Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-kedokteran-kesehatan-masyarakat-dan-keperawatan-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 30 Jan 2025 08:56:59 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/#respond Thu, 30 Jan 2025 08:56:03 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75226 Aktivitas olahraga telah lama diakui sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan manusia. Seiring perkembangan peradaban telah dipahami manfaat aktivitas fisik untuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan pemahaman mengenai manfaat aktivitas fisik dan meresepkan olahraga sebagai bagian dari tatalaksana penyakit telah dilakukan sejak lebih dari 2500 tahun yang lalu di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, […]

Artikel Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Aktivitas olahraga telah lama diakui sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan manusia. Seiring perkembangan peradaban telah dipahami manfaat aktivitas fisik untuk kesehatan fisik dan mental. Bahkan pemahaman mengenai manfaat aktivitas fisik dan meresepkan olahraga sebagai bagian dari tatalaksana penyakit telah dilakukan sejak lebih dari 2500 tahun yang lalu di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, pemanfaatan olahraga sebagai salah satu komponen dari tatalaksana pengobatan dan pencegahan penyakit tidak lagi mendapat perhatian. “Olahraga hanya dianggap menjadi bagian dari permainan, mengisi waktu luang, membentuk tubuh,” kata Dosen Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes, AIFM, dikukuhkan dalam jabatan Guru Besar Bidang Fisiologi Olahraga, Kamis (30/1).

Dalam pengukuhannya, Prof Denny menyampaikan pidato berjudul Apakah Olahraga Selalu Mendatangkan Manfaat Kesehatan?. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai penelitian mengenai faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis akhirnya mengembalikan pemahaman pentingnya aktivitas fisik dalam dunia kedokteran. Para peneliti memiliki keyakinan tidak ada intervensi yang dapat berdampak positif banyak organ dan sistem tubuh secara bersamaan selain aktivitas fisik. “Pada tahun 2007 muncul gagasan mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam perawatan kesehatan rutin sebagai cara untuk mencegah dan mengobati penyakit kronis. Prinsip utama dari inisiatif ini menekankan bahwa olahraga bukan hanya cara untuk meningkatkan kebugaran, tetapi juga merupakan alat penting dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit kronis,” urainya.

Menurutnya, aktivitas olahraga memang dapat menjadi sarana yang luar biasa untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, tetapi harus dilakukan dengan bijak, yaitu sesuai dengan dosis dan selalu memperhatikan sinyal tubuh yang membutuhkan waktu pemulihan serta perbaikan. Pemahaman yang tepat tentang manfaat dan risiko, serta kebijakan yang mendukung pelaksanaan olahraga yang aman dan inklusif, akan memastikan bahwa olahraga benar-benar membawa manfaat kesehatan bagi semua individu. “Masih banyak PR bagi kita untuk menggalakkan kampanye kesadaran tentang pentingnya olahraga yang tepat dan risiko dari olahraga berlebihan tanpa membuat masyarakat menjadi takut dan gamang untuk melakukan olahraga,” ucapnya.

Denny Agustiningsih mengaku saat ini semakin marak dan tingginya upaya pemerintah, para akademisi serta berbagai komunitas masyarakat untuk menggalakkan olahraga. Selain itu, ia juga melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk melakukan maupun mengikuti berbagai acara terkait olahraga. Kondisi ini memperlihatkan adanya pemahaman dan perhatian dari masyarakat terhadap manfaat olahraga untuk kesehatan. Bahkan jika mengamati media sosial, terdapat juga kelompok masyarakat-kelompok masyarakat yang sangat antusias melakukan olahraga dan rajin membagikannya di media sosial. Namun di sisi lain, berita-berita tentang kecelakaan bahkan kematian saat melakukan olahraga juga beredar dengan berbagai komentar baik ilmiah maupun tidak. “Kita perlu memahami dan peduli adanya sisi lain dari olahraga yang perlu diantisipasi agar semua orang mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga sebagai salah satu pilar kesehatan,”katanya.

Penulis       : Agung Nugroho

Foto           : Donnie

Artikel Guru Besar UGM: Aktivitas Fisik Mampu Cegah dan Mengobati Penyakit Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-ugm-aktivitas-fisik-mampu-cegah-dan-mengobati-penyakit-kronis/feed/ 0
8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/ https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/#respond Thu, 12 Dec 2024 02:37:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73726 Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita […]

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati, Ph.D., dari FK-KMK, Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, dari Fakultas Hukum. Selanjutnya,  dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D, dari FK-KMK) Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si, dari Fakultas Farmasi, dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD, SpPD-KPTI dari FKKMK dan Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., dari Fisipol.

Menurut Gunadi dengan menyatakan kesediaan menjadi anggota ALMI akan memperkuat peran UGM dalam mendorong pengembangan sains dan kebijakan berbasis riset di Indonesia. Bahkan kian mempertegas peran UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. “Bergabung para dosen UGM dalam ALMI ini tentunya menambah kontribusi dalam pengembangan keilmuan”, ujar Gunadi di Kampus UGM, Rabu (11/12).

