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM menjelaskan topik yang diangkat oleh FACT tahun ini dikaitkan dengan SDGs. Seperti energi bersih yang terjangkau merupakan bagian dari SDGs. ”Modelling uncertainty dalam FACT saya kira memainkan peran yang besar dalam mewujudkannya, dengan merancang pembangkit energi yang tepat guna tentu menghindari kesalahan yang bisa terjadi,” ungkapnya.

Adhika berharap kegiatan pengabdian dari kerja sama dua universitas ini bisa menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi untuk menghasilkan energi bersih, terbarukan, dan terjangkau.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Mahasiswa UGM dan SUTD Rancang Model Pemasangan Panel Surya di Kota Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-dan-sutd-rancang-model-pemasangan-panel-surya-di-kota-yogyakarta/feed/ 0
Cetak 5.402 Insinyur, UGM Penyumbang Profesi Insinyur Terbanyak di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/cetak-5-402-insinyur-ugm-penyumbang-profesi-insinyur-terbanyak-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/cetak-5-402-insinyur-ugm-penyumbang-profesi-insinyur-terbanyak-di-indonesia/#respond Tue, 14 Jan 2025 08:50:53 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74698 Universitas Gadjah Mada melantik 859 insinyur baru. Sebanyak 859 insinyur baru berasal dari Fakultas Teknik (727), Fakultas Kehutanan (70) dan Fakultas Peternakan (62). Dengan penambahan 727 lulusan insinyur baru, Fakultas Teknik UGM tercatat hingga saat ini berhasil meluluskan 4.281 insinyur. Fakultas Kehutanan UGM dengan penambahan 70 lulusan insinyur baru maka hingga saat ini berhasil mencetak […]

Artikel Cetak 5.402 Insinyur, UGM Penyumbang Profesi Insinyur Terbanyak di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada melantik 859 insinyur baru. Sebanyak 859 insinyur baru berasal dari Fakultas Teknik (727), Fakultas Kehutanan (70) dan Fakultas Peternakan (62). Dengan penambahan 727 lulusan insinyur baru, Fakultas Teknik UGM tercatat hingga saat ini berhasil meluluskan 4.281 insinyur. Fakultas Kehutanan UGM dengan penambahan 70 lulusan insinyur baru maka hingga saat ini berhasil mencetak 374 insinyur. Sedangkan Fakultas Peternakan UGM dengan meluluskan 62 insinyur baru maka hingga saat ini berhasil mencetak 747 insinyur. Dengan demikian UGM telah berhasil mencetak 5.402 profesi insinyur.

Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Teknik menyatakan dengan pelantikan insinyur oleh UGM dan PII maka para lulusan saat ini boleh dibilang sebagai insinyur yang beneran. Jika sebelumnya bergelar Sarjana Teknik dinilai masih terasa belum sah.  “Namun dengan pelantikan hari ini maka insinyur yang disandang beneran karena juga dilantik bersama PII”, katanya di Grha Sabha Pramana, Selasa (14/1).

Tidak banyak yang disampaikan Selo pada kesempatan ini. Ia hanya mengingatkan kembali tentang lagu himne Gadjah Mada dan himne PII. Kedua lagu tersebut, katanya mengandung kata-kata yang sangat bermakna. “Mengabdi, menjunjung tinggi kebudayaan untuk kejayaan nusantara. Kemudian ada himna PII,dan kita semua adalah insinyur Indonesia yang dibutuhkan oleh negara ini”, terangnya.

Sekali lagi, ia menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya para insinyur baru. Para insinyur lulusan UGM adalah insinyur-insinyur kebanggaan UGM, dan kebanggaan Indonesia yang mempunyai tanggung jawab besar membawa bangsa ini menjadi negara yang maju. “Sebagai insinyur tentu kita akan menghadapi banyak tantangan ke depan. Tidak hanya tantangan teknis yang terkait dengan dunia keinsinyuran, tetapi juga tantangan non-teknis yang kadang-kadang ini justru merupakan tantangan yang sulit kita hadapi”, imbuhnya.

Sejumlah pejabat hadir dalam pelantikan insinyur baru kali ini. Mereka yang hadir diantaranya Sekretaris Jendral Persatuan Insinyur Indonesia, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN.Eng, Direktur Eksekutif PII, Santi Sirat, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Teknik, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kehutananserta Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Peternakan. Teguh Haryono dalam sambutannya menyampaikan  visi besar Indonesia 2045 adalah menjadikan industri sebagai salah satu pilar utama yang menentukan daya saing bangsa. Kemajuan teknologi, penguatan kapasitas manufaktur, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul, disebutnya, menjadi kunci untuk mencapai visi tersebut. “Kita semua sebagai insinyur memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan masyarakat”, katanya.

