Fakultas Kedokteran Hewan UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-kedokteran-hewan-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 16 Jan 2025 07:20:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Guru Besar Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewijojo Meninggal Dunia https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-prof-emer-drh-soesanto-mangkoewijojo-meninggal-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-prof-emer-drh-soesanto-mangkoewijojo-meninggal-dunia/#respond Wed, 15 Jan 2025 09:16:51 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74741 Duka mendalam dirasakan keluarga besar Universitas Gadjah Mada, salah satu putra terbaiknya Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewidjojo, M.Sc., Ph.D meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Almarhum merupakan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Hewan UGM berpulang menuju peristirahatan terakhir pada hari Rabu, 15 Januari 2025, pukul 05.00 WIB. Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga besar UGM, Sawitsari, […]

Artikel Guru Besar Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewijojo Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Duka mendalam dirasakan keluarga besar Universitas Gadjah Mada, salah satu putra terbaiknya Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewidjojo, M.Sc., Ph.D meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Almarhum merupakan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Hewan UGM berpulang menuju peristirahatan terakhir pada hari Rabu, 15 Januari 2025, pukul 05.00 WIB.

Sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga besar UGM, Sawitsari, jenazah almarhum Prof. Soesanto Mankoewidjojo disemayamkan di Balairung UGM Rabu (15/1). Upacara pelepasan yang diiikuti civitas akademika UGM dipimpin Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. “Saya atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhum Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewidjojo, M.Sc., Ph.D. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt serta diterima segala amal ibadahnya di dunia”, ungkap Baiquni mengawali sambutan.

Almarhum Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewidjojo, M.Sc., Ph.D, ungkap Baiquni adalah Guru Besar pada Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Hewan. Diangkat sebagai Guru Besar dengan mengucap pidato pengukuhan Guru Besar pada Rapat Senat Terbuka Universitas pada tanggal 19 Januari 1985 atau 40 tahun yang lalu dengan judul Pencemaran Lingkungan. Suatu Tantangan Bagi Para Ahli Patologi.

Di pidato pengukuhan tersebut, kata Baiquni, Soesanto mengungkap masalah pengaruh pencemaran lingkungan pada beberapa makhluk hidup, dan mengupas peran ahli patologi dalam menghadapi pengaruh pencemaran lingkungan. Banyaknya bahan dan senyawa mencemari lingkungan terungkap dalam pidato ini. “Ditemukan pula dalam pidato ini, beberapa bahan pencemar beserta aspek toksikopatologiknya”, ucapnya.

Baiquni berharap semoga karya-karya almarhum Prof. Soesanto Mangkoewidjojo menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ladang ibadah dan ilmu pengetahuan masa depan. Diharapkan pula para generasi muda bisa meneladani dan mengembangkan pengetahuan, serta melanjutkan karya-karya almarhum di masa mendatang. “Kita juga berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan, senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, serta keikhlasan. Karena sesungguhnya Allah Swt yang paling berhak atas seluruh ciptaan-Nya, dan semoga doa-doa 3 terbaik yang kita panjatkan hari ini berkenan di hadapannya. Terima kasih juga saya haturkan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian segenap keluarga besar Universitas Gadjah Mada yang telah berkenan meluangkan waktu menghadiri prosesi penghormatan terakhir kepada Prof. Soesanto Mangkoewidjojo, sebelum dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM Sawit Sari”, terangnya.

Dalam daftar riwayat hidup yang dibacakan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D, diketahui Prof. drh. Soesanto Mangkoewidjojo lahir di Klaten, 5 April 1933. Ia menyelesaikan pendidikan D3 dan S1 Kedokteran Hewan dari Universitas Gadjah Mada, dan melanjutkan profesi Kedokteran Hewan. Memperoleh gelar master Sain Veteriner dari University of Minnessota, dan gelar Doktor Sain Veteriner dari Michigan State University, USA.

Dalam pekerjaannya pernah mengemban amanah diantaranya sebagai Kepala Jurusan Kedokteran Hewan, dan Kepala Bagian Kimia Medik Veteriner. Pernah pula menjabat Kepala Bagian Kesmavet FKH UGM,  Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, dan menjabat Dekan FKH UGM selama dua periode.

Penulis : Agung Nugroho

 

Artikel Guru Besar Prof. Emer. drh. Soesanto Mangkoewijojo Meninggal Dunia pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/guru-besar-prof-emer-drh-soesanto-mangkoewijojo-meninggal-dunia/feed/ 0
Hadapi UAS, Mahasiswa FKH UGM Dapat Sarapan Gratis https://ugm.ac.id/id/berita/hadapi-uas-mahasiswa-fkh-ugm-dapat-sarapan-gratis/ https://ugm.ac.id/id/berita/hadapi-uas-mahasiswa-fkh-ugm-dapat-sarapan-gratis/#respond Wed, 04 Dec 2024 00:39:41 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73475 Mahasiswa seluruh Fakultas di lingkungan UGM tengah menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Tak terkecuali mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM yang melaksanakan ujian selama 12 hari, yakni 2-13 Desember 2024. Dalam rangka mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menghadapi ujian, Fakultas Kedokteran Hewan UGM di setiap harinya menyediakan sarapan gratis untuk mahasiswa. Di setiap pagi jam 07.15, […]

Artikel Hadapi UAS, Mahasiswa FKH UGM Dapat Sarapan Gratis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mahasiswa seluruh Fakultas di lingkungan UGM tengah menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Tak terkecuali mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM yang melaksanakan ujian selama 12 hari, yakni 2-13 Desember 2024.