Ia menyampaikan telah banyak catatan capaian dalam kegiatan ALMI pada kepengurusan sebelumnya yang ia jalani bersama Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Sekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. Disisi lain, UGM juga mencatatkan pencapaian dalam ALMI melalui kiprah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua ALMI periode 2022-2024 bersama dengan Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Seekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. “Saya sebagai ketua ALMI 2022-2024 bersama mereka telah mencoba memainkan peran strategis ALMI dalam membangun sinergi para ilmuwan muda di Indonesia”, terangnya.

ALMI adalah organisasi yang mewadahi ilmuwan muda di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). ALMI berdiri pada tahun 2016 menjadi platform kolaborasi bagi ilmuwan muda.

Dalam sidang paripurna ALMI yang berlangsung pada 6 Desember 2024 di Universitas Negeri Malang. Ketua ALMI 2022-2024, Prof. Gunadi (UGM) dan Sekjen ALMI 2023-2024, Dr. Gumilang Sahadewo, melaporkan capaian kinerja ALMI dari ke-empat kelompok kerja ALMI, yaitu Sains Garda Depan, Sains dan Kebijakan, Sains dan Masyarakat, serta Sains dan Pendidikan.

Pada sidang paripurna tersebut turut dilakukan serah terima jabatan dari Ketua dan Sekjen sebelumnya kepada Ketua dan Sekjen ALMI periode 2024-2026. Adapun ketua dan sekjen ALMI yang baru adalah Dr. Lilis Mulyani (BRIN) dan Dr. Grandprix T. M. Kadja (ITB). “Dalam sidang paripurna ini juga dilakukan mengesahan pembentukan kelompok kerja baru, yaitu Sains, Kesetaraan dan Inklusi”, imbuh Gunadi.

Reportase : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis : Agung Nugroho

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/feed/ 0
FKKMK UGM Lakukan Pengabdian Untuk Kelas Ibu Hamil di Kulon Progo https://ugm.ac.id/id/berita/fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-untuk-kelas-ibu-hamil-di-kulon-progo/ https://ugm.ac.id/id/berita/fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-untuk-kelas-ibu-hamil-di-kulon-progo/#respond Tue, 03 Dec 2024 08:48:35 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73461 Para Ibu hamil, selama proses kehamilannya memiliki tugas untuk membentuk komitmen terkait kehamilannya. Pasalnya kelekatan prenatal serta serta kesiapan diri dalam menjalankan peran sebagai ibu sangat membutuhkan dukungan sosial. Dukungan sosial ini dapat bersumber dari tenaga kesehatan, kader kesehatan, sesama ibu hamil (peer group), pasangan, atau keluarga lain. Oleh karena itu, pelaksanaan kelas ibu hamil […]

Artikel FKKMK UGM Lakukan Pengabdian Untuk Kelas Ibu Hamil di Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Para Ibu hamil, selama proses kehamilannya memiliki tugas untuk membentuk komitmen terkait kehamilannya. Pasalnya kelekatan prenatal serta serta kesiapan diri dalam menjalankan peran sebagai ibu sangat membutuhkan dukungan sosial. Dukungan sosial ini dapat bersumber dari tenaga kesehatan, kader kesehatan, sesama ibu hamil (peer group), pasangan, atau keluarga lain. Oleh karena itu, pelaksanaan kelas ibu hamil dengan melibatkan secara aktif kader kesehatan untuk memberikan promosi kesehatan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan dukungan sosial bagi ibu hamil.

Tim Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang dipimpin Ika Parmawati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.M, Tim Pengabdian FK-KMK UGM melaksanakan program yang bertajuk Tindak Lanjut Optimalisasi Peran Kader Peduli Posyandu Melalui Kegiatan Sekolah Ibu Hamil Dan Keluarga Di Kalibawang, Kulon Progo.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan peran kader kesehatan dalam kelas ibu hamil. Ika Parmawati selaku koordinator menjelaskan Ibu hamil akan mengalami perubahan dalam tubuhnya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan data Kementerian Kesehatan Indonesia Tahun 2024 menyebut jumlah ibu hamil di Indonesia tahun 2023 mencapai 4,9 juta orang. ”Kita melakukan pengabdian ini berdasar dari hasil studi pendahuluan, tim mengetahui bila kader kesehatan belum terlibat secara aktif dalam promosi kesehatan pada kegiatan kelas ibu hamil”, ujarnya di Kalibawang Kulonprogo, Jum’at (29/11).

Ika Parmawati mengakui bila kegiatan lebih banyak didampingi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas. Kader-kader kesehatan tersebut telah mengikuti berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensinya dalam promosi kesehatan, namun belum sepenuhnya diaplikasikan. “Karenanya tim pengabdian masyarakat hadir untuk menjembatani dan mendampingi keterlibatan aktif kader dalam kelas ibu hamil”, terangnya.

Menurutnya keterlibatan kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan sumber dukungan sosial yang dapat diterima ibu hamil. Program pengabdian masyarakat ini mendukung program pemerintah dalam Integrasi Layanan Primer (ILP), yaitu menata dan mengoordinasikan berbagai layanan kesehatan primer dengan mendekatkan akses dan pelayanan kepada masyarakat secara komprehensif dan berkualitas.

