Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM Arsip - Universitas Gadjah Mada https://ugm.ac.id/id/tag/fakultas-ilmu-sosial-dan-ilmu-politik-ugm/ Mengakar Kuat dan Menjulang Tinggi Thu, 12 Dec 2024 02:38:38 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.1.7 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/ https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/#respond Thu, 12 Dec 2024 02:37:50 +0000 https://ugm.ac.id/?p=73726 Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita […]

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sebanyak 8 orang dosen Universitas Gadjah Mada kembali memperkuat Akademisi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Mereka menyatakan kesediaan diri untuk berkontribusi dengan menjadi anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) tingkat nasional untuk periode 2024-2029. Kedelapan dosen tersebut adalah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., dari FKKMK, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., dari FEB, dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati, Ph.D., dari FK-KMK, Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, dari Fakultas Hukum. Selanjutnya,  dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D, dari FK-KMK) Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si, dari Fakultas Farmasi, dr. Yanri Wijayanti Subronto, PhD, SpPD-KPTI dari FKKMK dan Suci Lestari Yuana, S.I.P., M.I.A., dari Fisipol.

Menurut Gunadi dengan menyatakan kesediaan menjadi anggota ALMI akan memperkuat peran UGM dalam mendorong pengembangan sains dan kebijakan berbasis riset di Indonesia. Bahkan kian mempertegas peran UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air. “Bergabung para dosen UGM dalam ALMI ini tentunya menambah kontribusi dalam pengembangan keilmuan”, ujar Gunadi di Kampus UGM, Rabu (11/12).

Ia menyampaikan telah banyak catatan capaian dalam kegiatan ALMI pada kepengurusan sebelumnya yang ia jalani bersama Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Sekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. Disisi lain, UGM juga mencatatkan pencapaian dalam ALMI melalui kiprah Prof. dr. Gunadi, Ph.D., Sp.BA., Subsp.D.A(K)., yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai Ketua ALMI periode 2022-2024 bersama dengan Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A., Ph.D, sebagai Seekjen ALMI periode 2022-2023 dan Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D., sebagai Sekjen ALMI periode 2023-2024. “Saya sebagai ketua ALMI 2022-2024 bersama mereka telah mencoba memainkan peran strategis ALMI dalam membangun sinergi para ilmuwan muda di Indonesia”, terangnya.

ALMI adalah organisasi yang mewadahi ilmuwan muda di Indonesia yang beroperasi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). ALMI berdiri pada tahun 2016 menjadi platform kolaborasi bagi ilmuwan muda.

Dalam sidang paripurna ALMI yang berlangsung pada 6 Desember 2024 di Universitas Negeri Malang. Ketua ALMI 2022-2024, Prof. Gunadi (UGM) dan Sekjen ALMI 2023-2024, Dr. Gumilang Sahadewo, melaporkan capaian kinerja ALMI dari ke-empat kelompok kerja ALMI, yaitu Sains Garda Depan, Sains dan Kebijakan, Sains dan Masyarakat, serta Sains dan Pendidikan.

Pada sidang paripurna tersebut turut dilakukan serah terima jabatan dari Ketua dan Sekjen sebelumnya kepada Ketua dan Sekjen ALMI periode 2024-2026. Adapun ketua dan sekjen ALMI yang baru adalah Dr. Lilis Mulyani (BRIN) dan Dr. Grandprix T. M. Kadja (ITB). “Dalam sidang paripurna ini juga dilakukan mengesahan pembentukan kelompok kerja baru, yaitu Sains, Kesetaraan dan Inklusi”, imbuh Gunadi.

Reportase : Kurnia Ekaptiningrum/Humas FEB

Penulis : Agung Nugroho

Artikel 8 Dosen UGM Perkuat ALMI Periode 2024-2029 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/8-dosen-ugm-perkuat-almi-periode-2024-2029/feed/ 0
Muhammad Najib Asca Terpilih jadi Anggota MWA UGM https://ugm.ac.id/id/berita/muhammad-najib-terpilih-anggota-mwa-ugm-unsur-dosen-bukan-guru-besar-pengganti-antar-waktu-2021-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/muhammad-najib-terpilih-anggota-mwa-ugm-unsur-dosen-bukan-guru-besar-pengganti-antar-waktu-2021-2026/#respond Fri, 27 Sep 2024 10:22:55 +0000 https://ugm.ac.id/?p=70976 Dr. Muhammad Najib, S.Sos., M.A, staf pengajar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM terpilih menjadi anggota Majelis Wali Amanat UGM unsur dosen bukan Guru Besar Pengganti Antar Waktu periode 2021-2026. Ia terpilih berdasarkan hasil e-voting dalam Rapat Khusus Senat Akademik UGM yang berlangsung di ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM, Jum’at (27/9). […]

Artikel Muhammad Najib Asca Terpilih jadi Anggota MWA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Dr. Muhammad Najib, S.Sos., M.A, staf pengajar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM terpilih menjadi anggota Majelis Wali Amanat UGM unsur dosen bukan Guru Besar Pengganti Antar Waktu periode 2021-2026. Ia terpilih berdasarkan hasil e-voting dalam Rapat Khusus Senat Akademik UGM yang berlangsung di ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM, Jum’at (27/9).