Dalam pandangan Teguh, insinyur adalah agen perubahan yang dapat menjembatani antara potensi akademik dan penerapan praktis di dunia industri. Untuk itu, model triple helix yang terdiri dari akademisi, industri, dan pemerintah harus terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem yang mendukung transformasi industri. “Dalam konteks ini, Universitas Gajah Mada telah menunjukkan komitmennya yang luar biasa dalam mencetak insinyur-insinyur berkualitas yang siap berkontribusi di berbagai sektor. Berdasarkan data yang kami terima, UGM telah mencetak kurang lebih 5.402 insinyur, dan seluruh Indonesia itu sekarang ada sekitar 28.000, dan UGM menyumbang paling banyak dari 45 perguruan tinggi penyelenggara PSBPI,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

 

Artikel Cetak 5.402 Insinyur, UGM Penyumbang Profesi Insinyur Terbanyak di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cetak-5-402-insinyur-ugm-penyumbang-profesi-insinyur-terbanyak-di-indonesia/feed/ 0
Pustral UGM Kaji Pengoperasian Taksi Terbang di Indonesia https://ugm.ac.id/id/berita/pustral-ugm-kaji-pengoperasian-taksi-terbang-di-indonesia/ https://ugm.ac.id/id/berita/pustral-ugm-kaji-pengoperasian-taksi-terbang-di-indonesia/#respond Thu, 12 Dec 2024 02:46:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73755 Taksi terbang merupakan inovasi dalam bidang transportasi udara yang mulai menarik perhatian global, termasuk di Indonesia. Salah satu proyek besar yang akan membawa teknologi ini adalah rencana pengoperasian taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN). Teknologi ini tentunya menawarkan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar. Dengan menggunakan sistem multicopter, taksi terbang […]

Artikel Pustral UGM Kaji Pengoperasian Taksi Terbang di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Taksi terbang merupakan inovasi dalam bidang transportasi udara yang mulai menarik perhatian global, termasuk di Indonesia. Salah satu proyek besar yang akan membawa teknologi ini adalah rencana pengoperasian taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN). Teknologi ini tentunya menawarkan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar. Dengan menggunakan sistem multicopter, taksi terbang yang ramah lingkungan ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi yang efisien dan berkelanjutan.

Menurut Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D., selaku Kepala Pustral UGM, pengembangan taksi terbang di Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada persiapan regulasi dan infrastruktur yang mendukung. Menjalin kolaborasi dengan perusahaan luar negeri, seperti Volocopter, tentu menjadi langkah penting dalam memastikan implementasi teknologi ini sesuai dengan standar internasional. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa pengoperasian taksi terbang ini dapat diakses secara inklusif oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh kalangan tertentu.

“Pengembangan taksi terbang ini nantinya dipastikan akan menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah penyediaan landasan vertikal (vertiport) di kawasan urban yang padat”, ujar Ikaputra saat webinar bertajuk Langit Sebagai Jalan Raya Baru: Taksi Terbang dan Pengembangannya di Indonesia, di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada Rabu (4/12).

Belum lagi menyangkut tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru ini juga memerlukan sosialisasi yang masif. Menurutnya, diperlukan regulasi terkait keamanan penerbangan yang terintegrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada. “Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, taksi terbang diyakini akan mampu merevolusi sistem transportasi di Indonesia”, terangnya.

Tidak hanya mengurangi kemacetan, teknologi ini dinilai akan mampu membuka akses ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pengembangannya. “Karenanya tema webinar kali ini sangat relevan dengan tantangan dalam transformasi transportasi modern. Taksi terbang tidak hanya menawarkan solusi kemacetan di kota-kota besar, tetapi juga membuka peluang besar untuk transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung pengembangan wilayah terpencil, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN)”, tambahnya.

Webinar bertajuk Langit Sebagai Jalan Raya Baru: Taksi Terbang dan Pengembangannya di Indonesia diselenggarakan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada. Webinar menghadirkan pembicara Prof. Dr. Ir. Gesang Nugroho, S.T., M.T., IPM, Dosen Departemen Teknik Mesin dan Teknik Industri, Fakultas Teknik UGM, dan M. Rizal Lubis, selaku Inspektur Navigasi Penerbangan, Direktorat Navigasi Penerbangan, Kementerian Perhubungan.

Gesang Nugroho dalam paparannya menyatakan keberadaan passenger drone sebagai taksi terbang diperlukan karena beberapa alasan. Selain tingginya kepadatan jalan akibat tingginya kepemilikan kendaraan bermotor, banyaknya wilayah terpencil yang sulit diakses oleh alat transportasi eksisting. Belum lagi kebutuhan untuk penanganan darurat seperti ambulans yang sering terjebak kemacetan.

Drone Penumpang adalah kendaraan terbang otonom yang dirancang untuk mengangkut penumpang, sementara AAV (Autonomous Aerial Vehicle) merujuk pada kendaraan udara yang sepenuhnya otonom, tidak memerlukan pengemudi, dan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk mengangkut penumpang, pengiriman barang, serta pemantauan udara”, paparnya.

Kembali ia menandaskan kemajuan teknologi dan meningkatnya kemacetan di kota-kota besar, drone penumpang atau AAV dapat menjadi solusi transportasi masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Sayangnya pengoperasian AAV untuk pengangkutan penumpang di Indonesia belum diatur secara khusus. Regulasi terkait penerbangan otonom dan pengaturan ruang udara perkotaan nampaknya perlu dikembangkan agar AAV dapat beroperasi secara aman di Indonesia. “Perhatian juga perlu diberikan pada potensi ancaman terhadap sistem kontrol drone dan peretasan sistem otonom. Infrastruktur untuk tempat pendaratan AAV di kota besar masih sangat terbatas, dan biaya pengembangannya juga masih cukup tinggi”, terangnya.