Kegiatan ini melibatkan 22 orang ibu hamil, 8 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), 3 petugas Puskesmas Kalibawang Kulon Progo, dan 1 Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari perangkat Kalurahan Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo. Dalam kegiatan pengabdian  ini, Tim FK-KMK UGM menekankan pentingnya proses adaptasi ibu hamil terhadap perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan. Tim juga menyampaikan materi terkait persiapan diri dalam proses persalinan dan perawatan bayi baru lahir sejak dini. “Kita harapkan hal ini dapat mengurangi kecemasan selama kehamilan. Kelas ibu hamil ini merupakan sumber dukungan sosial bagi ibu hamil berupa dukungan informasi, dukungan emosional, serta dukungan instrumental dengan adanya pemeriksaan tanda vital ibu hamil dalam kelas ibu hamil,” terangnya.

Dengan pelaksanaan program ini, Wenny dan tim berharap kader kesehatan dapat berkontribusi secara aktif untuk terlibat dalam promosi kesehatan di masyarakat, khususnya pada ibu hamil. Kegiatan inipun diharapkan dapat mengoptimalisasikan kelas ibu hamil sebagai forum sumber dukungan sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan janinnya. “Kader kesehatan adalah kepanjangan tangan dari tenaga kesehatan yang posisinya sangat dengan dengan masyarakat,” ucap Wenny.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel FKKMK UGM Lakukan Pengabdian Untuk Kelas Ibu Hamil di Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-untuk-kelas-ibu-hamil-di-kulon-progo/feed/ 0
Bioetika Sebaiknya jadi Fondasi Pendidikan dan Kebijakan Publik https://ugm.ac.id/id/berita/bioetika-sebaiknya-jadi-fondasi-pendidikan-dan-kebijakan-publik/ https://ugm.ac.id/id/berita/bioetika-sebaiknya-jadi-fondasi-pendidikan-dan-kebijakan-publik/#respond Fri, 22 Nov 2024 09:03:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73176 Pusat Bioetika dan Humaniora Kesehatan (CBMH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan lunch discussion dan sharing of experience bersama Prof. Christoph Stückelberger, pendiri dan Honorary President dari Globethics. Diskusi yang berlangsung di Gedung Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM fokus membahas metode pengajaran etika serta bagaimana kebijakan berbasis etika dapat diterapkan di berbagai sektor. Christoph Stückelberger dalam […]

Artikel Bioetika Sebaiknya jadi Fondasi Pendidikan dan Kebijakan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pusat Bioetika dan Humaniora Kesehatan (CBMH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan lunch discussion dan sharing of experience bersama Prof. Christoph Stückelberger, pendiri dan Honorary President dari Globethics. Diskusi yang berlangsung di Gedung Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM fokus membahas metode pengajaran etika serta bagaimana kebijakan berbasis etika dapat diterapkan di berbagai sektor.

Christoph Stückelberger dalam diskusi menekankan pentingnya pendidikan etika diajarkan sejak dini. Menurutnya, pendidikan etika,dimulai dari pengenalan dilema nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari, seperti aksesibilitas layanan kesehatan dan biaya teknologi medis. “Etika harus diajarkan dengan cara yang mendekatkan teori ke kenyataan, agar mahasiswa tidak hanya memahami konsepnya tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata,” jelasnya, Senin (18/11).

Para peserta yang hadir pun sepakat bahwa pendekatan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong pembentukan nilai-nilai etika dalam setiap individu. Selain itu, mereka pun sepakat terkait pentingnya pengembangan panduan pelatihan dan integrasi materi etika di kurikulum pendidikan untuk memperkuat dasar-dasar bioetika di masyarakat.

Secara keseluruhan diskusi menyoroti tentang kebutuhan untuk memperkuat edukasi bioetika di berbagai tingkat, mulai dari siswa hingga para pengambil kebijakan. Diawal-awal jalannya diskusi pertama, para pembicara menekankan pada pentingnya pengajaran etika yang relevan dan praktis.

Selanjutnya, diskusi beralih mengenai pembuatan kebijakan kesehatan yang bertujuan menciptakan regulasi yang adil dan transparan. Salah satu isu utama yang dibahas adalah dampak korupsi di sektor kesehatan dan infrastruktur, yang sering kali menghambat keadilan dalam pelayanan publik.

Terkait hal ini, Christoph Stückelberger menegaskan perlunya kebijakan yang dirancang untuk meminimalkan risiko korupsi dengan memperkuat regulasi dan pengawasan. Korupsi, disebutnya, tidak hanya melukai kepercayaan masyarakat, namun juga menghambat akses mereka terhadap layanan penting. “Ini adalah tantangan etika yang membutuhkan solusi berbasis nilai-nilai moral,” terangnya.

Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A selaku Direktur CBMH UGM menyatakan pertemuan dalam rangka diskusi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara CBMH dan Globethics. CBMH UGM sangat mengapresiasi diskusi kali ini karena membuka wawasan baru tentang bagaimana pengajaran dan kebijakan etika dapat saling mendukung. “Harapannya, hasil diskusi ini dapat menjadi landasan untuk memperkuat peran bioetika dalam pendidikan dan kebijakan nasional,” ungkap Retna Siwi Padmawati.