Dalam rangka mendukung keberhasilan mahasiswa dalam menghadapi ujian, Fakultas Kedokteran Hewan UGM di setiap harinya menyediakan sarapan gratis untuk mahasiswa. Di setiap pagi jam 07.15, FKH UGM menyediakan 1.042 porsi sarapan selama UAS berlangsung.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKH UGM, drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D mengatakan sarapan pagi diperuntukan untuk seluruh mahasiswa yang tengah fokus menghadapi UAS. Sarapan yang disediakan diharapkan dapat memenuhi gizi seimbang yaitu nasi sebagai karbohidrat, lauk sebagai protein, sayuran sebagai serat dan vitamin, dan buah-buahan.”Sarapan gratis Ini dilakukan untuk memastikan bahwa mahasiswa memiliki energi yang cukup dan mampu berkonsentrasi untuk menghadapi UAS serta tidak kesusahan untuk mencari sarapan keluar kampus”, katanya di FKH UGM, Rabu (4/12).

Ujian tengah semester dilaksanakan pada bulan Desember, menurut Agung cukup berpengaruh pada kesehatan. Cuaca ditengarai lagi dingin-dinginnya karena memasuki puncak musim hujan. ”Mahasiswa lebih rentan terserang flu atau demam. Sarapan ini diharapkan dapat menjadi  upaya pencegahan agar tidak sakit”, ungkapnya.

Respon positif datang dari para para mahasiswa. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya sarapan pagi gratis saat pelaksanaan Ujian Tengah Semester.Sebagian besar mahasiswa memberi apresiasi kepada pengelola fakultas karena makanan yang disajikan enak sehingga mereka tidak perlu memikirkan lagi mengenai sarapan pagi setelah ujian. Selain itu, merekapun mengaku sarapan pagi gratis membantu fokus untuk mendalami materi ujian berikutnya.

Selama masa ujian berlangsung para mahasiswa yang mendapatkan sarapan pagi dihimbau untuk membawa alat makan dan botol minum sendiri. Himbauan ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Hadapi UAS, Mahasiswa FKH UGM Dapat Sarapan Gratis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/hadapi-uas-mahasiswa-fkh-ugm-dapat-sarapan-gratis/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Pemisah Sperma untuk Tingkatkan Peluang Anakan Betina Sapi Perah https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-pemisah-sperma-untuk-tingkatkan-peluang-anakan-betina-sapi-perah/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-pemisah-sperma-untuk-tingkatkan-peluang-anakan-betina-sapi-perah/#respond Thu, 03 Oct 2024 09:36:17 +0000 https://ugm.ac.id/?p=71221 Pemerintah kini tengah gencar menyiapkan pasokan susu di dalam negeri untuk menyukseskan program pemberian susu gratis bagi siswa-siswi di tanah air yang diinisiasi oleh pemerintahan presiden terpilih. Untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program tersebut, tentunya peternak sapi perah dalam negeri membutuhkan banyak pedet atau anak sapi berjenis kelamin betina yang dapat digunakan sebagai replacement indukan […]

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Pemisah Sperma untuk Tingkatkan Peluang Anakan Betina Sapi Perah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pemerintah kini tengah gencar menyiapkan pasokan susu di dalam negeri untuk menyukseskan program pemberian susu gratis bagi siswa-siswi di tanah air yang diinisiasi oleh pemerintahan presiden terpilih. Untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program tersebut, tentunya peternak sapi perah dalam negeri membutuhkan banyak pedet atau anak sapi berjenis kelamin betina yang dapat digunakan sebagai replacement indukan sehingga nantinya pemerintah dapat mengurangi impor sapi bibit. Tersedianya pedet betina dengan kualitas unggul tentunya akan memecahkan permasalahan di masyarakat peternak karena mampu meningkatkan populasi dan mutu genetik sehingga akan berdampak pada meningkatnya produksi susu secara nasional.

Sejalan dengan itu, lima mahasiswa lintas disiplin ilmu yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) berhasil mengembangkan alat untuk memisahkan sperma yang membawa sifat kelamin anakan sapi perah. Nantinya jenis kelamin yang dilahirkan dapat disesuaikan dengan keinginan peternak. Tim PKM-KC yang terdiri dari Diva Aurellia Mahsanabila (Kedokteran Hewan 2021), Nuhita Aunilah (Teknik Biomedis 2021), Lukas Ivander Mario Andrean (Kedokteran Hewan 2022), Farhan Rahmat (Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol 2023), dan Ahmad Aziz Adyatma Salman (Teknik Mesin 2022) ini didampingi oleh drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D., yang memiliki keahlian di bidang reproduksi ternak.

BoXing, alat yang Tim PKM-KC kembangkan, memang masih dalam bentuk prototype atau purwarupa, tetapi sudah bisa digunakan secara fungsional. Inovasi ini diharapkan menjadi terobosan baru yang dapat dikembangkan di industri sapi perah untuk mendapatkan pedet berjenis kelamin betina. “Proyeksi kebutuhan susu Indonesia ini perlu dibarengi dengan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi inseminasi buatan (IB) dengan menggunakan sperma dari pejantan unggul yang sudah dilakukan pemisahan. Jadi jenis kelamin anakan dapat disesuaikan,” tegas Diva selaku ketua tim.

Ide yang dibawa oleh Tim PKM-KC adalah teknologi pemisahan sperma dengan memanfaatkan sifat dielektris dari sperma. Sperma yang membawa jenis kelamin betina memiliki panjang kepala dan ketebalan membran yang lebih besar dibandingkan sperma yang membawa jenis kelamin jantan. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap respon yang dihasilkan akibat medan listrik yang diterapkan. Dengan demikian, dalam medan listrik yang tidak homogen, sperma yang membawa jenis kelamin betina (X) dan sperma yang membawa jenis kelamin jantan (Y) akan menghasilkan respon berupa menjauhi elektroda sperma X dan mendekati elektroda sperma Y.

“Perbedaan respons inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai prinsip utama dalam sexing sperma sapi perah,” ujar Lukas Ivander, salah satu anggota tim.

