Fakultas Kedokteran Gigi UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-kedokteran-gigi-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Fri, 24 Jan 2025 08:50:16 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 Pembukaan Dies ke-77, FKG UGM Bertekad Wujudkan Digital Dentistry https://ugm.ac.id/id/berita/pembukaan-dies-ke-77-fkg-ugm-bertekad-wujudkan-digital-dentistry/ https://ugm.ac.id/id/berita/pembukaan-dies-ke-77-fkg-ugm-bertekad-wujudkan-digital-dentistry/#respond Fri, 24 Jan 2025 07:17:39 +0000 https://ugm.ac.id/?p=75119 Suasana kegembiraan menyelimuti pembukaan rangkaian peringatan Dies ke-77 Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Pembukaan diawali senam bersama civitas akademika FKG UGM, dan dilanjutkan jalan sehat mengelilingi kampus klaster kesehatan. Sebagai salah satu fakultas tertua dan terkemuka di Indonesia, FKG UGM telah berkontribusi signifikan dalam dunia pendidikan, penelitian, serta pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. Perayaan Dies […]

Artikel Pembukaan Dies ke-77, FKG UGM Bertekad Wujudkan Digital Dentistry pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Suasana kegembiraan menyelimuti pembukaan rangkaian peringatan Dies ke-77 Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Pembukaan diawali senam bersama civitas akademika FKG UGM, dan dilanjutkan jalan sehat mengelilingi kampus klaster kesehatan. Sebagai salah satu fakultas tertua dan terkemuka di Indonesia, FKG UGM telah berkontribusi signifikan dalam dunia pendidikan, penelitian, serta pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. Perayaan Dies Natalis kali ini merupakan momen penting untuk refleksi, evaluasi, serta merencanakan langkah-langkah strategis guna mencapai visi dan misi fakultas di masa depan.

“Berbagai agenda akan kami laksanakan dalam peringatan Dies ke-77 FKG UGM. Dari segala rangkaian kegiatan yang terpenting adalah guyub. Kita ingin meningkatkan rasa kebersamaan di kalangan civitas akademika, mempererat hubungan antara FKG UGM dengan masyarakat,” ujar Dekan Prof. drg. Suryono, Ph.D., S.H, di Pelataran Parkir FKG UGM , Jum’at (24/1).

Dengan peringatan Dies kali ini, Suryono berharap menambah wawasan masyarakat di bidang kedokteran gigi. Ia menyampaikan dalam setiap kegiatan FKG UGM senantiasa mengedepankan prinsip kolaborasi, inovasi, dan integritas. “Ini sesuai dengan nilai-nilai yang telah menjadi dasar keberhasilan FKG UGM hingga saat ini. Kami berharap, melalui perayaan Dies Natalis ini, kita semua dapat bersama-sama menyongsong masa depan yang lebih gemilang, dengan semangat untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan pelayanan kedokteran gigi demi kemajuan bangsa dan negara”, imbuhnya.

Pembukaan rangkaian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FKG didampingi Dekan FKKMK, Dekan Farmasi, para pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa dan tendik di lingkungan klaster kesehatan. Acara diramaikan pula dengan pembukaan Pasar Kangen, lomba Tarik tambang, penampilan Angguk dan musik oleh para dosen dan mahasiswa, serta pembangian doorprise.

drg. Isti Rahayu Suryani, M. Biotech., Sp. Rad. O.M. (K), Ph.D., selaku ketua panitia menyatakan perayaan Dies Natalis FKG UGM yang ke-77 mengangkat tema Digital Dentistry: Enhancing Efficiency in Indonesia’s Health Transformation. Dengan meningkatkan pemahaman tentang Digital Dentistry, menurutnya akan memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai perkembangan teknologi digital dalam kedokteran gigi. “Tentu saja ini menjadi tantangan, bagaimana menerapkan teknologi tersebut agar dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan gigi di Indonesia”, terangnya.

Rahayu Suryani sangat berharap dengan rangkaian peringatan Dies ke-77 FKG UGM mampu mempererat hubungan antara FKG UGM dan Masyarakat. Civitas akademika FKG UGM diharapkan membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat luas, khususnya di bidang kedokteran gigi. “Kita ingin meningkatkan kontribusi nyata fakultas dalam mendukung kemajuan sektor kesehatan di Indonesia. Dengan Dies Natalis kali ini, FKG UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan dunia kedokteran gigi di Indonesia, sejalan dengan transformasi digital yang sedang berkembang saat ini”, imbuhnya.

Setelah pembukaan, sejumlah agenda siap digelar memeriahkan peringatan Dies ke-77 FKG UGM. Diantaranya pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan yang dilakukan oleh seluruh elemen sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi pada tanggal 8 Februari 2025 di Pagilaran, Jawa Tengah. Kegiatan Fun Run dan Family gathering yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2025. Untuk Fun Run mengusung tema Bersama dalam Langkah Sehat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan meningkatkan semangat kekeluargaan. Sementara Family Gathering FKG UGM merupakan ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara alumni, keluarga besar, dan sivitas akademika FKG UGM.

Selain itu, rangkaian Dies FKG dimeriahkan dengan Symposium, Hands on and Dental Exhibition pada tanggal 27 dan 28 Februari 2025 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Sebanyak 500 peserta diharapkan terlibat dalam kegiatan ini seperti kelangan mahasiswa, dental hygiene, dokter gigi, dokter gigi spesialis, peneliti dan praktisi di bidang kedokteran gigi. Selanjutnya ada kegiatan tirakatan dan buka bersama pada 4 Maret 2025 di Atrium Gedung OECF. Lalu sebagai puncak adalah Rapat Senat terbuka Dies Natalis FKG UGM KE-77 dan Pementasan Wayang Orang pada tanggal 5 Maret 2025, di Auditorium Gedung Margono Soeradji FKG UGM.