Bagaimanapun potensi pengembangan taksi udara cukup menjanjikan di masa mendatang. Dari sisi transportasi, taksi udara dapat berperan dalam pengurangan kemacetan, transportasi ramah lingkungan, khususnya yang berbasis listrik, serta penyediaan transportasi cepat dan nyaman. “Tentunya akan menumbuhkan potensi ekonomi, seperti pengembangan industri baru dalam teknologi, infrastruktur udara, serta pekerjaan terkait, seperti teknisi drone, pengembang perangkat lunak, dan lainnya”, ungkap Gesang Nugroho. Taksi udara inipun dinilai dapat berperan dalam peningkatan pariwisata serta menjadi sarana transportasi untuk daerah terpencil.

Hal senada disampaikan Rizal Lubis. Menurutnya perkembangan Advanced Air Mobility (AAM) dan Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan udara tanpa awak (UAV) di lingkungan perkotaan. AAM merujuk pada penggunaan UAV untuk berbagai aplikasi, sedangkan UAM khusus untuk operasional di area perkotaan.

Disebutnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) saat ini sedang menyusun regulasi yang sesuai dengan kemajuan teknologi ini, termasuk pedoman operasional dan standar keselamatan untuk memastikan integrasi UAV dalam sistem penerbangan nasional.

Untuk mendukung pengembangan AAM, DJPU fokus pada beberapa aspek kunci, seperti kerangka regulasi, manajemen keselamatan, dan pengembangan infrastruktur. “Salah satu inisiatif yang diusulkan adalah pembentukan lingkungan uji coba (sandbox) untuk proyek percontohan yang dapat menguji teknologi baru”, ucapnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU juga berupaya menjalin kerja sama dengan kelompok kerja internasional untuk menyelaraskan standar dan praktik dalam pengoperasian UAV, sehingga Indonesia dapat memanfaatkan potensi AAM secara efektif sambil menjaga keselamatan dan integritas operasional di ruang udara. Sejak Agustus 2024 telah dilakukan berbagai kegiatan untuk pengembangan taksi terbang.

Diantaranya identifikasi dan seleksi lokasi pilot project pada 26 Agustus 2024, focus group discussion dengan stakeholder  30 Agustus 2024, survei lokasi pilot project oleh tim 7 September 2024, penyusunan peraturan untuk pembentukan sandbox 26 September 2024), public hearing & kunjungan proyek percontohan 25 Oktober 2024, dan berbagai kegiatan lain yang masih akan terus dikembangkan di masa mendatang.

Penulis  : Agung Nugroho

Foto      : Berca Hardayaperkasa

Artikel Pustral UGM Kaji Pengoperasian Taksi Terbang di Indonesia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pustral-ugm-kaji-pengoperasian-taksi-terbang-di-indonesia/feed/ 0
Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/#respond Wed, 11 Dec 2024 02:37:34 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73672 Sebanyak 24 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari Yayasan Industri Morawali Industry Park (IMIP) Peduli. Mahasiswa penerima beasiswa berasal dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Besaran beasiswa ikatan dinas yang diberikan adalah untuk menutup biaya UKT masing-masing mahasiswa penerima sehingga total beasiswa yang diberikan Yayasan IMIP sebesar Rp 321.500.000. Pemberian beasiswa diberikan HR Director PT IMIP, Achmanto Mendatu […]

Artikel Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 24 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari Yayasan Industri Morawali Industry Park (IMIP) Peduli. Mahasiswa penerima beasiswa berasal dari Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi. Besaran beasiswa ikatan dinas yang diberikan adalah untuk menutup biaya UKT masing-masing mahasiswa penerima sehingga total beasiswa yang diberikan Yayasan IMIP sebesar Rp 321.500.000.

Pemberian beasiswa diberikan HR Director PT IMIP, Achmanto Mendatu didampingi Presiden Direktur GCNS, Liu Jin Shan disaksikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito., S.Sos., M.Si dan Direktur Kemahasiswaan, Dr. Sindung Tjahyadi.

Arie Sujito menyampaikan apresiasi  kepada Yayasan IMIP yang telah memberikan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa UGM. Ia sangat berharap dengan pemberian beasiswa ini akan mendukung kelancaran studi mahasiswa UGM. Pemberian beasiswa ini, disebutnya, sebagai bentuk kepercayaan dan komitmen UGM bersama IMIP dalam mendukung pengembangan pendidikan bagi mahasiswa yang kelak akan menjadi bagian dari proses pengembangan industri di Indonesia. “Kemitraan Universitas Gadjah Mada bersama pemerintah, pemerintah daerah maupun swasta, terutama di dalam mendorong transformasi teknologi menurut saya adalah adalah sesuatu yang sangat penting. Sinergi semacam ini tentunya akan mempererat dan memajukan agenda-agenda dalam pencapaian tujuan-tujuan strategis”, katanya di Ruang Multimedia 2 UGM, Senin (9/12).