Lebih lanjut, Lukas menjelaskan, dengan prinsip tersebut, perakitan BoXing menerapkan metode Dielektroforesis-Mikrofluida yang diintegrasikan sehingga membentuk Lab-on-a-chip (LoC). Tim PKM-KC berharap agar prototype BoXing ini mampu dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan efisiensi program IB dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang veteriner, sehingga dapat membantu pihak-pihak terkait dalam melakukan pemisahan sperma untuk mendapatkan anakan ternak unggul yang diinginkan.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Pemisah Sperma untuk Tingkatkan Peluang Anakan Betina Sapi Perah pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-alat-pemisah-sperma-untuk-tingkatkan-peluang-anakan-betina-sapi-perah/feed/ 0
Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/#respond Fri, 20 Sep 2024 06:40:28 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70744 Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam […]

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Hewan tengah melakukan beberapa perubahan kurikulum pendidikan dan pengajaran yang menyesuaikan dengan kompetensi yang disyaratkan dari World Organization Animal Health (WOAH) sehingga  bisa menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas dan memenuhi standar internasional. “Adanya perubahan kurikulum ini akan memastikan lulusan FKH UGM nantinya sesuai dengan standar internasional dan siap melaksanakan semua program internasional dalam hal kesehatan hewan dan khususnya transboundary diseases,” ujar Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D pada Rapat Terbuka Senat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Peringatan Dies Natalis Ke-78, Jum’at (20/9).

Teguh menuturkan program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) pada tahun ini menerapkan berbagai langkah untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar. Diantaranya dengan membuat jadwal yang lebih cepat dan proses sosialisasi calon mahasiswa baru menjadi lebih awal sehingga mahasiswa memiliki kesempatan cukup waktu dalam persiapannya. “Ujian masuk entry exam PPDH (Pendidikan Profesi Dokter Hewan) dilakukan sebelum registrasi mahasiswa ke prodi PPDH. Diharapkan mahasiswa yang teregistrasi adalah mahasiswa yang sudah memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan,” terangnya.

Lebih jauh Dekan menjelaskan bahwa kurikulum PPDH saat ini juga dalam proses revisi untuk disesuaikan dengan kompetensi WOAH. Dia menyampaikan saat ini ada sekitar 52 wahana luar kampus yang dimiliki oleh PPDH sebagai wahana kegiatan luar kampus mahasiswa untuk menambah kompetensi dokter hewan. “Seiring dengan itu, proses standarisasi dosen wahana juga terus dilakukan oleh masing-masing stase untuk mengharmonisasi kompetensi dosen wahana sesuai yang disyaratkan oleh PPDH FKH UGM,” tuturnya.

Dalam puncak Dies ke-78, Teguh Budipitojo selaku Dekan FKH UGM berkesempatan menyampaikan gambaran kinerja yang telah dilakukan selama periode bulan Agustus 2023 s.d. Juli 2024. Disamping bidang akademik dan kemahasiswaan, ia menyampaikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam bidang keuangan, aset, dan sumber daya manusia, dan bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerjasama, dan alumni. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap tema besar Dies Natalis ke-78 Fakultas Kedokteran Hewan yaitu Transformasi Profesi Dokter Hewan dalam menghadapi Era Digital dan Perkembangan Artificial Intelligent. Tema ini, menurutnya sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini dimana  digitalisasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang kesehatan hewan. “Seorang dokter hewan tentunya tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan hewan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan standar kualitas pelayanan dan perawatan”, katanya.

Wening menyebut era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek praktik dokter hewan. Mulai dari kemudahan akses informasi, alat-alat diagnostic canggih hingga manajemen kesehatan berbasis data. Semua itu, katanya, bertujuan untuk mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan tentunya memperluas jangkauan layanan sebagai dokter hewan. “Tidak hanya itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin membuka pintu inovasi dalam dunia kedokteran hewan. Dengan AI, dokter hewan dapat mengolah data medis dengan lebih cepat dan akurat, menganalisis hasil pemeriksaan radiologi, bahkan hingga pengembangan obat-obatan dan terapi yang lebih tepat sasaran,” ucapnya.

Dalam puncak Dies ke-78 FKH UGM, ini juga disampaikan berbagai prestasi yang diraih FKH UGM, dan orasi ilmiah oleh Dr. drh. Dhirgo Adji, M.P yang mengangkat judul “Osteoartritis Pada Anjing: Problem Terapi dan Dampak Ekonomi Pada Masyarakat Pemilik Anjing di Indonesia”.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Dorong Kompetensi Lulusan, FKH UGM Melakukan Perubahan Kurikulum pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-kompetensi-lulusan-fkh-ugm-melakukan-perubahan-kurikulum/feed/ 0
FKH UGM Ajak Warga Dusun Sindon Budidaya Burung Kenari https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ajak-warga-dusun-sindon-kalasan-budidaya-burung-kenari/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ajak-warga-dusun-sindon-kalasan-budidaya-burung-kenari/#respond Sat, 14 Sep 2024 07:09:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70615 Kenari merupakan salah satu jenis burung berkicau yang saat ini paling banyak digemari oleh para pecinta burung. Burung ini berasal dari Kepulauan Canary, Spanyol dan dipelihara untuk dinikmati suara serta keindahan bulunya. Kini, budidaya burung kenari mulai banyak dilirik karena memiliki peluang bisnis karena harga jualnya yang tinggi, mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan rupiah […]

Artikel FKH UGM Ajak Warga Dusun Sindon Budidaya Burung Kenari pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Kenari merupakan salah satu jenis burung berkicau yang saat ini paling banyak digemari oleh para pecinta burung. Burung ini berasal dari Kepulauan Canary, Spanyol dan dipelihara untuk dinikmati suara serta keindahan bulunya. Kini, budidaya burung kenari mulai banyak dilirik karena memiliki peluang bisnis karena harga jualnya yang tinggi, mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan rupiah serta budidayanya yang cenderung relatif mudah. Bahkan Kenari tidak membutuhkan tempat yang luas, hanya dengan sangkar ukuran 40×40 cm sudah dapat dikembangbiakan, selain itu perawatannya tidak serumit burung berkicau lain seperti cucak rawa ataupun murai batu.