Diskusi ini diakhiri dengan refleksi bersama tentang pentingnya kerja sama lintas sektor dan pengembangan panduan pelatihan untuk mendukung pengajaran etika secara menyeluruh. Melalui kegiatan seperti ini, CBMH UGM bertekad terus berkontribusi dalam mempromosikan bioetika sebagai fondasi untuk pendidikan dan kebijakan publik yang berkelanjutan.

Penulis : Agung Nugroho

 

Artikel Bioetika Sebaiknya jadi Fondasi Pendidikan dan Kebijakan Publik pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/bioetika-sebaiknya-jadi-fondasi-pendidikan-dan-kebijakan-publik/feed/ 0
Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online, Siapapun Berpotensi jadi Pelaku maupun Korban https://ugm.ac.id/id/berita/kenali-kekerasan-berbasis-gender-online-siapapun-berpotensi-jadi-pelaku-maupun-korban/ https://ugm.ac.id/id/berita/kenali-kekerasan-berbasis-gender-online-siapapun-berpotensi-jadi-pelaku-maupun-korban/#respond Wed, 20 Nov 2024 06:57:59 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73064 Kekerasan seksual menjadi salah satu persoalan penting di perguruan tinggi yang menuntut perhatian besar untuk segera ditangani. Pasalnya terdapat 21 bentuk kekerasan seksual yang ada di dalam kampus yang meliputi tindakan verbal, fisik, non-fisik  serta ujaran-ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh dan sebagainya. Sehingga diperlukan satgas khusus untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi […]

Artikel Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online, Siapapun Berpotensi jadi Pelaku maupun Korban pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kekerasan seksual menjadi salah satu persoalan penting di perguruan tinggi yang menuntut perhatian besar untuk segera ditangani. Pasalnya terdapat 21 bentuk kekerasan seksual yang ada di dalam kampus yang meliputi tindakan verbal, fisik, non-fisik  serta ujaran-ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh dan sebagainya. Sehingga diperlukan satgas khusus untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi pencegahan kekerasan berbasis gender online dan penyebaran konten intim non-konsensual di kalangan warga kampus. Hal itu mengemuka dalam Pelatihan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online dan Penyebaran Konten Intim Non-Konsensual, di ruang Multimedia 1 Gedung Pusat, Senin (18/11). 

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Universitas Gadjah Mada (Satgas PPKS) bekerja sama dengan Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu (BPKT) dan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (Ditmawa), ini menghadirkan pembicara diantaranya Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Gadjah Mada, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., Dosen dan peneliti Kajian Budaya dan MEdia, Sekolah Pascasarjana UGM, Dr. Ratna Noviani, M.Si,  dan Kepala Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kedaruratan dan Lingkungan (K5L) UGM, Arif Nurcahyo, S.Psi., M.A.

Yayi Suryo mengatakan, UGM sudah mengeluarkan Peraturan Rektor Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual oleh Lingkungan Masyarakat Universitas Gadjah Mada. Melalui peraturan ini, Yayi berharap untuk berbagai kasus yang terjadi di lingkungan kampus, para korban untuk tidak segan-segan melaporkan atau menyampaikan penangananya ke satuan tugas yang ada di tingkat Universitas maupun Fakultas. “Ini penting agar penanganan kekerasan seksual di UGM segera mendapatkan penanganan dan pencegahan, dan setelah itu diharapkan mendapatkan pemeriksaan kasus oleh Komite Pemeriksa,” terangnya.

Ia menyebutkan, beberapa bentuk kekerasan seksual meliputi setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, menimbulkan perasaan tidak nyaman, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau gender. Perbuatan yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan aman dan optimal.

Tidak hanya itu, imbuhnya, bentuk  kekerasan seksual ini mencakup tindakan yang dilakukan secara verbal, non fisik, fisik, dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi, seperti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Penyebaran Konten Intim Non-Konsensual (NCII).“Ada 21 bentuk kekerasan seksual di dalam kampus yang meliputi tindakan verbal, fisik, non-fisik dan teknologi informasi dan komunikasi. Seperti ujaran-ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh dan lain-lain”, katanya.

Ratna Noviani mengungkapkan kasus KBGO mengatakan mudahnya penggunaan teknologi digital, khususnya internet, berbagai platform digital siapa saja berpotensi menjadi pelaku maupun korban. “Praktek KBGO saat ini berkelindan dengan teknologi media digital, karena itu banyak semua pihak termasuk pemerintah mengajak untuk memanfaatkan teknologi digital dengan lebih bertanggungjawab”, urainya.