Sebagai anggota MWA UGM unsur dosen bukan Guru Besar yang baru, Muhammad Najib menggantikan Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D., Psikolog yang dinyatakan memasuki pensiun sejak bulan September 2024 dari Fakultas Psikologi UGM. 

Proses jalannya pemilihan dipimpin Prof. Ir. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU selaku ketua Panitia Ad Hoc didampingi Dr. Achmad Rofiq. Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum memimpin Rapat Pleno Khusus mengatakan sebelum dilakukan pemilihan anggota MWA UGM unsur bukan Guru Besar telah dilakukan penjaringan calon. Dari proses seleksi administrasi dan kesehatan sebanyak 11 dosen non Guru Besar dinyatakan lolos dan berhak diikutsertakan dalam pemilihan. “Dari penjaringan ini bervariasi, ada fakultas yang mengajukan 1 ada yang 2, namun kita bersyukur proses pemilihan bisa berjalan lancar,” katanya.

Sulistiowati menjelaskan proses pemilihan anggota MWA UGM unsur Dosen bukan Guru Besar diikuti 54 dari 84 anggota Senat Akademik. Proses pemilihan dilakukan dengan cara e-voting dan dibantu secara peralatan dari Direktorat Teknologi Informasi UGM. 

Setelah dilakukan pemilihan dan penghitungan cepat maka 4 besar peraih suara terbanyak adalah Dr. Muhammad Najib, S.Sos., M.A sebanyak 16 suara, Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si sebanyak 8 suara, dr. Arief Budiyanto, Ph.D., Sp.KK(K) dan Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng masing-masing mendapat 5 suara.

Dalam berkas administrasi yang dikirimkan kepada panitia, Muhammad Najib dalam programnya bertekad melanjutkan keterlibatan dalam pengembangan tridarma UGM dengan menyediakan waktu maksimal, dan ingin berpartisipasi dalam perancangan arah kebijakan UGM dalam beradaptasi dalam lingkungan yang sedang berubah cepat.

Penulis : Agung Nugroho

Artikel Muhammad Najib Asca Terpilih jadi Anggota MWA UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/muhammad-najib-terpilih-anggota-mwa-ugm-unsur-dosen-bukan-guru-besar-pengganti-antar-waktu-2021-2026/feed/ 0
Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/ https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/#respond Thu, 18 Jul 2024 07:04:09 +0000 https://ugm.ac.id/?p=67112 Air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kota Yogyakarta. Tingginya kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta memicu peningkatan kebutuhan air bersih bagi warganya. Data PDAM Tirtamarta, salah satu penyedia kebutuhan air bersih di Kota Yogyakarta, mencatat bahwa per 30 Januari 2023 terdapat 9,23 persen penduduk di kota ini menggunakan layanan PDAM. Artinya, lebih […]

Artikel Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Air bersih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kota Yogyakarta. Tingginya kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta memicu peningkatan kebutuhan air bersih bagi warganya.

Data PDAM Tirtamarta, salah satu penyedia kebutuhan air bersih di Kota Yogyakarta, mencatat bahwa per 30 Januari 2023 terdapat 9,23 persen penduduk di kota ini menggunakan layanan PDAM. Artinya, lebih dari 90 persen masyarakat Kota Yogyakarta menggunakan air tanah (sumur) atau sumber air lainnya sebagai sarana penyedia air bersih.

Sayangnya, sejumlah penelitian menemukan adanya cemaran bakteri Escherichia coli sebesar 40 persen pada hampir seluruh air sumur di Kota Yogyakarta. Cemaran bakteri tersebut berpotensi menyebabkan diare dan memengaruhi kejadian stunting dalam jangka panjang.

Pembuatan atau pengeboran sumur yang kurang tepat diduga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya cemaran E. coli di sumur warga. Sementara regulasi mengenai izin pembangunan sumur di wilayah Kota Yogyakarta sebenarnya telah tertera di dalam Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 28 Tahun 2013 tentang Perizinan Air Tanah di Pemerintah Kota Yogyakarta.

Meski begitu, aturan tersebut saat ini hanya berlaku secara administratif saja karena di dalam peraturannya disebutkan bahwa pembangunan sumur untuk kebutuhan rumah tangga tidak perlu melalui izin. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan dan dapat memicu permasalahan sosial dan ekonomi  warga.

Permasalahan itupun lantas mendorong Adelvin Pradana Putra Mujiono, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM angkatan 2022, melakukan penelitian. Fenomena tersebut perlu untuk diteliti mengingat di wilayah Kemantren Kotagede merupakan pusat wisata dan budaya Yogyakarta.

Dalam penelitiannya Adelvin melakukan bersama Parahita Janu Arundati (Ilmu Ekonomi 2022), Syafina Kinaya Amelia (Hukum 2022), Meidita Farah Widodo (Teknik Infrastruktur Lingkungan 2022), dan Sabri Indrajati (Sosiologi 2022). Penelitian berjudul Analisis Rendahnya Kualitas Air di Kemantren Kotagede: Celah Hukum dan Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat yang diajukan lima mahasiswa muda ini berhasil mendapatkan dana hibah riset melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2024 dari Kemendikbudristek.

Melalui penelitian tersebut mereka ingin menggali lebih dalam tentang celah hukum yang ada dalam perizinan penggunaan air tanah di Kota Yogyakarta. Selain itu, lewat penelitian ini mereka ingin mengetahui dampak sosial dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat rendahnya kualitas air di Kemantren Kotagede.