Penulis : Agung Nugroho

Foto      : Donnie

Artikel Pembukaan Dies ke-77, FKG UGM Bertekad Wujudkan Digital Dentistry pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/pembukaan-dies-ke-77-fkg-ugm-bertekad-wujudkan-digital-dentistry/feed/ 0
UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/ https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/#respond Tue, 14 Jan 2025 08:44:08 +0000 https://ugm.ac.id/?p=74702 Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG). Dewi […]

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada mengukuhkan 3 orang Guru Besar sekaligus dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada, Selasa (14/1) di ruang balai Senat Gedung Pusat UGM. Ketiga orang Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof. drg. Sri Kuswandari, MS., Sp.KGA., Ph.D., Prof. drg. Heni Susilowati, M.Kes., Ph.D., dan Prof. Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc. (FKG).

Dewi Agustina yang dikukuhkan di bidang Penyakit Mulut Geriatri pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada menyampaikan pidato yang berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai upaya mendapatkan kualitas hidup yang optimal pada lanjut usia. Menurut Dewi Agustina, menyampaikan ada kecenderungan pertambahan populasi penduduk dunia meningkat pesat, termasuk di Indonesia. Hal itu menyebabkan jumlah lansia yang semakin meningkat sehingga menjadi tantangan tersendiri di bidang kesehatan, termasuk soal kesehatan mulut. “Selama ini kesehatan mulut masih belum menjadi prioritas. Akibatnya kesehatan dan fungsi mulut yang semakin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut dipengaruhi juga oleh konsep ageism (diskriminasi umur) yang banyak dianut lansia,” katanya.

Konsep ageism mencerminkan sikap lansia yang menerima kondisi mulutnya yang memburuk dan menganggapnya sebagai sesuatu yang alami dan wajar, serta merupakan bagian dari proses penuaan yang tidak perlu dianggap sebagai gangguan. Hal ini menyebabkan lansia menjadi kurang terdorong untuk memperbaiki kondisi mulutnya. “Memburuknya kondisi mulut pada lansia tidak semata-mata karena proses menua, tetapi sebagai efek dari akumulasi penyakit mulut yang selama ini diabaikan,” paparnya.

Dikatakan Agustina, mengatakan bahwasebenarnya banyak penyakit sistemik atau perawatan penyakit sistemik yang bermanifestasi atau berdampak di rongga mulut. Bahkan sebaliknya, keberadaan penyakit mulut juga dapat mempengaruhi pengelolaan penyakit sistemik, bahkan meningkatkan risiko terjadinya penyakit sistemik. “Hubungan ini semakin jelas dalam konteks perawatan lansia yang sebagian besar memiliki kondisi kompromis medik,” ujarnya.

Sementara Heni Susilowati yang dikukuhkan dalam bidang Mikrobiologi dan Imunologi Oral pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Peran Pseudomonas Aeruginosa dalam Infeksi Rongga Mulut. Dalam pemaparannya, Heni menegaskan pentingnya perawatan komprehensif kesehatan mulut bagi semua anak, dengan melakukan occlusal guidance, yaitu menuntun erupsi dan perkembangan gigi-geligi sejak periode gigi susu, bercampur dan permanen, sehingga dicapainya gigi-geligi permanen yang stabil, dapat berfungsi normal, dan secara estetik bisa diterima.

Hasil perawatan ortodonti pada anak tidak akan stabil, apabila oral bad habit tidak dihentikan. Oleh karena itu, kalangan dokter gigi sendiri perlu memperkenalkan konsep perawatan gigi komprehensif kepada anak. Kerjasama antara dokter gigi, penyedia pelayanan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit bersalin, bidan sangat diperlukan.

Untuk mencegah terjadinya maloklusi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal harus dilakukan sejak dini, bahkan sejak bayi dilahirkan. Stimulasi fisiologis sangat penting untuk mendukung pertumbuhan kompleks kraniofasial yang normal. “Mengenali oral bad habit anak dan menghentikannya sejak dini akan mencegah berkembangnya maloklusi pada anak,” jelasnya.

Sedangkan Sri Kuswandari, yang dikukuhkan di bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak menyampaikan pidato berjudul Peningkatan Kesehatan Mulut sebagai Upaya Mendapatkan Kualitas Hidup yang Optimal pada Lanjut Usia. Menurut Sri Kuswandari, penyakit kering mulut sebagai dampak dari dari jumlah air ludah yang sedikit, sering terjadi pada lansia dan merupakan efek samping dari penyakit sistemik yang tidak terkontrol seperti Diabetes mellitus dan efek dari pemakaian pengobatan rutin, semisal obat antihipertensi.  “Kering mulut menyebabkan lansia lebih rentan terhadap penyakit infeksi mulut seperti penyakit gusi, karies karena kebersihan rongga mulut yang kurang baik,” urainya.

Penyakit gusi dan karies, kata Sri Kuswandari, bisa menyebabkan lansia mengalami rasa nyeri pada gigi dan mulut, gangguan makan bahkan menjadi kurang percaya diri, yang akhirnya akan menurunkan kualitas hidup lansia. “Dalam konteks kesehatan, penilaian kualitas hidup lebih didasarkan pada kesehatan umum, sementara kesehatan mulut sering terabaikan,” katanya.

Ia memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Posyandu-posyandu lansia di Yogyakarta menunjukkan sekitar 70% lansia memiliki kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang sangat rendah. Rendahnya kualitas kesehatan mulut merupakan dampak dari kondisi perawatan mulut yang kurang baik sehingga mulut tidak dapat memenuhi fungsinya.

Ia membagi tips bagi lansia untuk meningkatkan kesehatan mulutnya agar mendapatkan kualitas hidup yang optimal dengan cara meningkatkan kebersihan mulut, mengendalikan penyakit sistemik yang telah terdiagnosis, segera melakukan pemeriksaan lanjut apabila ada gejala dan tanda yang tidak normal menghentikan kebiasaan merokok, bernafas melalui mulut, dan mengendalikan gangguan psikologis seperti stres, cemas, dan depresi. “Yang tidak kalah penting memenuhi kebutuhan cairan tubuh minimal 1,5 liter per hari, melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin  6 bulan sekali dan jangan pernah mengabaikan kesehatan mulut,” pungkasnya.