Berangkat dari keinginan untuk membantu masyarakat Dusun Sindon, Selomartani, Kalasan, Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan pengembangan Breeding burung Kenari sebagai sumber penghasilan tambahan. 

Drh. Sitarina Widyarini, M.P., Ph.D selaku Ketua Departemen Patologi mengungkapkan bahwa breeding adalah salah satu pilar utama dalam usaha budidaya kenari karena memiliki keterkaitan dengan penyediaan bibit yang sesuai standar. “Jika bibit kenari yang sesuai standar tersedia dalam jumlah cukup, usaha budidaya kenari pun dapat berjalan secara kontinu,” kata Sitarina dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (14/9). 

Sitarina menyebutkan kegiatan pengabdian yang mereka lakukan melibatkan beberapa dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa koasistensi, serta lima perwakilan warga Dusun Sindon. Kegiatan yang didanai oleh skema hibah pengembangan Departemen Fakultas Kedokteran Hewan. “Kegiatan pengabdian yang kita lakukan dengan memberikan materi penyuluhan terkait breeding burung kenari dan dilanjutkan dengan penyerahan paket breeding sejumlah 12 ekor kenari baik jantan maupun betina, sangkar, dan pakan,” katanya.

Salah satu perwakilan warga Dusun Sindon, Haryanto, mengaku senang mendapat paket bantuan breeding dan berharap bibit kenari yang diberikan bisa berkembang dengan baik. “Semoga ke depan akan semakin banyak program sejenis sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu,” tuturnya.

Dikutip dari berbagai sumber, burung kenari terbagi menjadi empat jenis, yaitu kenari postur, kenari warna, kenari penyanyi, dan kenari hybrid. Kenari postur unggul pada tubuhnya yang berbentuk panjang, kecil, dan berbentuk bulat. Tak jarang, postur ini yang dijadikan aspek penilaian dalam kontes burung kenari. 

Sedangkan kenari warna atau color bred canary adalah burung hasil rekayasa genetika yang ditujukan untuk menghasilkan warna bulu yang unik dan menarik. Kenari jenis lainnya adalah kenari penyanyi yang memiliki kemampuan bernyanyi hampir sama dengan burung beo. Kenari ini memiliki keunggulan menghasilkan kicauan atau suara dengan nada dan tempo yang unik. Selanjutnya adalah kenari hybrid yang merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis kenari untuk mendapatkan keturunan dengan banyak sifat unggul sesuai keinginan peternak.

Penulis: Triya Andriyani

Artikel FKH UGM Ajak Warga Dusun Sindon Budidaya Burung Kenari pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-ajak-warga-dusun-sindon-kalasan-budidaya-burung-kenari/feed/ 0
FKH Gelar Festival Gerobak Sapi Merdeka 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/fkh-gelar-festival-gerobak-sapi-merdeka-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/fkh-gelar-festival-gerobak-sapi-merdeka-2024/#respond Mon, 26 Aug 2024 05:14:31 +0000 https://ugm.ac.id/?p=69834 Sebanyak 78 gerobak sapi ikut parade keliling kampung sejauh kurang lebih 5 kilometer di wilayah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (25/8). Sejak pagi, gerobak-gerobak sapi berjalan beriiringan dimana satu gerobak ditarik 2 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) putih, dengan diawak oleh satu orang Bajingan atau sopir Gerobak Sapi dan satu orang yang bertugas sebagai navigator. Saat […]

Artikel FKH Gelar Festival Gerobak Sapi Merdeka 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 78 gerobak sapi ikut parade keliling kampung sejauh kurang lebih 5 kilometer di wilayah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (25/8). Sejak pagi, gerobak-gerobak sapi berjalan beriiringan dimana satu gerobak ditarik 2 ekor sapi Peranakan Ongole (PO) putih, dengan diawak oleh satu orang Bajingan atau sopir Gerobak Sapi dan satu orang yang bertugas sebagai navigator. Saat karnaval berlangsung, para pengunjung diperkenankan ikut duduk di bagian belakang gerobak sapi.

Arak-arakan puluhan gerobak sapi keliling kampung ini merupakan bagian dari kegiatan Festival Gerobak Sapi Merdeka yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dalam rangka memeriahkan rangkaian Dies Natalis FKH UGM ke 78 dan perayaan ulang tahun ke-16 kelompok penunggang gerobak sapi Pangrekso Andini Karyo (PAK).

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerjasama dan Alumni dari FKH-UGM, yaitu Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si mengatakan pada Festival Gerobak Sapi kali ini diikuti 5 kelompok gerobak sapi. “Ada lima kelompok penunggang gerobak sapi yang ikut festival ini,” kata Aris.

Kelima kelompok Gerobak Sapi tersebut diantaranya Kelompok Pangrekso Andini Karyo, Langgeng Sehati, Makarti Roso Manunggal, Manunggal Lestari, dan Pager Merapi yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

Sedangkan Sapi yang diikutkan adalah sapi potong berjenis Peranakan Ongole (PO). Salah satu ciri khas Sapi PO ini adalah badan yang tinggi besar, berwarna putih keabu-abuan, dan mempunyai punuk di belakang kepala. “Sapi-sapi PO ini mendapatkan perawatan yang maksimal dan sudah pasti sehat karena mampu dan sudah terbiasa untuk menarik gerobak dan melakukan perjalanan yang cukup panjang”, ungkapnya.

Aris menambahkan setelah melakukan parade keliling dan kembali ke Lapangan Pojok Hargobinangun, Pakem Sleman, Festival Gerobak Sapi dimeriahkan 2 macam perlombaaan yang bisa diikuti yaitu Lomba Drag Race Gerobak Sapi dan Lomba Tunggang Serasi.