Adelvin menjelaskan dari penelitian yang telah mereka lakukan sejak bulan Januari 2024 lalu ditemukan fakta tingginya cemaran mikrobiologi dalam sumur warga dikarenakan cemaran limbah septic tank terhadap air tanah atau air sumur.

“Sebagian besar (58,3 persen) jarak septic tank dengan sumur yang ada di rumah tinggal di Kemantren Kotagede belum memenuhi batas aman. Sementara arahan Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait dengan jarak antara septic tank dan air sumur melalui SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah 10 meter,” ungkapnya, Rabu (17/7) di FEB UGM.

Adelvin berpandangan terdapat adanya kesenjangan antara regulasi di tingkat pusat dan daerah. Hal ini ditunjukkan mulai dari terbitnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 291.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Standar Penyelenggaraan Persetujuan Penggunaan Air Tanah Pasal 11 Bab VIII yang telah secara eksplisit mengatur perizinan penggunaan atau eksplorasi air tanah.

Selain itu, terdapat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang mengatur mengenai pengelolaan sumber daya air. Namun, hukum yang terbaru ternyata belum diolah kembali oleh Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta dengan belum diterbitkannya sebuah Perwal baru sebagai terjemahan lebih lanjut dari adanya aturan-aturan baru mengenai perizinan pembangunan sumur dan hal-hal yang terkait.

Menurutnya dengan adanya regulasi terbaru serta fenomena kualitas air yang tercemar bisa segera ditangkap oleh pemerintah daerah. Dengan begitu, regulasi yang dibentuk mampu berperan sebagai respons preventif maupun represif dampak jangka pendek dan panjang pencemaran air tanah.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa masyarakat Kotagede telah sadar akan terjadinya fenomena rendahnya kualitas air di wilayah mereka. Salah satu respons yang ditunjukkan adalah dengan menggunakan filter air sebagai instrumen untuk memurnikan air sumur yang dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Prenggan, tepatnya kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Gajahwong. Selain itu, pengelolaan tinja di wilayah ini juga telah terintegrasi melalui IPAL Komunal yang dibangun oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Kami menemukan jarak IPAL Komunal yang sangat dekat yaitu kurang dari 5 meter dengan air sumur warga yang telah terpasang filter air. Kedepan diharapkan ada evaluasi optimalitas pembangunan IPAL Komunal yang berdekatan dengan air sumur warga,” terangnya.

Reporter: Kurnia Ekaptiningrum/ Humas FEB UGM

Artikel Mahasiswa FEB UGM Kaji Pengaruh Kualitas Air Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat DI Yogyakarta pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-feb-ugm-kaji-pengaruh-kualitas-air-terhadap-kehidupan-sosial-ekonomi-masyarakat-di-yogyakarta/feed/ 0
Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/#respond Wed, 17 Jul 2024 05:09:26 +0000 https://ugm.ac.id/?p=66953 Pandan Laut merupakan komoditas tanaman yang sering dijumpai di daerah pesisir. Siapa sangka bahwa tanaman tersebut menghasilkan buah yang jarang diketahui oleh banyak orang, yaitu buah hala (Pandanus tectoricus). Buah hala banyak dijumpai di sekitar kawasan pantai di Desa Planjan, Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain menghadirkan keindahan alam, buah dari pohon Pandan Laut ternyata memiliki […]

Artikel Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Pandan Laut merupakan komoditas tanaman yang sering dijumpai di daerah pesisir. Siapa sangka bahwa tanaman tersebut menghasilkan buah yang jarang diketahui oleh banyak orang, yaitu buah hala (Pandanus tectoricus).

Buah hala banyak dijumpai di sekitar kawasan pantai di Desa Planjan, Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain menghadirkan keindahan alam, buah dari pohon Pandan Laut ternyata memiliki sejuta manfaat yang luar biasa. Salah satunya ialah sebagai minuman herbal pereda nyeri menstruasi.

Meski begitu, belum banyak masyarakat sekitar Desa Planjan mengetahui akan potensi dari buah tersebut. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Penahala pun hadir memanfaatkan buah tersebut sebagai minuman herbal pereda nyeri menstruasi.

Tim Program PKM-PM dari UGM ini merupakan gabungan mahasiswa lintas fakultas. Mereka adalah Rohma Auliya (Kimia 2022), Yunia Tri Utami (Teknik Pertanian 2022), Aisha Najma Nurul ‘Aisy (Kimia 2022), Radithya Kusumawardana (Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 2023), dan Devi Ramdani (Teknik Pertanian 2022) dengan mendapat bimbingan Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si.

Tim PKM-PM UGM inipun mendapat pendanaan dari Kemendikbudristek, dan di dalam programnya memfasilitasi masyarakat khususnya para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam kelompok karang taruna untuk mengembangkan potensi buah hala melalui pembuatan produk berupa minuman herbal pereda nyeri menstruasi dari ekstrak buah hala. Tahapan yang dilakukan Tim PKM-PM Penahala adalah melakukan sosialisasi pengenalan program, pembuatan video tutorial, penyusunan buku pedoman mitra, dan melakukan pelatihan. Pelatihan yang dimaksud berupa pelatihan dan praktik pembuatan minuman pereda nyeri menstruasi, pelatihan dan praktik pengemasan, dan pelatihan dan praktik pemasaran.