Penulis : Kezia Dwina Nathania dan Tiefany Ruwaida Nasukha

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Donnie

Artikel UGM Kukuhkan 3 Guru Besar Sekaligus pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-kukuhkan-3-guru-besar-sekaligus/feed/ 0
Waspada Kanker, FKG UGM Gelar Edukasi Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut di Gunungkidul https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-kanker-fkg-ugm-gelar-edukasi-deteksi-dini-kanker-rongga-mulut-di-gunungkidul/ https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-kanker-fkg-ugm-gelar-edukasi-deteksi-dini-kanker-rongga-mulut-di-gunungkidul/#respond Sun, 21 Jul 2024 12:09:21 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68756 Angka penderita penyakit kanker di seluruh dunia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Data GLOBOCAN tahun 2018 menyebutkan terdapat 16 juta lebih kasus kanker di dunia dan 354.864 diantaranya adalah jenis kanker rongga mulut dengan jumlah kematian sebanyak 177.384 jiwa. Di Indonesia, prevalensi kanker rongga mulut tertinggi terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 4,86 per […]

Artikel Waspada Kanker, FKG UGM Gelar Edukasi Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Angka penderita penyakit kanker di seluruh dunia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Data GLOBOCAN tahun 2018 menyebutkan terdapat 16 juta lebih kasus kanker di dunia dan 354.864 diantaranya adalah jenis kanker rongga mulut dengan jumlah kematian sebanyak 177.384 jiwa. Di Indonesia, prevalensi kanker rongga mulut tertinggi terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk pada tahun 2018. 

Untuk menekan jumlah penderita kanker di DIY, Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menggelar kegiatan edukasi tentang deteksi dini kanker rongga mulut di Puskesmas Wonosari 2, hari Sabtu (20/7). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya di wilayah Gunungkidul.

Dr. drg. Dewi Agustina, MDSc mengatakan hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker rongga mulut adalah dengan secara rutin periksa mulut sendiri. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi kondisi rongga mulut yang dicurigai ada tanda-tanda yang mengarah pada keganasan. “Tanda-tanda yang biasanya ditemukan adalah sariawan yang tidak kunjung sembuh, benjolan pada gusi yang tidak kunjung hilang, rahang terasa kaku atau sakit. Jika tanda-tanda tersebut sudah timbul, maka segera ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan,” ucap Dewi.

Sementara Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Gigi menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kejadian kanker, khususnya di wilayah Gunungkidul yang memiliki tren peningkatan kasus kanker. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami di Working Group Oral Cancer Dental Learning Center FKG UGM untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker,” katanya.

Edilburga Wulan Saptandari, dosen Psikologi UGM menyampaikan pesan untuk peserta yang hadir untuk memberikan motivasi kepada keluarga, teman, atau sahabat yang terdiagnosa kanker. Ia menekankan pentingnya sikap positif dan tenang dalam dalam menjalani proses kemoterapi dan berbagai tindakan medis lainnya.

Sementara itu, kader Puskesmas Wonosari 2, Ibu Karminem, menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para kader dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi dini kanker. Kolaborasi antara FKG UGM dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM ini dihadiri sebanyak 40 peserta yang merupakan masyarakat setempat.

Selain edukasi tentang kanker rongga mulut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai pencegahan kanker payudara dan kanker serviks yang disampaikan oleh para ahli dari FK-KMK UGM. Dr. rer. nat. dr. Dyah Laksmi Dewi, M.Sc., Sp.B dan dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani M.P.H. memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kedua jenis kanker tersebut.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mulut dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini kanker merupakan kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Reportase : Fajar Budi H.

Penulis : Agung Nugroho

Foto : Tim Pengabdian Masyarakat

Artikel Waspada Kanker, FKG UGM Gelar Edukasi Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut di Gunungkidul pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/waspada-kanker-fkg-ugm-gelar-edukasi-deteksi-dini-kanker-rongga-mulut-di-gunungkidul/feed/ 0
Manfaatkan Ekstrak Kulit Buah Naga, Draco-Chew Hasil Inovasi Mahasiswa FKG UGM https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-ekstrak-kulit-buah-naga-draco-chew-hasil-inovasi-mahasiswa-fkg-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-ekstrak-kulit-buah-naga-draco-chew-hasil-inovasi-mahasiswa-fkg-ugm/#respond Thu, 18 Jul 2024 07:29:49 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67116 Plak gigi tersusun atas bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan di dalam mulut. Semakin tebal lapisan plak pada permukaan gigi akan semakin banyak timbunan bakteri dan berpotensi menyebabkan karies atau gigi berlubang. Sayangnya, menurut Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) yang dilakukan pada 2018 silam, hanya 2,18% penduduk di Indonesia yang mampu menyikat gigi dengan baik dan […]

Artikel Manfaatkan Ekstrak Kulit Buah Naga, Draco-Chew Hasil Inovasi Mahasiswa FKG UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Plak gigi tersusun atas bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan di dalam mulut. Semakin tebal lapisan plak pada permukaan gigi akan semakin banyak timbunan bakteri dan berpotensi menyebabkan karies atau gigi berlubang. Sayangnya, menurut Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) yang dilakukan pada 2018 silam, hanya 2,18% penduduk di Indonesia yang mampu menyikat gigi dengan baik dan benar. Semakin tebal plak gigi maka semakin sukar dibersihkan sehingga membutuhkan bantuan tenaga medis untuk mengatasinya.

Tingginya kasus karies pada masyarakat terutama usia anak-anak menarik perhatian mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM angkatan 2023 untuk membuat produk inovasi dalam bentuk permen karet yang berasal dari ekstrak kulit buah naga untuk mendeteksi dan mengangkat plak gigi. Permen karet ‘Draco-chew’ merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fatimah Islamia, Tyasadwi Bumi, Lutfia Nur Shabrina, Desika Yuspina Nurhidayah, dan Dyza Fathmasari Danisworo dibawah bimbingan Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes dari Departemen Biologi Oral FKG UGM. Penelitian ini didanai dengan skema Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) tahun 2024.