Untuk Lomba Drag Race atau perlombaan ketangkasan ini maka para  Bajingan mengendarai Gerobak Sapi tanpa navigator. Ketentuan lain gerobak sapi disediakan oleh panitia, dan selama drag race berlangsung, sapi dan gerobaknya harus melewati rute yang sudah dirancang dan tidak boleh melebihi batas waktu 5 menit. “Yang menjadi penilaian adalah bagaimana ketangkasan bajingan terampil mengendalikan sapi yang ditungganginya tanpa menyentuh batas tali dan mampu melewati pasak,” terangnya.

Sedangkan untuk perlombaan Tunggang Serasi Sapi bersifat individu dimana masing-masing penunggang dan sapinya harus mampu melewati rute berliku dalam waktu kurang dari 2 menit. Sapi diharapkan menurut dan mampu diarahkan untuk memberikan penghormatan di depan panggung selama 30 detik dan melewati rute-rute yang telah ditentukan tanpa menginjak batas garis putih.

Untuk Lomba Drag Race Gerobak Sapi, juara 1 diraih oleh Bajingan Suwardi dengan catatan waktu 1:31, juara kedua diraih oleh Dayu dengan catatan waktu 1:37 dan Ari catatan waktu 1:38. Sedangkan Lomba Tunggang Serasi berhasil keluar Juara 1 Sapto dengan catatan waktu 01.11.59, Juara 2 Iza dengan waktu 01.13.73 dan Juara 3 Dani dengan catatan waktu 01.22.91. Para pemenang kedua jenis lomba tersebut berhak mendapat hadiah berupa tropi Dekan FKH UGM, sertifikat juara dan sejumlah uang pembinaan.

Pada kesempatan ini, Aris Haryanto tertarik dan memberi perhatian secara khusus kepada Gani Mustofa salah satu pemenang Tunggang Serasi yang masih berumur 7 tahun. Menurutnya keikutsertaan Dani dalam lomba ini patut menjadi contoh remaja yang masih duduk di sekolah MTS yang ikut memeriahkan perlombaan tersebut mampu menunggang sapi dengan baik. “Memang perlombaan-perlombaan tunggang sapi ini, tidak hanya diikuti orang dewasa tetapi juga para remaja dan bahkan anak-anak,” katanya.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel FKH Gelar Festival Gerobak Sapi Merdeka 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fkh-gelar-festival-gerobak-sapi-merdeka-2024/feed/ 0
Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/#respond Wed, 31 Jul 2024 02:41:36 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68175 Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM mengadakan edukasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Dusun Cangkring, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Pupuk Organik Cair (POC) merupakan pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari kotoran kambing. Berkoordinasi dengan padukuhan setempat, para mahasiswa KKN-PPM UGM ini mengajak perwakilan warga berjumlah 5 […]

Artikel Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim Mahasiswa KKN-PPM UGM mengadakan edukasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Dusun Cangkring, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Pupuk Organik Cair (POC) merupakan pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari kotoran kambing.

Berkoordinasi dengan padukuhan setempat, para mahasiswa KKN-PPM UGM ini mengajak perwakilan warga berjumlah 5 dari setiap RT dan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai representasi wakil petani dan peternak kambing untuk membuat pupuk bersama. Dengan mengajak para petani dan peternak, POC yang telah jadi diharapkan bisa secara langsung dapat diaplikasikan pada lahan-lahan milik petani.

Titis Putri Dika Amalia, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, di Kampus UGM, dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (30/7), mengatakan banyak peternak kambing di Dusun Cangkring yang belum memanfaatkan kotoran kambing menjadi produk potensial seperti pupuk organik cair (POC). Padahal POC ini dinilai sebagai pupuk yang relatif lebih baik karena terhindar dari bahan-bahan kimia atau sintetis.“Pupuk ini aman untuk kesehatan dibandingkan pupuk kimia, menjadikan tanah lebih subur,” paparnya.

Selain itu, kata Titis, POC memiliki keunggulan yaitu mengatasi terjadinya defisiensi unsur hara dan menyuplai hara dengan cepat sehingga dapat meningkatkan nutrisi tanaman.

Aliyya Hastuti, anggota mahasiswa KKN lainnya  menambahkan program kegiatan pengenalan pupuk POC dilakukan lewat kegiatan sosialisasi edukasi seputar pengertian POC, kegunaan POC, dan cara pembuatan POC. Menurutnya, warga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan peternak ini sangat antusias pada pelatihan proses pembuatan pupuk POC ini. “Kita ajak warga warga pun melakukan praktik pupuk secara langsung,” ujarnya. 

Pembuatan POC dengan menggunakan beberapa peralatan dan bahan seperti kotoran kambing, EM4, molase, abu kayu, ember, karung, dan air. Proses pembuatan POC diawali dengan mencampurkan kotoran kambing dan abu kayu, kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diikat. Selanjutnya, larutan garam grosok dimasukkan ke dalam ember, lalu karung berisi kotoran kambing juga dimasukkan.

Setelah itu, campuran tetes tebu dengan air dimasukkan ke dalam ember dan ditambahkan EM4. Proses fermentasi berlangsung secara anaerob selama 1-2 minggu. Apabila POC sudah terfermentasi, maka akan dilakukan pengukuran kepekatan nutrisi dalam POC dengan menggunakan TDS meter dan dapat segera diaplikasikan pada palawija milik warga.

Dengan adanya pelaksanaan program edukasi dan praktik pembuatan POC, warga Dusun Cangkring ini menurut Aliyya diharapkan dapat menyalurkan pengetahuannya secara getok tular kepada warga lainnya. “Kami berharap melalui program kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan petani dan peternak terkait inovasi kotoran kambing milik warga sekitar yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair guna meningkatkan kualitas pertumbuhan dan produktivitas palawija,” pungkasnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor   : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa KKN UGM Ajak Petani dan Peternak Dusun Cangkring Bikin Pupuk Organik Cair pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-kkn-ugm-ajak-petani-dan-peternak-dusun-cangkring-bikin-pupuk-organik-cair/feed/ 0
Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/#respond Tue, 30 Jul 2024 03:40:07 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68107 Berdasarkan data dari Asia for Animals Coalition pada 2021, Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama yang membuat konten eksploitasi hewan di media sosial. Kasus eksploitasi hewan di media sosial tersebut diperparah dengan adanya pemahaman di tengah masyarakat Indonesia bahwa eksploitasi hanya sebatas kekerasan. Berangkat dari laporan tersebut Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora […]

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Berdasarkan data dari Asia for Animals Coalition pada 2021, Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama yang membuat konten eksploitasi hewan di media sosial. Kasus eksploitasi hewan di media sosial tersebut diperparah dengan adanya pemahaman di tengah masyarakat Indonesia bahwa eksploitasi hanya sebatas kekerasan.