Radithya Kusumawardana mengatakan buah hala di masyarakat kerap kali ditemui hanya dibiarkan membusuk begitu saja. Masyarakat membiarkan itu karena ketidaktahuan bila buah hala memiliki banyak kandungan di dalamnya. Salah satunya adalah senyawa flavonoid yang  berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, dan analgetik sebagai pereda rasa nyeri.

Melihat potensi kandungan yang dimiliki buah hala, Tim PKM-PM Penahala melakukan pemberdayaan dengan bekerjasama dengan Karang Taruna Putri Desa Planjan dengan melakukan program pemberdayaan masyarakat untuk mengolah buah hala menjadi minuman.

“Dengan manfaat mampu meredakan nyeri saat menstruasi, maka apa yang kami lakukan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Radithya di Kampus UGM, Rabu (17/7).

Ia menjelaskan pada tahap proses pembuatan diawali dengan penyortiran buah hala yang sudah matang dan melakukan pengupasan. Setelah itu, buah hala dicuci dengan air bersih kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

Setelah buah hala kering dan kadar air yang terkandung sedikit, buah hala bersama rempah-rempah lain diseduh dengan air panas. Minuman herbal ekstrak alami buah hala inipun siap untuk disajikan.

“Dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan hasil pencarian dari berbagai sumber, tim PKM-PM Penahala UGM berharap tidak hanya memberdayakan masyarakat Planjan melalui produk bernilai tambah ini, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan potensi sumber daya alam lokal yang ada di sekitar mereka,” ucap Radithya.

Untuk keberlanjutan program ini, kata Radithya maka dilakukan pendampingan untuk mendaftarkan produk herbal ini  ke PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Selain itu, Tim PKM-PM Penahala UGM juga melakukan evaluasi program, mengikuti bazar guna memperkenalkan produk ini di masyarakat luas.

“Tim akan selalu melakukan pengawasan terkait keberlanjutan program. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pendidikan tinggi dan masyarakat lokal. Bagi yang ingin melihat secara lengkap maka bisa melihat di akun Instagram @pkmpmugm_penahala,” terangnya.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim PKM-PM Penahala Manfaatkan Buah Hala Untuk Obat Nyeri Menstruasi pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-pkm-pm-penahala-manfaatkan-buah-hala-untuk-obat-nyeri-menstruasi/feed/ 0
Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/ https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/#respond Wed, 03 Jul 2024 06:10:10 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65702 Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara […]

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. Guru Besar Fakultas Geografi dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terpilih dan diangkat sebagai ketua dan sekretaris Dewan Guru Besar UGM. Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. sebagai Ketua DGB baru menggantikan Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. yang memasuki masa purnatugas. Sementara Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. Sekretaris DGB yang baru menggantikan Prof. Dr. Muhammad Baiquni, MA selaku sekretaris DGB sebelumnya.

Terpilihnya Ketua dan Sekretaris Dewan Guru Besar baru UGM melalui Keputusan Rapat Pleno Musyawarah Pergantian Antar Waktu yang berlangsung pada hari pada hari Rabu (8/5) di Balai Senat UGM. Sementara serah terima jabatan pergantian antar waktu Ketua Dewan Guru Besar UGM periode 2021-2026 dilaksanakan dalam rapat pleno Dewan Guru Besar UGM yang berlangsung pada hari Senin (1/7) di ruang Balai Senat.

Serah terima jabatan dilakukan Sekretaris pimpinan Majelis Wali Amanah (MWA), Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. dengan menyampaikan Surat Keputusan MWA kepada Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A. dan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P. sebagai Ketua dan Sekretaris DGB periode antar waktu 2021-2026. Pleno serah terima ini diselenggarakan dengan mengundang Pimpinan Universitas dan Pimpinan Organ di lingkungan UGM.

Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., Ketua Senat Akademik mengingatkan kembali bila Dewan Guru Besar UGM merupakan perangkat UGM yang berfungsi sebagai pelopor, pemberi nasihat, penjaga integritas moral dan etika sivitas akademika. DGB juga senantiasa mengembangkan pemikiran dan pandangan terkait dengan isu strategis nasional dan/atau internasional dalam rangka mendukung peran dan kontribusi UGM bagi kesejahteraan bangsa dan umat manusia.

“Kegiatan DGB selama ini sudah sangat membantu kinerja civitas akademika dengan melakukan harmonisasi dan keselarasan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang berkembang selama ini,” katanya.

Serah terima secara dimbolis ditandai dengan pengalungan tanda kehormatan DGB, pemberian sertifikat dan lencana Guru Besar oleh Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. kepada Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc. atas pengabdian yang dilakukan selama ini.

Moch Maksum dalam kesempatan ini menyampaikan beberapa hal penting terkait tugas dan fungsi DGB. Kepada para anggota DGB diharapkan senantiasa berperan dalam rangka menjadikan UGM lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Para guru besar diharapkan memiliki peran dalam pengembangan keilmuan dan akademik. Diantaranya kegiatan Professors go to Frontiers atau Guru Besar Mengabdi di wilayah kepulauan terdepan dan terpencil seperti di Rote Ndao dan Ende di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2022, Ternate-Tidore (Maluku Utara), Menado-Kep.Sangihe (Sulawesi Utara) tahun 2023, Papua tahun 2024 dan tahun depan (2025) ke Sabang Pulau Weh (Nangro Aceh Darussalam).