Arif Nurcahyo menuturkan, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual membutuhkan keterlibatan peran seluruh komponen terutama dalam menghadapi situasi kedaruratan di lingkungan kampus. “Diperlukan distribusi informasi teknis, sosialisasi, dan pelatihan dasar bersama secara berkala ke unit-unit, sehingga muncul kesadaran terhadap keamanan dan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama,” paparnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Donnie

Artikel Kenali Kekerasan Berbasis Gender Online, Siapapun Berpotensi jadi Pelaku maupun Korban pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/kenali-kekerasan-berbasis-gender-online-siapapun-berpotensi-jadi-pelaku-maupun-korban/feed/ 0
Pakar UGM Beri Penjelasan Tentang Monkeypox Virus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-penjelasan-tentang-monkeypox-virus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-penjelasan-tentang-monkeypox-virus/#respond Thu, 10 Oct 2024 11:03:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71497 World Health Organization (WHO) telah menetapkan Monkeypox Virus (Mpox) sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada pertengahan Agustus lalu. Penetapan ini menyusul dengan meningkatnya penyakit yang disebabkan oleh monkeypox virus (MPXV) di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. Bahkan Mpox varian terbaru (clade 1b) telah […]

Artikel Pakar UGM Beri Penjelasan Tentang Monkeypox Virus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
World Health Organization (WHO) telah menetapkan Monkeypox Virus (Mpox) sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada pertengahan Agustus lalu. Penetapan ini menyusul dengan meningkatnya penyakit yang disebabkan oleh monkeypox virus (MPXV) di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara di Afrika. Bahkan Mpox varian terbaru (clade 1b) telah ditemukan di Asia Tenggara. Varian ini dipercaya lebih ganas dan dapat menyebar lebih cepat. 

Peneliti Pusat Kedokteran Topis (PKT) Universitas Gadjah Mada dr. Eggi Arguni, M.Sc., PhD., Sp. A(K) mengatakan kecil kemungkinan diberlakukan lockdown seperti pandemi Covid-19 lalu. Pasalnya perbedaan antara Mpox dengan Covid-19. Bila virus Covid-19, semua orang memiliki potensi yang sama untuk terkena. Sebaliknya pada penyakit Mpox, terdapat kelompok tertentu yang berisiko tertular virusnya. “Adapun lockdown diberlakukan untuk mencegah transmisi infeksi yang bersifat massal, seperti COVID-19,” katanya. 

Eggi menganjurkan masyarakat untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat jika mengalami tanda gejala Mpox. Ia meyakinkan, Puskesmas atau rumah sakit sudah mempunyai alur pemeriksaan. “Jika pasien termasuk dalam kriteria suspek, maka akan diambil sampel yang akan diperiksa di laboratorium,” katanya. 

Ia mendesak pemerintah perlu untuk melakukan surveilan dan  masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk mengisi Satu Sehat Health Pass. “Semua itu bertujuan agar pemerintah mengetahui apakah ada kasus atau suspek Mpox,” katanya.

Terkait gejala yang ditimbulkan penyakit Mpox ini, dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, menuturkan Mpox diawali gejala-gejala yang mirip dengan penyakit-penyakit infeksi virus seperti demam, lemas, badan ngilu, dan nyeri kepala. Selanjutnya, beberapa hari kemudian muncul tanda di kulit di wajah, telapak tangan dan kaki. “Awalnya berbentuk titik berwarna kemerahan, lalu terjadi peninggian kulit yang berisi cairan jernih. Cairan tersebut kemudian berubah menjadi keruh dan akhirnya mengering meninggalkan bekas yang sering disebut keropeng,” katanya.

Terdapat dua jenis penularan Mpox. Awalnya (Mpox) merupakan penyakit zoonosis, ditularkan oleh hewan ke manusia. Lambat laun virus Mpox dapat menular dari manusia ke manusia lain tanpa perantara hewan. Penyebarannya bisa secara langsung melalui droplet yang keluar saat pasien Mpox bersin, batuk atau berteriak. “Mpox juga bisa ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual, baik oral, vaginal maupun anal,” katanya.

Selain itu, Mpox juga bisa tertular secara tidak langsung. Penularan yang dimaksud ini adalah penularan melalui perantara. Eggi memberikan contoh droplet pasien yang jatuh dan menempel di benda-benda sekitar dan terpegang oleh orang lain. Tangan tersebut kemudian menyentuh mulut hidung atau mata, maka virus dapat tertular. Bahkan berbagi alat makan juga memungkinkan terjadinya penularan. “Karena penularan terjadi melalui droplet, maka penggunaan masker dan cuci tangan menggunakan sabun efektif untuk mencegah terjadinya penularan,” lanjut Eggi.

Tindakan pencegahan agar penyakit ini tidak menyebar secara massak maka diperlukan pemberian vaksin yang menggunakan komponen utama yang sama dengan vaksin untuk variola. Meski demikian, berbeda dengan vaksin COVID-19, vaksin Mpox tidak diberikan secara massal untuk masyarakat. “Vaksin Mpox hanya diberikan kepada populasi khusus, kelompok orang-orang yang berisiko,” jelas dr. Eggi.

Penulis : Triya Andriyani

Foto : Freepik

 

Artikel Pakar UGM Beri Penjelasan Tentang Monkeypox Virus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-beri-penjelasan-tentang-monkeypox-virus/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/#respond Thu, 26 Sep 2024 08:32:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70906 Tim mahasiswa UGM berhasil menciptakan kreativitas dalam bidang kesehatan dengan produk inovasi berupa sandal berbasis Loadcell-Accelerometer untuk membantu pasien patah tulang ekstremitas bawah. Sandal ini dirancang untuk membantu pasien melakukan latihan weight bearing (penumpuan beban) dan range of motion (langkah) dengan lebih tepat selama proses pemulihan. Hasil inovasi ini dikembangkan oleh Maya Aida dari prodi […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim mahasiswa UGM berhasil menciptakan kreativitas dalam bidang kesehatan dengan produk inovasi berupa sandal berbasis Loadcell-Accelerometer untuk membantu pasien patah tulang ekstremitas bawah. Sandal ini dirancang untuk membantu pasien melakukan latihan weight bearing (penumpuan beban) dan range of motion (langkah) dengan lebih tepat selama proses pemulihan.