Berangkat dari laporan tersebut Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian mengenai eksploitasi hewan di media sosial dengan melihat sejarah eksploitasi hewan berdasarkan konsep Critical Animal Studies. Tim yang diketuai oleh Muhammad Fernanda Dhiyaul Hak (FIB), beranggotakan Fatiya Hasna Alifan (FIB), Nurul Hilda (FKH), dan Laras Tristanti (FIB) dibimbing Dr. Fahmi Prihantoro, M.A., juga menyusun strategi dalam meningkatkan kesadaran akan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Fernanda menjelaskan pemahaman masyarakat soal eksploitasi hewan hingga saat ini hanya sebatas kekerasan yang didasari oleh pengalaman masa lalu. Hal ini diperkuat dengan teori psikologi lingkungan yang menyatakan bahwa persepsi masyarakat saat ini dibangun berdasarkan faktor pribadi dan memori atau pengalaman masa lalu. “Seiring berkembangnya zaman, bentuk-bentuk eksploitasi hewan pun juga berkembang, dengan didukung konsep five freedoms dalam animal welfare”, ujarnya, di Kampus UGM, Selasa (30/7).

Menurut Fernanda Pengalaman eksploitasi hewan di masa lalu tersebut dapat dikaji melalui konsep Critical Animal Studies (CAS). Pada intinya, CAS mempertanyakan segala bentuk privilege, antroposentrik, dan penindasan manusia terhadap hewan. Oleh karena itu, CAS memiliki komitmen kuat untuk mengakhiri eksploitasi terhadap  hewan.

Ia pun menyatakan jika Tim PKM-RSH juga melakukan penyusunan strategi guna mengakhiri eksploitasi hewan di media sosial. Penelitian ini melibatkan 100  responden yang merupakan Warga Negara Indonesia. Penelitian ini juga melibatkan narasumber yang berasal dari kalangan aktivis kesejahteraan hewan, dokter hewan, sejarawan, dan arkeolog guna memperkuat data serta penting sebagai tanda bahwa ada pembicaraan dari dua arah.

Berdasarkan hasil penelitian, Fernanda menyampaikan bahwa kasus eksploitasi hewan di media sosial memiliki bentuk-bentuk yang berbeda setiap platformnya. Bentuk-bentuk ini berkembang mengikuti perkembangan zaman, dan terbukti, bahwa eksploitasi hewan tidak sebatas kekerasan.

Menurutnya dibutuhkan strategi baru yang dapat mencegah terjadinya kasus eksploitasi hewan di media sosial. Salah satu cara yang efektif adalah edukasi ke masyarakat supaya berhenti like, comment, subscribe, dan share karena hal itu dapat mempengaruhi engagement. “Apabila engagement terhadap konten bisa ditekan, maka secara efektif akan mengurangi peredaran konten di medsos,” terangnya.

Penulis : Agung Nugroho

Editor : Gusti Grehenson

Artikel Mahasiswa UGM Kaji Eksploitasi Hewan di Medsos pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-rsh-ugm-kaji-eksploitasi-hewan-di-medsos/feed/ 0
Fiqka, Anak Buruh Kelapa Sawit Diterima Kuliah di FKH UGM https://ugm.ac.id/id/berita/fiqka-anak-buruh-kelapa-sawit-diterima-kuliah-di-fkh-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/fiqka-anak-buruh-kelapa-sawit-diterima-kuliah-di-fkh-ugm/#respond Fri, 26 Jul 2024 09:52:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67850 Tidak mudah meyakinkan Refiqka Asmilla Rahma. Meski, di hari Jum’at, 26 Maret 2024 sore teman-temannya menyambangi rumahnya dan memberi ucapan selamat, ia tetap belum merespons dengan gembira. Ia tetap belum yakin jika diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Masih saja ia membuka pengumuman jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) berulang kali. “Entah berapa kali […]

Artikel Fiqka, Anak Buruh Kelapa Sawit Diterima Kuliah di FKH UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tidak mudah meyakinkan Refiqka Asmilla Rahma. Meski, di hari Jum’at, 26 Maret 2024 sore teman-temannya menyambangi rumahnya dan memberi ucapan selamat, ia tetap belum merespons dengan gembira. Ia tetap belum yakin jika diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Masih saja ia membuka pengumuman jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) berulang kali.

“Entah berapa kali buka tutup pengumuman. Berulang kali saya bertanya, benar ndak ini,” ucap Fiqka di rumahnya Sungai Batu RT 10 RW 3 Sukasari Kec. Sarolangun Kab. Sarolangun Prov. Jambi. Cukup bisa dimengerti jika Fiqka tidak langsung percaya. Baginya memilih UGM bagai mimpi yang terlalu tinggi.

Jujur, dia mengaku sesungguhnya di awalnya berkeinginan memilih IPB dengan Program Studi Kedokteran Hewan. Seiring berjalannya waktu, salah satu temannya tahu-tahu menentukan pilihan yang sama.