“Berbagai kegiatan keilmuan para guru besar ini dalam bentuk seminar, kuliah umum, mengunjungi daerah dengan beraudiensi dengan para pemangku wilayah untuk menggali nilai-nilai, budaya, dan kearifan,” ungkapnya.

Diakhir sambutan iapun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerjasama yang berlangsung selama ini, dan mengucapkan permohonan maaf bila terdapat kesalahan saat mengemban tugas selama di Dewan Guru Besar UGM selama ini.

Dalam perjalanan DGB selama ini, ia mengakui tidak lepas dari permasalahan yang dihadapi baik permasalahan ringan ataupun berat. Meski begitu, semua disyukuri karena dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat kebersamaan.

“Terima kasih untuk solidaritas dan kerjasama yang baik antar anggota DGB. Apa-apa yang dihasilkan masing-masing komisi sudah terlihat dan dapat dirasakan. Hal ini memperlihatkan kemajuan yang dicapai DGB UGM selama ini,” ucap Moch. Maksum.

Sementara itu, Prof Baiquni mengungkapkan jabatan sebagai ketua dan sekretaris DGB sebagai tanggungjawab yang harus diemban. Suatu jabatan yang memerlukan kejernihan berpikir, ketelitian, kebijaksanaan, kearifan, kepekaan, kesabaran dan pengendapan emosi dalam pengambilan keputusan-keputusan.

“Itu merupakan ciri khas dari Dewan Guru Besar yang mengakar kuat kebawah dan menjulang tinggi sebagai amalan dan buah budi pekerti,” katanya.

Sebagai Ketua DGB yang baru, ia berharap agar DGB UGM dapat berperan lebih potesial dan migunani pada universitas dalam tugas-tugasnya. Diharapkan para anggota DGB dapat meningkatkan kepedulian UGM terhadap kebangsaan dan jati diri bangsa dalam dinamika yang berkembang saat ini.

“Kehadiran Universitas Gadjah Mada diharapkan dapat mempererat kerjasama kebudayaan dan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kualitas manusia. Para guru besar diharapkan peran untuk mengembangkan Tridarma Perguruan Tinggi guna riset kebijakan, penanganan terkait masalah kesejahteraan yang adil dan merata,” imbuhnya.

Penulis dan Foto: Heru Sutrisno

Editor: Agung Nugroho

Artikel Prof. Muh Baiquni dan Prof. Wahyudi Kumorotomo Jabat Estafet Kepemimpinan DGB UGM Periode 2021-2026 pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/prof-muh-baiquni-dan-prof-wahyudi-kumorotomo-jabat-estafet-kepemimpinan-dgb-ugm-periode-2021-2026/feed/ 0
Tim PPK Ormawa GAMAPI Kelola Limbah Babi di Banjarasri Kulon Progo https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-gamapi-kelola-limbah-babi-di-banjarasri-kulon-progo/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-gamapi-kelola-limbah-babi-di-banjarasri-kulon-progo/#respond Tue, 02 Jul 2024 03:26:31 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65629 Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (GAMAPI) melaksanakan Organic Waste Recycling Center di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Dalam kegiatan yang diberi nama Program Banjarasri Organic Waste Recycling Center, para mahasiswa yang berasal dari bermacam program studi berkolaborasi guna […]

Artikel Tim PPK Ormawa GAMAPI Kelola Limbah Babi di Banjarasri Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (GAMAPI) melaksanakan Organic Waste Recycling Center di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Dalam kegiatan yang diberi nama Program Banjarasri Organic Waste Recycling Center, para mahasiswa yang berasal dari bermacam program studi berkolaborasi guna pengelolaan limbah peternakan babi.

Al Haqi Insan Pratama, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2022 mewakili Tim mengatakan banyaknya jumlah babi yang dimiliki oleh masyarakat Banjarasri sangat memerlukan pengelolaan limbah yang baik. Meski telah dilakukan pengelolaan limbah oleh masyarakat namun dinilai masih belum maksimal.

“Sesungguhnya telah banyak yang dilakukan oleh para peternak guna mengurangi pencemaran lingkungan yang dihasilkan, tetapi nyatanya pengelolaan tersebut masih belum maksimal,” ujar Al Haqi di Kampus UGM, Selasa (2/7).

Untuk itu, kata Al Haqi, Program Banjarasri Organic Waste Recycling Center hadir guna membantu masyarakat dalam pengelolaan limbah peternakan babi. Disebutnya, program tersebut diimplementasikan dengan memanfaatkan teknologi censoring dan monitoring untuk optimalisasi limbah peternakan babi dengan penggunaan effective microorganism dan bank kompos, serta memanfaatkan aplikasi Internet of Things.

Al Haqi menandaskan pengelolaan limbah peternakan babi ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah limbah peternakan babi dan meminimalisirkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Dengan memanfaatkan keberadaan Internet of Things dalam program ini sekaligus sebagai upaya pengenalan teknologi kepada masyarakat,” terangnya.

Apa yang dilakukan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik (GAMAPI) pada akhirnya mendapat sambutan sekaligus pendanan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim ini menarik karena para mahasiswa berasal dari program studi yang berbeda.