Bagi Arie, dukungan beasiswa ini para mahasiswa UGM semakin mengasah kemampuan. Kemampuan yang tidak hanya di kelas, namun memiliki kemampuan menguasai teknologi. Menurtnya, kerja sama dengan dunia industri diyakini ruang pembelajaran akan semakin terbuka. Para mahasiswa pun didorong untuk memiliki pilihan-pilihan dalam memajukan diri guna mendapatkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan. “Harapannya nantinya nyambung dengan kegunaan dan kebutuhan dunia industri. Pesatnya dunia industri di Indonesia akan menjadi tantangan buat kita. Tidak hanya menyangkut soal perangkat teknis, tapi juga sosial. Karenanya upaya-upaya pengembangan dunia industri di Indonesia juga punya visi bagi pengembangan ekologi”, imbuhnya.

Achmanto Mendatu menambahkan ada dua alasan kenapa dunia industri ikut peduli untuk pendidikan di Indonesia. Pertama, dorongan dari pemerintah. Pemerintah bercita-cita mengentaskan misi bangsa yaitu Indonesia Emas 2045. “Pada saat itu Indonesia paling tidak bercita-cita ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi”, katanya.

Alasan kedua, ada sektor-sektor pembangunan yang harus ditingkatkan. Salah satunya adalah sektor hilirisasi yang diyakini akan mampu meningkatkan pendapatan. Achmanto berharap beasiswa yang diberikan diwaktu-waktu kedepan jauh lebih banyak lagi. Pemberian beasiswa dinas ini, diakuinya sebagai pengikat agar para mahasiswa tertarik nantinya bekerja di sektor industri hilirisasi. “Pesan saya semangat dan kerja itu susah. Jangan bayangin kerja seperti yang di TikTok, ya”, katanya.

Sebagai lulusan teknik, kata dia, maka lulusan yang mau bekerja harus mau berpeluh-peluh. Bisa kena oli, debu, lumpur, dan kena apa lagi. “Di awal-awal harus begitu, tidak ada perjalanan pekerjaan itu langsung enak. Kita berharap anda akan bertahan di industri kami nantinya, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa berpindah setelah syarat beasiswa ini terpenuhi”, imbuhnya.

Liu Jin Shan membahkan pendidikan adalah fondasi kemajuan masyarakat sekaligus kunci mencetak generasi unggul di masa depan. Ia menyampaikan sejak awal berdiri PT Guang Ching Nickel and Stainless Steel (GCNS) mendukung Yayasan IMIP Peduli dan berkomitmen memberikan kontribusi untuk kemajuan sosial dengan pendidikan sebagai salah satu fokus utama.“Melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada ini, kami berharap dapat memberikan peluang belajar yang lebih luas bagi para mahasiswa berprestasi agar mereka mampu mengembangkan potensi sepenuhnya dan menciptakan lebih banyak nilai untuk masyarakat”, terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel Mahasiswa UGM Terima Beasiswa Yayasan IMIP Peduli pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-terima-beasiswa-yayasan-imip-peduli/feed/ 0
UGM Pamerkan Pesawat Nirawak Zenith B-08 pada Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Semarang https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-pamerkan-pesawat-nirawak-zenith-b-08-pada-festival-teknologi-informasi-dan-komunikasi-kota-semarang/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-pamerkan-pesawat-nirawak-zenith-b-08-pada-festival-teknologi-informasi-dan-komunikasi-kota-semarang/#respond Thu, 05 Dec 2024 04:03:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73537 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi pada Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di halaman Balai Kota Semarang pada Jumat (29/11) silam. Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang ini dalam rangka peringatan HUT KORPRI ke-53. Pada festival tersebut, dihadirkan dua kegiatan […]

Artikel UGM Pamerkan Pesawat Nirawak Zenith B-08 pada Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Semarang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi pada Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di halaman Balai Kota Semarang pada Jumat (29/11) silam. Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang ini dalam rangka peringatan HUT KORPRI ke-53. Pada festival tersebut, dihadirkan dua kegiatan utama, yaitu lomba inovasi TIK berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi di lingkup kota Semarang, serta pameran gelar inovasi TIK. UGM, sebagai salah satu tamu undangan di gelar inovasi TIK, juga turut hadir untuk mengenalkan produk unggulan hasil inovasinya.

Pada kesempatan ini, DTETI Fakultas Teknik menampilkan teknologi yang dihasilkan oleh mahasiswa tingkat akhir pada Capstone Project berupa Zenith B-08, sebuah pesawat nirawak dengan mekanisme vertical take-off and landing (VTOL). Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., yang juga merupakan dosen di DTETI mengungkapkan bahwa Zenith B-08 dipastikan dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal di mana saja tanpa memerlukan landasan pacu untuk mengirimkan pasokan medis di tempat yang sulit dijangkau. “Mekanisme tilt pada Zenith B-08 memang didesain khusus sehingga pesawat ini memiliki kemampuan untuk bertransformasi dari mode Hover menjadi mode forward flight secara langsung di udara, dan ini salah satu keunggulan yang ditawarkan pada project ini,” ungkap Selo.