Fiqka mengurungkan keinginannya. Dalam ketidaktahuan mau kemana, ia sempat dipanggil pihak sekolah untuk mengganti pilihan. Ia mengalah dan menuruti arahan pihak sekolah. Memang bisa dimaklumi kebijakan SMA Negeri 1 Soralangun karena sekolahan berkeinginan mereka  yang mendapat kuota SNBP memiliki peluang besar diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

“Bingung waktu itu. Karena memang tidak mungkin dalam satu sekolah diperbolehkan memilih perguruan tinggi dan prodi yang sama,” akunya. Di tengah batas akhir pendaftaran yang semakin mepet, kepedulian datang dari teman-temannya. Mereka mendorong Fiqka memilih Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Keraguan muncul. Fiqka tidak sepenuhnya mengiyakan dorongan teman-temannya, iapun lantas meminta pendapat ibunya, Wiwik Purwaningsih. Tak kunjung bisa menentukan, ia teringat tantingan ayahnya. Ia masih ingat tantingan ayahnya saat duduk di kelas XI : koe ne wes lulus arep neng endi?

Ia mengaku selalu terngiang pertanyaan itu. Tak berapa lama kemudian sang paman yang juga adik kandung ibu di Klaten memintanya untuk nantinya bisa memilih UGM. “Om tidak berani kayaknya, UGM itu terlalu tinggi,” ucap Fiqka memberi jawab.

Mengingat semua itu, Fiqka sangat bersyukur karena merasa dikelilingi orang-orang yang peduli dan mencintai. Meski di luar itu, tak sedikit juga yang tidak suka padanya. Fiqka lahir dari pasangan Kasto dan Wiwik Purwaningsih, dan memiliki adik kandung Ferizka Asmilla Rahma. Kasto yang penjual mi ayam keliling di seputar Pasar Soralangun meninggal dunia di saat Fiqka duduk di kelas V SDN 64/VII Sukasari II Kec. Sarolangun.

Setelah itu, ibunya Wiwik Purwaningsih menikah lagi dengan Suyatno yang berprofesi sebagai tenaga serabutan di Perkebunan Kelapa Sawit. Pasangan inipun dikaruniai anak M. Raka Dirga Wijaya. “Ya sekarang ini, saya hidup bersama ayah sambungan, karena ibu menikah lagi karena merasa tidak kuat kalau membiayai hidup sendirian,” ungkap Fiqka. Kemiskinan yang menimpa keluarga menjadikan Fiqka seringkali mengalami ejekan teman sejak kecil. Tak jarang ia menahan semua itu, dan menangis ketika sampai di rumah. Ejekan yang terus ia alami menjadikannya terbiasa dan kuat. Ia cukup bisa bersyukur, karena bisa berdiam tak membalas apapun di saat teman-temannya yang tak suka padanya mengejek.

Bahkan di saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Sarolangun, sebagian teman-temannya justru gemas dengan sikap Fiqka. Teman-temannya yang peduli padanya berharap agar Fiqka mau membalas mereka yang membulli. Harapan itupun tidak dipenuhi karena sekali lagi Fiqka memilih berdiam, diam, dan diam.

“Kenapa meski membalas. Ya sudah, sejak kecil aku mengalami itu. Sejak itu aku hanya ingin bapak nantinya bisa mengambil rapor dengan tegak kepala biarpun miskin,” ucap Fiqka meneteskan air mata.

Begitulah pilihan cara Fiqka membalas. Tidak dengan balasan cacian namun dengan prestasi-prestasi yang membanggakan.

Benar saja, almarhum Kasto selalu bangga manakala sedang mengambil raport kenaikan kelas. Kasto selalu bangga karena Fiqka menjadi langganan yang terbaik di kelasnya. Prestasi-prestasi inipun terus berlanjut saat bersama ayah sambungnya, Suyatno.

Bahkan saat duduk di bangku SMA Negeri 1 Soralangun, ia berhasil sebagai juara 4 Olimpiade kebumian tingkat kabupaten tahun 2022. Juara 2 olimpiade kebumian tingkat kabupaten tahun 2023 dan juara 1 lomba cipta puisi tingkat kabupaten 2023. Iapun aktif berorganisasi di Kerohanian Islam (Rohis) dan sebagai penghafal Al Q’uran (Tahfiz).

Bagi Fiqka membagi waktu menjadi kunci keberhasilannya meraih prestasi. Gadis yang memiliki hobi membaca, ini selalu meluangkan waktu belajar setelah sholat isya hingga pukul 22.30.

“Kalau sampai jam 23, aku malah kadang pusing. Makanya harus membatasi,” terangnya.

Tidak hanya itu, di saat jam kosong pelajaran ia memanfaatkan waktu membaca novel. Ia akan asyik berada dibawah meja untuk membaca novel.

Baginya kelas kosong pelajaran tidak bisa dimanfaatkan untuk belajar. Kelas kosong biasanya ribut karenanya ia memilih membaca novel.

Fiqka mengaku masuk tipe orang yang bisa belajar jika masuk posisi fokus. Jika belum fokus, katanya, mudah buyar. Namun jika sudah fokus mau dibilang di sebelah ada geledek iapun tidak peduli.

“Di rumah kan banyak buku. Kalau sudah pegang buku dan fokus sampai dipanggil pun saya tidak mendengar,” akunya.

Fiqka bercerita jika kebetulan musim kemarau, sebelum berangkat sekolah iapun berkesempatan membantu ibunya menjemur jagung. Ia tak segan membawa dagangan jagung marning dan keripik tempe ibunya untuk dijual di sekolahnya.

“Lumayan berapapun keuntungan bisa membantu pembiayaan kebutuhan rumah,” ucap Fiqka.

Kini Fiqka merasa lega karena diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM dengan mendapatkan subsidi UKT 100 persen dari UGM. Baginya dengan kesempatan kuliah di UGM membuka harapan baru untuk keluarganya.

“Pinginnya kuliah nanti lancar, setelah lulus ada sih niatan kembali ke daerah transmigrasi di Jambi, karena disini kan belum ada dokter hewan, dan banyak pemilik sapi dan kambing,” imbuhnya.

Wiwik Purwaningsih, kini bisa tersenyum lega melihat Fiqka diterima kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM dengan mendapatkan subsidi UKT 100 persen. Ia berharap Fiqka akan baik-baik kuliah di UGM dan diberi kelancaran.