Ada yang berasal dari Program Studi Manajemen dan Kebijakan Publik, Ilmu dan Industri Peternakan, dan ada juga yang dari Teknik Elektro. Para mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda ini saling berkolaborasi guna menyukseskan program Banjarasri Organic Waste Recycling Center.

“Dalam satu tim ini kami mengupayakan pengelolaan limbah peternakan babi di Kalurahan Banjarasri sebagai bentuk pengabdian dengan program Banjarasri Organic Waste Recycling Center: Pemanfaatan Teknologi Censoring dan Monitoring untuk Optimalisasi Limbah Peternakan Babi dengan Penggunaan Effective Microorganism 4” ucap Al Haqi.

Program ini mendapat pendampingan dari Dr. Ir. Mohammad Zainal Abidin, S.Pt., M.Biotech., IPM, dosen Fakultas Peternakan UGM. Sebagai dosen pendamping, dia sangat bersyukur karena para mahasiswa dalam dalam mempersiapkan program ini telah melakukan pendekatan kepada masyarakat, Asosiasi Paguyuban Teko, dan Pemerintah Kalurahan Banjarasri.

“Dalam mempersiapkan program ini, sebagai bagian dari pengabdian telah dimulai dan berjalan sejak Bulan Maret hingga Oktober 2024,” ujar Zainal Abidin.

Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo terletak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Kalurahan ini memiliki berbagai potensi salah satunya peternakan babi.

Data Asosiasi Paguyuban Teko menyebut terdapat sekitar 2700 ekor babi dari seluruh peternak babi di Kalurahan Banjarasri, dan peternakan babi ini menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat.

Penulis: Pamedhar Sekar Utami

Editor: Agung Nugroho

Foto: Dok. Tim PPK Ormawa GAMAPI UGM

Artikel Tim PPK Ormawa GAMAPI Kelola Limbah Babi di Banjarasri Kulon Progo pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-ppk-ormawa-gamapi-kelola-limbah-babi-di-banjarasri-kulon-progo/feed/ 0
Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/ https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/#respond Sun, 23 Jun 2024 22:10:42 +0000 https://ugm.ac.id/?p=65328 Green Election atau Pemilihan Umum (Pemilu) Hijau, mungkin masih terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Konsep tersebut memiliki arti Pemilu yang lebih memperhatikan atau peduli terhadap lingkungan selama proses pelaksanaannya. Belum lama ini sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset terkait topik tersebut. Penelitian sosial bertema politik lingkungan atau mengenai green election sebagai wacana […]

Artikel Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Green Election atau Pemilihan Umum (Pemilu) Hijau, mungkin masih terdengar asing oleh sebagian masyarakat. Konsep tersebut memiliki arti Pemilu yang lebih memperhatikan atau peduli terhadap lingkungan selama proses pelaksanaannya.

Belum lama ini sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan riset terkait topik tersebut. Penelitian sosial bertema politik lingkungan atau mengenai green election sebagai wacana peduli lingkungan terhadap pelaksanaan Pemilu diinisiasi oleh Lutviana Herawati, mahasiswi program studi Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM.

Lutviana dalam penelitiannya dibantu tiga peneliti yang juga berasal dari Fisipol UGM yaitu Farida Ratnawati, Difta Mardi, Krisnanda Kogoya, dan Dian Arsyka, mahasiswi dari Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM.

Lutviana menjelaskan penelitian green election ini melibatkan berbagai pihak diantaranya instansi pemerintahan, praktisi, dan lembaga swadaya masyarakat. Tidak ketinggalan masyarakat perkotaan sebagai subyek utama penelitian.

“Riset green election ini kami lakukan untuk melihat sebenarnya bagaimana pengaruh wacana terhadap perilaku memilih masyarakat perkotaan,” ucap Lutviana pada suatu wawancara di Kampus UGM, Jum’at (21/6).

Terhadap proses Pemilu 2024 yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, Lutviana menjelaskan bila peristiwa politik tersebut sebagai salah satu yang menjadi latarbelakang riset mereka. Terutama pada masifnya pemberitaan berkaitan dengan Alat Peraga Kampanye (APK) konvensional seperti baliho dan poster pasangan calon yang dipajang di sembarangan tempat.

Pemasangan baliho dan poster tersebut dinilai tim peneliti mahasiswa UGM sangat mengurangi keindahan kota. Bahkan pemasangan yang tidak beraturan telah mencederai masyarakat dan menimbulkan sampah yang sangat merugikan lingkungan.

“Kami merasa proses kampanye Pemilu kemarin belum cukup baik lantaran masih saja membahayakan masyarakat dan justru mencemari lingkungan,” jelas Lutviana.

Oleh karena itu, tim peneliti mahasiswa UGM menawarkan topik green election sebagai topik baru dalam kancah proses politik di Indonesia. Tim mahasiswa UGM inipun telah melakukan riset terkait hal itu sejak April 2024 hingga saat ini.

Bagi Lutviana dan tim, penelitian ini merupakan kebaruan topik dalam penelitian. Penelitian yang berkaitan dengan wacana green election sejauh ini belum banyak ditemui, dan bahkan dalam pandangan mereka belum ditemui di Indonesia.