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat yang datang mengunjungi booth UGM membuat tim DTETI bersemangat dalam melayani dan memberikan penjelasan bagi setiap pertanyaan. Tim Zenith B-08 juga sesekali mendemokan kinerja prototype pesawat nirawak yang dibawanya agar pengunjung lebih memahami kinerja dari pesawat tersebut. Selo berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang bagi DTETI agar lebih dekat dengan masyarakat dari berbagai lapisan. “Kami juga berharap semoga setelah ini semakin banyak teman-teman dari SMA dan SMK yang mau bergabung dan menimba ilmu di UGM, khususnya di DTETI Fakultas Teknik,” pungkasnya.

Pameran Gelar Inovasi TIK menjadi ajang unjuk karya teknologi dari berbagai Lembaga terkemuka selain UGM, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Semarang. Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi dan inovasi dalam mendukung transformasi digital yang berkelanjutan di Kota Semarang. Melalui festival ini, Diskominfo Kota Semarang berharap dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berinovasi di bidang teknologi mengingat transformasi digital menjadi kunci penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Dokumentasi DTETI

Artikel UGM Pamerkan Pesawat Nirawak Zenith B-08 pada Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Semarang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-pamerkan-pesawat-nirawak-zenith-b-08-pada-festival-teknologi-informasi-dan-komunikasi-kota-semarang/feed/ 0
BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/ https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/#respond Thu, 28 Nov 2024 07:57:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73244 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik UGM mengadakan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/11). Aksi cinta lingkungan dilakukan mahasiswa dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pandan laut, dan melakukan edukasi terkait konservasi penyu di Kawasan Pantai Pelangi. Ichwan Amirudin, selaku staff Kementerian Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM dan penanggung […]

Artikel BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik UGM mengadakan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/11). Aksi cinta lingkungan dilakukan mahasiswa dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai, penanaman pandan laut, dan melakukan edukasi terkait konservasi penyu di Kawasan Pantai Pelangi.

Ichwan Amirudin, selaku staff Kementerian Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM dan penanggung jawab kegiatan mengatakan kegiatan aksi cinta lingkungan merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh BEM KMFT UGM dengan melibatkan mahasiswa dan umum. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Dengan upaya menjaga dan melestarikan ekosistem di pantai, kita berharap para mahasiswa dapat berkontribusi aktif dalam menjaga lingkungan”, ucapnya.

Fian selaku Menteri Lingkungan Hidup BEM KMFT UGM menjelaskan aksi  cinta lingkungan kali ini diikuti 40 peserta. Kegiatan dimulai dari pagi hari, dan para peserta mendapatkan penjelasan mengenai konservasi penyu yang ada di Pantai Pelangi. Mereka bisa melihat secara langsung penyu yang sedang menjalani proses konservasi, dan setelah itu mereka melakukan penanaman pandan laut dan aksi membersihkan sampah di laut.

“Tidak hanya menanam pohon dan memungut sampah, dalam kegiatan ini kita juga mengedukasi semuanya saja untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Fian.

Dalam menyelenggarakan kegiatan ini BEM KMFT UGM berkolaborasi dengan organisasi konservasi lingkungan yaitu 4K Yogyakarta. 4K Yogyakarta merupakan organisasi konservasi lingkungan yang bermarkas di Pantai Pelangi Yogyakarta, dan komunitas ini berfokus pada konservasi penyu dan lingkungan di pesisir pantai Pelangi.

Fian menandaskan aksi cinta lingkungan di Pantai Pelangi menjadi contoh nyata kerjasama generasi muda dan komunitas konservasi lingkungan memberi dampak positif bagi kelestarian alam. “Dengan semangat yang terpancar dari para mahasiswa, kita lagi-lagi berharap aksi ini dapat menjadi pemicu bagi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian pantai dan ekosistemnya”, imbuhnya.

Reportase : Purwoko/Humas FT

Penulis      : Agung Nugroho

Artikel BEM KMFT Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai Pelangi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bem-kmft-gelar-aksi-bersih-bersih-di-pantai-pelangi/feed/ 0
Kurangi Ketergantungan Alkes Impor, UGM Perkuat Pendidikan Teknik Biomedis dengan Sektor Kesehatan https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-ketergantungan-alkes-impor-ugm-perkuat-pendidikan-teknik-biomedis-dengan-sektor-kesehatan/ https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-ketergantungan-alkes-impor-ugm-perkuat-pendidikan-teknik-biomedis-dengan-sektor-kesehatan/#respond Tue, 19 Nov 2024 09:15:16 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73027 Beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi mengubah cara pandang manusia dalam memahami, mendiagnosis, dan mengobati berbagai kondisi medis. Teknik biomedis sebagai bidang interdisipliner yang menggabungkan prinsip-prinsip teknik dengan ilmu biologi dan medis, kini hadir untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Dengan perangkat medis yang canggih hingga penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dalam mendiagnosis, teknologi biomedis terus membuka jalan […]

Artikel Kurangi Ketergantungan Alkes Impor, UGM Perkuat Pendidikan Teknik Biomedis dengan Sektor Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi mengubah cara pandang manusia dalam memahami, mendiagnosis, dan mengobati berbagai kondisi medis. Teknik biomedis sebagai bidang interdisipliner yang menggabungkan prinsip-prinsip teknik dengan ilmu biologi dan medis, kini hadir untuk meningkatkan perawatan kesehatan. Dengan perangkat medis yang canggih hingga penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dalam mendiagnosis, teknologi biomedis terus membuka jalan bagi inovasi yang dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup di seluruh dunia. Menyoroti potensi besar bidang teknik biomedis, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Simposium Teknik Biomedis, Kamis (14/11) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Prof. Roosseno Soerjohadikoesoemo ini mengangkat tema ‘Penguatan Peran P2TBI dalam Menyongsong Sinergi Pendidikan Teknik Biomedis dan Sektor Kesehatan Indonesia’.

Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Teknik dalam sambutannya mengungkapkan bahwa teknik biomedis memiliki proyeksi pertumbuhan pasar yang besar hingga tahun 2030. Bahkan teknik biomedis memiliki peluang besar bagi Indonesia untuk berkontribusi secara global dalam inovasi teknologi kesehatan. “Kolaborasi antara pendidikan teknik biomedis dan sektor kesehatan ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” tuturnya.

Namun sayangnya, meningkatnya kebutuhan akan alat kesehatan di Indonesia, sebagian besar masih bergantung pada impor sehingga penting untuk mendorong sinergi antara pendidikan teknik biomedis dan sektor kesehatan. Ketua Perkumpulan Studi Teknik Biomedis Indonesia (P2TBI), Prof. Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., menuturkan ada dua kendala utama yang harus dihadapi oleh industri alat kesehatan di Indonesia. Pertama, lemahnya ekosistem produksi alat kesehatan (alkes) nasional mulai dari industri bahan baku hingga industri penunjang lain yang dapat menambah fasilitas pengujian alkes. Kedua,  ketidakjelasan pembagian pendidikan berbasis jenjang antara D4 sebagai teknisi biomedis dan S1 sebagai insinyur biomedis. “Institusi pendidikan harus fokus membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai karena nantinya peran mereka juga berbeda ya, sementara sertifikasi kompetensi dapat difasilitasi oleh lembaga, seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelas Arief.

Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Kemendikti Saintek RI, menekankan pentingnya literasi kecerdasan buatan bagi mahasiswa teknik biomedis untuk menghadapi tantangan global, terutama dalam aspek etika dan keamanan. Ia juga mengingatkan perlunya pemerataan program studi teknik biomedis agar kontribusi sektor ini dapat dirasakan di seluruh Indonesia.”Kita perlu memperkuat literasi teknologi, khususnya AI, dalam menghadapi perubahan lanskap kerja yang dipengaruhi oleh otomatisasi. Karena pendidikan itu harus responsif terhadap tren global,” katanya.

Guru Besar Ilmu Teknik Biomedis FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menggarisbawahi urgensi pembentukan asosiasi profesional untuk mendukung insinyur biomedis dan memastikan pengakuan kompetensi mereka melalui sertifikasi seperti Surat Tanda Registrasi Elektromedis (STR-E). “Sertifikasi formal ini untuk menjamin standar kompetensi lulusan teknik biomedis yang sesuai dengan kebutuhan institusi kesehatan,” ucapnya.

Selain diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam masa depan Teknik Biomedis, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan guest lecture dari Masumi Taki, Associate Professor, University of Electro-Communications (UEC) Tokyo yang membahas tentang pengembangan BioTCI (BIOmolecular Targeted Covalent Inhibitor), dan Ts. Dr. Mohd Ibrahim Shapiai, Associate Professor, Direktur CAIRO, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang membahas mengenai perspektif terkait kurikulum teknik biomedis dan sinergi lintas negara dalam pengembangan pendidikan.

Penulis : Triya Andriyani

Foto     : Dokumentasi Fakultas Teknik

Artikel Kurangi Ketergantungan Alkes Impor, UGM Perkuat Pendidikan Teknik Biomedis dengan Sektor Kesehatan pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kurangi-ketergantungan-alkes-impor-ugm-perkuat-pendidikan-teknik-biomedis-dengan-sektor-kesehatan/feed/ 0
Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Gokart Listrik PLN ICE 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-gokart-listrik-pln-ice-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-gokart-listrik-pln-ice-2024/#respond Wed, 13 Nov 2024 06:09:24 +0000 https://ugm.ac.id/?p=72771 Tim Semar Racing Kart Team UGM berhasil meraih juara di ajang Kompetisi Rancang Bangun Gokart Listrik antar perguruan tinggi PLN ICE (Innovation and Competition in Electricity) pada 7 November silam di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tim UGM ikut menerjunkan gokart andalannya dan berhasil meraih Juara 1 Kategori Rancang Bangun dan Juara 2 Kategori […]

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Gokart Listrik PLN ICE 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Semar Racing Kart Team UGM berhasil meraih juara di ajang Kompetisi Rancang Bangun Gokart Listrik antar perguruan tinggi PLN ICE (Innovation and Competition in Electricity) pada 7 November silam di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tim UGM ikut menerjunkan gokart andalannya dan berhasil meraih Juara 1 Kategori Rancang Bangun dan Juara 2 Kategori Balap Gokart Listrik Kelas A. Prestasi ini patut diapresiasi mengingat Tim Semar Racing Kart Team UGM harus menyingkirkan 52 tim dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Tim UGM terdiri dari Muhammad Idham Novanto (Teknik Mesin 2020), Muhammad Zuhdi (Teknik Mesin 2022), Muhammad Raihan Tsani (Teknik Mesin 2022), Dwi Fikri Mustakim (Teknik Mesin 2021), Arvian Naufal Zufar (Teknik Mesin 2020), dan Hannan Nur Muhammad (Teknik Elektro 2021) ini bahkan telah menyiapkan diri mereka jauh hari sebelum pengumuman lomba dirilis. 