Draco-chew berasal dari kata dragon fruit (buah naga) dan chewing (mengunyah). Dipilihnya buah naga sebagai bahan utama Draco-chew bukanlah tanpa alasan. Kulit dari buah naga merah mengandung zat warna Betasianin. Betasianin ini dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan dan menjadi alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Selain itu, Betasianin diketahui bersifat antibakteri. Kemampuan Betasianin mewarnai dan sifat antibakteri menjadikan kulit dan daging buah naga berpotensi untuk dimanfaatkan di dunia kedokteran gigi.

“Permen karet ini mempunyai beragam kegunaan dalam pencegahan karies, mulai dari mendeteksi atau mewarnai keberadaan plak, membantu mengangkat plak, serta meningkatkan produksi ludah,” ungkap Fatimah Islamia. Dia menambahkan, produksi air ludah dapat membantu dalam pembersihan rongga mulut serta mengangkat plak gigi yang masih belum matang.

Proses penelitian Draco-chew dilakukan di empat laboratorium yang berbeda di UGM, yaitu Laboratorium Riset Terpadu FKG, Laboratorium Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Fakultas Teknik, Laboratorium Sistematika Tumbuhan Fakultas Biologi, serta Laboratorium Biologi Farmasi-Fakultas Farmasi. Saat tahap pengujian, permen karet Draco-chew diujikan pada biakan plak gigi secara in vitro berupa pengamatan kemampuan penempelan warna pada plak serta kemampuan perlekatan plak pada permen karet. “Kami membandingkan intensitas warna ekstrak buah naga dengan disclosing solution, suatu larutan pewarna plak gigi standar di bidang kedokteran gigi,” ujar Fatimah.

Fatimah dan tim menyadari masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi dan pengujian laboratorium lainnya agar Draco-chew aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. “Kami berharap setelah mendapatkan komposisi yang pas, produk ini dapat diproduksi secara massal serta dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki cara menggosok gigi dan membantu mencegah terjadinya karies,” tutup Fatimah.

Penulis: Tim PKM-RE Draco-chew

Editor: Triya Andriyani

 

Artikel Manfaatkan Ekstrak Kulit Buah Naga, Draco-Chew Hasil Inovasi Mahasiswa FKG UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/manfaatkan-ekstrak-kulit-buah-naga-draco-chew-hasil-inovasi-mahasiswa-fkg-ugm/feed/ 0
FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/ https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/#respond Sun, 09 Jun 2024 10:59:52 +0000 https://ugm.ac.id/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/ Lembaga pemeringkat Universitas Dunia untuk Inovasi atau the World’s Universities with Real Impact (WURI), menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) masuk ke peringkat 50 besar dunia dalam rilis hasil pemeringkatan yang dikeluarkan pada hari jumat (7/6) lalu. Menanggapi hasil pemeringkatan Global 100 Innovative Universities the WURI Ranking 2024, Dekan FKG UGM, Prof. […]

Artikel FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Lembaga pemeringkat Universitas Dunia untuk Inovasi atau the World’s Universities with Real Impact (WURI), menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) masuk ke peringkat 50 besar dunia dalam rilis hasil pemeringkatan yang dikeluarkan pada hari jumat (7/6) lalu.

Menanggapi hasil pemeringkatan Global 100 Innovative Universities the WURI Ranking 2024, Dekan FKG UGM, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M.,Ph.D., mengaku senang dan bersyukur atas debutan FKG UGM bisa menembus posisi 50 besar dunia dalam hal inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Hasil pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kita punya kekuatan dalam hal inovasi yang bisa diakui dari eksternal tentu sesuatu yang luar biasa bisa masuk dalam deretan 100 top dunia,” kata Suryono, Minggu (9/6).

Masuknya UGM dan khususnya Fakultas Kedokteran Gigi dalam daftar 100 universitas dunia ini menurut Suryono tidak lepas atas dampak dari inovasi di bidang pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang hampir tidak dimiliki oleh perguruan tinggi besar di luar negeri. “Kebanyakan hanya mengandalkan pendidikan dan penelitian dan mereka kuat dalam bidang itu, dari situlah kita berpikir berkompetisi dalam area yang berhubungan dengan pengabdian bidang kewirausahaan, etika, keterbukaan, dan tanggungjawab sosial,” ujar Dekan.

Seperti diketahui, pada hasil pemeringkatan berdasarkan penilaian terhadap kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi terhadap industri dan masyarakat, menyoroti pendidikan inovatif, penelitian dan keterlibatan terhadap masyarakat ini, di berbagai kategori, peringkat FKG UGM melampaui beberapa universitas bergengsi di seluruh dunia.

Di kategori pengembangan Semangat Kewirausahaan, FKG UGM berada pada posisi 6 dunia, mengungguli bidang ilmu kedokteran gigi Harvard University yang berada di peringkat 12 dan University of Oxford di peringkat 13 di antara 100 universitas global dalam kategori semangat kewirausahaan. “Prestasi ini menegaskan keberhasilan Fakultas dalam mempersiapkan lulusannya menjadi profesional yang inovatif dan berorientasi pada solusi. Inovasi yang dilakukan adalah pendampingan yang terus ditekuni hingga mahasiswa lulus dan usaha tersebut berkembang menjadi salah satu UMKM yang menyediakan merchandise kedokteran gigi,” tuturnya.

Selanjutnya pada indikator tanggung jawab sosial, posisi FKG UGM berada di peringkat 9 besar dunia melampaui New York University yang berada di peringkat 12. Peringkat ini menyoroti peran signifikan Fakultas dalam masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan gigi.

Menurut Suryono, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan FKG yang rutin dilakukan yakni memberikan perawatan paripurna bagi penderita bibir sumbing. Bekerja sama dengan beberapa mitra yakni alumni, ikatan profesi PDGI, BAZNAS, Rumah Sakit dan Yayasan Senyum Nusantara.