Difa selaku anggota tim menambahkan riset yang berfokus bagaimana sebuah wacana mempengaruhi perilaku memilih masyarakat perkotaan telah mereka lakukan di dua kota, yakni Yogyakarta dan Jakarta. Kedua kota tersebut, disebutnya merepresentasikan masyarakat perkotaan untuk pengambilan data riset.

“Termasuk di dalamnya pengambilan data secara survei maupun In-Depth Interview dengan pihak terkait,” papar Difa.

Difa menuturkan selama berjalannya riset hingga hari ini ditemui beberapa hal menarik terkait wacana green election di tubuh instansi pemerintahan. Diantaranya temuan dari sebuah wawancara dengan Sri Surani selaku anggota KPU DIY, dan didapati keterangan bahwa Komisi Pemilihan Umum DIY telah mengimplementasikan praktik ramah lingkungan melalui digitalisasi.

Difa berharap penelitian ini akan terus berlanjut dan mencoba mengikutsertakannya pada Kompetisi Riset Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial Humaniora yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Harapannya, dengan adanya riset tersebut dapat menambah pengetahuan khalayak luas mengenai isu lingkungan yang ternyata dapat berkorelasi dengan beragam aspek, termasuk politik,” pungkas Difa.

Penulis: Agung Nugroho

Artikel Tim Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Green Election pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tim-mahasiswa-ugm-lakukan-penelitian-green-election/feed/ 0
Menikmati Proses Perkuliahan, Edo Lulus Sarjana Tercepat di UGM https://ugm.ac.id/id/berita/menikmati-proses-perkuliahan-edo-lulus-sarjana-tercepat-di-ugm/ https://ugm.ac.id/id/berita/menikmati-proses-perkuliahan-edo-lulus-sarjana-tercepat-di-ugm/#respond Sat, 25 May 2024 05:27:44 +0000 https://ugm.ac.id/menikmati-proses-perkuliahan-edo-lulus-sarjana-tercepat-di-ugm/ Mendapatkan gelar sarjana merupakan sebuah pencapaian yang hampir diimpikan oleh semua orang. Termasuk bagi Alfredo Dwiputra Ardiansyah yang baru saja lulus sarjana prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol UGM, Rabu (22/5) lalu. Pada wisuda 1.422 lulusan Sarjana dan Diploma yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, ia dinobatkan menjadi wisudawan dengan masa studi tercepat yaitu lulus sarjana dalam […]

Artikel Menikmati Proses Perkuliahan, Edo Lulus Sarjana Tercepat di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Mendapatkan gelar sarjana merupakan sebuah pencapaian yang hampir diimpikan oleh semua orang. Termasuk bagi Alfredo Dwiputra Ardiansyah yang baru saja lulus sarjana prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol UGM, Rabu (22/5) lalu. Pada wisuda 1.422 lulusan Sarjana dan Diploma yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, ia dinobatkan menjadi wisudawan dengan masa studi tercepat yaitu lulus sarjana dalam waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari. Padahal rerata masa studi lulusan Program Sarjana adalah 4 tahun 1 bulan.

Edo, demikian ia akrab dipanggil, mendapat predikat sebagai lulusan tercepat di luar dugaannya. Selama kuliah ia hanya fokus menargetkan untuk bisa lulus sesegera mungkin agar bisa mandiri secara keuangan dan tidak membebani orang tua. “Waktu itu goal saya yaitu bagaimana agar tidak membayar UKT di semester depan, tentu dengan lulus sebelum memasuki semester berikutnya,” ujarnya.

Keinginan untuk bisa menyelesaikan kuliah mendorongnya untuk mengerjakan tugas akhir sesegera mungkin. Mengangkat topik skripsi berdasarkan studi kasus dari bisnis yang tengah ia rintis. Judul skripsi yang ia pilih yakni Strategi Pembuatan Rebranding Campaign pada Startup CarbonEthics. Edo mengaku beruntung dibimbing oleh Masageng Widagdha Prasarana sebagai dosen pembimbing karena merasa terbantu dan dibimbing selama pengerjaan tugas akhir.

Selain terbantu dalam pengerjaan tugas akhir, suasana pertemanan dengan sesama mahasiswa diakui Edo menjadi salah satu faktor terpenting di masa perkuliahan. Hubungan yang terjalin selama masa kuliah tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga membentuk jaringan sosial yang berharga untuk masa depan. “Saya merasa banyak kenangan bersama teman-teman dan saya selalu berprinsip jangan terjebak dalam drama yang tidak berarti,” kenangnya.

Soal tips untuk lulus sarjana lebih cepat, Edo memberi pesan untuk jangan pernah memaksa diri sendiri agar bisa lulus dengan cepat, melainkan menikmati setiap proses yang ada. “Enjoy every process and live in the moment, meskipun kamu sedang mengerjakan skripsi. Itulah mengapa topik skripsi harus sesuai dengan minat sehingga kamu bisa enjoy mengerjakannya karena untuk apa kamu lulus cepat tetapi tidak tertarik dengan tugasnya,” ujarnya.

Pasca menyandang gelar sarjana, pria asal Jakarta ini mengaku akan menggeluti keinginannya untuk bekerja di bidang bisnis dan marketing. Padahal motivasinya selama kuliah awalnya ingin menjadi jurnalis. “Tapi ternyata setelah belajar lebih jauh di Ilmu Komunikasi UGM, saya menemukan minat saya di bidang marketing dan bisnis,” katanya.