Hasil inovasi ini dikembangkan oleh Maya Aida dari prodi Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi angkatan 2022, Aditya Kyran Santoso (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA 2022), Nathasya Angelliya (Ilmu Keperawatan, FKKMK 2022), Ignatius Gerald Handono (Elektronika dan Instrumentasi FMIPA 2022), dan Bitta Nathaniela Purwoko (Manajemen Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi 2023) dengan mendapat bimbingan dari Dina Fitriana Rosyada, SKM., MKL  selaku dosen pendamping.

Maya Aida, selaku ketua tim menjelaskan inovasi bidang kesehatan yang mereka ciptakan untuk mengatasi kesulitan monitoring ketercapaian latihan beban atau weight bearing (WB) yang kerap dialami oleh dokter ortopedi dan pasien patah tulang. Bahkan terciptanya Sandal Berbasis Loadcell-Accelerometer berawal dari keluh kesah salah satu pasien patah tulang (fraktur) ekstremitas bawah di RSUP Sardjito Yogyakarta, yang sekaligus seorang praktisi HRD UMKM  yang pernah berbagi ilmu kewirausahaan di UGM. “Kami kemudian lantas mengangkat permasalahan ini dalam penelitian sebagai bagian dari program kreativitas,” ujar Maya di Kampus UGM, Kamis (26/9).

Maya Aida lebih lanjut menjelaskan sandal terapi yang diciptakan dilengkapi dengan sensor loadcell dan accelerometer yang dapat mengukur dan memberikan umpan balik real-time kepada pengguna mengenai distribusi beban dan langkah yang benar pada kaki yang fraktur. Sandal inipun terintegrasi dengan smartphone sebagai komunikasi software untuk pengaturan saran persentase beban dari dokter ortopedi dan pencatatan serta monitoring latihan beban yang dilakukan oleh pasien. “Sandal terapi ini dapat memudahkan dokter ortopedi dan pasien dalam memantau ketercapaian latihan beban yang telah dilakukan, yang secara umum dimulai minggu ke-4 pasca operasi patah tulang ekstremitas bawah sampai waktu-waktu berikutnya secara bertahap  pasien dapat berjalan tanpa menggunakan alat bantu,” terangnya.

Nathasya Angelliya menambahkan prototipe saat ini tengah dalam proses pengajuan paten untuk melindungi karya dan mendorong penggunaan lebih luas di dunia medis/kesehatan. Kreativitas sandal untuk pasien fraktur kaki ini, menurutnya mendukung meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Penggunaan teknologi sensor load cell dan accelerometer dalam kreativitas ini membuka peluang untuk pemanfaatan lebih lanjut dalam pengembangan IPTEK di bidang kesehatan”, imbuhnya.

Menurut Ignatius Gerald Handono keberhasilan inovasi ini tidak terlepas dari kerjasama dan dedikasi tim PKM-KC UGM dalam mengembangkan solusi inovatif yang memadukan teknologi dan kesehatan. Mereka berharap sandal terapi ini dapat menjadi alat bantu yang andal bagi para pasien dalam menjalani terapi pasca fraktur ekstremitas bawah.

Dalam proses pengembangan, tim PKM-KC UGM merasa bersyukur karena mendapat bantuan dari dokter ortopedi yaitu dr. Dananjaya Putramega, Sp. OT (K) yang sangat berperan memastikan bahwa desain dan fungsi sandal ini sesuai dengan kebutuhan pasien. “Adanya inovasi ini, diharapkan dapat membantu pasien fraktur ekstremitas bawah dalam memonitoring ketercapaian latihan beban dan langkah selama proses pemulihan. Sehingga pemulihan berlangsung dengan baik sehingga pasien dapat kembali beraktivitas normal dengan lebih cepat dan aman,” papar Gerald Handono.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Ciptakan Sandal Terapi untuk Membantu Pemulihan Pasien Patah Tulang pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-ciptakan-sandal-terapi-untuk-membantu-pemulihan-pasien-patah-tulang/feed/ 0
Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/#respond Thu, 26 Sep 2024 06:14:44 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70892 Campak dan rubela nampaknya masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ia bisa mengakibatkan komplikasi berat seperti malformasi kongenital hingga kematian. Mengingat mortalitas dan morbiditas dari campak-rubela tersebut, Divisi Neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada secara konsisten melakukan kegiatan pengabdian […]

Artikel Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Campak dan rubela nampaknya masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ia bisa mengakibatkan komplikasi berat seperti malformasi kongenital hingga kematian.

Mengingat mortalitas dan morbiditas dari campak-rubela tersebut, Divisi Neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada secara konsisten melakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024 ini, tim pengabdian Masyarakat pun kembali melakukan pengabdian dengan mengusung tema Upaya Eliminasi Campak-Rubela untuk Mencegah Kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS) di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul.