Diakui Suryono, kegiatan operasi bibir sumbing dan perawatan secara paripurna diharapkan akan meningkatkan kualitas hidup bagi penyandangnya dan memberi harapan bagi pasien tersebut untuk bisa menjadi generasi unggul bangsa Indonesia. “Pelayanan ini bisa berjalan secara periodik karena ada kerjasama yang baik dengan para mitra,” katanya.

Selain itu, FKG UGM juga memiliki program pengabdian lainnya berupa edukasi kesehatan gigi. “Kita juga secara konsisten membantu program pemerintah, peningkatan status kesehatan gigi masyarakat Indonesia yang masih di bawah standar internasional,” terangnya.

Sedangkan pada indikator mobilitas dan keterbukaan mahasiswa, FKG UGM berada di peringkat 27 dunia mengungguli Tokyo International University yang berada di peringkat 38 dunia. Menurut Dekan Suryono, keberhasilan Fakultas dalam membangun jaringan internasional dan memberikan pengalaman global bagi mahasiswanya sangat berperan mendorong kenaikan peringkat dunia tersebut. Suryono menjelaskan bahwa Program Kursus Musim Panas Fakultas Kedokteran Gigi UGM melibatkan 10 co-organizer, sister school FKG UGM di luar negeri dengan konsep sharing beban dan sharing capaian.“Melalui program ini mahasiswa masih dan terus berkomunikasi dengan sesama mahasiswa luar negeri. Saya bayangkan 10-15 tahun lagi, mereka sama-sama menjadi orang penting di dunia kedokteran gigi di negaranya masing-masing,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, mengatakan keberhasilan FKG UGM masuk dalam daftar 100 universitas top dunia patut diapresiasi. Sebab menurut Wening, the WURI menilai keunggulan dari sisi dampak nyata dari inovasi universitas di luar metrik akademik konvensional. “Debut impresif Fakultas ini menandakan bahwa pendidikan kedokteran gigi di Indonesia, khususnya di UGM, telah mencapai standar kelas dunia dalam hal inovasi, tanggung jawab sosial, dan keterbukaan global,” ujar Wening.

Debut yang luar biasa ini menurut Wening telah menempatkan Fakultas Kedokteran Gigi UGM di peta global sebagai universitas yang inovatif. “Seiring dengan perjalanan keunggulannya, Fakultas ini menetapkan tolok ukur baru untuk pendidikan dan penelitian kedokteran gigi di Indonesia dan sekitarnya,” terang Wening.

Penulis: Gusti Grehenson
Foto: Donnie

Artikel FKG UGM Masuk Peringkat 50 Besar Dunia versi The WURI Ranking 2024 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fkg-ugm-masuk-peringkat-50-besar-dunia-versi-the-wuri-ranking-2024/feed/ 0
Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/ https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/#respond Tue, 30 Apr 2024 11:05:11 +0000 https://ugm.ac.id/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/ Ada yang menarik dalam wisuda program pascasarjana UGM para Rabu (24/4) di Grha Sabha Pramana. Salah satu wisudawan dari program spesialis, drg. Aulia Ayub, Sp.Ort (27 tahun) berhasil meraih predikat lulusan termuda untuk lulusan spesialis sekaligus berhasil meraih gelar dokter spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, karena lulus pada usia 27 tahun 6 […]

Artikel Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ada yang menarik dalam wisuda program pascasarjana UGM para Rabu (24/4) di Grha Sabha Pramana. Salah satu wisudawan dari program spesialis, drg. Aulia Ayub, Sp.Ort (27 tahun) berhasil meraih predikat lulusan termuda untuk lulusan spesialis sekaligus berhasil meraih gelar dokter spesialis Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, karena lulus pada usia 27 tahun 6 bulan 9 hari. Padahal rata rata usia lulusan program spesialis periode ini adalah 34 tahun 6 bulan 16 hari.

Selain termuda, Aulia juga dinobatkan sebagai lulusan tercepat untuk program yang sama karena mampu menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 2 tahun 6 bulan dengan mendapatkan IPK 4.00. Padahal masa studi rata-rata program spesialis periode ini adalah 4 tahun 2 bulan.

Mendapat predikat lulusan termuda dan berhasil meraih cumlaude tidak disangka oleh Aulia apalagi ia tidak pernah menargetkan untuk lulus lebih cepat, melainkan lulus tepat waktu dalam 3 tahun. “Betul-betul tidak disangka, bagi saya yang penting lulus tepat waktu,” kata Aulia dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/4).

Berbicara terkait keberhasilannya mendapatkan IPK 4.00, Aulia hanya selalu konsisten dan berusaha untuk melakukan segala sesuatu secara maksimal selama masa kuliah.

Ia mengaku bersyukur memiliki dosen pembimbing dan selaku mentor yang selalu mengarahkannya untuk tetap konsisten dan selalu melakukan yang terbaik dalam hal apapun. Bagi Aulia, sikap konsisten, bekerja sama dengan siapapun, dan berperilaku baik akan mendatangkan kebaikan kembali kepada diri sendiri. “Setiap permasalahan yang datang akan mudah diselesaikan dengan bersama,” katanya.

Namun yang tidak kalah penting menurut Aulia adalah dukungan dosen pada mahasiswa dan selalu melakukan evaluasi setiap pekerjaan dan tugas yang diberikan. “Seluruh dosen begitu perhatian kepada kami melalui evaluasi kesulitan yang kami hadapi secara berkala dan sangat berdedikasi secara maksimal,” katanya.