Penulis: Dita
Editor: Gusti Grehenson

Artikel Menikmati Proses Perkuliahan, Edo Lulus Sarjana Tercepat di UGM pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/menikmati-proses-perkuliahan-edo-lulus-sarjana-tercepat-di-ugm/feed/ 0
Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/ https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/#respond Fri, 19 Apr 2024 10:14:11 +0000 https://ugm.ac.id/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/ Universitas Gadjah Mada senantiasa berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik, serta meningkatkan kredibilitas sebagai world class university. Tahun ini, sebanyak 25 bidang ilmu UGM tercatat dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) by subject 2024, tiga diantaranya ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Adapun tiga program studi yang masuk dalam daftar ranking […]

Artikel Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
Universitas Gadjah Mada senantiasa berkomitmen untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik, serta meningkatkan kredibilitas sebagai world class university. Tahun ini, sebanyak 25 bidang ilmu UGM tercatat dalam peringkat QS World University Rankings (WUR) by subject 2024, tiga diantaranya ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Adapun tiga program studi yang masuk dalam daftar ranking dunia adalah Manajemen Kebijakan Publik (MKP) atau Social Policies and Administration di peringkat 108, Hubungan Internasional atau Politics and International Studies pada peringkat 156, dan peringkat 206 ditempati oleh program studi Sosiologi.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisipol UGM, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, S.IP., M.PP.,  menyatakan bangga atas pencapaian tersebut, namun tetap menjadi pengingat agar pengelola Fakultas untuk terus berbenah melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sebab melalui rekognisi dari lembaga pemeringkatan internasional ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih aspek mana yang perlu ditingkatkan. “Prestasi ini bisa menjadi aspek yang membanggakan, tapi juga sekaligus semacam refleksi diri bagaimana kami di Fisipol perlu meningkatkan kualitas dan reputasi dengan lebih baik,” ujar Poppy dalam  keterangannya kepada wartawan, Jumat  (18/4).

Fisipol UGM selama ini menurut Poppy telah memberlakukan kebijakan berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai fokus utama. Untuk di bidang akademik, Fisipol UGM telah berupaya membangun reputasi internasional dengan membuka program-program berstandar internasional, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana. “Untuk program sarjana, Fisipol UGM membuka program International Undergraduate Programs (IUP), sedangkan untuk pascasarjana terdapat program double degree dengan berbagai mitra,” jelasnya.

Seperti diketahui, ukuran penilaian ranking bidang studi yang diberlakukan lembaga QS WUR meliputi lima indikator penilaian yakni dari sisi akademik, tenaga kerja pendidikan, sitasi, H-Indeks, dan jaringan riset internasional. Guna mendorong publikasi riset-riset internasional, kata Poppy, Fisipol UGM sudah secara rutin memberikan dana hibah penelitian untuk dosen dan peneliti sejak sepuluh tahun lalu. “Kita terus mengupayakan mendorong reputasi internasional kita lewat kerja sama riset dan publikasi dengan mitra internasional. Salah satunya dengan research grant melalui skema kerja sama mitra. Kita juga mendorong peneliti dan dosen untuk bidding dana hibah di tingkat internasional, itu yang terus kita kembangkan,” terangnya.

Selain itu, Sustainability atau keberlanjutan adalah salah satu poin yang ditambahkan dalam kriteria penilaian QS WUR tahun ini. Untuk soal yang satu ini, kata Poppy, Fisipol UGM dalam menjalankan program kerjanya selalu mendorong peningkatan aspek keberlanjutan mulai dari akademik hingga inisiatif kegiatan sosial dan lingkungan. Beberapa yang sudah dilakukan diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel, inisiasi kerja sama pembangunan desa, dana hibah untuk pengembangan keterampilan masyarakat, serta publikasi riset seputar indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Tidak hanya sampai di situ, isu soal Green Society, transformasi digital, dan sosial inklusi merupakan tiga pilar utama yang terus didorong oleh Fisipol UGM dan direalisasikan dalam berbagai program. “Dalam dua tahun terakhir, kita punya flagship yang kita sebut sebagai Green Society. Tidak hanya mencoba mengutamakan isu-isu green (lingkungan) dalam program akademik, penelitian, dan pengabdian, tapi juga memperkenalkan berbagai macam program yang berkaitan isu tersebut,” paparnya.

Poppy menegaskan internasionalisasi program di Fisipol UGM akan terus didorong. Selain dari peningkatan standar akademik bertaraf internasional, memperkuat kerja sama dan penerimaan jumlah mahasiswa asing di Fisipol UGM juga menjadi aspek penting. “Kami dari fakultas juga akan sangat mendukung adanya program atau kebijakan untuk mendorong mahasiswa internasional berkuliah di UGM, dan dengan itu harapannya Fisipol UGM bisa mendapatkan publikasi dan atensi internasional dengan lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Tasya

Editor: Gusti Grehenson

Foto: Donnie

Artikel Tiga Prodi Fisipol UGM Masuk Ranking 100-200 Dunia  pertama kali tampil pada Universitas Gadjah Mada.

]]>
https://ugm.ac.id/id/berita/tiga-prodi-fisipol-ugm-masuk-ranking-100-200-dunia/feed/ 0