Muhammad Zuhdi, mengungkapkan Gokart yang mereka ciptakan memiliki berbagai keunggulan sehingga layak menyabet gelar juara. Di kategori rancang bangun, konfigurasi komponen mechanical dan electrical yang mumpuni dengan bukti hasil test aktual menjadi kunci tim meraih Juara 1 Kategori Rancang Bangun. Performa optimal gokart lalu disandingkan dengan driver andalan menyebabkan mereka berhasil naik ke Podium 2 di kelas A. “Salah satu komentar yang cukup berkesan dari dewan juri adalah tim UGM merupakan satu-satunya tim dengan performa optimal yang sesuai constraint electrical pada saat QTT (Qualifying Time Trial),” kenang Zuhdi, Rabu (13/11).

Zuhdi juga menyinggung keterlibatan Dr. Ir. Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., selaku dosen pembimbing. Dosen Departemen Teknik Mesin dan Kepala Laboratorium Konversi Energi ini memiliki peran penting dalam perlombaan ini, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pembangunan gokart listrik. “Berbagai saran dari beliau, kami terapkan dalam perlombaan. Pak Jayan juga memfasilitasi kami dengan Laboratorium Innovation Center For Automotive ketika dukungan dari kampus sangat minim,” tuturnya.

Meski berhasil menjadi juara, Zuhdi mengaku sempat gelisah menjelang awal perlombaan. Namun, di tengah keterbatasan yang harus dihadapi saat pre-event, Tim Semar Racing Kart  UGM tetap bersemangat dan yakin bisa menjuarai kompetisi PLN ICE 2024 dengan menyusun strategi yang cukup matang. “Perlombaan ini bukan hanya perkara kemenangan, tetapi juga tentang strategi, kerja sama, dan ketekunan,” ujarnya.

Seperti diketahui, kompetisi ini diselenggarakan oleh PT PLN Persero sebagai perusahaan milik negara yang turut memiliki andil dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kompetisi rancang bangun gokart listrik antar perguruan tinggi ini menjadi rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-79 sekaligus menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan atau PLN Peduli. 

Penulis  : Triya Andriyani

Foto     : Dok. Tim Semar 

Artikel Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Gokart Listrik PLN ICE 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-raih-juara-di-kompetisi-gokart-listrik-pln-ice-2024/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/#respond Tue, 24 Sep 2024 09:24:57 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70843 Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Data WHO tahun 2019 menyebutkan sebanyak 18 juta orang hidup dengan rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga penderita RA harus melakukan pengobatan dan penanganan jangka panjang. Penyakit autoimun inflamasi sistemik kronis ini, dapat mempengaruhi kualitas hidup, kehidupan sehari-hari, dan kegiatan sosial karena menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur sendi dan tulang.

Peradangan ini seringkali menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kerusakan sendi secara permanen. RA sering kali tidak diketahui gejala dan penyebabnya, sehingga langkah diagnosisnya juga terkadang terlambat, dan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui tentang penyakit RA dan memiliki akses minimum dalam mendapat diagnosis dini RA di fasilitas kesehatan.

Penemuan alat deteksi dini yang akurat, memungkinkan intervensi lebih awal, sehingga dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA. Tim mahasiswa UGM mengembangkan inovasi alat deteksi dini RA untuk menekan jumlah pasien RA setiap tahunnya melalui teknologi termografi inframerah untuk melihat persebaran suhu pada telapak tangan yang didukung dengan teknologi machine learning untuk meningkatkan keakuratan diagnosis.

Tim mahasiswa ini terdiri atas Awaliya Shabrina, mahasiswa Fakultas Teknik UGM bersama empat orang rekannya, yakni Laila Nur Rizqi Tasnimiyah, Javana Avita Prameswari, Amir Fren Afrizal, dan Muhammad Irfan dengan mendapat bimbingan dari Dr. Eng. Ir. Prapto Nugroho, S.T., M.Eng., IPM. 

Awaliya Shabrina menjelaskan penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan bila pemeriksaan RA masih menggunakan alat invasif dan besar. Karena itu, ia bersama tim berinisiatif merancang sebuah prototipe diagnosis RA yang bisa digunakan di mana saja dan kapan saja. “Terlambat mendiagnosis RA, katanya, dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga kecacatan permanen.  Salah satu penyebabnya dikarenakan diagnosis yang terlambat dan kurangnya pengetahuan dan informasi terkait penyakit ini,” katanya.