Selain itu, Aulia mengaku beruntung mendapatkan pasien yang kooperatif juga menjadi salah satu alasan dirinya dapat menyelesaikan studinya. “Kerja sama yang baik dari seluruh pasien yang begitu kooperatif mendukung kelancaran dan keberhasilan proses perawatan,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait alasannya memilih Prodi Spesialis Ortodonsia FKG UGM, pria sulung dari tiga bersaudara tersebut mengatakan ia ingin menekuni Dokter Gigi Spesialis ortodonsia berkualitas sesuai standar yang ditetapkan oleh World Federation Orthodontic (WFO) dan Kolegium Ortodonti Indonesia.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson

Artikel Aulia Ayub, Lulusan Termuda dan Tercepat Program Spesialis UGM dengan IPK 4.00 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/aulia-ayub-lulusan-termuda-dan-tercepat-program-spesialis-ugm-dengan-ipk-4-00/feed/ 0
Wujudkan Komitmen Pendidikan Berkualitas, FKG UGM Lepas 30 Wisudawan Pascasarjana https://ugm.ac.id/id/berita/wujudkan-komitmen-pendidikan-berkualitas-fkg-ugm-lepas-30-wisudawan-pascasarjana/ https://ugm.ac.id/id/berita/wujudkan-komitmen-pendidikan-berkualitas-fkg-ugm-lepas-30-wisudawan-pascasarjana/#respond Thu, 25 Apr 2024 04:57:47 +0000 https://ugm.ac.id/?p=68168 FKG UGM melepas sebanyak 30 lulusan baru Program Pascasarjana yang siap mendedikasikan ilmunya untuk Indonesia pada acara Upacara Pelepasan Wisudawan yang digelar pada Sabtu(24/4) kemarin. Pelepasan ini diikuti oleh 2 wisudawan Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Gigi, 5 wisudawan Prodi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, 10 wisudawan Prodi Spesialis Ortodonsia, 3 wisudawan Prodi Spesialis Prostodonsia, […]

Artikel Wujudkan Komitmen Pendidikan Berkualitas, FKG UGM Lepas 30 Wisudawan Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
FKG UGM melepas sebanyak 30 lulusan baru Program Pascasarjana yang siap mendedikasikan ilmunya untuk Indonesia pada acara Upacara Pelepasan Wisudawan yang digelar pada Sabtu(24/4) kemarin. Pelepasan ini diikuti oleh 2 wisudawan Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Gigi, 5 wisudawan Prodi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial, 10 wisudawan Prodi Spesialis Ortodonsia, 3 wisudawan Prodi Spesialis Prostodonsia, serta 10 wisudawan jenjang Magister yang melanjutkan studinya ke jenjang spesialistik sebagai bagian dari Program Double Degree.

Upacara Pelepasan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan drg. Rosa Amalia, M.Kes., Ph.D. mewakili Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D. yang tidak bisa hadir secara langsung, dilanjutkan dengan penyerahan buku pelepasan, penyematan Pin Alumni pada wisudawan oleh Ketua Program Studi, penyampaian pidato oleh wakil wisudawan drg. Aulia Ayub, Sp.Ort., serta sambutan dari perwakilan  Ketua Program Studi dan Dekan FKG UGM secara daring.

Dalam sambutannya, Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D menyampaikan pesan dan harapannya kepada seluruh wisudawan. “Anda saat ini sudah menjadi bagian dari alumni, oleh karena itu jagalah nama baik FKG UGM dan selamat mengabdi serta menjalankan kompetensi dengan baik,” ujar beliau. “Semoga Saudara bisa menjadi role model di masyarakat dan silahkan selalu berkontribusi dalam rangka pengembangan FKG UGM. Kami sangat berharap dan menunggu partisipasi Saudara dalam kegiatan pengembangan keilmuan. Kepada alumni yang akan kembali ke tempat pengabdiannya, selamat mengabdi dan semoga sukses selalu,” tambah beliau.

Tak lupa beliau juga memberikan apresiasinya pada 2 wisudawan yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,0 yakni drg. Aulia Ayub, Sp.Ort. dan drg. Irenne Sanita Lanny, MPH., Sp.Ort. “Selamat atas prestasi luar biasa yang dicapai adik-adik sekalian terutama drg. Aulia Ayub dan drg. Irenne yang berhasil meraih  predikat Summa Cum Laude.

Suksesnya FKG UGM mencetak lulusan-lulusan Program Pascasarjana ini menjadi bukti nyata komitmen FKG UGM dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pilar ke-1, 3, dan 4 yakni No Poverty, Good Health and Well-Being, dan Quality Education. Dengan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan gigi yang dilahirkan melalui pendidikan berkualitas, FKG UGM memberikan kontribusinya dalam peningkatan status kesehatan serta derajat kualitas hidup masyarakat sebagai upaya berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia Maju tanpa kemiskinan.

Diharapkan setelah kelulusan mereka, para wisudawan dan wisudawati dari Fakultas Kedokteran Gigi dapat mengabdi serta memberikan kontribusi yang berarti pada masyarakat.

Penulis: Humas FKG

Artikel Wujudkan Komitmen Pendidikan Berkualitas, FKG UGM Lepas 30 Wisudawan Pascasarjana pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/wujudkan-komitmen-pendidikan-berkualitas-fkg-ugm-lepas-30-wisudawan-pascasarjana/feed/ 0
Dorong Digital Dentistry, FKG UGM Adakan Pelatihan CAD/CAM https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-digital-dentistry-fkg-ugm-adakan-pelatihan-cad-cam/ https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-digital-dentistry-fkg-ugm-adakan-pelatihan-cad-cam/#respond Thu, 25 Apr 2024 02:09:48 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67966 FKG UGM mengadakan kegiatan Workshop Penggunaan Teknologi Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM) dalam Kedokteran Gigi pada Rabu (24/4). Kegiatan yang bertempat di Laboratorium CAD/CAM Gedung DLC Lantai 1 ini diselenggarakan melalui kerja sama FKG UGM dengan Dentsply Sirona. Workshop diisi dengan materi Arya Ramadan selaku Equipment Sales Specialist Dentsply Sirona kepada peserta pelatihan yang terdiri atas […]

Artikel Dorong Digital Dentistry, FKG UGM Adakan Pelatihan CAD/CAM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
FKG UGM mengadakan kegiatan Workshop Penggunaan Teknologi Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM) dalam Kedokteran Gigi pada Rabu (24/4). Kegiatan yang bertempat di Laboratorium CAD/CAM Gedung DLC Lantai 1 ini diselenggarakan melalui kerja sama FKG UGM dengan Dentsply Sirona.