Kegiatan pengabdian digelar sebagai kelanjutan roadmap penanganan Congenital Rubella Syrndrome yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga tahun akhir 2025 dengan mentarget terjadinya eliminasi Campak-Rubela di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sehingga kasus Congenital Rubella Syndrome (CRS) dapat ditekan.

Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A(K) mengatakan tim pengabdian masyarakat kali ini memilih kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul sebagai lokasi awal eliminasi campak-rubela. Lokasi ini dipilih karena cakupan vaksinasi measles-rubella (MR) tertinggi ada di Kabupaten Kulon Progo (98,59%), diikuti Kabupaten Gunung Kidul (97,63%) dan kedua kabupaten tersebut memiliki kasus positif campak terendah di DIY yaitu 22 kasus di Kabupaten Kulon Progo dan 15 kasus di Kabupaten Gunungkidul. “Harapannya, dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan kasus positif yang rendah, eliminasi dapat dimulai dari kedua kabupaten tersebut sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Provinsi DIY”, ujar Siti Herini ketua tim pengabdian di FKKMK UGM, Kamis (26/9).

Kegiatan pengabdian pada masyarakat diawali dengan advokasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang telah dilaksanakan secara daring, Kamis (20/6). Kegiatan advokasi bersama ini dalam rangka membentuk koordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan upaya eliminasi campak-rubela dalam rangka pencegahan CRS di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul.

Dilanjutkan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Kabupaten Kulon Progo & Kabupaten Gunungkidul, dan perwakilan puskesmas di masing-masing kabupaten pada Senin (1/7) dan di Gunungkidul Rabu (3/7). Pada pertemuan tersebut disampaikan pemaparan berupa overview kegiatan pengabdian masyarakat, penyakit campak-rubela, imunisasi MR, dan strategi Dinas Kesehatan Provinsi DIY dalam percepatan eliminasi campak-rubella/CRS. “Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat umum melalui tenaga kesehatan mengenai penyakit campak-rubela, termasuk penularan, perjalanan penyakit, komplikasi, dan pencegahan” terang Siti Herini.

Secara keseluruhan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan tiga departemen di lingkungan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.  Pengabdian dalam rangka upaya eliminasi Campak-Rubela guna mencegah kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2024 ini dilakukan Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Penyakit Mata, Departemen Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Selain Prof. Dr. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp.A.(K), mereka yang terlibat pengabdian diantaranya dr. Agung Triono, Sp.A(K), dan dr. Kristy Iskandar, M.Sc., Ph.D., Sp.A.(K). Juga Dr. dr. RR. Ratni Indrawanti, Sp.A.(K), Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D., Sp.A.(K), dr. Albaaza Nuady, Sp. M, dr. Ashadi Prasetyo, M.Sc, Sp. THT-KL, Avianti Paramastuti, ST, dan dr. Andika Priamas Nugrahanto.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Cegah Congenital Rubella Syndrome, FKKMK UGM lakukan Pengabdian di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/cegah-congenital-rubella-syndrome-fkkmk-ugm-lakukan-pengabdian-di-kabupaten-kulon-progo-dan-gunungkidul/feed/ 0
UGM dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Sepakat Perpanjang Kerja Sama https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemerintah-kabupaten-parigi-moutong-sepakat-perpanjang-kerja-sama/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemerintah-kabupaten-parigi-moutong-sepakat-perpanjang-kerja-sama/#respond Wed, 18 Sep 2024 09:02:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70698 Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali melakukan perpanjangan kerjasama. Kerjasama dalam Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ditandatangani Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si dan penjabat Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, S.E., MSA. Dalam kerjasama Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada […]

Artikel UGM dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Sepakat Perpanjang Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kembali melakukan perpanjangan kerjasama. Kerjasama dalam Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ditandatangani Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si dan penjabat Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, S.E., MSA.

Dalam kerjasama Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, ini masing-masing pihak akan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk kemanfaatan bersama. Adapun ruang lingkup kerjasama meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan penelitian dan pengembangan sumber daya alam. Juga dalam penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya, penyelenggaraan afirmasi pendidikan tinggi, peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan kegiatan lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Richard Arnaldo menyatakan 7 bulan yang lalu Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong datang ke UGM untuk mewujudkan kerjasama, dan kini hadir kembali untuk menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah berjalan sekaligus memperpanjang kerjasama yang telah terjalin. ”Kami berterima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Terima kasih pula sudah ada 30 mahasiswa yang telah KKN di Parigi Moutong dan mereka kini telah kembali ke kampus”, ujar Richard Arnaldo, di Ruang Sidang Pimpinan Universitas Gadjah Mada, Gedung Pusat Lantai 2, Sayap Utara, Bulaksumur Yogyakarta, Rabu (18/9).

Dalam pelayanan bidang kesehatan, ia menyampaikan jumlah tenaga medis Kabupaten Parigi Moutong masih sangat terbatas. Terutama untuk pelayanan dokter-dokter spesialis di daerah pinggiran seperti di daerah Parigi. Bupati mengundang para dokter spesialis lulusan UGM atau mereka yang akan lulus untuk nantinya mau memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong. “Kalau di Moutong dokter-dokter spesialis ada, tapi sangat kurang untuk daerah-daerah di daerah-daerah pelosok”, jelasnya.