“Saya mau nyangoni apa, saya juga tidak punya. Berdoa saja semoga Fiqka selalu sehat, bisa kuliah dengan baik dan jangan lupa sholat,” ungkapnya.

Penulis: Agung Nugroho

Foto: Donnie

Artikel Fiqka, Anak Buruh Kelapa Sawit Diterima Kuliah di FKH UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fiqka-anak-buruh-kelapa-sawit-diterima-kuliah-di-fkh-ugm/feed/ 0
Mahasiswa UGM Teliti Potensi Tanaman Liar Krokot Sayur Untuk Terapi Pengobatan Gagal Ginjal Kronis https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-tanaman-liar-krokot-sayur-untuk-terapi-pengobatan-gagal-ginjal-kronis/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-tanaman-liar-krokot-sayur-untuk-terapi-pengobatan-gagal-ginjal-kronis/#respond Mon, 22 Jul 2024 01:59:46 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67397 Tim PKM UGM berhasil mengungkapkan potensi dari tanaman krokot sayur sebagai terapi kuratif potensial untuk gagal ginjal kronis. Temuan potensi tanaman krokot untuk terapi kuratif ini patut disyukuri mengingat pengobatan gagal ginjal kronis selama ini masih terbatas pada terapi hemodialisis yang memakan biaya cukup tinggi. “Hingga saat ini belum terdengar adanya terapi kuratif untuk gagal […]

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Tanaman Liar Krokot Sayur Untuk Terapi Pengobatan Gagal Ginjal Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Tim PKM UGM berhasil mengungkapkan potensi dari tanaman krokot sayur sebagai terapi kuratif potensial untuk gagal ginjal kronis. Temuan potensi tanaman krokot untuk terapi kuratif ini patut disyukuri mengingat pengobatan gagal ginjal kronis selama ini masih terbatas pada terapi hemodialisis yang memakan biaya cukup tinggi.

“Hingga saat ini belum terdengar adanya terapi kuratif untuk gagal ginjal kronis. Padahal, penyakit ini telah menelan lebih dari 42 ribu korban jiwa di Indonesia,” ujar Ardiyanta Ramdhano selaku ketua tim peneliti, di Kampus UGM, Senin (22/7).

Ardiyanta menjelaskan urgensi pemanfaatan tanaman herbal (krokot) tersebut melatarbelakangi lima mahasiswa UGM untuk mengembangkan terapi pengobatan baru yang bersifat kuratif. Tim peneliti mahasiswa UGM berusaha mencari cara untuk mengembangkan terapi penanganan gagal ginjal kronis bersifat kuratif karena terbatasnya strategi penanganan Gagal Ginjal Kronis.

“Tentunya biaya pengobatan untuk itu selama ini sangat mahal. Kami mencoba mencari tanaman herbal yang tumbuh liar dan melimpah, lalu bertemulah kami dengan tanaman krokot sayur,” jelasnya.

Selain Ardiyanta Ramdhano Dalimunthe (Kedokteran Hewan), empat mahasiswa UGM lainnya yang terlibat dalam penelitian ini adalah Diah Adhenia Ernis Putri Mustikaingtyas, Dwi Ardyan Syah Mustofa (Kedokteran Hewan), Nabilla Nurul Safitri (Farmasi), dan Randika Taufiq Hari Nugraha (Kedokteran). Mereka tergabung dalam tim yang diberi nama PKM-UGM Nephortulace.

Tim PKM UGM ini mendapat pendampingan dan bimbingan dr. Nur Arfian, Ph.D, dosen Departemen Anatomi FK-KMK UGM sekaligus mendapat pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta 2024. Dalam penelitiannya tim ini mengembangkan inovasi tanaman krokot sayur sebagai terapi kuratif gagal ginjal kronis.

Diah Adhenia menambahkan krokot sesungguhnya tanaman sayur yang telah lama dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan di Tiongkok. Sayangnya, di Indonesia, tanaman ini masih kurang dikenal dan seringkali hanya dibiarkan tumbuh liar di perkebunan.

“Padahal setelah kami teliti, tanaman krokot sayur ini memiliki berbagai kandungan aktif seperti anti-oksidan dan anti-inflamasi yang dapat berperan sebagai renoprotektan sehingga dapat menghambat kerusakan lebih lanjut pada ginjal,” ucap Diah Adhenia.

Nabilla Nurul Safitri turut menjelaskan tim ini dalam penelitiannya berhasil mengidentifikasi kandungan senyawa fenolik spesifik asam galat dalam krokot sayur menggunakan uji aktivitas antioksidan DPPH dan uji Spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak krokot sayur yang mereka teliti, disebutnya, mengandung senyawa asam galat tinggi yang berperan sebagai antioksidan sehingga tanaman ini sangat potensial dalam menghambat terjadinya kerusakan pada ginjal.

Dwi Ardyan Syah Mustofa mengakui bila terapi gagal ginjal kronis hingga saat ini hanya berfokus pada perawatan medis konvensional dan terapi suportif. Oleh karena itu, temuan akan potensi tanaman krokot sayur ini berpotensi dapat menjawab kebutuhan atas pengembangan terapi baru yang lebih efektif dan ekonomis untuk gagal ginjal kronis.

“Kami tentunya berharap penelitian yang mengkolaborasikan berbagai bidang jurusan ini dapat menjadi salah satu tonggak dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan dan penelitian serta dapat menjadi harapan baru dalam pengobatan gagal ginjal kronis di masa depan,” ujar Dwi Ardyan.

Penulis: Tim PKM-RE Nephortulace

Editor: Agung Nugroho

 

Artikel Mahasiswa UGM Teliti Potensi Tanaman Liar Krokot Sayur Untuk Terapi Pengobatan Gagal Ginjal Kronis pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-teliti-potensi-tanaman-liar-krokot-sayur-untuk-terapi-pengobatan-gagal-ginjal-kronis/feed/ 0