Workshop diisi dengan materi Arya Ramadan selaku Equipment Sales Specialist Dentsply Sirona kepada peserta pelatihan yang terdiri atas dosen, residen, dan mahasiswa Program Pascasarjana FKG UGM. Dalam sesi penyampaian materi, dijelaskan konsep CAD/CAM Workflow dan manfaat teknologi CAD/CAM dalam kedokteran gigi.

“Teknologi CAD/CAM dapat digunakan untuk merancang dan memproduksi restorasi gigi, seperti splint, mahkota, jembatan, veneer, inlay, dan onlay. Penggunaan teknologi CAD/CAM dapat menyederhanakan alur kerja tradisional dengan mengurangi waktu dan upaya yang diperlukan untuk menghasilkan restorasi gigi berkualitas tinggi,” jelas Arya Ramadan. Selanjutnya, dia menitikberatkan potensi kebermanfaatan teknologi CAD/CAM jika diaplikasikan dalam pelayanan konservasi gigi. “Dengan teknologi ini, kualitas restorasi gigi dapat ditingkatkan, begitu juga dengan kenyamanan pasien, serta efisiensi waktu perawatan,” imbuhnya.

Teknologi CAD/CAM sendiri bukanlah merupakan hal baru di dunia kedokteran gigi. Berawal dari maraknya penggunaan CAD/CAM dalam industri manufaktur, teknologi ini kemudian diadopsi oleh profesi dokter gigi pada tahun 1985 untuk merevolusi pembuatan restorasi gigi dan protesa dengan paradigma digital dentistry. Sejak saat itu, penggunaan CAD/CAM dalam kedokteran gigi terus berkembang, memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara signifikan baik untuk tenaga kesehatan gigi dan pasien lantaran kemampuannya untuk menghasilkan restorasi dan protesa gigi yang kompleks secara efisien dan akurat.

Workshop Penggunaan Teknologi CAD/CAM dalam Kedokteran Gigi diharapkan dapat menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama dalam hal penelitian dan pengabdian.

“Saat ini, FKG UGM sedang mengarah kepada Digital Dentistry, dibuktikan dengan dibuatnya unit khusus yakni Unit Digital Dentistry yang diketuai oleh drg. Mohammad Fadyl Yunizar, MPH., Ph.D., serta pengadaan alat pendukung digital dentistry berupa alat CAD/CAM di Laboratorium FKG UGM,” papar drg. Henytaria Fajrianti, Sp.KG sebagai Penyelia CAD/CAM FKG UGM dalam sambutannya.

“Kehadiran alat CAD/CAM di FKG UGM diharapkan dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk kegiatan penelitian dan kegiatan klinis. Selain itu, kita sangat beruntung FKG UGM memiliki alat seperti ini, sehingga kita tidak jauh-jauh ke tempat lain untuk melakukan penelitian,” tandas drg. Henytaria.

Kegiatan ini berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals terutama pilar ke-3 Good Health and Well-Being, Pilar ke 4 Quality Education, Pilar ke 9 Industry, Innovation and Infrastructure, dan Pilar ke 17 Partnership for the Goals. Kegiatan penelitian dan pengabdian oleh praktisi kedokteran gigi yang ditunjang oleh teknologi digital dapat menciptakan banyak inovasi sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia.

Penulis: Humas FKG

Artikel Dorong Digital Dentistry, FKG UGM Adakan Pelatihan CAD/CAM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/dorong-digital-dentistry-fkg-ugm-adakan-pelatihan-cad-cam/feed/ 0
Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/#respond Thu, 18 Apr 2024 09:56:20 +0000 https://ugm.ac.id/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/ Ingin berkarier sebagai dokter gigi? jika iya, maka kamu harus tahu profesi dokter gigi dapat dicapai dengan kuliah di prodi Sarjana Kedokteran Gigi selama empat tahun dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G). Selanjutnya kamu harus menempuh pendidikan koasistensi selama 1,5 tahun untuk mendapat gelar profesi dokter gigi (drg). Namun menjadi dokter gigi tidak hanya sebatas […]

Artikel Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Ingin berkarier sebagai dokter gigi? jika iya, maka kamu harus tahu profesi dokter gigi dapat dicapai dengan kuliah di prodi Sarjana Kedokteran Gigi selama empat tahun dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G). Selanjutnya kamu harus menempuh pendidikan koasistensi selama 1,5 tahun untuk mendapat gelar profesi dokter gigi (drg). Namun menjadi dokter gigi tidak hanya sebatas mengobati gigi yang rusak, tetapi juga bertanggung jawab dalam merawat dan mempromosikan kesehatan gigi dan mulut.

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada bisa menjadi salah satu prodi bisa kamu pilih untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Peminat calon mahasiswa yang mau kuliah ke prodi cukup ketat setiap tahunnya. Pada tahun 2023, jumlah pendaftar untuk prodi S1 Kedokteran Gigi sebanyak 1.260  orang dengan daya tampung 150 orang. Artinya  satu pendaftar yang diterima dari 8 orang pendaftar.

Di jenjang program sarjana,  selain  prodi pendidikan sarjana kedokteran Gigi, FKG UGM juga memiliki prodi Higiene Gigi yang bisa kamu pilih. Dekan FKG UGM, drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., menerangkan bahwa Prodi S1 Kedokteran Gigi memfasilitasi pendidikan akademik bagi mahasiswa calon sarjana kedokteran gigi dengan metode kuliah interaktif, praktik laboratorium, laboratorium keterampilan pra-klinik, diskusi berbasis kasus, dan proyek berbasis tim yang sudah berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Gigi.

Selanjutnya, pada prodi S1 Higiene Gigi UGM yang juga merupakan pelopor penyelenggara pendidikan Higiene Gigi di Indonesia, kata Suryono, mempelajari terkait tindakan pencegahan gangguan mulut dan gigi. “Prodi Higiene Gigi UGM telah memiliki kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan Higiene Gigi di tingkat global,” kata Suryono, Kamis (18/4).

Suryono, menyebutkan bahwa FKG UGM sejak berdirinya 76 tahun lalu terus berkomitmen menjaga standar keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. “Kami terus berinovasi, berkolaborasi, dan berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat dan ilmu kedokteran gigi,” kata Suryono.