Lebih lanjut, Awaliya memaparkan prototipe tersebut diberi nama ReuMate yaitu sebuah alat pendeteksi dini rheumatoid arthritis menggunakan machine learning terintegrasi mobile app. Pengembangan prototipe deteksi dini RA yang bersifat non-invasive dan portabel dengan integrasi metode termografi inframerah dan machine learning ini diperlukan untuk meningkatkan akurasi deteksi kondisi RA pada telapak tangan, serta menyediakan akses informasi edukatif mengenai penanganan dan pencegahan penyakit tersebut. Selain itu alat ini juga dilengkapi dengan informasi edukasi terkait penanganan dan pencegahan penyakit RA yang dapat diakses dengan mudah. 

“Perancangan prototipe ini bermanfaat untuk membantu pendeteksian sedini mungkin penyakit RA secara non invasive, memungkinkan penanganan cepat agar kondisi tidak semakin memburuk, monitoring penanganan dan edukasi untuk pasien RA melalui mobile app,” katanya.

Dengan inovasi ReuMate. Kata Awaliya, tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan deteksi dini RA, ReuMate memungkinkan pengobatan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas hidup penderita. “Adanya prototipe ini bisa digunakan di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil karena alat ini mudah untuk dibawa,” jelasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Kembangkan ReuMate Alat Deteksi Dini Penyakit Rheumatoid Arthritis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-kembangkan-reumate-alat-deteksi-dini-penyakit-rheumatoid-arthritis/feed/ 0
PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/ https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/#respond Tue, 24 Sep 2024 07:52:37 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70826 Menandai langkah penting dalam menjembatani kolaborasi antara industri dan akademisi, Universitas Gadjah Mada dan PT PAL Indonesia sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (24/9). Dalam Nota Kerjasama yang ditandatangani Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dan Direktur […]

Artikel PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Menandai langkah penting dalam menjembatani kolaborasi antara industri dan akademisi, Universitas Gadjah Mada dan PT PAL Indonesia sepakat melakukan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Gedung SGLC Fakultas Teknik UGM, Selasa (24/9).

Dalam Nota Kerjasama yang ditandatangani Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D dan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng., hasil dari bentuk kerja sama ini diharapkan mendorong kemajuan bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan sekaligus mendorong hilirisasi riset kampus ke industri.  “Dengan kerjasama ini tentunya tidak hanya memberikan pemahaman lebih mendalam tentang dunia industri, tetapi juga memperkaya pengetahuan praktis yang akan sangat berguna dalam karier para mahasiswa di masa depan,” ujar Ova Emilia.

Ova menyampaikan apresiasi kepada PT PAL Persero yang telah menjalin kolaborasi untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dalam bentuk program magang ataupun penelitian bersama dengan beberapa Fakultas di Universitas Gadjah Mada. “Kerja sama yang terjalin sudah cukup lama ini saya kira dirajut melalui peran para alumni yang berkiprah di PT PAL Persero,” katanya.

Ova menyebutkan banyak alumni UGM yang berkarir di PT PAL Indonesia. Mereka berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Tehnik, Manajemen Bisnis Administration dan lain-lain. “Universitas Gadjah Mada tentunya dapat menawarkan banyak profesi kepada PT PAL guna membangun sinergi dan kolaborasi dengan harapan tercipta mutualisme dan memberikan benefit untuk keduanya”, terangnya.

 Seperti diketahui, kegiatan penandatangan MoU ini menjadi bagian rangkaian PAL Goes to Campus” di Universitas Gajah Mada (UGM). Serangkaian kegiatan menarik disajikan diantaranya  Leader Talks oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng., pameran mini seputar pertahanan dan energi kelautan, dan Career Coaching Clinic di PT PAL.

Kaharuddin Djenod tidak menutup kenyataan bila 2/3 wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Sayangnya, 95 persen potensi nilai keekonomian maritim masih lari ke luar negeri sehingga Indonesia hanya kebagian 5 persen. Karenanya, ia ingin mengajak kepada seluruh insan Universitas Gajah Mada untuk secara bersama merebut kembali  potensi-potensi keekonomian dan potensi-potensi kemandirian yang ada di kemaritiman Indonesia.

Menurutnya, sudah saatnya untuk mengambil dan memanfaatkan potensi-potensi tersebut untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia. Hal ini menjadi pesan utama baik dari presiden sekarang maupun presiden yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024 nanti karena pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menjadi tema sentral bagi seluruh proses dan tujuan pembangunan Indonesia. “Mudah-mudahan PT PAL Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada mampu memberikan kontribusi nyata dan besar untuk bangkitnya satu peradaban yang menjadi tujuan kita bersama yaitu Indonesia Emas 2045”, paparnya.

Dalam sesi Leader Talks, Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng memberikan inspirasi kepada audiens dengan visinya akan kemajuan peradaban maritim Indonesia dan menekankan kepada generasi muda akan pentingnya hal tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kerangka pemahaman akan pentingnya inovasi, dedikasi, dan implementasi terkait kemajuan teknologi akan dapat membawa kemajuan untuk bangsa Indonesia. “PT PAL merasa turut berbangga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa UGM untuk mengetahui lebih jauh ke dalam dunia industri melalui program magang dan penelitian di perusahaan kami,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel PT PAL Goes to Campus: 95 Potensi Maritim Lari keluar Negeri pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pt-pal-goes-to-campus-95-potensi-maritim-lari-keluar-negeri/feed/ 0