Richard Arnaldo juga sangat berharap terhadap penyelenggaraan afirmasi pendidikan tinggi, utamanya kesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan dokter spesialis. Untuk memaksimalkan berbagai potensi yang dimiliki daerah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membuka segala bentuk pengabdian dari UGM. “Kami menerima apapun bentuk pengabdian dari UGM untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong”, katanya.

Arie Sujito menyatakan saat ini adalah era saling berkolaborasi. Oleh karena itu, kerja sama UGM dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong merupakan wujud nyata UGM sebagai universitas kerakyatan. “Kita melakukan kerja sama pada semua pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” katanya.

Bila sebelumnya, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong selama ini lebih terkait pada penerjunan mahasiswa KKN dan persoalan kesehatan, Ari berharap pengembangan kerjasama tersebut diperluas. Karena salah satu peran UGM adalah menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Di UGM ada 18 fakultas dan dua sekolah yang mungkin bisa diajak untuk memperluas kerja sama sehingga semakin mempercepat proses pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Firsto

Artikel UGM dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Sepakat Perpanjang Kerja Sama pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dan-pemerintah-kabupaten-parigi-moutong-sepakat-perpanjang-kerja-sama/feed/ 0
Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/#respond Tue, 30 Jul 2024 04:21:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68100 Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, bisa meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi. Berangkat dari […]

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, bisa meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dan dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7 persen menjadi 50,4 persen seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi.

Berangkat dari persoalan tersebut, Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada mengembangkan potensi tanaman kombinasi ekstrak Rosella dan bekatul beras hitam sebagai penurun kadar kolesterol. Campuran ekstrak tersebut diformulasikan dalam sediaan serbuk sehingga mudah untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Riset Eksakta (PKM-RE) UGM dan mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek RI. Anggota tim PKM-RE UGM terdiri atas Anggi Abdillah Surya Amni, Khoirun Nafisah (Kimia, 2022), Anes Arjuni, Luna Azahara (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022), dan Rani Mutiara (Kedokteran, 2023). Penelitian ini mendapat pendampingan dari Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM.

Anggi Abdillah Surya Amni mengatakan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya bahaya kolesterol bagi kesehatan masyarakat. Pihaknya ingin menawarkan solusi yang bisa di akses seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin menemukan solusi yang alami dan mudah diakses oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini”, terang Anggi dalam  keterangan yang dikirim Selasa (30/7).

Anggi Abdillah mengungkapkan tren saat ini menunjukkan masyarakat memiliki ketertarikan pada pola hidup sehat, dan mendorong banyak orang beralih ke beras hitam. Hasil gilingan beras ini berupa bekatul dengan kandungan pengikat kolesterol belum dimanfaatkan secara optimal. “Hal inilah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi pemanfaatan bekatul beras hitam dengan mencampur ekstraknya bersama bunga rosella,” terangnya.

Khoirun Nafisah, salah satu anggota tim peneliti menambahkan Bekatul Beras Hitam mengandung senyawa bioaktif yang lebih banyak dibandingkan beras merah maupun putih. Bekatul memiliki senyawa metabolit sekunder berupa karotenoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid serta senyawa flavonoid. Sementara Rosella memiliki memiliki potensi sebagai pengikat kolesterol, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihipertensi karena mengandung komponen fitokimia seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin.

“Kami memilih bekatul beras hitam karena kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi. Ditambah dengan ekstrak rosella, kami berharap bisa menciptakan formula yang efektif untuk menurunkan kolesterol,” paparnya.

Dalam melakukan penelitian ini, Anes Arjuni menjelaskan proses pembuatan formulasi untuk masing-masing ekstrak serta campuran ekstrak rosella dan bekatul dengan berbagai perbandingan. Selanjutnya dilakukan analisis senyawa bioaktif, penurunan kadar kolesterol, dan uji sifat fisikokimia sampel.

Diperoleh bahwa campuran ekstrak rosella dan bekatul beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 68,39±0,26 persen dengan kandungan total antosianin, total fenolik, dan total flavonoid yang cukup tinggi serta kualitas serbuk yang baik berdasarkan uji sifat fisikokimia. “Hasil penelitian kami menunjukkan potensi besar dalam menurunkan kolesterol dengan bahan alami,” jelas Anes Arjuni.

Bagi Luna Azahara dengan penemuan ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengatasi masalah kolesterol tinggi. Dengan formulasi serbuk yang mudah dikonsumsi, diharapkan adanya penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap produk formulasi minuman serbuk tersebut. “Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kami berharap temuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Meski baru penelitian awal, Rani Mutiara, anggota tim lainnya berharap dengan penelitian ini menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesehatan, dan itu dapat ditemukan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar rumah. “Karenanya kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Harapannya hasil penelitian kami bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Temukan Potensi Campuran Ekstrak Rosella dan Bekatul Beras Hitam sebagai Penurun Kolesterol pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-temukan-potensi-campuran-ekstrak-rosella-dan-bekatul-beras-hitam-sebagai-penurun-kolesterol/feed/ 0