Dalam sistem pembelajaran, FKG UGM melaksanakan sistem pembelajaran berupa metode Student Centered Learning (SCL) dengan pendekatan collaborative-cooperative learning. Sistem pembelajaran ini diharapkan bisa mendukung capaian pembelajaran lulusan untuk membentuk dokter gigi yang memiliki karakter unggul, inovatif, berdisiplin tinggi, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila serta bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara.

Khalisa Assyura Varandra (19), mahasiswa S1 FKG UGM asal Pekanbaru, cukup mengaku ia sangat menikmati  kuliah di FKG karena menjadi dokter gigi sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Dengan menjadi dokter gigi, kata Khalia, ia justru lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu mata kuliah yang paling ia sukai adalah mata kuliah konservasi gigi. “Di mata kuliah ini, kita belajar cara menambal gigi, aku suka karena menurutku sangat applicable aja di kehidupan sehari-hari,” ucap Sasa, demikian ia akrab disapa.

Terkait rencana setelah lulus dan dilantik menjadi dokter gigi kelak, Sasa mengaku ingin mencoba untuk kerja di rumah sakit dan di sela itu ia juga ingin membuka praktik sendiri.

Hal yang sama juga diakui oleh Siti Aina Nurhaliza (20). Ia sangat  menyukai mata kuliah yang berkaitan dengan konservasi gigi dan biomaterial kedokteran gigi. “Aku suka yang praktikumnya. Seru sih. Soalnya praktikum bisa bantu memahami materi-materi yang dipelajari di kelas juga,” ujar Aina.

Selain kuliah, Aina ternyata aktif di kegiatan organisasi mahasiswa atau aktif mengikuti kegiatan summer course yang diadakan oleh kampus. Menurutnya, program summer course yang mendatangkan mahasiswa asing memberi kesempatan dirinya untuk menimba pengalaman internasional dan menambah jejaring. “Ikut summer course atau winter course memberi kita kesempatan dalam berdiskusi dan mempelajari materi-materi kedokteran gigi dari berbagai dokter gigi dan mahasiswa FKG dari negara lain,” pungkasnya.

Penulis: Dita

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Ingin jadi Dokter Gigi? Yuk, Kenali Lebih Jauh Prodi Kedokteran Gigi UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/ingin-jadi-dokter-gigi-yuk-kenali-lebih-jauh-prodi-kedokteran-gigi-ugm/feed/ 0
Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/ https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/#respond Tue, 05 Mar 2024 09:30:25 +0000 https://ugm.ac.id/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/ Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada tahun ini memperingati Dies Natalisnya ke-76. Rapat Senat Terbuka yang dilangsungkan Selasa (5/3) di Auditorium Gedung Margono Soeradji menandai puncak perayaan Dies Natalis kali ini yang mengusung tema “Harmoni dalam Keragaman: Membangun Keselarasan di Masyarakat 5.0”. “Terima kasih kepada para senior, guru besar, dan juga sivitas […]

Artikel Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) pada tahun ini memperingati Dies Natalisnya ke-76. Rapat Senat Terbuka yang dilangsungkan Selasa (5/3) di Auditorium Gedung Margono Soeradji menandai puncak perayaan Dies Natalis kali ini yang mengusung tema “Harmoni dalam Keragaman: Membangun Keselarasan di Masyarakat 5.0”.

“Terima kasih kepada para senior, guru besar, dan juga sivitas FKG yang telah memberikan karya-karya terbaiknya dan membawa FKG pada posisi saat ini. Semoga Dies Natalis FKG tahun ini mampu memberikan semangat baru bagi kita semua untuk membangun keselarasan pelayanan kesehatan gigi dan mulut Indonesia untuk bangsa tercinta,” ucap Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan harapannya bagi FKG UGM untuk dapat terus berinovasi di tengah tantangan dan peluang yang muncul seiring dengan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan komitmen UGM untuk ikut mengawal hilirisasi produk inovasi dari para sivitas FKG agar dapat diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kita menunggu inovasi-inovasi bukan hanya produk tetapi juga inovasi bagaimana mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Penelitian yang melahirkan produk inovatif juga ditunggu, dan kami siap untuk mengawal untuk sampai ke industri,” ungkapnya.

Dalam sejarahnya, pendirian FKG UGM diawali dari Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, pada tahun 1948. Pada tanggal 5 Maret 1948, perguruan tinggi tersebut bergabung dengan Perguruan Tinggi Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1946 di Klaten, dan kemudian pada tahun 1949 bergabung dengan perguruan tinggi di Yogyakarta untuk membentuk UGM. Fakultas Kedokteran Gigi sendiri baru diresmikan sebagai sebuah fakultas pada tahun 1960, tepatnya pada 29 Desember 1960. 

Dalam acara puncak Dies Natalis ini Dekan FKG, drg. Suryono, SH., MM., Ph.D., menyampaikan laporan tahunan yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama. Ia menuturkan, beragam capaian yang dipaparkan adalah cerminan dari dedikasi fakultas ini dalam menjaga standar keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat di bidang kedokteran gigi. 

“Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, semangat kami untuk berkembang tidak pernah surut. Kami terus berinovasi, berkolaborasi, dan berupaya memberikan kontribusi yang bermakna bagi masyarakat dan ilmu kedokteran gigi,” kata Suryono.

Puncak Dies Natalis kali ini juga diisi dengan orasi tokoh dari Kepala Lembaga Kedokteran Gigi TNI Angkatan Laut R.E. Martadinata, Laksamana Pertama TNI Dr.drg. Wawan Suridwan, Sp. Pros., CIQnR., Subsp. Pmf.(K) terkait peran kedokteran gigi dalam Tentara Nasional Indonesia, serta orasi ilmiah dari Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes. 

 

Penulis: Gloria

Foto: dok. FKG UGM

Artikel Fakultas Kedokteran Gigi UGM Peringati Dies Natalis ke-76 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/fakultas-kedokteran-gigi-ugm-peringati-dies-natalis-ke-76/feed/ 0